Tag: investasi masa depan

  • Investasi leher ke atas maksudnya apa sih? Baca Selengkapnya Disini

    Dewasa kini, sudah banyak orang yang akhirnya ‘melek investasi’. Apalagi gencarnya financial literacy yang berlangsung saat ini akhirnya menjadi salah satu penyumbang banyaknya Gen Z yang mulai berinvestasi. Akan tetapi, tahukah Anda jika investasi bukan melulu harus berbentuk aset fisik? Di lain sisi, ada istilah yang bernama investasi leher ke atas yang penting untuk Anda miliki. Terlebih investasi ini gak perlu modal yang besar! 

    Biar gak penasaran, yuk, baca terus artikel ini!

    Investasi Leher Ke Atas Itu Maksudnya Apa Sih?

    Apa sih Investasi leher ke atas itu

    Istilah satu ini memang terdengar unik, ya. Jika diartikan dari namanya, investasi leher ke atas adalah investasi yang dilakukan untuk tubuh, tepatnya pada bagian otak. Nah, makanya investasi ini dinamakan investasi leher ke atas karena otak kita terletak di bagian leher ke atas. Mudahnya, investasi ini dilakukan dengan menambah ilmu dan pemahaman baru

    Jenis-Jenis Investasi Leher Ke Atas

    Berikut 3 jenis investasi leher ke atas yang telah kami rangkumkan: 

    1. Investasi Spiritual

    Investasi spiritual

    Investasi spiritual adalah investasi yang berhubungan dengan kepercayaan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.  Jenis investasi ini dilakukan tergantung dengan agama dan kepercayaan yang dianut masing-masing tiap pribadi. 

    Adapun contoh yang bisa Anda terapkan antara lain: belajar mengaji, membaca buku-buku rohani, ikut bimbingan rohani, maupun ceramah keagamaan. Pokoknya kegiatan apapun yang dilakukan bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dapat disebut dengan investasi spiritual. 

    2. Investasi Kemampuan

    Investasi kemampuanInvestasi kemampuan adalah kegiatan yang berhubungan dengan upgrade skill, keahlian, maupun keterampilan dalam sebuah bidang. Terlepas dengan kondisi kita sudah selesai bersekolah dan lulus kuliah, bukan berarti menambah ilmu baru berhenti dilakukan. Terlebih sekarang semua informasi maupun keilmuan baru bisa didapatkan dari mana saja. 

    Misalnya, Anda bisa mencoba ilmu baru di luar keahlian atau pekerjaan dengan belajar investasi atau trading melalui webinar, short course, membaca artikel, atau semudah belajar dari video tutorial agar bisa mendapatkan untung dari investasi. Tentunya hal ini  akan menambah value diri Anda dan bahkan bisa menambah passive income kan?

    3. Investasi Sosial 

    Investasi sosial

    Gak bisa dipungkiri manusia adalah makhluk sosial yang tentunya membutuhkan orang lain di hidup mereka. Nah, investasi sosial adalah investasi yang berhubungan dengan teman, lingkungan, dan masyarakat sekitar. 

    Dengan menjalin hubungan yang baik antar sesama tentunya akan menambah manfaat tersendiri bagi Anda. Misalnya bisa bekerja sama dalam project tertentu, membuka peluang karir, atau bahkan bisa menambah ilmu baru dari investasi sosial ini. 

    Baca juga: Inilah Tips Sebelum Memulai Investasi bagi Anak Muda

    Kiat dalam Investasi Leher Ke Atas 

    Cara investasi leher ke atasLalu, gimana caranya agar bisa melakukan investasi leher ke atas? Inilah kiatnya:

    1. Rutin Membaca

    Pernah dengar pepatah membaca adalah jendela dunia? Ya, membaca adalah hal paling dasar yang bisa dilakukan untuk investasi pada otak. Kini membaca bisa dilakukan melalui media apa saja. Walaupun membaca dari buku memang lebih baik, namun gak menutup kemungkinan jika Anda bisa membaca dari sumber-sumber lain, seperti jurnal, artikel, dan bahkan media yang ada di media sosial. 

    Eits, jangan lupa untuk memastikan kredibilitas sumber yang dibaca, ya!

    2. Selalu Ingin Mencoba Hal Baru

    Terkadang mencoba hal baru terdengar sedikit menakutkan. Tapi, kalau tidak mencobanya Anda tidak akan tahu potensi apa saja yang ada di diri Anda. Karena seperti yang sudah disinggung di atas, siapa tahu Anda bisa mendapatkan passive income dengan mencoba hal baru di luar kemampuan saat ini. 

    3. Mencari Mentor 

    Mentor ini yang nantinya akan memberikan arahan atau insight yang benar untuk Anda agar bidang yang sedang digeluti dapat Anda mengerti dengan baik. Oh iya, mentor sendiri bukan melulu orang yang bisa Anda temui di tempat pelatihan atau training. Keluarga, kerabat, atau teman juga bisa lho menjadi mentor asalkan mereka paham dengan bidangnya!

    4. Pilih Circle yang Tepat

    Circle yang dimaksud di sini adalah lingkungan di mana Anda berkembang. Pilih lingkungan yang benar-benar mendukung untuk Anda berkembang Selain itu, membangun hubungan yang baik dari pribadi Anda sendiri juga dibutuhkan agar Anda pun bisa menciptakan lingkungan yang baik. 

    Pada akhirnya investasi leher ke atas adalah investasi yang sangat penting untuk selalu dikembangkan. Apalagi jika Anda ingin terjun ke investasi berbentuk aset. Investasi ini bisa dikatakan sebagai langkah preventif untuk menghindari risiko kerugian atau bahkan penipuan. 

    Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Ketahui Cara Terhindar dari Rug Pull 

    Nah, kalau Anda ingin berinvestasi di aset kripto, Anda bisa menambah ilmu melalui Tokonews dari Tokocrypto! Mulai dari berita terbaru, tips dan trik, hingga video pembelajaran tentang aset kripto bisa ditemukan di sini. Yuk, belajar dan investasi aset kripto yang aman dan terpercaya, yuk, gabung dengan grup Telegram dari Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



    Jakarta

    Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

    Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

    Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


    Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

    Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

    Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

    Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

    Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

    Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

    Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

    Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

    Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

    Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

    Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

    Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

    Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

    Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

    Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com