Tag: its

  • Beasiswa PMDSU 2025 Ada Skema Joint Degree, Ini Kampusnya


    Jakarta

    Mulai 2025, Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dibuka dalam dua skema utama, yakni Reguler dan Joint Degree. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, Senin (26/5/2025) sampai 26 Juni 2025 mendatang.

    Beasiswa PMDSU adalah program beasiswa pendidikan magister dan doktor terintegrasi dengan durasi studi 4 tahun dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini bertujuan mempercepat peningkatan kualitas SDM di perguruan tinggi serta memperkuat kapasitas kelembagaan dan jejaring penelitian nasional dan internasional.

    Penerima beasiswa PMDSU diproyeksi menjadi dosen, peneliti, perekayasa, hingga praktisi industri yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


    Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani mengatakan Beasiswa PMDSU 2025 dibuka di 27 perguruan tinggi mitra dalam negeri. Enam di antaranya baru bergabung dalam program ini.

    Sedangkan pada Beasiswa PMDSU Joint Degree, tiga PTN yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri (PTLN) dapat dilamar. ITB dengan NIMS University, Kanazawa University, Osaka University. Sedangkan ITS dengan Kumamoto University serta Universitas Negeri Yogyakarta dengan University of Dresden.

    “Kuota (reguler) 151 karyasiswa (awardee), di-match-kan dengan 151 promotor. Untuk joint degree 12 karyasiswa akan didampingi 6 promotor. Kita menerima 163 karyasiswa atau mahasiswa,” kata Suning di Grha Kemdiktisaintek, Senin (26/5/2025).

    Daftar Kampus Beasiswa PMDSU 2025

    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • IPB University
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Indonesia (UI)
    • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
    • Universitas Negeri Malang (UM)
    • Universitas Negeri Semarang (Unnes)
    • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Sriwijaya (Unsri)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Universitas Udayana (Unud)
    • Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
    • Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
    • Universitas Jember (Unej)
    • Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
    • Universitas Dian Nuswantoro (Udinus)
    • Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta

    Kampus Beasiswa PMDSU Joint Degree 2025

    • ITB dengan NIMS University, Kanazawa University, Osaka University
    • ITS dengan Kumamoto University
    • UNY dengan Technische Universitas Dresden

    Informasi pendaftaran Beasiswa PMDSU 2025 bisa diakses di https://pmdsu.id.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • ITS Buka Beasiswa untuk Camaba Jalur Mandiri 2024, Yuk Buruan Daftar!



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka pendaftaran beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun 2024/2025. Beasiswa ini disediakan lewat jalur mandiri prestasi.

    Kepala Subdirektorat Admisi, Eng Unggul Wasiwitono menyampaikan tidak ada persyaratan khusus untuk mendaftar beasiswa ini. Mahasiswa yang lolos nantinya tidak dikenakan Iuran Pengembangan Institut (IPI).

    “ITS menawarkan kualitas pendidikan yang sangat baik, dan jalur ini memberikan kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan,”jelasnya dalam laman ITS, dikutip Rabu (8/5/2024).


    Prestasi yang dipakai bisa dari berbagai bidang baik akademik maupun non akademik seperti robotika, olahraga, atau hafalan Al-Quran. ITS juga mempermudah calon mahasiswa karena prestasi yang diterima bisa mulai dari tingkat provinsi.

    Unggul menambahkan sertifikat ketua organisasi dan portofolio sesuai prodi tujuan bisa disertakan juga sebagai nilai tambah.

    “Untuk memastikan keaslian dokumen yang disertakan, tim verifikasi khusus akan dibentuk guna memeriksa sertifikat dan bukti prestasi yang diberikan oleh para peserta,” katanya.

    Faktor penting lain dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa baru untuk mendapat beasiswa yakni nilai rapor, jejak nilai UTBK alumni, dan indeks sekolah.

    “Dapat dikatakan bahwa pembobotan rapor dan prestasi cukup seimbang,” jelas dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

    Syarat Daftar Jalur Mandiri Prestasi ITS 2024

    • Warga Negara Indonesia
    • Lulus SMA/MA/SMK/sederajat atau peserta didik Paket C tahun 2024, 2023, atau 2022 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2024)
    • Tidak dinyatakan lulus jalur SNBP 2024
    • Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh ITS
    • Memiliki prestasi akademik dan non akademik minimal tingkat provinsi
    • Memilih prodi ITS yang terakreditasi A

    Daya Tampung ITS Jalur Mandiri 2024

    Fakultas Sains dan Analitika Data

    Fisika: 51
    Matematika: 60
    Statistika: 100
    Kimia: 60
    Biologi: 36
    Sains aktuaria: 60
    Sains analitik dan instrumentasi kimia: 24
    Sains data: 20

    Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem

    Teknik mesin: 100
    Teknik kimia: 100
    Teknik fisika: 60
    Teknik industri: 100
    Teknik material: 100
    Teknik pangan: 40

    Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian

    Teknik sipil: 90
    Arsitektur: 60
    Teknik lingkungan: 65
    Perencanaan wilayah dan kota: 85
    Teknik geomatika: 65
    Teknik geofisika: 45

    Fakultas Teknologi Kelautan

    Teknik perkapalan: 42
    Teknik sistem perkapalan: 49
    Teknik sistem perkapalan (joint degree): 21
    Teknik kelautan: 42
    Teknik transportasi laut: 28
    Teknik lepas pantai: 28

    Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas

    Teknik elektro: 120
    Teknik biomedik: 60
    Teknik komputer: 20
    Teknik informatika: 96
    Sistem informasi: 95
    Teknologi informasi: 60
    Teknik telekomunikasi: 40
    Inovasi digital: 20
    Rekayasa perangkat lunak: 20
    Rekayasa kecerdasan artifisial: 20

    Fakultas Kedokteran dan Kesehatan

    Teknologi kedokteran: 60

    Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital

    Desain produk industri: 42
    Desain interior: 60
    Desain komunikasi visual: 80
    Manajemen bisnis: 60
    Studi pembangunan: 54

    Fakultas Vokasi

    Teknik sipil: 31
    Teknologi rekayasa konstruksi bangunan air: 31
    Teknologi rekayasa manufaktur: 31
    Teknologi rekayasa konversi energi: 31
    Teknologi rekayasa otomasi: 45
    Teknologi rekayasa kimia industri: 45
    Teknologi rekayasa instrumentasi: 45
    Statistika bisnis: 45

    Pendaftaran jalur ini sudah dibuka sejak 23 April 2024 dan akan ditutup pada 31 Mei 2024. Oleh karena itu, segera daftarkan dirimu detikers!

    (cyu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • ITS Targetkan 30% Mahasiswa Dapat Beasiswa di 2024, Apa Saja?



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatat peningkatan dalam beasiswa yang berhasil dikumpulkan selama 3 tahun terakhir. Kenaikan ini mencapai 300 persen.

    Pada 2020, ITS mencairkan dana beasiswa sebesar Rp 33,3 miliar. Angka ini meningkat setiap tahunnya, hingga pada 2023 lalu menyentuh angka Rp 90,37 miliar.

    Direktur Kemahasiswaaan ITS Dr Imam Abadi ST MT menjelaskan jumlah mahasiswa ITS penerima beasiswa juga ikut meningkat. Dibandingkan dengan 2020, sebanyak 22 persen dari total mahasiswa ITS telah menerima beasiswa pada 2023.


    “ITS menargetkan pada tahun 2024 ini setidaknya 30 persen mahasiswa ITS akan mendapat beasiswa,” ungkapnya dikutip dari laman ITS, Kamis (18/4/2024).

    Ragam Beasiswa ITS

    ITS mengumumkan, pihaknya membuka beragam beasiswa. Sumbernya dari pihak kampus, pemerintah, hingga swasta.

    Salah satu bantuan pendidikan yang tersedia di ITS adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dana anggaran KIP-K di ITS sendiri mengalami peningkatan di tahun 2023 hingga mencapai Rp 50 miliar. Hal tersebut sejalan dengan jumlah penerima KIP Kuliahnya yang sebanyak 3.689 mahasiswa pada 2023.

    Selain KIP Kuliah, ITS juga membuka Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Abadi ITS (LPDA-ITS). Beasiswa tersebut terbagi tiga kategori, yaitu Beasiswa Dana Abadi Bebas Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), Beasiswa Dana Abadi Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan Beasiswa Dana Abadi Biaya Hidup.

    Buka Beasiswa Asih

    Terkait target penerima beasiswa ITS, Imam Abadi menyatakan bahwa ITS telah meluncurkan program beasiswa terbaru yaitu Beasiswa Asih. Beasiswa ini dikhususkan untuk mahasiswa yang memiliki kendala finansial.

    Bagi mahasiswa yang berminat, pendaftaran dibuka di portal resmi beasiswaasih.its.ac.id.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • KIP-K ITS yang Tak Tepat Sasaran Bisa Dilaporkan, Ditmawa: Data Pelapor Dijamin



    Jakarta

    Beberapa waktu kebelakang, media sosial ramai dengan polemik Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang dinilai tidak tepat sasaran. Untuk itu, berbagai perguruan tinggi mulai menyoroti lebih serius terkait mahasiswa penerima KIP-K di kampusnya, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

    Dengan jumlah penerima lebih dari 4 ribu mahasiswa, ITS menyiapkan berbagai strategi untuk menghindari kejadian salah sasaran penerima. Salah satunya dalah dengan membuka layanan pengaduan penerima beasiswa KIP-K.

    Ketua Sub Bagian (Kasubag) Layanan Mahasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa, Direktorat Kementerian Mahasiswa (Ditmawa) ITS, Friana Ekawati menyatakan, formulir pengaduan bisa diakses lewat laman Instagram Ditmawa ITS (@ditmawaits).


    Setelah aduan masuk, Ditmawa akan segera menindak lanjuti dan dipastikan kebenarannya. Friana menjelaskan siapapun bisa melakukan pelaporan ini dan data pelapor akan dijamin kerahasiaannya.

    “Kami juga akan menjamin data pelapor tetap anonim selama penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya dikutip dari rilis di laman resmi ITS, Selasa (14/5/2024).

    Akan Ada Inspeksi Tiap Semester

    Tidak hanya membuka layanan pengaduan, ITS juga akan melakukan verifikasi data mahasiswa dan pemanggilan secara tatap muka.

    Verifikasi KIP-K merupakan langkah yang telah ditetapkan dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI No 13 Tahun 2023 dan Peraturan Rektor ITS No 16 Tahun 2023.

    Verifikasi ini mengulas kembali apakah mahasiswa sudah sesuai dengan syarat penerima KIP-K. Termasuk terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Mahasiswa (DTKS), memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dan bukti gaji orang tua yang valid.

    “Apabila ditemukan data yang meragukan, maka akan dilakukan inspeksi terkait kesesuaian data yang tertera di ajuan beasiswa KIP-K dan Sistem Pendataan Mahasiswa Baru (SIPMABA) ITS,” tutur Friana

    Proses inspeksi akan membandingkan data level uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa yang telah disetujui oleh kepala departemen dengan berkas yang diunggah di laman KIP-K. Setelah data keluar, pemanggilan tatap muka mahasiswa juga dilakukan untuk pemeriksaan yang menyeluruh.

    KIP-K Dicabut Jika Terbukti Secara Ekonomi Mampu

    Jika ternyata ada perubahaan ekonomi dan mahasiswa dinilai telah cukup mampu secara finansial, maka akan dilakukan validasi ulang keadaan ekonominya. Proses inspeksi ini akan dilakukan secara berkala setiap semester.

    “Bila terbukti telah mampu, maka mahasiswa tersebut diberikan pilihan untuk menggugurkan beasiswa tersebut atau ditanggalkan kesertaan beasiswanya oleh ITS,” tambahnya.

    Meski nantinya mahasiswa tidak menerima KIP-K, Friana meyakini ada berbagai macam beasiswa lain yang terbuka bagi seluruh mahasiswa. Terutama mereka yang kurang mampu secara finansial.

    Ia juga berpesan agar mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa untuk menggunakan dana dengan sebaik mungkin dan juga bijaksana.

    “Pada akhirnya, kebijaksanaan tersebut kembali pada kesadaran diri masing-masing mahasiswa,” tutupnya.

    Diketahui hingga tahun 2023, penerima KIP-K di ITS tercatat 3.689 mahasiswa. Sementara pada 2024 sendiri, kuota pembiayaan KIP-K telah mencapai 1.050 mahasiswa.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Cetak Talenta Digital RI, Beasiswa Laskar AI Siap Latih Mahasiswa-Dosen



    Jakarta

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia (RI) menargetkan bisa mencetak 9 juta talenta digital pada tahun 2030. Selaras dengan target pemerintah tersebut, beasiswa Laskar AI dibuka oleh Lintasarta pada tahun ini.

    Beasiswa ini menyasar mahasiswa, dosen dan profesional yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memperdalam skill dalam artificial intelligence (AI). Program ini juga turut didukung oleh Dicoding Indonesia.

    “Laskar AI menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun masa depan bangsa dengan melahirkan talenta digital terbaik siap AI dalam rangka meningkatkan potensi digital serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena di Menara Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (13/2/2025).


    Laskar AI merupakan bagian dari AI Merdeka. Program tersebut adalah kolaborasi dari Indosat, Lintasarta, dan ecosystem partners yang bertujuan memberikan dampak berkelanjutan terhadap pengembangan ekosistem digital Indonesia.

    Latih Mahasiswa & Dosen Machine Learning-Data Science

    Tahun ini, ada 547 peserta dari kalangan mahasiswa yang menerima beasiswa ini. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair) dan lainnya.

    Selain mahasiswa, dosen juga turut menjadi awardee beasiswa AI Merdeka. Sebanyak 110 dosen dari Telkom University hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerimanya.

    Dalam beasiswa Merdeka AI ini, mahasiswa dan dosen akan diberi pelatihan intensif dalam machine learning dan data science. Dua komponen tersebut merupakan dasar dari pengembangan AI.

    “Program ini diinisiasi oleh Lintasarta sebagai penyedia layanan digital dan teknologi terdepan di Indonesia, dengan infrastruktur termutakhir, khususnya GPU Merdeka. Lebih lanjut, kolaborasi bersama partner terbaik dalam teknologi AI memastikan kurikulum program ini relevan dan selaras dengan perkembangan industri,” kata Founder & CEO Dicoding Indonesia, Narendra Wicaksono.

    Mahasiswa Dapat Konversi Pelatihan Jadi 20 SKS

    Laskar AI memberikan pelatihan dalam bentuk hard skill dan soft skill. Khusus bagi peserta yang merupakan mahasiswa, kelas atau pelatihan Laskar AI dapat dikonversi menjadi 20 SKS sesuai dengan kebijakan kampus.

    Beberapa materi yang dapat diakses mahasiswa dan dosen lewat beasiswa Laskar AI ini antara lain belajar dasar AI, dasar visualisasi data, program dengan python, analisis data dengan python, machine learning untuk pemula hingga penerapan data science.

    Program beasiswa Laskar AI ini tak berbayar alias gratis. Mahasiswa dan dosen cukup bermodalkan koneksi internet 4G dan perangkat komputer atau laptop pribadi dengan spesifikasi memadai.

    Pendaftaran untuk beasiswa Laskar AI tahun ini telah ditutup pada 15 Januari 2025 lalu. Namun tak usah khawatir, beasiswa ini akan kembali dibuka tahun depan.

    Jadi, tunggu terus informasi pembukaan beasiswa lewat laman https://laskarai.id/ ya, detikers.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Semesta S1-S2 untuk Mahasiswa IT, Kuliah Gratis Sambil Digaji



    Jakarta

    Beasiswa Semesta kembali dibuka pada tahun ini bagi mahasiswa S1 dan S2 di bidang information technology (IT). Pendaftaran beasiswa masih dibuka hingga 20 Mei 2025.

    Beasiswa Semesta bersifat fully funded. Selain itu, awardee beasiswa berkesempatan lulus langsung kerja di perusahaan edutech Sevima yang mengadakan beasiswa ini.

    Dalam enam tahun terakhir, Beasiswa Semesta telah diikuti oleh 27.000 pendaftar. Di balik antusiasme tersebut, hanya akan ada 10 orang saja yang terpilih.


    Bagi detikers yang berminat, harus benar-benar dalam melakukan pendaftaran. Mengutip laman Sevima, berikut ketentuannya:

    Pilihan Jurusan dan Kampus Tujuan

    Saat mendaftar, pelamar bisa memilih salah satu dari jurusan di kampus-kampus berikut:

    • S1 Teknik Informatika, Binus University
    • S1 Sistem Informasi, Binus University
    • S2 Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • S2 Sistem Informasi, ITS

    Keuntungan Memperoleh Beasiswa Semesta

    • Pembiayaan pendidikan (fully funded)
    • Kesempatan bekerja di kantor Sevima
    • Gaji bulanan dan tunjangan kerja
    • Dapat mentoring langsung dari profesional IT
    • Pengalaman kerja nyata sambil kuliah

    Syarat Daftar Beasiswa Semesta 2025

    • Bagi pendaftar beasiswa S1 adalah lulusan atau alumni SMA/SMK/sederajat
    • Bagi pendaftar beasiswa S2 adalah lulusan atau alumni D4/S1 di bidang IT (fresh graduate, masih yudisium maupun sudah berpengalaman kerja)
    • Mempunyai keahlian di bidang IT dibuktikan dengan portofolio project, link Github atau bukti file lain
    • Siap bekerja dan berkuliah di daerah Surabaya, Jawa Timur secara work from office (WFC)

    Cara Daftar Beasiswa Semesta 2025

    1. Buka laman resmi pendaftaran beasiswa di https://maukuliah.id/beasiswa-semesta
    2. Klik “Daftar Beasiswa” dan pilih “Buat Akun”
    3. Isi formulir pendaftaran secara lengkap
    4. Pilih jurusan, jenjang pendidikan, dan kampus yang ingin dituju
    5. Ikuti tes psikotes dan tes akademik (computer based test) secara online
    6. Pelamar yang lolos akan memperoleh undangan mengikuti hackathon dan wawancara secara offline di Surabaya

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Semesta 2025

    • Pendaftaran: hingga 20 Mei 2025
    • Tes online: hingga 20 Mei 2025
    • Hackayho: 30 Juni 2025
    • Wawancara online: 30 Juni 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 28 Oktober 2025

    Bagaimana detikers, tertarik daftar beasiswa ini? Yuk coba!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Beasiswa Pascasarjana ITS Ini Bisa Dipilih, Tunjangan Hidup Capai Rp 5 Juta



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tengah membuka tiga jenis beasiswa khusus mahasiswa pascasarjana. Nantinya, mahasiswa bisa mendapatkan bantuan biaya hidup hingga Rp 5 juta.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, ProfNurulWidiastuti, mengatakan jika program beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana dengan potensi unggul. Ia berharap agar program ini dapat membantu meningkatkan ranking ITS di kancah internasional.

    “Tak hanya itu, tujuan dari program ini juga sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni tentang pendidikan bermutu,” tutur Guru Besar Departemen Kimia ITS itu dalam laman ITS dikutip Senin (28/4/2025).


    Total, tiga beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa FAST-D, Beasiswa Unggulan, dan Global Excellence Scholarship. Berikut penjelasannya.

    3 Jenis Beasiswa Pascasarjana ITS

    1. Beasiswa Fast-D

    Beasiswa Fast-D adalah beasiswa program magister dan doktor dalam empat tahun yang diperuntukkan lulusan sarjana berprestasi. Syarat pendaftaran Beasiswa Fast-D adalah sebagai berikut:

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Lulusan Sarjana yang berprestasi (Fresh Graduate)
    3. Berasal dari program studi dengan akreditasi Unggul dan IPK di atas 3,5
    4. Memiliki sertifikat TOEFL dan TPA minimal 500
    5. Usia pelamar tidak melebihi 24 tahun per tanggal 31 Agustus 2025
    6. Wajib memiliki surat rekomendasi dari dosen pembimbing Sarjana (sesuai pedoman)
    7. Tidak sedang menerima beasiswa lainnya
    8. Memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat serta bebas dari narkoba, psikotropika, dan obat terlarang.
    9. Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama empat tahun serta ketentuan lain yang dituangkan dalam kontrak beasiswa.

    2. Beasiswa Unggulan ITS

    Beasiswa Unggulan ITS adalah program doktor tiga tahun yang ditujukan bagi lulusan magister. Para pelamar wajib memiliki:

    1. Satu publikasi nama pertama pada jurnal nasional terakreditasi minimal SINTA 4 atau
    2. Seminar internasionalterindeksScopus atau web of science.beasiswa hanya e.

    3. Global Excellence Scholarship

    Terakhir adalah Beasiswa Global Excellence Scholarship yang merupakan program doktor tiga tahun untuk mahasiswa internasional. Syarat beasiswa ini juga berbeda dengan beasiswa lainnya, yaitu:

    1. Menyertakan dokumen tambahan yakni paspor
    2. Surat pernyataan yang memuat alasan memilih studi di Indonesia dan rencana akademik.

    Mahasiswa akan menerima bebas biaya uang kuliah serta biaya hidup sebesar Rp 5 juta per bulan selama masa studi yang telah ditentukan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan dana penelitian sebesar Rp 50 juta per tahun.

    Tahapan registrasi bagi calon mahasiswa akan dimulai pada 1 – 29 Juli 2025 setelah proses pemilihan calon promotor dengan tahapan sosialisasi, penjaringan, proses seleksi, hingga pengumuman dalam rentang tanggal 24 April hingga 9 Mei 2025. Adapun registrasi bagi mahasiswa internasional akan dilaksanakan pada 9 – 31 Mei 2025.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • ITS Buka Beasiswa Fast Track untuk Fresh Graduate, Kuliah S2-S3 Hanya 4 Tahun



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka berbagai skema beasiswa fast track. Beasiswa-beasiswa ini memungkinkan mahasiswa lulus S2 hingga S3 dalam waktu singkat.

    “ITS membuka peluang emas lewat program beasiswa S2 dan S3 bagi kamu yang siap menjawab tantangan masa depan melalui penelitian dan kolaborasi internasional! Beasiswa tersebut adalah Beasiswa Fast-D, Beasiswa Unggulan ITS, dan Global Excellence Scholarship,” tulis unggahan Instagram @its_campus dilansir Selasa (6/5/2025).

    Apa saja keunggulan tiga beasiswa tersebut dan bagaimana cara daftarnya? Simak di sini lebih lanjut.


    Jenis-jenis Beasiswa Fast Track di ITS

    1. Beasiswa FAST-D

    Beasiswa FAST-D bisa dicoba oleh detikers yang ingin mengenyam pendidikan hingga S3 setelah lulus S1. Lewat beasiswa ini, mahasiswa hanya akan menempuh S2 dan S3 selama kurang lebih empat tahun.

    Syarat utama daftar beasiswa ini adalah alumnus ITS yang wisuda angkatan 130-132. Tak hanya bagi alumni, beasiswa juga bisa dicoba oleh lulusan kampus lain maksimal pada September 2024.

    Keuntungan memperoleh beasiswa ini antara lain:

    – Bebas uang kuliah
    – Tunjangan senilai Rp 5 juta/bulan
    – Dana penelitian Rp 50 juta/tahun (mulai tahun kedua)
    – Dibimbing dosen pembimbing H-index tinggi.

    2. Beasiswa Unggulan ITS

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan S2 yang sudah memiliki gelar master dan publikasi ilmiah. Penerima Beasiswa Unggulan ITS hanya menempuh S3 dalam tiga tahun.

    Beasiswa ini cocok bagi mahasiswa yang punya semangat penelitian tinggi. Untuk daftar beasiswa, syarat khusus yang harus dimiliki pelamar adalah lulusan S2 dengan satu publikasi ilmiah yang minimal terbit di SINTA 4 atau Scopus/WoS.

    Berbeda dengan Beasiswa Fast-D, manfaat memperoleh beasiswa ini antara lain:

    – Bebas uang kuliah
    – Tunjangan Rp 5 juta/bulan
    – Dana penelitian Rp 50 juta/tahun
    – Dosen pembimbing H-index minimal skor 8.

    3. Beasiswa Keunggulan Global

    ITS menyediakan beasiswa lain untuk mahasiswa asing atau internasional. Melalui beasiswa ini, mahasiswa dibebaskan biaya kuliah S3 atau doktor selama tiga tahun.

    Syarat daftar beasiswa ini harus merupakan pelajar internasional, mempunyai paspor, membuat surat motivasi, dan membuat rencana akademik.

    Adapun keuntungan penerima Global Excellence Scholarship yakni:

    – Bebas uang kuliah
    – Tunjangan Rp 5 juta/bulan
    – Dana riset Rp 50 juta/bulan
    – Promotor H-index minimal 6 dengan pengalaman riset global.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana ITS

    • Sosialisasi beasiswa: 24 April-9 Mei 2025
    • Promotor Seleksi: 24 April-9 Mei 2025
    • Pendaftaran FAST-D & Beasiswa Unggulan: 1-29 Juli 2025
    • Pendaftaran Beasiswa Global Excellence: 9-31 Mei 2025

    Demikian informasi beasiswa yang ditawarkan ITS bagi calon mahasiswa baru. Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di laman https://www.its.ac.id/pascasarjana/beasiswa/informasi-beasiswa/

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Gratispol untuk S1-S3 Dibuka, Warga Kaltim Bisa Kuliah Gratis di Dalam & Luar Negeri



    Jakarta

    Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) meluncurkan bantuan pendidikan Gratispol. Program ini memberikan pendidikan gratis bagi siswa jenjang SMA dan mahasiswa S1, S2 hingga S3.

    Beasiswa Gratispol memberikan kesempatan khususnya bagi mahasiswa untuk kuliah di dalam negeri hingga luar negeri. Sasaran penerima beasiswa adalah warga Kalimantan Timur.

    Apa saja syarat daftar beasiswa ini? Mengutip unggahan Instagram @gocsrkaltim, berikut ketentuan daftarnya.


    Skema Beasiswa Gratispol Kaltim 2025

    1. Kuliah di dalam Kalimantan Timur
    2. Kuliah di luar Kalimantan Timur
    3. Kuliah di luar negeri

    Syarat Daftar Beasiswa Gratispol Kaltim 2025

    1. Kuliah di Dalam Kalimantan Timur

    • Foto KTP berdomisili di Kaltim
    • Foto kartu keluarga dengan domisili di Kaltim selama tiga tahun
    • Surat pernyataan sebagai peserta program

    2. Kuliah di luar Kalimantan Timur

    • Foto KTP Kaltim
    • Foto KK minimal tiga tahun berdomisili di Kaltim
    • Keterangan aktif kuliah/keterangan diterima
    • Bukti prestasi (jika ada)
    • Surat keterangan tidak mampu (SKTM) jika ada
    • Mengisi surat pernyataan yang tersedia

    3. Kuliah di luar negeri

    • Foto KTP Kaltim
    • Foto KK minimal tiga tahun berdomisili di Kaltim
    • Foto student ID Card atau Letter of Acceptance (LoA)
    • Bukti prestasi (jika ada)
    • Surat keterangan tidak mampu (SKTM) jika ada
    • Mengisi surat pernyataan yang tersedia

    Alur dan Sistem Seleksi Beasiswa Gratispol Kaltim 2025

    1. Kuliah di Dalam Kalimantan Timur

    • Setelah lulus seleksi di kampus dalam Kalimantan Timur, mahasiswa melakukan heregistrasi
    • Pihak kampus akan mengirim data pengelola program
    • Verifikasi data mahasiswa oleh tim seleksi
    • Jika mahasiswa lolos beasiswa akan disahkan lewat SK Gubernur
    • Nama-nama penerima akan diumumkan secara terbuka
    • Pelamar diberikan waktu sanggah selama tiga hari jika merasa keberatan

    2. Kuliah di luar Kalimantan Timur

    Seleksi pada skema ini dilakukan menggunakan sistem skoring. Selain itu, penilaian akan mengacu pada kuota dan anggaran.

    Pada skema ini, ada beberapa mahasiswa yang diprioritaskan yakni mereka yang berasal dari kampus UI, UGM, ITB, dan ITS.

    Berikut alur seleksinya:

    • Mahasiswa melakukan heregistrasi di kampus masing-masing
    • Pengelola melakukan verifikasi dan validasi data
    • Pengelola melakukan scoring
    • Pengumuman diinformasikan via sistem
    • Nama-nama penerima ditetapkan SK Gubernur
    • Penerima akan diumumkan ke publik

    3. Kuliah di luar negeri

    Seleksi pada skema ini akan memprioritaskan mahasiswa yang berasal dari kampus yang masuk dalam kampus terbaik di QS World University Rankings. Berikut alur seleksinya:

    • Mahasiswa diterima di salah satu kampus luar negeri
    • Input berkas dan data ke sistem
    • Pengelola akan memverifikasi data mahasiswa
    • Pengelola melakukan scoring
    • Pengumuman diinformasikan via sistem
    • Nama-nama penerima ditetapkan SK Gubernur
    • Penerima akan diumumkan ke publik

    Daftar Kampus Mitra Program GratisPol

    Perguruan Tinggi Negeri

    1. Universitas Mulawarman
    2. Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris
    3. Institut Teknologi Kalimantan
    4. Politeknik Negeri Samarinda
    5. Politeknik Negeri Balikpapan
    6. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur
    7. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

    Perguruan Tinggi Swasta

    1. Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda
    2. Universitas Balikpapan
    3.Universitas Muhammadiyah Berau
    4. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
    5. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur
    6. Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
    7. Akademi Kebidanan Bakti Indonesia Balikpapan
    8. IKIP PGRI Kaltim
    9.. ITKES Wiyata Husada Samarinda
    10. Politeknik Borneo Medistra
    11. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tanjung Redeb
    12. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan
    13. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Madani Balikpapan
    14. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Samarinda
    15. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta
    16. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long
    17. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Dirgahayu Samarinda
    18. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam
    19. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur
    20. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Rusyd Tanah Grogot Kab. Paser
    21. Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang
    22. Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong
    23. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia Samarinda
    24. STIS Hidayatullah Balikpapan
    25. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Cipta Dharma
    26. Sekolah Tinggi Teknologi Migas
    27. Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang
    28. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif Bontang
    29. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Borneo Internasional
    30. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Praja Paser
    31. Sekolah Tinggi Agama Islam Balikpapan
    32. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tenggarong
    33. Sekolah Tinggi Agama Islam Samarinda
    34. Politeknik Ilmu Pelayaran Balikpapan
    35. Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta
    36. Universitas Mulia
    37. Institut Kristen Borneo
    38. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Samarinda
    39. Universitas Kutai Kartanegara
    40. Sekolah Tinggi Teologi Injil Indonesia Samarinda
    41. Politeknik Sendawar
    42. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Samarinda
    43. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
    44. Politeknik Sinar Mas Berau Coal.

    Perguruan Tinggi Luar Daerah

    1 Universitas Hasanuddin
    2. Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    Itulah informasi seputar beasiswa Gratispol dari Pemerintah Kalimantan Timur. Untuk lebih lengkapnya, detikers bisa melihatnya di https://pendidikan.gratispol.kaltimprov.go.id/

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • ITS Buka Pendaftaran Periset, Dana Rp 190 Juta per Orang


    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka pendaftaran periset pascadoktoral melalui program Post Doctoral Researcher 2025. Proposal dapat dikirim paling lambat 31 Oktober 2025.

    Kuota periset yang dibuka yakni sebanyak 30 periset Warga Negara Indonesia dan 10 periset Warga Negara Asing. Periset WNI akan mendapatkan dana Rp 190 juta, termasuk tunjangan Rp 10 juta per bulan selama 10 bulan.


    Peserta post-doctoral fellow diharapkan menghasilkan publikasi top tier under review. Dikutip dari panduan resminya, simak syarat dan jadwal seleksi periset post-doctoral ITS di bawah ini.

    Syarat Periset Post Doctoral ITS 2025

    • Bukan dosen ITS
    • Bergelar doktoral (S3) dalam negeri atau luar negeri, paling lama 5 tahun sejak kelulusan
    • Bersedia menjalankan program post-doctoral
    • Memiliki minimal 1 publikasi ilmiah dalam kuartil 1 (Q1) jurnal internasional
      bereputasi yang terindeks Scopus ataupun Web of Science sebagai penulis pertama dan/atau corresponding author dalam 2 tahun terakhir
    • Host researcher (pengusul) disyaratkan:
      • Merupakan dosen tetap ITS, minimal S3 atau Lektor Kepala
      • Memiliki publikasi ilmiah dalam kuartal 1 jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus ataupun Web of Science, minimal sebanyak 2 paper dalam 2 tahun terakhir.

    Jadwal Seleksi Periset Post Doctoral ITS 2015

    • Call for paper: 1-31 Oktober 2025
    • Seleksi: 1-7 November 2025
    • Pengumuman penerima dana: 10 November 2025
    • Laporan progres, pengawasan, dan evaluasi: 31 Maret 2025
    • Laporan akhir, pengawasan, dan evaluasi: 1 Juli 2025

    Pendaftaran periset ITS dibuka melalui https://its.id/PDPCandidate-2025. Simak info lebih lanjut di http://its.id/PDPGuidelines-2025.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com