Tag: indonesia timur

  • Kabar Baik, Ada Program Mentoring Beasiswa Luar Negeri untuk Santri Indonesia Timur!



    Jakarta

    Nasaruddin Umar Office (NUO) meluncurkan NUO Scholarship Mentoring Program yang dirancang khusus untuk para santri dari kawasan Indonesia Timur. Program ini merupakan pendampingan beasiswa luar negeri.

    Program tersebut bertujuan memberi akses informasi, pendampingan, dan konsultasi intensif untuk 30 peserta yang telah menyelesaikan S1 atau S2. Peserta semuanya berasal dari latar belakang santri serta mewakili keberagaman wilayah dan bidang studi di Indonesia timur, dengan perhatian pada keadilan gender.
    Direktur Program NUO, Darul Ma’arif Asry menyebut program ini merupakan afirmasi strategis untuk mempercepat kualitas sumber daya manusia Indonesia timur, khususnya dari kalangan santri.

    Masih ada banyak tantangan infrastruktur dan akses informasi di kawasan timur Indonesia. NUO bermaksud menjembatani kesenjangan ini dengan mempersiapkan para santri supaya dapat bersaing memperoleh beasiswa dari lembaga-lembaga bergengsi di luar negeri.


    Minat para santri dalam melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri terus meningkat. Hal ini tampak melalui lebih dari 6.000 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag RI hingga 2025 .

    “Namun, mayoritas dari mereka masih berasal dari Jawa dan Sumatera,” kata Darul dalam sosialisasi NUO Scholarship Mentoring Program pada (28/3/2025).

    Mentor dari Penerima Beasiswa LPDP hingga Fulbright

    Kegiatan mentoring ini digelar secara daring dengan menghadirkan mentor dari kalangan penerima beasiswa luar negeri, termasuk LPDP; Fulbright; Australia Awards; Chevening; Erasmus+; dan sebagainya.

    Materi pembelajaran terdiri dari tiga kelas utama yakni:

    1. Kelas persiapan bahasa: Melatih kemampuan listening, reading, speaking, dan writing untuk menghadapi IELTS, TOEFL, dan lainnya.

    2. Kelas personal statement: Membimbing peserta dalam merancang narasi pribadi yang kuat serta sesuai dengan beasiswa tujuan yang tertulis dalam CV, motivation letter, atau personal statement.

    3. Kelas proposal penelitian: Memberi konsultasi satu per satu tentang proposal riset, negara tujuan, dan kampus yang dituju.

    Pendiri NUO, Prof Nasaruddin Umar menegaskan program ini tak sekadar persiapan teknis, melainkan juga membangun ideologi; penguasaan teknologi; dan spiritualitas.

    “Anak-anak muda inilah yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa bahkan dunia. Maka dari itu, mereka perlu dipersiapkan secara holistik,” ujarnya, dikutip dari keterangan yang diterima detikEdu pada Senin (5/5/2025).

    Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan.

    “Program ini sangat sejalan dengan semangat LPDP untuk meningkatkan representasi penerima beasiswa dari wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Beasiswa S2 Manaaki Selandia Baru Dibuka, Ada Gratis Tes Bahasa Inggris


    Jakarta

    Pemerintah Selandia Baru membuka beasiswa Manaaki New Zealand Scholarships untuk pemuda Asia Pasifik mulai 1-28 Februari 2025. Pelamar asal Indonesia diutamakan berasal dari sejumlah kawasan di Indonesia Timur.

    Setelah dinyatakan masuk daftar kandidat penerima beasiswa, peserta seleksi baru perlu menyertakan dokumen skor kemampuan bahasa Inggris IELTS, TOEFL, PTE Academics, atau Cambridge Academic English yang diperoleh dari 12 bulan terakhir.

    Jika belum punya sertifikat skor bahasa Inggris, pihak panitia beasiswa akan mengorganisir dan mendanai biaya tes bahasa Inggris kandidat penerima beasiswa. Khusus peserta yang memilih tes IELTS wajib memiliki paspor.


    Calon penerima beasiswa S2 dengan skor bahasa Inggris hampir memenuhi syarat dapat diberikan pelatihan bahasa Inggris di Indonesia maksimal 1 tahun.

    Berminat mendaftar? Simak syarat dan ketentuannya di bawah ini untuk pelamar asal Indonesia.

    Beasiswa S2 Selandia Baru Manaaki

    Beasiswa Pemerintah Selandia Baru ini meliputi:

    • Biaya tes bahasa Inggris
    • Pelatihan bahasa Inggris (bagi kandidat yang dinilai membutuhkan)
    • Biaya kuliah penuh
    • Tunjangan hidup
    • Tunjangan kedatangan (bisa untuk akomodasi, buku teks, dan bahan belajar lain)
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya bimbingan belajar jika diperlukan
    • Tiket pesawat PP
    • Asuransi perjalanan
    • Uang penggantian pengajuan visa dan immigration levy
    • Uang penggantian biaya pengecekan kesehatan imigrasi
    • Perjalanan pulang selama beasiswa jika menempuh pendidikan selama 1,6 tahun (1-2 kali perjalanan, tergantung durasi)
    • Tunjangan reintegrasi untuk biaya persiapan kembali ke negara asal
    • Bantuan biaya penelitian dan tesis

    Syarat Beasiswa Manaaki Selandia Baru

    • Usia minimal 18 tahun saat mulai menjalani program beasiswa
    • Usia maksimal diutamakan di bawah 40 tahun
    • Pelamar asal Indonesia diutamakan dari:
      – Maluku
      – Maluku Utara
      – Nusa Tenggara Barat
      – Nusa Tenggara Timur
      – Papua
      – Sulawesi
    • Wajib berkontribusi pada negara asal di bidang pembangunan sosial atau ekonomi selama minimal 2 tahun setelah merampungkan kuliah dengan beasiswa.
    • Wajib tinggal di Indonesia selama 2 tahun sebelum mendaftar beasiswa, kecuali:
      – Tengah bekerja untuk negara asal dalam tugas diplomatik
      – Tengah kuliah di luar negeri
    • Wajib memenuhi syarat akademik dan bahasa Inggris yang ditetapkan oleh kampus pilihan masing-masing
    • Memilih prodi yang sesuai ketentuan beasiswa sebelum mendaftar

    Syarat Pengalaman Kerja

    • Pelamar program pascasarjana wajib memiliki pengalaman kerja relevan, baik yang digaji, tidak digaji, atau sukarela (volunteer) dan memenuhi salah satu kriteria berikut:
      – Minimal 1 tahun kerja penuh waktu (30 jam per minggu atau lebih)
      – MInimal 2 kerja paruh waktu (hingga 29 jam per minggu)
    • Pelamar program pascasarjana diutamakan yang akan melanjutkan kerja di bidang/sektor relevan setelah rampung kuliah dengan beasiswa
    • Khusus pelamar yang sedang bekerja maupun yang dalam ikatan kerja tanpa gaji tidak dikenakan syarat pengalaman kerja relevan.

    Daftar Bidang Prodi

    Berikut daftar bidang prodi S2 yang dapat dilamar peserta seleksi asal Indonesia:

    1. Climate Change and Resilience

    Climate Change and The Environment

    • Civil engineering
    • Climate change
    • Climate change science
    • Environmental law
    • Environmental policy and planning
    • Natural resource management
    • Water management
    Disaster Risk Management
    • Disaster management
    • Emergency management
    • Geology
    • Geotechnical engineering
    Food Security and Agriculture
    • Agribusiness
    • Agricultural science
    • Agricultural technology
    • Aquaculture
    • Biosecurity
    • Farm management
    • Food technology
    • Supply chain management

    2. Good Governance

    Renewable Energy
    • Energy distribution systems and technologies
    • Energy management
    • Energy policy
    • Geothermal, hydroelectric, hydrothermal, solar and wind energy
    Governance
    • Cyber security
    • E-government
    • Government services: public policy, public service management
    • HR management
    • Human rights
    • International law
    • International relations
    • Peace and conflict studies

    Pendaftaran dapat ditutup lebih dini jika volume pendaftaran dari Indonesia tinggi. Informasi beasiswa S2 Selandia Baru Manaaki New Zealand Scholarship bisa diakses dengan klik https://www.nzscholarships.govt.nz/. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukit Fatukopa di NTT, Legenda Bahtera Nabi Nuh di Indonesia Timur


    Jakarta

    Bukit Fatukopa adalah destinasi wisata eksotik dengan puncak mirip perahu yang terletak di KEcamatan Fatukopa, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bukit kapur ini menjulang dengan banyak kisah legenda yang dipercaya antar generasi.

    Salah satu legenda populer menyatakan, Bukit Fatukopa adalah bahtera atau perahu Nabi Nuh yang terdampar. Tidak jelas asal mula legenda tersebut dan penyebab perahu Sang Nabi bisa ada di bagian bumi Indonesia Timur.

    Dikutip dari tulisan berjudul Produksi Film Dokumenter Fatukopa Karamnya Kapal Nuh di Tanah Timor karya Christin Takain dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jawa Tengah, perahu Nabi Nuh yang sangat besar karam setelah menerjang air bah. Karena itu, bentuk puncak bukit mirip perahu.


    Cerita lain menyatakan, Bukit Fatukopa adalah asal mula nenek moyang orang Timor. Karena itu, Suku Dawan sebagai salah satu kelompok masyarakat tertua dan terbesar di NTT menganggap tempat ini keramat. Siapa saja yang ingin mendaki bukit ini harus memperoleh izin ketua suku.

    Sebagai informasi, Suku Dawan banyak berdiam di Kabupaten Kupang tak terkecuali Kecamatan Timor Tengah Selatan. Dikutip dari situs Kemdikbud dan Indonesia Kaya, Suku Dawan menyebut tempat tinggalnya sebagai Tanah Dawan dan bahasa yang digunakan adalah Bahasa Dawan. Suku Dawan digambarkan sebagai sekelompok orang yang pandai berburu.

    Legenda Bukit Fatukopa

    Bukit Fatukopa tidak boleh didaki apalagi yang dilakukan orang luar bukan dari suku setempat. Puncak Bukit Fatukopa hanya terbuka untuk ketua adat yang hendak melakukan persembahan pada leluhur. Ketua adat nantinya berkomunikasi dan akan memperoleh petunjuk dari orang-orang terdahulu.

    Dalam tulisan tersebut dijelaskan, pengunjung yang nekat mendaki Bukit Fatukopa harus melakukan ritual adat lebih dulu. Ritual dilakukan bersama seorang usif, sebutan untuk pemimpin atau raja bagi masyarakat setempat. Pelaksanaan bertujuan meminta keselamatan dan kemudahan dalam pendakian hingga sampai di puncak.

    Ritual dilakukan dengan membakar lilin, menuang minuman beralkohol tradisional sopi, dan membakar ayam kampung yang kemudian dinikmati bersama. Menurut tulisan tersebut, spot ritual adalah tempat yang disebut pohon batu Fatukopa. Tentunya, para pendaki ikut serta dalam ritual dari awal hingga selesai.

    Para pendaki hanya bisa melanjutkan rencananya, jika leluhur sudah mengizinkan yang dikomunikasikan lewat ketua adat. Pendaki yang keras kepala akan mengalami kesulitan, celaka, hingga akhirnya tidak sampai puncak. Konsekuensi serupa terjadi jika pendaki nekat ke puncak tanpa melakukan ritual.

    Menurut kepercayaan setempat. Bukit Fatukopa dijaga seekor kuda dan ular. Fosil kuda ini terdapat di bagian selatan bukit, sedangkan sosok ular jarang menampakkan diri kecuali pada orang yang diinginkan. Penjaga lain adalah para kera dengan wajah mirip manusia sebagai petugas pengusir manusia yang nekat naik ke puncak Bukit Fatukopa.

    Terlepas dari benar tidaknya legenda Bukit Fatukopa, kisah turun temurun itu berhasil menjaga kelestarian alam lingkungan setempat. Bukit masih tampak hijau asri, vegetasi tumbuh tanpa hambatan, bersama biota lain. Seluruh kekayaan alam ini tidak dicuri atau dipindah-pindah tangan usil.

    Detikers yang penasaran dengan Bukit Fatukopa di bisa kemah di Bukit Besteke untuk melihat langsung keindahan alamnya. Rute dari Jakarta ke Bukit Besteke adalah:

    • Jakarta-Kupang bisa ditempuh pesawat dengan harga tiket Rp 1,7 juta-2,3 juta sesuai tanggal keberangkatan, permintaan pengguna, dan keperluan transit
    • Kupang-Soe bisa ditempuh dengan mobil atau bus umum sejauh 108 km. Perjalanan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam 36 menit dalam kondisi lancar.
    • Soe-Bukit Besteke ditempuh dengan mobil atau motor sejauh 68 km dengan waktu tempah 2-3 jam.

    Berkemah di Bukit Besteke tidak dikenakan biaya seperti dikutip dalam google review. Namun, pengunjung harus membawa sendiri perlengkapan kemah ke Bukit Besteke yang dikelola masyarakat setempat. Pengunjung wajib membayar biaya sewa kamar mandi sebesar Rp 5 ribu di rumah penduduk serta tarif parkir Rp 20 ribu per mobil.

    Selama berkemah, pengunjung wajib hati-hari karena tidak ada pagar pembatas atau petunjuk spot lokasi yang bisa didirikan tenda. Sebelum berkemah ke Bukit Besteke untuk melihat bukit Fatukopa, pastikan kendaraan mampu berjalan di medan berat.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Keanekaragaman Hayati Indonesia Timur, Cocok untuk Traveler dan Patut Dijaga



    Waisai

    Indonesia Timur dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam paling luar biasa di dunia. Dari bawah laut Raja Ampat yang sering dijuluki sebagai surga dunia hingga lebatnya hutan Papua yang menyimpan banyak flora dan fauna langka.

    Wilayah itu menawarkan pengalaman yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga sangat penting untuk kelestarian lingkungan.

    Tak heran jika banyak pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadikan kawasan ini sebagai destinasi impian. Raja Ampat yang terletak di Papua Barat Daya, dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.


    Di sana, hamparan terumbu karang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan dan biota laut lainnya yang jarang ditemukan di tempat lain. Menyelam di perairan tersebut seperti masuk ke dunia lain yang menakjubkan.

    Keindahan serupa juga bisa dinikmati di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini kini berkembang menjadi pusat penelitian kelautan dan destinasi edukasi ekowisata yang semakin menarik perhatian traveler.

    Tak hanya bawah lautnya yang memesona, daratan Indonesia Timur pun menyimpan sejuta keindahan. Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu ikon pariwisata yang menggabungkan panorama savana, bukit-bukit eksotis, serta laut jernih berwarna biru kehijauan.

    Namun yang paling terkenal tentu saja adalah Komodo, kadal raksasa purba yang hanya bisa ditemukan di sana. Sementara itu, Papua menyuguhkan hutan hujan tropis yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa.

    Burung cenderawasih, yang dikenal dengan bulunya yang indah, serta beragam tanaman endemik, menjadikan wilayah ini sangat penting bagi upaya pelestarian alam secara global.

    Sayangnya, pesona alam yang luar biasa ini tidak lepas dari berbagai ancaman. Aktivitas pertambangan, penangkapan ikan berlebihan, serta dampak negatif dari pariwisata massal menjadi tantangan besar.

    Contohnya, penolakan terhadap tambang nikel di sekitar Raja Ampat beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ekosistem di kawasan tersebut sangat rentan. Traveler yang datang ke Indonesia Timur diharapkan tak hanya menikmati keindahan alamnya, tapi juga ikut menjaga keberlanjutannya.

    Mulai dari memilih operator wisata yang peduli lingkungan, mematuhi aturan konservasi, hingga menghormati budaya lokal. Semua ini adalah langkah sederhana yang bisa memberi dampak besar.

    Membawa botol minum sendiri, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, serta membeli produk kerajinan lokal juga merupakan bagian dari perjalanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Musim kemarau, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga September, disebut sebagai periode terbaik untuk berkunjung. Cuaca cenderung cerah dan laut lebih tenang, sehingga aktivitas wisata pun lebih nyaman.

    Namun, mengingat setiap daerah memiliki karakter cuaca yang berbeda, ada baiknya traveler selalu mengecek prakiraan cuaca terkini sebelum berangkat.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Merumuskan Ulang Posisi Islam Indonesia dalam Kancah Global



    Jakarta

    Kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmed Muhammad Ahmed El-Tayeb untuk ketiga kalinya ke Indonesia, pada 8 hingga 11 Juli 2024, yang merupakan bagian dari lawatannya ke Asia Tenggara, patut mendapat sambutan istimewa karena beberapa alasan. Kunjungan ini bertujuan untuk menggaungkan Piagam Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia, yang ditandatangani oleh pemimpin tertinggi Universitas Al-Azhar dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada tahun 2019, sebagaimana dijelaskan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (balitbangdiklat.kemenag.go.id 26/6/2024).

    Lebih dari itu, kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar kali ini memiliki arti penting bukan saja bagi penguatan hubungan historis yang mendalam antara Indonesia dan Mesir, tetapi juga bagi upaya Indonesia untuk memperkuat posisi strategisnya dalam kancah global. Indonesia dan Mesir dapat bergandengan tangan berdiri di depan untuk menyuarakan perdamaian dan persaudaraan sambil melawan segala bentuk ekstremisme, radikalisme dan kekerasan. Ditopang Al-Azhar, Mesir dikenal sebagai benteng nilai-nilai moderasi dan toleransi. Begitu juga Indonesia. Dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar, Indonesia masyhur dengan model keislaman yang inklusif dan damai.

    Dalam lanskap dunia kontemporer, interaksi antara agama, politik, dan identitas menjadi semakin kompleks. Di antara dinamika ini, konsep “decentring Islam” (mendesentrisasi Islam) muncul sebagai paradigma signifikan. Decentring Islam berupaya untuk mengalihkan dari perspektif tradisional yang berpusat pada Arab mengenai identitas dan praktik Islam, ke arah keragaman dan pluralitas dalam dunia Muslim. Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak dan satu negeri Asia besar, menawarkan sudut pandang unik untuk mengeksplorasi konsep ini dan implikasinya terhadap geopolitik global, wacana keagamaan, dan pertukaran budaya.


    Secara historis, pemikiran dan praktik Islam sangat dipengaruhi oleh budaya Arab, mengingat asal-usul agama ini di Jazirah Arab. Pandangan yang berpusat pada Arab ini sering kali menutupi kekayaan keragaman tradisi Islam di berbagai wilayah, termasuk Indonesia yang sering masih dipandang pinggiran (peripheral). Decentring Islam bertujuan memperluas pemahaman tentang identitas Islam dengan mengakui dan menghargai berbagai ekspresi Islam yang dipraktikkan oleh Muslim non-Arab. Pendekatan ini menekankan pentingnya konteks lokal, kekhasan budaya, dan perkembangan historis yang membentuk praktik keagamaan Muslim di berbagai belahan dunia.

    Decentring Islam bukan berarti mengurangi pentingnya kontribusi Arab terhadap peradaban Islam, tetapi mengakui bahwa Islam adalah agama global dengan berbagai macam ekspresi dan perubahan budaya. Ini bertujuan membongkar representasi Islam yang monolitik, dengan mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan representatif yang mencerminkan realitas kehidupan Muslim di seluruh dunia.

    Indonesia: Model Pluralisme Islam

    Indonesia, rumah bagi lebih dari 270 juta Muslim, mewujudkan prinsip-prinsip decentring Islam melalui perpaduan khas antara iman Islam dan budaya lokal. Sejarah kepulauan ini ditandai oleh sintesis berbagai pengaruh budaya dan agama, termasuk Hindu, Buddha, dan kepercayaan adat, yang telah berjalin dengan tradisi Islam. Mosaik budaya ini melahirkan Islam khas Indonesia yang berakar kuat pada konteks lokal yang melahirkan berbagai keragaman di dalam Islam Indonesia itu sendiri. Kecuali Islam di Jawa yang terepresentasi dengan baik dalam berbagai kajian kesarjanaan, sebenarnya mosaik keragaman di berbagai kepulauan lain, termasuk wilayah Indonesia Timur, masih sangat menarik dieksplorasi untuk mendapatkan gambaran lebih utuh tentang Islam Indonesia.

    Islam Indonesia ditandai oleh sifatnya yang moderat dan pluralistik. Falsafah dasar bangsa, Pancasila, yang mempromosikan toleransi dan inklusivitas beragama, memastikan bahwa semua komunitas agama dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Pancasila menjadi falsafah antarbudaya (intercultural philosophy) yang sangat relevan dengan kemajemukan. NU dan Muhammadiyah mendukung interpretasi Islam yang kontekstual dan progresif yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. Model pluralistik dan inklusif ini menawarkan narasi alternatif tentang Islam, dengan menunjukkan bahwa agama ini dapat berkembang dalam lingkungan budaya dan politik yang beragam.

    Peran NU dan Muhammadiyah sangat penting dan tidak tergantikan dalam memosisikan Islam Indonesia dalam kancah global. Terutama melalui inisiatif pendidikan, sosial, dan politik mereka, NU dan Muhammadiyah berkontribusi pada pemahaman Islam yang lebih pluralistik dan inklusif, baik di Indonesia maupun di dunia Muslim yang lebih luas. Konsistensi mereka dalam inisiatif-inisiatif fundamental ini akan menentukan trayektori masa depan mereka dalam decentring Islam.

    NU mengoperasikan jaringan luas pendidikan keagamaan (pesantren) di seluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai universitas, yang mendorong pendekatan holistik terhadap pembelajaran. Kurikulum sering kali mencakup pengajaran tentang toleransi beragama, demokrasi, dan hak asasi manusia. Demikian pula, Muhammadiyah telah membangun jaringan pendidikan yang komprehensif, yang menekankan pemikiran ilmiah dan rasional di samping pendidikan agama, mendorong pemikiran kritis dan inovasi. Lembaga-lembaga pendidikan yang mereka kelola perlu didorong tampil di kancah global, melalui pembukaan cabang-cabangnya di berbagai kawasan dunia Islam.

    Reformulasi di Kancah Global

    Posisi strategis Indonesia dalam kancah global bersifat multifaset, mencakup dimensi politik, ekonomi, dan budaya. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia memainkan peran krusial dalam urusan ekonomi regional dan global. Model pemerintahan demokratisnya dan identitas Islam moderatnya memberikan narasi alternatif terhadap persepsi Islam yang sering terpolarisasi dalam politik global.

    Di panggung internasional, Indonesia aktif mempromosikan dialog dan kerja sama antaragama melalui kebijakan luar negerinya. Upaya diplomatik negara ini dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah konflik, terutama di dunia Muslim, menunjukkan komitmennya terhadap tatanan global yang didasarkan pada saling menghormati dan pengertian. Kepemimpinan Indonesia dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan partisipasinya dalam misi perdamaian PBB semakin menegaskan perannya sebagai mediator dan advokat perdamaian.
    Secara budaya, Indonesia berkontribusi terhadap pemahaman global tentang Islam melalui warisan seni, sastra, dan praktik keagamaannya yang kaya. Peringatan tahunan hari raya Islam, perayaan musik dan tarian tradisional Islam, serta lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat semuanya mencerminkan budaya Islam Indonesia yang dinamis. Dengan membagikan aset budaya ini di panggung global, Indonesia membantu mendesentrisasi narasi yang berpusat pada Arab dan menyoroti keragaman dalam dunia Muslim.

    Singkatnya, decentring Islam adalah kerangka kerja yang krusial untuk memahami sifat multifaset dari dunia Islam, dan posisi Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim utama mencerminkan keragaman ini. Perpaduan unik antara iman Islam dan praktik budaya lokal, komitmennya terhadap pluralisme dan demokrasi, serta peran aktifnya dalam diplomasi global, semuanya berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa dan inklusif tentang Islam.

    Seiring dunia terus bergumul dengan isu-isu identitas keagamaan dan koeksistensi, contoh Indonesia menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana Islam dapat dipraktikkan dan dipahami dalam cara yang beragam dan dinamis. Dengan merangkul prinsip-prinsip decentring Islam, komunitas global dapat bergerak menuju apresiasi yang lebih komprehensif dan adil terhadap keragaman dunia Muslim yang sangat kaya. Dalam lingkup praktisnya, dengan memberdayakan segenap kemampuan ekonomi-politik dan modal kultural keislaman di kawasan, di Asia khususnya, dan global melalui prinsip co-production of peace, pemerintah dan warga Indonesia bisa lebih berperan untuk ikut menawarkan secercah harapan baru.

    Noorhaidi Hasan
    Guru Besar Islam dan Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com