Tag: instal

  • Bos Indodax Ungkap Fakta di Balik Peretasan, Kerugian Rp 300 M


    Jakarta

    Platform perdagangan kripto, PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), sempat diretas pada 11 September 2024. Akibatnya Indodax harus mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan, menerangkan kasus peretasan ini bermula saat salah satu karyawan perusahaan yang tidak disebut namanya mendapat tawaran pekerjaan sampingan dengan gaji yang sangat besar dari pihak luar.

    “Jadi salah satu dari karyawan kita, salah satu dari engineering kita itu ditawari kerjaan itu. Ditawari pekerjaan untuk men-setting satu server,” kata Oscar dalam acara talk show Indodax di Jakarta, Senin (23/9/2024).


    “Sekarang zaman di mana kalau orang kerja di mana mereka akan menulis di LinkInd-nya. Dia sebagai apa di mana selalu semua orang menuliskan. Nah orang yang kerja di kita ini dia ditawari pekerjaan dalam satu jam berapa ribu dolar,” jelasnya lagi.

    Ia mengatakan yang bersangkutan ditawari gaji hingga US$ 2.000-3.000 atau setara dengan Rp 30,41-45,61 juta (kurs dolar Rp 15.205/dolar AS) per jam. Menurutnya yang bersangkutan sempat beberapa kali menerima pembayaran dari peretasan.

    Atas tawaran ‘pekerjaan impian’ itu, Oscar menyebut karyawan yang bersangkutan itu diminta untuk mengunduh aplikasi tertentu yang ternyata membawa malware

    Sayang, karyawan yang bersangkutan men-download aplikasi tersebut di laptop milik perusahaan. Padahal laptop ini merupakan salah satu perangkat yang terhubung dengan server perusahaan.

    “Jadi orang ini kerja pakai laptop kantor. Jadi ini menyalahi SOP-nya kantor. Dia bekerja freelance itu kemudian ternyata ini cuma kedok. Pekerjaan freelance ini cuma kedok karena ini dipakai untuk menyusupin laptop dia,”

    “Jadi orang yang nawari dia kerja itu menyuruh dia untuk meng-instal sebuah software. Bahkan bukan suruh instal ya, men-download sebuah file yang berkaitan dengan pekerjaan dia. Nah di salah satu file itu ada malware, malware yang dirancang khusus untuk punya line dan kemudian malware inilah yang digunakan untuk menyerang,” terangnya lagi.

    Beruntung, karyawan yang ditipu kelompok peretas ini tidak memiliki akses terhadap server utama perusahaan. Sehingga saat serangan peretasan pertama terjadi sekitar pukul 4 pagi, server utama perusahaan tetap aman.

    Setelah sistem keamanan perusahaan menemukan adanya serangan, Indodax kemudian memutuskan untuk segera menutup seluruh server perusahaan agar tidak ada kebocoran data lebih jauh.

    “Nah waktu terjadi jam 4 pagi itu, tim IT security kita merasa ada anomali. Jadi yang dilakukan Indodax pertama kali adalah menutup withdraw. Makanya kalau teman-teman sadar dari jam 4 sampai jam 7 itu tidak bisa withdraw, kita maintenance,” ucap Oscar.

    “Kita cek, kita pastikan server ini aksesnya bukan dari sistem trading kita. Makanya kemudian jam setengah 8, setelah kita lakukan penyelidikan internal, jam 4 sampai jam 7 kita putuskan sepertinya ini harus dilakukan penutupan seluruh sistem sehingga bisa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Kemudian kita lakukan PR sekitar jam 10 untuk mengatasi permasalahan ini,” jelasnya lagi.

    Atas permasalahan ini, Oscar menyebut pihaknya langsung mengamankan seluruh aset nasabah dan melakukan analisis atau pemetaan serangan untuk memecahkan permasalahan itu. Menurutnya proses pemetaan serangan inilah yang menjadi kunci untuk menutup akses serangan dan memperbaiki kekurangan yang ada.

    Di saat yang bersamaan, Oscar menyebut pihaknya melakukan kerja sama dengan enam perusahaan cyber security ternama dunia, dan Mabes Polri. Kemudian pihaknya juga sudah melakukan perbaikan dan memperketat keamanan perusahaan agar permasalahan ini tidak terulang lagi.

    Atas kejadian peretasan ini, Oscar menyebut perusahaan mengalami kerugian hingga US$ 20 juta atau kurang lebih setara dengan Rp 300 miliar jika dihitung dengan kurs yang berlaku.

    “Jadi kalau kita bicara mengenai soal total reserve (kepemilikan aset kripto milik perusahaan) kita itu kan ada Rp 11,5 triliun. Demaged itu angkanya naik turun dia (karena dalam bentuk dolar), tapi kurang lebih sekitar Rp 300 miliar,” ucapnya.

    “Mungkin kalau user melihat Rp 300 miliar itu besar banget, tapi kalau kita lihat dari reserve kita itu tidak lebih dari 3%. Untungnya kalau kita lihat dari kripto yang kena (berhasil dicuri) itu bukan kripto mayor, jadi banyak kripto-kripto yang nggak jelas juga,” terang Oscar lagi.

    Kerugian ini berasal dari hilangnya sebagian kripto milik perusahaan dalam bentuk aset reserve saat peretasan terjadi. Namun ia memastikan tidak ada kripto milik nasabah yang ikut hilang dalam proses tersebut.

    “Kerugian itu terjadi karena ada wallet yang unauthorized itu ke-transfer ke luar. Jadi memang salah satu aset kripto ini ada yang hilang. Tapi Indodax saat ini aset member semuanya aman karena Indodax sudah melakukan penggantian dari reserve-nya 100%, jadi tidak ada member yang dirugikan. Pada saat ini berarti yang hilang adalah reserve perusahaan, (kripto nasabah) 100% nggak ada yang keambil,” tegasnya.

    Sebagai informasi, sebelumnya Indodax sempat menduga serangan peretasan itu dilakukan oleh kelompok hacker dari Korea Utara. Dugaan ini berdasarkan hasil analisis dari salah satu crypto security agency yang bekerja sama dengan Indodax.

    “Berdasarkan analisis dari salah satu crypto security agency terkemuka dunia yang membantu kami saat ini terindikasi bahwa serangan ini terafiliasi dengan DPRK (Korea Utara),” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Kamis (19/9).

    “Kami menyadari bahwa ini adalah ancaman global yang serius, oleh karena itu kami telah berkoordinasi dengan Cyber Mabes Bareskrim POLRI untuk menangani insiden ini dengan cepat dan efektif,” tambahnya.

    Selain Indodax, Oscar menyebut kelompok hacker yang terafiliasi dari DPRK cukup banyak menyerang crypto exchange global lainnya. Disebutkan penyerangan ini memang menargetkan banyak crypto exchange dengan likuiditas besar dan bertaraf global.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Aplikasi Pelacak Lokasi Terbaik untuk Android dan iPhone


    Jakarta

    Mengetahui atau melacak lokasi seseorang dari ponselnya tentu bukanlah hal yang mustahil untuk bisa kita lakukan. Walau ponsel jaman sekarang dilengkapi GPS, namun ada cara lain untuk melacak lokasi seseorang dari nomor ponselnya.

    Fitur ini bisa bermanfaat bagi orang tua yang ingin mengetahui lokasi anaknya. Caranya mudah, cukup menginstal sejumlah aplikasi dan ikuti caranya di bawah ini.

    Berikut adalah aneka cara melacak lokasi nomor HP:


    1. WhatsApp

    WhatsApp juga memberikan fitur untuk melacak nomor HP di aplikasinya. Yaitu fitur Live location. Tentu saja, untuk memakainya Anda perlu persetujuan dari orang yang lokasinya ingin dilacak. Begini cara pakainya:

    • Buka aplikasi WhatsApp, cari kontak atau grup yang mau Anda beri akses. Pilih ikon penjepit kertas (Android) atau ikon + (iPhone), dan pilih lokasi.
    • Lalu pilih Live Location
    • Pilih durasi fitur aktif, ada pilihan 15 menit, 1 jam, dan 8 jam. Pilih salah satu dan tekan kirim
    • Jika sudah selesai, Anda bisa mematikan sekalipun durasinya belum selesai. Caranya, klik stop sharing

    2. Find Hub

    Find Hub adalah pembaharuan dari Find My Device dari Google. Untuk menemukan teman dan keluarga, Anda dapat menggunakan aplikasi Find Hub untuk berbagi lokasi Anda dengan orang lain, menemukan lokasi orang lain di peta sampai melakukan beberapa tindakan untuk berbagi lokasi tersebut

    Untuk mengatur aplikasi Find Hub di perangkat Anda:

    • Masuk ke aplikasi Find Hub.
    • Berikan izin lokasi aplikasi untuk menampilkan titik biru di peta Anda dan menghitung jarak teman dari Anda.
    • Jika Anda tidak memberikan izin lokasi aplikasi Find Hub, Anda masih dapat menggunakan aplikasi untuk menemukan perangkat Anda yang hilang dan membagikan lokasi Anda, tetapi Anda tidak akan dapat melihat titik biru Anda.

    3. Google Maps

    Berikut adalah cara melacak lokasi nomor HP orang melalui Google Maps

    • Buka Google Maps
    • Masuk ke Option lalu ke Friend List
    • Pilih Add Friend dan undang nomor HP yang ingin dicari
    • Nomor HP tujuan harus menerima dan menyetujui undangannya
    • Klik nomor HP target
    • Maps akan menampilkan lokasi dari HP yang dimaksud.

    4. iCloud

    Tak cuma Android, Apple pun membenamkan fitur sejenis untuk para pengguna perangkatnya. Begini cara melacak perangkat Apple lewat internet:
    Buka icloud.com

    • Login dengan Apple ID yang dipakai di perangkat yang mau dicari
    • Klik Devices dan temukan lokasi perangkat tersebut
    • Bila perangkat tak muncul di peta, anda bisa memilih opsi Mark as Lost untuk menyatakan perangkat tersebut hilang
    • Anda juga bisa memasukkan nama kontak serta pesan untuk ditampilkan di perangkat yang hilang

    5. Spyera

    Jika tak mau pakai aplikasi gratisan, mungkin bisa coba Spyera, yang kompatibel dengan berbagai perangkat seperti Android, iOS, Windows PC, sampai mac OS. Spyera adalah aplikasi mata-mata dengan fitur lengkap. Fiturnya dari mulai memantau panggilan telepon, keylogger, membaca SMS, dan tentu saja melacak lokasi. Cara pakainya adalah sebagai berikut:

    • Daftar dan beli lisensi Spyera dari situsnya
    • Instal aplikasi ini di perangkat anda dan perangkat target
    • Anda sudah bisa memantau perangkat target dari perangkat anda

    (fyk/fyk)



    Sumber : inet.detik.com