Tag: institut

  • Pendaftaran Beasiswa S1 ITB Diperpanjang Sampai 14 September, Daftar di Link Ini



    Jakarta

    Beasiswa Utama LPS (BULPS) S1 Institut Teknologi Bandung (ITB) diperpanjang sampai 14 September 2025. Mahasiswa yang tertarik mendaftar bisa langsung menuju https://finaid.itb.ac.id.

    Jika diterima, mahasiswa akan mendapatkan uang beasiswa sebesar Rp1,5 juta per bulan selama 12 bulan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan berbagai pelatihan soft skill serta komunitas.


    Tertarik mendaftar? Berikut informasi lengkapnya seperti dilansir dari laman Kemahasiswaan ITB.

    Manfaat Beasiswa S1 ITB BULPS 2025

    Uang beasiswa sebesar Rp. 1.500.000 perbulan selama 12 bulan
    Berbagai pelatihan softskill
    Capacity Building & Champion Camp
    Program Sosialisasi Komunitas
    Sharing Session

    Syarat Beasiswa S1 ITBBULPS 2025

    Kategori Beasiswa Prestasi

    Minimal mahasiswa semester 3 dan maksimal semester 5
    Telah menempuh minimal 40 SKS
    Usia maksimal 24 tahun saat pendaftaran
    IPK minimal 3.50
    Score TOEFL minimal 500/ setara
    Formulir Beasiswa LPS
    Surat rekomendasi dari dosen wali unduh
    Surat tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
    Motivation letter berisi motivasi mengikuti beasiswa dan rencana karier ke depan dalam Bahasa Inggris

    Kategori Beasiswa Tidak Mampu

    Minimal mahasiswa semester 3 dan maksimal semester 5
    Telah menempuh minimal 40 SKS
    Usia maksimal 24 tahun saat pendaftaran
    IPK minimal 3.25
    Formulir Beasiswa LPS
    Surat rekomendasi dari dosen wali unduh
    Surat tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
    Motivation letter berisi motivasi mengikuti beasiswa dan rencana karier ke depan dalam Bahasa Indonesia (Bahasa Inggris diutamakan)
    Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) minimal dari Desa/kelurahan daerah asal
    Surat penghasilan orang tua terbaru/Slip gaji orang tua terbaru

    Demikian informasi mengenai Beasiswa S1 ITB BULPS 2025. Tertarik mendaftar?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Siap-siap, Pendaftaran Beasiswa GKS 2026 Dibuka Mulai 15 September



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa program sarjana GKS tahun 2026 akan dibuka pada 15 September 2025. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Institut Pendidikan Internasional Korea Selatan.

    Berdasarkan laman resmi Korea.net, panitiaGKS membuka kuota bagi 280 mahasiswa internasional dari 71 negara. Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2025.


    GKS atau Global Korea Scholarship adalah program beasiswa penuh yang dikelola oleh National Institute for International Education (NIIED), lembaga eksekutif di bawah kementerian pendidikan Korea Selatan.

    Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan kepada mahasiswa Internasional yang ingin kuliah di Korea untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3. Beasiswa GKS bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia internasional dengan Korea Selatan di luar negeri.

    Apa saja manfaat beasiswa GKS? Simak di bawah ini.

    Manfaat Beasiswa GKS Sarjana 2026

    Melansir laman Atase Pendidikan KBRI di Korea Selatan, manfaat beasiswa GKS mencakup:

    Tiket pesawat PP Indonesia-Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa.

    Tunjangan awal saat pertama kali tiba di Korea sejumlah 200 ribu KRW (Rp 2,3 juta)

    Tunjangan untuk mahasiswa Program Sarjana senilai 900 ribuKRW (Rp 10,6 juta) setiap bulan, mahasiswa Program Magister 1 jutaKRW (Rp 11,8 juta) setiap bulan, dan pelajar Program Riset diberikan tunjangan senilai 1,5 jutaKRW (Rp 17,7 juta) setiap bulan.

    Tunjangan penelitian sejumlah 210.000-240.000 KRW (Rp 2,48 juta-Rp 2,83 juta) per semester.

    Biaya belajar bahasa Korea selama 1 tahun sebelum perkuliahan

    Tanggungan penuh biaya perkuliahan

    Asuransi kesehatan sebesar 20 ribu KRW (Rp 236 ribu) per bulan.

    Hibah Kemampuan Bahasa Korea sejumlah 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta) per bulan bagi penerima beasiswa GKS yang memiliki TOPIK level 5 dan 6.

    Hibah Penyelesaian Beasiswa 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta).

    Syarat Beasiswa GKS 2026

    Pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, baik mental maupun fisik, untuk tinggal di negara asing untuk waktu yang lama.

    Harus berusia di bawah 25 tahun pada tanggal masuk (untuk jenjang S1)

    Telah menyelesaikan atau dijadwalkan untuk menyelesaikan pendidikan formal semua kursus dasar, menengah, dan menengah pada tanggal kedatangan (S1)

    Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (GPA) di atas 80% dari institusi pendidikan terakhir

    Dokumen Pendaftaran BeasiswaGKS 2026

    Satu set dokumen asli lengkap yang terdiri dari:
    a. Form 1: Formulir pendaftaran
    b. Form 2: NIIED Pledge
    c. Form 3: Personal Statement
    d. Form 4: Study Plan
    e. Form 5: 2 Surat rekomendasi
    f. Form 6: Completed Self Medical Assessment
    g. Form 7: Sertifikat dan penghargaan lainnya (opsional)
    h. Form 8: Hasil tes kesehatan pelamar

    Seluruh dokumen di atas dapat diunduh pada link berikut: https://www.studyinkorea.go.kr.

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa GKS 2026 dapat dicek melalui http://posspika.kemdikbud.go.id/beasiswa-gks. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Unggulan dari Pemerintah Swiss, Tunjangan Bulanan Capai Rp 70 Juta



    Jakarta

    Pemerintah Swiss kembali membuka program Swiss Government Excellence Scholarships bagi mahasiswa internasional dari 183 negara, termasuk Indonesia. Beasiswa ini dianggap sebagai salah satu penghargaan akademik internasional prestisius, kerap dibandingkan dengan program seperti Beasiswa Fulbright karena keketatan dan dampaknya.

    Setiap tahun, penerima beasiswa akan diseleksi dengan ketat oleh Federal Commission for Scholarships for Foreign Students (FCS). Program ini terutama menyasar peneliti muda berbakat yang telah menyelesaikan studi magister atau doktoral dan ingin melanjutkan penelitian di lembaga pendidikan tinggi maupun institut riset di Swiss.

    Untuk pelamar dari Indonesia, periode pendaftaran dibuka mulai 4 Agustus hingga 8 Desember 2025 seperti dikutip dari laman State Secretariat for Education, Research and Innovation SERI. Penelitian dan studi akan dimulai pada 1 September 2026.


    Jenis Beasiswa Swiss Government Excellence Scholarships

    Terdapat tiga kategori utama dalam program ini:

    1. Research Fellowship

    Tujuan:

    – Beasiswa ini memungkinkan pelamar terpilih untuk melaksanakan proyek penelitian satu tahun sebagai bagian dari studi doktoral mereka di institusi pendidikan tinggi Swiss atau lembaga penelitian yang diakui

    – Hanya berlaku untuk penelitian penuh waktu di Swiss

    Kelompok Sasaran:

    – Peneliti muda berkualifikasi tinggi dari semua bidang akademik, termasuk dokter muda

    – Prioritas akan diberikan kepada individu yang belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss (lihat kriteria kelayakan untuk pengecualian).

    Kriteria:

    – Gelar Magister atau setara yang diselesaikan paling lambat 31 Juli 2026 (untuk ETH Zurich: 30 Juni 2026)

    – Tanggal lahir setelah 31 Desember 1990

    – Rencana penelitian terperinci dengan lini masa yang merinci tonggak dan kegiatan utama

    – Pelamar harus memiliki surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss (termasuk CV singkat)

    – Jika pelamar sudah berdomisili di Swiss: tanggal masuk tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2025 (serahkan salinan konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal).

    Kriteria seleksi:

    – Profil akademis, kompetensi penelitian, dan motivasi

    – Orisinalitas dan kualitas metodologis proyek

    – Kualitas supervisi dan potensi kolaborasi di masa mendatang

    Durasi:

    – Maksimal 12 bulan dan tidak ada perpanjangan

    – Tanggal mulai: 1 September 2026

    Besar beasiswa: CHF 1.920 (sekitar Rp 35 juta) per bulan untuk biaya hidup dasar satu orang (Beasiswa ini bukan gaji)

    2. PhD Scholarship

    Tujuan:

    – Beasiswa ini ditujukan untuk mendukung pelamar terpilih dalam menempuh program PhD di universitas atau lembaga penelitian terakreditasi di Swiss.

    – Hanya berlaku untuk penelitian penuh waktu di Swiss.

    Kelompok sasaran:

    – Peneliti berkualifikasi tinggi yang telah menyelesaikan gelar magister di bidang akademik apa pun

    – Prioritas akan diberikan kepada individu yang belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss (lihat kriteria kelayakan untuk pengecualian).

    Kriteria:

    – Gelar Magister atau setara yang diselesaikan paling lambat 31 Juli 2026 (untuk ETH Zurich: 30 Juni 2026)

    – Tanggal lahir setelah 31 Desember 1990

    – Rencana penelitian terperinci dengan lini masa yang merinci tonggak dan kegiatan utama

    – Pelamar harus memiliki surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss (termasuk CV singkat)

    – Jika pelamar sudah berdomisili di Swiss: tanggal masuk tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2025 (serahkan salinan konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal).

    Kriteria seleksi:

    – Profil akademis, kompetensi penelitian, dan motivasi

    – Orisinalitas dan kualitas metodologis proyek

    – Kualitas supervisi dan potensi kolaborasi di masa mendatang

    Durasi:

    – 12 bulan, dapat diperpanjang dua kali hingga 36 bulan (tergantung pada kemajuan akademis selama 12 bulan pertama)

    – Tanggal mulai: 1 September 2026

    Besar beasiswa: CHF 1.920 (sekitar Rp 35 juta) per bulan untuk biaya hidup dasar satu orang (Beasiswa ini bukan gaji)

    3. Postdoctoral Fellowship

    Tujuan:

    – Beasiswa ini memungkinkan para peneliti untuk melaksanakan proyek penelitian pascadoktoral di universitas Swiss atau lembaga penelitian yang diakui

    – Hanya berlaku untuk penelitian penuh waktu di Swiss.

    Kelompok sasaran:

    – Peneliti pascadoktoral awal karier yang berkualifikasi tinggi.

    – Prioritas akan diberikan kepada individu yang belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss (lihat kriteria kelayakan untuk pengecualian).

    Kriteria kelayakan:

    – Penyelesaian disertasi PhD antara 1 Januari 2023 dan 31 Juli 2026 (ETH Zürich: 30 Juni 2026)

    – Rencana penelitian terperinci dengan lini masa yang merinci tonggak dan kegiatan utama.

    – Pelamar harus memiliki surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss (termasuk CV singkat)

    – Jika pelamar sudah berdomisili di Swiss: tanggal masuk tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2025 (serahkan salinan konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal).

    Durasi:

    – Periode maksimum 12 bulan dan tidak dapat diperpanjang

    – Tanggal mulai: 1 September 2026.

    Besar beasiswa: CHF 3.500 (Rp 70 juta) per bulan untuk biaya hidup dasar satu orang (Beasiswa ini bukan gaji)

    Daftar Universitas di Swiss

    Program PhD, Postdoctoral scholarships and research fellowships

    • University of Basel
    • University of Bern
    • University of Fribourg
    • University of Geneva
    • University of Lausanne
    • University of Lucerne
    • University of Neuchâtel
    • University of St. Gallen
    • University of Zurich
    • Università della Svizzera italiana
    • Swiss Federal Institute of Technology Lausanne (EPFL)
    • Swiss Federal Institute of Technology Zurich (ETHZ)
    • Research Institutes of the ETH Domain (PSI; WSL; EMPA; EAWAG)
    • Graduate Institute of International and Development Studies (IHEID)

    Program Postdoctoral Scholarships dan Research Fellowships

    • University of Applied Sciences and Arts Western Switzerland (HES-SO)
    • Bern University of Applied Sciences (BFH)
    • University of Applied Sciences Northwestern Switzerland (FHNW)
    • Eastern Switzerland University of Applied Sciences (OST)
    • University of Applied Sciences of the Grisons (FHGR)
    • Lucerne University of Applied Sciences and Arts (HSLU)
    • University of Applied Sciences and Arts of Southern Switzerland (SUPSI)
    • Zurich University of Applied Sciences (ZHAW)
    • Universities of teacher education
    • UniDistance Suisse(presence in Switzerland mandatory)
    • Swiss Federal University for Vocational Education and Training (SFUVET)
    • Swiss Federal Institute of Sport Magglingen (SFISM)

    *Penulis adalah peserta Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia 2025 Dibuka, Mahasiswa D3-S1 Merapat!


    Jakarta

    Bank Indonesia (BI) membuka pendaftaran beasiswa tahun 2025 untuk kloter Universitas Indonesia (UI). Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa UI aktif vokasi hingga sarjana.

    Mahasiswa D3, D4, dan S1 yang tengah kesulitan membayar yang kuliah bisa mencoba beasiswa ini. Beasiswa Indonesia memberikan pembiayaan berupa uang kuliah, tunjangan studi, dan biaya hidup.

    Selain itu, penerima beasiswa akan diberikan pelatihan peningkatan kompetensi, pengembangan karakter dan jiwa kepemimpinan. Tertarik daftar beasiswa ini?


    Mengutip postingan Instagram @genbi_ui, Kamis (18/9/2025) berikut informasi selengkapnya:

    Syarat Daftar Beasiswa Indonesia 2025

    Skema S1 Reguler

    • Mahasiswa aktif program S1 seluruh fakultas
    • Minimal IPK 3,0
    • Minimal semester 4 atau telah menyelesaikan 40 SKS
    • Maksimal berusia 23 tahun atau belum berusia 24 tahun
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Diutamakan bagi mahasiswa yang membutuhkan finansial

    Skema S1 Unggulan

    • Mahasiswa aktif program S1 seluruh fakultas
    • Minimal IPK 3,5
    • Minimal semester 4 atau telah menyelesaikan 40 SKS
    • Maksimal berusia 23 tahun atau belum berusia 24 tahun
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Memiliki skor TOEFL PBT/ITP minimal 500, iBT minimal 61, CBT minimal 173 atau IELTS minimal 6,0

    Skema Vokasi

    • Mahasiswa aktif program vokasi
    • Minimal IPK 3,0
    • Minimal semester 2 atau telah menyelesaikan 24 SKS
    • Maksimal berusia 22 tahun atau belum berusia 23 tahun
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Diutamakan bagi mahasiswa yang membutuhkan finansial

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa Indonesia 2025

    Skema S1 Reguler

    • Kartu tanda mahasiswa
    • Curriculum vitae (CV)
    • Motivation letter dan rencana karier dalam bahasa Indonesia
    • Satu surat rekomentasi dari tokoh akademik/non-akademik/fakultas
    • Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Surat pernyatan bukan perokok aktif
    • Formulir beasiswa Bank Indonesia
    • Surat kesediaan mengikuti rangkaian kegiatan beasiswa
    • Surat kesediaan pemeriksaan data beasiswa
    • Halaman depan buku tabungan (atas nama pribadi)

    Skema S1 Unggulan

    • Kartu tanda mahasiswa
    • Curriculum vitae (CV)
    • Motivation letter dan rencana karier dalam bahasa Inggris
    • Dua surat rekomentasi dari tokoh akademik/non-akademik/fakultas
    • Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Surat pernyatan bukan perokok aktif
    • Formulir beasiswa Bank Indonesia
    • Surat kesediaan mengikuti rangkaian kegiatan beasiswa
    • Surat kesediaan pemeriksaan data beasiswa
    • Halaman depan buku tabungan (atas nama pribadi)

    Skema Vokasi

    • Kartu tanda mahasiswa
    • Curriculum vitae (CV)
    • Motivation letter dan rencana karier dalam bahasa Indonesia
    • Satu surat rekomentasi dari tokoh akademik/non-akademik/fakultas
    • Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Surat pernyatan bukan perokok aktif
    • Formulir beasiswa Bank Indonesia
    • Surat kesediaan mengikuti rangkaian kegiatan beasiswa
    • Surat kesediaan pemeriksaan data beasiswa
    • Halaman depan buku tabungan (atas nama pribadi)..

    Alur Seleksi Beasiswa Indonesia 2025

    1. Pengumpulan berkas
    2. Seleksi administrasi
    3. Seleksi wawancara dan studi khusus
    4. Pengumuman penerima beasiswa.
    Sembunyikan kutipan teks

    Daftar Kampus yang Bermitra dengan Beasiswa Indonesia

    Selain UI, masih ada banyak kampus yang bermitra dengan beasiswa Bank Indonesia. Namun, jadwal seleksi dan pembukaan beasiswa berbeda sesuai dengan kampus masing-masing.

    Beberapa kampus yang membuka Beasiswa Indonesia lainnya antara lain:

    1. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    2. Universitas Brawijaya (UB)
    3. Universitas Andalas (Unand)
    4. Universitas Siliwangi (Unsil)
    5. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
    6. Universitas Diponegoro (Undip)
    7. Universitas Sumatera Utara (USU)
    8. Universitas Medan Area
    9. Institut Teknologi Kalimantan
    10. UIN Walisongo
    11. Univesitas Mulawarman
    12. Universitas Islam Bandung (Unisba)
    13. Universitas Bengkulu
    14. UIN Sultan Syarif Kasim Riau
    15. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    16. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
    17. dan masih banyak lagi.

    Demikian informasi pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia 2025 untuk kloter mahasiswa UI. Bagi detikers yang kuliah di kampus lain bisa memantau laman masing-masing kampus untuk mengetahui informasi pembukaan beasiswa BI ya.

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Universitas dengan Penerima Beasiswa Unggulan Terbanyak 2025


    Jakarta

    Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merupakan salah satu program bantuan pendidikan yang kerap menjadi incaran. Penerima beasiswa ini terdiri dari beberapa golongan, di antaranya masyarakat berprestasi dan penyandang disabilitas, serta pegawai Kemendikdasmen.

    Beasiswa Unggulan untuk masyarakat berprestasi khususnya, memiliki alokasi untuk peserta didik jenjang D4 hingga S3.

    Pada program Beasiswa Unggulan 2025 ini ada beberapa universitas dengan penerima beasiswa terbanyak. Apakah di antaranya ada kampusmu?


    Perguruan Tinggi dengan Penerima Beasiswa Unggulan Terbanyak

    Berdasarkan data Forum Awardee Beasiswa Unggulan (FABU) 2025, seperti dikutip melalui keterangan resmi Universitas Brawijaya (UB), ini kampus-kampus dengan penerima Beasiswa Unggulan terbanyak 2025:

    1. Universitas Gadjah Mada (UGM): 143 penerima
    2. Universitas Indonesia (UI): 133 penerima
    3. Universitas Brawijaya (UB): 116 penerima
    4. Institut Teknologi Bandung (ITB): 89 penerima
    5. Universitas Airlangga (Unair): 84 penerima.

    Program Beasiswa Unggulan tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang kuliah di dalam maupun di luar negeri.

    Untuk program D4 atau S1 khususnya, pendaftar disyaratkan merupakan lulusan pendidikan menengah yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal lulus dua tahun sebelumnya. Untuk yang baru diterima, wajib menyerahkan surat penerimaan /letter of acceptance (LoA) atau keterangan lulus.

    Bagi yang sedang berstatus kuliah (on going) pada program D4/S1, disyaratkan memiliki IPK minimal 2,75. Peserta juga disyaratkan menyerahkan surat keterangan aktif kuliah, minimal dari dekan fakultas.

    Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Ilhamuddin Nukman, SPsi, MA. mengatakan di kampusnya sendiri menargetkan peningkatan jumlah penerima pada tahun-tahun mendatang.

    “Kami menargetkan agar jumlah awardee dari UB terus meningkat setiap tahun. Semakin banyak mahasiswa yang bisa memperoleh fasilitas pendidikan ini, semakin besar pula kontribusi UB dalam mendukung pendidikan nasional,” ujar Ilhamuddin.

    Namun, pihaknya berencana tidak hanya mengandalkan kerja sama dengan kementerian Pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk perusahaan dan lembaga nonpemerintah. Sehingga, ada lebih banyak beasiswa yang bisa diakses mahasiswa berbagai jenjang.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Pertukaran ke Jerman Buka Pendaftaran, Uang Saku Rp 12,5 Juta


    Jakarta

    Institut für Auslandsbeziehungen (IFA) Jerman membuka pendaftaran fellowship CrossCultural Programme (CCP) bagi profesional dan sukarelawan dari 40 negara, termasuk Indonesia. Pendaftaran sedang dibuka akhir tahun ini sampai 10 Desember 2025.

    Program pertukaran ini memungkinkan para fellow untuk mengasah keahlian, berjejaring, dan mengembangkan keterampilan lintas budaya bersama organisasi-organisasi tuan rumah selama 2-3 bulan di Jerman. Simak syarat dan komponen pendanaannya di bawah ini, seperti dikutip dari laman IFA.


    Beasiswa Pertukaran ke Jerman CCP Fellowship

    German Federal Foreign Office membiayai beasiswa pertukaran berikut:

    • Tunjangan bulanan 650 euro (sekitar Rp12,5 juta)
    • Penerbangan pergi-pulang
    • Akomodasi
    • Tiket transportasi publik bulanan di kota residensi
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya penggantian biaya-biaya visa
    • Sebagai catatan, program ini tidak menyediakan dana dukungan bagi tanggungan seperti pasangan atau anak peserta pertukaran.

    CCP Fellowship juga meliputi manfaat berikut:

    • Kolaborasi dengan organisasi tuan rumah dari jejaring CCP
    • Mentoring selama durasi fellowship
    • Kesempatan pengembangan profesional secara daring dan luring di bidang kerja masing-masing
    • Lokakarya lintas budaya 3-4 hari
    • Berjejaring dengan peserta dan alumni CCP fellowship

    Syarat Beasiswa Pertukaran CCP ke Jerman

    • Usia minimal 23 tahun
    • Memiliki pengalaman profesional atau kerja sukarela di organisasi masyarakat sipil di negara asal minimal 2 tahun yang dapat dibuktikan
    • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik
    • Sehat dan mampu tinggal dalam jangka panjang di luar negeri
    • Tidak sedang berstatus sebagai pelajar
    • Diutamakan yang memiliki:
      • Komitmen sosial dan komunitas jangka panjang
      • Memiliki atau akan memiliki kolaboasi dengan organisasi di negara tuan rumah
      • Memiliki keterampilan bahasa tambahan, khususnya bahasa Jerman
    • Diutamakan bagi orang-orang yang bekerja di subjek dan bidang profesional berikut:
      • Kebijakan dan masyarakat
      • Media dan budaya
      • Hak asasi manusia dan kebudayaan
      • Pembangunan berkelanjutan dan keadilan iklim
      • Budaya mengingat sejarah (mulai 2026)
      • Ketahanan demokrasi (mulai 2026)

    Jadwal Seleksi Pertukaran CCP ke Jerman

    • Pendaftaran: hingga 10 Desember 2025
    • Seleksi pendaftar: Januari-April 2026
    • Penugasan dan pengenalan awal dengan organisasi tuan rumah: Mulai April 2026
    • Implementasi beasiswa CCP: Mei-November 2026 (dalam 2-3 bulan)

    Berminat mendaftar, detikers? Cek informasi lebiih lanjut di https://www.ifa.de atau klik https://www.ifa.de/en/funding/ccp-fellowships/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • BNI dan ITB Gelar Community Run Jelang wondr ITB Ultra Marathon 2025


    Jakarta

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Community Run sebagai rangkaian pra-event menuju ajang utama wondr ITB Ultra Marathon 2025.

    Kegiatan ini digelar di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta, bertujuan untuk memperkuat antusiasme publik sekaligus memperluas dampak sosial dari event olahraga tahunan tersebut.

    Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan Community Run menjadi sarana efektif untuk meningkatkan awareness publik terhadap wondr ITB Ultra Marathon 2025 yang mengusung tema Stronger Unity in Diversity.


    “Selain menumbuhkan semangat kebersamaan lewat olahraga, event ini juga menjadi momentum penting untuk penggalangan Dana Lestari ITB, program donasi berkelanjutan yang dimanfaatkan untuk mendukung riset dan inovasi, pemberian beasiswa, pengembangan SDM, infrastruktur pendidikan, serta peningkatan reputasi global ITB,” ujar Putrama, dalam keterangan tertulis, Minggu (24/8/2025).

    Ajang ini menghadirkan dua kategori lari santai, yakni jarak 2,8 km untuk pelari difabel serta 7,7 km yang terbuka untuk komunitas lari dan masyarakat umum. Sekitar 100 peserta turut serta, terdiri dari alumni ITB, komunitas lari hingga mitra strategis BNI dan ITB.

    Apresiasi juga datang dari Gubernur DKI Jakarta sekaligus Alumni ITB Pramono Anung. Ia menilai wondr ITB Ultra Marathon mencerminkan sinergi panjang antara BNI dan ITB yang telah terjalin sejak 1968.

    Untuk wondr ITB ultra marathon sendiri BNI telah berpartisipasi sejak pertama kali dimulainya event lari tersebut di tahun 2017.

    “Saya sangat senang dengan terselenggaranya acara ini. Tanpa banyak yang tahu, saya termasuk yang selalu mengikuti perkembangan ultra marathon ini,” ungkap Pramono.

    “Minimal, kerja sama ITB dan BNI, saya yang memulai pada waktu itu,” sambungnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, BNI juga menyerahkan mock up Kartu Debit Alumni Co-Branding BNI ITB yang diserahkan langsung oleh Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan kepada Pramono, disaksikan oleh Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar.

    Dengan rangkaian kegiatan tersebut, BNI dan ITB berharap wondr ITB Ultra Marathon 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan, menjunjung sportivitas, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

    Sebagai informasi, prosesi flag-off dimulai di Grha BNI Sudirman dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Ketua Ikatan Alumni ITB Agustin Peranginangin, Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar, Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar, dan Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho.

    (akn/akn)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tips Aman Tinggalkan Mobil Listrik Berhari-hari di Garasi



    Jakarta

    Pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi membagikan tips atau cara aman meninggalkan mobil listrik berhari-hari di garasi rumah. Harapannya, insiden BYD Seal keluar asap di Palmerah, Jakarta Barat, tak terulang lagi di masa depan.

    Agus menjelaskan, ketika mobil listrik mau ditinggal lama, maka pastikan ruang garasinya tak panas atau lembab. Maka, pilihlah tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Hal tersebut untuk menjaga suhu kendaraan tetap ideal.

    “Terkait tips umum agar lebih aman bila ingin EV (electric vehicle) ingin ditinggal cukup lama maka perlu diperhatikan kondisi area penyimpanan tidak panas maupun lembab tapi sejuk dan berventilasi baik,” ujar Agus Purwadi saat dihubungi detikOto, Kamis (15/5).


    Selain itu, kata Agus, ada satu komponen mobil listrik yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni baterai. Dia mengingatkan, pastikan baterai tidak kosong atau terlalu penuh saat kendaraan ditinggal berhari-hari di garasi.

    “Kemudian (yang harus diperhatikan lagi), kondisi muatan baterai kendaraan tidak kosong ataupun terisi penuh. Pastikan muatan baterai di angka sekitar 50 persen atau sesuai rekomendasi dari pabrikannya,” ungkapnya.

    Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar.BYD Seal mengeluarkan asap. Foto: Dok. istimewa

    Di kesempatan yang sama, Agus Purwadi juga menyampaikan analisisnya mengenai kasus BYD Seal yang mengeluarkan asap di Palmerah, Jakarta Barat. Dia mengira, ada tiga pemicu utama di balik insiden tersebut.

    Pertama, kata Agus, kepulan asap tersebut berasal dari baterai kendaraan. Sebab, komponen itu mudah bermasalah ketika overheat atau terlalu panas. Kerusakan pada baterai tak melulu memunculkan api, melainkan bisa hanya kepulan asap.

    Kedua, lanjut dia, ada kerusakan di sistem kelistrikan seperti hubung singkat. Kondisi tersebut bisa memicu panas berlebih dan menyebabkan asap atau kebakaran.

    “Lalu yang ketiga, komponen elektronika daya. Kerusakan pada komponen elektronika daya seperti inverter atau charger bisa juga menyebabkan masalah (di kendaraan),” ungkapnya.

    Meski punya analisis pribadi, namun Agus menyarankan agar publik menunggu hasil pemeriksaan tim BYD Indonesia. Sebab, perusahaan asal China itu berjanji akan melakukan investigasi secara menyeluruh.

    “Untuk lebih jelasnya maka sebaiknya bisa tunggu hasil investigasi Tim BYD yang pasti sedang menangani secara serius dan mendalam karena saat ini merupakan market leader baik di Indonesia maupun dunia,” kata dia.

    (sfn/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Simbol Perjuangan, Toleransi, dan Kemanusiaan



    Cianjur

    Di Jalan Moch Ali No. 64, Cianjur terdapat sebuah rumah berwarna hijau yang berusia hampir satu setengah abad. Lokasinya agak menjorok sekitar 10 meter dari jalan raya dan dikelilingi pepohonan yang cukup rimbun sehingga seperti tersembunyi.

    Rumah yang dibangun pada 1886 ini merupakan kediaman Bupati Cianjur ke-10 RAA Prawiradiredja II yang berkuasa pada 1864-1910. Sejak 2010 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan rumah ini sebagai Benda Cagar Budaya Nasional.


    “Di masa pendudukan Jepang menjadi basis pergerakan PETA (tentara Sukarela Pembela Tanah Air). Tokohnya antara lain Gatot Mangkoepraja dan Raden Ayu Tjitjih Wiarsih (anak dari Bupati Prawiradiredja II) selaku pemilik waris rumah in,” kata Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025).

    Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025).Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025). (Sudrajat)

    Pada 1963, Bumi Ageung Cikidang pernah menjadi tempat singgah dan perlindungan ratusan warga Tionghoa. Umumnya mereka para orang tua, perempuan, dan anak-anak.

    Kala itu terjadi kerusuhan yang bermula dari keributan di kampus Institut Teknologi Bandung. Entah kenapa dan siapa yang menggerakkan lalu pecah menjadi kerusuhan di Cirebon yang merembet ke tempat lain seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, Garut, Cipayung, dan beberapa daerah di provinsi lain.

    Kala itu,kata Fajar, warga pribumi mengeluarkan barang-barang milik dari pertokohan di sekitar Pecinan lalu membakarnya. Tidak ada yang menjarah dan tindakan kriminal lainnya, orang-orang Tionghoa juga tidak menjadi sasaran amuk massa. “Namun karena ketakutan banyak warga Tionghoa akhirnya memilih bermalam di rumah ini,” kata Fajar.

    Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025).Potret Prawiradiredja II (Sudrajat)

    Sebelum dikenal dengan sebutan Bumi Ageung Cikidang, rumah seluas 510m2 di atas lahan lebih dari 3.000 m2 itu, lebih dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan Rumah Dokter Toki Syamsudin. Di rumah ini lah warga yang sakit datang untuk berbobat dengan ongkos sangat murah.

    “Jadi Ayah saya itu tidak pernah menetapkan tarif berobat, seikhlasnya saja. Karena itu bisa disebut ini rumah kemanusiaan. Ayah prakek di rumah ini dari 1970an – 2015, beliau juga salah seorang pendiri RSUD Cianjur,” kata Fajar.

    Rumah ini dominan terbuat dari kayu. Bukan kayu Jati, tapi Rasamala. Maklum, kayu yang juga populer dengan sebutan Gadog ini di Jawa Barat banyak ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk dinding luar, kusen pintu dan kusen jendela, tiang struktur utama dan balok struktur terbuat dari kayu Rasamala.

    Meski kualitasnya masih di bawah kayu Jati tapi Rasamala tergolong tahan rayap. Teksturnya yang cenderung halus membuatnya tak perlu lagi diamplas terlalu lama sehingga cukup baik digunakan untuk dinding.

    Untuk dinding ruangan dalam utama, menurut Fajar, terbuat dari anyaman pohon kajang yang dimensinya lebih kecil dan teksturnya lebih halus daripada bilik. Sementara langit plafon terbuat dari anyaman bambu (bilik).

    Jendela dan pintu rata-rata memiliki tinggi sekitar tiga meter dengan ventilasi krepyak khas era Belanda. Untuk lantai sudah menggunakan tegel bermotif seperti batik.

    Sebelum ke Bumi Ageung Cikidang, detikTravel bersama Komunitas Japas yang dipimpin ‘Kuncen Bogor’ Johnny Pinot dan Abdullah Abubakar Batarfie mengunjungi Pabrik Tauco Cap Meong yang legendaris, Pabrik Roti Tan Keng Cu yang khusus melayani para tentara Belanda di era kolonial, dan Istana Cipanas.

    (jat/ddn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • ITS Buka Pendaftaran Periset, Dana Rp 190 Juta per Orang


    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka pendaftaran periset pascadoktoral melalui program Post Doctoral Researcher 2025. Proposal dapat dikirim paling lambat 31 Oktober 2025.

    Kuota periset yang dibuka yakni sebanyak 30 periset Warga Negara Indonesia dan 10 periset Warga Negara Asing. Periset WNI akan mendapatkan dana Rp 190 juta, termasuk tunjangan Rp 10 juta per bulan selama 10 bulan.


    Peserta post-doctoral fellow diharapkan menghasilkan publikasi top tier under review. Dikutip dari panduan resminya, simak syarat dan jadwal seleksi periset post-doctoral ITS di bawah ini.

    Syarat Periset Post Doctoral ITS 2025

    • Bukan dosen ITS
    • Bergelar doktoral (S3) dalam negeri atau luar negeri, paling lama 5 tahun sejak kelulusan
    • Bersedia menjalankan program post-doctoral
    • Memiliki minimal 1 publikasi ilmiah dalam kuartil 1 (Q1) jurnal internasional
      bereputasi yang terindeks Scopus ataupun Web of Science sebagai penulis pertama dan/atau corresponding author dalam 2 tahun terakhir
    • Host researcher (pengusul) disyaratkan:
      • Merupakan dosen tetap ITS, minimal S3 atau Lektor Kepala
      • Memiliki publikasi ilmiah dalam kuartal 1 jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus ataupun Web of Science, minimal sebanyak 2 paper dalam 2 tahun terakhir.

    Jadwal Seleksi Periset Post Doctoral ITS 2015

    • Call for paper: 1-31 Oktober 2025
    • Seleksi: 1-7 November 2025
    • Pengumuman penerima dana: 10 November 2025
    • Laporan progres, pengawasan, dan evaluasi: 31 Maret 2025
    • Laporan akhir, pengawasan, dan evaluasi: 1 Juli 2025

    Pendaftaran periset ITS dibuka melalui https://its.id/PDPCandidate-2025. Simak info lebih lanjut di http://its.id/PDPGuidelines-2025.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com