Tag: ilmu pengetahuan

  • Beasiswa MEXT 2025 di APU Jepang, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (MEXT) Jepang di Asia Pacific University (APU) dibuka dalam jalur University Recommendation (UR). Calon mahasiswa dari Indonesia dapat mendaftar ke APU untuk meraih beasiswa MEXT S2 ini.

    Beasiswa MEXT di APU meliputi gratis biaya pendaftaran, uang kuliah, dan uang hidup bulanan 144 ribu yen (Rp15,8 juta) per bulan. Penerima beasiswa juga akan mendapat fasilitas penerbangan pergi dan pulang (PP) Indonesia-Jepang pada awal dan akhir program.

    Beasiswa MEXT 2025 dibuka hingga tanggal 13 November 2024 untuk mulai kuliah pada September 2025. Berminat mendaftar, detikers? Simak informasinya di bawah ini.


    Syarat Beasiswa MEXT 2025 di APU

    1. Calon mahasiswa internasional, termasuk asal Indonesia.
    2. Kelahiran 2 April 1990 atau lebih muda.
    3. IPK minimal 2.30 dari skala 3.00 (atau yang setara) dari pendidikan tinggi terakhir.
    4. Tidak sedang bertugas militer saat sedang mendaftar.
    5. Wajib dapat tiba di Jepang pada masa kedatangan yang ditetapkan APU.
    6. Belum pernah menerima beasiswa MEXT, kecuali telah memiliki lebih dari 3 tahun pengalaman riset edukasional setelah penyaluran terakhir dana beasiswa MEXT sebelumnya.
    7. Tidak mendaftar ke jenis beasiswa MEXT lainnya.
    8. Jika terpilih, penerima beasiswa tidak boleh menerima beasiswa dari organisasi pemberi beasiswa lain saat kuliah di APU.
    9. Jika terpilih, penerima beasiswa harus memiliki visa student Jepang.
    10. Memiliki sertifikat kemahiran berbahasa dari ujian yang dilaksanakan setelah 22 Maret 2023, beasiswa MEXT ini wajib TOEFL.

    Cara Mendaftar Beasiswa

    Beasiswa MEXT di APU diberikan pada calon mahasiswa yang direkomendasikan oleh pihak kampus ke kementerian. Berikut cara mendaftar beasiswa MEXT 2025 di APU jalur University Recommendation:

    1. Melamar S2 di APU untuk awal kuliah September 2025 di https://admissions.apu.ac.jp.APU
    2. menyeleksi kandidat penerima beasiswa berdasarkan dokumen pendaftaran.
    3. Hasil pendaftaran dan rekomendasi beasiswa diinformasikan kepada kandidat terpilih.
    4. Kandidat terpilih merampungkan pemberkasan dan mengirim dokumen tambahan beasiswa MEXT ke APU.
    5. MEXT memutuskan dan mengumumkan hasil seleksi beasiswa final.

    Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa MEXT 2025 di APU jalur University Recommendation bisa dicek di sini. Semoga berhasil, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Masjid dan Pesantren, Cikal Bakal Lembaga Pendidikan Tertua di Dunia



    Jakarta

    Rekor dunia Guinness atau Guinness World Record mencatat, lembaga pendidikan tertua di dunia yang masih ada adalah Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Institusi ini berawal dari masjid dan pembelajaran serupa pesantren. Ada sejak kapan?

    Al-Qarawiyyin didirikan pada 859 M oleh seorang cendekiawan wanita muslim bernama Fatima al-Fihri. Ia membangun kompleks Masjid Al-Qarawiyyin, yang kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan hingga universitas terkemuka di dunia.

    Mengutip World History, Fatima merupakan anak dari pedagang Arab kaya bernama Muhammad al-Fihri al-Qayrawwani. Usai ayah dan saudara laki-lakinya meninggal dunia, Fatima dan saudara perempuannya mendapatkan warisan kekayaan yang sangat besar.


    Karena tidak tertarik dengan perdagangan, Fatima dan saudarinya memilih untuk menggunakan hartanya dengan membangun masjid. Berawal dari sini Fatima kemudian membangun lembaga pendidikan tertua di dunia, kompleks Masjid Al-Qarawiyyin.

    Lembaga Pendidikan Tertua Berawal dari Masjid dan Madrasah

    Pada hari pertama Ramadan tahun 859, Fatima dan saudarinya meletakkan fondasi pertamanya. Ia akan membangun masjid dan madrasah dalam satu kompleks.

    Madrasah, dalam bahasa Arab merujuk pada segala jenis lembaga pendidikan, baik sekuler maupun keagamaan, dasar maupun menengah. Definisi ini juga ditemukan dalam bahasa Indonesia.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), madrasah berkaitan dengan pesantren. Dalam KBBI, pesantren adalah asrama tempat santri atau murid-murid belajar mengaji, dsb.. Makna lain pesantren dalam KBBI yaitu madrasah.

    Di dunia muslim, masjid telah lama menjadi pusat peradaban keilmuan dan komunitas. Masjid tidak hanya untuk tujuan spiritual, tapi juga pertemuan sosial, layanan amal, ruang pendidikan, hingga demonstrasi politik.

    Fatima, tak hanya menjadi sosok sentral dalam pembangunan peradaban pendidikan di Al-Qarawiyyin, ia juga mengawasi setiap arsitekturnya. Fatima merekrut insinyur dan pengrajin paling terampil di Maroko pada masanya.

    Alhasil, kompleks Masjid Al-Qarawiyyin memiliki halaman luas berlantai keramik, air mancur, dan tata letak yang indah. Selain itu, juga ada menara untuk adzan, perpustakaan, hingga ruang terpisah untuk wanita.

    Menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan dari Abad ke-9 hingga ke-14

    Fatima bukan kelahiran asli Maroko. Ia lahir di kota Qairouan (Kairouan), Tunisia dan bermigrasi ke Maroko utara yakni Fez, saat remaja.

    Di kota Fez ini, Fatima membangun peradaban yang maju di bidang ilmu pengetahuan. Dengan membangun Masjid Al-Qarawiyyin dan madrasah di lingkungan sekitarnya, perlahan terbentuk institusi pendidikan untuk cendekiawan dari seluruh dunia.

    Sistem ‘pesantren’ ini, seiring waktu terus berkembang. Sejarah mencatat, konsep pembelajaran melingkar di madrasah Al-Qarawiyyin sudah diterapkan pada abad ke-10.

    Konsep itu disebut Halaqas, yang berarti lingkaran pembelajaran, merujuk pada pengaturan ruang kelas madrasah tempat para siswa duduk setengah lingkaran mengelilingi guru mereka.

    Sejarawan dan duta besar Maroko, Abdelhadi Tazi (1921-2015), berpendapat bahwa catatan tertulis paling awal tentang pengajaran Al-Qarawiyyin itu berasal dari tahun 1141

    Kompleks Al-Qarawiyyin sendiri, tak hanya menghidupkan peradaban keilmuan, tapi juga lingkungan sekitarnya. Selama abad ke-9, kota Fez berkembang menjadi pusat perdagangan, budaya, hingga komunitas.

    Fez mencapai puncaknya sebagai pusat intelektual, budaya, dan perdagangan pada abad ke-13 dan ke-14, di bawah kekuasaan Dinasti Berber Marinid (1248-1465).

    Berkembang Menjadi Universitas

    Sejarawan Maroko, Mohammed Al-Manouni, menyebutkan bahwa Masjid Al-Qarawiyyin berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi formal. Al-Qarawiyyin, bahkan memberikan sertifikat kualifikasi kepada para ‘sarjana’, antara tahun 1040-1147, pada masa pemerintahan Almoravid.

    Sebagian besar sejarawan sepakat, bahwa Al-Qarawiyyin merupakan lembaga pemberi gelar pertama di dunia, sekaligus pusat terkemuka perdebatan dan beasiswa ilmiah yang di kemudian hari disebut sebagai universitas.

    Sejak saat itu, Al-Qarawiyyin menetapkan standar yang akan menjadi titik acuan bagi lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia, menarik pengunjung, mahasiswa, dan dosen dari seluruh dunia.

    Kurikulum di Al-Qarawiyyin tak hanya mencakup ilmu-ilmu sekuler dan filsafat. Ada juga bidang yurisprudensi Islam, aljabar, astronomi, botani, kartografi dan geografi, tata bahasa, sejarah, sastra, logika, matematika, kedokteran, fisika, dan berbagai bahasa asing termasuk Yunani dan Latin.

    Meski telah lama menjadi institusi yang memberi gelar kepada ‘siswa’, tapi baru pada 1947, Al-Qarawiyyin diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan negara. Kompleks yang dibangun oleh Fatima al-Fihri itu akhirnya bergabung dengan sistem universitas negeri modern melalui dekrit kerajaan pada 1963, setelah berakhirnya era protektorat Prancis di Maroko.

    Pada 1965, nama resminya diubah menjadi Universitas Al-Karaouine, yang sebelumnya hanya disebut Al-Qarawiyyin (Al-Karaouine), demikian melansir BBC.

    Sejak peradaban kompleks masjid dan madrasah Al-Qarawiyyin maju, ada banyak cendekiawan yang belajar di sana. Mereka di antaranya:

    1. Al-Biruni (973-1048), seorang polymath yang memberikan kontribusi besar bagi matematika, fisika, astronomi, dan geografi

    2. Al-Idrisi (1100-1165) kartografer yang petanya dipelajari dengan penuh semangat oleh para ahli geografi Renaisans

    3. Ibn Tufayl (wafat 1185) yang menulis novel fiksi ilmiah pertama di dunia serta risalah tentang pembelajaran mandiri yang disebut Hayy ibn Yaqzan

    4. Ibn Rushd (1126-1198) penerjemah dan komentator Aristoteles yang dikenal di Eropa sebagai Averroes

    5. Sarjana Yahudi dan mistikus Maimonides (1138-1204) yang akan memiliki pengaruh yang mendalam pada filsafat dan teologi Yahudi

    6. Astronom Al-Bitruji (w. 1204) yang dikenal di Eropa sebagai Alpetragius

    7. Ibn Al-Arabi (1165-1240) adalah seorang mistikus sufi, filsuf dan penyair

    8. Sejarawan Ibn Khaldun (1332-1406) yang karyanya meletakkan dasar bagi sosiologi modern, sejarah ekonomi politik

    Jadi, sebelum Eropa menyentuh puncak peradaban ilmu pengetahuan era Renaisans (abad ke-14 hingga ke-17), seorang wanita muslim bernama Fatima al-Fihri telah lebih dulu membangun kompleks peradaban ilmu pengetahuan pada 859 M. Itu ada kompleks yang bermula dari masjid dan madrasah, yang pada akhirnya melahirkan cendekiawan penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Kebangkitan


    Jakarta

    Dalam kitab suci umat Islam, banyak ayat yang mengajak manusia untuk memaksimalkan potensi akalnya dalam berpikir. Allah SWT seringkali berfirman,

    “Apakah kamu tidak berpikir?”, “… hanya orang-orang yang berakal yang dapat mengambil pelajaran.”

    Firman Allah SWT yang memerintahkan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikirnya, konon mencapai ratusan ayat. Inilah yang memberi motivasi kaum Muslimin dan juga bangsa Arab umumnya untuk mengoptimalkan potensi otaknya.


    Maka mereka berlomba-lomba mengadakan riset dan penyelidikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka sadar bahwa pemberian-Nya berupa ilmu dipergunakan untuk kehidupan dan menjaga kelestarian bumi karena menyandang sebagai Khalifah di muka bumi.

    Mereka, para ilmuwan Muslim dan Arab, tidak segan-segan mengambil ilmu peradaban bangsa lain, yaitu bangsa Yunani dan India. Mereka menerjemahkan buku-buku berbagai bidang seperti filsafat, kedokteran, sastra, dan lainnya ke dalam bahasa Arab.

    Mereka dengan tekun melakukan riset dan menyelidiki hal-hal yang belum diketahui untuk dikembangkan, maka pada masa itu muncullah tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina yang sampai saat ini penemuannya sebagai landasan dalam ilmu kedokteran. Dan masih banyak tokoh-tokoh lain di bidang ilmu bumi, optik, aljabar yang sampai sekarang berguna.

    Mereka tidak mengklaim bahwa semua karya merupakan hasil murni darinya, melainkan mereka mengakui dengan lapang dada sumber ilmu mereka dari buku-buku para ilmuwan Yunani dan India.

    Rasulullah SAW. bersabda, “Barang siapa yang menginginkan kebahagian dunia, maka tuntutlah ilmu dan barang siapa yang ingin kebahagian akhirat, tuntutlah ilmu dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu. baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim ).

    Tuntunan ini sangat jelas bahwa umat Muslimin jika menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat maka tuntutlah ilmu pengetahuan. Ilmu ini adalah pelita dunia dan menjadi cahaya di akhirat. Dengan ilmu seseorang bisa mewujudkan impian dan khayalannya.

    Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi keniscayaan dalam kehidupan saat ini. Bayangkan sesuatu yang dahulu tidak mungkin dilakukan, sekarang bisa terjadi. Kita ambil contoh tentang robot, dengan dibenamkannya AI (artificial intelligence) sebuah robot bisa diajak bicara dan bisa melayani layaknya pelayan di restoran.

    Perkembangan iptek ini akan terus berjalan selama manusia masih ada kehidupan, dan ingatlah bahwa Allah SWT mendorong penguasaan iptek ini melalui surat al-Mujadilah ayat 11 yang terjemahannya, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,’ lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, ‘Berdirilah,’ (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

    Pada ayat ini, Allah SWT memerintahkan kaum muslim untuk melakukan perbuatan yang menimbulkan rasa persaudaraan dalam semua pertemuan. Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu, dalam berbagai forum atau kesempatan, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, agar orang-orang bisa masuk ke dalam ruangan itu,” maka lapangkanlah jalan menuju majelis tersebut, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu dalam berbagai kesempatan, forum, atau majelis.

    Apabila dikatakan kepada kamu dalam berbagai tempat, “Berdirilah kamu untuk memberi penghormatan,” maka berdirilah sebagai tanda kerendahan hati, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu karena keyakinannya yang benar, dan Allah pun akan mengangkat orang-orang yang diberi ilmu, karena ilmunya menjadi hujah yang menerangi umat, beberapa derajat dibandingkan orang-orang yang tidak berilmu. Dan Allah Mahateliti terhadap niat, cara, dan tujuan dari apa yang kamu kerjakan, baik persoalan dunia maupun akhirat.

    Keutamaan Orang Berilmu

    Adapun keutamaan orang berilmu adalah:

    1. Orang Berilmu Takut Kepada Allah SWT.

    Dalam surat Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman, “Dan demikian pula di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”

    2. Orang Berilmu Diberi Kebaikan Dunia dan Akhirat

    Dalam surat Al-Baqarah ayat 269, Allah SWT berfirman:

    “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

    3. Orang Berilmu Diangkat Derajatnya

    Allah SWT. berfirman, “…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah ayat 11).

    Ketahuilah ajaran Islam tidak bertentangan dengan iptek dan justru mendorong perkembangannya. Adapun sumber ilmu itu ada pada Al-Qur’an dan Hadis, sehingga bisa dikatakan ilmu pengetahuan dalam Islam mendapat tempat yang tinggi dan sangat terhormat. Ingatlah bahwa inilah kunci maupun pintu menuju kebangkitan.

    Seorang pemikir etik dan filosof Inggris, Bertrand Russell, berkata, “Penggunaan istilah Abad Kegelapan antara tahun 699 M sampai 1000 M itu menunjukkan bahwa kita membatasi perhatian hanya pada Barat atau Eropa. Padahal justru waktu itulah kebudayaan Islam yang cemerlang menerangi dunia, mulai dari India di Timur sampai Spanyol di Barat. Apa yang hilang di negeri-negeri Kristen waktu itu, bukanlah hilangnya kebudayaan secara umum, bahkan keadaan sangat kontras. Buat kita tampak, bahwa kebudayaan Eropa atau Barat itu memang suatu kebudayaan, akan tetapi sebenarnya adalah suatu pandangan yang sempit.”

    Begitu indahnya dan cemerlang kebudayaan Islam melalui perkataan Bertrand Russel di atas. Meskipun demikian, kita tidak perlu selalu mengenang keemasan masa lalu, jadikanlah hal itu sebagai motivasi untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan kita (kaum muslimin). Tengoklah negeri Tiongkok dalam waktu yang relatif singkat (25-30 tahun) telah merubah diri dan meloncat menuju peradaban baru yang dibangun.

    Ya Allah, teguhkanlah hati kami (kaum muslimin) untuk selalu mena’ati dan melaksanakan perintah-Mu dalam menuntut ilmu pengetahuan. Kami sadari saat ini tertinggal dari kaum lainnya dan kami mohon tegakkanlah kepala kami untuk memimpin peradaban di masa mendatang.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025

    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesombongan Para Pemuja Ilmu Pengetahuan



    Jakarta

    Sebagaimana dalam firman-Nya pada surah al-Mujadalah ayat 11 yang artinya, “Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu di antara kalian dan orang yang dikaruniai ilmu beberapa derajat.”

    Maka kedudukan orang yang berilmu 700 derajat lebih tinggi daripada orang beriman tetapi tidak berilmu (menurut Ibnu Abbas RA) dan jarak untuk menempuh dua derajat mencapai lima ratus tahun perjalanan. Fath al-Mushali berkata, “Bukankah orang yang sakit kalau tidak diberi makan, minum, atau obat akan mati?”

    Mereka menjawab,” Ya, benar.”
    “Begitu juga hati manusia, kalau tidak diberi hikmah dan ilmu selama tiga hari, ia pasti mati.”


    Keterbatasan ilmu yang dimiliki seseorang adalah keniscayaan, tiada yang bisa klaim terhadap keahliannya kecuali dengan ijin-Nya. Apakah seorang yang berilmu tinggi dapat membuat telor? Tentu jawabnya, ” Ya bisa.” Sama halnya membuat biji-bijian tanaman. Namun jika kita bertanya lagi, “Apakah telor dan biji-bijian yang telah dibuat bisa dikembang biakan?” Maka jawabannya, ” Tidak bisa.” Kenapa?

    Inilah menunjukkan keterbatasan ilmu tadi dibandingkan ilmu Allah SWT sebagai pencipta kehidupan dunia dan akhirat. Ruh adalah wewenang-Nya, manusia tidak akan sampai. Kita hanya menerima atas ketetapan-Nya dan ridha.

    Namun demikian, seseorang yang berkemampuan dan berilmu bisa lalai tatkala ia membanggakan keilmuannya dan berkelompok serta meyakini bahwa ilmu pengetahuan merupakan kunci alam semesta. Mereka bisa mengelola sebagian isi alam semesta seperti manusia bisa menambang kekayaan alam, menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai tambah tinggi dan bidang industri yang menghasilkan aneka produk. Mereka anggap bahwa kunci dari semua itu hanyalah ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

    Dalam hal ini mereka lalai akan peran Allah SWT yang telah menundukkan semua itu untuk kemaslahatan hambanya. Ingatlah bahwa Allah SWT Sang Pencipta dan Maha Kuasa sebagaimana firman-Nya dalam surah ar-Rum ayat 54 yang terjemahannya, “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

    Ayat di atas bermakna menjelaskan bahwa manusia itu saat masih bayi berada dalam kondisi lemah, bahkan sebelum itu mereka dalam ketiadaan. Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, yakni pada masa bayi. Kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat dan berdaya, yakni pada masa dewasa, sehingga kamu dapat melakukan banyak hal, kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat dan berdaya itu lemah kembali dan beruban, yakni masa tua. Demikianlah, Dia akan terus menciptakan apa yang Dia kehendaki, antara lain menciptakanmu dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Dan Dia Maha Mengetahui atas segala pengaturan ciptaan-Nya, Mahakuasa atas segala sesuatu yang Dia kehendaki, termasuk membangkitkanmu kembali dari kematian.

    Titik akhir lemahnya kekuatan seseorang adalah kematian. Hal ini merupakan puncak kelemahan yang telah Allah SWT tetapkan untuk manusia. Kematian terkadang datang pada akhir tangga kelemahan, saat tua renta. Terkadang kematian datang pada saat seseorang masih muda dan kuat (puncak kekuatan). Kedua kematian ini termasuk dalam sunnatullah. Allah SWT berfirman dalam surah Yasin ayat 68 yang terjemahannya,”Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?

    Makna ayat di atas adalah: Dan ingatlah wahai anak cucu Adam, barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya. Pada saat itu dia kembali lemah dan kurang akal, layaknya anak kecil, sehingga tidak kuat lagi melakukan ibadah yang berat. Maka, mengapa mereka tidak mengerti dan memanfaatkan kesempatan selagi muda?

    Manusia hanya boleh menggunakan hak kebebasannya di hadapan manusia lain yang berinteraksi dengannya. Kebebasan itu ada pada dirinya namun tidak boleh mengurangi atau merusak penghambaannya pada Allah SWT. Bahkan dengan penghambaan-Nya maka ia akan terlindungi kebebasannya dari perampasan atau pengurangan. Seseorang yang meyakini dirinya milik Allah SWT tidak akan membiarkan orang lain mengatur atau memaksanya untuk mengikuti atau melakukan sesuatu. Penghambaan ini adalah bukti/pengakuan adanya Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, tidaklah perlu menunjukkan kesombongan karena menguasai ilmu pengetahuan. Tahukah bahwa kemampuan berilmu itu merupakan pemberian-Nya.

    Sebagai contoh bahwa setiap orang akan kedatangan masa tua, kemampuan fisik yang semakin menurun, berbagai macam penyakit mulai berdatangan, kemampuan akal untuk mengingat menurun dan kadang menjadi pikun. Apakah penguasaan ilmu pengetahuan bisa mengatasi penuaan? Jawabannya, “Tidak.” Ekstremnya apakah mampu menunda atau sama sekali membatalkan kematian? Jawabannya sama.

    Bagi sebagian orang yang meyakini bahwa ilmu pengetahuan merupakan segala kehidupan ini, maka sia-sialah mereka dan masuk golongan yang merugi. Mereka lalai atas beberapa kejadian seperti: tidak bisa menghindari dari kebodohan setelah sebelumnya berilmu, mengontrol lupa sebelumnya bisa mengingat, menolak stres setelah fresh, gila setelah berakal. Ingatlah bahwa semua kepandaian yang manusia miliki statusnya adalah pinjaman bukan hak milik. Saatnya diminta kembali tatkala ia wafat.

    Jika benar bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci pembuka atau alat untuk memudahkan segala yang susah dan solusi dari semua yang mustahil, maka seharusnya ilmu itu dari dulu bisa mengatasi permasalahan uban, membebaskan manusia dari penuaan dan menghindarkan manusia dari ajal yang datang. Sesungguhnya ilmu pengetahuan itu diberikan Allah SWT sebagai wasilah untuk memudahkan makhluk dalam membuka rahasia alam semesta.

    Jadi, yakinlah bahwa kemampuan menyerap ilmu pengetahuan merupakan karunia Allah SWT kepada manusia. Maka taatilah perintah dan jauhi larangan-Nya. Semoga Allah SWT memberikan keteguhan iman agar selalu ingat sebagai hamba-Mu.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com