Tag: intimidatif

  • Asosiasi Tepis Tuduhan KPPU soal Kartel Pinjol


    Jakarta

    Pengusaha membantah dugaan pelanggaran persaingan usaha yang diajukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dituduh melakukan kesepakatan penentuan batas maksimum suku bunga alias dugaan kartel suku bunga.

    KPPU menilai puluhan perusahaan anggota AFPI melakukan kesepakatan pinjaman online (pinjol) dengan batas bunga tertinggi sebesar 0,8% dan 0,4% di sejumlah perusahaan P2P lending.

    AFPI dan 97 perusahaan pinjaman daring (pindar) menolak dengan tegas tuduhan KPPU. Tuduhan tersebut dinilai tidak tepat, asosiasi menilai pengaturan batas maksimum juga merupakan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ada kesepakatan antar perusahaan sama sekali.


    Pengaturan batas maksimum suku bunga oleh AFPI ditujukan untuk perlindungan konsumen dari praktik predatory lending yang dilakukan oleh pinjaman online (pinjol) ilegal.

    “Pengaturan batas maksimum juga merupakan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada saat itu. Jadi, sama sekali tidak ada unsur kesepakatan di dalamnya,” ujar Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).

    Lebih lanjut, Entjik juga menekankan bahwa pedoman perilaku AFPI yang dianggap oleh investigator KPPU sebagai bukti adanya pengaturan harga justru disusun bukan untuk membatasi persaingan.

    Hal tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen dari praktik penagihan intimidatif dan pengenaan bunga tinggi oleh pinjol ilegal yang marak terjadi sebelum adanya regulasi.

    “Batas maksimum suku bunga sebesar 0,8% pada 2018, yang diturunkan menjadi 0,4% pada 2021, yang diatur dalam pedoman perilaku AFPI merupakan suku bunga maksimum (ceiling price), bukan suku bunga tetap (fixed price). Setiap platform Pindar memiliki independensi dalam menetapkan suku bunga selama tidak melebihi batas maksimum tersebut,” papar Entjik.

    Entjik menambahkan bahwa pada praktiknya, setiap platform menerapkan suku bunga yang berbeda-beda sesuai dengan sektor dan risiko bisnisnya masing-masing. Dengan demikian, kompetisi di dalam industri pun tetap terjaga sehingga menciptakan keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan industri.

    Dalam tanggapan yang disampaikan di hadapan majelis hakim, seluruh platform menyatakan menolak tuduhan yang diajukan investigator KPPU.

    “Seluruh platform merasa tidak pernah ada kesepakatan menentukan harga, apalagi melakukan praktik kartel. Platform dan asosiasi hanya mengikuti arahan regulator. Apakah ada pelaku usaha yang berani tidak menjalankan arahan regulator? Pelaku usaha yang tertib dan patuh seharusnya tidak dituduh melakukan praktik persaingan tidak sehat,” tutup Entjik.

    Simak juga Video ‘Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T’:

    (hal/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Riset Ini Ungkap Variasi Seks Paling Intimidatif


    Jakarta

    Dalam seks, eksplorasi bisa menjadi salah satu kunci dalam membangun keintiman. Namun tentunya tidak semua variasi seks perlu dicoba, karena sejujurnya begitu menyeramkan.

    Setidaknya inilah yang terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan Superdrug Online Doctor baru-baru ini. Riset ini mengungkap bahwa sebagian besar pasangan agak terintimidasi oleh banyak aspek keintiman.

    Riset ini mengamati pendapat para responden tentang berbagai aktivitas seksual yang intimidatif dan ‘anxiety inducing’. Responden diminta memberikan penilaian dengan skala 1-5.


    Dikutip dari NY Post, riset ini mengungkap ‘public sex’ atau bercinta di tempat umum dinilai paling intimidatif dengan skor tertinggi pada skala 1-5. Responden dari Eropa memberikan rerata skor 3,2 dan Amerika 3,7.

    Selain itu, variasi seksual termasuk BDSM, seks anal, ‘rough sex’ ada di urutan berikutnya. Dibandingkan variasi-variasi tersebut, responden merasa lebih tidak ‘anxiety’ untuk mencoba mengeksplorasi posisi seks baru, atau mencoba menggunakan sextoy.

    Berdasarkan jenis kelamin, responden pria memilih seks anal, seks oral, dan seks berdiri sebagai fantasi terfavorit. Sementara itu, pada responden wanita pilihan posisi bercinta missionary, spooning, dan cowgirl berada di urutan paling atas.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy