Tag: imbuh

  • Menarik! Top Up RDN di Ajaib Bisa Dapat Top Up Bonus Instan 1%


    Jakarta

    Ajaib memperkenalkan program top up bonus instan 1% ke Rekening Dana Nasabah (RDN). Program ini disebut untuk mendorong para investor mengoptimalkan strategi mereka di tengah peluang pertumbuhan pasar yang menjanjikan.

    “Kami menyadari antusiasme investor yang semakin tinggi terhadap pasar saham. Melalui program top up bonus instan 1% ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi para investor, terutama yang memiliki strategi jangka panjang dan aktif dalam mengelola portofolionya,” ujar Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana dalam keterangan tertulis, Jumat (9/8/2024).

    “Program ini juga sejalan dengan komitmen Ajaib untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi investasi terbaik dan mendukung peningkatan literasi keuangan di Indonesia,” imbuh Juliana.


    Program yang dimulai sejak 6 Agustus ini menawarkan bonus menarik bagi para investor, yaitu bonus sebesar 1% dari nilai top-up RDN dengan minimum top-up di atas Rp 100 juta.

    Program ini tidak memiliki kuota atau jumlah maksimal bonus yang dapat diterima investor sehingga semakin banyak top up, semakin besar pula bonus yang dapat diperoleh.

    Dengan bonus yang langsung dapat digunakan untuk bertransaksi di platform Ajaib, investor dapat lebih leluasa dalam mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar yang positif.

    “Program ini merupakan tambahan dari berbagai fitur lain yang telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan trader, seperti fitur Advance Charting, stop loss & take profit orders dan juga fitur Day Trading,” jelas Juliana.

    Ia menambahkan, keamanan dana investor adalah prioritas utama Ajaib sebagai platform yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Investor dapat mengunjungi situs web resmi Ajaib atau mengunduh aplikasi Ajaib untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini serta syarat dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

    (ncm/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Asosiasi Gandeng Google Sikat 105 Aplikasi Pindar Ilegal


    Jakarta

    Pinjaman daring (pindar) ilegal masih menghantui industri financial technology (fintech) dalam negeri. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Google memberantas pindar ilegal melalui program Google Priority Flagger Program di Indonesia.

    Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI Marcella mengatakan program tersebut merupakan inisiatif pihaknya pada tahun lalu. Tujuannya, untuk mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan mana yang pindar legal dan ilegal.

    “Sepanjang 2024, di antara semua program, dan ini Google Priority Flagger Program, ini juga salah satu program yang diinisiasi oleh AFPI. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat digital agar paham mana yang itu ilegal, mana yang legal,” kata Marcella saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (12/3/2025).


    Marcella menjelaskan saat AFPI mengusulkan program tersebut, Google menyambut baik. Dalam program tersebut, Google berperan untuk menghapus apabila mendapat laporan aplikasi pinjol ilegal.

    “Google itu ternyata menyambut baik, bahkan membantu kita untuk ketika ter-flag itu ilegal, Google langsung meminta untuk takedown. Ini adalah salah satu program unggulan AFPI juga dan untuk mencegah antara ilegal dan tidak ilegal,” imbuh Marcella.

    Dilansir dari akun Instagram resmi, @afpiofficial, AFPI bersama 97 platform Pindar anggotanya berhasil menutup 105 aplikasi pindar ilegal dalam 3 bulan. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen menjaga ruang digital yang sehat dan aman bagi masyarakat.

    “Hasilnya, dalam tiga bulan, pilot program ini telah mengidentifikasi 248 pengaduan aplikasi pindar ilegal, Dari total pengaduan yang datang dari AFPI tersebut, sebanyak 105 aplikasi berhasil dihapus dari Google Play Store yang melanggar aturan,” tulis AFPI di akun Instagramnya.

    Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan edukasi di masyarakat, mulai dari lingkungan kampus, UMKM, hingga bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Salah satunya adalah ketika kami selalu punya acara tahunan, yaitu Fintech Lending Days. Nah, Fintech Lending Days ini, lokasinya bisa berpindah-pindah. Tahun kemarin, itu ada di Medan dan itu diikuti oleh semua anggota AFPI. Dan biasanya kegiatannya apa? Mengedukasi dan juga mengunjungi UKM dan UMKM yang menjadi borrower dari AFPI. Kita mendengarkan dan juga mengedukasi bagaimana misalnya menjadi borrower yang baik, kemudian menjadi borrower yang bijak, bisa memilih mana yang ilegal dan tidak ilegal,” terang Marcella.

    Simak juga Video: OJK Ubah Istilah Pinjol Jadi Pindar

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Tepis Dugaan Kartel Bunga Pinjol yang Lagi Diusut KPPU


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara menepis tudingan praktik kartel bunga fintech lending atau pinjaman online (pinjol). Masalah ini tengah diselidiki Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan penetapan batas maksimum bunga atau manfaat ekonomi bukanlah hasil kesepakatan antar pelaku industri, melainkan arahan OJK yang ditegaskan sejak lama.

    Pengaturan batas maksimum manfaat ekonomi oleh AFPI sebelum diterbitkannya SEOJK No.19/SEOJK.06/2023 merupakan arahan OJK pada saat itu. Selanjutnya ditegaskan dalam surat OJK nomor S408/NB.213/2019 tanggal 22 Juli 2019 hal Pelaksanaan Rapat Pleno dan Komunikasi Transparansi Kinerja Pinjam Meminjam dan Organisasi pada Aplikasi, Laman Web, Sistem Elektronik dan/atau Media Lain yang Dikelola Secara Resmi oleh Penyelenggara Fintech Lending.


    “Penetapan batas maksimum manfaat ekonomi tersebut ditujukan demi memberikan perlindungan kepada masyarakat dari suku bunga tinggi sekaligus membedakan pinjaman online legal (Pindar) dengan yang ilegal (Pinjol),” kata Agusman dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (10/6/2025).

    Agusman menerangkan OJK mencermati dan menghormati jalannya proses hukum yang tengah dilakukan oleh KPPU terkait dugaan pelanggaran kartel suku bunga pada industri pindar. OJK juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan, seperti penegakan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku serta evaluasi berkala.

    “Selain itu, OJK terus melakukan langkah-langkah pengawasan, antara lain penegakan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku serta evaluasi berkala atas penetapan batas manfaat ekonomi Pindar. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pindar dapat terjaga dengan baik,” imbuh Agusman.

    Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menepis adanya dugaan pelanggaran kartel suku bunga di kalangan pelaku usaha pinjaman online (pinjol) yang tergabung dalam asosiasi selama tahun 2020 hingga 2023 yang ditujukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    “Tuduhan KPPU itu kan terjadinya kartel, atau kesepakatan harga antara pelaku industri itu memang tidak terjadi,” kata Sekjen AFPI Ronald Andi Kasim di Jakarta, Rabu (14/5/2024).

    (rea/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Utang Warga RI di Pinjol Tembus Rp 82,59 Triliun


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pembiayaan pinjaman daring (pindar) masih menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga bulan Mei, pembiayaan di sektor pindar mencapai Rp 82,59 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 2,83% secara tahunan pada Mei 2025 menjadi Rp 504,58 triliun.

    “Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio non-performing financing atau NPF gross tercatat sebesar 2,57% dan NPF net 0,88%. Gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,20 kali atau berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali,” kata Agusman dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (8/7/2025).


    Untuk pembiayaan modal ventura di Mei 2025 tumbuh sebesar 0,88% secara tahunan dengan nilai pembiayaan tercatat Rp16,35 triliun. Pada industri pinjaman daring atau pindar, outstanding pembiayaan di Mei 2025 tumbuh 27,93% secara tahunan dengan nominal sebesar Rp 82,59 triliun.

    “Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 3,19%,” tambah Agusman.

    Untuk pembiayaan buy now pay later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan pada Mei 2025 tercatat meningkat sebesar 54,26% secara tahunan menjadi Rp 8,58 triliun dengan NPF gross sebesar 3,74%.

    Agusman menambahkan terkait pemenuhan kewajiban ekuitas minimum di sektor PVML, terdapat 3 dari 145 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp100 miliar. Untuk pinjaman daring, terdapat 14 dari 96 penyelenggara yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp12,5 miliar.

    Dari 14 pilihan negara tersebut, terdapat 5 penyelenggara yang telah menyampaikan surat komitmen dan action plan pemenuhan ekuitas minimum. Selain itu, terdapat 2 penyelenggara pindar syariah yang sudah menyampaikan action plan untuk melakukan merger serta 7 penyelenggara lainnya saat ini sedang proses penjajakan dengan calon strategic investor.

    “Pemenuhan kewajiban ekuitas minimum penyelenggara pindar akan semakin meningkatkan ketahanan dan daya saing penyelenggara pindar yang pada akhirnya akan memperkuat industri pindar secara keseluruhan. OJK terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendorong pemenuhan kewajiban ekuitas minimum dimaksud berupa setoran modal dari pemegang saham maupun dari strategic investor yang kredibel serta mendorong konsolidasi termasuk pengembalian izin usaha,” imbuh Agusman.

    Tonton juga “PP soal Judol Akan Diselesaikan Dalam Waktu Dekat” di sini:

    (rea/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Industri Kripto Teriak Beban Pajak, OJK Buka Suara


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti keluhan para pelaku industri dan masyarakat terkait pajak transaksi aset kripto di Indonesia. Pajak transaksi kripto dinilai membebankan industri serta masyarakat.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi memahami masukan dari berbagai pihak yang merasa komponen pajak saat ini masih memberatkan. Hasan mengatakan pihaknya terus mendorong agar pemangku kebijakan memberikan berbagai insentif untuk mengembangkan dan memperkuat industri aset kripto nasional yang masih dalam tahap awal.

    “OJK memahami hal tersebut dan sangat sejalan dengan hal ini. Kami terus mendorong agar para otoritas pengambil kebijakan memastikan setiap kebijakan dapat menghadirkan berbagai insentif,” ujar Hasan dalam RDKB Desember yang disiarkan secara daring, Jumat (9/1/2026).


    Menurut Hasan, industri aset kripto nasional juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Untuk itu, penerbitan kebijakan dinilai perlu agar dapat memperkuat daya saing, terutama persaingan antarnegara.

    Dari sisi OJK, pihaknya menghadirkan insentif berupa penurunan kewajiban pungutan tahunan bagi seluruh penyelenggara di sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

    “OJK mengenakan tarif penguatan 0% dan selanjutnya akan dikenakan pengurangan atau diskon pungutan sebesar 50% pada tiga tahun selanjutnya mulai 2026 sampai dengan 2028,” imbuh Hasan.

    (rea/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Sudah Blokir 30.000 Rekening Terindikasi Judol


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta perbankan untuk memblokir lebih dari 30.000 rekening yang terindikasi digunakan perjudian online (judol). Permintaan pemblokiran rekening ini dilakukan sejak September 2023 lalu.

    “Sejak September 2023 sd Desember 2025, OJK telah memerintahkan perbankan untuk melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 30.000 rekening terindikasi perjudian daring, sesuai dengan permintaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi),” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/1/2026).

    Dian menegaskan upaya pemberantasan perjudian daring terus dilakukan sesuai dengan komitmen berbagai pihak, termasuk OJK dan industri perbankan. Selain itu, perbankan juga secara aktif melakukan pemantauan melalui web crawling.


    Dian menerangkan pemantauan ini untuk mengidentifikasi penggunaan rekening perbankan sebagai sarana transaksi pada berbagai situs perjudian daring. Selanjutnya, dikoordinasikan kepada Komdigi untuk ditindaklanjuti.

    Pihaknya juga terus mendorong perbankan untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kemampuan mengidentifikasi transaksi perjudian daring. Tidak hanya itu, perbankan juga diminta untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi.

    “Antara lain dalam pelaksanaan cyber patrol terhadap rekening nasabah, penguatan parameter alert yang digunakan untuk mengidentifikasi perjudian daring sejak dini, melakukan pertukaran data dan informasi terkait modus operandi terkini dari Tindak Pidana Asal perjudian melalui sistem yang dimiliki oleh regulator dan Lembaga Jasa Keuangan, serta melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait,” imbuh Dian.

    OJK juga berkoordinasi dengan otoritas pengawasan lain terkait dengan transaksi perjudian daring yang menggunakan channel atau infrastruktur yang tidak berada dalam kewenangan pengawasan. Terlebih, saat ini pelaku perjudian daring tidak hanya memanfaatkan rekening bank, tetapi juga menggunakan berbagai instrumen sistem pembayaran lainnya, seperti e-wallet sebagai sarana transaksi judol.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


    Jakarta

    Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

    Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

    Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


    Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

    Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Halaman Rumah Tidak Terawat

    Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

    Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

    “Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

    2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

    Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

    Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

    “Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

    3. Banyak Kerusakan di Rumah

    Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

    Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

    “Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

    4. Perabotan yang Sudah Jadul

    Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

    “Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

    5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

    Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

    Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

    “Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

    Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Menanam Lidah Buaya di Rumah dan Cara Merawatnya, Simpel!


    Jakarta

    Lidah buaya merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dikoleksi di rumah. Sebab, tanaman ini memiliki sejumlah manfaat bagi makhluk hidup.

    Di sisi lain, menanam lidah buaya juga dapat memperindah ruangan di rumah. Dengan begitu, suasana di dalam rumah jadi terasa asri dan bisa memberikan efek menenangkan.

    Jangan khawatir lidah buaya cepat mati, karena tanaman ini sangat mudah dirawat. Ingin tahu manfaat dari menanam lidah buaya dan cara merawatnya yang tepat? Simak dalam artikel ini.


    Manfaat Menanam Lidah Buaya

    Dilansir Good Housekeeping, lidah buaya mengandung banyak khasiat bagi tubuh. Kandungan gel di dalamnya dapat digunakan untuk mengatasi kulit terbakar akibat sinar matahari.

    Gel lidah buaya juga dapat melembapkan kulit kering sehingga terasa lebih halus. Selain itu, mengoleskan gel lidah buaya ke wajah dapat mengatasi jerawat dan bekas luka gores.

    “Lidah buaya adalah tanaman hias yang bagus karena tidak membutuhkan banyak perawatan. Kandungan gelnya telah digunakan sejak zaman Mesir untuk membantu menyembuhkan kulit akibat sengatan matahari serta menyembuhkan dan melembapkan kulit kering,” kata Christopher Satch, profesor di bidang botani dan CEO NYC Plant Help.

    Selain berkhasiat untuk pengobatan, tanaman lidah buaya juga dapat memberikan sentuhan pada ruangan. Tanaman hias ini sangat cocok diletakkan di dalam ruangan, terutama di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, atau meja kerja.

    Cara Merawat Lidah Buaya di Rumah

    Alasan utama lidah buaya banyak dipilih sebagai tanaman hias karena dapat dirawat yang mudah. Bagaimana cara merawat lidah buaya dengan benar?

    1. Tanah yang Cukup

    Aly Stoffo selaku pemilik Glam Gardener NYC menyebut tanah yang digunakan untuk menanam lidah buaya harus memiliki drainase yang baik. Hal ini agar tanah tidak menahan terlalu banyak air ketika disiram sehingga bisa membusukkan akar.

    “Cara terbaik adalah mencampur pasir dan tanah pot dengan perbandingan yang sama atau membeli campuran khusus untuk sukulen,” ujar Stoffo.

    2. Sinar Matahari yang Cukup

    Agar tumbuh subur, pastikan lidah buaya diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Jika minim mendapatkan cahaya, maka tanaman ini bisa berhenti tumbuh dan akhirnya mati.

    “Lidah buaya dapat tumbuh di lingkungan yang sangat panas. Semakin banyak panas dan sinar matahari maka semakin baik,” papar Stoffo.

    Meski begitu, jangan langsung meletakkan lidah buaya di tempat yang panas dan terpapar sinar matahari langsung. Letakkan secara bertahap di tempat yang sejuk, lalu perlahan ke area yang lebih terang setiap beberapa hari.

    3. Tak Perlu Sering Disiram

    Tanaman ini disebut ‘tahan banting’ karena bisa hidup tanpa disiram air selama beberapa hari. Satch menyarankan lidah buaya disiram sekitar dua minggu sekali atau menunggu tanaman benar-benar kering.

    “Lidah buaya tidak masalah jika sedikit terabaikan dan kering di antara waktu penyiraman, tetapi saat Anda menyiramnya, pastikan disiram dengan sangat baik,” imbuh Satch.

    Kondisi tanah yang lembap membuat akar lidah buaya jadi membusuk. Daun yang layu atau berwarna cokelat juga menandakan kalau lidah buaya terlalu banyak disiram.

    Itulah manfaat menanam lidah buaya dan cara merawatnya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Cantik, 3 Tanaman Hias Ini Bisa Bawa Hoki di Rumah


    Jakarta

    Ada banyak tanaman hias yang bisa mempercantik hunian, sebut saja lavender hingga melati. Namun ternyata, ada beberapa tanaman hias yang disebut bisa membawa keberuntungan, lho.

    Sejak zaman dahulu, ada sejumlah tanaman hias dalam ruangan yang dipercaya mendatangkan keberuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan beberapa orang.

    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang disebut bisa mendatangkan hoki bagi pemilik rumah? Simak dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Bisa Mendatangkan Hoki

    Selain memperhatikan bentuknya yang cantik dan indah, kamu juga bisa mempertimbangkan membeli tanaman hias yang bisa membawa hoki ke dalam rumah. Dilansir situs Homes & Gardens, berikut tanaman hias pembawa keberuntungan:

    1. Lucky Bamboo

    Close-up view of lucky bamboo plant trip in a decorative white pot.Foto: Getty Images/iStockphoto/asiantiger247

    Sesuai namanya, lucky bamboo atau bambu keberuntungan merupakan salah satu tanaman yang bisa membawa hoki. Dalam budaya Asia, tumbuhan ini dianggap membawa keberuntungan karena bisa tumbuh dengan cepat dan mudah diperbanyak.

    Jumlah tangkai pada tanaman ini melambangkan makna yang berbeda. Misalnya, satu tangkai melambangkan kehidupan bermakna, dua tangkai menandakan keberuntungan dalam cinta, dan tiga tangkai artinya kebahagiaan serta umur panjang.

    Ahli tanaman rumah Julie Bawden-Davis mengatakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin merawat lucky bamboo. Pastikan rutin mengganti air setiap 1-2 minggu karena tanaman ini bisa hidup di dalam air.

    Selain itu, jika ditanam di dalam air sumur atau ledeng maka tidak perlu memberinya pupuk. Lucky bamboo juga bisa diletakkan di tempat yang terpapar banyak sinar matahari.

    “Namun, jika kamu menanamnya di RO (reverse osmosis) atau air yang disaring, beri pupuk setiap tiga bulan dengan pupuk cair berkekuatan ¼ yang dicampur dengan air tawar,” ujar Julie.

    2. Jade Plant

    houseplant Crassula ovata jade plant money tree in white potFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Jade plant atau lebih dikenal tanaman giok merupakan tanaman hias yang dianggap membawa hoki jika ditanam di rumah. Disebut tanaman giok karena bagian daunnya yang mirip seperti batu giok.

    Pada umumnya, tanaman giok dapat diletakkan di area ruang kerja atau pintu masuk rumah. Dalam merawatnya, cukup letakkan di tempat terang dan beri pupuk untuk tanaman sukulen dan kaktus setiap enam bulan sekali.

    Saat menyiram tanaman giok, pastikan kondisi tanah sudah mengering. Hal ini dilakukan untuk mencegah tanah tidak mudah busuk dan daunnya berguguran.

    3. Peace Lily

    Selain bunganya yang cantik, ternyata peace lily bisa mendatangkan hoki jika ditanam di rumah. Julie menyebut tanaman ini dikenal sebagai ‘tanaman kebangkitan’ karena ada keterkaitan dengan kematian dan kelahiran kembali.

    Cara merawat peace lily terbilang mudah. Tempatkan tanaman ini di area yang terang, tapi tidak terpapar sinar matahari langsung. Tanah tanaman ini juga sebaiknya tetap lembap meski peace lily dapat hidup di kondisi yang kering.

    “Bunga ini juga tahan terhadap kekeringan dan akan hidup kembali setelah tidak disiram,” imbuh Julie.

    Itulah tiga tanaman hias yang indah dan bisa mendatangkan keberuntungan. Tertarik menanam tanaman yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP ‘Hanya’ Efisiensi Operasional, Semua Beasiswa Tetap Gas Pol Rem Blong!


    Depok

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ‘hanya’ kena efisiensi operasional. Semua program beasiswa tetap gas pol rem blong!

    “LPDP tidak kena efisiensi, layanan kita tetap. Yang kita melakukan efisiensi ini adalah operasional kita. Ya, operasional itu efisiensi selalu kita lakukan. Tahun ini juga kita lakukan,” tutur Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso saat ditanya detikEdu.

    Hal ini dikatakan Dwi Larso usai penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’ di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/3/2025).


    Dwi mencontohkan efisiensi operasional itu seperti sosialisasi beasiswa LPDP. Tadinya sosialisasi beasiswa LPDP di berbagai daerah diadakan secara luar jaringan (luring). Namun kini digelar melalui webinar atau zoom online.

    “Sehingga itu sangat efisien. Dan efisiensi itu kita pakai untuk tentunya menambah layanan kita ya untuk memberikan tambahan beasiswa dan segala macam,” jelas Dwi.

    Program Prioritas Beasiswa LPDP di 2025

    Untuk 2025 ini, LPDP fokus ke area yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Salah satunya beasiswa S3 bagi para dosen.

    “Tentunya program S3 selalu menjadi yang utama karena dia orang itu biasanya bisa mendidik karena dia dosen kan. Itu fokus,” imbuh Dwi.

    Kemudian, LPDP makin melirik diferensiasi negara tujuan beasiswa yang tak terfokus pada satu-dua negara saja.

    “Kemudian juga kita juga menyebar ke negara-negara yang lebih banyak. Artinya kan Indonesia pantas untuk mengirim ke berbagai negara, tidak hanya ke satu, dua, tiga negara saja. Itu juga kita support ya negara-negara baru yang maju-maju itu juga kita dukung,” imbuhnya.

    Negara-negara maju baru itu seperti China, India, Uni Emirat Arab (UEA), Turki selain negara-negara yang sudah maju seperti Singapura, Amerika Serikat (AS), Belanda, Australia, Jerman hingga Jepang. Prioritas LPDP juga menyusun skema pendanaan co-funding atau bersama mitra negara tujuan studi agar makin banyak mahasiswa yang bisa dibiayai.

    “Prioritas itu co-founding, di mana rupiah Indonesia digabungkan dengan dukungan dari sponsor negara lain, otoritas lain. Artinya satu rupiah Indonesia, atau harusnya buat satu orang, bisa menjadi dua orang, tiga orang kalau kita kerja sama dengan negara lain, itu yang ada di prioritas,” jelas Dwi.

    Program beasiswa afirmasi, targeted dan umum juga tetap jalan.

    Pelamar Beasiswa LPDP Tahap 1 2025 Capai 38 Ribu

    Dwi juga mengungkapkan jumlah pelamar beasiswa LPDP tahap 1 tahun 2025 yang hasil seleksi administrasinya baru diumumkan 7 Maret 2025 lalu. Menurut Dwi, pelamar beasiswa tahun ini berpotensi lebih tinggi atau tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Masih seleksi, belum diterima, pendaftarnya untuk tahap 1, 38 ribu, ini paling tinggi. Tahun lalu 2 tahap, pendaftarnya 52 ribu. Kalau tahap 1 tahun ini 38 ribu, setahun ini bisa 76 ribu kalau sudah dua tahap,” imbuhnya.

    Faktor-faktor yang membuat pendaftar beasiswa LPDP ini membludak, menurut Dwi, karena LPDP makin populer hasil sosialisasi yang makin bagus. Kemudian di sisi lain juga dipercaya publik bahwa LPDP bisa diandalkan untuk memilih putra putri terbaik.

    “Jadi kita betul-betul pada proses seleksi kita, baik seleksi administrasi, kemudian yang belum punya LOA ada seleksi akademik, kemudian seleksi substansi dan semuanya sangat merit system. Semuanya pada sistem yang sudah mapan, semuanya dilakukan oleh para ahli dan skornya langsung keluar gitu kalau tes bakat skolastik sehingga basisnya pada ukuran-ukuran objektif,” urainya.

    Gas Pol Rem Blong Kejar Target

    Dalam sambutan penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’, Dwi menuturkan LPDP sedang gas pol rem blong untuk program beasiswa.

    “Kalau bisa membiayai sebanyak-banyaknya putra-putri terbaik bangsa, gaspol tapi rem blong, gak perlu direm, kejar ketertinggalan,” tegas Dwi.

    Alasannya, Dwi membandingkan kondisi Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Malaysia. Di Indonesia, bila diambil 200 orang acak, hanya 1 orang bergelar S2-S3. Di Malaysia, dari 200 orang random ada 5 orang bergelar S2-S3. Di negara-negara maju, bisa 10 orang dari 200 orang random.

    Proporsi penerima beasiswa LPDP, Dwi merinci:

    • 45% guru/pendidik/dosen
    • 23% PNS-TNI-Polri
    • 30% sisanya ada 5-8% wirausaha

    “Wirausaha ini sangat dibutuhkan apalagi kalau banyak pengangguran,” imbuhnya.

    “Sudah menyebar LPDP itu apa, usaha kita gaspol remblong,” tegasnya.

    “Semua yang ada dana untuk LPDP, dana beasiswa kita pakai semaksimal mungkin untuk memberikan, tidak ada yang tersisa untuk kita simpan, untuk bagi hasilnya,” jelas Dwi kepada detikEdu.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com