Tag: Indiana

  • Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

    Negara bagian Indiana resmi mengirimkan RUU HB1042 kepada Gubernur untuk disahkan menjadi undang-undang.

    Regulasi ini dinilai sebagai salah satu kebijakan paling progresif di Amerika Serikat karena memberikan perlindungan luas terhadap hak pengguna kripto sekaligus membuka akses investasi aset digital dalam dana pensiun publik.

    RUU Pro-Kripto tersebut mencakup tiga poin utama: pelarangan pajak diskriminatif terhadap kripto, perlindungan hak self-custody dan mining, serta kewajiban bagi dana pensiun negara untuk menawarkan opsi investasi kripto.

    Jika disahkan, Indiana berpotensi menjadi pionir dalam integrasi aset digital ke sistem keuangan publik di tingkat negara bagian.

    Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Larangan Pajak Diskriminatif Jadi Sorotan

    Salah satu pasal terpenting dalam HB1042 adalah larangan penerapan pajak yang lebih tinggi terhadap aset kripto dibandingkan instrumen tradisional seperti saham atau obligasi.

    Artinya, negara tidak boleh “mendiskriminasi” aset digital dari sisi beban fiskal. Kebijakan ini memberi kepastian hukum bagi investor ritel maupun institusi.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ketidakjelasan pajak menjadi salah satu hambatan utama dalam adopsi kripto secara luas.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai terobosan besar bagi investor.

    “Indiana jadi pionir di AS yang mewajibkan opsi kripto masuk ke dana pensiun publik. Ban terhadap pajak diskriminatif adalah kemenangan besar buat retail—aset digital lo nggak boleh diperas lebih tinggi dari aset tradisional,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pendapat tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesetaraan perlakuan pajak untuk menciptakan ekosistem investasi yang adil.

    Self-Custody dan Mining Dilindungi

    Selain pajak, Cointelegraph melaporkan bahwa RUU ini juga menegaskan perlindungan terhadap hak self-custody, yakni hak individu untuk menyimpan dan mengelola aset digitalnya sendiri tanpa perantara pihak ketiga.

    Isu ini menjadi semakin relevan setelah sejumlah platform kripto global mengalami kebangkrutan dalam beberapa tahun terakhir.

    Dengan perlindungan hukum, warga Indiana tetap memiliki kebebasan penuh atas kendali aset digital mereka.

    Tak hanya itu, aktivitas mining juga mendapat jaminan hukum. Pemerintah negara bagian tidak dapat melarang atau membatasi kegiatan penambangan kripto secara sewenang-wenang, selama tetap mematuhi regulasi energi dan lingkungan yang berlaku.

    Langkah ini berpotensi menarik investasi infrastruktur blockchain dan pusat data ke Indiana.

    Opsi Kripto di Dana Pensiun Publik

    Poin paling revolusioner dari HB1042 adalah kewajiban bagi dana pensiun negara untuk menyediakan opsi investasi kripto. Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu yang pertama di AS.

    Integrasi aset digital dalam portofolio dana pensiun publik memiliki dampak besar:

    • Meningkatkan legitimasi kripto sebagai kelas aset
    • Mendorong partisipasi institusional
    • Membuka arus modal jangka panjang ke pasar kripto

    Dana pensiun umumnya berorientasi jangka panjang dan konservatif.

    Masuknya kripto dalam skema ini menjadi sinyal bahwa aset digital semakin diterima dalam sistem keuangan arus utama.

    Potensi Dampak Nasional

    Langkah Indiana dapat menjadi preseden bagi negara bagian lain di AS.

    Regulasi pro-kripto yang jelas dan tegas berpotensi memicu efek domino di tengah persaingan antarnegara bagian untuk menarik inovasi dan investasi teknologi.

    Jika Gubernur menandatangani HB1042, Indiana akan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kebijakan kripto paling progresif di Amerika Serikat.

    Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    RUU HB1042 menandai babak baru regulasi kripto di Indiana.

    Dengan melarang pajak diskriminatif, melindungi hak self-custody dan mining, serta mewajibkan opsi investasi kripto dalam dana pensiun publik, negara bagian ini menunjukkan dukungan kuat terhadap ekosistem aset digital.

    Kini, perhatian tertuju pada keputusan Gubernur. Jika disahkan, kebijakan ini bisa menjadi model regulasi kripto tingkat negara bagian dan mempercepat adopsi aset digital secara nasional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sederet Alasan Susah Capai Klimaks saat Bercinta, Lagi ‘Overthinking’ Termasuk?


    Jakarta

    Perkara susah orgasme tak jarang dikeluhkan, terutama oleh wanita. Tak sedikit juga yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih penyebabnya? Benarkah terlalu banyak pikiran berpengaruh?

    Kenyataannya, orgasme belum tentu selalu terjadi setiap kali bercinta. Orgasme membutuhkan proses penuh kesabaran, usaha, dan ‘latihan’.

    Berikut adalah lima faktor yang bisa menghambat seseorang mencapai klimaks atau orgasme, dikutip dari Health Shots.


    1. Rasa cemas berlebihan

    Sebuah survei yang dilakukan oleh Valparaiso University, Indiana, menemukan sebagian besar wanita yang tak bisa mengalami orgasme disebabkan oleh rasa cemas.

    Rasa cemas yang berlebih ini memicu semakin menumpuknya rasa frustrasi dan kebingungan dalam diri yang dapat menghambat orgasme.

    2. Pikiran yang terganggu

    Pikiran yang dipenuhi dan terbebani oleh berbagai hal, seperti permasalahan dalam pekerjaan atau permasalahan keluarga, juga bisa menghambat diri untuk bisa menikmati seks.

    Selain itu, masalah dalam hubungan yang belum terselesaikan juga bisa menjadi faktor. Apapun penyebabnya, kekhawatiran dalam hati dan pikiran juga bisa berdampak saat berhubungan seksual.

    3. Kurang memuaskan diri sendiri

    Self-pleasure atau memuaskan diri sendiri juga dibutuhkan. Menurut sebuah studi pada 2015, wanita yang tidak pernah masturbasi dinilai lebih sulit untuk mencapai klimaks atau orgasme saat berhubungan seks. Hal ini karena masturbasi dapat membantu wanita untuk menemukan titik rangsangan yang tepat.

    4. Tidak buang air kecil sebelum berhubungan seks

    Ketika tubuh dalam kondisi menahan buang air kecil, otot vagina akan mengencang dan menahan saat proses penetrasi. Ketika vagina tak sepenuhnya ‘lepas’, maka akan sulit untuk mengalami orgasme.

    5. Kurang melakukan foreplay

    Foreplay sebelum memulai hubungan seks bisa membantu melumaskan organ intim dan meningkatkan gairah atau rangsangan seksual pada tubuh.

    Jika area intim belum terlumaskan dengan baik, aktivitas penetrasi bisa memicu rasa perih. Kondisi inilah yang bikin orgasme susah tercapai.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy