Tag: intens

  • Biar Nggak Bosan dan Cepat Naik Level!


    Jakarta

    Latihan interval atau interval training sering kali dilakukan para atlet atau pecinta olahraga sebelum benar-benar mulai bertanding.

    Tak hanya bagi profesional, latihan interval juga bermanfaat bagi pemula. Biasanya, latihan interval dilakukan dengan gerakan latihan intens yang diselingi dengan jeda ataupun istirahat sebelum bergerak lagi.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum penjelasan latihan interval dan cara melakukannya bagi pemula, agar aktivitas lari detikers tetap efektif dan nggak membosankan.


    Pengertian Latihan Interval

    Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah sistem latihan dengan interval dan istirahat. Latihan ini dapat diartikan sebagai tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang serta istirahat. Metode latihan interval ditandai dengan konsistensi gerakan dan konsistensi periode istirahat di setiap pengulangan.

    Latihan interval sangat penting untuk melatih daya tahan, sehingga atlet dapat mengembangkan kemampuan, kekuatan, serta mempertahankan tenaganya secara bersamaan.

    Selain itu, latihan interval juga dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan menjaga kondisi fisik atlet sebelum bertanding.

    Jenis Latihan Interval

    Terdapat beberapa jenis latihan interval yang dapat disesuaikan dengan gerakan tubuh.

    1. Kardio

    Kardio merupakan latihan interval yang bertujuan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Oleh karenanya, latihan ini memiliki durasi lebih lama.

    Latihan kardio bisa dimulai dengan lompat tali, yaitu melompat menggunakan tali dengan dua kaki secara berulang selama 5 menit.

    Istirahat yang dilakukan pada kardio yaitu dengan menurunkan kecepatan lompatan selama dua menit. Gerakan ini kemudian diulang sebanyak 5-8 kali.

    2. Metode tabata

    Tabata merupakan jenis interval training yang menerapkan gerakan squat jump, yaitu posisi tubuh berdiri tegak, lalu jongkok, dan melompat langsung.

    Gerakan ini dilakukan selama 20 detik dan 10 detik istirahat, kemudian diulang selama 8 kali.

    3. Latihan interval pada lari

    Pada dasarnya, jenis latihan interval dapat dilakukan dengan gerakan apapun, termasuk berlari. Aturan yang perlu dipatuhi hanyalah gerakan latihan intens dan jeda waktu istirahat yang konsisten dan berulang.

    Misalnya, detikers dapat lari cepat selama satu menit dan jalan selama dua menit. Gerakan ini kemudian diulangi selama 5 kali berturut-turut selama 15 menit.

    Cara Melakukan Latihan Interval

    Meskipun terlihat mudah, latihan interval membutuhkan konsistensi dan jadwal yang rutin untuk hasil yang memuaskan.

    Berikut beberapa cara yang bisa detikers lakukan selama latihan interval.

    • Persiapkan fisik dengan mengecek kondisi kesehatan tubuh. Hindari latihan jika tubuh dalam kondisi tidak fit atau kelelahan.
    • Lakukan pemanasan dengan benar sebelum memulai latihan.
    • Mulailah latihan interval secara perlahan lalu menaikkan intensitas secara bertahap. Pada lari, detikers dapat mengkombinasikan sprint (lari cepat) dan jogging 1:2. Kombinasi ini memungkinkan detikers untuk berlari cepat selama 2 menit, lalu jogging selama 1 menit. Ulangi beberapa kali.
    • Selama latihan, jangan lupa untuk tetap terhidrasi dan memastikan kondisi tubuh tetap baik.
    • Lengkapi kebutuhan nutrisi untuk mencegah kekurangan energi.

    Demikianlah serangkaian cara melakukan latihan interval untuk meningkatkan performa berlari, khususnya bagi pemula. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • ‘Dikukus’ di Kelas Inferno Hot Pilates, Benarkah Efektif Pangkas BB?


    Jakarta

    Inferno hot pilates belakangan mulai memiliki banyak peminat. Variasi dari olahraga pilates dan high intensity interval training (HIIT) ini dianggap mampu memberikan banyak manfaat, salah satunya menurunkan berat badan.

    Sesuai namanya, inferno hot pilates dilakukan di ruangan yang panas, sekitar 33 hingga 35 derajat celsius. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti dan seluruh tubuh dengan gerakan low-impact (aman untuk sendi), namun intens.

    Salah satu instruktur di Minna Pilates, Mindy mengatakan inferno hot pilates ini diklaim lebih banyak membakar kalori.


    “Terus after workout-nya, kalori yang terbakar dalam tubuh itu katanya bisa sampai 24. Tergantung sama tubuh masing-masing,” kata Mindy saat ditemui detikcom di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (22/11/2025).

    Namun, Mindy yang telah memiliki sertifikasi STOTT ini menambahkan bahwa untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan secara optimal, menjaga pola makan tetaplah kunci utama.

    “Tetap itu pasti dari mulut, jadi from our kitchen. Jadi ada yang bilang 60 persen itu dari makanan, 40-nya dari kita workout. Jadi nggak ada yang namanya kurus kalau nggak jaga makan,” katanya.

    Memang, inferno hot pilates ini sedang booming di Tanah Air, setidaknya mulai tahun 2024. Mindy menambahkan bahwa muridnya yang mengikuti kelasnya beragam, mulai dari Gen Z hingga lansia.

    “Hasilnya tuh lebih maksimal daripada kita cuman pilates di ruangan yang biasa,” kata Mindy.

    “(Pilates) biasa kan ber-AC nih, nah ini di ruangan panas. Jadi lebih cepat untuk cewek-cewek itu jadi lebih toned, lebih jadi badannya, lebih lean,” tutupnya.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Olahraga Singkat Ini Bikin Paksu Lebih ‘Tangguh’ di Ranjang, Siap Sampai Ronde 2


    Jakarta

    Olahraga dapat membantu meningkatkan stamina dan ketahanan fisik saat bercinta. Pertanyaannya, olahraga apa yang paling efektif untuk membantu pria bisa tahan lebih lama di ranjang?

    Dikutip dari New York Post, sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Clinical and Health Psychology mengungkapkan ada satu jenis olahraga yang dapat membantu pria tahan lama saat bercinta. Olahraga ini terbilang singkat, hanya memakan waktu tak sampai 10 menit.

    High-intensity interval training, atau yang disingkat HIIT, merupakan olahraga yang menggabungkan gerakan latihan intens dan waktu istirahat yang minim. Studi terbaru yang dilakukan peneliti dari East China Normal University itu menunjukkan olahraga HIIT selama tujuh menit sehari dapat membantu mengatasi ejakulasi dini pada pria.


    Ejakulasi dini adalah gangguan fungsi seksual yang membuat pria mengalami ejakulasi sebelum atau sesaat setelah penetrasi. Kondisi ini kerap memicu frustasi, rasa tidak puas saat bercinta, hingga memengaruhi kesehatan mental.

    Dalam studi yang melibatkan 76 pria berusia 18-34 tahun itu, peneliti menemukan kelompok pria yang melakukan HIIT tujuh menit setiap hari selama dua minggu mengalami gejala ejakulasi dini lebih sedikit dibanding kelompok pria yang melakukan latihan pernapasan lambat.

    Peneliti menjelaskan saat melakukan HIIT, orang-orang harus memerhatikan gerakan tubuh dan pernapasan mereka. Inilah yang diduga melatih pria sehingga dapat mengendalikan ejakulasi dengan lebih baik.

    “Setelah latihan berulang kali, kemampuan mereka untuk mengatur perhatian terhadap sensasi tubuh internal dan eksternal dapat meningkat,” tulis para peneliti dalam laporan mereka.

    Jadi jika pria ingin menikmati sesi bercinta yang lebih lama bersama pasangan, HIIT bisa menjadi salah satu opsi yang dijajal.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy