Tag: jajan kenyang di tebet

  • Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989


    Jakarta

    Di tengah banyaknya kafe dan restoran modern di Tebet, masih ada warung pempek tersembunyi yang legendaris. Sudah ada sejak tahun 1989.

    Blusukan cari kuliner enak di Tebet bisa dibilang susah-susah gampang. Karena di wilayah Tebet sendiri tak terhitung berapa banyak tempat makan, kafe sampai restoran modern yang terus bermunculan.

    Di antara kuliner modern dan viral di Tebet, masih ada tempat makan yang bisa dibilang ‘hidden gem’ atau tersembunyi. Salah satunya warung sederhana Pempek Palembang Enak milik Bu Emi. Warung pempek ini sudah berdiri sejak tahun 1989 di Jalan Tebet Timur Dalam III.


    Selama lebih dari 35 tahun berjualan, Ibu Emi masih mempertahankan resep hingga cita rasa pempek autentik Palembang yang digemari banyak orang. Berikut penelusurannya.

    1. Warung Pempek Legendaris di Tebet

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Ibu Emi jualan pempek di Tebet dari 1989 Foto: detikFood

    Kalau membicarakan kuliner legendaris di kawasan Tebet, orang-orang biasanya lebih mengingat warung mie ayam atau bakso yang banyak ditemukan di sana. Ternyata selain bakso dan mie ayam legendaris, Tebet punya warung pempek sederhana yang ada sejak 1989.

    Warung Pempek Palembang Enak ini diapit oleh restoran dan kafe modern di Jalan Tebet Timur Dalam III. Sang pemilik Ibu Emi, merantau ke Jakarta pada tahun 1980-an dari Palembang dan akhirnya memutuskan untuk jualan pempek sendiri di Tebet.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Saya asli orang Palembang, dulu merantau ke Jakarta kerja dulu cari pengalaman. Habis itu saya buka warung pempek ini tahun 1989. Saya dari kecil memang sudah terbiasa buat pempek, diajarin oleh ibu saya, jadi pas besar pun langsung jualan pempek pakai resep keluarga,” ungkap Ibu Emi ke detikFood (05/07).

    2. Menu Pempek Autentik Palembang

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Ibu Emi dibantu dengan dua anaknya membuat enam jenis pempek dari jam empat pagi. Yaitu pempek jenis Kapal Selam, Lenjer Besar, Telor Kecil, Lenjer Kecil, Adaan, Tahu, Kulit, Pistel hingga Pempek Belah.

    “Kalau di sini memang ada beberapa pempek yang jarang ditemukan di penjual pempek di Jakarta. Misalnya seperti pempek tahu, pempek pistel yang isinya pepaya lalu ada pempek belah isinya sambal,” sambung Ibu Emi.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Untuk adonan pempeknya, Ibu Emi selalu memakan perbandingan 1:1 antara ikan tenggiri dan adonan terigu, jadi dari segi rasa semua pempeknya ini tetap terasa ikannya.

    “Pempek buatan saya ini dibuat fresh setiap harinya, tidak pakai pengawet, pemutih atau bahan-bahan lainnya. Kalau disimpan di freezer bisa tahan lebih dari sebulan, banyak pelanggan yang datang buat stok makan di rumah,” pungkas Ibu Emi.

    3. Direkomendasikan Pemkot Jakarta Selatan

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Semua menu pempek buatan Ibu Emi memang tak perlu diragukan lagi. Bahkan warung pempeknya sempat direkomendasikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan di Instagram mereka sebagai salah satu kuliner di Jakarta Selatan yang harus dicoba.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Yang paling unik dari pempek di sini tentunya menu Pempek Stick Crispy (Rp 20.000). Ibu Emi berkreasi dengan membuat adonan pempek lenjer yang diiris tipis hingga menyerupai potongan kentang, lalu digoreng sampai garing. Teksturnya mirip seperti kentang goreng yang renyah, bedanya rasanya tetap seperti pempek yang enak.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Begitu juga dengan menu pempek kecilnya seperti Adaan, Kulit hingga Pistel. Tekstur bagian dalam pempek masih empuk dan tidak keras, rasa ikan tenggirinya tak amis sama sekali, lengkap dengan cuko khas Palembang yang dominan rasa pedas dan asam serta sedikit kental.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Kisaran harga pempek kecil di warung ini hanya Rp 7.000 saja dengan ukuran yang cukup besar. Sementar untuk menu pempek besar harganya Rp 20.000 per biji dan bisa disajikan dengan mie kuning, irisan timun serta ebi.

    4. Pempek Enak Bikin Nostalgia

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Karena saya berasal dari Palembang, jadi di warung ini saya tak hanya menjual pempek saja. Tapi saya jual makanan rumahan khas Palembang lainnya misalnya Tekwan, Model, Lenggang dan Rujak Mie Tahu itu harganya Rp 20.000 saja per porsi. Ada juga Es Kacang Merah harga Rp 15.000, itu kacangnya saya presto dulu sampai empuk,” lanjut Ibu Emi.

    Seperti menu Lenggang dan Model, keduanya memiliki ciri khas tersendiri. Untuk lenggang, irisan pempek dan telurnya jadi ciri khas. Sementara untuk Mode, pempek tahu diberi kuah kaldu dengan irisan jamur dan sayur.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Sebenarnya ada laksa Palembang tapi orang Jakrta lebih suka sama kuah yang bening seperti Tekwan dan Model,” pungkas Ibu Emi.

    Pelanggan Ibu Emi datang dari berbagai tempat, salah satunya ada Ibu Tut Wuri Handayani yang akrab disapa Ibu Tutut. Dia dan teman-temannya memang baru jadi pelanggan selama tiga tahun, tapi jika sedang berada di Tebet, ia tak pernah absen makan pempek ini.

    “Yang saya suka dari pempek buatan Ibu Emi ini, rasanya tuh cocok di lidah saya. Semuanya pas, harganya juga masih terjangkau dan pilihan pempeknya banyak. Jadi saya meski rumahnya di Pasar Rebo, tapi bela-belain makan di sini kalau sedang ke wilayah Tebet,” pungkas Ibu Tutut.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Warung Pempek Palembang Enak buka dari jam 08.00 – 17.00. Mulai dari tanggal 20 Juli 2024 nanti, Ibu Emi akan pindah tempat berjualan ke ART Dining yang ada di Tebet Timur Dalam No. 4. Dengan tempat makan yang lebih luas dan modern. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis


    Jakarta

    Berlokasi di kawasan Tebet yang ramai, kedai mie legendaris ini tampil sederhana. Sejak dibuka tahun 1981 terkenal sebagai langganan para artis.

    Selain makan pempek legendaris, Tebet punya banyak tempat makan lainnya yang sudah terkenal sejak dulu. Salah satunya ada Mie Ayam Senjaya yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam II, Jakarta Selatan. Lokasi kedai ini persis di pinggir jalan raya jadi mudah untuk mencarinya.

    Selain itu tempat makan yang sudah ada sejak 1981 ini terkenal dengan racikan mie ayamnya yang enak, sampai porsi makanan jumbo dengan harga terjangkau yang punya kisah unik di baliknya.


    Berikut beberapa menu andalan di Senjaya sekaligus ciri khasnya.

    1. Kedai Mie Ayam Legendaris di Tebet

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Layaknya tempat makan mie ayam lainnya, Mie Ayam Senjaya tampak sederhana dengan bagian depan diisi dengan gerobak mie yang menarik perhatian. Area tempat makannya memang tidak luas tapi pembeli selalu datang silih berganti.

    “Mie Ayam Senjaya ini saya dirikan dari usia saya masih 26 tahun, tepatnya kedai ini berdiri tahun 1981 dan dari awal sudah di sini posisinya,” jelas Senjaya atau akrab dipanggil Koh Senjaya ke detikFood (07/07).

    Sejak kecil keluarganya memang sudah mahir membuat mie dan aneka masakan lainnya. Sampai saat itu salah satu saudara Koh Senjaya, mendirikan tempat makan Mie Ayam Gaya Baru yang berlokasi di Tebet Barat. Tempat makan ini terkenal juga dengan racikan mienya yang sudah ada sejak 1964.

    2. Belajar Buat Mie dari Kecil

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    “Karena saudara saya buka Mie Ayam Gaya Baru, saya ikut bantu-bantu di sana. Dari awalnya cuci piring, bersih-bersih, lalu mulai belajar cara buat mie, cara racik mie di sana. Setelah 14 tahun saya bekerja di sana, akhirnya saya memutuskan untuk buka usaha sendiri dan bertahan sampai sekarang,” ungkap Koh Senjaya yang pertama kali belajar buat mie di usia 10 tahun.

    Koh Senjaya menuturkan bahwa dia sangat mencintai pekerjaannya, selama puluhan tahun berjualan mie, tak pernah sekalipun dia merasa bosan menjalankan usahanya.

    “Saya sekarang dibantu oleh lima orang pegawai di sini. Yang lain tugasnya itu masak makanan di dapur, kalau saya fokus buat pesanan mie ayam di depan. Semua mie kita buat fresh setiap hari tanpa bahan pengawet dan bisa habis 15 kg mie setiap harinya,” sambung Koh Senjaya.

    3. Makanan dengan Porsi Melimpah

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Berkiblat ke masakan Chinese Food, Mie Ayam Senjaya tak hanya menawarkan varian mie ayam saja. Tapi ada banyak hidangan ala Chinese Food yang disajikan dengan porsi melimpah. Salah satu yang paling terkenal ada Mie Goreng Seafood (Rp 55.000) dan Kwetiau Ayam Goreng (Rp 45.000).

    “Ciri khas makanan yang terkenal di Mie Senjaya memang terletak pada porsinya yang jumbo dan melimpah. Kalau menu makanannya dibungkus atau dibawa pulang, pasti porsinya lebih banyak dibandingkan porsi yang makan di tempat tapi harganya tetap sama,” ungkap Koh Senjaya.

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Alasannya ternyata menurut Koh Senjaya, makanan yang dibawa pulang biasanya dimakan bersama keluarga sehingga ia memberikan porsi yang melimpah dan bisa disantap 2-4 orang. Tapi kalau makanan tersebut di makan di tempat, rata-rata pengunjung tak mampu menghabiskannya.

    “Meski porsinya lebih banyak yang dibawa pulang, tapi porsi makanan kalau makan di sini juga banyak. Bisa untuk 1-2 orang. Tak hanya mie goreng atau kwetiaunya saja, tapi semua makanan di sini kalau dibawa pulang memang lebih banyak porsinya,” pungkas Koh Senjaya yang kini sudah berusia hampir 70 tahun.

    4. Mie Ayam Enak Langganan Artis

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Ada banyak artis ternama yang sudah jadi pelanggan Mie Senjaya sejak dulu. Mulai dari Uya Kuya, Cing Abdel, Budi Doremi, Cak Lontong sampai food vlogger ternama Farida Nurhan.

    “Banyak memang pelanggan dari kalangan artis yang makan di sini. Mereka paling suka sama mie ayamnya. Bahkan Cing Abdel pas makan di sini sampai nambah mie ayam dua porsi,” kenang Koh Senjaya.

    5. Rasa Mie Ayam Legendaris

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Rasa dari racikan Mie Ayam Bakso Jamur (Rp 32.000) di Mie Senjaya memang sangat enak. Mie direbus kurang dari tiga menit hingga teksturnya kenyal dan tidak lembek, selain itu Koh Senjaya meraciknya dengan minyak ayam yang diolahnya, lalu tambahan kecap asin, merica, lada dan sedikit penyedap rasa.

    “Bumbu mienya cuma itu saja, tapi memang istimewanya itu di minyak ayam yang digunakan. Karena pakai resep sendiri jadi beda sama mie ayam lainnya,” pungkas Koh Senjaya.

    Rasa mie ayamnya dominan gurih asin seperti mie ayam gaya Chinese yang tidak menggunakan kecap sama sekali. Kuahnya juga ringan dan tak terlalu gurih sehingga pas dimakan dengan mie yang rasa gurihnya cukup kuat.

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Begitu juga dengan rasa makanan lainnya seperti mie goreng dan kwetiaw goreng yang dimasak dengan wok dan api besar, menciptakan rasa umami dan smokey harum dari makanan tersebut.

    Bagi yang penasaran ingin mencoba mie ayam legendaris ini, setiap harinya Koh Senjaya berjualan dari jam 11.00 – 21.00. Setiap hari Selasa libur dan pembayaran sudah bisa non-tunai. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com