Tag: insomnia

  • Konsumsi 6 Jenis Makanan Ini Bisa Picu Insomnia dan Mimpi Buruk


    Jakarta

    Asupan makanan berpengaruh pada pola tidur. Karenanya hindari konsumsi 6 jenis makanan ini agar bisa tidur nyenyak dan tidak mimpi buruk.

    Tidur merupakan waktu untuk tubuh dapat beristirahat. Namun, sayangnya, banyak orang yang mengalami gangguan tidur. Mulai dari sulit tidur hingga pola tidur tak teratur.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh pola makan yang sembarangan. Kandungan pada makanan tersebut bisa merusak hormon tidur atau menyebabkan kondisi tubuh tidak nyaman.


    Selain itu, ada juga gangguan tidur yang membahayakan kesehatan tubuh, seperti terjadinya tidur sambil berjalan hingga sulit bernapas.

    Dikutip dari Health.com (19/07/24) berikut 6 jenis makanan yang memicu sulit tidur, sebaiknya batasi konsumsinya.

    1. Alkohol

    Alkohol dapat mengganggu tidur sudah terbukti lewat sebuah penelitian. Menurut peneliti, alkohol dapat mengganggu pelepasan melatonin atau hormon yang mengatur pola tidur.

    Penelitian dari University of Missouri School of Medicine juga menjelaskan bahwa minum alkohol sebelum tidur dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

    Mulai dari mimpi buruk hingga parasomnia atau berjalan saat tidur. Efek alkohol pun dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan gangguan pernapasan.

    2. Kafein

    5 Fakta Kopi Excelsa yang Underrated Tetapi Rasanya IstimewaMinuman berkafein bikin sulit tidur. Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon

    Hindarilah minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh sebelum tidur. Pasalnya, kandungan kafein tersebut dapat menyebabkan kamu tetap terjaga di waktu tidur.

    Beberapa orang memetabolisme kafein dengan cepat, tapi ada juga yang lambat. Nah, yang lambar itu artinya kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh.

    Kondisi ini dapat memberikan efek samping. Diperlukan waktu hingga 6 jam untuk menghilangkan efek kafein. Ahli gizi menyarankan terakhir minum kopi di jam 18.30 agar tidak mengganggu jam tidur.

    3. Makanan Berlemak

    Makanan berlemak terbilang sulit dicerna di dalam tubuh apalagi ketika tubuh sedang berbaring. Dengan begitu, sistem pencernaan akan terus aktif dan membuat orang terjaga.

    Selain itu, berbaring terlalu cepat setelah makan juga menyebabkan refluks asam. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan rasa yang tidak nyaman, seperti rasa terbakar di dada.

    Makanan yang membuat sulit tidur ada di halaman selanjutnya.

    4. Makanan Manis

    Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddyMinuman manis dapat menyebabkan insomnia Foto: Getty Images/iStockphoto/tongpatong

    Sebelum tidur, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi. Makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga membuat tubuh tetap aktif hingga larut malam.

    Tak hanya itu, makanan manis juga meningkatkan kewaspadaan yang pada akhirnya membuat sulit tidur. Alih-alih makan makanan manis, kami bisa mengonsumsi kacang-kacangan sebagai camilan sehat.

    5. Makanan Pedas

    Makanan pedas bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Ini dapat memicu gejala sakit maag yang tidak nyaman sehingga membuat kamu sulit tidur.

    Banyak penelitian yang menemukan bahwa makanan pedas juga dapat meningkatkan metabolisme. Kondisi ini membuat tubuh terus aktif dalam jangka waktu yang lama.

    6. Makanan Olahan

    cara mengonsumsi makanan olahan agar lebih sehatMakanan olahan dapat menganggu pola tidur. Foto: iStockphoto

    Sudah bukan rahasia lagi bahwa makanan olahan tidak baik untuk kesehatan. Salah satunya dapat menyebabkan sulit tidur. Itu karena makanan olahan dikemas dengan natrium.

    Natrium itu dapat menyebabkan risiko kembung dan menahan cairan sebelum tidur. Tentu ini membuat tidak nyaman. Apalagi makanan olahan juga membuat kamu lebih cepat haus.

    Dengan begitu membuat kamu minum lebih banyak air beberapa jam sebelum tidur dan menyebabkan buang air kecil di malam hari.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Susah Tidur? Atasi dengan Konsumsi Minuman Enak Ini


    Jakarta

    Susah tidur kerap dialami oleh banyak orang. Kalau ingin tidur lebih nyenyak, kamu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi minuman yang sehat dan enak satu ini.

    Insomnia adalah masalah susah tidur yang berkelanjutan. Masalah susah tidur ini biasanya terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kecemasan, hingga penyakit kronis.

    Dilansir dari Mirror (23/9), masalah susah tidur ini bisa diatasi dengan cara alami. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman sehat dengan rasa yang enak.


    Sudah banyak yang mengetahui jika teh chamomile sangat baik untuk mengatasi susah tidur. Namun, ternyata tak hanya satu jenis teh saja, tapi hampir semua jenis teh memiliki manfaat yang sama.

    Hal ini dijelaskan oleh Dr Tim Bond, seorang peneliti teh dan ahli kimia dan Tea Advisory Panel (TAP). Ia menjelaskan, “Minum semua jenis teh secara teratur, termasuk secangkir teh biasa.”

    Bond juga mengatakan kalau teh tersebut bisa diminum dengan atau tanpa susu. Teh itu dikonsumsi untuk membantu dalam menghilangkan stres dan kecemasan yang merupakan penyebab utama kurang tidur.

    Hal tersebut juga telah dilaporkan pada penelitian di Tea Advisory Panel, ‘Sleep, Stress, Anxiety, and Tea’. Bahwa, hampir setengah (42 persen) orang dewasa Inggris berpikir bahwa minum teh membantu meredakan stres dan kecemasan yang merupakan penyebab susah tidur.

    Laporan TAP ini mengidentifikasi berbagai uji coba menggunakan berbagai jenis teh dan menunjukkan hasilnya signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur. Jenis teh yang terbukti ada teh chamomile dan lavender. Jenis lainnya, seperti teh hitam dan teh hijau juga bermanfaat untuk tidur.

    Uji coba ini dilakukan selama 3 minggu dan menemukan bahwa minum 5 cangkir teh hijau per hari dapat meningkatkan kualitas tidur. Penelitian lain menemukan bahwa teh hitam yang mengandung GABA (neurotransmitter) secara signifikan meningkatkan waktu tidur.

    Kandungan L-theanine pada teh hitam juga baik untuk meningkatkan kualitas tidur. Waktu untuk tidur dipersingkat, jadi tak lagi mengalami insomnia.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Dear Pasutri, Ini Masalah Kesehatan yang Bisa Sembuh saat Rutin Bercinta

    Jakarta

    Bukan rahasia lagi jika berhubungan seksual dapat memberikan banyak manfaat bagi para pasangan. Selain membuat hubungan lebih ‘hangat’, bercinta juga bisa berdampak positif bagi kesehatan, termasuk menyembuhkan beberapa penyakit.

    Dikutip dari Everyday Health dan WebMD, hormon-hormon yang dilepaskan oleh tubuh saat seseorang berhubungan seksual dapat membantu mengobati beberapa masalah kesehatan yang terjadi.

    Lalu apa saja penyakit yang bisa diobati dengan rutin berhubungan seksual?


    1. Insomnia

    Saat berhubungan seksual, khususnya saat orgasme tubuh akan melepaskan hormon prolaktin. Hormon ini akan membantu seseorang untuk tidur.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi. Hal ini tidak hanya membantu tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak dan lebih nyenyak.

    2. Nyeri di Tubuh

    Selain dapat menghilangkan stres, endorfin yang dilepaskan tubuh saat berhubungan seksual juga dapat menjadi pereda sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin, yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    3. Inkontinensia

    Inkontinensia urine adalah kondisi ketika hilangnya kontrol kandung kemih yang menyebabkan penderitanya sulit menahan buang air kecil. Seks sendiri dapat menguatkan otot panggul yang bisa berdampak pada kesehatan otot-otot kandung kemih, usus, dan rahim (pada wanita) atau prostat (pada pria).

    4. Penyakit Jantung

    Seks dapat meningkatkan detak jantung, yang sangat baik untuk sirkulasi dan membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bagi pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari.

    Penelitian lain pada tahun 2020 menemukan bahwa pasien serangan jantung yang berhubungan seks setidaknya seminggu sekali memiliki peluang 10 persen lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Apakah Bercinta Bikin Tidur Nyenyak? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Bagi sebagian orang, setelah bercinta atau berhubungan seksual biasanya jadi mudah tidur atau membuat tidur lebih nyenyak.

    Ada alasan ilmiah di balik jadi gampang tertidur dan tidur nyenyak setelah berhubungan seksual.

    Dikutip Healthline, banyak ahli mengatakan, meskipun belum ada bukti klinis yang kuat untuk menunjukkan bahwa bercinta dapat membuat tubuh mengantuk, namun mekanisme dasar dari zat kimia yang dilepaskan saat bercinta dapat membantu seseorang untuk tidur dengan lebih baik.


    Salah satu penyebabnya adalah hormon oksitosin yang dikenal sebagai ‘hormon cinta’.

    dr Amer Khan, seorang ahli saraf Sutter Health, spesialis tidur, mengatakan bahwa pelepasan oksitosin terjadi secara bersamaan dengan perasaan kasih sayang dan sentuhan kasih sayang atau sensual, yang dapat mengarah pada perasaan sejahtera yang menyenangkan dan terbebas dari stres.

    “Hormon-hormon lain, seperti dopamin, prolaktin, dan prongesteron, sudah terbukti dapat memengaruhi pikiran dengan rasa lega, rileks, dan mengantuk setelah melakukan hubungan seks yang memuaskan,” Kata Kahn.

    Tinjauan penelitian pada tahun 2016 yang dilakukan di Universitas Ottawa juga menunjukkan bahwa bercinta sebelum tidur dapat mengurangi tingkat stres dan juga dapat membantu bagi seseorang yang mengidap insomnia untuk memulai dan mempertahankan tidurnya.

    Meskipun begitu, Khan mengingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian berskala besar untuk mengeksplorasi hal ini dengan lebih spesifik.

    Ada banyak cara selain bercinta untuk terhubung dengan pasangan dan tentunya dapat menenangkan pikiran sebelum waktu tidur.

    “Sebagai dokter spesialis tidur, saya akan menyarankan orang-orang untuk menikmati waktu bersama,” ucap Khan.

    “Kebersamaan fisik, emosional, dan mental lebih penting daripada berfokus pada kebutuhan untuk mencapai orgasme sebelum tidur,” tutup Khan.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Habis Bercinta Malah Susah Tidur? Kenali Penyebab ‘Post Coital Insomnia’


    Jakarta

    Lazimnya, perasaan nyaman dan puas selepas hubungan seks bikin seseorang mudah terlelap. Faktanya, beberapa orang mengalami sebaliknya yakni jadi nggak bisa tidur.

    Ada banyak kemungkinan penyebab post coital insomnia, kondisi yang dialami saat seseorang susah terlelap usai bercinta. Pada wanita, salah satunya yang paling simpel adalah tidak tercapainya orgasme.

    Normalnya, orgasme saat bercinta mengaktifkan sistem saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Saat keduanya aktif, maka tubuh akan merasa rileks dan berada dalam status tenang.


    Pada wanita yang tidak mengalami orgasme saat bercinta, sistem saraf berada dalam fase excitement. Kondisi ini pada akhirnya bisa membuat seseorang lebih terjaga.

    “Ada rantai sistem saraf yang tricky yang membuatnya masuk akal bahwa kadang-kadang bikin susah untuk terjaga maupun untuk tidur ketika Anda menginginkan sebaliknya,” kata Greg Marchand, dokter kandungan yang meneliti disfungsi dan kepuasan seksual, dikutip dari Sleep.com.

    Kemungkinan lain sebagaimana dikutip dari Zleepy.com adalah temperatur tubuh, yang meningkat ketika bercinta. Normalnya, tubuh menjadi lebih hangat saat bercinta, padahal faktanya temperatur yang lebih sejuk dibutuhkan untuk bisa tidur dengan lebih kondusif.

    Terakhir, faktor hormonal juga bisa menyebabkan rasa kantuk menjauh seusai berhubungan seks. Dopamine, salah satu hormon yang dilepaskan saat bercinta, di satu sisi memberikan rasa nyaman sehingga gampang mengantuk pada kebanyakan pasangan.

    Namun di sisi lain, pelepasan hormon ini juga dibarengi dengan pelepasan hormon norepinephrine, yang membuat seseorang lebih terjaga. Jika hormon terakhir ini lebih banyak dilepaskan, sebagaimana dialami sebagian orang, maka jangan kaget kalau malah jadi susah tidur.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ada Buktinya! Bapak-bapak yang Insomnia Lebih Rentan Impotensi


    Jakarta

    Sebuah studi terbaru mengungkapkan kemungkinan adanya hubungan antara disfungsi ereksi dan insomnia. Dari penelitian yang dilakukan di Universitas Stanford, diungkapkan bahwa 58 persen pria yang kurang tidur masalah ereksi secara berulang.

    Studi tersebut dipublikasikan pada bulan ini di jurnal European Urology Focus. Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 539.109 pria yang didiagnosis mengalami insomnia. Dari keseluruhan partisipan, 356.575 di antaranya dirawat secara medis karena insomnia.

    “Pria yang didiagnosis mengalami insomnia memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi. Lebih buruk, mereka yang dirawat karena insomnia lebih sering mengalami disfungsi ereksi. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan insomnia juga dapat memperburuk disfungsi ereksi,” ucap penulis studi dikutip dari NY Post, Minggu (1/10/2023).


    Umumnya kondisi difungsi ereksi dikaitkan dengan usia, pengobatan tertentu, penyakit, masalah psikologis, kelebihan berat badan, dan merokok. Pada sisi lain, satu dari tiga orang di seluruh dunia mengalami insomnia yang disebabkan oleh stres, pengobatan, kondisi medis, konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin.

    Insomnia dapat berdampak buruk pada pengidapnya. Insomnia dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga meningkatkan risiko kecelakaan karena waktu reaksi yang lebih lambat.

    Dikutip dari Sleep Foundation, terdapat beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah insomnia. Adapun makanan yang terbukti baik secara penelitian untuk meningkatkan kualitas tidur adalah kiwi, ceri, susu, ikan berlemak, kacang, dan nasi.

    Selain itu, makanan yang dapat dikurangi untuk meningkatkan kualitas tidur antara lain junkfood, coklat, keju, kari, dan es krim.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy