Tag: Investasi Kripto

  • Perencana Keuangan yang Investasi Crypto Dikabarkan Naik 50%

    Survei menunjukkan bahwa perencana keuangan yang mulai investasi crypto telah mengalami apresiasi sebesar 50% dalam satu tahun. Apresiasi ini juga terjadi bersama alokasi dana pengguna jasa mereka yang berubah menjadi 10% dalam alokasi terhadap crypto.

    Perencana Keuangan Investasi di Crypto

    Survei yang digelar bersama ETF Trends, situs investasi terkenal di Amerika, memperlihatkan bahwa perencana keuangan yang investasi crypto terlihat naik. Hasil ini didapatkan dari survei ditarik dari 1.000 perencana keuangan yang mengikuti survei ini pada Desember 2020.

    Pada survei ini ditemukan juga bahwa sekitar 9,4% dari pengguna jasa mereka atau klien mereka memiliki crypto dalam portfolio investasi mereka. Angka ini merupakan apresiasi sekitar 6,3% dari tahun lalu.

    Dari survei tersebut, ditemukan juga bahwa dari perencana keuangan yang belum menginvestasikan dananya di crypto, 15% dikabarkan akan mulai investasi di 2021. Selain itu 2% dari mereka secara pasti akan mulai di awal tahun 2021 ini.

    Perencana keuangan terlihat lebih tertarik untuk menginvestasikan dananya pribadi dibandingkan dana kliennya pada mata uang crypto. Dari survei tersebut, sekitar 24% dari keseluruhan partisipan telah menginvestasikan dananya pada crypto.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    Penyebab Apresiasi Alokasi

    Ketidakpastian perekonomian dari pandemi Covid-19 terlihat menjadi penyebab apresiasi dalam alokasi investasi terhadap crypto. 54% dari responden tersebut mengkonfirmasi hal tersebut dengan menyatakan bahwa terdapat korelasi antara pandemi dan keuntungan dari crypto.

    Satu seperempat dari responden menyatakan bahwa investasi dilakukan bukan untuk mencari keuntungan namun untuk melindungi kekayaannya terhadap inflasi. Alasan ini sejalan dengan sentimen kegunaan crypto dalam pelindungan terhadap inflasi yang naik 9% dibanding tahun lalu.

    Permintaan dari klien para perencana keuangan ini juga terlihat naik dimana 81% perencana keuangan melaporkan permintaan untuk alokasi investasi ke crypto. Angka tersebut dikabarkan merupakan apresiasi permintaan klien sekitar 76% dibandingkan 2019.

    Potensi Masih Besar

    Walau terjadi pertumbuhan alokasi ke crypto, CIO dari Bitwise menyatakan bahwa survei ini hanya mencerminkan kurang dari 10% perencana keuangan di dunia. Tetapi angka ini justru bagus akibat masih ada kemungkinan lebih tinggi dalam apresiasi.

    Baca juga: Mengenal Reksadana Bitcoin Melalui Grayscale Bitcoin Trust

    Menurutnya, dari survei tersebut masih ada kemungkinan alokasi perencana naik mencapai dua kali lipat dari saat ini. CEO dari ETF Trends juga menyatakan bahwa saat ini perencana keuangan juga masih mencari aset alokasi terbaik dan terlihat bahwa mayoritas baru mulai menuju ke crypto.

    Angka penolakan terhadap crypto juga terlihat turun 10% dari 2019 yang terlihat dari pihak yang memprediksi Bitcoin akan turun ke $0. Sebaliknya, perencana keuangan yang memprediksi bahwa Bitcoin akan mencapai angka jutaan dalam 5 tahun naik sekitar 11%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Sepanjang awal tahun 2022, market aset kripto mengalami penurunan yang signifikan, jika dibandingkan pada November tahun lalu. Market dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada anjloknya nilai sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar (big cap), seperti Bitcoin, Ethereum, Tether dan lainnya.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat saat ini investor memang cenderung merespons negatif dan bersikap wait and see terkait sejumlah peristiwa global yang membuat nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya anjlok, sehingga membuat pasar kripto bergerak lambat. Namun, dibalik itu sebenarnya ada peluang untuk investor mengambil profit.

    “Biasanya, para investor dan trader aset kripto kawakan akan masuk ke pasar dan mengambil keuntungan saat harganya sedang turun. Istilahnya buy the dip. Investor punya insting bahwa penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya,” kata Afid.

    Ilustrasi Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Ilustrasi Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Afid menambahkan bahwa setiap investor pasti punya karakter masing-masing. Kebanyakan investor yang berpengalaman akan melakukan buy the dip dengan tujuan melindungi nilai kekayaan. Makanya, tak heran jika mereka langsung memborong sebuah aset saat harganya tengah anjlok. 

    Sementara itu, investor yang memborong aset kripto di harga murah, bisa saja kemudian dijual kembali saat pasar merangkak pulih dan harganya menunjukkan tren peningkatan kembali. Namun, perlu diingat kembali bahwa investasi aset kripto itu berisiko tinggi dan sangat spekulatif, perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    “Melakukan riset terlebih dahulu mengenai aset kripto yang akan dibeli. Membeli aset kripto sesuai kemampuan dana yang dimiliki dan gunakan “uang dingin”. Investor juga bisa melakukan diversifikasi aset atau istilahnya jangan taruh telur dalam satu keranjang,” saran Afid.

    Ada beberapa tips yang Afid ungkap untuk mengambil cuan di tengah keruntuhan pasar kripto. Adapun pendekatan mana yang terbaik, investor perlu memutuskan sendiri. Tips ini akan sangat bergantung pada toleransi risiko investasi masing-masing investor, serta keyakinan mereka soal pasar akan bergerak selanjutnya.

    1. Jangan FOMO dan FUD

    Investor kripto yang baik akan tetap mengikuti berita dan tren terbaru di market. Namun, terlalu banyak informasi pasti bisa menjadi hal yang buruk. Mental investor akan bergejolak sehingga bisa melakukan keputusan yang tidak tepat, seperti FOMO (fear of missing out) dan FUD (fear, uncertainty, and doubt).

    “Biasanya saat market anjlok, investor akan bersikap FOMO dan FUD. Keduanya adalah istilah umum di dunia, dan dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat pada keputusan untuk membeli dan menjual. Hal tersebut bisa berdampak buruk, karena keputusan tidak didasari oleh akal yang sehat,” kata Afid. 

    Ingat, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, dan tak ada saran yang lebih baik daripada melakukan penelitian sendiri. Saat mempelajari tentang pembaruan di pasar kripto, selalu coba dan konfirmasi dengan berbagai sumber.

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

     

    2. Tetapkan Tujuan yang Jelas, Diversifikasi, dan Beli sesuai Kemampuan

    Afid menjelaskan sebagian besar investor yang cerdas memilih untuk memegang sejumlah jenis aset kripto yang berbeda dalam jangka panjang untuk mendiversifikasi portofolio mereka. Investor kripto harus menentukan strategi perdagangan mereka, dan buat keputusan yang tepat untuk cut loss dan take profit. 

    “Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk merencanakan masa depan dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerugian. Jangan terlena melihat market anjlok, lalu membeli sejumlah aset kripto yang banyak, tapi tanpa riset,” tuturnya.

    Investor dapat mempertimbangkan strategi tetap seperti mengeluarkan dana khusus untuk investasi kripto dalam jumlah kecil secara berkala. Hal ini untuk mengurangi sifat greedy yang biasanya terjadi pada investor.

    Baca juga: Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    Salah satu opsi teraman untuk menghindari volatilitas kripto dan melindungi diri, selama penurunan pasar adalah dengan mengonversi beberapa kepemilikan kripto volatil menjadi aset yang lebih stabil. 

    “Ini dapat membantu investor ‘mengunci’ keseimbangan portofolio mereka dan mengurangi risiko dan tingkat stres di pasar anjlok,” kata Afid.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    4. HODL dan Pemikiran Jangka Panjang

    Afid mengatakan jika nilai aset kripto yang dimiliki telah turun sejak pembeliannya, disebut kerugian yang belum direalisasi. Maka dari itu, sebaiknya aset kripto yang diyakini akan bernilai jangka panjang disarankan untuk melakukan hodl dan hanya dijual dengan harga kurang dari harga pembelian.

    “Di saat market krisis, memegang kripto yang memiliki nilai tinggi atau big cap mungkin lebih menguntungkan daripada menjual dalam jangka pendek,” katanya.

    5. Lihat Peluang di Market Kripto

    Ketika pasar kripto jatuh, ada peluang tahu ke mana harus mencari cuan. Investor yang tajam melihat jendela peluang baru, pasti memanfaatkan ‘diskon’ dan menghasilkan keuntungan.

    “Bahkan dalam tren turun, masih akan ada puncak dan lembah kecil saat pasar berfluktuasi. Investor yang telah memoles keterampilan teknik analisis mereka dapat memperoleh keuntungan di sini, menggunakan pengetahuan itu untuk memprediksi pergerakan jangka pendek dan memanfaatkannya dengan membeli posisi terendah dan menjual harga tertinggi,” pungkas Afid. 

    Untuk melihat peluang yang terjadi di market kripto setiap minggunya, sehingga meraih profit, investor bisa simak Tokocrypto Market Signal yang terbit di TokoNews. Dalam ulasannya akan dibahas lima koin/token yang berpotensi bullish dan bearish selama satu pekan ke depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anda Trader Crypto? Pahami Serba-Serbi Indikator VWAP

    Sebagai seorang trader pemula, Anda mungkin ingin mengetahui harga rata-rata dari sebuah aset kripto. Untuk mengetahui nilai rata-rata sebuah aset kripto, Anda perlu melakukan analisis teknis menggunakan indikator VWAP. 

    Indikator ini akan membantu Anda dalam mengetahui tren pasar keuangan. Apa itu VWAP dan apa saja manfaat yang didapatkan para trader jika menggunakan indikator ini? Simak penjelasan berikut!

    Apa itu VWAP Indicator?

    VWAP adalah kependekan dari Volume Weighted Average Price yang berarti sebuah tolak ukur trading untuk menunjukkan informasi harga rata-rata yang sudah diperdagangkan sepanjang hari. Harga rata-rata tersebut ditentukan berdasarkan volume dan harga aset kripto.

    Oleh trader, VWAP digunakan sebagai alat konfirmasi tren dan membangun aturan perdagangan di sekitarnya. Misalnya, ketika harga berada di atas VWAP, mereka mungkin akan memilih posisi membeli/buy. Sebaliknya, jika harganya berada di bawah VWAP, mereka akan lebih memilih posisi menjual/sell

    Dari segi tampilan grafik, VWAP tampak mirip dengan Simple Moving Average. Namun, keduanya menghitung hal yang berbeda. VWAP menghitung jumlah dari harga yang dikalikan dengan volume, kemudian dibagi dengan total volumenya. Sementara itu, Simple Moving Average menghitung jumlah harga penutupan pada periode tertentu, kemudian membaginya dengan banyak periode.

    grafik vwap

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Hammer Candlestick dalam Trading Kripto

    Manfaat VWAP Indicator bagi Trader

    Para trader institusi menggunakan VWAP untuk berbagai manfaat seperti berikut ini:

    1. Indikator keluar masuk pasar

    Demi mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mereka memasuki atau keluar dari pasar. Hal ini berguna untuk meminimalisir risiko kerugian. Biasanya, trader akan menjual asetnya ketika harga berada di atas VWAP dan membeli ketika harga berada di bawah.

    2. Mengetahui trend pasar

    Sementara itu, untuk trader individual, VWAP memberikan informasi mengenai kepastian tren yang sedang terjadi di pasar. Indikator ini bisa digunakan untuk rentang waktu apa pun, seperti intraday atau detik, menit, jam, minggu, bulan, tahun, atau dekade. Jika Anda melakukan trading mingguan, jumlah nilai yang terakumulasi dimulai dari hari pertama trading pada minggu tersebut.

    Kelemahan VWAP Indicator

    Namun, VWAP memiliki sejumlah batasan. Nilainya didasarkan pada nilai historis dan tidak memiliki kualitas prediksi atau perhitungan secara inheren. Karena VWAP berlabuh ke kisaran harga pembukaan di hari tersebut, seiring berjalannya waktu, indikator akan menunjukkan ketertinggalan. 

    Hal ini terlihat dari perhitungan VWAP pada periode satu menit setelah 330 menit, yang akan sering menyerupai rata-rata pergerakan 390 di akhir perdagangan. Sebagai tambahan informasi, 330 menit merupakan panjang sesi perdagangan biasa.

    VWAP indicator

    Formula dan Cara Menggunakan VWAP indicator

    Untuk menghitung VWAP (Volume Weighted Average Price), Anda perlu menjumlahkan sejumlah dana yang diperdagangkan pada setiap transaksi. Kemudian, bagilah dengan total saham yang diperdagangkan. Berikut ini lima langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghitung VWAP:

    1. Temukan harga rata-rata aset yang diperdagangkan selama lima menit periode awal terlebih dahulu. Anda cukup menambahkan harga aset ketika harga tinggi, rendah, dan tutup. Kemudian, bagi tiga.

    2. Kemudian, kalikan hasil rata-rata aset kripto tersebut dengan volume periode yang Anda tentukan. Anda bisa mencatatnya pada spreadsheet di bawah kolom PV.

    3. Bagilah PV dengan volume periodenya. Hasil dari pembagian inilah yang disebut dengan nilai VWAP.

    4. Untuk menghitung nilai VWAP sepanjang hari, tambahkan terus nilai PV dari setiap periode di nilai sebelumnya.

    5. Setelah itu, bagilah total hasil yang Anda dapat dengan total volume hingga titik tertentu. Agar pencatatan lebih mudah, buatlah kolom untuk PV dan volume kumulatif. Kedua nilai tersebut akan menghasilkan nilai VWAP jika dibagi satu sama lain.

    Itulah penjelasan mengenai indikator VWAP, manfaat, serta cara menghitungnya. Menggunakan indikator ini bisa menjadi bantuan untuk Anda mengetahui tren pasar agar mampu membuat strategi untuk masa depan investasi dan trading Anda. Namun, indikator VWAP juga masih memiliki keterbatasan. Ada baiknya jika Anda juga memahami indikator lainnya agar bisa terhindar dari risiko kerugian.

    Selain itu, pastikan Anda berinvestasi pada platform yang sudah tepercaya, seperti Tokocrypto. Di platform ini, Anda akan mendapatkan berbagai informasi terkini mengenai mata uang kripto, cukup dengan klik tautan ini

    Yuk, dapatkan beragam informasi menarik lainnya dengan follow Twitter dan Instagram Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk bergabung di komunitas Tokocrypto, ya!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Definisi dan Cara Membaca Doji Candlestick Crypto!

    Jika Anda sudah berkecimpung dalam dunia trading cukup lama, Anda mungkin sudah pernah mendengar soal Doji candlestick. Namun, bagi yang belum pernah mendengar jenis candlestick ini, Anda bisa mempelajarinya dengan membaca artikel ini.

    Apa itu Doji Candlestick?

    Doji candlestick adalah salah satu jenis candlestick yang terbentuk saat harga pembukaan dan penutupan hampir sama dalam jangka waktu tertentu. Ditunjukkan dalam bentuk salib, salib terbalik, dan tanda tambah “+”, biasanya pola ini menunjukkan adanya pembalikan pada tren pasar. 

    Candlestick ini dimanfaatkan oleh para investor dan trader untuk mengetahui perubahan harga di pasar. Untuk lebih memahami soal Doji candlestick dan cara menggunakan serta membacanya, simak penjelasan berikut!

    Jenis-jenis Doji candlestick

    Candlestick ini terbagi ke dalam empat jenis, yaitu Neutral, Long-legged, Gravestone, dan Dragonfly. Setiap jenisnya menunjukkan maksud yang berbeda-beda pula.

    jenis doji candlestick

    1. Neutral

    Neutral Doji candlestick, atau disebut juga dengan Standard Doji atau Common Doji, adalah pola yang berbentuk seperti simbol “+”. Pola ini memiliki panjang bayangan atas dan bawah yang sama. Jenis yang satu ini tidak memberikan makna yang signifikan karena sifatnya yang netral. Jika jenis Doji candlestick satu ini muncul pada fase uptrend, maka menunjukkan bahwa tren pasar saat itu berpotensi untuk menyambung fase uptrend.

    2. Long-legged

    Jenis berikutnya yaitu Long-legged Doji, merupakan  pola yang memiliki bayangan atas dan bawah yang panjang. Hal ini juga berarti harga pasar memiliki pembukaan dan penutupan dengan nilai yang kurang lebih sama. Dengan bentuk bayangan atas dan bawah yang panjang, Doji candlestick jenis ini menunjukkan keragu-raguan setelah terjadi penurunan dan kenaikan yang kuat di pasar.

    Long-legged Doji terjadi paling signifikan ketika tren naik atau turun sedang menguat. Contohnya, ketika tren sedang naik, harga aset akan didorong menjadi lebih tinggi serta penutupan akan berada di atas pembukaan. Jenis ini menunjukkan bahwa ada kompetisi antara penjual dan pembeli, tetapi hasil akhirnya imbang.

    3. Gravestone

    gravestone doji candlestick

    Gravestone Doji adalah sebuah pola candlestick yang menunjukkan pembalikan dari tren bearish yang terbentuk ketika harga pembukaan, harga terendah, serta harga penutupannya berdekatan satu sama lain. Pola ini ditunjukkan dengan bayangan atas yang panjang, sementara bayangan bawahnya lebih pendek, seperti bentuk salib terbalik. Hal ini berarti kenaikan bullish di awal sesi sudah diatasi oleh penurunan yang terjadi di akhir sesi.

    4. Dragonfly

    dragonfly doji candlestick

    Jenis terakhir yaitu Dragonfly, merupakan pola Doji candlestick berbentuk salib, di mana bayangan bawahnya lebih panjang daripada bayangan atas. Jenis Dragonfly ini terbentuk pada harga penutupan dan pembukaan tertinggi dalam waktu yang sama. Sementara itu, harga terendahnya ada di posisi yang cukup jauh dari harga pembukaan.

    Pola seperti ini memberikan sinyal bahwa akan ada potensi pembalikan harga ke sisi atas atau bawah. Umumnya, Dragonfly Doji terbentuk saat kondisi pasar bearish, tetapi muncul kekuatan bull yang membuat harga terpaksa tutup pada posisi yang sama dengan harga pembukaan.

    Cara menggunakan dan membaca Doji candlestick

    Jenis candlestick ini dianggap sebagai tanda adanya keraguan pada peningkatan atau penurunan harga, sehingga harga pembukaan dan penutupan berakhir di area yang sama. Selain itu, Doji candlestick juga kerap kali ditemukan pada titik pembalikan harga.

    Dengan menggunakan Doji, Anda bisa memperlakukan titik terendah dan tertinggi sebagai titik breakout. Contohnya, ketika Anda mengamati tren pasar yang sedang turun, kemudian melihat dragonfly Doji, Anda perlu mencari posisi beli. Sementara itu, ketika Anda ingin menjual kembali asetnya, juallah setelah harga menembus lebih tinggi dari dragonfly Doji. Harga tertinggi dan terendah bisa lihat penjelasan dan gambar di sini.

    Untuk cara membaca Doji candlestick, Anda bisa fokus kepada empat hal, yakni:

    1. Harga buka, harga buka mewakili harga pertama yang diperdagangkan dan ditunjukkan pada bagian atas atau bawah body candle.

    harga buka doji candlestick

    Jika berwarna hijau, hal ini berarti ada tren naik. Namun, jika warna merah, itu berarti harga mengalami tren turun.

    2. Harga tertinggi. Pada harga tertinggi (highest price) akan membentuk bayangan atas.

    3. Harga terendah. Lalu pada harga terendah (lowest price) akan membentuk ekor bawah.

    Harga terkini. Selanjutnya, lihat pula harga terkini yang diperjualbelikan pada jangka waktu tertentu.

    harga terkini doji candlestick

    Itu dia penjelasan mengenai definisi dan cara membaca Doji candlestick. Pastikan Anda sudah memahami hal ini agar trading aset kripto Anda lebih menguntungkan. Memahami pola ini akan memudahkan Anda dalam menyusun strategi dan memprediksi kenaikan atau penurunan harga di kemudian hari.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    Salam to the moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Market kripto pada pekan pertama Februari mengalami pemulihan 25% dari posisi terendahnya pada 24 Januari. Meski begitu, keadaan pasar kripto yang mulai pulih tidak menjamin apakah tren bearish telah berhenti.

    Banyak analis yang melihat mayoritas kripto akan bergerak stagnan pada awal pekan kedua Februari ini. Namun, masih ada potensi koreksi menjelang pertengahan hingga akhir pekan nanti, sehingga diprediksi mendatangkan sentimen positif yang tentunya bisa menarik perhatian para investor.

    Dalam kondisi market kripto yang kembali merangkak naik, terdapat beberapa kripto yang potensi mengalami bullish, namun ada juga yang berpotensi mengalami bearish. Investor harus lebih berhati-hati memilih aset kripto untuk mendatangkan profit. Sebagai referensi, simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Hedera (HBAR)

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Kripto pertama yang masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini adalah Hedera (HBAR). Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

    HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat HBAR memiliki potensi bullish diakibatkan sentimen dari peluncuran Smart Contract 2.0 pada 8 Februari 2022. Hal ini bisa mendatangkan sentimen positif dari para investor.

    “HBAR akan merilis Smart Contarct 2.0 di tanggal 8 Februari. Tapi, sentimen positifnya akan terus berkelanjutan, karena ini big event dari HBAR. Acara nanti akan ada webinar dan langsung launching smart contract baru,” kata Afid.

    Peringkat HBAR di CoinMarketCap saat ini adalah #36, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.550.595.603. Pasokan yang beredar 18.092.792.421 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

    2. The Sandbox (SAND)

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Token Metaverse The Sandbox (SAND) masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse dalam jumlah terbatas pada 10 Februari 2022.

    Pada saat lelang nanti akan ada lebih dari 550 tanah dan 8 gedung atau perumahan yang akan dijual dengan harga lebih tinggi. Kabar ini dapat meningkatkan ketertarikan terhadap SAND karena seluruh transaksi pelelangan harus dilakukan dalam token tersebut.

    “The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse pada 10 Februari mendatang. Event ini otomatis akan menjadi sentimen positif karena kembali menghidupkan proyek SAND selama beberapa hari terakhir tidak ada kabar baru,” ungkap Afid.

    Peringkat SAND di CoinMarketCap saat ini adalah #33, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.877.018.694. Pasokan yang beredar 1.035.054.385 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    3. Harmony (ONE)

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Aset kripto Harmony (ONE) ternyata masih berpotensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, menjelaskan sentimen positif ONE di awal bulan Februari masih berkelanjutan, karena akan meluncurkan Ethereum bridge yang akan meningkatkan nilainya.

    “Harmony (ONE) akan ada Ethereum bridge di tanggal 14 Februari 2022. Jadi nantinya ONE akan kompatibel dengan jaringan Bitcoin dan Ethereum, sehingga mempermudah perpindahan token atau koin di kedua ekosistem. Hype sentimen positifnya masih terus berlangsung,” kata Afid.

    Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

    Peringkat ONE di CoinMarketCap saat ini adalah #50, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.473.749.531. Pasokan yang beredar 11.695.964.805 koin ONE dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    4. Stacks (STX)

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Stacks adalah solusi blockchain layer-1, yang dirancang untuk membawa smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) ke Bitcoin (BTC). Smart contract ini dibawa ke Bitcoin tanpa mengubah fitur apa pun yang membuatnya kuat, termasuk keamanan dan stabilitasnya.

    Afid mengungkap STX berpotensi bullish dikarenakan ada event NFT drops di jaringan mereka. Acara ini mendorong para investor untuk tertarik meng-hold koin STX mereka dan berujung menimbulkan sentimen positif di pasar.

    “STX akan menyelenggarakan NFT drops, jadi berpotensi mendatangkan sentimen positif. Dalam 24 jam terakhir, ada kenaikan nilai STX yang cukup signifikan,” kata Afid.

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.170.247.054. Pasokan yang beredar 1.297.473.392 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    5. Ethereum Classic (ETC)

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ethereum Classic (ETC) diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan nilai dalam waktu dekat. Afid menjelaskan ETC memang sempat menunda peluncuran mainnet baru bernama Mystique di awal Februari. Namun, sudah ada tanggal konfirmasi terbaru yaitu, 13 Februari mendatang sehingga mendorong kripto ini menjadi banyak peminat.

    “Setelah kemarin mengalami penundaan, kini peluncuran Mystique ETC akan dirilis 13 Februari mendatang. Di kripto ada istilah buy on rumor, sell on news. Jadi dengan ada berita tersebut, biasanya tiga hari atau seminggu sebelumnya sudah ada sentimen positif di market,” tutur Afid.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Ethereum Classic (ETC) adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap saat ini adalah #37, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.261.461.241. Pasokan yang beredar 132.822.397 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. BTCUP (BTCUP)

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BTCUP akan kembali diproyeksikan mengalami penurunan. Menurutnya kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCUP.

    “BTCUP berpotensi bearish dan akan alami penurunan 22 persen,” kata Afid.

    BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2916, dengan kapitalisasi pasar US$ 6.225.976. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    2. BNBUP (BNBUP)

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    BNBUP juga berdampak pada kondisi market kripto yang mulai alami koreksi. Afid mengatakan BNBUP berpotensi bearish karena mengikuti kondisi Binance Coin (BNB) yang juga tengah menurun.

    “Tidak ada sentimen positif di BNBUP dalam waktu dekat, sehingga membuat aset kripto ini masuk ke daftar bearish,” kata Afid.

    Peringkat BNBUP di CoinMarketCap saat ini adalah #3039, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 2.523.711. Pasokan yang bersirkulasi tidak tersedia.

    3. JUST (JST)

    Ilustrasi JUST (JST).

    Ilustrasi JUST (JST).

    JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

    Pengelola Ekosistem Koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global menurut situs web proyek.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. “JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Penurunan nilainya bisa capai 20 persen, walaupun nantikan akan sempat terkoreksi naik,” katanya.

    Peringkat JST di CoinMarketCap saat ini adalah #147, dengan kapitalisasi pasar US$ 416.684.110. Pasokan yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer1 yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

    NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Sayangnya, pekan ini NEAR masuk dalam potensi bearish.

    “NEAR berpeluang mengalami bearish dengan penurunan nilai mencapai 16 persen. Nilai NEAR diprediksi akan terkoreksi naik, lalu kembali turun,” kata Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #23, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.117.070.368. Pasokan yang beredar 633.890.744 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    5. Mines of Dalarnia (DAR)

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

    Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bearish. “Penurunan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 30 persen yang dikarenakan tidak update penting yang dikeluarkan oleh developer MoD, sehingga bisa membuat token DAR menarik,” ungkapnya.

    Peringkat DAR di CoinMarketCap saat ini adalah #337, dengan kapitalisasi pasar US$ 137.820.696. Pasokan yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Bid dan Ask!

    bid dan ask

    Ketika Anda baru mulai berinvestasi, baik investasi saham maupun kripto, Anda akan bertemu dengan berbagai istilah, termasuk di antaranya adalah bid dan ask. Kedua istilah ini akan Anda temui pada investasi saham dan jual-beli aset kripto. Bid dan ask adalah komponen penting yang tidak terpisahkan. Jika Anda belum memahami apa itu bid dan ask, simak penjelasannya berikut ini!

    Apa itu bid dan ask?

    Secara umum, bid diartikan sebagai harga atau penawaran maksimum suatu aset. Sebaliknya, ask adalah harga atau penawaran minimum yang ditawarkan untuk membeli suatu aset. Dapat disederhanakan bahwa bid berarti beli, sedangkan ask artinya jual. Hal ini juga berlaku dalam investasi aset kripto. 

    Ketika bertransaksi dengan aset kripto, Anda akan menemukan bid pada kolom buy dalam order book, sementara ask berada di kolom sell. Biasanya, harga tawaran akan bernilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga penawaran. Perbedaan angka pada tawaran dan penawaran disebut juga dengan spread, yakni imbalan atau keuntungan yang diterima oleh platform.

    Bid-ask spread dalam transaksi kripto

    Tidak hanya ada istilah bid dan ask, dalam dunia kripto dikenal pula istilah bid-ask spread. Istilah ini merujuk pada suatu kondisi di mana jumlah harga permintaan lebih banyak daripada harga bid suatu aset. Sederhananya, bid-ask spread merupakan selisih harga tertinggi kripto yang ditawar pembeli dengan harga terendah yang diterima oleh penjual.

    Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa seseorang yang ingin menjual aset kriptonya akan menerima sejumlah harga penawaran, sedangkan orang yang ingin membeli aset kripto akan membayar harga sesuai dengan permintaan penjual.

    Baca Juga: Strategi Penggunaan Bollinger Band Scalping Agar Profit!

    Menghitung bid-ask spread sangatlah mudah. 

    Misalnya, harga bid sebuah aset kripto adalah US$5000, sedangkan harga permintaan untuk aset tersebut adalah US$5.100 . Maka, bid-ask spread dari aset kripto tersebut sebesar 100 dolar AS. 

    Anda juga bisa mengubahnya ke dalam bentuk persentase, yakni dengan membagi bid-ask spread dengan harga permintaan terendah. Maka, akan ditemukan hasil bid-ask spread sebesar 5%.

    Jika calon pembeli membuat penawaran dengan harga yang lebih tinggi, maka spread ini akan ditutup. Begitu pula jika calon penjual membuka penawaran aset kripto dengan harga yang lebih rendah.

    bid-ask spread

    Bid-ask spread itu untuk apa?

    Bid-ask spread digunakan untuk melihat likuiditas. Spread tinggi menunjukan likuiditas rendah, sedangkan spread rendah menunjukkan likuiditas tinggi.

    Bagaimana likuiditas ini mempengaruhi orang-orang dalam mengambil keputusan?

    Setiap aset memiliki harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli dan harga terendah yang penjual bersedia untuk terima. Jumlah harga tersebut bisa berbeda-beda. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan likuiditas pada masing-masing aset kripto.

    Beberapa pasar lebih likuid jika dibandingkan dengan pasar lainnya dan hal ini harus terlihat pada spread yang lebih rendah. Pada dasarnya, price taker atau trader akan meminta likuiditas, sementara market maker akan memasok likuiditas.

    Misalnya, aset paling likuid di dunia saat ini adalah mata uang fiat. Pada mata uang fiat, harga tertinggi pembelian dan harga terendah penjualan memiliki selisih yang sangat kecil, bahkan bisa diukur melalui pecahan sen.

    Hal sebaliknya terjadi pada saham dan aset kripto. Keduanya merupakan aset yang kurang likuid, bahkan bisa memiliki spread 1 hingga 2 persen dari harga permintaan yang terendah. 

    Selisih harga ini dapat menjadi kisi-kisi yang memperlihatkan risiko ketika market maker menawarkan asetnya. Contohnya, kontrak berjangka bisa saja mempunyai harga permintaan terendah pada aset yang mewakili harga yang jauh lebih tinggi daripada perdagangan ekuitas atau valas.

    Itulah informasi menarik sepuar bid dan ask dalam kripto. Untuk mulai berinvestasi, yuk gabung di Tokocrypto sebagai platform terpercaya! Dengan sistem layanan yang sudah terintegrasi, kegiatan investasi aset kripto pun akan lebih mudah. 

    Yuk, simak berbagai informasi seputar kripto  di website Tokocrypto, Instagram, serta Twitter! Juga jangan lupa untuk bergabung di komunitas Tokocrypto. Salam to the moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal FOMO di Investasi Aset Kripto dan Cara Menghindarinya

    Istilah FOMO saat ini sudah banyak kita temukan dalam dunia investasi, baik saham hingga aset kripto. FOMO sendiri merupakan singkatan dari Fear of Missing Out yang berkaitan dengan sebuah perasaan yang takut tertinggal atau ketinggalan karena tidak mengikuti sebuah aktivitas atau tren tertentu.

    Perasaan ini bisa dikatakan sebagai cemas serta takut yang bisa muncul dalam diri seseorang karena ketinggalan informasi atau aktivitas-aktivitas terbaru seperti tren, berita dan lain sebagainya. Adanya rasa takut akan ketertinggalan ini biasanya mengacu pada perasaan ataupun persepsi orang lain bisa bersenang-senang serta menjalani roda kehidupan dengan lebih baik. 

    Penyebab FOMO

    Munculnya FOMO tidak lain dan tidak bukan karena adanya penggunaan media sosial. Teknologi digital saat ini sudah menjadi kebutuhan dan sahabat dekat kita sebagai makhluk sosial. Perkembangan yang begitu pesat memberikan banyak sekali dampak positif dan negatif. Contoh paling nyata adalah adanya Instagram yang membuat kita dengan mudah mendapatkan jutaan informasi baik dari orang sekitar bahkan informasi internasional. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Instagram sebagai aplikasi yang banyak digemari oleh masyarakat memiliki banyak sekali fitur yang mendukung pengguna untuk melakukan update video ataupun foto dengan adanya instastory. Biasanya mereka akan menggunakan fitur ini untuk membagikan rutinitas sehari-hari. 

    Adanya instastory ini membuat kita bisa melihat rutinitas seseorang sehari-hari dan inilah yang menyebabkan munculnya perasaan cemas atau insecure dari diri kita masing-masing ketika melihat seseorang membagikan cerita bahagia. 

    Sasaran FOMO

    Fomo bisa terjadi pada siapa saja tanpa adanya perbedaan gender dan umur. Fomo tidak hanya berlaku bagi para orang dewasa, mereka yang masih remaja juga banyak yang sudah mulai merasakan fomo. 

    Gejala yang Timbul karena FOMO

    Lalu, apakah kita termasuk orang yang sedang mengalami FOMO? Yuk, simak beberapa gejala yang timbul akibat FOMO berikut ini:

    • Frekuensi yang Tinggi untuk Cek Gadget

    Gadget adalah alat yang tidak bisa ditinggalkan ataupun kita tinggalkan di era sekarang. Bagi mereka yang mengalami FOMO, maka ia akan memiliki frekuensi yang cukup tinggi untuk melakukan pengecekan ponsel. Contohnya ialah ketika mereka bangun tidur maka gadget adalah alat pertama yang harus mereka pegang. Selain itu, pada waktu malam hari atau sebelum tidur gadget adalah benda terakhir yang di pegang. 

    • Dunia Maya Jadi yang Utama

    Ciri selanjutnya adalah seseorang akan merasa dan menganggap bahwa dunia maya memiliki kepentingan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dunia nyata. Hal ini karena munculnya keinginan orang tersebut untuk di akui oleh orang lain melalui dunia maya. Sehingga, kehidupan nyata menjadi nomor dua di bandingkan dengan dunia maya. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Dalam hal ini, keingintahuan yang di maksud bukanlah keingintahuan terhadap ilmu atau teori tertentu. Melainkan ingin tahu tentang kehidupan orang lain yang di anggap pembanding. Istilah stalking adalah salah satu bentuk keingintahuan seseorang terhadap orang lain. 

    • Tidak Mau Ketinggalan Gosip

    Orang-orang yang mengalami FOMO biasanya tidak ingin ketinggalan gosip terbaru. Gosip yang di maksud bisa berasal dari orang sekitar atau bahkan para public figure

    Ciri kelima yang menandakan bahwa seseorang mengalami FOMO adalah ketika ia mengeluarkan uang dengan sangat mudah bahkan melebihi kemampuan. Ia seringkali membeli hal-hal yang tidak begitu penting hanya agar tidak dipandang ketinggalan zaman. 

    Selain itu, ia akan susah untuk mengatakan “tidak” pada ajakan yang sebenarnya tidak mereka inginkan, termasuk investasi aset kripto. Alasan mereka melakukan ini adalah agar tidak ketinggalan aktivitas dan informasi sehingga ia akan menerima semua ajakan orang yang sebenarnya tidak begitu penting. 

    Tips Kurangi FOMO

    Adanya FOMO ini bisa memicu berbagai hal negatif contohnya adalah stress, depresi, kelelahan hingga gangguan tidur. Orang akan merasa tidak pernah cukup dan tidak mudah merasa puas. Hal ini juga bisa mengganggu finansial seseorang karena adanya budaya hidup tidak mau ketinggalan zaman. Nah berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi adanya FOMO:

    • Fokus terhadap Diri Sendiri

    Setiap manusia memiliki jalan, takdir dan kapasitas yang berbeda-beda. Tidak semua hal harus terjadi sama antara satu dengan yang lainnya. Sehingga kamu harus lebih fokus terhadap diri sendiri, tanpa perlu membandingkan dengan orang lain. Kita tidak mungkin terus-menerus mengikuti perkembangan yang bisa berubah hanya dalam hitungan menit. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    Salah satu penyebab FOMO adalah penggunaan media sosial terus menerus. Sehingga hal yang perlu anda lakukan berikutnya adalah mengurangi penggunaan media sosial dan gadget

    • Kembali Fokus pada Koneksi Sosial

    Sebagai makhluk sosial kita tentu membutuhkan orang lain sehingga kita harus memiliki koneksi nyata. Dengan menggunakan dan mengutamakan koneksi nyata maka kita tidak akan terfokus dengan dunia maya saja. 

    • Apresiasi dan Menghargai Diri Sendiri

    Selanjutnya untuk mengurangi perasaan FOMO maka anda harus bisa mengapresiasi serta menghargai diri sendiri. Kamu harus lebih bisa bersyukur atas apa yang dimiliki. 

    Itulah berbagai hal yang bisa kami berikan pada kamu seputar definisi, sasaran, gejala hingga tips yang bisa digunakan untuk mengurangi FOMO. Semoga bermanfaat!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    Saat ini, bukan hanya saham yang banyak digandrungi investor karena dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan. Namun, investasi aset kripto juga tengah menjadi sorotan, karena sama-sama dapat memberikan cuan.

    Jika kamu ingin terjun menjadi investor kripto, tentu saja ada beberapa tips yang harus dilakukan agar bisa mendapat profit seperti investasi lain. Karena, mereka yang telah sukses investasi kripto, tentunya memiliki strategi rahasia. Mari kita bongkar rahasia tersebut.

    Strategi Rahasia Investasi Kripto agar Profit

    Beberapa investor kripto sukses, memiliki strateginya masing-masing untuk bisa memaksimalkan profit investasi mereka. Namun, berikut yang akan kami bahas adalah strategi yang umum digunakan oleh investor sukses. 

    Buat Planning yang Matang

    Langkah pertama yang bisa kamu lakukan agar mendapatkan profit pada saat investasi kripto ialah dengan membuat perencanaan yang matang. Planning yang matang berfungsi agar kamu bisa memperkirakan kira-kira seberapa besar risiko yang mungkin terjadi.

    Baca Juga Mengenal Apa itu Golden Cross, Panduan Lengkap untuk Pemula

    Perlu diketahui, jika investasi aset kripto memiliki voltalitas yang tinggi. Di mana, dalam waktu sekejap bisa mengalami kenaikan pesat, namun juga bisa mengalami penurunan dalam waktu yang singkat. High risk, high return.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Perhitungkan Fee Layanan

    Hal kedua yang bisa kamu lakukan ialah dengan memperhitungkan seberapa besar fee layanan yang harus ditanggung. Karena setiap platform exchange yang digunakan untuk trading atau investasi kripto biasanya akan menetapkan fee layanan.

    Besaran jumlah fee layanan ini akan berbeda pada setiap platform. Setiap exchange akan memiliki biaya layanan sehingga penting untuk memperhitungkannya agar tidak mendapatkan kerugian.

    Tentukan Target

    Ketika kamu ingin mendapatkan profit dari sebuah investasi, maka harus menentukan target pencapaian yang sesuai dengan kemampuan investasi. Hal ini bertujuan agar bisa konsisten pada saat berinvestasi.

    Ketika konsisten, maka tidak menutup kemungkinan kamu bisa mendapatkan profit yang besar, sekalipun masih tergolong investor pemula yang masih belajar berinvestasi kripto.

    Beli dan Jual di Waktu yang Tepat

    Prinsip dalam berinvestasi kripto adalah beli dan jual pada waktu yang tepat. Kamu harus selalu mengingat kata kunci tersebut agar bisa mendapatkan profit yang lebih maksimal dan meminimalisir kerugian.

    Pada saat harga kripto sedang naik, hal yang harus kamu lakukan ialah menjualnya. Sedangkan, jika Bitcoin atau kripto lainnya sedang turun kamu bisa membelinya. Dengan demikian, kamu harus selalu memantau pergerakan kripto setiap harinya agar mendapatkan timing yang tepat.

    Baca Juga Daftar Token Aset Kripto dengan Nama Klub Sepak Bola Terpopuler

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Berani Ambil Risiko

    Investasi kripto menjanjikan sebuah keuntungan yang besar, hal ini sebanding dengan kemungkinan risiko yang akan investor dapatkan. Saat kamu menentukan akan memilih investasi kripto, tentunya juga harus sudah siap menanggung risikonya.

    Setiap investasi tidak akan selalu memberikan keuntungan, pasti ada momen di mana investasi mengalami kerugian. Sehingga kamu harus menyiapkan mental untuk menerima, jika sewaktu-waktu investasi sedang mengalami kerugian.

    Pastikan Platform Aman

    Untuk menjalani investasi yang aman dan profit, tentunya kamu harus memilih platform investasi yang aman pula. Saat ini banyak sekali platform investasi yang hadir dan menawarkan berbagai kemudahan.

    Ingat, jangan sembarangan memilih platform exchange investasi kripto karena tidak semua platform terjamin keamanannya. Karena, ada saja perusahaan yang berniat jahat dengan melakukan penipuan pada nasabahnya.

    Dari pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan jika ingin mendapatkan profit pada saat investasi kripto, maka kamu harus konsisten berinvestasi, berani ambil risiko, selalu belajar, siap mental dan yang paling penting adalah investasi di platform terpercaya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Minat Aset Kripto Melonjak, PM Thailand Ingatkan Cerdas Berinvestasi

    Tingginya minat investasi aset kripto di Thailand mengejukan Perdana Menteri, Prayuth Chanocha. Ia berharap orang-orang yang berinvestasi dalam kripto, terutama investor muda untuk tetap berhati-hati dan cermat.

    Ratchada Thanadirek, wakil juru bicara kantor perdana menteri Thailand, mengatakan Chanocha mengetahui bahwa masyarakat Thailand yang memasuki dunia kerja telah berbondong-bondong untuk berinvestasi dalam aset kripto karena keuntungan spektakuler dalam waktu singkat. 

    Namun, Perdana Menteri menyarankan investor untuk mempertimbangkan risiko ketika berinvestasi di kelas aset digital ini. Dia mencatat bahwa cryptocurrency bergerak spekulatif serta fluktuatif.

    Baca Juga Apa itu Teknologi Quantum Computer yang Jadi Ancaman Cryptocurrency?

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Investor Aset Kripto harus Cermat

    Chanocha juga mendesak investor untuk memahami risiko ketika berinvestasi dan dapat menerima kerugian apa pun. Mereka harus meneliti dan mempertimbangkan investasi dengan cermat sebelum membuat keputusan. 

    Pemerintah Thailand menyarankan orang tua untuk berhati-hati saat membuka akun perdagangan untuk anak-anak mereka, menekankan bahwa investasi oleh anak di bawah umur harus dipantau secara ketat. Hal terpenting, mereka tidak boleh tertipu oleh hype dan harus memilih penyedia layanan yang dilisensikan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) negara tersebut. 

    “Perdana Menteri senang bahwa generasi baru tertarik untuk berinvestasi. Tapi semua investasi berisiko. Nilai sendiri apakah Anda dapat menerima risiko yang mungkin timbul, termasuk memverifikasi bahwa penyedia layanan itu sah. Jangan terkecoh dengan iklan perusahaan untuk berinvestasi di aset digital,kata Ratchada

    “Generasi muda adalah generasi baru, termasuk orang tua, didorong agar melakukan penelitian sebelum berinvestasi setiap saat untuk memahami karakteristik risiko investasi.”

    Baca Juga Alasan Pendiri Cardano Charles Hoskinson Dekati Pemerintah Burundi

    Saat ini, data dari SEC Thailand menunjukkan bahwa ada 1,49 juta akun perdagangan aset digital di mana 311.000 di antaranya aktif, dengan nilai perdagangan harian rata-rata 6,6 miliar Baht ($ 198 juta). Sekitar 3% trader adalah anak muda di bawah 20 tahun dan sekitar 47% berusia di bawah 30 tahun. Perdana Menteri juga memperingatkan publik, serta investor kripto untuk berhati-hati saat menggunakan layanan tanpa izin karena tidak dilindungi oleh hukum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengertian Mata Uang Kripto, Penjelasan dan Cara Kerjanya

    Selama pandemi COVID-19 yang dimulai sejak Maret 2020, tren investasi mengalami peningkatan yang signifikan. Meski harga saham sempat anjlok, bagi beberapa orang kondisi tersebut justru merupakan momen untuk membeli saham dalam jumlah besar. Akhirnya, investasi pun menjadi tren, tak hanya untuk saham, tapi juga instrumen lainnya seperti emas, reksa dana, hingga kripto.

    Saat ini, mata uang kripto menjadi instrumen investasi yang tengah naik daun. Tidak hanya populer di Indonesia, kripto juga populer di berbagai negara. Mata uang digital ini menawarkan berbagai keuntungan yang akhirnya membuat sebagian besar orang penasaran dan mencoba untuk berinvestasi. 

    Apa Itu Mata Uang Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya? 

    Mata uang kripto adalah jenis mata uang digital yang terpusat pada sebuah jaringan bernama Blockchain. Mata uang ini dijamin oleh kriptografi, yaitu sebuah metode untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi dengan menggunakan kode. 

    Mata uang digital ini bisa digunakan untuk bertransaksi secara peer-to-peer tanpa perantara pihak ketiga. Salah satu negara yang sudah sangat akrab dengan kripto adalah Nigeria. Di Nigeria, mata uang kripto bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di toko online dengan memanfaatkan smartphone

    Cara kerja mata uang kripto bisa disederhanakan melalui tiga kata kunci, yakni digital, terenkripsi, dan terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang konvensional yang dikontrol oleh otoritas sentral, mata uang kripto sepenuhnya dikontrol dan dikelola oleh pengguna melalui internet.

    5 Mata Uang Kripto yang Tren pada November 2021

    Banyak mata uang kripto yang mengalami peningkatan harga setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa aset kripto yang sedang tren pada November 2021:

    1. Shiba Inu (SHIB)

    Shiba Inu atau SHIB baru dibuat pada pertengahan 2020. Saat ini, memecoin ini begitu viral dan populer di kalangan investor kripto. Shiba Inu berdiri di atas blockchain Ethereum. Meski harganya masih di bawah satu sen, Shiba Inu menunjukkan peningkatan yang signifikan beberapa kali. 

    Dengan harga awal hanya sebesar $0.0000000014, kini SHIB mengalami peningkatan pesat hingga menjadi $0.00007392 saat memasuki bulan November 2021. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah didongkrak dengan cuitan Elon Musk, peluncuran DEX tersendiri bernama ShibaSwap, juga diborong secara besar-besaran oleh whale beberapa waktu lalu.

    2. Dogecoin (DOGE)

    Mata uang kripto satu ini memiliki logo yang sama dengan SHIB, yakni anjing ras Jepang Shiba Inu. Berkat pengusaha nyentrik Elon Musk, Dogecoin (DOGE) menjadi topik yang viral dan menarik banyak sekali investor. Meski berawal dari sebuah candaan pada 2013 lalu, kini Dogecoin menjadi salah satu mata uang kripto yang paling diminati. 

    Tidak seperti kebanyakan kripto lainnya yang memiliki batasan jumlah uang yang dibuat, Dogecoin tidak memiliki hal itu. Dogecoin bebas membuat jumlah uang sebanyak apa pun. Harga Dogecoin (DOGE) pada 2017 hanyalah sebesar $0,0002. Pada November 2021, harganya berhasil meningkat dan berada di $0.3304.

    3. Ether (ETH)

    Jika berbicara soal mata uang kripto, sebagian besar orang pasti sudah mengenal Ether (ETH). Mata uang kripto ini kerap kali menjadi pilihan para investor untuk menanamkan uangnya. Ether menjadi kesukaan para pembuat program karena berfungsi sebagai penggerak blockchain kenamaan Ethereum yang menjanjikan berbagai fitur dan pengembangan, seperti smart contract dan NFT. 

    Selama lima tahun terakhir, Ether menunjukkan perkembangan yang begitu mengagumkan. Harganya meningkat hampir 40.000%, mulai dari $11 menjadi lebih dari $4,800 saat memasuki bulan November. Selain itu, kapitalisasi pasar Ether juga telah mencapai lebih dari $520 miliar.

    4. Cardano (ADA)

    Mata uang kripto satu ini terkenal karena metode validasi bukti kepemilikannya. Metode tersebut dapat mempercepat waktu transaksi serta mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan. Caranya dengan menghilangkan aspek kompetitif dan pemecahan masalah dari verifikasi transaksi.

    Layaknya ETH yang mendukung Ethereum, ADA juga mendukung platform-nya sendiri, Cardano, yang memiliki smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. ADA mengalami peningkatan harga sebesar 10.000% yang tercatat sejak 2017. Harga ADA saat itu adalah $0.02, sedangkan saat memasuki bulan November  2021, harganya meningkat menjadi $2,2786.

    Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    5. Solana (SOL)

    SOL merupakan altcoin yang diluncurkan pada 2020 oleh Solana Foundation. Koin yang satu ini menjadi salah satu primadona trader dan investor karena kenaikannya yang signifikan. Bagaimana tidak, harga SOL pada 17 Februari 2021 berada di angka $8.2226 atau berkisar Rp 117 ribu. Lalu 9 bulan kemudian tepatnya 17 November 2021, SOL berada di level harga $213.79 atau Rp 3 juta! 

    Nah, salah satu penyebab SOL mengalami kenaikan drastis adalah inovasi pada blockchain-nya yang sedang berjalan dan menunjukkan progress positif.

    Itulah beberapa jenis mata uang kripto yang melonjak saat pandemi. Tertarik untuk berinvestasi? Langsung saja memulai investasi melalui Tokocrypto, platform pertukaran mata uang kripto termudah dan teraman. Anda bisa menjual, membeli, dan berinvestasi berbagai jenis mata uang kripto. 

    Tokocrypto juga menyediakan informasi-informasi penting yang bisa menambah wawasan Anda mengenai mata uang kripto. Jangan lupa follow media sosial Instagram dan Twitter Tokocrypto untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!





    Sumber : news.tokocrypto.com