Tag: inflamasi

  • 4 Superfood Ini Ampuh Cegah Peradangan di Tubuh


    Jakarta

    Inflamasi atau peradangan bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan bernutrisi. Di antara banyaknya pilihan, menurut ahli 4 makanan ini dianggap paling ampuh.

    Inflamasi atau peradangan adalah mekanisme ketika tubuh melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing. Inflamasi tidak hanya terjadi saat benda asing menyerbu sistem kekebalan tubuh, tetapi juga dapat terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melindungi, justru menyerang tubuh sendiri.

    Peradangan atau inflamasi kronis dapat membahayakan kesehatan. Berisiko memicu berbagai macam penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, sampai diabetes.


    Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan beralih ke pola hidup sehat. Melakukan diet dengan konsumsi makanan-makanan bernutrisi.

    Para ahli pun merekomendasikan konsumsi 4 makanan super ini. Melansir Mirror UK, berikut daftarnya:

    1. Buah beri

    White bowl filled with fresh mixed organic berries on blue garden table. Some berries are scattered outside the bowl. DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USMAneka macam buah berry bisa membantu atasi masalah peradangan atau inflamasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital

    Buah beri, seperti strawberry, blueberry, hingga raspberry merupakan buah kaya antioksidan. Senyawa tersebut dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat membahayakan sel, menyebabkan penyakit, hingga penuaan.

    Buah beri juga mengandung flavonoid yang memiliki fungsi serupa, yaitu menangkal radikal bebas dalam tubuh.

    Namun, diantara banyaknya buah beri, ada yang jauh lebih tinggi kandungan flavonoidnya, yaitu blackberry. Blackberry dikenal memiliki kandungan fitronutrien tinggi yang menawarkan sifat anti-inflamasi. Itu juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

    2. Ikan

    Ikan TunaKonsumsi Ikan Tuna juga disarankan karena kandungannya bisa atasi masalah peradangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Jordanlye

    Ikan berlemak juga merupakan pilihan baik untuk mengatasi masalah inflamasi atau peradangan.

    NHS (National Health Service) merekomendasikan untuk mengonsumsi ikan setidaknya dua porsi per minggu.

    Ikan berlemak, seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden kaya akan EPA (asam eikosapentanoat) dan DHA (Asam dokosaheksaenoat) yaitu dua jenis omega-3 yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk sifat anti-inflamasinya.

    Ketika seseorang mengonsumsi ikan berlemak ini, tubuh akan mengubah asam lemak menjadi senyawa disebut resolvin dan protectin, yang dapat menurunkan tingkat peradangan dalam tubuh.

    Kamu bisa mengonsumsi ikan-ikan berlemak ini dengan memanggang atau merebusnya. Bisa juga diolah sebagai isian dalam sandwich.

    Daftar makanan lain yang direkomendasikan untuk atasi masalah inflamasi, bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Brokoli

    Brokoli menjadi salah satu sayuran yang tepat dikonsumsi. Brokoli punya segudang manfaat kesehatan yang mengesankan.

    Brokoli menjadi sumber serat dan protein yang baik untuk tubuh. Selain itu, brokoli juga menjadi makanan pembangkit tenaga yang penuh nutrisi. Sayuran hijau ini mengandung flavonoid seperti kaempferol dan quercetin.

    Brokoli juga sarat akan berbagai karotenoid yang dapat membantu menjaga perkembangan kanker kulit dan penyakit mata tertentu.

    Brokoli bisa dikonsumsi dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Untuk penyajian yang lebih enak, bisa dikombinasikan dengan daging sapi atau ditambah ke dalam sup kaldu.

    4. Kunyit

    jamu kunyit asam atau kunir asem.Konsumsi kunyit yang mengandung kurkumin ini juga baik untuk mengatasi masalah peradangan. Foto: Getty Images/Ika Rakhmawati Hilal

    Kunyit juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi masalah inflamasi atau peradangan. Tanaman herbal berwarna kuning ini memiliki beberapa sifat anti-inflamasi yang disebut dapat membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri terkait masalah peradangan sendi.

    Selain masalah sendi, konsumsi kunyit juga diyakini dapat mengatasi masalah peradangan di kulit seperti jerawat.

    Para peneliti yang disebut Mirror.co.uk menemukan, kandungan kurkumin pada kunyit mampu berinteraksi dengan beberapa molekul yang terlibat dalam peradangan. Beberapa orang pun percaya, efeknya dalam mengatasi masalah peradangan pun akan sama seperti cara kerja obat yang dijual bebas.

    Kunyit bisa dimasukkan ke dalam olahan makanan. Kamu juga bisa menikmatinya dalam bentuk minuman, seperti menambahkannya ke dalam segelas susu. Supaya rasanya tidak begitu kuat, kamu bisa mencampur rempah-rempah lain, seperti kayu manis atau jahe.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Transformasi Wanita Berhasil Turunkan BB 7 Kg dalam 21 Hari, Begini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang wanita bernama Anjali Sachan di India membagikan transformasi tubuhnya yang berhasil menurunkan berat badan hingga 7 kilogram dalam 21 hari. Selain itu, ia juga mengecilkan lingkar pinggang sebanyak 3 inci dan mengatasi masalah inflamasi yang sebelumnya mengganggu kesehariannya.

    Dalam unggahannya di akun Instagram, Anjali menceritakan perubahan pola makan dan gaya hidup sederhana yang dijalaninya.

    Ia menekankan kunci penurunan berat badan cepat bukan hanya diet ketat, melainkan juga menerapkan pola hidup sehat.


    “Inilah cara saya menurunkan 7 kg dalam 21 hari,” katanya, dikutip dari Hindu Times.

    Beberapa langkah yang ia jalani setiap hari antara lain:

    Mengonsumsi makanan seimbang berbasis bahan utuh kaya nutrisi untuk mengurangi peradangan.

    • Berjalan 10 ribu langkah setiap hari dengan tambahan beban pinggang agar hasil lebih optimal.
    • Menerapkan OMAD (One Meal a Day) dua kali seminggu, pola puasa intermiten untuk memicu pembakaran lemak.
    • Mengutamakan protein tanpa lemak dan bahan anti-inflamasi pada menu makanannya.
    • Mengonsumsi MCT oil atau suplemen makanan yang terbuat dari jenis lemak khusus di pagi hari untuk mendukung pembakaran lemak dan menjaga energi tetap stabil.

    Menurut Anjali, hasil diet yang ia jalani terasa nyata pada tubuhnya. Ia mengaku tidak lagi mengalami perut kembung, sehingga sistem pencernaannya terasa lebih ringan dan nyaman. Selain itu, keinginan untuk ngemil juga hilang, membuatnya lebih mudah menjaga pola makan tanpa harus terus-terusan mencari camilan.

    Perubahan paling terlihat adalah kulit yang tampak lebih bersinar, perut semakin rata, serta energi tubuh yang meningkat drastis. Anjali menyebut kondisi ini membuat kesehatannya terasa jauh lebih baik dan vitalitasnya pulih secara signifikan.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 7 Rekomendasi Asupan Segar Bernutrisi, Bantu Jaga Kondisi Saat Cuaca Terik Menyengat

    Jakarta

    Suhu di banyak wilayah Indonesia terasa menyengat dalam beberapa hari terakhir. Siang hari bisa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, membuat tubuh gampang lelah dan dehidrasi.

    Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi panas ekstrem ini diperkirakan mulai berkurang menjelang akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring bertambahnya tutupan awan dan datangnya hujan ringan di sejumlah daerah.

    Selama cuaca masih panas, menjaga pola makan sangat penting agar tubuh tetap segar dan tidak mudah drop. Konsumsi jenis makanan ini sehari-hari memberikan pengaruh besar pada daya tahan tubuh, keseimbangan cairan, dan kenyamanan pencernaan.


    Pentingnya Makanan yang Tepat Saat Cuaca Terik

    Tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal saat suhu udara meningkat. Proses pendinginan tubuh dilakukan dengan cara berkeringat, membuat cairan serta elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium ikut berkurang. Jika tidak digantikan melalui makanan dan minuman yang sesuai, konsentrasi menurun, tubuh gampang lemas, pusing, bahkan dehidrasi.

    Selain itu, panas berlebih juga memicu stres oksidatif di dalam sel tubuh. Kondisi ini terjadi ketika produksi radikal bebas meningkat akibat paparan panas dan sinar ultraviolet. Karena itu, tubuh membutuhkan makanan kaya air, vitamin, dan antioksidan untuk membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil di tengah cuaca terik.

    Beberapa jenis makanan dan minuman justru bisa membuat tubuh semakin lelah saat suhu udara panas. Makanan tinggi garam bisa membuat tubuh menyerap dan menahan air lebih banyak dan cepat merasa haus. Begitu juga dengan makanan berlemak dan gorengan yang bikin tenggorokan tidak nyaman dan tubuh butuh waktu lama untuk mencerna.

    Hindari minuman berkafein tinggi, karena dapat meningkatkan pengeluaran urine dan memperparah dehidrasi. Sementara itu, minuman manis berlebihan justru menghambat penyerapan cairan.

    Rekomendasi Makanan dan Minuman Sehat Saat Cuaca Terik

    Makanan yang sesuai untuk kondisi panas memiliki kandungan air tinggi, kaya vitamin dan mineral, serta mudah dicerna. Kandungan air di dalam buah dan sayur membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Vitamin C dan antioksidan berperan melindungi sel dari kerusakan akibat stres panas, sementara kalium dan magnesium membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh.

    Pilih makanan yang segar dan alami tanpa banyak pemanis tambahan. Konsumsi langsung atau dibuat jus tanpa gula lebih dianjurkan agar nutrisi tidak rusak oleh panas.

    1. Semangka

    Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Semangka mengandung sekitar 92 persen air dan kaya akan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium. Semangka bisa bantu menurunkan suhu tubuh dan mempercepat pemulihan cairan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik di cuaca panas. Kandungan likopen dan vitamin C di dalamnya juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif.

    2. Melon

    Buah ini juga termasuk kelompok buah tinggi air dengan kadar air hingga 91 persen. Melon mengandung vitamin A dan C yang baik untuk imunitas, serta kalium yang menjaga keseimbangan elektrolit.

    3. Jeruk dan Lemon

    Buah sitrus kaya akan vitamin C dan flavonoid, yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi efek oksidatif akibat paparan sinar matahari. Kandungan air jeruk mencapai 87 persen, sehingga efektif membantu hidrasi tubuh. Asam sitrat di dalamnya juga membantu menyeimbangkan pH tubuh saat cuaca ekstrem.

    4. Timun (Ketimun)

    Meski sering dianggap sayur, timun secara botani termasuk buah. Kandungan airnya mencapai 98%, salah satu yang tertinggi di antara tanaman segar. Timun mengandung antioksidan seperti cucurbitacin dan lignan yang berperan menurunkan inflamasi ringan akibat panas.

    5. Air Kelapa

    Kandungan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium yang penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang lewat keringat. Menurut studi dari Jurnal Sports tahun 2023, efektivitas air kelapa dalam menjaga hidrasi sebanding dengan minuman olahraga komersial, dengan keunggulan alami tanpa tambahan pemanis buatan.

    6. Infused Water

    Air mineral dengan tambahan irisan buah seperti lemon, timun, apel, kiwi, atau strawberi memberi sensasi segar sekaligus membantu tubuh lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan harian. Aroma buah di dalamnya membuat tubuh terasa lebih relaks saat cuaca sedang sangat terik.

    7. Teh dingin

    Teh mengandung antioksidan katekin dan polifenol yang membantu melawan radikal bebas akibat panas berlebih. Tambahan sedikit gula ke dalam teh dingin membantu mengembalikan energi yang hilang akibat termoregulasi yang dilakukan tubuh.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Hoax! Lemon Tak Bisa Pangkas Lemak, Tapi Memang Bisa Bikin Diet Lebih Efektif


    Jakarta

    Air lemon dipercaya bisa mengikat dan membakar lemak, sehingga banyak dianjurkan untuk diet saat ingin menurunkan berat badan. Awas, dokter gizi menegaskan konsep ini tidak tepat.

    “Itu mitos ya,” kata dokter gizi klinis dr Dessy Suci Rachmawati, SpGK, kepada detikcom, Jumat (30/5/2025).

    Menurut dr Dessy, lemon tidak secara langsung bekerja dengan mengikat maupun membakar lemak. Meski demikian, ia membenarkan bahwa air lemon memang bisa membantu menurunkan berat badan secara tidak langsung.


    Dijelaskan, lemon mengandung antioksidan yang bekerja mengurangi stres oksidatif di dalam tubuh. Pada orang dengan obesitas, terjadi inflamasi atau peradangan kronis yang mengganggu imunitas dan proses regenerasi sel tubuh.

    Lemon, menurut dr Dessy, bisa membantu mengurangi proses radang tersebut. Selain itu, minum air lemon juga bisa mengalihkan keinginan untuk mengonsumsi minuman manis penyebab berat badan meningkat.

    “Tetap dapat efek seger, tapi tanpa tambahan gula. Mungkin membantu agar tidak pengen minuman manis,” jelasnya.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Diet 90-30-50, Ini Rekomendasi Menu Makanan dari Pakar


    Jakarta

    Media sosial belakangan tengah ramai dengan fenomena diet 90-30-50 yang diklaim efektif menurunkan berat badan hingga 8 kg dalam waktu dua bulan saja. Metode diet ini dilakukan dengan cara mengombinasi makanan-makanan seperti protein, serat, dan lemak sehat.

    Sebagai informasi, diet 90-30-50 diperkenalkan oleh seorang ahli diet di Amerika Serikat Courtney Kassis pada 2023. Dirinya menciptakan diet ini karena didiagnosis mengidap penyakit Hashimoto, yang menyebabkan ia kesulitan menurunkan berat badan.

    Menurut Courtney, metode diet ini mengharuskan seseorang mengatur pola makan dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Sejak melakukan metode diet ini, Courtney mengaku sukses menurunkan berat badan dari 58 kg menjadi 50 kg dalam waktu kurang lebih dua bulan.


    Dikutip dari Times of India, ahli gizi Catherine Gervacio, RND mengatakan kandungan protein yang cukup pada metode ini memang efektif untuk mendukung pemeliharaan, perbaikan, dan rasa kenyang.

    “Rekomendasi umum adalah 0,8 hingga 1 gram per satu kg berat badan untuk orang dewasa,” kata Gervacio.

    “Mengenai serat, jumlahnya (pada metode diet ini) cukup untuk mengatur gula darah, meningkatkan kesehatan usus, dan meningkatkan rasa kenyang. Kebanyakan orang tidak memenuhi anjuran 25 gram (untuk wanita) dan 38 gram (untuk pria) setiap hari,” sambung dia.

    Mengenai lemak sehat, ahli diet Trista Best, MPH, RD, LD mengatakan seseorang harus memprioritaskan lemak sehat jika ingin mengikuti metode diet ini. Best juga merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh dan menghindari lemak trans.

    “Lemak sehat meliputi lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti yang bisa ditemukan di ikan salmon, biji chia, tahu, almond, dan alpukat,” kata Best.

    Berikut makanan-makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50. Namun, perlu dicatat bahwa hasil dari metode diet ini mungkin akan berbeda pada masing-masing orang, tergantung dengan kondisi kesehatan dan sistem metabolisme masing-masing.

    • Protein: daging ayam, daging sapi, telur, kalkun, yogurt Yunani, dan keju cottage.
    • Serat: sayuran berdaun hijau, brokoli, kembang kol, biji chia, biji rami, kacang almond, dan buncis.
    • Lemak sehat: kacang-kacangan dan selai kacang, biji-bijian, alpukat, minyak zaitun.

    Ahli gizi diet Shelley Balls, MDA, RDN, LDN mengatakan metode ini diet terbilang “sangat efektif” untuk membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, mengonsumsi protein yang cukup memang bisa membantu menjaga massa otot.

    Balls menambahkan konsumsi serat harian yang cukup dapat membantu seseorang untuk merasa kenyang lebih lama. Efek anti-inflamasi pada lemak sehat juga efektif dalam membantu menurunkan berat badan seseorang.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 8 Buah yang Bisa Cepat Turunkan BB


    Jakarta

    Buah-buahan adalah salah satu jenis makanan yang kerap direkomendasikan untuk diet. Tentunya bukan tanpa alasan, sebab buah-buahan mengandung berbagai macam nutrisi yang bisa menunjang penurunan berat badan.

    Salah satu nutrisi utama pada buah-buahan adalah serat. Serat dapat membantu melancarkan fungsi pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, serta mengendalikan nafsu makan.

    Beberapa jenis buah-buahan juga mengandung sejumlah nutrisi yang turut mendukung pengelolaan berat badan, seperti vitamin dan antioksidan.


    Pertanyaannya, buah apa saja yang paling baik dikonsumsi saat diet untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

    1. Apel

    Apel kaya akan polifenol, yakni zat antioksidan yang mampu melawan peradangan. Buah ini juga kaya akan serat yang mengenyangkan. Satu buah apel berukuran sedang beserta kulitnya dapat mengandung lebih dari 4 gram serat, atau 14 persen dari rekomendasi asupan serat harian.

    Sebuah studi juga menemukan mengonsumsi apel sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori.

    2. Alpukat

    Meskipun alpukat memiliki kadar lemak dan kalori yang tinggi, buah ini merupakan salah satu pilihan tepat untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah studi pada 2021 mengungkapkan konsumsi alpukat dikaitkan dengan penurunan lemak visceral, yakni lemak yang menumpuk di area rongga perut. Penelitian serupa juga menemukan alpukat dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan keinginan untuk makan sebesar 28-40 persen selama lima jam berikutnya.

    3. Blueberry

    Blueberry termasuk buah rendah kalori dengan sekitar 85 kalori per cangkir. Buah ini juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

    Penelitian menunjukkan mengonsumsi 150 gram (sekitar satu cangkir) blueberry setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 15 persen.

    Anthocyanin, sejenis antioksidan yang ada pada blueberry, juga dapat membantu menurunkan berat badan. Studi menunjukkan asupan antosianin yang tinggi dikaitkan dengan massa lemak yang lebih rendah, yaitu sekitar 3-9 persen.

    4. Kiwi

    Satu buah kiwi mengandung sekitar 50 kalori dan kurang dari 7 gram gula. Perpaduan ini membuat kiwi cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Buah kiwi juga dapat membantu pengelolaan berat badan. Sebuah studi pada 2020 menemukan konsumsi kiwi secara rutin pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan penurunan lemak tubuh, tekanan darah, dan penanda inflamasi secara signifikan.

    5. Jeruk

    Jeruk identik dengan vitamin C. Selain bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh, vitamin ini juga dapat menunjang proses penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2005 menemukan vitamin C dapat meningkatkan pembakaran lemak 30 persen lebih banyak saat berolahraga. Kandungan serat dan air pada jeruk juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    6. Pir

    Pir memiliki kandungan senyawa alami yang terbukti dapat menurunkan kadar gula darah, meredakan peradangan, serta menjaga kesehatan paru-paru dan jantung. Buah ini juga merupakan pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menemukan orang dewasa yang mengonsumsi dua buah pir setiap hari dapat mengalami penurunan ukuran lingkar pinggang hingga 0,7 cm.

    Pir juga kaya akan serat, air, serta rendah kalori. Kombinasi ini menjadikannya buah yang ideal dikonsumsi saat diet.

    7. Stroberi

    Seperti buah beri lainnya, stroberi termasuk buah yang rendah kalori dan gula. Di sisi lain, stroberi juga mengandung serat dan antioksidan tinggi, membuatnya sangat berkhasiat bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

    Stroberi juga sudah diteliti potensinya untuk melawan berbagai macam penyakit, seperti sindrom metabolik, diabetes, obesitas, penyakit jantung, hingga kanker. Jadi selain membantu menurunkan badan, mengonsumsi stroberi secara rutin juga dapat melindungi dari risiko penyakit yang membahayakan nyawa.

    8. Semangka

    Kandungan air, serat, antioksidan, dan nutrisi lainnya membuat semangka menjadi salah satu buah yang tepat untuk mendukung penurunan berat badan.

    Dalam sebuah penelitian, orang dengan obesitas yang mengonsumsi 2 cangkir semangka potong mengalami penurunan indeks massa tubuh (body mass index/BMI), rasio pinggang-pinggul, tekanan darah sistolik, dan stres oksidatif yang signifikan. Selain itu, mereka juga mengaku merasa kenyang lebih lama, dan keinginan untuk makan lebih banyak berkurang.

    Semangka juga termasuk buah yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi oleh pejuang diet yang berusaha mencapai defisit kalori.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu


    Jakarta

    Tidak semua konsumsi sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, beberapa jenis sayuran bisa menimbulkan efek samping peradangan pada orang dengan kondisi tertentu.

    Sayuran dikenal sebagai makanan menyehatkan karena didalamnya terkandung banyak nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan antioksidan.

    Bahkan, setiap hari seseorang disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah dengan total 400 gram.


    Meskipun begitu, jenis sayuran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang menyebabkan peradangan.

    Peradangan merupakan respon tubuh terhadap zat berbahaya, seperti virus, saat sistem kekebalan tubuh mencoba memperbaiki masalah dan menyembuhkan sel yang rusak.

    Peradangan jangka pendek dapat membantu melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

    Selain itu, peradangan juga bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan memperburuk gejala autoimun pada beberapa orang.

    Untuk menghindari efek peradangan, sebaiknya orang dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran.

    Melansir health.com (03/02/2025), berikut daftar sayuran yang konsumsinya picu peradangan pada beberapa kondisi:

    1. Terong

    manfaat konsumsi terongTerong kaya akan nutrisi tetapi bisa sebabkan peradangan pada beberapa orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Sayuran berwarna ungu ini tinggi antioksidan, vitamin, dan serat yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.

    Namun, makan terong dapat menyebabkan peradangan pada penderita artritis reumatoid (peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun).

    Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan kerusakan tulang dan sendi. Penelitian yang disebut situs health.com menyebut solanin bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan seperti radang sendi dan penyakit autoimun lainnya.

    Oleh karena itu, mereka yang sensitif atau punya masalah autoimun lebih baik membatasi atau menghindarinya.

    2. Tomat

    7 Fakta Tomat yang Keliru, Tergolong Sayuran dan Disimpan di KulkasKonsumsi tomat juga bisa sebabkan peradangan kronis karena kandunggan solaninnya. Foto: Daily Meal

    Tomat juga bisa menyebabkan peradangan kronis. Di dalamnya terkandung alkaloid, seperti solanin yang dapat memicu respon peradangan pada beberapa orang.

    Mereka yang sensitif atau punya penyakit autoimun artritis reumatoid dapat mengalami peradangan usai makan tomat.

    Ketika kadar purin yang menjadi pemicu asam urat tinggi, hal tersebut bisa membentuk kristal di sekitar persendian, dan akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri sendi.

    Kandungan asam pada tomat juga bisa mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dalam usus.

    Daftar sayuran lain yang bisa sebabkan peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kentang

    KentangKandungan solanin pada kentang bisa memberikan efek peradangan. Foto: Getty Images/elenaleonova

    Pada sebagian orang, kentang juga bisa menyebabkan peradangan.

    Di dalamnya terkandung solanin, yang bisa memicu respon peradangan, terutama pada orang dengan riwayat sendi.

    Penelitian yang disebut situs health.com juga menemukan solanin dapat memperburuk kerusakan tulang dan sendi melalui efeknya pada kalsium dalam tubuh.

    Selain itu kentang dianggap sebagai makanan dengan kandungan indeks glikemik tinggi. Bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah memiliki efek peradangan.

    Oleh karena itu, menyesuaikan porsi kentang menjadi hal penting supaya mampu mengurangi lonjakan gula darah dan peradangan.

    4. Paprika

    Paprika dikenal sebagai sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, mereka juga mengandung senyawa yang dapat menimbulkan peradangan.

    Paprika mengandung capsaicin dan solanin. Capsaicin merupakan zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Zat ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau gangguan gastrointestinal lainnya.

    Kandungan solanin di dalamnya juga telah dikaitkan dengan peradangan, terutama bagi mereka yang punya riwayat radang sendi.

    5. Cabai

    cabai merahKonsumsi cabai juga perlu dperhatikan karena bisa sebabkan peradangan. Foto: Getty Images

    Di dalam cabai terkandung zat disebut capsaicin yang memiliki efek pedas. Namun, capsaicin ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang.

    Capsaicin melepaskan zat kimia yang menyebabkan peradangan dan memicu terjadinya iritasi gastrointestinal.

    Menurut BfR, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa capsaicin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan sejumlah gejala, seperti mulas, refluks asam, mual, diare, serta nyeri pada perut dan dada.

    Orang yang rentan terhadap refluks asam atau dengan kondisi usus lainnya perlu membatasi asupan cabai. Kalau tidak, pilih alternatif cabai lain yang punya tingkat pedas lebih ringan.

    Sesuaikan juga ukuran porsi sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Dibuang! Kulit Nanas Bisa Diracik Jadi Teh Anti-Inflamasi


    Jakarta

    Selain daging buahnya, kulit nanas juga punya manfaat sehat. Kulit nanas bisa diracik jadi teh segar yang berkhasiat mencegah peradangan.

    Buah dan sayuran jadi asupan penting saat diet. Dari sekian banyak jenis buah dan sayuran, ada salah satu yang kulitnya menawarkan manfaat mengejutkan.

    Hal ini diketahui dari eksperimen yang dibagikan oleh seorang wanita. Melansir getsurrey.co.uk (26/02/2025), wanita bernama Gladis mengunggah video di akun TikTok miliknya @gladissahm.


    Dalam video tersebut, Gladis menunjukkan nanas yang ia beli di supermarket lokal dekat rumahnya. Lalu, nanas tersebut dipotong dan dikupas kulitnya.

    Alih-alih membuang sisa kulit nanas yang kasar, wanita ini justru memasukkannya ke dalan panci besar di atas kompor. Gladis menambahkan air dan merebusnya.

    Jangan Dibuang! Kulit Nanas Bisa Diracik Jadi Teh Anti-InflamasiKulit nanas itu direbus sampai mendidih. Foto: Tiktok @gladissahm

    Ia membiarkan rebusan kulit nanas itu sampai mendidih, barulah disaring dalam gelas. Gladis juga menambahkan sedikit madu ke dalam rebusan kulit nanas tersebut.

    Melihat video racikan teh ini, banyak netizen bertanya terkait manfaatnya. Dalam kolom komentar, Gladis menjawab teh dari sisa kulit nanas ini bermanfaat mengurangi inflamasi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mengatasi masalah pencernaan.

    Menurut Healthline, nanas memang kaya akan vitamin C yang penting untuk kekebalan tubuh, penyerapan zat besi, dan pertumbuhan serta perkembangan.

    Nanas juga kaya akan antioksidan yang membantu tubuh menangkal stress oksidatif.

    Jangan Dibuang! Kulit Nanas Bisa Diracik Jadi Teh Anti-InflamasiRebusan kulit nanas itu llalu disaring, dan dibberi sedikit madu. Foto: Tiktok @gladissahm

    Namun, kulitnya juga tak kalah bermanfaat. Melansir fkm.unair.ac.id, kandungan gizi yang ada pada kulit nanas terdiri dari karbohidrat yang mudah dicerna.

    Di dalamnya ada sekelompok enzim pencernaan disebut bromelain yang dapat memudahkan pencernaan protein Kandungan serat di dalamnya juga baik untuk kesehatan pencernaan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi Tiap Pagi Bisa Picu Peradangan, Ini Hasil Risetnya


    Jakarta

    Kopi disebut punya efek antiinflamasi atau antiperadangan, tapi fakta menunjukkan minum kopi tiap pagi bisa memicu peradangan pada tubuh. Ini hasil riset para ahli.

    Banyak orang mendapat asupan kafein dari kebiasaan minum kopi. Namun, beberapa penelitian menemukan kopi dan kafein dapat meningkatkan atau mengurangi peradangan, tergantung pada masing-masing orang. Kafein saja, tidak harus dalam bentuk kopi, dapat menyebabkan peradangan.

    Mengutip Health (23/5/2025), sebelumnya kebiasaan minum kopi telah dikaitkan dengan risiko kanker tertentu yang lebih rendah, diabetes tipe 2, penyakit hati, dan kematian. Hal ini mungkin disebabkan peradangan yang berkurang dan sensitivitas insulin yang lebih baik.


    Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa konsumsi lebih banyak kopi dikaitkan dengan penanda peradangan yang lebih rendah (tes darah yang mendeteksi peradangan).

    Sebuah uji klinis juga mengungkap, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi, mereka yang minum setidaknya 4 cangkir kopi setiap hari memiliki penanda peradangan yang berkurang, termasuk protein C-reaktif (CRP). Hasil ini konsisten pada peserta yang minum kopi berkafein dan tidak berkafein.

    Peran kafein pada peradangan tubuh

    Efek antiperadangan dari kopi ternyata dapat bervariasi tergantung pada jenis kopi dan bagaimana biji kopi tersebut diproses atau dipanggang. Kopi hijau (terbuat dari biji kopi yang belum dipanggang) mengandung lebih banyak asam klorogenat yaitu senyawa antiperadangan, daripada kopi hitam yang dipanggang.

    Walau kafein dari kopi mungkin menurunkan atau meningkatkan peradangan pada tubuh, faktor lain juga memengaruhinya. Contohnya bahan tambahan pada kopi, seperti krim, gula, dan susu. Bahan-bahan ini bisa meningkatkan risiko peradangan pada tubuh.

    Efek kafein pada tubuh

    Happy woman drinks a black espresso coffee and smiles. The concept of problems with the color of teeth from bad habitsEfek umum mengasup kafein dari kopi adalah tingkat kewaspadaan yang bertambah. Foto: Getty Images/frantic00

    Efek paling umum dari asupan kafein ke tubuh adalah meningkatkan kewaspadaan. Kafein merangsang sistem saraf pusat, membuat kamu merasa lebih terjaga. Namun, mengonsumsi terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kegelisahan, kegembiraan, gemetar, dan insomnia

    Kafein juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Tinjauan penelitian menemukan asupan kopi yang lebih tinggi menghasilkan risiko gagal jantung yang lebih rendah. Ada juga bukti bahwa kafein dapat menurunkan risiko depresi, meningkatkan ambang nyeri, dan meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh, pencernaan, dan pernapasan.

    Tak hanya itu, kafein memiliki sifat antioksidan. Artinya, kafein mampu menangkal efek berbahaya dari senyawa yang disebut radikal bebas untuk melindungi sel dari stres oksidatif dan kerusakan. Kafein juga dapat mengurangi kerusakan kulit akibat radiasi ultraviolet (UV).

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu tips konsumsi kafein dan tips mengatasi peradangan.

    Tips konsumsi kafein yang aman

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas aman asupan kafein 400 mg saja per hari atau sekitar 4 cangkir kopi. Jumlah ini secara umum disebut tidak berkaitan dengan efek negatif kafein.

    Lalu, ada beberapa cara lain untuk memastikan konsumsi kafein tidak memunculkan efek samping. Berikut caranya:

    1. Baca daftar bahan pada produk kemasan
    Kafein mungkin terkandung dalam produk yang tidak kamu duga, seperti protein bar, permen karet, dan obat-obatan tertentu yang dijual bebas. Jika kafein ditambahkan sebagai bahan tersendiri, kafein akan tercantum dalam daftar bahan produk kemasan.

    2. Waspadai konsumsi minuman berenergi
    Jumlah kafein dalam minuman berenergi sangat bervariasi. Minuman ini dapat mengandung 54-328 miligram kafein per 16 ons. Dalam beberapa kasus, kamu hampir dapat mencapai jumlah kafein harian maksimum setelah menenggak satu minuman.

    3. Coba minuman tanpa kafein
    Kopi dan teh yang mengandung lebih sedikit atau tanpa kafein bisa jadi pilihan mereka yang sensitif terhadap efek samping kafein.

    Tips mengatasi peradangan

    makan sehatSecara umum, pola makan sehat dapat mencegah peradangan pada tubuh. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

    Meskipun kafein pada kopi mungkin memiliki efek antiperadangan, kafein sendiri dapat meningkatkan atau mengurangi peradangan. Semua itu bergantung pada kondisi tubuh tiap individu, ditambah faktor lain seperti bahan tambahan yang mungkin juga berperan dalam efek peradangannya.

    Namun, ada cara umum untuk mengatasi peradangan pada tubuh yang bisa memicu penyakit serius, seperti diabetes, jantung, dan kanker. Cara tersebut antara lain:

    1. Mengurangi konsumsi makanan olahan atau kemasan
    2. Meningkatkan asupan makanan antiperadangan, seperti apel dan brokoli
    3. Hindari atau berhenti merokok
    4. Hindari minuman alkohol
    5. Kelola stres
    6. Kurangi paparan bahan kimia beracun
    7. Tidur cukup
    8. Olahraga teratur

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Pemilik Goldar Ini Disebut Lebih Rendah Risikonya Kena Serangan Jantung


    Jakarta

    Studi ilmiah terus menunjukkan korelasi antara penyakit kardiovaskular dan golongan darah. Individu bergolongan darah O lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan golongan darah lainnya. Kok bisa begitu?

    Golongan Darah dan Penyakit Jantung Koroner

    Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan dalam Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, mengungkapkan pembawa darah A, B, atau AB lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, dibandingkan dengan golongan darah O.

    Temuan menunjukkan tingkat serangan jantung dan gagal jantung yang lebih tinggi di antara pembawa darah non-O.


    Sebaliknya, golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan, menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang signifikan. Peningkatan risiko pada golongan darah non-O mungkin terkait dengan kadar faktor pembekuan yang lebih tinggi dan penanda inflamasi tertentu, yang dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri dan penyakit jantung seiring waktu.

    Selama lebih dari dua dekade, penelitian yang ketat menemukan bahwa individu dengan golongan darah non-O, yakni A, B, dan AB, memiliki risiko yang lebih tinggi sekitar 6-23 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O.

    Dikutip dari Times of India, temuan ini menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin memiliki perlindungan kardiovaskular yang cukup. Itu kemungkinan karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Secara spesifik, risikonya 11 persen lebih tinggi untuk golongan darah non-O.

    Risiko Stroke

    Golongan darah juga dikaitkan dengan risiko stroke, terutama pada kasus stroke yang terjadi pada usia dini. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap stroke sebelum berusia 60 tahun.

    Individu dengan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah, dan inilah mengapa golongan darah mungkin menjadi komponen integritas kardiovaskular secara keseluruhan.

    Temuan studi tahun 2014, yang dipublikasikan dalam Jurnal Trombosis dan Hemostasis menyelidiki total 646 kasus dan menyimpulkan bahwa pada individu non-diabetes, golongan darah AB memiliki risiko stroke sekitar 1,6 hingga hampir 7 kali lebih tinggi dibandingkan dengan golongan darah O. Sementara risiko keseluruhan sekitar 1 hingga 3,3 kali lebih tinggi pada seluruh populasi.

    Mengetahui Golongan Darah Penting?

    Variasi risiko kardiovaskular berdasarkan golongan darah diduga disebabkan oleh variasi peradangan dan pembekuan darah. Individu golongan darah non-O memiliki konsentrasi faktor pembekuan darah, faktor VIII, dan faktor von Willebrand, yang lebih tinggi.

    Konsentrasi yang lebih tinggi tersebut berpotensi memicu pembentukan gumpalan darah yang berbahaya. Golongan darah non-O juga memiliki konsentrasi penanda inflamasi yang lebih tinggi, yang berpotensi menyebabkan perkembangan penyakit jantung dalam jangka panjang.

    Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, mengetahui bahwa golongan darah O memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah akan memberikan panduan untuk pencegahan dengan penekanan. Pasien dengan golongan darah lain harus menjalani pemeriksaan kardiovaskular yang lebih intensif dan intervensi yang lebih berani terhadap variabel risiko, seperti pola makan, olahraga, dan tekanan darah.

    Pasien golongan darah O terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke di awal kehidupan, dibandingkan dengan pasien non-O. Penelitian ilmiah menunjukkan perbedaan faktor pembekuan dan peradangan dapat menjadi penyebab efek perlindungan tersebut.

    Memahami hal-hal detail ini dapat membantu tim medis dan pasien dalam membuat keputusan yang lebih tepat terkait pencegahan dan pengobatan kardiovaskular.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com