Tag: indonesia-korea

  • Siap-siap, Pendaftaran Beasiswa GKS 2026 Dibuka Mulai 15 September



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa program sarjana GKS tahun 2026 akan dibuka pada 15 September 2025. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Institut Pendidikan Internasional Korea Selatan.

    Berdasarkan laman resmi Korea.net, panitiaGKS membuka kuota bagi 280 mahasiswa internasional dari 71 negara. Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2025.


    GKS atau Global Korea Scholarship adalah program beasiswa penuh yang dikelola oleh National Institute for International Education (NIIED), lembaga eksekutif di bawah kementerian pendidikan Korea Selatan.

    Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan kepada mahasiswa Internasional yang ingin kuliah di Korea untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3. Beasiswa GKS bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia internasional dengan Korea Selatan di luar negeri.

    Apa saja manfaat beasiswa GKS? Simak di bawah ini.

    Manfaat Beasiswa GKS Sarjana 2026

    Melansir laman Atase Pendidikan KBRI di Korea Selatan, manfaat beasiswa GKS mencakup:

    Tiket pesawat PP Indonesia-Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa.

    Tunjangan awal saat pertama kali tiba di Korea sejumlah 200 ribu KRW (Rp 2,3 juta)

    Tunjangan untuk mahasiswa Program Sarjana senilai 900 ribuKRW (Rp 10,6 juta) setiap bulan, mahasiswa Program Magister 1 jutaKRW (Rp 11,8 juta) setiap bulan, dan pelajar Program Riset diberikan tunjangan senilai 1,5 jutaKRW (Rp 17,7 juta) setiap bulan.

    Tunjangan penelitian sejumlah 210.000-240.000 KRW (Rp 2,48 juta-Rp 2,83 juta) per semester.

    Biaya belajar bahasa Korea selama 1 tahun sebelum perkuliahan

    Tanggungan penuh biaya perkuliahan

    Asuransi kesehatan sebesar 20 ribu KRW (Rp 236 ribu) per bulan.

    Hibah Kemampuan Bahasa Korea sejumlah 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta) per bulan bagi penerima beasiswa GKS yang memiliki TOPIK level 5 dan 6.

    Hibah Penyelesaian Beasiswa 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta).

    Syarat Beasiswa GKS 2026

    Pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, baik mental maupun fisik, untuk tinggal di negara asing untuk waktu yang lama.

    Harus berusia di bawah 25 tahun pada tanggal masuk (untuk jenjang S1)

    Telah menyelesaikan atau dijadwalkan untuk menyelesaikan pendidikan formal semua kursus dasar, menengah, dan menengah pada tanggal kedatangan (S1)

    Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (GPA) di atas 80% dari institusi pendidikan terakhir

    Dokumen Pendaftaran BeasiswaGKS 2026

    Satu set dokumen asli lengkap yang terdiri dari:
    a. Form 1: Formulir pendaftaran
    b. Form 2: NIIED Pledge
    c. Form 3: Personal Statement
    d. Form 4: Study Plan
    e. Form 5: 2 Surat rekomendasi
    f. Form 6: Completed Self Medical Assessment
    g. Form 7: Sertifikat dan penghargaan lainnya (opsional)
    h. Form 8: Hasil tes kesehatan pelamar

    Seluruh dokumen di atas dapat diunduh pada link berikut: https://www.studyinkorea.go.kr.

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa GKS 2026 dapat dicek melalui http://posspika.kemdikbud.go.id/beasiswa-gks. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Indonesia-Korea Perkuat Kolaborasi di Sektor Halal Internasional



    Jakarta

    Indonesia terus memperkuat peran di pasar halal global. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI menegaskan arah kerja sama dengan Korea Selatan dalam pengembangan industri halal, usai forum internasional di Seoul beberapa waktu lalu.

    Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyebut sinergi halal Indonesia-Korea bukan hanya sebatas perdagangan, tetapi juga pembangunan ekosistem halal modern yang inklusif.

    “Kerja sama halal Indonesia-Korea bukan hanya soal perdagangan, tapi juga membangun kepercayaan dan membuka jalan bagi generasi mendatang untuk hidup dalam ekosistem halal yang modern dan inklusif,” ujar Haikal dalam keterangan tertulis, Minggu (24/8/2025).


    Hal tersebut ia sampaikan dalam The International Halal Seminar 2025 sekaligus perayaan 70 tahun Korea Muslim Federation (KMF) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (13/8) lalu.

    Dalam forum tersebut, Haikal memaparkan perkembangan kebijakan halal Indonesia sekaligus peluang kolaborasi dengan Korea. Menurutnya, kerja sama kedua negara perlu difokuskan pada penguatan industri halal, perdagangan yang saling menguntungkan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

    Seminar Halal Internasional dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Presiden KMF Hussein Kim Dong Eok, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, Sekretaris Jenderal OIC/SMIIC (Turki) Ihsan Ovut, Deputy Director JAKIM Malaysia Mohamad Kori Bin Jusoh, Halal Science Center Chulalongkorn University Thailand Winai Dahlan, serta peneliti dari Korea Food Research Institute Lee Hyun Sungg. Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah Korea, akademisi, dan pelaku industri halal dari berbagai negara.

    Selain seminar, Haikal juga menghadiri peringatan 70 tahun KMF yang turut dihadiri tokoh internasional seperti Undersecretary of the Ministry of Islamic Affairs Da’wah and Guidance, Kingdom of Saudi Arabia Osama bin Ahmad Al-Jaffal, Sekretaris Jenderal WAMY Saleh I Babar, Deputy Director-General for African and Middle Eastern Affairs Korea MOFA Cho Sujin, serta CEO Samyang Foods Inc Kim Dong Chan.

    (akn/ega)



    Sumber : www.detik.com