Tag: investasi jangka panjang

  • Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

    Dead Cat Bounce merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam trading aset kripto. Istilah ini digunakan untuk menyebut suatu pola pergerakan aset dalam pasar. Trader yang terjebak Dead Cat Bounce disebut-sebut akan mengalami kerugian. Benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan mengenai Dead Cat Bounce berikut ini!

    Asal Usul Fenomena Dead Cat Bounce

    Fenomena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak hanya berlaku pada trading aset kripto. Justru sebaliknya, fenomena ini sudah ditemukan jauh sebelum kripto muncul. Istilah ini mulai digunakan di Wall Street untuk menyebut saham yang sejenak naik dan kemudian mengalami penurunan terus-menerus.

    Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

    Saat itu, tepatnya pada Desember 1985, pasar saham Singapura dan Malaysia tiba-tiba mengalami lonjakan setelah sebelumnya terus turun karena resesi. Jurnalis Financial Times, Horace Brag dan Wong Sulong, kemudian menyebut fenomena tersebut dengan istilah “Dead Cat Bounce”.

    Memahami Apa Itu Dead Cat Bounce

    Apa Itu Dead Cat Bounce

    Sebenarnya, istilah Dead Cat Bounce dipilih karena kucing yang sudah mati sekalipun bisa memantul tinggi asal titik jatuhnya juga tinggi. Aset kripto yang mengalami Dead Cat Bounce pun juga sama.

    Lalu, apa itu Dead Cat Bounce yang berlaku pada pasar trading kripto? 

    Jadi, Dead Cat Bounce dalam aset kripto menggambarkan kondisi di mana sebelumnya posisi aset tinggi dan kemudian mengalami tren penurunan yang berkelanjutan, tetapi akan ada kemungkinan aset tersebut tiba-tiba mengalami lonjakan. Sayangnya, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan justru menjadi “sinyal” untuk penurunan yang lebih besar pada waktu mendatang.

    Cara Mengenali Dead Cat Bounce

    Cara Mengenali Dead Cat BounceFenomena aset yang memantul ini sebenarnya bisa dikenali. Ini karena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada tiga tahapan yang menandai datangnya Dead Cat Bounce yaitu:

    1. Tahap pertama

    Terjadi penurunan nilai aset yang amat  tajam dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

    2. Tahap kedua

    Nilai aset tiba-tiba melonjak, seolah sedang terjadi pembalikan tren.

    3. Tahap ketiga

    Nilai aset kembali turun, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan pada tahap pertama. Seperti pada tahap pertama, tren penurunan ini juga akan berlangsung lama.

    Jika diperhatikan, fenomena ini mirip dengan technical rebound (TR). Hanya saja, lonjakan nilai aset pada Dead Cat Bounce terjadi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan tidak lebih dari satu hari. Koreksi nilai pun sulit untuk diprediksi karena fenomena ini baru dapat dikenali saat tahapannya sudah berlangsung.

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor yang saling memengaruhi, hingga kemudian menimbulkan dampak yang besar. Berikut ini faktor penyebab terjadinya Dead Cat Bounce:

    1. Spekulasi Investor

    Salah satu penyebab utama Dead Cat Bounce adalah adanya spekulasi dari para investor itu sendiri. Saat nilai aset kripto turun, akan banyak yang mengira bahwa penurunan tersebut hanya sementara dan nilai aset akan segera kembali. Hal tersebut diperparah dengan anggapan bahwa aset yang mengalami tren penurunan memang sudah ada di titik terendahnya.

    Melihat situasi tersebut, wajar jika investor kemudian membeli banyak aset yang sedang turun. Saat aset banyak terjual, otomatis tren penurunannya akan berhenti. Hal ini menimbulkan ilusi bahwa aset akan kembali naik.

    2. Pasar yang Fluktuatif

    Penyebab lainnya adalah karena kondisi pasar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pasar kripto sangat fluktuatif. Berbagai kondisi bisa memengaruhi naik-turunnya harga aset. Saat terbit pemberitaan negatif, nilai aset akan terjun. Sebaliknya, saat kabar positif muncul, maka nilai aset akan langsung naik.

    Situasi yang sangat dinamis tersebut jelas mudah menimbulkan ketertarikan. Satu berita positif saja bisa mendorong investor untuk menjual aset kripto mereka karena nilai aset sedang naik. Dampaknya, akan muncul sentimen pasar positif yang hanya berlangsung sementara.

    Fenomena Dead Cat Bounce memang menurunkan peluang untuk mendapat keuntungan dari trading aset kripto. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Cara terbaik untuk menghindari risiko semacam ini adalah dengan membekali diri dengan pengetahuan mengenai pasar aset kripto.

    Nah, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi dan update terbaru mengenai pasar aset kripto di Tokonews, outlet berita dari Tokocrypto yang membahas teknologi blockchain, aset digital, dan aset kripto baik dalam maupun luar negeri. Pastikan Anda juga follow Twitter dan Instagram Tokocrypto!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

    Seperti yang telah dijelaskan di sebelumnya mengenai DeFi, Decentralized finance (DeFi) adalah sebuah sistem keuangan terbuka (open finance) dan dibangun dengan teknologi blockchain yang bersifat desentralisasi dan immutable. Salah satu yang melatar belakangi dibangunnya sistem ini adalah masih banyaknya masyarakat yang kekurangan akses kepada layanan finansial. Untuk itu yuk kita pelajari jenis jenis investasi decentralized finance berikut ini!

    Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

    Desentralisasi artinya tidak ada single point of failure, karena record yang sama telah disimpan pada banyak komputer atau nodes melalui jaringan peer to peer. Walaupun saat ini sistem keuangan konvensional lebih berperan dalam perkembangan ekonomi di seluruh dunia, namun hal ini belum menyentuh masyarakat kelas bawah. 

    Dikarenakan sifat dari jaringan blockchain ini permission less, maka hal ini terbuka untuk siapa saja. Tidak peduli berapa banyak dana yang dimiliki atau tempat tinggalnya, tidak seperti bank yang memiliki kebijakan untuk menutup akun customer jika terlepas dari berapa dana yang dimiliki, di mana mereka tinggal.

    Jenis-Jenis Investasi Berbentuk DeFi dan Keuntungannya

    1. Emas

    Emas adalah salah satu bentuk investasi yang paling sering dipilih oleh masyarakat, itulah kenapa emas menjadi aset terpenting untuk menyimpan kekayaan. Emas adalah salah satu bentuk investasi yang konvensional dan menguntungkan dari waktu ke waktu.

    Walaupun emas adalah investasi yang paling disenangi, namun menabung emas dalam bentuk fisik memiliki kekurangan tersendiri. Salah satunya adalah kemungkinan kehilangan emas fisik yang secara fatal dapat menghilangkan keseluruhan nilai investasinya.

    Namun, dengan perkembangan zaman, kini Anda tidak perlu khawatir memikirkan tempat penyimpanan yang aman.  Saat ini telah hadir investasi emas yang telah berbentuk digital, bernama Digix. Digix memiliki nilai token yang disesuaikan dengan harga emas murni.

    Sama seperti emas konvensional, Digix memiliki cara yang sama. Anda dapat membeli, menjual, dan menabungnya kapan saja mengikuti harga pasar. Untuk perhitungannya, nilai 1 DGX sama dengan 1 gram emas murni. Dikarenakan cara kerjanya sama seperti emas konvensional, keuntungan dari memilih investasi Digix ini; Anda dapat menyimpan emas dengan lebih aman tanpa perlu khawatir.

    2. Bitcoin

    Walaupun harga Bitcoin terjadi fluktuatif, namun permintaan atas Bitcoin terus mengalami peningkatan, sehingga jumlah bitcoin terus berkurang, dan nilai bitcoin mengalami peningkatan. Bitcoin menjadi salah satu pilihan aset jangka panjang karena karakteristiknya yang terdesentralisasi. 

    Salah satu penyebab harga bitcoin mengalami penurunan, dikarenakan aksi jual yang disebabkan oleh resesi ekonomi. Beberapa orang menyelamatkan usaha mereka dengan menjual aset-aset kriptonya yang berupa bitcoin.

    Salah satu keuntungan dari menjadikan bitcoin sebagai aset investasi adalah sifatnya yang volatile atau harganya yang mudah berubah, sehingga hal inilah yang mendatangkan potensi penghasilan ketika diperdagangkan melalui trading Bitcoin.

    Orang-orang juga tertarik menabung Bitcoin karena mereka malas trading.

    3. Ethereum

    Salah satu aset investasi yang terdesentralisasi adalah Ethereum. Pengembangannya yang terjadi di seluruh dunia dapat dilakukan dengan membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum.

    Tujuannya berfokus pada untuk memperbaiki industri keuangan, penyimpanan informasi pribadi, tata kelola dengan berbagai kegunaan lainnya dengan menggunakan sifat transparan blockchain.

    Salah satu keuntungan Ethereum adalah mulai banyak bermunculan Initial Coin Offering (ICO) dengan menggunakan blockchain Ethereum dan mengimplementasikan algoritma penambangan koin (Bukti Pasak). Sehingga Ethereum dapat menjadi pilihan investasi yang Aman untuk Anda.

    Nah, jadi tunggu apa lagi? Segera bergabung dengan memilih aset investasi berbasis decentralized finance! Jangan lupa pilih Tokocrypto sebagai bursa Anda! Download aplikasinya dan salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Pahami Apa Itu Annual Percentage Yield Crypto

    Dalam berinvestasi aset kripto, tentu Anda harus memiliki pemahaman yang cukup mengenai seluk-beluk aset yang akan Anda investasikan. Kok, begitu? Tentunya agar Anda bisa menjemput cuan di akhir investasi. Nah, salah satu yang perlu Anda pahami adalah Annual Percentage Yield crypto. Yuk, simak penjelasan lebih lanjut serta perbedaannya dengan Annual Percentage Rate berikut ini!

    Pentingnya Riset Sebelum Berinvestasi Aset Kripto

    Seperti yang sama-sama diketahui, investasi aset kripto khususnya di Indonesia berkembang sangat pesat. Tidak sedikit di antara investor yang berhasil mendapat cuan dari investasi tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang malah justru merugi. Banyak faktor yang menyebabkan kerugian tersebut, salah satu yang utama adalah kurangnya riset terhadap aset kripto yang diinvestasikan.

    Selain mengenai serba-serbi aset kripto yang akan diinvestasikan termasuk pergerakan harga, mencari informasi mengenai strategi dan metode yang bisa diaplikasikan juga harus dilakukan. Dalam berinvestasi, pasti Anda mengharapkan keuntungan, bukan? Maka dari itu, Anda harus tahu strategi dan metode apa yang dapat Anda pakai, salah satunya yaitu Annual Percentage Yield (APY) yang dimiliki oleh masing-masing proyek kripto.

    Kenalan dengan Annual Percentage Yield Crypto

    Annual Percentage Yield (APY) adalah persentase pengembalian tahunan yang diperoleh seseorang atas suatu aset kripto yang diinvestasikan setelah menghitung bunga majemuk (compounding interest). Bunga majemuk ini mengacu pada uang pokok yang Anda investasikan ditambah dengan bunga yang dihasilkan. 

    Nah, metode ini akan lebih sesuai apabila digunakan oleh Anda yang memilih aset kripto sebagai instrumen investasi jangka panjang. Pasalnya, kalkulasi bunga dalam APY dilakukan secara gabungan dalam periode waktu satu tahun. Biasanya, APY digunakan oleh para investor yang menyimpan atau hold aset kripto yang dimiliki sambil mencari keuntungan.

    APY sendiri dapat diperoleh setelah para investor menyimpan aset kripto yang diinvestasikan pada wallet dalam jangka waktu satu tahun. Selain menyimpan, cara lain yang biasanya dilakukan untuk memperoleh APY adalah staking token atau yield farming dalam liquidity pool. Secara umum, proyek cryptocurrency yang beredar di pasar memiliki nilai APY sekitar 1%, namun bisa jauh lebih tinggi jika proyek tersebut masih tergolong baru di pasar. 

    Berbagai program yield disediakan oleh masing-masing Digital Exchanger beserta protokol DeFi dan wallet yang Anda gunakan. Sebelum memilih program yield, jangan lupa untuk riset terlebih dahulu mengenai biaya, entrance barriers, prosedur perolehan bunga, serta jenis aset apa saja yang sesuai dengan program yield tersebut, ya. 

    Perbedaan Annual Percentage Yield (APY) dan Annual Percentage Rate (APR)

    Seringkali para investor kripto terkecoh akan Annual Percentage Yield (APY) dan Annual Percentage Rate (APR), dikarenakan keduanya memiliki kemiripan yaitu sama-sama melibatkan bunga. Padahal, APY dan APR merupakan dua hal yang berbeda, lho

    Perbedaan utama yaitu berdasarkan definisinya. APY merupakan return tahunan yang akan diperoleh dari akumulasi bunga yang telah ditetapkan hasil aktivitas investasi. Sementara, APR merupakan bunga tahunan yang dibebankan, didasari atas utang atau pinjaman tertentu yang Anda sebelumnya pernah ambil. Jadi, APY adalah persentase yang diperoleh dan APR adalah persentase yang perlu dibayar.

    Hal lain yang menjadi pembeda adalah APY memperhitungkan compounding interest, sementara APR sama sekali tidak. APR hanya melihat tingkat bunga saja. Sehingga, jika suatu proyek kripto memiliki APY yang tinggi, hal tersebut menguntungkan bagi investor. Di sisi lain, jika nilai APR tinggi, maka semakin banyak jumlah bunga yang dibebankan dan perlu dibayar.

    Walaupun keduanya berbeda, baik APR dan APY ternyata masih memiliki kesamaan, nih. Yaitu keduanya dapat dikaitkan dengan fluktuasi pasar. Saat permintaan di pasar meningkat, maka APR dan juga APY akan ikut meningkat. Sebaliknya, saat pasar dalam keadaan stabil atau permintaan menurun, APR dan APY akan menurun. Selain itu, APY dan APR juga sama-sama dapat digunakan sebagai matriks dalam yield farming secara bergantian.

    Itu dia pengertian Annual Percentage Yield crypto dan perbedaannya dengan Annual Percentage Rate. Walaupun berbeda, kedua hal tersebut dapat digunakan secara bersamaan dalam berinvestasi kripto selama Anda sudah memiliki wawasan yang cukup, ya. Untuk informasi, edukasi, dan tips and trick seputar aset kripto lainnya, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Rekomendasi 10 Aset Kripto yang Akan Naik Akhir 2021

    Akhir tahun 2021 ini harga aset aset kripto terbesar di dunia, diprediksi memanas pada akhir tahun, walaupun harga bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa hampir $69.000 per bitcoin pada bulan November 2021 sebelum jatuh kembali, dan bisa kembali mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH). Sementara itu, mata uang kripto utama lainnya telah menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada bitcoin selama setahun terakhir termasuk ethereum, BNB Binance, solana, cardano, dan XRP Ripple mendorong kapitalisasi pasar kripto gabungan tertinggi sebesar $3 triliun.

    Masa Depan Investasi Kripto

    Salah satu penyebab faktor investasi di aset kripto menjadi pilihan adalah karena permintaan kripto yang terus meningkat, khususnya bitcoin. Selain itu, aset kripto yang sifatnya terdesentralisasi sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap resesi ekonomi yang terjadi di suatu negara. Jika Indonesia jadi mengalami resesi ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini, aset kripto dapat menjadi pilihan sebagai investasi jangka panjang dikarenakan karakteristiknya yang terdesentralisasi. Nilai Rupiahlah bahkan yang akan lebih dahulu jatuh jika terjadi resesi.

    Investasi kripto dinilai memiliki likuiditas yang tinggi, karena saat ini sudah banyak regulasi yang ditetapkan. Regulasi yang dibuat lebih ketat akan membantu meningkatkan aktivitas perdagangan dan harga aset kripto. Selain itu, peraturan yang dibuat juga dapat mengatasi  penipuan kripto yang telah menggagalkan keinginan investasi beberapa investor, sehingga peraturan tersebut membuat semua koin kripto baru dan peluang investasi harus mematuhi kriteria regulasi tertentu. Maka dari itu, peraturan tersebut akan mengamankan kekhawatiran calon investor dan memberikan landasan yang lebih kuat bagi pertumbuhan investasi kripto di masa depan.Nah, apa saja aset kripto yang diprediksi akan naik di akhir tahun 2021? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

    10 Investasi Mata Uang Kripto Yang Diprediksi Naik di Akhir Tahun 2021

    Berikut 10 mata uang kripto yang akan naik yang dapat dipilh untuk Anda berinvestasi.

    1. Bitcoin (BTC)

    Bitcoin (BTC) diakui sebagai mata uang digital pertama di dunia (juga dikenal sebagai cryptocurrency). Selama bertahun-tahun, Bitcoin telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil namun konsisten. Bitcoin pun masih mendominasi altcoin. Ketika Bitcoin turun, sebagian besar altcoin lainnya akan turun juga.

    Bitcoin mencatat rekor tertinggi sepanjang masa tahun ini, bulan November ini ketika melampaui $69.000 untuk pertama kalinya. Dalam hitungan hari, itu telah turun kembali di bawah $ 56.000.

    Namun, banyak ahli mengatakan bahwa Bitcoin sedang dalam perjalanan untuk melewati angka $ 100.000, apalagi eksistensi Bitcoin semakin meningkat ketika Tesla Inc. (TSLA) memborong BTC. Ditambah dengan keputusan El Salvador menjadikan BTC sebagai legal tender.

    Per hari Rabu (24/11/2021), harga bitcoin sudah mencapai 813 juta rupiah, meskipun sudah tergolong tinggi, namun ini bukan harga tertinggi yang pernah dicapai oleh Bitcoin. Harga tertinggi yang dicetak bitcoin yaitu pada tanggal 13 April, yang di mana saat itu harga btc to idr mencapai 934 juta rupiah! Harga yang fantastis bukan untuk sebuah aset digital?

    2. Ethereum

    Berikutnya, aset kripto yang akan naik 2021 untuk dibeli pada akhir 2021 dan awal 2022 adalah Ethereum.

    Pertumbuhan Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, terus menikmati peningkatan. Ethereum mampu bertumbuh cepat di decentralized finance (DeFi) didukung dengan kekuatan jaringannya. Selain itu, aplikasi dan ekosistem yang lebih terdesentralisasi yang mengandalkan jaringan Ethereum, akan menjadi token ETH yang lebih kuat. Sehingga investor tertarik untuk berinvestasi apalagi developer sangat menyukai membangun aplikasi desentralisasi, atau DApps, di Ethereum, yang sebenarnya adalah blockchain yang paling sering digunakan di dunia dan NFT.

    3. Binance Coin

    Binance coin (BNB) pada awalnya dikenalkan sebagai cara untuk mendandani Binance di masa awal pertumbuhannya. Binance coin diluncurkan melalui Initial Coin Offering (ICO) yang saat itu berlangsung pada tanggal 26 Juni- 3 Juli 2017. BNB dikeluarkan sebagai token ERC20 yang berjalan pada jaringan Ethereum dengan total 200 juta koin.

    Pada Rabu (24/11/2021) harga BNB bahkan mencapai Rp 8,4 juta, naik hingga 917.04% dibanding bulan January yang saat itu seharga Rp 830 ribuan. Faktor utama yang menyebabkan naiknya harga BNB adalah faktor fundamental, seperti berkurangnya suplai yang beredar, Burna Binance yang bernilai jutaan dolar serta kinerja sistem yang kuat dari Binance saat masa Bear Market (kondisi harga pasar saham sedang memiliki tren yang melemah). Disamping itu, sentimen tentang prospek akan diluncurkannya bursa desentralik Binance juga menjadi faktor harga BNB yang terus menerus naik dan diprediksi sampai akhir tahun 2021.

    4. Solana (SOL)

    Di 2021 ini, Solana menjadi menjadi salah satu dari 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Mungkin akan menjadi aset crypto kuda hitam yang cukup ganas di tahun 2022 mendatang.

    Sepanjang tahun berjalan, Solana melonjak dari US$1,51 menjadi $160. Dan berulang kali meraih rekor harga tertinggi pada akhir Oktober dan awal November 2021. Solana sendiri sama halnya seperti Ethereum, protokol Solana juga dibangun untuk memfasilitasi penciptaan DApps yang mudah, dengan jaringan yang lebih cepat daripada Ethereum, serta memiliki biaya yang jauh lebih rendah.

    5. Cardano (ADA)

    Aset kripto yang akan naik 2021 adalah Cardano, yang juga masuk dalam enam besar aset crypto berdasarkan coin marketcap. 

    Uniknya, ADA diciptakan oleh salah satu pendiri Ethereum. Cardano juga menggunakan protokol proof-of-stake, dengan begini Cardo memberikan intensif kepada pengguna untuk membuat blok baru. 

    Tidak seperti pasar saham, Cardano tidak menyediakan rasio laba dan laporan keuangan triwulanan ketika mengevaluasi nilai mata uang digital yang diberikan.

    Rincian kualitatif lah yang membuat Charles Hoskinson, salah satu pendiri dari Ethereum, menjadi investor Cardano memberikan koin ini kredibilitas ketika pertama kali diluncurkan pada bulan September 2017.

    6. Ripple (XRP)

    Berhasil bekerjasama dengan dengan perusahaan keuangan besar di dunia seperti Mastercard, Western Union, MoneyGram dan BMO, membuat harga ripple melonjak dalam dua tahun kebelakang (2018). Teknologi dan jaringan yang kuat dengan cepat membuka peluang baru di bidang perdagangan internasional, perbankan, dan jaringan pembayaran

    Dengan bertambahnya Daftar perusahaan yang menggunakan layanan Ripple, prediksinya harga aset kripto ripple akan terus meningkat pada beberapa tahun kedepan. Sepanjang tahun 2021 ini, dari bulan January sampai hari ini (24/11/2021) harga Ripple sudah naik 107,77% ke harga Rp14.636 dari harga Rp7.044.

    7. DOGE Coin

    Koin yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 ini memang belum memiliki fundamental yang kuat layaknya bitcoin atau ethereum. Namun siapa sangka, pada Senin (19/04/2021) koin ini mencapai harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu di Rp6.850 setelah meningkat lebih dari 600% dari harganya semulanya di kisaran Rp1.000 hanya dalam jangka waktu 1 pekan.

    Kenaikan yang sangat signifikan terhadap harga dogecoin ini diyakini terkait dengan cuitan seorang Miliarder yang juga merupakan CEO dari perusahaan Tesla dan SpaceX yaitu Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya. Elon beberapa kali terlihat mencuit tentang kripto dan DOGE di akun Twitter pribadinya.

    8. Shiba Inu (SHIB)

    Koin Shiba Inu yang dibuat sebagai koin berbasis meme semakin menggila. Dalam satu bulan, koin Shiba Inu melonjak lebih dari 800%, bahkan berhasil melampaui Dogecoin.

    Selain itu, koin Shiba Inu juga menjadi koin crypto terpopuler di kalangan netizen tanah air.

    Dalam perkembangannya, koin Shiba Inu empat kali lebih populer di media sosial dibandingkan pesaing terdekatnya, yakni Dogecoin.

    9. Axie Infinity Shards (AXS)

    Axie Infinity Shards merupakan salah satu koin yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Berbeda dengan koin lainnya, Axie merupakan game blockchain yang terinspirasi dari game Pokemon. 

    AXS sendiri memiliki peran sentral dalam ekosistem game. Axie menghadirkan opsi play-to-earn yang mampu menciptakan penggunaan yang berkelanjutan. Ditambah setiap karakter adalah token non-fungible (NFT) sendiri.

    10. Toko Token (TKO)

    Toko Token merupakan proyek aset kripto lokal pertama dengan model token hybrid, berfungsi sebagai gabungan dari token CeFi (Centralized Finance) dan token DeFi (Decentralized Finance) yang baru diluncurkan pada awal April 2021. 

    TKO masuk ke dalam aset kripto yang akan naik di tahun 2021 karena memiliki fundamental yang kuat. Selain di dukung langsung oleh Binance, Toko Token juga mengalami kenaikan hingga 3000% pada 30 menit pertama saat listing di Tokocrypto.

    Kemudahan Investasi Kripto

    Selain menggunakan teknologi yang canggih dan mempunyai regulasi yang sudah dibuat secara ketat. Berinvestasi pada aset kripto saat ini sudah bisa di akses dengan mudah dan cepat. Beberapa platform exchange sudah terverifikasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan juga mempunyai aplikasi untuk menunjang kebutuhan anda berinvestasi di aset kripto secara mudah.

    Selain mudah dan aman, berinvestasi pada aset kripto saat ini bisa anda lakukan mulai dengan nominal yang murah. Dengan menggunakan Tokocrypto sebagai exchange aset digital, anda bisa memulai investasi dengan minimal biaya Rp.500.000 rupiah. Nominal tersebut bisa anda gunakan sebagai modal awal untuk memulai berinvestasi dari aset-aset kripto yang akan naik di 2021, seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas.

    Dengan deposit awal sebesar Rp. 500.000 anda sudah bisa membeli berbagai jenis aset kripto yang tersedia di Tokocrypto. Selain itu, anda juga bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Tokocrypto seperti Aplikasi jual-beli (trading) yang sudah tersedia di android maupun IOS, group telegram yang berisi para trader dan investor berpengalaman, serta fasilitas penunjang keamanan yaitu 2 factor authentication.

    Itu dia rekomendasi mata uang kripto yang akan naik 2021 untuk Anda miliki. Tunggu apa lagi, yuk bergabung bersama kami di Tokocyrpto, salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Pensiun Tidak Cukup? Ini 5 Solusi Menyiasatinya

    Jakarta

    Memasuki usia pensiun, ketenangan secara finansial bisa jadi salah satu prioritas utama yang harus disiapkan sejak sekarang. Sebab saat terbaik memulai tabungan hari tua atau dana pensiun adalah ketika masih muda dan memiliki pendapatan sendiri.

    Namun karena berbagai alasan seperti banyaknya kebutuhan pengeluaran, sulit untuk mengumpulkan dana di hari tua. Sehingga saat dihitung-hitung, besaran dana yang sudah ditabungkan untuk keperluan pensiun bisa jadi masih jauh dari yang ditargetkan.

    Lantas apa yang bisa dilakukan saat dana pensiun tidak cukup?


    1. Susun Rencana Keuangan yang Jelas

    Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyusun rencana keuangan dana pensiun yang cermat. Adapun perencanaan ini perlu ditentukan berdasarkan beberapa poin, yakni:

    – Pada usia berapa Anda berencana pensiun, atau tidak memiliki penghasilan tetap.
    – Tentukan asumsi usia harapan hidup.
    – Tentukan perkiraan kebutuhan dana yang diperlukan untuk hidup sehari-hari.
    – Ketahui waktu yang miliki untuk menyiapkan dana tersebut.

    Berdasarkan perhitungan ini yang bersangkutan dapat melihat kebutuhan dana saat pensiun hingga meninggal nanti. Dengan begitu terlihat lebih jelas berapa dana yang perlu disiapkan untuk menutup kebutuhan saat pensiun, dan berapa lama dana itu butuh untuk dikumpulkan.

    2. Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

    Setelah mengetahui nilai dana yang harus dikumpulkan untuk membiayai masa pensiun, saatnya untuk menentukan strategi investasi yang tepat.

    Tabungan hari tua baru akan digunakan dalam jangka panjang. Dengan demikian, strategi investasi untuk mengumpulkan dana pensiun yang tepat adalah juga investasi jangka panjang.

    Beberapa instrumen investasi yang tepat untuk tujuan keuangan jangka panjang adalah saham, reksa dana saham, reksa dana campuran, dan lain sebagainya. Hindari menggunakan instrumen investasi jangka pendek untuk mendukung tujuan keuangan jangka panjang, seperti tabungan biasa atau deposito berjangka.

    3. Amankan Asuransi

    Di usia tua, kondisi kesehatan sering menghadapi tantangan yang lebih besar ketimbang saat masih di usia muda. Akan lebih baik jika yang bersangkutan sudah mengamankan kebutuhan asuransi sejak dini.

    Misalkan saja asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Adapun sebaiknya asuransi ini sudah diamankan sejak muda, karena semakin tua usia nasabah premi asuransi akan semakin mahal.

    Dengan memiliki asuransi ketika kondisi masih sehat, Anda lebih leluasa memilih asuransi yang tepat sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.

    4. Jaga Kesehatan Keuangan

    Mengumpulkan tabungan hari tua dengan rajin berinvestasi secara berkala tentu saja membutuhkan komitmen jangka panjang. Supaya tetap bisa berinvestasi sesuai rencana yang telah disusun, pastikan senantiasa menjaga kesehatan keuangan.

    Hal ini dapat dilakukan dengan menghindari utang konsumtif dan menjaga rasio utang sehat. Beban cicilan maksimal yang boleh ditanggung adalah 30% dari pendapatan rutin.

    Bila tanggungan cicilan Anda melebihi angka tersebut, itu berarti keuangan Anda kurang sehat. Segera kurangi utang dan hindari mengambil utang konsumtif yang tidak mendesak seperti utang kartu kredit atau fasilitas paylater.

    Kemudian di luar itu perkuat dana darurat. Amankan dana darurat minimal sebesar 6 kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Anda bisa menabung dana darurat dengan cara menyisihkan minimal 10% dari pendapatan rutin sampai nilai dana darurat memadai.

    Serta biasakan mencatat pengeluaran dan melakukan budgeting. Dengan mengetahui ke mana saja uang dipergunakan, Anda bisa melihat alokasi pos mana yang paling banyak menyedot pendapatan. Anda juga akan terbantu menyiapkan strategi tepat saat melakukan budgeting atau perencanaan anggaran rutin tiap bulan.

    5. Naikkan Target Pemasukan

    Menyiapkan tabungan hari tua untuk keperluan masa pensiun membutuhkan alokasi anggaran yang memadai untuk diinvestasikan.

    Di usia produktif, tentu bukan hanya dana pensiun saja yang perlu disiapkan. Masih ada rencana keuangan dana pendidikan anak, dana liburan, dana pembelian rumah pertama dan kedua, dan lain sebagainya.

    Supaya pendapatan Anda memadai untuk ditabungkan ke semua pos rencana keuangan tersebut, jangan segan-segan untuk mencari pendapatan tambahan. Dalam hal i j Anda bisa mencari side hustle yang bisa dijalankan di samping pekerjaan utama.
    hans

    Tonton juga video “Jadi Dirut Bulog, Mayjen Ahmad Rizal Dipastikan Akan Pensiun Dini” di sini:

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com