Tag: jajanan legendaris

  • Ngemil Onde-onde hingga Tahu Petis Legendaris di Dalam Perumahan


    Jakarta

    Lokasinya tersembunyi di dalam area perumahan, toko onde-onde yang satu ini terkenal menggunakan resep asli dari tahun 1927. Onde-ondenya kerap jadi incaran.

    Mencari kuliner atau tempat makan enak di dalam perumahan memang tidak biasa, seperti mencari tempat makan di jalan raya hingga di dalam mall.

    Namun, jika ditelusuri lebih lanjut ada banyak tempat makan tersembunyi yang lokasinya berada di dalam perumahan dan sudah berjualan selama puluhan tahun lalu lamanya.


    Salah satunya toko snack La Onde HTS Serpong. Lokasinya di dalam perumahan Villa Melati Mas Blok B3/3, di Serpong, Tangerang Selatan.

    Toko ini terkenal menyajikan kudapan seperti onde-onde, tahu petis, bakwan udang dan masih banyak lagi. Berikut beberapa menu yang wajib dicoba di La Onde HTS.

    1. Usaha Rumahan yang Legendaris

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Kalau mampir ke toko La Onde HTS Serpong, pengunjung tidak akan menemukan papan nama atau tampilan toko layaknya penjual makanan pada umumnya. La Onde HTS Serpong berjualan di area garasi rumah, dengan bagian dalam garasi yang disulap menjadi dapur untuk membuat onde-onde dan menggoreng camilan.

    Sang pemilik, Pak Karto rupnya sudah berjualan onde-onde ini sejak tahun 2003 silam. Dulunya beliau berjualan di pusat perbelanjaan, tapi pada tahun 2019, beliau memutuskan untuk berjualan di rumah saja.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    “Saya pertama kali mendirikan La Onde HTS Serpong itu di tahun 2003, tapi baru berjualan di rumah sejak 2019. Lalu pas COVID, kita full jualan dari rumah sistemnya pesan antar, tak bisa makan di tempat,” jelas Pak Karto kepada detikFood (27/09).

    2. Resep Turun Temurun dari 1927

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Jika menilik sejarahnya, La Onde HTS Serpong ini masih memiliki kaitan dengan Depot HTS yang terkenal di Malang, Jawa Timur. Depot HTS sudah berdiri sejak tahun 1927 dan masih berjaya sampai sekarang.

    “Awalnya itu Depot HTS usaha milik ibu mertua saya di Malang. Memang sudah ada dari tahun 1927 dan sekarang dijalani generasi ketiga. Dari dulu memang terkenalnya itu menu onde-onde dan tahu petisnya,” ungkap Pak Karto.

    Karena banyaknya pengunjung dari Jakarta yang sering memborong onde-onde dan tahu petis dari Depot HTS sebagai oleh-oleh, akhirnya tahun 2003 baru Pak Karto membuka La Onde HTS di Serpong. Ia berharap orang tak perlu jauh-jauh ke Malang jika kangen dengan onde-onde dan tahu petis di Depot HTS.

    3. Onde-onde Legendaris

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Semua resep dan bahan baku pembuatan onde-onde masih menggunakan pakem yang sama dari tahun 1927. Karenanya untuk kualitas dan cita rasanya tidak perlu diragukan lagi.

    “Sampai sekarang semuanya saya masih buat sendiri, dibantu oleh beberapa karyawan di sini. Mulai dari pemilihan kacang hijaunya, gulanya itu masih saya sortir sendiri,” sambung Pak Karto.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Setiap harinya Pak Karto bisa menghabiskan sekitar 3 kg kacang hijau untuk isian onde-onde. Kacang hijau ini semuanya direndam dulu selama 24 jam. Jadi kalau sudah habis, sulit untuk menambah stok onde-ondenya lagi.

    Cita rasa onde-ondenya legit dan gurih, paduan dari kacang hijau dihaluskan dengan gula pilihan. Kulit onde-ondenya pun garing sempurna, karena digoreng dalam minyak panas dan api yang dikontrol agar kulit onde tak gampang gosong.

    Ada tiga ukuran onde-onde yang tersedia, yaitu ukuran mini, kecil dan besar semua isiannya sama hanya saja beda di ukuran karena menyesuaikan selera pelanggan. Kisaran harganya dari Rp 1.900 per buah – Rp 8.000 per buah.

    Menu menarik di La Onde HTS ada di halaman berikutnya!

    4. Tahu Petis dan Bakwan Udang La Onde

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Selain onde-ondenya, di sini ada Tahu Petis dan Bakwan Udang yang layak dicoba. Kalau Tahu Petis memang sudah ada sejak dulu, keistimewaannya terletak pada bumbu petis ala Jawa Timur yang kental dengan rasa pedas gurih.

    “Ada beberapa bahan seperti bumbu petis itu memang kita masih terbangkan langsung dari Jawa Timur, untuk menjaga keaslian rasanya. Harga tahu petis per buahnya Rp 5.000, kita pakai tahu pong yang masih segar,” lanjut Pak Karto.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Semetara untuk menu Bakwan Udang, harganya dari Rp 15.000 isi dua buah. Bakwan ini digoreng dadakan sehingga tekstur bakwan masih renyah dan panas. Menu bakwan ini terbilang baru, karena Pak Karto ingin menjual menu-menu camilan yang mudah dibuat tapi disukai banyak orang.

    5. Pelanggan dari Mancanegara

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Berjualan lebih dari 21 tahun di kawasan Serpong, membuat nama La Onde HTS ini tak kalah populer dengan gerai camilan lainnya. Tak hanya warga komplek saja yang jadi pelanggan tetap La Onde HTS, tapi banyak pembeli dari luar kota yang memesan onde-onde hingga tahu petis di sini.

    “Banyak pelanggan saya, mereka beli onde-onde dan tahu petis jumlahnya banyak untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke Belanda, Australia hingga Amerika. Mereka panaskan onde-onde dan tahu petis itu pakai air fryer,” sambung Pak Karto.

    Oh ya, semua menu onde-onde hingga tahu petis di sini dibuat secara homemade dan tanpa bahan pengawet. Semua menu ini bisa dipesan via aplikasi ojek online atau pesan langsung via WhatsApp La Onde HTS.

    La Onde HTS Serpong
    Vila Melati Mas Blok B3/3.
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 08.00 – 20.00
    Telp/WA: 0815-5158-681

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992


    Jakarta

    Terletak di dalam gang sempit yang ada di area Pasar Jatinegara, combro legendaris ini viral dan diburu banyak orang. Begini kelezatannya!

    Membicarakan kuliner legendaris di sekitar Jatinegara, tak lengkap rasanya membahas tempat makan atau jajanan yang ada di Pasar Jatinegara. Pasar tradisional tertua di Jakarta ini sudah ada dari zaman kolonial dan bertahan sampai sekarang.

    Di area pasar terdapat banyak gang sempit dan bercabang yang terdiri dari pemukiman sampai warung kecil yang menjual berbagai makanan.


    Salah satunya Combro Bu Aminah atau dikenal juga dengan nama Terminal Combro di dalam Gang Tai, Jatinegara. Warung jajanan ini sudah ada sejak tahun 1992 dan belakangan viral karena diliput banyak food vlogger hingga media ternama.

    Ada banyak kisah menarik perjalanan combro Bu Aminah dari yang dulu harganya Rp 200 per buah, sampai sekarang di angka Rp 3.500 per buah. Berikut penelusurannya:

    1. Combro Legendaris di Pasar Jatinegara

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Jauh sebelum viral dan terkenal seperti sekarang, warung combro ini sudah mengalami naik turun dari tahun 1990-an. Menurut Arminah, generasi kedua dari Terminal Combro, pertama kali usaha ini didirikan oleh mendiang sang ayah yang bernama Pak Ujang.

    Saat itu Pak Ujang masih berjualan di dalam Pasar Jatinegara di akhir tahun 1980an. Pada saat itu Pak Ujang hanya berjualan es kacang hijau saja, kemudian mulai mencoba menjual combro dengan resep sederhana yang dibuatnya sendiri.

    “Kemudian Pasar Jatinegara sempat kebakaran, lalu kita baru pindah ke Gang Tai ini dari tahun 1992. Jadi sebenarnya cikal bakalnya itu dari tahun 1980an,” ungkap Arminah, adik dari Aminah yang meneruskan usaha combro ini.

    2. Sempat Tak Laku

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Pak Ujang, pendiri Terminal Combro. Foto: detikFood

    Ketika perpindahan dari warung lama ke tempat baru, Pak Ujang sempat kesulitan mencari pelanggan baru. Apalagi saat itu warungnya berada di dalam gang yang dijadikan pembuangan oleh warga sekitar, sehingga banyak kotoran, tinja dan aromanya tak sedap.

    Akhirnya Pak Ujang mulai membersihkan gang tersebut, agar warung combronya dilewati orang. Selain itu ia juga memasarkan combronya dengan berkeliling ke area pasar agar dagangannya laku.

    “Bapak cerita ke kita, dulu orang-orang gak ada yang mau lewat gang ini, karena mereka jijik. Tapi bapak tak pernah menyerah, dia terus jualan combro di sini sampai akhirnya perlahan bapak mulai banyak pelanggan setia sampai sekarang,” tutur Arminah.

    3. Resep Combro Turun Temurun

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Jauh sebelum viral, Terminal Combro ini memang sudah terkenal di Pasar Jatinegara. Usaha Pak Ujang diteruskan oleh ketiga anaknya, salah satunya Aminah yang ahli membuat singkong.

    “Kalau ditanya ciri khasnya apa, sebenarnya kembali ke selera masing-masing ya. Tapi banyak pelanggan yang bilang kalau combro kita itu enak karena oncomnya itu kita masak sampai tanak, atau benar-benar matang. Jadi tidak ada aroma oncom, bahkan orang yang awalnya tak suka oncom, pas makan combro di sini jadi ketagihan,” ungkap Aminah.

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Kalau untuk singkong yang digunakan di Terminal Combro, tidak ada kriteria khusus karena letaknya pada isian oncomnya yang lebih berani bumbu dan berempah. Tak lupa di setiap combro diberikan cabe rawit hijau sehingga rasanya pedas menyengat.

    Kisah Selanjutnya ada di Halaman Berikutnya!

    4. Combro Viral Ramai Antrean

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    “Semenjak viral, sekarang diwajibkan untuk semua pembeli memesan H-1. Karena kalau pesan di hari yang sama itu kita takutnya kewalahan, jadi biar tidak menumpuk, pesanan untuk hari besok bisa dipesan dari sekarang,” lanjut Arminah.

    Mereka memang tidak menghitung berapa jumlah pasti dari combro yang terjual tapi pastinya jumlahnya mencapai lebih dari 2000 biji combro. Karena rata-rata pembeli paling sedikit membeli 10 combro untuk dibawa pulang.

    “Memang efeknya sejak kita diliput oleh food vlogger dan media itu, terasa sekali jadi banjir pesanan. Sampai pelanggan lama kami sempat bingung karena tidak bisa beli langsung seperti biasa. Tapi semuanya kami syukuri,” pungkas Arminah.

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Masalah rasa combronya memang tak perlu diragukan lagi. Adonan singkongnya padat dan gurih serta ukurannya besar. Bagian dalam combro penuh dengan oncom yang dominan rasa pedas gurih. Dimakan hangat-hangat, combro ini memang bikin nagih.

    Selain combro, di sini juga menjual jajanan tradisional lainnya. Seperti misro, aneka roti goreng, martabak telor, getuk cokelat, gandasturi, ketimus sampai ongol-ongol. Semua harganya dipukul rata yaitu Rp 3.500 saja.

    Setiap harinya Terminal Combro Bu Aminah buka dari jam 07.00 – 15.00. Tapi wajib untuk pesan lebih dulu jika ingin membeli combro ke nomor WhatsApp mereka di 081287635817.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com