Tag: itb

  • Heboh Fenomena Pinjol Masuk Kampus


    Jakarta

    Istilah ‘gali lubang tutup lubang’ sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Istilah ini menggambarkan keadaan di mana seseorang meminjam uang untuk melunasi utang yang sudah ada.

    Belakangan, istilah tersebut kian populer di kalangan kampus. Hal ini menyusul maraknya kampus yang menjalin kerja sama dengan pinjaman online atau dikenal dengan pinjol. Layanan pinjol ini diklaim untuk membantu mahasiswa dalam melakukan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

    Berdasarkan catatan detikcom, ada banyak kampus yang bekerja sama dengan jasa pinjol melalui PT Inclusive Finance Group (Danacita) sejak Agustus 2023. Tercatat pada Mei 2024 lalu, sudah 82 universitas hingga sekolah tinggi yang menggunakan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online. Salah satunya yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Biaya bulanan platform yang dibebankan kepada konsumen sebesar 1,75%.


    Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB Muhammad Abduh, dalam konferensi pers, menegaskan kerja sama ini tidak bertujuan mengambil keuntungan untuk kampus.

    “Danacita itu kerja sama dengan ITB untuk membantu mahasiswa yang memiliki permasalahan keuangan. Tidak ada hubungannya dengan pemasukan untuk ITB. Pemasukan untuk ITB ketika mahasiswa itu membayar,” tegas Abduh 1 Februari 2024 silam.

    Universitas Negeri Gadjah Mada juga turut bekerja sama dengan Danacita untuk menyediakan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online. Kerja sama ini bahkan terjalin sejak Agustus 2022. Kendati demikian, di UGM, kerja sama dengan Danacita hanya diberlakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

    Sekretaris UGM Andi Sandi mengatakan kerja sama tersebut datang dari Danacita untuk memudahkan pembayaran UKT, terutama bagi mereka yang mahasiswa program pascasarjana yang memang sudah bekerja. Andi menyebut kini terdapat 33 mahasiswa program pascasarjana yang menggunakan skema tersebut.

    “Untuk Danacita itu tidak serta-merta orang bisa pakai gitu. Karena harus ada approval dari tingkat fakultas. Dan ketika itu disetujui oleh Danacita, dananya tidak tertransfer ke pribadi, tapi ditransfer langsung ke rekening fakultas,” ungkap Sandi.

    Sandi menuturkan kemampuan mahasiswa tersebut bisa membayar pinjaman online dinilai dari data yang diterima pihak kampus dan Danacita. Ketika ada kemampuan membayar yang mendukung, opsi tersebut baru bisa digunakan oleh mahasiswa terkait.

    “Kalau S1 sebenarnya kita cukup yakin dengan mekanisme yang ada bahwa itu tidak akan sampai pada titik untuk menggunakan feature dari lembaga jasa keuangan itu kalau S1. Kalau S2, kan apalagi yang mereka sudah kerja ya, mereka kan bisa ngitung, apalagi ini orang ekonomi,” kata Sandi kepada detikX.

    Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan OJK telah memanggil Danacita terkait dengan pemberitaan yang beredar. Hasilnya, sejauh ini belum ada pelanggaran yang ditemukan.

    Terkait dengan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online, Sardjito menuturkan OJK tidak memiliki wewenang mengatur hal tersebut karena kaitannya dengan kebijakan kampus. Namun Sardjito menambahkan, sebagai pribadi yang pernah menjadi mahasiswa dulunya, penting bagi pihak kampus untuk mencari opsi yang paling baik bagi mahasiswanya.

    “Apabila mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi tentunya yang niat sekolah tapi nggak punya uang, tentu harus dicarikan model atau mode-mode pembayaran UKT yang paling baik untuk mahasiswa. Dan ini tugasnya universitas untuk mencarikan, untuk mencari yang terbaik, jadi tidak hanya mikir yang penting kampus terbayar ini UKT-nya, terserah nanti mahasiswa mau bagaimana dengan pihak pemberi pinjaman,” kata Sardjito kepada detikX.

    Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Prof Nizam, tidak menanggapi secara spesifik terkait dengan adanya fenomena kerja sama kampus dengan penyedia pinjaman online. Ia mengakui negara belum mampu mendanai penyelenggaraan pendidikan tinggi di PTN. Oleh sebab itu, pendanaan dilakukan gotong-royong bersama masyarakat.

    Namun, kala itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Kementerian Keuangan sedang mengkaji skema pinjaman tanpa bunga untuk mahasiswa. Ia memberikan contoh praktik student loan yang dipandang cukup berhasil adalah skema income contingent loan yang diterapkan di Australia dan beberapa negara lainnya. Prinsipnya, mahasiswa membayar kembali pinjamannya setelah bekerja dan berpenghasilan di atas suatu batas tertentu.

    “Saat ini skema pinjaman murah bagi mahasiswa dengan sistem pengembalian yang lebih baik tersebut sedang dipersiapkan oleh Kementerian Keuangan, semoga dapat segera terimplementasikan,” pungkasnya.

    Adapun langkah sejumlah Universitas dan Perguruan Tinggi mendapatkan perhatian serius oleh berbagai kalangan. Misalnya, anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya yang menyayangkan pinjol masuk kampus. Ia menilai fenomena ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

    “Pinjol masuk kampus saya sangat menyayangkan sekali. Harusnya pihak kampus atau pemerintah memiliki solusi lain. Ini fenomena tidak baik. Entah itu pinjol resmi atau tidak, banyak mudaratnya,” ujarnya dikutip dari laman DPR RI.

    Ia menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tercatat pinjaman bagi mahasiswa tidak boleh mengenakan bunga. “Jadi, jelas di UU Sidiknas disebut kalau ada pinjaman tak boleh ada bunga,” jelasnya.

    Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan opsi membayar dengan pinjol bukan keputusan yang bijaksana karena konstitusi menyebutkan bahwa pendidikan adalah tugas negara. Terbukti, kewajiban negara ini tercantum pada pasal 31 ayat 1-5 dalam UUD 1945. Ia mengusulkan pembaharuan terhadap struktur dan formula anggaran pendidikan.

    “Maka, menurut saya, perlu diadakan diskusi kembali tentang struktur dan formula anggaran pendidikan yang 20 persen yaitu sebesar Rp660 triliun ke mana saja. Kenapa harus membiarkan problem seperti solusi membayar UKT dengan skema pinjol ini muncul?” ungkap Fikri.

    Pengamat kebijakan pendidikan sekaligus Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan menyayangkan fenomena kerja sama pinjol dengan pihak universitas. Sebab, menurutnya, universitas lah yang harus mencari jalan keluar bagi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT, bukan dengan diserahkan ke pinjol.

    “Orang bisa pinjam (online) sendiri ya kalau mau. Jadi bukan solusi, bahkan kalau pinjol itu bunganya berlipat-lipat dan menjerat dalam mahasiswa, ya ini akan memprihatinkan, ya kasihan mahasiswa kecuali kalau pinjolnya tanpa bunga, itu bagus,” ucap Cecep.

    Menurutnya, universitas yang bekerja sama dengan pinjol terlalu pragmatis dan kurang kreatif dalam mencari jalan keluar mengelola keuangan. Apabila ini dibiarkan dan berlanjut, dikhawatirkan pihak kampus akan semakin lepas tangan.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Catat! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Setiap rumah harus memiliki sistem dan persediaan air bersih. Sumber air bersih di sumur air tidak boleh sampai tercemar, apalagi oleh tinja dari septic tank.

    Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit. Melansir dari detikHealth, Jumat (9/8/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Program Beasiswa TELADAN Angkatan 2026



    JakartaTanoto Foundation kembali membuka pendaftaran program beasiswa kepemimpinan TELADAN (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan) untuk angkatan 2026.

    Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation, Michael Susanto mengatakan program TELADAN merupakan salah satu inisiatif strategis Tanoto Foundation dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menjadi pemimpin masa depan yang tangguh, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

    “Melalui program ini, kami berkomitmen untuk mengembangkan soft skills, kapasitas kepemimpinan, serta wawasan global para mahasiswa agar mereka mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang,” ujar Michael dalam keterangannya, Selasa (1/7/2025).

    Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa semester pertama di 10 perguruan tinggi mitra program TELADAN yang memiliki prestasi di berbagai bidang, pengalaman organisasi, serta menunjukkan potensi kepemimpinan. Adapun 10 perguruan tinggi mitra tersebut sebagai berikut.

    -Universitas Indonesia (UI),
    -Institut Teknologi Bandung (ITB),
    -Universitas Gadjah Mada (UGM),
    -Universitas Brawijaya (UB),
    -Universitas Diponegoro (Undip),
    -IPB University (Institut Pertanian Bogor),
    -Universitas Riau (Unri),
    -Universitas Sumatera Utara (Usu),
    -Universitas Hasanuddin (Unhas),
    -Universitas Mulawarman (Unmul).

    Mahasiswa yang lolos seleksi program TELADAN akan mendapatkan bantuan biaya kuliah secara penuh dan tunjangan biaya hidup bulanan. Berbeda dengan beasiswa lain, penerima beasiswa juga akan mendapat pelatihan pengembangan kepemimpinan terstruktur selama 3,5 tahun dari semester 2 hingga 8.

    Tanoto Scholars (sebutan untuk penerima beasiswa TELADAN) juga akan mendapat dukungan mengikuti kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kepemimpinan dan soft skills di antaranya:

    -Dukungan finansial tambahan untuk mengikuti kompetisi, konferensi, atau sertifikasi di dalam dan luar negeri.
    -Kesempatan mengikuti program pembelajaran jangka pendek di dalam dan di luar negeri, seperti summer course, exchange program, volunteering, dan lainnya.
    -Kesempatan untuk magang di jaringan industri mitra Tanoto Foundation.
    -Hingga kesempatan mendapatkan pembiayaan dan melakukan penelitian secara kolaboratif.

    Tanoto Scholars juga akan bergabung dalam komunitas Tanoto Scholars Association di masing-masing universitas sebagai wadah saling membangun dan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui semangat Pay It Forward. Setelah lulus, Tanoto Scholars akan bergabung bersama dengan jaringan alumni penerima beasiswa Tanoto Foundation yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan di belahan dunia lainnya.

    Selain itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Program TELADAN tahun ini juga dapat diikuti oleh mahasiswa pemegang Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang terdaftar sebagai mahasiswa semester satu di 10 perguruan tinggi mitra program TELADAN.

    Catat tanggalnya, pendaftaran program TELADAN 2026 dibuka mulai tanggal 1 Juli 2025 hingga 7 September 2025. Simak syarat pendaftaran beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation berikut ini.

    1. Warga Negara Indonesia (WNI).
    2. Terdaftar sebagai mahasiswa reguler (S1) semester pertama di salah satu 10 perguruan tinggi mitra program TELADAN.
    3. Berkomitmen mengikuti Program Pengembangan Kepemimpinan selama masa Program TELADAN (Semester 2 – Semester 8).
    4. Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan pembangunan bangsa.
    5. Mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya akan menjadi nilai tambah.
    6. Memiliki prestasi akademik (minimum nilai rata-rata rapor Kelas XII SMA/SMK/MA adalah 8 dari skala 10) dan non-akademik seperti pengalaman organisasi kesiswaan, komunitas sosial, atau terkait lainnya.
    7. Sedang tidak menerima beasiswa atau mengikuti program dukungan finansial lainnya (kecuali KIP-K), dan bersedia tidak menerima beasiswa atau program finansial lainnya ataupun program pengembangan kepemimpinan sejenis apabila terpilih dalam program TELADAN.
    8. Mendaftarkan diri secara online pada website Tanoto Foundation.

    Pendaftaran Beasiswa TELADAN dapat dilakukan melalui link berikut. Atau kunjungi website Tanoto Foundation di www.tanotofoundation.org/id/ dan sosial media Instagram Tanoto Foundation di @tanotoeducation.

    (prf/ega)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Baru! Beasiswa PMDSU 2025 Juga Dibuka buat S2-S3 Seni dan Budaya


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) 2025 tengah dibuka sampai 26 Juni 2025. Terbaru, beasiswa ini dibuka pada rumpun ilmu penciptaan seni budaya serta ilmu pengkajian budaya.

    Beasiswa PMDSU adalah beasiswa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang memungkinkan peserta kuliah magister plus doktor dalam 4 tahun. Lulusannya diharapkan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baik dengan berkarier sebagai dosen, peneliti, perekayasa, maupun praktisi industri.

    Sebelumnya, beasiswa PMDSU dibuka untuk dua rumpun ilmu saja, yakni rumpun sains dan teknologi serta rumpun sosial humaniora. Mulai 2025, peminat beasiswa ini bisa memilih salah satu dari empat rumpun ilmu yang ditawarkan.


    Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani menjelaskan, luaran (output) utama penerima beasiswa PMDSU Batch 9 2025 adalah minimal 2 publikasi internasional bereputasi sebagai first author. Khusus mahasiswa awardee bidang seni, luarannya sebagian dapat diganti dengan karya monumental internasional.

    Di samping rumpun baru, Beasiswa PMDSU Batch 9 2025 memiliki skema baru berupa skema joint degree.

    “Kuota (reguler) 151 karyasiswa (awardee), di-match-kan dengan 151 promotor. Untuk joint degree, 12 karyasiswa akan didampingi 6 promotor. Kita menerima 163 karyasiswa atau mahasiswa,” kata Suning di Grha Kemdiktisaintek, Senin (26/5/2025).

    Syarat Beasiswa PMDSU 2025

    Secara umum, berikut syarat beasiswa PMDSU 2025reguler:

    • Sarjana unggul lulusan 2024-2025
    • IPK minimal 3,25-3,8, tergantung akreditasi prodi atau perguruan tinggi asal
    • Usia maksimal 24 tahun bagi lulusan nonprofesi dan 27 tahun bagi lulusan program profesi
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Tidak terikat kontrak kerja

    Khusus PMDSU joint degree juga dibuka untuk mahasiswa fast track S1-S2 yang sudah semester akhir

    Di samping itu, khusus pendaftar beasiswa PMDSU joint degree dikenakan tambahan syarat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, atau PTE.

    Kampus Beasiswa PMDSU 2025

    Berikut daftar perguruan tingggi Beasiswa PMDSU 2025 reguler dan joint degree.

    Kampus Beasiswa PMDSU Joint Degree 2025

    • ITB dengan NIMS University, Kanazawa University, Osaka University
    • ITS dengan Kumamoto University
    • UNY dengan Technische Universitas Dresden

    Kampus Beasiswa PMDSU Reguler 2025

    • IPB University
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Indonesia (UI)
    • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
    • Universitas Negeri Malang (UM)
    • Universitas Negeri Semarang (Unnes)
    • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Sriwijaya (Unsri)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Universitas Udayana (Unud)
    • Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
    • Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
    • Universitas Jember (Unej)
    • Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
    • Universitas Dian Nuswantoro (Udinus)
    • Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta.

    Jadwal Beasiswa PMDSU 2025

    • Pendaftaran: 26 Mei-26 Juni 2025
    • Seleksi, pleno, dan penetapan Beasiswa PMDSU: 31 Juli 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: Agustus-September 2025
    • Penyaluran dana beasiswa PMDSU: Oktober 2026

    Pendaftaran Beasiswa PMDSU 2025 dibuka secara daring di https://pmdsu.kemdiktisaintek.go.id/v2. Pantau informasi beasiswa ini di https://www.pmdsu.id/, akun Instagram @pmdsu, dan kanal media sosial Kemdiktisaintek.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa PMDSU 2025 Ada Skema Joint Degree, Ini Kampusnya


    Jakarta

    Mulai 2025, Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dibuka dalam dua skema utama, yakni Reguler dan Joint Degree. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, Senin (26/5/2025) sampai 26 Juni 2025 mendatang.

    Beasiswa PMDSU adalah program beasiswa pendidikan magister dan doktor terintegrasi dengan durasi studi 4 tahun dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini bertujuan mempercepat peningkatan kualitas SDM di perguruan tinggi serta memperkuat kapasitas kelembagaan dan jejaring penelitian nasional dan internasional.

    Penerima beasiswa PMDSU diproyeksi menjadi dosen, peneliti, perekayasa, hingga praktisi industri yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


    Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani mengatakan Beasiswa PMDSU 2025 dibuka di 27 perguruan tinggi mitra dalam negeri. Enam di antaranya baru bergabung dalam program ini.

    Sedangkan pada Beasiswa PMDSU Joint Degree, tiga PTN yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri (PTLN) dapat dilamar. ITB dengan NIMS University, Kanazawa University, Osaka University. Sedangkan ITS dengan Kumamoto University serta Universitas Negeri Yogyakarta dengan University of Dresden.

    “Kuota (reguler) 151 karyasiswa (awardee), di-match-kan dengan 151 promotor. Untuk joint degree 12 karyasiswa akan didampingi 6 promotor. Kita menerima 163 karyasiswa atau mahasiswa,” kata Suning di Grha Kemdiktisaintek, Senin (26/5/2025).

    Daftar Kampus Beasiswa PMDSU 2025

    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • IPB University
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Indonesia (UI)
    • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
    • Universitas Negeri Malang (UM)
    • Universitas Negeri Semarang (Unnes)
    • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Sriwijaya (Unsri)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Universitas Udayana (Unud)
    • Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
    • Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
    • Universitas Jember (Unej)
    • Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
    • Universitas Dian Nuswantoro (Udinus)
    • Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta

    Kampus Beasiswa PMDSU Joint Degree 2025

    • ITB dengan NIMS University, Kanazawa University, Osaka University
    • ITS dengan Kumamoto University
    • UNY dengan Technische Universitas Dresden

    Informasi pendaftaran Beasiswa PMDSU 2025 bisa diakses di https://pmdsu.id.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • BRIN Buka Beasiswa Riset buat Mahasiswa S2-S3, Bantuan hingga Rp 9 Juta



    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun ini kembali membuka beasiswa Degree by Research. Beasiswa berlaku bagi mahasiswa magister (S2) dan doktor (S3).

    Degree by Research atau DbR ini merupakan dana pendidikan untuk meningkatkan kapasitas talenta Indonesia dalam kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap).

    Program DbR nantinya diselenggarakan lewat fasilitas pengamatan antariksa di Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur. Di mana di sana terdapat sebuah teleskop besar berukuran 380 cm.


    DbR khusus untuk Platform Timau adalah bentuk kerja sama BRIN dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan adanya beasiswa ini anak muda yang ingin meneliti lebih jauh soal astronomi dan antariksa diharapkan dapat terfasilitasi.

    Siapa saja yang boleh ikut program beasiswa ini? Mengutip unggahan @lapan_ri, ini ketentuannya:

    Syarat Daftar Beasiswa DbR Platform Timau 2025

    • Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Non ASN/sumber daya manusia lainnya
    • Bersedia berkolaborasi dengan periset dari BRIN
    • Mendapatkan rekomendasi dari kepala unit
    • Mendapatkan persetujuan proposal riset
    • Melakukan pendaftaran secara online pada laman byresearch.brin.go.id

    Pilihan Program Riset di DbR Platform Timau 2025

    1. Stellar Physics
    2. Solar System
    3. Galaxy
    4. Space Environment
    5. Light Pollution
    6. Instrumentation-Control-and-Robotic System on Astronomy

    Keuntungan Penerima DbR Platform Timau 2025

    • Mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa S2 selama 4 semester plus 1x perpanjangan semester
    • Mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa S2 selama 6 semester plus 1x perpanjangan semester
    • Bantuan dana riset Rp 6 juta untuk S2
    • Bantuan dana riset Rp 9 juta untuk S3
    • Mendapatkan insentif RA (Research Assistant) di BRIN jika status peserta Non Afiliasi

    Daftar Kampus Mitra DbR 2025

    Selain program DbR Platform Timau 2025 yang sediakan BRIN dan ITB, ternyata ada beberapa kampus lain yang punya program ini dengan subjek penelitian yang bisa berbeda. Berikut daftar kampusnya:

    1. Universitas Padjadjaran
    2. Institut Pertanian Bogor
    3. Institut Teknologi Sepuluh November
    4. Universitas Diponegoro
    5. Universitas Hasanuddin
    6. Universitas Sebelas Maret
    7. Universitas Andalas
    8. Universitas Airlangga
    9. Universitas Brawijaya
    10. Universitas Sumatera Utara
    11. Universitas Syiah Kuala
    12. Swinburne University of Technology
    13. Universiti Teknologi Malaysia
    14. University of Twente
    15. Tomsk Polytechnic University
    16. Suranaree University of Technology
    17. Deakin University
    18. Université Polytechnique Hauts-de-France
    19. Universitas Sains Malaysia

    Itulah informasi beasiswa DbR Platform Timau 2025 bagi mahasiswa S2 dan S3 di seluruh wilayah Indonesia. Segera daftar yuk!

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Ada Beasiswa Rp 22 Juta buat Mahasiswa UI, IPB, ITB, UGM & UB Nih, Yuk Daftar!



    Jakarta

    Bagi detikers yang kini sedang menempuh studi kuliah semester 4-6, Amartha STEAM Fellowship menyediakan beasiswa bagi kalian. Total bantuan Rp 22 juta per mahasiswa dalam satu tahunnya.

    Besar bantuan tersebut terdiri dari dana pendidikan Rp 5 juta per semester dan living cost Rp 1 juta per bulan. Awardee nantinya akan mendapatkan beasiswa selama satu tahun.

    Selain itu, mahasiswa akan diberikan program pengembangan diri hingga group project dan internship. Perlu diketahui juga, beasiswa ini hanya berlaku bagi mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Brawijaya (UB).


    Apa saja syarat agar bisa mendaftar beasiswa ini? Melansir laman Ditmawa UGM, berikut di antaranya:

    Syarat Daftar Amartha STEAM Fellowship 2024

    • Mahasiswa semester 4, 5 atau 6
    • Berjenis kelamin perempuan
    • Mempunyai IPK minimal 3,00
    • Merupakan mahasiswa dari fakultas atau jurusan biologi, geografi, MIPA, teknik, teknologi pertanian, ekonomi dan bisnis, ilmu budaya atau vokasi
    • Siap mengikuti program ini selama satu tahun
    • Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain

    Syarat Berkas Daftar Amartha STEAM Fellowship 2024

    1. Transkrip nilai semester gasal 2023/2024
    2. Formulir pengajuan beasiswa
    3. Surat rekomendasi dari fakultas
    4. Scan Kartu Keluarga (KK)
    5. Scan prestasi (jika punya)

    Link Daftar Beasiswa Amartha STEAM Fellowship 2024

    Pendaftaran bisa dilakukan lewat laman https://bit.ly/DaftarAmarthaSTEAM. Untuk melihat informasi lebih lengkap yang relevan dengan kampus asal, bisa kunjungi website berikut ini:

    1. Mahasiswa UGM: https://simaster.ugm.ac.id/
    2. Mahasiswa UI: https://beasiswa.ui.ac.id/
    3. Mahasiswa ITB: https://fmipa.itb.ac.id/beasiswa-amartha-steam-fellowship/
    4. Mahasiswa IPB: https://studentportal.ipb.ac.id/
    5. Mahasiswa UB: https://https://beasiswa.ub.ac.id/

    Jadwal Seleksi Beasiswa Amartha STEAM Fellowship 2024

    • Pendaftaran: 29 Februari – 15 Juni 2024
    • Pengumuman tahap 1: 5 Juli 2024
    • Seleksi tahap 2 dan interview: 15-31 Juli 2024
    • Pengumuman akhir: 7 Agustus 2024

    Demikian informasi beasiswa kuliah bagi mahasiswa UI, IPB, ITB, UGM, dan UB. Ayo segera daftarkan dirimu, detikers!

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo Diperpanjang di 6 PTN, Catat Jadwalnya!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa S2 skema dalam negeri Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diperpanjang untuk 6 perguruan tinggi negeri (PTN) berikut ini. Seleksi masih bisa dilakukan secara daring melalui laman Beasiswa Kominfo di tautan https://beasiswa.kominfo.go.id/.

    Beasiswa Kominfo ini bisa diikuti oleh PNS, anggota TNI/Polri dan masyarakat umum non-PNS khusus bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Calon awardee bisa memilih salah satu dari 10 kampus top Indonesia yang menjadi mitra sebagai PTN tujuan.

    Dari seluruh jumlah kampus mitra ini, 6 di antaranya melakukan perpanjangan pendaftaran. Sedangkan sisanya sudah menutup proses seleksi.


    Awardee nantinya akan mendapat komponen dana pendidikan (UKT dan Tunjangan Buku) dan biaya pendukung (Biaya operasional bulanan, bantuan seminar, biaya pendaftaran) jika dinyatakan sebagai penerima beasiswa.

    Untuk itu, yuk simak jadwal terbaru pendaftaran beasiswa Kominfo dikutip dari postingan media sosial resminya, Rabu (10/7/2024).

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa S2 Dalam Negeri Kominfo 2024

    Seperti beasiswa S2 lainnya, pendaftaran bantuan biaya pendidikan ini dilakukan secara paralel. Baik pada perguruan tinggi dan Beasiswa Kominfo. Adapun kampus yang memperpanjang masa pendaftaran beserta program studi (prodi) yang tersedia yakni:

    1. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    • Pendaftaran: hingga 11 Juli 2024
    • Prodi: Magister Teknik Elektro Konsentrasi Telematika (Pengelola TIK)

    2. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    • Pendaftaran: hingga 11 Juli 2024
    • Prodi: Magister Ilmu Komunikasi

    3. Universitas Syiah Kuala (USK)

    • Pendaftaran: hingga 15 Juli 2024
    • Prodi: Magister Kecerdasan Buatan

    4. Universitas Sumatera Utara (USU)

    • Pendaftaran: hingga 16 Juli 2024
    • Prodi: Magister Ilmu Komunikasi

    5. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    • Pendaftaran: hingga 18 Juli 2024
    • Prodi: Magister Layanan Teknologi Informasi, Magister Teknik Elektro Rekayasa, dan Manajemen Keamanan Informasi

    6. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    • Pendaftaran: hingga 26 Juli 2024
    • Prodi: Magister Ilmu Komunikasi

    Sedangkan empat kampus mitra lain yang sudah menutup pendaftaran yakni:

    • Universitas Andalas
    • Universitas Airlangga
    • Universitas Gadjah Mada
    • Universitas Indonesia

    Syarat Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo Dalam Negeri 2024

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Aktif bekerja dan memiliki masa kerja minimum 2 tahun pada saat melamar

    3. Tidak ditujukan bagi pelamar yang berprofesi sebagai dosen

    4. Usia maksimal pada saat mendaftar:

    • Maksimal 35 tahun bagi masyarakat umum
    • Maksimal 37 tahun bagi PNS/TNI/Polri

    5. Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang mengikuti program pendidikan S2

    6. Lulusan S1/D4 dengan IPK minimal 3.00 dari skala 4.00

    7. Menyusun Rencana Tugas Akhir yang relevan dengan pengembangan transformasi digital nasional (500-1000 kata)

    8. Menyusun Essay yang berisi Personal statement dan Rencana kontribusi pasca studi khususnya bagi pengembangan transformasi digital nasional (500-1000 kata)

    9. Menyertakan surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain yang memiliki kredibilitas dan diterbitkan paling lama 1 tahun pada bulan yang sama dengan pendaftaran.

    10. Mendapatkan surat izin pimpinan yang berwenang dari tempat bekerja untuk menjalani pendidikan.

    11. Diutamakan bagi yang sudah memiliki LoA dari Perguruan Tinggi mitra Kominfo.

    12. Bagi pendaftaran lulusan perguruan tinggi diharapkan melampirkan dokumen yang telah ditentukan.

    13. Pelamar tetap harus memenuhi persyaratan pendaftaran yang ditetapkan oleh mitra perguruan tinggi yang dipilih.

    Itulah informasi terkait perpanjangan masa pendaftaran beasiswa Kominfo. Yuk buruan selesaikan pendaftaran milikmu detikers!

    (det/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa Kominfo dan STEI ITB Dibuka, Ini Jurusan yang Ditawarkan



    Jakarta

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB telah membuka Beasiswa Kominfo x STEI ITB. Beasiswa ini bertujuan mempercepat transformasi digital nasional.

    Adapun beasiswa ini dikhususkan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi di program Magister Teknik Elektro, khususnya pada opsi Rekayasa dan Manajemen Informasi (RMKI).

    “Program RMKI di STEI ITB dirancang untuk membekali para penerima beasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia digital, baik di bidang teknis maupun manajemen,” kata Dosen STEI ITB, Dr. Yoanes Bandung dikutip dari laman ITB, Kamis (11/7/2024).


    Saat ini, RMKI tengah berfokus pada dua bidang yakni Rekayasa dan Manajemen

    Di bidang Rekayasa, program ini mencakup:

    • Kriptografi dan Aplikasinya
    • Secure Software dan OS Security
    • Digital Forensic dan Computer Crime

    Sementara di bidang Manajemen, program ini menekankan pada:

    • Information Security Management
    • Information System Assurance
    • Security Architecture dan Design

    Sementara itu, Dr. Fetty Fitriyanti Lubis, selaku dosen ITB menyampaikan bahwa program Magister Teknik Elektro terdiri atas dua konsentrasi, yaitu:

    • Magister Layanan Teknologi Informasi (LTI) yang memfokuskan pada pengembangan kompetensi di bidang layanan teknologi informasi, seperti Smart Service Systems, Service Computing and Engineering, Digital Government and Digital Business, Digital Twin and Smart Cities, Internet of Things and Multimedia, Edge Computing and Cloud, Data Analytics, dan Machine Learning.

    • Magister Rekayasa dan Manajemen Keamanan Informasi (RMKI) yang membekali calon penerima dengan pengetahuan dan kemampuan di bidang keamanan informasi, yang menjadi kebutuhan vital di era digital.

    Jurusan ini dirancang dengan komposisi 40% untuk studi kasus terbimbing, 30% untuk materi teori, dan 30% untuk kerja mandiri, serta memiliki durasi 3 semester atau 18 bulan dengan beban 36 SKS dan 1 semester untuk penyelesaian tesis.

    “Program ini dirancang untuk membekali para penerima beasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia digital, baik di bidang teknis maupun manajemen,” katanya.

    Adapun Beasiswa Kominfo telah berjalan sejak tahun 2007 dan telah menghasilkan 3.178 penerima beasiswa. Para penerima beasiswa berasal dari masyarakat umum, PNS Pusat, TNI dan Polri.

    Syarat Beasiswa Kominfo dan STEI ITB

    Saat mendaftarkan diri, pendaftar wajib menyertakan dokumen dan memenuhi persyaratan berikut:

    1. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan
    2. Berusia maksimal 35 tahun untuk masyarakat umum dan 37 tahun untuk PNS/TNI/POLRI
    3. Lulusan S1 dengan IPK minimal 3.00.
    4. Skor TOEFL/IELTS
    5. Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Kominfo dan STEI ITB dapat diakses melalui beasiswa.kominfo.go.id.

    (nir/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • 7.607 Mahasiswa ITB Dapat Beasiswa di 2023, Ini Cerita dari Para Penerima



    Jakarta

    Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menyalurkan 7.607 beasiswa kepada mahasiswanya pada 2023. Beasiswa tersebut berasal dari 12 mitra beasiswa pemerintah dan 66 mitra beasiswa non-pemerintah.

    Dalam keterangan resmi di laman ITB, kedua jenis beasiswa tersebut digelontarkan oleh ITB kepada mahasiswa setiap tahun. Pada 2023, total penerima beasiswa pemerintah berjumlah 5.464 orang dan non pemerintah sebanyak 2.143 orang.

    Ragam Cerita Penerima Beasiswa

    Salah satu penerima beasiswa yakni Hendrik Aziz Zulfikar mengaku berkat beasiswa ia dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi impiannya. Ia diterima di jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.


    “Saya berasal dari keluarga menengah ke bawah, tapi saya berkeinginan besar untuk mengikuti perkuliahan yang baik. Salah satu jalan bagi saya untuk mendapatkan hal tersebut adalah dengan beasiswa,” ungkapnya, dilansir dari laman ITB, Kamis (21/12/2023).

    Hendrik adalah penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Lewat beasiswa tersebut Hendrik dapat membayar uang kuliah secara gratis dan mendapat tunjangan uang saku.

    “Dengan beasiswa ini, ada dua hal yang saya terima, yakni pembebasan UKT dan uang saku. Saya juga mendapatkan banyak manfaat lainnya, seperti pelatihan karakter atau leadership, yang bermanfaat bagi soft skill saya,” ujarnya.

    Kemudian, mahasiswa lain yang menerima beasiswa adalah Habiba Azmiyatus Sholihah dari jurusan Kimia, FMIPA, angkatan 2021. Ia berhasil mendapat Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa yang diberikan kepada para penerima medali OSN.

    “Manfaat dari beasiswa ini, pertama biaya bulanan berperiode, mendapatkan biaya UKT yang dibayarkan sepenuhnya oleh BPI, dan biaya buku selama setahun sekali,” ungkap Habiba.

    Penerima beasiswa lainnya adalah Azka Nurawwali Sakhiyyah dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) angkatan 2023. Setelah dinyatakan lolos SNBT 2023 di ITB, ia menerima beasiswa alumni ITB.

    “Pihak Ditmawa (Direktorat Kemahasiswaan ITB) memberikan informasi tentang beasiswa alumni ITB. Kemudian saya mencari info pendaftaran beasiswa tersebut. Saya melakukan berbagai persyaratannya dan alhamdulillah saya mendapatkannya. Manfaat dari beasiswa ini meringankan beban orang tua. Jadi orang tua saya tidak perlu memikirkan biaya UKT lagi,” ungkapnya.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com