Tag: islam

  • Banyak Cicak di Rumah Boleh Dibunuh? Ini Hukumnya dalam Islam



    Jakarta

    Cicak adalah reptil kecil yang kerap ditemukan merayap di tembok rumah. Sebagian orang merasa terganggu dengan kehadiran cicak, apalagi kalau jumlahnya banyak.

    Bukan tanpa alasan, cicak suka buang kotoran sembarangan di sekitar rumah. Reptil ini juga bisa ikut mencicipi makanan di meja makan. Belum lagi, bentuknya tampak menggelikan bagi beberapa orang.

    Tak heran kalau banyak orang ingin membasmi cicak. Namun, bolehkan membunuh cicak dalam hukum Islam? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kata cicak dalam bahasa Arab disebut dengan Al Wazagh, sedangkan dalam hadits disebut dengan Al Fuwaisiq yang berarti ‘si kecil pengganggu’. Di dalam hadits sendiri cicak memang sudah disebutkan sebagai hewan yang sering mengganggu manusia.

    Ustad Farid Nu’man menjelaskan bahwa seorang muslim harus meyakini sial dan untung, malapetaka dan keselamatan, semuanya adalah ketetapan dari Allah Ta’ala semata. Hal ini juga sudah tertulis jelas di Quran, QS. At-Taubah, Ayat 51:

    قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

    Artinya:

    Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah, Ayat 51)

    Karena cicak adalah hewan pengganggu dan bisa menyebarkan kotoran, di dalam Islam sendiri memang ada anjuran untuk membunuh cicak.

    “Cicak termasuk hewan yang kotor sekaligus menjijikkan bagi banyak orang, sehingga keberadaannya sering dianggap mengganggu manusia di rumah-rumahnya. Oleh karenanya, Rasulullah SAW menganjurkan membunuhnya,” ucap Ustad Farid Nu’man kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Di dalam hadits juga sudah dijelaskan bahwa membunuh cicak dengan aturan tertentu akan mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi SAW bersabda:

    «مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً بِالضَّرْبَةِ الأُولَى كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً»

    Artinya:

    Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul maka dia dapat pahala sekian sekian, jika dua kali pukulan maka sekian, jika tiga kali pukulan maka sekian.” (HR. At Tirmidzi No. 1482, kata At Tirmidzi: hasan shahih)

    “Hikmah dari ini adalah bahwa semua bentuk gangguan kepada manusia mesti dihilangkan sampai akar-akarnya, termasuk gangguan dari hewan seperti cicak. Banyak manusia yang geli dan jijik dengannya ketika berada di lemari, makanan, dsb. Maka, syariat melindungi manusia dan menyingkirkan gangguannya,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pantangan Saat Bertamu ke Rumah Orang Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Selain sebagai tempat istirahat, rumah juga sebagai tempat buat kumpul bersama keluarga, teman, atau tetangga. Tentunya setiap rumah pernah kedatangan seorang tamu dan kita pun bertamu ke rumah orang lain.

    Dalam Islam, datangnya tamu bagaikan penghuni rumah kedatangan rezeki. Hal ini diceritakan oleh Allah melalui kisah Nabi Ibrahin AS ketika menerima kedatangan malaikat di rumahnya sebagai ‘tamu’.

    “Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap. Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal.” (QS Az Zariyat: 23-25).


    Meski demikian, Islam mengajarkan adab bertamu ke orang lain. Jangan sampai kita sebagai tamu malah membuat pemilik rumah merasa tidak nyaman.

    Dikutip dari detikHikmah, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Muslim untuk berpergian dan tidak lupa untuk mampir di rumah kerabat. Dalam riwayat Hadits Al Bukhari dan Ismail batas bertamu di rumah orang lain adalah 3 hari.

    “Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah SAW bersabda: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.” (Al Bukhari dan Ismail, 2011).

    Menurut NU Online, terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan saat bertamu ke rumah orang lain menurut Muhammad bin Ahmad bin Salim as-Safarini, dalam Ghida’ al-Albab Syarh Mandzumah al-Adab, juz 2, halaman 117) di antaranya sebagai berikut.

    1. Tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan.
    2. Menyantap makanan (yang dihidangkan), tak perlu beralasan sudah kenyang.
    3. Membasuh kedua tangan (ketika hendak makan dengan tangan).
    4. Ketika melihat tuan rumah bergerak untuk melakukan sesuatu, jangan mencegahnya.
    5. Tidak bertanya pada tuan rumah tentang sesuatu di rumahnya kecuali arah kiblat dan toilet.
    6. Tidak mengintip ke arah tempat wanita
    7. Tidak menolak ketika dipersilakan duduk di suatu tempat dan (tidak menolak) ketika diberi penghormatan.

    Meskipun menyambut tamu dan bertamu di rumah orang lain dianjurkan, tetapi dalam keadaan tertentu, tuan rumah boleh menolak tamu untuk datang ke rumah. Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu diriwayatkan dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (Hadits shahih. HR. Bukhari, no. 5891 dan Muslim, no. 2153).

    Dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 Allah SWT menceritakan ada seorang tamu yang membuat Rasulullah SAW malu untuk memintanya pulang karena sudah terlalu lama bertamu.

    “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.”

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Menggantung Ketupat di Atas Pintu Bisa Tolak Bala?



    Jakarta

    Ketupat adalah salah satu makanan yang pasti tersaji di meja makan saat Lebaran. Lebih dari makanan, beberapa daerah ada yang meyakini ketupat sebagai bentuk penolak bala apabila digantung di atas pintu. Memangnya beneran bisa?

    Dilansir detikJateng, dalam Islam, tidak ada dalil yang menyebutkan soal ketupat apalagi memintanya untuk diletakkan di atas pintu. Ini hanyalah sebuah tradisi yang diikuti di beberapa daerah saja, terutama di daerah Jawa.

    Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa. Lalu, bentuk ketupat yang segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer” yakni ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.


    Ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda itu mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Sedangkan warna putih pada ketupat yang matang ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras yang merupakan isi dari ketupat melambangkan kemakmuran setelah hari raya.

    Dari filosofi tersebut, banyak yang beranggapan dengan menggantung ketupat di atas pintu dapat menolak bala. Bahkan ada yang ikut menggantungnya bersama pisang. Untuk lama ketupat digantung, tidak ada patokan. Beberapa ada yang menggantung hingga kering. Namun, tentu makanan basi pasti berbau.

    Dalam Islam juga tidak dianjurkan untuk membuang makanan untuk alasan yang sia-sia. Untuk menolak bala, dalam Islam lebih dianjurkan untuk berdoa daripada mempercayai hal-hal yang tidak terbukti.

    Mengutip dari laman Muhammadiyah, meyakini selain Allah, seperti meyakini benda atau barang yang dianggapnya jimat itu bisa memberi manfaat atau menolak madharat itu termasuk perbuatan syirik.

    Yang maha pemberi manfaat dan menghindarkan madharat hanya Allah saja, sebagaimana dalam firman-Nya berikut ini:

    وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

    Artinya: “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?” Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri”. (QS. az-Zumar: 38)

    Syirik itu adalah dosa paling besar menurut ajaran Islam. Jika dosa syirik ini dibawa sampai mati, maka tidak akan diampuni oleh Allah Ta’ala. Allah berfirman:

    إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’: 48).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Pagar Rumah yang Dianjurkan dalam Islam?



    Jakarta

    Memiliki pagar di rumah bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemiliknya. Sebab, penghuni rumah bisa bebas melakukan aktivitas sehari-hari tanpa diganggu dan mengganggu tetangga.

    Sebenarnya, tidak disebutkan berapa tinggi ideal pagar rumah yang baik. Walau demikian, pagar yang digunakan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin memasang pagar menurut ajaran Islam.

    Dikutip dari artikel ilmiah yang berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, disebutkan bahwa pagar rumah harus dibuat dari plester batu bata.


    Hal itu untuk memberikan privasi bagi penghuni rumah, terutama wanita. Biasanya wanita menjemur pakaian di halaman rumah, maka perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tak terlihat.

    Dalam artikel itu juga disebutkan sebaiknya tinggi pagar melebihi mata. Lagi-lagi, alasannya untuk menjaga privasi penghuni rumah.

    Meski demikian, ketinggian pagar dianjurkan tidak terlalu tinggi. Hal itu supaya hubungan dengan tetangga tetap bisa terus terjalin.

    Menurut artikel ilmiah ‘Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace’ oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

    Hal itu karena bayangan tersebut bisa menghalangi cahaya matahari yang masuk ke halaman para tetangga agar tidak menimbulkan pertikaian.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Membunuh Cicak Menurut Hukum Islam? Begini Faktanya



    Jakarta

    Salah satu hewan yang sering ditemui di rumah adalah cicak. Hewan ini biasa ditemui tengah merayap di tembok rumah, meja makan, atau di sekitar dapur.

    Cicak biasanya tidak mengganggu manusia secara langsung. Hal yang mengganggu dari hewan ini adalah kotorannya yang apabila tak sengaja terinjak berbau tidak sedap. Selain itu, ada anggapan untuk berhati-hati jika melihat cicak di kamar mandi yang bisa saja jelmaan jin. Dari sini muncul anggapan baru bahwa cicak boleh dibunuh. Dalam ajaran Islam juga ada anjuran untuk membunuh cicak. Kira-kira apa ya alasannya? Apakah berhubungan dengan jin tadi?

    Dilansir dari detikJogja, terdapat sebuah hadits yang menyebutkan perihal binatang yang diperbolehkan untuk dibunuh. Hadits tersebut diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh Sa’ad bin Abi Waqqash. Mengutip dari buku ‘Rumah Muslim Yang Ditakuti Setan: Kunci Dahsyat Rumahku Adalah Surgaku’ karya Indah Permatasari SPd, isi dari hadits tersebut sebai berikut.


    Anjuran untuk membunuh cicak juga disampaikan dalam riwayat hadits yang lain. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, ditulis baginya seratus kebajikan, barangsiapa yang membunuhnya pada pukulan yang kedua maka baginya kurang dari itu, dan pada pukulan yang ketiga baginya kurang dari itu” (HR. Muslim).

    Ustad Farid Nu’man menjelaskan bahwa seorang muslim harus meyakini sial dan untung, malapetaka dan keselamatan, semuanya adalah ketetapan dari Allah Ta’ala semata. Hal ini juga sudah tertulis jelas di Quran, QS. At-Taubah, Ayat 51:

    قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

    Artinya:

    Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah, Ayat 51)

    Seperti yang disebut sebelumnya, cicak adalah hewan pengganggu dan bisa menyebarkan kotoran. Dalam Islam, hewan kecil ini boleh dimusnahkan, diusir, dan dibunuh.

    “Cicak termasuk hewan yang kotor sekaligus menjijikkan bagi banyak orang, sehingga keberadaannya sering dianggap mengganggu manusia di rumah-rumahnya. Oleh karenanya, Rasulullah SAW menganjurkan membunuhnya,” ucap Ustad Farid Nu’man kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Di dalam hadits juga sudah dijelaskan bahwa membunuh cicak dengan aturan tertentu akan mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi SAW bersabda:

    «مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً بِالضَّرْبَةِ الأُولَى كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً»

    Artinya:

    Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul maka dia dapat pahala sekian sekian, jika dua kali pukulan maka sekian, jika tiga kali pukulan maka sekian.” (HR. At Tirmidzi No. 1482, kata At Tirmidzi: hasan shahih)

    “Hikmah dari ini adalah bahwa semua bentuk gangguan kepada manusia mesti dihilangkan sampai akar-akarnya, termasuk gangguan dari hewan seperti cicak. Banyak manusia yang geli dan jijik dengannya ketika berada di lemari, makanan, dsb. Maka, syariat melindungi manusia dan menyingkirkan gangguannya,” tutur Farid.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Pagar Rumah yang Dianjurkan Menurut Islam


    Jakarta

    Pagar merupakan ‘gerbang’ menuju ke sebuah rumah. Pagar juga punya fungsi sebagai keamanan karena dapat mencegah orang lain masuk ke dalam lingkungan rumah tanpa izin.

    Hal tersebut yang membuat banyak orang akhirnya membangun pagar setinggi mungkin, bahkan ada yang mencapai 2 meter lebih. Meski punya tujuan baik, tapi Islam menganjurkan agar tidak membangun pagar terlalu tinggi.

    Lantas, berapa tinggi pagar yang dianjurkan menurut Islam? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Ketika banyak orang berlomba-lomba membangun pagar rumah yang tinggi, ternyata hal tersebut tidak dianjurkan dalam ajaran Islam. Ada alasan khusus mengapa pagar tidak boleh dibangun tinggi-tinggi.

    Dalam jurnal berjudul Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak dibangun terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

    Soalnya, bayangan tersebut dikhawatirkan dapat menghalangi cahaya matahari yang masuk ke halaman tetangga. Sinar matahari sangat berguna bagi makhluk hidup, mulai dari mengeringkan pakaian yang telah dicuci, membuat tanaman tumbuh subur, hingga mencegah hunian jadi lembap.

    Di sisi lain, Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada umatnya agar senantiasa berbuat baik kepada tetangga. Dikutip situs NU Online, Rabu (18/6/2025), Nabi Muhammad SAW bersabda,

    ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جارَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

    Artinya: “Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Muslim).

    Dalam hadits lainnya yang diriwayatkan Imam al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. رواه البخاري

    Artinya: “Dari Aisyah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Jibril terus mewasiatkanku perihal tetangga. Hingga aku menyangka bahwa tetangga akan menjadi ahli waris.” (HR Al-Bukhari).

    Sedangkan dalam jurnal berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, pagar rumah sebaiknya dibuat dari plester batu bata.

    Langkah ini dilakukan untuk memberikan privasi bagi penghuni rumah, khususnya wanita muslim. Biasanya, wanita kerap menjemur pakaian di halaman rumah sehingga ia perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tidak terlihat dari luar.

    Selain itu, dalam jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa tinggi pagar rumah sebaiknya melebihi ketinggian mata. Alasannya tentu juga sama, yakni menjaga privasi penghuni rumah.

    Dengan begitu, perempuan dapat dengan bebas mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menjemur pakaian atau menyapu halaman tanpa perlu mengenakan jilbab.

    Demikian penjelasan mengenai tinggi pagar rumah yang dianjurkan dalam Islam. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Ucapan Semoga Lekas Sembuh dalam Islam, Penuh Doa Tulus

    Jakarta

    Mengirim ucapan semoga lekas sembuh dapat mencerahkan hati teman atau keluarga yang sakit, karena mereka tahu bahwa kamu memikirkannya. Di bawah ini ada kumpulan ucapan semoga lekas sembuh dalam Islam yang bisa menjadi referensi.

    Terkadang, dalam perjalanan hidup, kita dihadapkan pada ujian, di mana ketika orang yang kita cintai jatuh sakit. Saat itulah, doa dan harapan akan kesembuhan menjadi penopang utama.

    Dalam Islam, terdapat banyak ucapan dan doa yang diajarkan untuk mengiringi proses kesembuhan seseorang. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT atas segala hal, termasuk kesembuhan.


    Ucapan-ucapan yang dilandasi iman dan harapan kepada Allah menjadi bentuk dukungan dan penyemangat bagi yang sedang berjuang melawan penyakit. Dalam setiap doa yang kita panjatkan, kita mengingat bahwa Allah SWT adalah Maha Pengasih dan Maha Penyembuh.

    Berikut adalah Ucapan Semoga Lekas Sembuh dalam Islam:

    1. Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman (untuk laki-laki). Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.

    2. Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman (untuk perempuan). Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.

    3. Allahuma robbannas, adz-hibil ba’sa isyfi antasy-syafi la syifa’a lilla syifa’uka syifaan la yughadiru saqoman. Artinya: Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkan semua sakit ini, berilah kesembuhan, hanya Engkau yang mampu memberi kesembuhan. Tiada kesembuhan selain dari-Mu. Sembuh yang sempurna yaitu tidak terkena sakit lagi.

    4. Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta. Artinya: Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan segala manusia. Di tangan-Mu kesembuhan. Tak ada yang menghilangkan penyakit, selain dari pada-Mu sendiri.

    5. Bismillah turbatu ardlina biriqoti ba’dlina yusyfa saqimuna bi’idzni robbina. Artinya: Atas nama Allah tanah kami dengan sedikit ludah kami, semoga disembuhkan orang sakit ini atas izin Allah.

    6. Semoga penyakitmu ini bisa menjadi penggugur dosa-dosa. InsyaAllah kamu bisa sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa. Semangat ya!

    7. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS Albaqarah 286). Kamu pasti bisa melalui sakit ini dengan baik. Semoga bisa kembali sehat!

    8. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS Al-Insyirah 5-6). Semoga lekas pulih!

    9. Allahumma isyfi sa’dan, allahumma isyfi sa’dan, allahumma isyfi sa’dan. Artinya: Ya Allah… sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia, ya Allah sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia, ya Allah sembuhkanlah ia dalam keadaan bahagia. (HR. Muslim)

    10. Allah Maha Pengasih! Semoga kamu segera diberi kesembuhan dan lekas pulih seperti biasanya. Bismillah sehat ya.

    Ucapan Semoga Lekas Sembuh dalam Islam

    11. Allahu Shafeek bissshiha wala feea. Semoga Allah menyembuhkanmu dan kamu diberikan kesehatan.

    12. Aku berdoa agar Allah memberikan kedamaian selama musim penuh tantangan dalam hidupmu ini. Aku tahu diagnosis ini merupakan pukulan berat.

    13. Aku harap kamu segera merasa lebih baik. Aku telah berdoa agar kamu dapat menemukan perlindungan kepada Allah sambil terus menyembuhkan.

    14. Berdoa agar Allah memberi kamu kemampuan untuk beristirahat dalam kedamaian-Nya. Aku tahu kamu mengatakan sangat sulit bagimu untuk tidur di rumah sakit. Berharap kamu bisa segera istirahat.

    15. Allah pemelihara umat manusia, segera menyembuhkanmu. Aku tahu kamu ingin merasa lebih baik dan bisa bangun dari tempat tidur! Kami berharap dan berdoa semoga masa penyembuhanmu berjalan lancar.

    16. Melihatmu sakit membuatku sedih. Aku berdoa semoga Allah memberi kamu kesehatan yang baik hari ini dan tahun-tahun mendatang. Aku berharap kamu sembuh total dari penyakitmu.

    17. Dokter mencoba yang terbaik, tetapi Allah menyembuhkan. Aku berdoa untuk kamu setiap hari agar segera sembuh.

    18. Doaku adalah agar Allah menyembuhkanmu secara ajaib dari penyakitmu, sehingga kami dapat berbagi saat-saat indah sekali lagi. Semoga cepat sembuh ya teman!

    19. Aku ingin melihat kamu dengan baik lagi. Setiap hari aku berdoa kepada Allah untuk memberi kamu kesehatan yang baik sehingga kamu dapat segera bangkit kembali.

    20. Setiap hari, aku meminta Allah untuk memberi kamu kekuatan dan aku berdoa agar kamu segera sembuh dari penyakit ini. Ingatlah bahwa kamu tidak sendirian, tetapi dikelilingi oleh orang-orang yang peduli denganmu. Aku akan terus berdoa untuk pemulihanmu yang cepat. Semoga segera sembuh.

    Ucapan Semoga Lekas Sembuh dalam Islam

    21. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan dan memberikan kesehatan yang baik.

    22. Mengirimkan doa kesembuhan agar tubuh kamu pulih dan diperkuat.

    23. Semoga rahmat Allah memberi kamu kesembuhan fisik dan kelegaan dari rasa sakit.

    24. Syafakallah. Semoga kamu mendapatkan kesembuhan total, dengan berkah Allah yang membimbing perjalananmu.

    25. Momen sakit ini adalah momen yang membawa kamu lebih dekat pada Allah dan pembaruan. Berdoa untuk kekuatan dan kesembuhanmu.

    26. Semoga cahaya kesembuhan Allah melingkupi kamu, membawa kenyamanan dan kesembuhan.

    27. Semoga cinta dan rahmat Allah merangkulmu, mengantarkan keajaiban penyembuhan.

    28. Aku berdoa semoga lekas sembuh dan semangatmu terangkat dalam rahmat Allah.

    29. Semoga kekuatan penyembuhan ilahi dari Allah memberi kamu kenyamanan dan pembaruan.

    30. Mengirimkan pikiran penyembuhan yang dipenuhi dengan berkah Allah. Percayalah pada sentuhan penyembuhan-Nya.

    Ucapan Semoga Lekas Sembuh dalam Islam :

    31. Semoga Allah memberi kamu kedamaian dan kenyamanan selama masa yang penuh tantangan ini. Kamu tidak sendiri.

    32. Di saat-saat sulit, semoga kasih Allah menyelimuti Anda, membawa penghiburan dan kekuatan. Semoga kamu menemukan kedamaian batin dan keberanian melalui rahmat dan bimbingan Allah.

    33. Allah melihat kepedihanmu, dan kasih-Nya mengelilingimu. Tetaplah kuat, karena Dia bersamamu.

    34. Semoga cahaya kasih sayang Allah menenangkan hati kamu dan memberi kamu kesembuhan emosional. Kamu lebih kuat dari yang kamu tahu.

    35. Percayalah pada rencana Allah, karena Dia mengetahui kepedihanmu dan akan mengangkatmu dengan cinta-Nya yang tak terbatas.

    36. Semoga Allah memberkati kamu dengan ketahanan dan ketabahan, membimbing kamu melewati masa-masa sulit ini.

    37. Semoga iman kamu kepada Allah memberimu kedamaian dan kekuatan batin. Percayalah pada rencana ilahi-Nya. Dalam pelukan doa, semoga Allah memberi kamu kesembuhan dan pembaruan spiritual.

    38. Dalam naungan kasih Allah, semoga kamu diberi kekuatan untuk bertahan dan harapan untuk hari-hari yang lebih cerah.

    39. Semoga kekuatan iman kepada Allah memberi kamu kedamaian, kekuatan, dan semangat baru. Percayalah pada rencana ilahi Allah, karena Dia membimbing kamu melalui perjalanan ini dengan cinta dan rahmat.

    40. Semoga Allah memberi kamu ketenangan dan kejernihan pikiran selama masa yang penuh tantangan ini. Cahaya cinta Allah akan menghibur dan menguatkan pikiranmu.

    Ucapan Semoga Lekas Sembuh Islami

    41. Semoga ketenangan kehadiran Allah membawa kejernihan dan ketenangan pikiran. InsyaAllah kamu pasti sembuh dan kembali beraktivitas.

    42. Semoga Allah memberi kamu kesabaran dan kenyamanan saat kamu melewati masa yang penuh tantangan ini.

    43. Aku berharap dapat melihat kamu merasa sehat dan bersemangat lagi segera. Aku berdoa berharap kesehatan kamu untuk hari ini dan tahun-tahun mendatang. Lekas pulih ya!

    44. Kesehatan kamu yang buruk telah merenggut kesenangan dan kebahagiaan kami. Kami berharap kamu ada di sini bersama kami dan bukan di ranjang sakit yang menjauhkan kamu dari teman dan keluargamu. Kami berdoa agar kamu cepat dan pulih sepenuhnya dari penyakitmu.

    45. Doa ini dari teman-temanmu, yang semuanya berharap kamu sembuh total dan cepat. Kami merindukan kehadiranmu! Semoga cepat sembuh (nama orang yang sakit).

    46. Pikiran dan doa aku menyertai kamu selama masa sulit ini. Kamu tidak sendirian, dan aku berharap dapat melihat kamu kembali ke kehidupan sehatmu segera. Semoga Allah segera menyembuhkan kamu dan membuat kamu merasa lebih baik untuk bisa menikmati hidupmu!

    47. Ucapan ini mewakili cintaku padamu. Aku harap bisa menunjukkan betapa aku peduli tentangmu! Aku akan terus berdoa untuk kesembuhanmu yang cepat. Semoga segera sembuh!

    48. Allah adalah pelindung kita. Dia akan melindungimu sepanjang waktu. Dia akan segera menyembuhkanmu. Aku yakin bahwa Allah akan menjagamu dan menyembuhkanmu segera. Jangan khawatir.

    49. Rencana Allah adalah rencana terbaik. Juga, penyakit adalah berkah Allah, jadi doa adalah obatnya.

    50. Ketika doa datang dari hati, Allah pasti menerima. Kami berdoa untukmu dari lubuk hati kami. Allah akan segera mengangkat penyakitmu.

    Itulah kumpulan ucapan semoga lekas sembuh dalam Islam Semoga setiap ucapan dan doa di atas menjadi jalan yang membawa kesembuhan dan ketenangan bagi yang sedang berjuang. Amin.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cerita Haru 3 Pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 Beribadah di Masjid Nabawi

    Madinah

    Tiga pemenang Emeron Hijab Hunt 2024, juara pertama Nakeisha Syifa, juara kedua Shasyelfa Setyaning Haryoseno dan juara ketiga Palupi Krakatao mendapatkan hadiah umrah gratis dari GIS Travel.

    Ketiga pemenang mulai berangkat umrah pada 25 September hingga 3 Oktober 2024. Destinasi pertama yang mereka kunjungi adalah Masjid Nabawi di kota Madinah.

    Ketiga pemenang mengungkapkan rasa haru dan bahagianya ketika memijakkan kaki di masjid kedua yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia tersebut. Nakeisha Syifa mengungkapkan mendapatkan banyak pengalaman baru selama berada di Madinah.


    “Mulai dari refill air zam-zam sepuasnya, bisa ibadah di dalam Masjid Nabawi, sampai bisa nangis di Raudhah. Benar-benar dibuat speechless saat masuk ke area Nabawi, perasaan campur aduk senang, sedih, bahkan masih nggak menyangka karena bisa dipanggil secepat ini ke rumah Allah,” ungkap Nakeisha Syifa.

    Remaja yang berusia 16 tahun itu menuturkan tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika masuk ke Raudhah, yang merupakan tempat mulia saat Rasulullah membacakan Wahyu dan mengajarkan Al-Islam di depan para sahabat terdekatnya.

    “Kemarin saat mau masuk ke Raudhah aku diselak banyak orang, karena aku mundur untuk bantu nenek-nenek yang nggak bisa lari, di dalam hati berusaha ikhlas,” ucap Nakeisha.

    Nakeisha mendampingi nenek tersebut sampai berada di shaf kelima saat di Raudhah. “Setelah nenek itu aman posisinya tiba-tiba out of nowhere kak Gres (tim Wolipop) yang menarik tangan aku sampai ke shaf ketiga yang mana itu dekat sama mimbar rasul,” ujarnya haru.

    Raudhah disebut sebagai taman surga. Nakeisha tak menyangka usai membantu nenek tersebut bisa langsung mendapatkan shaf yang tak jauh dari tiang Aisyah.

    “Kayak ngena banget karena aku lagi berusaha untuk ikhlas menolong nenek itu karena iba beliau di dorong-dorong. Walau akhirnya aku nggak bisa dapat shaf depan. Tapi di situ juga langsung Allah balas dengan aku tiba-tiba di tarik ke shaf paling depan,” lanjutnya.

    Shasyelfa Setyaning Haryoseno mengaku takjub dengan keindahan kota Madinah. “Saat tiba di Madinah, aku seneng dan bersyukur banget, walaupun ternyata udaranya panas tapi tertutup dengan pemandangannya yang masya Allah indah banget,” sebut Shasyelfa.

    Dara berusia 15 tahun ini merasa ketenangan ketika masuk ke dalam Raudhah. “Aku berdoa banyak hal yang insya Allah dijabah, setelah beres rasanya langsung tenang banget. Benar-benar suatu pengalaman yang berharga buat aku,” kata Shasyelfa.

    Begitu juga yang dirasakan oleh Palupi Krakatao yang tak henti mengucapkan rasa syukur dan bahagianya ketika tiba di Madinah. Palupi menuturkan ini pertama kalinya ia berada di rumah Rasulullah SAW.

    “Aku merinding bahagia dan nggak sabar mau melaksanakan rangkaian ibadah. Sampai di sini membuat aku merasa lebih damai, tenang dan ngerasa dipeluk sama doa-doa baik semua orang yang mendukung aku,” jelas Palupi.

    Ibu satu orang anak ini berharap kelak bisa menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Palupi memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan beribadah di Masjid Nabawi.

    “Di Madinah tempat favorit aku adalah Masjid Nabawi, sebisa mungkin melaksanakan salat wajib mau pun sunah di masjid karena kesempatan ini tidak setiap kali bisa aku rasakan. Biasanya aku nggak cengeng tapi sampai di sini rasanya tak terhitung air mata yang sudah jatuh, haru, syukur, semua jadi satu,” tutur Palupi.

    “Semoga perjalanan ibadah kali ini, menjadikan aku pribadi yang jauh lebih baik lagi dan makin dekat sama Allah,” pungkasnya.

    Setelah mengunjungi Raudhah, para pemenang berkeliling kota Madinah untuk mengetahui beragam informasi tentang perjalanan Islam bersama GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 40 Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Singkat dan Penuh Doa

    Jakarta

    Ingin membalas pesan berupa ucapan terima kasih dalam Islam? Jika bingung, ada beberapa referensi kalimat ucapan terima kasih dalam Islam yang bisa kamu gunakan.

    Mengucapkan terima kasih menjadi cara sederhana untuk menunjukkan penghargaan dan menghargai kebaikan orang lain. Dalam Islam, mengungkapkan rasa syukur tidak hanya sekadar ucapan tapi juga disertai dengan doa-doa baik yang mendalam.

    Ucapan terima kasih yang disertai doa merupakan bentuk kepedulian kepada orang yang telah membantu, sekaligus sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT yang mempertemukan kita dengan orang-orang baik. Dengan ucapan terima kasih dalam Islam, kita tidak hanya membuat orang lain merasa dihargai tapi juga menyebarkan keberkahan kepada mereka.


    Ucapan terima kasih dalam Islam sering kali diiringi dengan kata-kata seperti ‘jazakallahu khairan’ atau ‘barakallahu fiik’, yang artinya agar Allah membalas kebaikan orang tersebut. Makna dari ungkapan ini lebih dalam dibandingkan dengan sekadar kata ‘terima kasih’ karena turut menyertakan harapan dan doa untuk kebaikan yang terus mengalir.

    Mendoakan orang yang berbuat baik kepada kita juga merupakan salah satu adab yang dianjurkan dalam Islam. Dari ucapan untuk sahabat, keluarga, hingga orang-orang yang mungkin baru kita temui, berikut ucapan terima kasih dalam Islam penuh doa buat membalas kebaikan orang lain yang telah membantu.

    Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Penuh Doa

    1. “Jazakallahu khairan katsiran wa ahsanal jaza atas semua kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah memberkahi hidupmu, melapangkan rezekimu, dan melindungi keluargamu dalam rahmat-Nya yang tak terhingga.”

    2. “Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungan yang tak ternilai. Semoga Allah mengangkat derajatmu, memudahkan segala urusanmu, dan membalas setiap kebaikanmu dengan pahala yang melimpah di dunia dan akhirat.”

    3. “Syukran wa jazakallahu khairan katsiran. Semoga Allah selalu menjagamu dalam kasih dan sayang-Nya, memberimu kemudahan dalam setiap langkah hidup, dan menambahkan keberkahan di setiap usahamu.”

    4. “Alhamdulillah, terima kasih atas ketulusan dan kebaikanmu. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah, dan semoga kebaikanmu ini menjadi cahaya yang menerangimu di dunia dan akhirat kelak.”

    5. “Jazakillah khair, sungguh kebaikanmu tidak akan pernah bisa aku lupakan. Semoga Allah selalu melindungimu, membalas setiap kebaikanmu dengan balasan terbaik, dan menjadikan setiap amalmu sebagai pemberat timbangan kebaikan di hari akhir.”

    6. “Syukran wa barakallahu fiik. Semoga Allah menambahkan ketenangan dalam hatimu, keberkahan dalam hartamu, dan kebahagiaan dalam keluargamu atas semua kebaikan yang telah engkau lakukan.”

    7. “Jazakumullahu khairan untuk segala kebaikan dan bantuanmu. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat, dan semoga kebaikanmu ini menjadi jalan yang mengantarmu menuju surga-Nya.”

    8. “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita. Terima kasih atas setiap doa, perhatian, dan bantuan yang engkau berikan. Semoga Allah memudahkan setiap urusanmu dan memberkahi langkahmu.”

    9. “Terima kasih yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah melipatgandakan kebaikanmu dan menjadikan amalmu sebagai sebab rahmat dan ampunan di hari yang penuh hisab.”

    10. “Syukran katsiran, jazakallah khair atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah membalasnya dengan kebahagiaan, kesehatan, dan rezeki yang luas di setiap harimu.”

    11. “Jazakumullah ahsanal jaza, semoga Allah membalasmu dengan balasan terbaik. Terima kasih atas kebaikan hatimu yang begitu tulus, dan semoga setiap doa yang baik kembali kepadamu dengan keberkahan.”

    12. “Syukran wa barakallahu fiik, terima kasih atas bantuan dan ketulusanmu. Semoga setiap kebaikan yang kau lakukan dilipatgandakan balasannya dan menjadi penerang di saat-saat sulit dalam hidupmu.”

    13. “Terima kasih yang tak terhingga atas dukunganmu. Semoga Allah menjadikan setiap amal baikmu sebagai pemberat timbangan amal kebaikan di hari kiamat dan selalu memberimu kemudahan dalam setiap urusan.”

    14. “Jazakumullah khairan, terima kasih atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah mencurahkan keberkahan pada keluargamu dan membalas setiap kebaikanmu dengan keindahan surga-Nya.”

    15. “Syukran atas keikhlasan dan kebaikanmu. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dalam hidupmu dan melindungimu dari segala kesulitan. Semoga setiap kebaikanmu menjadi amal yang tidak terputus hingga akhirat.”

    16. “Terima kasih banyak, semoga Allah melapangkan jalanmu menuju surga, memberimu kebahagiaan yang tak berkesudahan, dan menjadikan kebaikanmu sebagai cahaya yang menuntunmu di hari akhir nanti.”

    17. “Jazakallahu khairan atas semua perhatian, bantuan, dan keikhlasanmu. Semoga Allah mengganjarmu dengan kebaikan yang berlipat ganda, serta menjadikan setiap langkahmu penuh berkah dan ridha-Nya.”

    18. “Syukran jazakumullah khairan, semoga Allah senantiasa merahmatimu. Terima kasih atas segala kebaikan yang kau berikan, semoga Allah memuliakanmu di dunia dan akhirat, serta menjagamu dari segala keburukan.”

    19. “Terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah menuliskan setiap kebaikanmu sebagai amal shaleh, melindungimu dari bahaya, dan menjadikanmu pribadi yang selalu berada dalam rahmat dan lindungan-Nya.”

    20. “Jazakillah khairan katsiran, terima kasih atas semua yang telah kau lakukan. Semoga Allah menghapus segala kesulitanmu dan memberimu kehidupan yang penuh kedamaian, ketentraman, dan keberkahan di dunia dan akhirat.”

    Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Singkat

    21. “Jazakallahu khairan katsiran, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala yang berlimpah.”

    22. “Syukran wa jazakallah khair, semoga setiap kebaikan yang kau berikan dibalas berlipat oleh Allah.”

    23. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah yang tak terputus.”

    24. “Syukran jazilan, semoga Allah memberkahi setiap langkahmu.”

    25. “Terima kasih, barakallahu fiik, semoga Allah melimpahkan berkah pada hidupmu.”

    26. “Jazakillah khairan, semoga Allah selalu merahmatimu dan keluargamu.”

    27. “Terima kasih banyak. Semoga setiap kebaikanmu menjadi pahala yang kekal di sisi Allah.”

    28. “Syukran wa jazakumullahu khair, semoga setiap langkah hidupmu diberkahi oleh Allah.”

    29. “Alhamdulillah, terima kasih. Semoga Allah melipatgandakan pahala untuk setiap kebaikanmu.”

    30. “Jazakumullahu khairan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih besar.”

    31. “Syukran atas bantuanmu. Semoga Allah memberi kebaikan dalam setiap usahamu.”

    32. “Terima kasih, semoga Allah memperindah kehidupanmu dengan keberkahan dan kasih-Nya.”

    33. “Jazakallah khair, semoga Allah memberikan kebaikan berlipat ganda kepadamu.”

    34. “Syukran, semoga setiap amal baikmu diterima dan dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang tiada henti.”

    35. “Terima kasih atas bantuanmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan.”

    36. “Jazakumullahu ahsanal jaza, semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan.”

    37. “Syukran katsir, semoga Allah memberimu kemudahan dan keberkahan dalam setiap urusan.”

    38. “Terima kasih, semoga kebaikan yang kau berikan menjadi amal yang tak putus sampai akhirat.”

    39. “Jazakallah khair, semoga setiap niat baik dan kebaikanmu tercatat sebagai pahala di sisi Allah.”

    40. “Syukran wa barakallahu fik, semoga Allah melapangkan jalanmu dengan kebaikan dan berkah-Nya.”

    Semoga ucapan terima kasih dalam Islam di atas dapat menyampaikan rasa terima kasihmu yang mendalam dan penuh doa.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Setelah Haid?

    Arina Yulistara – wolipop

    Sabtu, 08 Mar 2025 03:00 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Jakarta

    Sering bertanya-tanya, bolehkah sahur dulu baru mandi wajib? Mari cari tahu jawabannya di sini.

    Salah satu persiapan penting sebelum berpuasa selama Ramadhan adalah makan sahur. Sahur dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan.

    Meski demikian, ada kondisi tertentu yang mungkin membuatmu ragu, seperti ketika masih dalam keadaan junub atau memiliki hadas besar sebelum sahur. Apakah tetap boleh makan sahur sebelum mandi wajib? Bagaimana pengaruhnya terhadap keabsahan puasa?


    Dalam ajaran Islam, kesucian sangat ditekankan dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam beribadah. Mandi wajib menjadi salah satu cara untuk mensucikan diri dari hadas besar, termasuk setelah berhubungan suami-istri, mimpi basah, haid, atau nifas.

    Beberapa dari kamu mungkin pernah mengalami situasi di mana tidak sempat mandi sebelum sahur dan harus menunda hingga setelah waktu Subuh tiba. Hal ini kemudian kerap menimbulkan pertanyaan, bolehkah sahur dulu baru mandi wajib?

    Mari simak penjelasan berdasarkan hadis dan pendapat para ulama mengenai pertanyaan, bolehkah sahur dulu baru mandi wajib?

    Apakah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Diperbolehkan?

    mandi wajib ramadhanmandi wajib ramadhan Foto: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79

    Berdasarkan situs Kementerian Agama, jawabannya boleh. Kamu tetap diperbolehkan makan sahur meskipun dalam keadaan junub dan belum mandi wajib.

    Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:

    “Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena berjima’. Kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Hadis ini menunjukkan bahwa keadaan junub tidak membatalkan puasa. Artinya, kamu yang sahur dalam keadaan belum mandi wajib tetap sah puasanya selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

    Pandangan Ulama tentang Mandi Wajib Setelah Sahur

    Halaman 2 dari 3

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”7812536″ dtr-ttl=”Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Setelah Haid?”>

    Pandangan Ulama tentang Mandi Wajib Setelah Sahur

    Niat Mandi Wajib Perempuan

    Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak

    Mengenai hal ini, Muh. Hambali dalam bukunya yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian menyatakan bahwa mayoritas ulama, yakni keempat mazhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, sepakat bahwa puasa seseorang tetap sah puasanya meskipun ia memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub.

    Meski puasa tetap sah namun ia tetap wajib menyegerakan mandi junub agar bisa menunaikan salat Subuh tepat waktu. Hal ini disebukan dalam sebuah hadis yang berbunyi;

    “Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi, lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum subuh.” (Syeikh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam Ibanatul Ahkam)

    Hukum Puasa Bagi yang Sahur Dulu Baru Mandi Wajib

    Halaman 3 dari 3

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”7812536″ dtr-ttl=”Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Setelah Haid?”>

    Hukum Puasa Bagi yang Sahur Dulu Baru Mandi Wajib

    shower with flowing water and steam, closeup view

    Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak

    Menurut para ulama, puasa tetap sah meskipun kamu belum mandi wajib sebelum Subuh. Hal ini didasarkan pada beberapa poin berikut:

    1. Syarat puasa tidak perlu suci dari hadas besar

    Dalam Islam, syarat sah puasa adalah niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Kesucian dari hadas besar bukan syarat sah puasa, melainkan menjadi syarat sah salat.

    2. Sesuai hadis

    Ini sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub. Kemudian mandi wajib setelahnya dan tetap berpuasa.

    3. Tidak ada larangan dalam Al Quran

    Tidak ada dalil yang melarang kamu berpuasa dalam keadaan junub. Oleh sebab itu, menunda mandi wajib hingga setelah Subuh tidak membatalkan puasa. Namun sengaja menunda mandi hingga lewat waktu salat Subuh tidak diperbolehkan dan berdosa.

    Jadi, berdasarkan dalil dan pandangan ulama, jawaban dari pertanyaan bolehkah sahur dulu baru mandi wajib? Jawabannya boleh.

    Meski belum mandi wajib, puasanya tetap sah. Namun kamu harus segera mandi setelah masuk waktu Subuh agar dapat melaksanakan salat Subuh. Oleh karena itu, jika memungkinkan, sebaiknya mandi wajib sebelum sahur agar lebih tenang.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com