Tag: infeksi jamur

  • Tanaman Hias Bisa Layu gegara Sering Disiram Air, Ini 4 Cirinya


    Jakarta

    Tanaman hias perlu disiram air agar bisa tumbuh subur. Air juga dapat membantu tanaman agar bisa fotosintesis, menjaga struktur sel tanaman, dan menjaga kelembapan tanah.

    Namun, tidak semua tanaman hias perlu disiram air secara rutin. Ada sejumlah tanaman yang justru bisa cepat layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram.

    Kalau tanaman hias milikmu sudah layu tentu tidak akan terlihat cantik lagi untuk dipajang di rumah sehingga perlu diganti dengan tanaman yang baru dan segar.


    Ingin tahu ciri-ciri tanaman layu akibat terlalu sering disiram air? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Tanaman Hias Layu karena Sering Disiram

    Ada sejumlah tanda-tanda pada tanaman ketika sudah mulai layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram air. Dilansir dari situs Southern Living, berikut ciri-cirinya:

    1. Tumbuh Jamur

    Ciri-ciri yang pertama adalah tumbuh jamur di tanaman dan permukaan tanah. Selain jamur, biasanya muncul juga lumut pada tanaman yang terlalu sering disiram air.

    2. Daun Berguguran

    Tanaman yang terlalu sering disiram air bisa menyebabkan daun cepat gugur sebelum waktunya. Jika pemilik tanaman menemukan banyak daun berguguran di halaman rumah, maka bisa menandakan kalau tanaman terlalu sering disiram.

    3. Daun Berwarna Kuning

    Selain gugur, ciri-ciri lainnya adalah daun tanaman mulai menguning, terutama pada daun yang terletak di bagian bawah tanaman. Kondisi ini disebabkan karena tanaman terlalu banyak menyerap air.

    “Hal ini terjadi karena akar tidak dapat menyerap cukup oksigen akibat kelebihan air, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi,” kata ahli hortikultura di Jackson & Perkins, Laura Root.

    4. Batang Membusuk

    Tanda-tanda lain yang bisa dilihat yakni pada batang tanaman. Jika batang terasa lunak, lembek, dan berwarna lebih gelap dari biasanya, maka bisa jadi terserang infeksi jamur atau mengalami pembusukan akar. Batang tanaman yang membusuk juga dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

    Dampak Menyiram Tanaman Secara Berlebihan

    Terlalu sering menyiram tanaman tak hanya bikin cepat layu dan membusuk. Laura mengatakan ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan jika terlalu sering menyiram tanaman, salah satunya memengaruhi nutrisi tanah.

    “Menyiram tanaman secara berlebihan dapat menghilangkan nutrisi penting dari tanah, sehingga tanaman kekurangan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh subur,” ujarnya.

    Selain itu, kondisi tanah yang selalu basah dapat menjadi padat sehingga mengurangi kemampuannya untuk mengalirkan air dengan baik. Kondisi ini bisa membuat akar tanaman jadi terhambat untuk tumbuh subur.

    Laura menyebut tanaman yang terlalu sering disiram juga dapat diserang oleh jamur, lumut, dan hama. Alhasil, tanaman jadi cepat layu dan tidak terlihat indah lagi.

    “Kondisi tanaman yang basah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan hama seperti jamur dan agas, mereka dapat tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah,” pungkas Laura.

    Itulah ciri-ciri tanaman hias layu akibat terlalu sering disiram air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ladies Merapat! Ini Sederet Makanan yang Bisa Bikin Miss V ‘Happy’


    Jakarta

    Sudah banyak yang tahu, asupan makanan tertentu bisa memengaruhi kesehatan seksual. Salah satu yang sering terdengar, mengkonsumsi minuman kopi sebelum sesi bercinta bisa bikin kualitas seks makin ‘on fire’.

    Lantas yang juga sering menjadi pertanyaan wanita, adakah makanan tertentu yang bisa bikin vagina sehat?

    Dikutip dari Women’s Health, berikut makanan yang bisa dicoba untuk mengatasi berbagai keluhan terkait kesehatan vagina:


    1. Kram perut menstruasi

    Sebagian wanita mengeluhkan rasa sakit saat menstruasi. Mengatasinya, cobalah konsumsi ikan. Pasalnya, ikan mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki senyawa anti-inflamasi yang dapat meringankan rasa sakit saat menstruasi.

    Rasa sakit menstruasi disebabkan pelepasan senyawa peradangan yang disebut dengan prostaglandin, yang membantu otot rahim berkontraksi dan melepas jaringan.

    2. Vagina kering

    Beberapa wanita mengalami kekeringan di area vagina karena penurunan kadar estrogen yang membantu menjaga jaringan agar tetap elastis dan terlumasi dengan baik. Penurunan tersebut bisa disbabkan menopause, menyusui, melahirkan, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

    Biasanya, wanita yang sedang mengalami vagina kering akan menolak saat berhubungan seks karena vagina akan terasa sakit dan lecet.

    Mengobati kondisi ini, wanita dapat mengonsumsi makanan kedelai, seperti tahu, tempe, dan edamame. Makanan ini mengandung senyawa yang memiliki kesamaan atau peniru estrogen yang disebut dengan isoflavon. Selain itu, makanan ini dapat menarik banyak cairan ke dalam vagina.

    3. Infeksi jamur

    Sebenarnya, vagina memiliki bakteri sehat yang membantu jaringan vagina untuk mempertahankan kadar pH yang sehat. Namun pada beberapa kasus, penggunaan antibiotik, obat diabetes, penggunaan alat kontrasepsi, dan menopause dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.

    Namun, wanita tidak perlu panik karena mengonsumsi makanan kaya probiotik secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri dan meningkatkan kadar pH yang baik pada vagina. Makanan yang mengandung probiotik yaitu yogurt, kimchi, tempe, dan miso.

    4. Infeksi saluran kemih (ISK)

    Wanita dapat mengalami infeksi saluran kemih akibat bakteri atau infeksi yang masuk ke dalam vagina. Biasanya, infeksi ini disebabkan wanira tidak pipis atau membersihkan area vagina setelah berhubungan seks.

    Mengatasinya, wanita dapat mengonsumsi jus cranberry untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Jus ini mengandung senyawa yang dapat menghentikan bakteri penyebab infeksi yang menempel pada dinding kandung kemih.

    Selain itu, wanita juga dapat mengonsumsi teh hijau untuk menekan risiko infeksi saluran kemih. Minuman ini memiliki efek antimikroba yang kuat untuk melawan infeksi saluran kemih. Wanita dapat mengkonsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau dalam sehari.

    5. Memberikan kesenangan saat berhubungan seks

    Untuk mendapatkan sesi bercinta yang nikmat, wanira dapat mengonsumsi apel sebelum melakukan hubungan seks. Pasalnya, apel mengandung phloridzin, yaitu senyawa pada hormon seks wanita. Apalagi, apel memiliki polifenol yang membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan vagina sehingga wanita lebih mudah mencapai klimaks.

    Selain itu, buah ini dapat dikonsumsi sekali sehari untuk meningkatkan fungsi seksual dan pelumasan alami.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ladies Catat! 7 Makanan Ini Dipercaya Ampuh Bikin Miss V Wangi


    Jakarta

    Sebenarnya, aroma khas pada area miss V adalah hal yang normal. Namun, sebagian wanita merasa insecure perihal aroma tersebut, terutama ketika hendak bercinta.

    Sudah menjadi rahasia umum, asupan makanan bisa mempengaruhi kesehatan vagina. Maka itu, wanita bisa memilih sejumlah makanan tertentu yang mempunyai senyawa penting untuk membunuh infeksi jamur.

    Dikutip dari Health Shorts, berikut makanan yang diyakini bisa membuat wangi area vagina:


    1. Cranberry

    Konsumsi cranberry dapat menekan risiko infeksi saluran kemih pada wanita. Selain itu, buah ini dapat mencegah infeksi jamur pada vagina sehingga area tidak sedap pada area intim bisa dicegah. Maka dari itu, wanita dapat mengonsumsi buah ini untuk menyeimbangkan kadar pH vagina dan sifat asam yang membantu melawan bakteri pada vagina.

    2. Buah nanas

    Kandungan yang dimiliki oleh buah nanas seperti vitamin C, vitamin B, dan serat dipercaya ampuh menyehatkan vagina. Kandungan tersebut mempunyai peran penting dalam mencegah infeksi jamur dan menjaga vagina agar tetap sehat. Tak hanya vagina, nanas juga dipercaya dapat menjaga kesehatan usus.

    3. Semangka

    Buah ini mampu membasmi racun yang ada dalam tubuh dan membantu menjaga kebersihan vagina. Tak hanya itu, buah ini mampu mencegah infeksi jamur dan menghilangkan aroma yang tidak sedap pada vagina. Semangka memiliki kandungan prebiotik yang dapat menyeimbangkan kadar pH pada vagina.

    4. Yogurt

    Yogurt mempunyai kandungan bakteri baik yang bagus untuk kesehatan vagina. Bakteri baik ini memiliki fungsi untuk mencegah adanya infeksi dan menyeimbangkan kadar pH pada vagina. Tak hanya itu, mengkonsumsi yogurt secara rutin juga diperbolehkan dan aman untuk kesehatan tubuh.

    5. Kayu manis

    Senyawa dan nutrisi yang dimiliki oleh kayu manis dapat membuat tubuh lebih sehat. Tak hanya itu, mengkonsumsi kayu manis dapat meningkatkan aroma pada tubuh dan juga vagina. Pasalnya, konsumsi kayu manis dapat menyeimbangkan asam yang ada di vagina dan mencegah infeksi jamur.

    6. Teh peppermint

    Mengonsumsi teh peppermint membantu vagina mengeluarkan aroma yang wangi dan segar. Peppermint mempunyai sifat aromatik yang membuat vagina menjadi lebih harum. Wanita dapat mengkonsumsi teh ini secara rutin untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    7. Seledri

    Seledri memiliki kandungan vitamin dan mineral yang bisa membantu vagina mengeluarkan aroma wangi. Selain itu, mengonsumsi seledri juga dapat mencegah bakteri dan infeksi pada vagina.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ladies,Catat! Ini 5 Cara Menjaga Miss V dari Bau Tak Sedap


    Jakarta

    Pada dasarnya, vagina adalah organ yang bisa mengeluarkan berbagai jenis bau, layaknya organ tubuh lainnya. Aroma yang dikeluarkan vagina bisa berubah-ubah, bergantung pada tingkat hidrasi, makanan yang dikonsumsi, obat-obatan yang dikonsumsi, siklus menstruasi, hingga kondisi kesehatan tertentu.

    Namun, vagina juga bisa mengeluarkan bau tak sedap yang bisa menandakan kondisi vagina yang tidak sehat. Umumnya, bau tak sedap yang dikeluarkan dari vagina merupakan tanda-tanda infeksi.

    Dikutip dari Healthline, penyebab lainnya adalah kebersihan vagina yang tidak terjaga dengan baik, kondisi vaginosis bakterialis, perubahan hormon, dan gangguan pada vagina lainnya seperti vaginitis.


    Berikut adalah 5 langkah yang bisa diterapkan ketika merasa adanya bau tak sedap yang dikeluarkan dari vagina.

    1. Mandi secara rutin

    Seperti yang telah disebutkan, salah satu penyebab keluarnya bau tak sedap dari vagina adalah kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Area vagina adalah daerah yang bisa mengakumulasi keringat, kulit mati, dan kotoran lainnya. Hal-hal tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap pada vagina.

    Menjaga kebersihan tubuh, terlebih organ intim, merupakan hal yang penting yang tak boleh diabaikan. Selain menjaga vagina terhindar dari bau tak sedap, kebersihan juga penting untuk menjaga vagina tetap sehat dan terhindar dari berbagai jenis infeksi.

    2. Jangan mencuci bagian dalam vagina

    Bagian luar vagina, yaitu bagian bibir vagina atau vulva adalah bagian yang wajib dibersihkan. Sedangkan bagian dalam vagina merupakan organ yang mampu untuk membersihkan dirinya sendiri.

    Pada bagian dalam vagina, terdapat bakteri baik yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan vagina. Mencuci bagian dalam vagina bisa mengganggu keseimbangan tersebut dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur yang juga dapat berpengaruh pada bau dari vagina.

    3. Perhatikan produk-produk yang digunakan

    Segala jenis produk yang berkaitan dengan vagina dapat berpengaruh pada aroma yang dihasilkan, seperti sabun mandi, tisu toilet, hingga detergen yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam. Bila merasakan adanya perubahan pada vagina setelah mengganti produk-produk tersebut, bisa jadi produk itulah penyebabnya.

    4. Menjaga hidrasi tubuh

    Mengonsumsi banyak air adalah hal yang penting untuk menjaga tubuh tetap sehat, termasuk kesehatan organ intim.

    5. Mengatur pola makan

    Pola makan yang sehat dan seimbang juga memegang peran penting dalam menjaga kesehatan vagina. Makanan-makanan berminyak atau makanan dengan bau menyengat, seperti asparagus, bawang putih, dan bawang bombay bisa berdampak pada bau yang dikeluarkan dari vagina.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bingung Cari Obat Gatal Miss V di Apotek? Boleh Coba Dulu 6 Ramuan Alami Ini


    Jakarta

    Obat gatal Miss V diberikan berdasarkan kondisi dan penyebabnya. Jika sebatas hormon atau pertumbuhan jamur yang tidak terlalu parah, masyarakat bisa menggunakan cara sederhana yang tentunya mudah dilakukan di rumah.

    Ada banyak faktor yang memicu gatal di area organ kewanitaan. Salah satu penyebab terbanyak adalah pertumbuhan jamur dan bakteri. Sebenarnya, kedua mikroba tersebut sudah ada secara alami di vagina. Namun, kebersihan yang tidak terjaga membuat pertumbuhannya tidak terkendali sehingga menimbulkan gatal.

    Perubahan hormonal juga menimbulkan efek yang sama. Hal ini dapat terjadi selama masa kehamilan, menstruasi, menopause, dan masa transisi sebelum menopause.


    Pada kasus tertentu, Penyakit Menular Seksual (PMS) dan kelainan kulit dapat memengaruhi area di sekitar kemaluan. Itu sebabnya, kasus ini perlu perhatian medis.

    Obat Gatal Miss V

    Dikutip dari Healthline, berikut cara-cara alami untuk menghilangkan gatal vagina yang diyakini efektif dan gampang dicoba:

    1. Larutan Soda Kue

    Menurut penelitian pada 2014, soda kue terbukti berhasil membunuh sel Kandidiasis, yaitu sel yang sama penyebab infeksi jamur. Karena efek antijamur itu, soda kue dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di vagina.

    The National Eczema Association (NEA) merekomendasikan mandi soda kue dengan cara menambahkan seperempat cangkir bubuk tersebut ke bak mandi atau membuatnya menjadi pasta, kemudian mengoleskannya ke kulit.

    2. Oatmeal

    Kulit kering dan perubahan hormonal, termasuk kadar estrogen yang rendah, dapat menyebabkan gatal di vagina. Jika kasusnya begitu, berendam dengan colloidal oatmeal adalah solusinya.

    Colloidal oatmeal adalah sejenis skincare yang terbuat dari oatmeal yang dihaluskan sehingga teksturnya menjadi bubuk atau gel. Caranya, cukup larutkan oatmeal ke dalam air hangat dan berendam sekitar 20 menit.

    3. Bawang Putih

    Percaya atau tidak, bawang putih memang memiliki 1001 manfaat, mulai dari pencegah inflamasi, melindungi jantung, hingga penangkal radikal bebas. Khususnya untuk vagina, jenis umbi-umbian ini dapat membantu mencegah atau mengobati infeksi bakteri.

    Namun, menggunakan bawang putih mentah langsung ke kulit vagina akan menyebabkan efek samping, seperti luka bakar dan reaksi alergi. Wanita dianjurkan untuk mengonsumsinya sebagai makanan atau dalam bentuk kapsul.

    4. Yogurt

    Probiotik dalam yogurt mendorong pertumbuhan bakteri baik di vagina. Penelitian dari National Institutes of Health pada 2012 membandingkan efektivitas perawatan yogurt dan madu yang diberikan ke 82 wanita dan 47 partisipan menggunakan krim antijamur yang dijual bebas. Hasil studi tersebut menemukan campuran madu dan yogurt lebih efektif dalam mengobati infeksi jamur vagina daripada obat antijamur yang dijual bebas.

    Hal itu juga dibuktikan juga pada penelitian lanjutan di tahun 2015. Perlu dicatat, yogurt yang dipakai berjenis ‘greek’ atau original tanpa tambahan pemanis atau pengawet.

    5. Konsumsi Makanan Probiotik

    Sama halnya yogurt, makanan probiotik mampu mengurangi pertumbuhan jamur dan bakteri serta menjaga kesehatan vagina melalui penyerapan usus. Makanan ini termasuk:

    • Tempe
    • Kimchi
    • Acar
    • Keju
    • Sup kedelai jepang (miso)

    6. Kompres dengan Air Dingin

    Gatal terus-menerus mengakibatkan rasa tidak nyaman. Lebih berbahaya lagi jika dibiarkan dan digaruk dengan keras. Cara lebih aman untuk menangguhkan keluhan tersebut adalah mengompres pakai air dingin dan letakkan di atas vulva (bagian terluar vagina).

    Secara bertahap, rasa gatal akan berkurang. Namun, pastikan kain yang dipakai sudah bersih dan higienis.

    Cara Mencegah Gatal di Miss V

    Jika sebelumnya sering menggunakan celana dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat, mulai sekarang gantilah dengan bahan katun. Mengenakan pakaian dengan bahan 100 persen katun dapat mencegah pertumbuhan jamur karena mengurangi area lembab.

    Selain itu, hindarilah penggunaan parfum dan detergen yang tinggi bahan kimia. Sebab, dua produk tersebut bisa memperparah kondisinya sekaligus menghilangkan keasaman alami pada vagina yang sehat.

    Jika metode rumahan tersebut tidak kunjung memberikan hasil, jangan dibiarkan terlalu lama. Segera konsultasikan ke dokter supaya mendapat diagnosis dan obat gatal Miss V yang telah diresepkan.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Agar Istri Lebih Mudah Raih Orgasme, 4 Tips dari Pakar Ini Bisa Dicoba Nih


    Jakarta

    Salah satu indikasi kepuasan saat bercinta adalah orgasme pada wanita. Namun, tidak sedikit pula wanita yang jarang bahkan belum pernah merasakan orgasme saat bercinta dengan pasangan. Kondisi ini mungkin membuat suami merasa belum bisa memuaskan pasangannya.

    Namun, tidak perlu khawatir. Dikutip dari Insider, ada 4 tips yang harus dilakukan sebelum mulai bercinta. Simak penjelasannya berikut.

    1. Fokus pada pasangan saat bercinta

    “Luangkan waktu untuk benar-benar beralih ke seks yang Anda lakukan sehingga Anda benar-benar hadir untuk diri sendiri dan pasangan,” jelas pakar seks Isiah McKimmie.


    Mandi sebelum berhubungan seks membantu meningkatkan fokus pikiran. Selanjutnya, tarik napas dalam-dalam, dan kemudian tatap mata pasangan.

    2. Pastikan wanita benar-benar terangsang

    Jika penetrasi adalah bagian dari kehidupan seks Anda, penting untuk memastikan bahwa wanita benar-benar terangsang sebelum berhubungan seks.

    “Banyak pasangan cenderung cepat melakukan penetrasi, tetapi wanita memiliki tingkat pelumasan yang berbeda-beda. Beberapa wanita bisa langsung orgasme, tetapi sebagian besar perlu memastikan bahwa mereka benar-benar terangsang sebelum segala jenis penetrasi terjadi,” ucap pakar seks Vanessa Marin.

    Kegagalan orgasme saat penetrasi dapat menyebabkan sedikit robekan mikro pada vagina atau infeksi jamur. Akan tetapi, jika wanita terangsang dengan benar, ini dapat mencegah terjadinya rasa sakit saat berhubungan intim. Cobalah untuk melakukan pemanasan atau foreplay sebelum berhubungan seks.

    3. Olahraga

    Beberapa penelitian menunjukkan olahraga ringan selama 10-20 menit dapat meningkatkan gairah dan keinginan melakukan seks. Marin menyarankan untuk pergi ke gym atau jalan-jalan sebentar di lingkungan sekitar. Peningkatan aliran darah setelah olahraga membantu wanita mencapai orgasme.

    4. Habiskan waktu bersama pasangan

    McKimmie dan Marin menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih intim sebelum berhubungan seks. Tanpa handphone atau TV, hanya berdua dengan pasangan. Berusaha meluangkan waktu dengan pasangan meskipun tidak ada bercinta juga meningkatkan kehidupan seks.

    “Kita perlu lebih fokus untuk terhubung sepanjang hari. Terutama untuk pasangan yang berada dalam hubungan jangka panjang,” kata McKimmie.

    “Kebanyakan pasangan sangat terburu-buru, dan rasanya seks hanyalah hal lain dalam daftar tugas. Kadang itu baik-baik saja, tetapi seringkali sulit untuk sepenuhnya membuat diri Anda dalam mood dan merasa terhubung,” tambah Marin.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kering Melulu? 9 Makanan Ini Bikin Wanita Lebih Siap ‘Basah’ saat Bercinta


    Jakarta

    Iritasi akibat vagina kering merupakan permasalahan yang dialami banyak wanita. Dikutip dari By Winona, 50 persen wanita berusia 50 tahun ke atas mengalami vagina kering, sedangkan 25 persen wanita mengalami vagina kering saat berhubungan seksual dan 16 persen lainnya mengalami sakit atau nyeri pada vagina.

    Penyebabnya pun beragam. Mulai dari penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh hingga tanda-tanda dari adanya infeksi jamur atau penyakit menular seksual. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh faktor emosional, seperti tingkat stres atau kecemasan yang tinggi yang dapat menghambat aliran darah ke vagina.

    Kondisi vagina kering tak bisa diremehkan karena dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan memicu gejala lainnya. Vagina yang kering dapat menyebabkan rasa gatal, iritasi, rasa membakar, menurunnya gairah seksual, dan rasa nyeri atau sakit saat berdiri, duduk, buang air kecil, serta berhubungan seksual.


    Ternyata, banyak opsi bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, sehat, aman bagi tubuh, dan bermanfaat dalam membantu melembapkan vagina

    1. Makanan yang mengandung asam lemak omega-3

    Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi pelumas alami bagi vagina dan memicu aliran darah. Beberapa contoh makanan yang mengandung asam lemak ini adalah labu, biji bunga matahari, biji wijen, dan ikan, terutama salmon, tuna, dan ikan makerel.

    2. Makanan kaya akan isoflavon

    Kandungan isoflavon dapat membantu menjaga keseimbangan kadar estrogen yang menurun ketika wanita mulai memasuki usia menopause. Produk kedelai memiliki kandungan isoflavon yang begitu kaya.

    Selain membantu meringankan gejala vagina kering, kandungan ini juga dapat membantu mengatasi permasalahan pada kulit. Beberapa contoh produk kedelai yang dapat dikonsumsi dan mudah ditemukan adalah tahu, tempe, dan edamame.

    3. Sayuran hijau

    Sayuran hijau, seperti bayam dan sayur kale, memiliki segudang nutrisi baik bagi tubuh. Sayuran-sayuran ini dapat membantu mencegah vagina kering dan meningkatkan stimulasi pada vagina.

    4. Vitamin A, B, dan E

    Vitamin A, B, dan E dapat ditemukan pada banyak sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, atau bahkan dalam bentuk suplemen. Tiga vitamin ini memegang peran utama dalam meningkatkan kelembapan pada vagina.

    5. Jus kranberi

    Jus kranberi memiliki berbagai kandungan baik bagi tubuh, termasuk vitamin C dan E. Jus ini bermanfaat dalam menjaga keseimbangan pH vagina dan meringankan iritasi pada vagina. Selain itu, jus kranberi juga dipercayai dapat membantu mengurangi gejala infeksi saluran kemih.

    6. Ubi

    Ubi adalah bahan makanan yang kaya akan kandungan beta karoten dan vitamin A. Kandungan ini bermanfaat dalam melindungi penipisan dinding rahim, mengencangkan jaringan otot vagina, dan membantu menyeimbangkan kadar estrogen dalam tubuh.

    7. Probiotik

    Produk mengandung probiotik, seperti yogurt, kombucha, dan acar, memiliki kandungan yang bermanfaat dalam menjaga keseimbangan pH vagina dan berperan penting dalam mencegah terjadinya infeksi.

    8. Alpukat

    Alpukat adalah buah yang dikenal akan kandungan lemak sehatnya. Buah ini juga memiliki kandungan vitamin B-6 dan potasium yang terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kelembapan vagina, mengencangkan dinding vagina, dan membantu meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh.

    9. Makanan pedas

    Cabai memiliki kemampuan untuk melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh dan dapat membantu menstimulasi saraf yang dibutuhkan untuk meningkatkan gairah seksual seseorang.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Cara Agar Miss V Tak Gampang Kena Infeksi Jamur dan Bakteri


    Jakarta

    Vagina merupakan organ yang berperan besar dalam sistem reproduksi wanita. Layaknya bagian tubuh yang lain, organ ini juga perlu diperhatikan dan dijaga kesehatannya.

    Mempertahankan keseimbangan pH vagina merupakan hal yang penting dalam menjaga kesehatan vagina. Terdapat berbagai faktor yang dapat menganggu keseimbangan pH vagina, seperti infeksi, vaginosis bakterialis, menstruasi, menopause, atau penggunaan produk-produk tertentu.

    Dikutip dari Medical News Today, kadar normal pH vagina tergolong cenderung asam, berkisar sekitar 3,8 hingga 5. Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri Laktobasilus pada vagina yang bersifat asam.


    Pada wanita usia reproduktif, kadarnya berkisar sekitar 4 sampai 4,5. Sedangkan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause, kadar pHnya tergolong lebih tinggi, berkisar di atas 4,5.

    Kadar ini dapat membantu menjaga ekosistem vagina, melindungi dari infeksi bakteri dan jamur. Dalam kondisi pH yang terlalu tinggi, bisa menyebabkan terjadinya infeksi karena mendorong pertumbuhan bakteri dan jamur pada vagina.

    Cara Menjaga Keseimbangan pH Vagina

    1. Hindari penggunaan sabun atau produk pembersih yang keras

    Sabun memiliki kadar pH yang tergolong tinggi sehingga menggunakannya untuk membersihkan vagina juga dapat meningkatkan kadar pH vagina.

    Dibandingkan menggunakan sabun, lebih baik untuk membersihkan vagina dengan menggunakan air hangat. Bila ingin menggunakan produk pembersih, gunakanlah yang sifatnya ringan atau lembut hanya pada bagian vulva atau bibir vagina.

    Bagian dalam vagina merupakan organ yang memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Hindari penggunaan sabun atau produk pembersih pada bagian dalam vagina.

    2. Ganti tampon atau pembalut secara rutin

    Tampon atau pembalut perlu diganti secara rutin setiap empat sampai delapan jam, tergantung dengan intensitas darah yang dikeluarkan dan jenis pembalut yang digunakan. Penting untuk mengganti secara rutin untuk menghindari risiko infeksi bakteri pada vagina.

    3. Gunakan pelindung ketika berhubungan seksual

    Air mani atau cairan lainnya dapat turut mempengaruhi dan mengganggu keseimbangan vagina. Sifatnya yang basa akan secara otomatis meningkatkan kadar pH pada vagina.

    4. Hindari penggunaan produk berparfum pada vagina

    Segala jenis produk berparfum, seperti sabun dan pembalut atau tampon berparfum, dapat meningkatkan risiko infeksi jamur dan mengganggu keseimbangan pH pada vagina.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tak Perlu Insecure, Ini yang Bikin Tiap Wanita Bisa Punya Bentuk Miss V Berbeda


    Jakarta

    Sejumlah wanita merasa insecure soal bentuk dan warna vaginanya, takut berbeda dari punya wanita kebanyakan. Padahal, setiap wanita bisa memiliki bentuk, ukuran, dan warna vagina yang berbeda-beda. Secara keseluruhan, bentuk vagina yang dimiliki oleh kebanyakan wanita memang sama. Tetapi, panjang lebar labia, jumlah rambut kemaluan, warna, dan bau bisa bervariasi.

    Berikut beberapa perbedaan vagina yang dimiliki oleh wanita menurut Medical News Today:

    1. Bentuk

    Area luar alat kelamin, sebagaimana yang sering menjadi perbincangan para wanita, sebenarnya memilih istilah bernama ‘vulva’. Vulva mencakup struktur, seperti labia mayora (bibir bagian dalam) dan minora (bibir bagian luar). Struktur ini merupakan lipatan kulit yang mengelilingi lubang vagina.


    Pada beberapa orang, labia mayora berbentuk lebih panjang. Biasanya bibir kemaluan akan menggantung rendah dan kulit tampak lebih tipis. Sedangkan pada bibir luar biasanya halus dan tidak memiliki lipatan sebanyak bibir bagian dalam. Beberapa orang memiliki bibir luar yang menyembunyikan bibir bagian dalam, terkadang bibir luar akan melengkung dan memperlihatkan bibir bagian dalam. Jika bibir luar pendek, maka tidak memungkinkan untuk terlihat bibir bagian dalam lebih menonjol.

    Atau karena labia minora pada beberapa orang membuat bibir bagian dalam pendek, maka tidak akan begitu terlihat dari bagian luar. Sementara jika bibir luar dan dalam kecil, maka klitoris akan terlihat.

    2. Ukuran

    Sebenarnya, ukuran vagina bisa berubah-ubah panjangnya disebabkan oleh penggunaan tampon, atau sentuhan jari dan penis. Ukuran dapat berubah karena vagina meregang dan memanjang. Menurut studi, panjang vagina rata-rata di bawah 4 inci. Tetapi, beberapa orang memiliki ukuran vagina 7 inci, dan ini bukanlah permasalahan.

    3. Warna

    Setiap wanita bisa memiliki warna vagina berbeda-beda seperti merah anggur, merah jambu, dan anggur. Warna vulva pada vagina bisa bervariasi tergantung aliran darah. Selama terangsang, aliran darah akan meningkat dan membuat vulva berwarna keunguan. Namun pada beberapa kasus, w wanita mengalami perubahan warna karena infeksi jamur yang menyebabkan vulva berwarna merah atau ungu.

    4. Rambut kemaluan

    Rambut kemaluan pada vagina berfungsi melindungi alat kelamin dari penyakit bakteri. Rambut kemaluan menunjukkan kematangan seksual seperti perkembangan selama pubertas. Setiap orang memiliki jumlah, warna, dan tekstur rambut yang bervariasi.

    Anak yang belum berusia 8 tahun namun memiliki rambut kemaluan yang berlebih bisa menandakan tingginya risiko Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau biasa disebut dengan sindrom Ovarium Polikistik.

    5. Keputihan

    Keputihan dapat membuat vagina tetap sehat, beberapa orang akan menggunakan warna untuk melihat kesuburannya. Peningkatan debit pada keputihan terjadi sebelum ovulasi, namun pada beberapa kondisi perubahan keputihan dapat mengidentifikasi adanya infeksi yang memerlukan pengobatan medis. Seseorang harus menemui dokter jika mengeluarkan cairan berwarna hijau, abu-abu, dan memiliki bau busuk.

    6. Berdarah

    Darah haid pada setiap wanita juga bisa bervariasi. Beberapa orang akan mengalami bercak ringan, sementara yang lainnya akan mengalami pendarahan yang hebat. Aliran menstruasi yang deras dapat mengganggu aktivitas keseharian dan menyebabkan anemia. Jika sudah terjadi demikian, penanganan medis mungkin diperlukan.

    7. Bau

    Lantaran mengandung bakteri yang dapat menyebabkan bau, aroma vagina seseorang akan bervariasi mulai dari rasa manis hingga bau yang menyengat. Perubahan siklus juga dapat memengaruhi bau di area vagina. Biasanya bau tidak perlu diperhatikan. Namun pada beberapa kasus, bau tidak sedap muncul karena adanya infeksi bakteri.

    Beberapa gejala yang mengharuskan wanita periksa ke dokter:

    • Debit keputihan yang tidak biasa
    • Bau yang tidak biasa
    • Perubahan pada warna vulva
    • Pendarahan hebat saat berhubungan seks

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Makanan Ini Bantu Jaga Kesehatan Miss V, Perempuan Wajib Tahu


    Jakarta

    Kesehatan organ intim memiliki banyak pengaruh bagi tubuh, khususnya pada sistem reproduksi. Bila tak dijaga dengan baik, dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti ketidaksuburan hingga berbagai penyakit atau infeksi pada organ intim.

    Untuk itu, menjaga kebersihan vagina merupakan hal yang penting dan tak boleh terlewatkan. Namun, di luar itu, mengatur pola makan yang baik dan seimbang juga dibutuhkan oleh vagina.

    Layaknya bagian tubuh yang lain, organ intim juga membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang sesuai untuk dapat bekerja secara optimal. Apa yang kita konsumsi juga dapat berpengaruh pada kesehatan organ intim.


    Berikut adalah tujuh makanan yang bermanfaat bagi kesehatan vagina, dikutip dari berbagai sumber.

    1. Air

    Air adalah salah satu asupan terpenting bagi tubuh, tak terkecuali bagi organ intim. Mengonsumsi air yang cukup dapat menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, termasuk pada vagina. Asupan air juga dapat membantu menjadi pelumas alami bagi vagina.

    2. Alpukat

    Dikutip dari Healthline, alpukat mengandung lemak sehat, vitamin B6, dan potasium, di mana ketiga kandungan ini memiliki manfaat baik bagi organ intim. Buah ini dapat meningkatkan lubrikasi dan kadar estrogen dan memperkuat dinding vagina.

    3. Jus kranberi

    Jus kranberi mengandung komponen asam yang mampu melawan bakteri-bakteri jahat. Mengonsumsi jus ini juga dipercayai dapat membantu mencegah dan meringankan gejala infeksi saluran kemih.

    4. Probiotik

    Probiotik mengandung bakteri baik yang dibutuhkan vagina untuk mempertahankan keseimbangan pHnya. Produk-produk probiotik, seperti yogurt, kimchi, kombucha,dan acar, mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh.

    5. Bawang putih

    Bawang putih dikenal akan kemampuan antimikrobanya. Mengonsumsi bawang putih mentah dipercayai dapat membantu tubuh melawan infeksi, termasuk salah satunya adalah infeksi jamur pada vagina.

    6. Telur

    Telur merupakan salah satu contoh makanan yang memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk tubuh. Kandungan ini dapat memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, termasuk di antaranya adalah membantu meningkatkan dan melancarkan sirlukasi serta aliran darah dalam tubuh.

    7. Kedelai

    Kedelai memiliki kandungan fitoestrogen yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ intim. Kandungan ini dapat berperan sebagai pelumas alami bagi vagina. Selain itu, fitoestrogen juga dapat membantu menangani sejumlah permasalahan, seperti permasalahan menstruasi hingga meringankan gejala menopause.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy