Tag: jajanan viral

  • Hot Chocolate Viral dengan Topping Marshmallow Bakar


    Jakarta

    Jajanan yang viral di Singapura ini akhirnya bisa dinikmati di Indonesia. Minuman dark chocolate yang disajikan dengan marshmallow yang dibakar. Legit creamy!

    Beberapa kali jajanan viral di Singapura selalu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Mulai dari mee pok, butik teh, kopi, es krim uncle, dan masih banyak lagi.

    Maka tak heran jika Singapura dijadikan kiblat kuliner Asia. Yang terbaru, ada jajanan viral berupa minuman dark chocolate yang disajikan dengan marshmallow.


    Minuman tersebut diberi nama ‘Burn Dark Choco’ yang ditawarkan oleh gerai Cinnabon. Menu ini tersedia di seluruh gerai Cinnabon yang ada di Indonesia.

    Hot Chocolate Viral dengan Topping Marshmallow BakarHot Chocolate Viral dengan Topping Marshmallow Bakar Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kami mengunjungi di cabang yang berlokasi di Mall Grand Indonesia East, tepatnya di lantai 3A. Gerai Cinnabon ini memang sedang mengeluarkan menu serba marshmallow.

    Salah satunya ada ‘Burn Dark Choco’ yang menarik perhatian. Satu gelasnya dibanderol Rp 52.000. Minuman ini pada dasarnya adalah hot dark chocolate.

    Lalu, disajikan dengan marshmallow yang melingkar di bibir gelasnya. Marshmallow tersebut kemudian dibakar dengan semburan api dari blow torch, sehingga menghasilkan warna dan aroma yang smokey.

    Tak hanya itu, di bagian tengahnya juga diberi satu skop krim chantilly. Krim chantilly merupakan krim kocok asal Prancis yang punya cita rasa vanilla yang manis.

    Hot Chocolate Viral dengan Topping Marshmallow BakarCinnamon Foll disajikan dengan smores. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Cara menikmatinya supaya dapat merasakan semua isiannya dalam satu gelas. Aduk marshmallow dan campurkan krim kocok dengan hot chocolate sehingga semuanya menyatu.

    Nikmati menggunakan sendok, sehingga bisa merasakan semua elemen dalam satu suapan. Hot chocolate yang pekat dengan rasa pahit menjadi seimbang dengan tambahan marshmallow yang manis.

    Tambahan krim kocoknya juga memberikan sentuhan rasa creamy yang unik. Menikmati hot chocolate ini kurang lengkap tanpa cinnamon roll yang terkenal di gerai ini.

    Ada varian Smores yang dibanderol Rp 30.000. Tekstur rotinya lembut dan dominan manis. Sayangnya, rasa dan aroma kayu manisnya kurang kuat. Namun, terobati dengan topping remahan biskuit Oreo dan marshmallow yang dibakar dengan blow torch.

    Cinnamon roll semakin enak ketika dicelup ke dalam hot chocolate. Jika kamu menikmati Burn Dark Choco sebaiknya segera dinikmati agar panasnya tak berkurang dan marshmallownya tak meleleh.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Rasa Puding Karamel Viral di Barito yang Diantre Berjam-jam


    Jakarta

    Detikfood rela antre berjam-jam demi mencicipi puding viral yang disebut-sebut mirip puding restoran Jepang terkenal. Begini rasanya!

    Siapa sangka, hadirnya kuliner baru bisa membuat banyak orang penasaran. Bahkan tak sedikit yang rela menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean panjang untuk mencicipi makanan yang tengah viral.

    Seperti yang belakangan ini ramai, jajanan puding yang disebut-sebut rasanya seenak puding di salah satu restoran BBQ Jepang terkenal. Gerainya bernama Puding Paman Barito.


    Sesuai dengan namanya, gerai puding viral tersebut berlokasi di Pasar Barito. Tepatnya di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    1. Antrean panjang

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito antreannya selalu panjang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Puding Paman Barito ini masih terbilang baru. Gerainya baru buka di awal Ramadan pada Maret 2024 lalu. Meski baru, tetapi gerai puding ini sudah banyak diantre pengunjung.

    Antrean panjang dan mengular sudah menjadi pemandangan setiap hari mulai pukul 16.30. Namun, gerai ini baru melayani pengunjung tepat pukul 17.00.

    Pengunjung bisa menikmati puding langsung di tempat dengan duduk di kursi pendek. Pilihan lainnya bisa juga dibungkus untuk dibawa pulang.

    2. Terinspirasi puding Jepang

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito terinspirasi dari puding karamel Jepang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ridho selaku salah satu pemilik dari Puding Paman Barito mengatakan bahwa puding yang ditawarkan ini memang terinspirasi dari puding karamel Jepang.

    Nuansa Jepang juga tampak di gerainya, di mana di dindingnya dihiasi dengan poster-poster anime. Untuk resepnya, Ridho dan rekannya melakukan riset di Internet.

    “Untuk resep awalnya kita itu riset dulu di internet. Lalu, kita otak-atik sampai akhirnya jadi resep kayak yang kita buat ini,” tutur Ridho saat ditemui di gerainya (05/04/24).

    Ulasan tentang Puding Paman Barito ada di halaman selanjutnya.

    3. Harga mulai Rp 13.000

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito dibanderol mulai dari Rp 13.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ada tiga varian yang ditawarkan, yakni Puding Cokelat seharga Rp 13.000, Puding Karamel seharga Rp 15.000, dan Puding Karamel Regal seharga Rp 18.000.

    Untuk Puding Cokelat hanya disajikan dengan vla rasa vanila. Sementara untuk varian puding karamel merupakan puding vanilla yang disajikan dengan saus karamel dan topping remahan biskuit regal.

    “Inspirasi kita buat jualan puding ya karena mikirnya semua orang suka puding, terus puding juga tahan lama ya, masih enak juga kalau dijadiin stok,” tutur Ridho.

    4. Mirip puding di restoran BBQ Jepang?

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito disebut rasanya mirip puding di restoran BBQ Jepang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Banyak yang mengklaim Puding Paman Barito rasanya mirip puding karamel di restoran BBQ Jepang terkenal. Mulai dari tekstur hingga rasanya.

    Menurut kami, tekstur Puding Paman Barito lembut, seperti silky puding pada umumnya. Sementara itu, puding di restoran BBQ Jepang lembut juga tapi agak creamy.

    Untuk rasanya, Puding Paman Barito lebih sedikit manis dan yang menjadi pembeda adanya topping remahan biskuit regal.

    5. Tak ada batasan maksimal

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito tak ada batasan untuk membeli pudingnya. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bagi detikers yang tertarik untuk mencicipi Puding Paman Barito disarankan untuk datang mulai pukul 16.30, karena 30 menit sebelum gerai dibuka, antreannya sudah panjang.

    Untuk pembeliannya tidak ada batasan maksimal bagi pengunjung. Jadi, pengunjung bebas bisa beli berapa banyak porsi. Saat dijumpai detikFood, ada pengunjung yang sampai membeli 10 porsi.

    Saking ramainya, dalam sehari Puding Paman Barito ini berhasil menjual ratusan porsi. “Selama seminggu terakhir ini kita buat jual sampai 300 porsi,” tutup Ridho.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nyaris Kehabisan Dimsum Bakar Viral di Mega Kuningan


    Jakarta

    Disajikan dengan cara unik, dimsum bakar dengan balutan bumbu lada hitam ini ramai diantre banyak orang. Seperti apa rasanya?

    Dimsum merupakan makanan tradisional China berupa pangsit dan makanan ringan lainnya yang disajikan dalam bentuk kecil sekali suap. Dalam bahasa Kanton, dimsum artinya makanan kecil.

    Umumnya dimsum disajikan dengan cara dikukus dalam wadah klakat bambu. Namun, semakin berkembangnya tren kuliner, penyajian dimsum pun kini semakin banyak kreasinya.


    Seperti yang belakangan ramai jadi buruan pada foodies, yakni dimsum bakar. Dimsum bakar tersebut ditawarkan oleh gerai bernama RJM’99.

    1. Ada di bazar setiap hari Jumat

    Dimsum bakarDimsum bakar Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gerai RJM’99 tersebut selalu hadir di bazar makanan setiap hari Jumat. Lokasinya ada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di belakang Mall Bellagio.

    Di bazar kuliner makanan ini lah gerai dimsumnya mulai ramai karena penyajiannya yang unik. Berawal dari buruan karyawan kantoran hingga menjadi buruan semua orang.

    Kepada detikFood (19/07/24) pemilik gerai mengatakan bahwa ia mulai buka gerai sejak 2019. Namun, menu dimsum bakar ini baru ditawarkan pada akhir 2023.

    2. Gerainya juga buka di kantin

    Dimsum bakarDimsum bakar buka d bazar kuliner dan kantin. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Lebih lanjut, pemilik gerai mengatakan bahwa dimsum bakar ini tidak hanya buka di hari Jumat saja. Sebelumnya, gerainya selalu buka di kantin parkiran di Mega Kuningan.

    “Senin sampai Kamis kita juga buka di kantin depan ini (tepat di depan jalan bazar makanan berasa). Kita memang sebelumnya buka di sana. Cuma Jumat aja keluar jadi di bazar makanan,” tuturnya.

    Di bazar makanan ini gerainya buka sekitar jam 11:00 atau sebelum salat Jumat sampai pukul 15:00.

    Cita rasa dimsum bakar ada di halaman selanjutnya.

    3. Ludes 1.000 dimsum

    Dimsum bakarDimsum bakar Foto: detikcom/Riska Fitria

    Sejak viral dan menarik perhatian banyak orang, gerai dimsumnya selalu ramai diantre. Bahkan dalam sehari, ia bisa menghabiskan lebih dari 1.000 dimsum.

    Saat detikFood mampir ke gerainya, kami hampir kehabisan. Beruntung masih ada beberapa porsi untuk stok terakhir. Seporsi dimsum di ini dibanderol mulai Rp 10.000, tergantung jumlah isinya.

    Kami membeli seporsi dengan isian 5 buah seharga Rp 16.000. Sebenarnya jajanan ini berupa dimsum kukus pada umumnya. Hanya saja, kemudian dibakar dengan balutan bumbu.

    4. Dimsum bakar berbumbu lada hitam

    Dimsum bakarDimsum bakar Foto: detikcom/Riska Fitria

    Dimsum kukusnya lebih dulu dicampur bumbu lada hitam dalam wadah sampai merata. Kemudian, baru dipanggang menggunakan wajan besi yang lebar.

    Setelah itu, sisa bumbu lada hitamnya juga diguyur saat proses pemanggangan. Dimsumnya dipanggang selama sekitar 5 menit. Karena pada dasarnya dimsum ini sudah matang.

    Dimsumnya berukuran besar dengan tekstur yang padat dan lembut. Rasanya gurih dengan potongan udang berukuran kecil-kecil yang masih terasa ketika dimakan.

    Dengan balutan bumbu lada hitam, membuat rasanya menjadi pedas menggigit. Rasa pedas dan sensasi panas di tenggorokkan terasa terutama setelah selesai menyantapnya.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cicip Senbei, Crepes Jumbo Isi Salmon dan Udang ala Jepang


    Jakarta

    Gerai sushi populer di Indonesia ini punya menu camilan Jepang yang menarik perhatian. Berupa crepes seafood yang ukurannya lebih besar dari kepala orang dewasa!

    Meskipun restoran Jepang bisa dengan mudah ditemukan di Indonesia, tetapi makanan yang ditawarkan kurang lebih sama. Mulai dari sushi, sashimi, atau ramen.

    Sekalipun ada yang menawarkan kuliner kaki lima ala Jepang, makanan yang ditawarkan mungkin sekadar takoyaki, yakitori, atau katsu. Jarang sekali ada yang menawarkan camilan crepes gurih atau semacam keripik Jepang ini.


    Namanya senbei yaitu makanan tradisional Jepang yang terbuat dari tepung beras. Teksturnya mirip seperti keripik, tetapi ukurannya agak lebih tebal.

    Bentuk senbei sangat beragam, mulai dari yang bulat, kotak persegi, atau oval. Rasanya juga bervariasi, ada yang diisi dengan sayuran, daging, hingga aneka seafood.

    Di Jakarta kini jajanan keripik renyah ala Jepang itu sudah bisa dicoba di gerai Sushi Tei cabang Mall Pacific Place. Biasanya Sushi Tei hanya terkenal dengan sushi, sashimi, ramen, atau donburinya, kini mereka memperkenalkan menu camilan Senbei ke masyarakat.

    Menu ini sudah mulai diperkenalkan sejak November. Namun, baru tersedia di cabang Pacific Place saja karena mereka masih ingin melihat pasar konsumen terkait camilan ini.

    Di cabang Pacific Place pun ada kios di bagian depan restoran yang khusus dipakai untuk menyajikan senbei. Konsepnya open kitchen, sehingga pelanggan bisa melihat langsung pembuatan crepes atau keripik gurih ala Jepang itu.

    Sushi Tei menawarkan tiga jenis senbei, mulai dari Ikasen (isi cumi), Sakasen (isi salmon), dan Ebisen (isis udang). Semuaya dibanderol dengan harga Rp 25.000 saja.

    Bagi pelanggan yang masih ragu, bisa mencobanya terlebih dahulu lewat tester yang sudah mereka siapkan, jika cocok bisa pesan dan langsung bayar di kasir.

    DetikFood mencicipi langsung kenikmatan Senbei. Terlebih, tampilannya juga sangat menarik perhatian karena ukurannya besar.

    Kami memesan Sakasen dan Ebisen dengan total Rp 50.000 saja. Setelah pesan dan bayar, salah satu pegawai langsung pergi ke kios untuk membuat keripik gurih ini.

    Senbei Sushi TeiSenbei dimasak dalam mesin khusus seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Adonan senbei di Sushi Tei menggunakan tepung beras, dicampur bumbu ayam, bubuk cabai, dan aonori (nori atau rumput laut yang dipotong kecil-kecil). Adonannya lalu dicampur air dan diaduk.

    Proses pembuatan dua jenis senbei ini berbeda. Untuk sakasen (isi salmon), irisan tipis salmon mentah dipanggang terlebih dahulu di mesin khusus. Kurang lebih 1 sampai 2 menit, salmon diangkat.

    Barulah, mesin khusus tersebut dibaluri lagi sedikit minyak. Setelah panas, adonan tepung beras mulai dituangkan ke area baking plate.

    Adonan itu diratakan sampai agak melebar. Setelah itu salmon diletakkan di bagian tengah adonan. Disusul tanuki (remah-remah tempura) yang ditaburi di atasnya.

    Setelah itu, adonan senbei ditekan dan ditunggu kurang lebih tiga sampai lima menit. Proses ‘pressing’ tersebut membuat adonannya agak luber sampai ke area pinggir mesin.

    Namun, hal ini tidak menjadi masalah karena adonan senbei tetap akan matang merata. Setelah matang, alat press itu dibuka dan adonan senbei dibalik perlahan. Adonannya kembali ditekan untuk mematangkan sisi lainnya.

    Setelah kurang lebih 3 sampai 5 menit, senbei ini pun diangkat perlahan dari baking plate, dan disajikan di atas baking paper khusus untuk didinginkan.

    Proses pembuatan ebisen tidak jauh berbeda. Namun udangnya langsung dimasukkan ke adonan, tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.

    Senbei Sushi TeiSetelah matang, senbei didiamkan terlebih dahulu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Senbei bisa dimakan langsung di tempat atau dibawa pulang. Kalau dibawa pulang, senbei akan dipotong kecil, lalu dikemas dalam bungkus plastik.

    Dari segi tampilan dan tekstur, senbei mirip seperti crispy crepes. Ukurannya jumbo, bahkan lebih besar dari kepala orang dewasa. Kurang lebih berdiameter 30 cm.

    Teksturnya tidak begitu tipis, tidak tebal juga. Namun, padat dan keras. Kalau tidak segera dimakan, crepes Jepang ini teksturnya menjadi sangat keras. Lebih enak dinikmati langsung saat teksturnya masih renyah.

    Senbei Sushi TeiSenbei juga bisa dipotoing-potong menjadi kecil kalau mau dibawa pulang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pertama kali masuk mulut rasanya agak hambar, tetapi ketika dikunyah, mulai muncul rasa gurih yang cenderung asin, seperti asin kecap shoyu. Namun, jika sudah beberapa kali dikunyah, rasa gurihnya mulai bisa ditolerir. Sensasinya seperti menikmati keripik gurih saja.

    Topping salmon dan udangnya memang sangat sedikit. Hanya ada di bagian tengah sehingga kurang terasa. Namun, membuat rasa crepes Jepang ini menjadi lebih kompleks.

    Karena sudah dipress, daging salmonnya pun menjadi agak kering. Namun, rasa asli ikan salmonnya masih tercap di lidah.

    Topping ebi atau udangnya punya aroma seafood khas yang lebih kuat dan lebih terasa di lidah. Bisa jadi pilihan tepat kalau kamu ingin menikmati senbei yang punya rasa seafood lebih menonjol.

    Sebagai pelengkap rasa, senbei bisa dicocol ke dua saus yaitu saus hitam yang rasanya dominan gurih dengan sensasi sedikit pedas. Kalau mau yang agak manis, bisa cocol ke saus berwarna agak cokelat muda.

    Senbei Sushi TeiMereka juga menawarkan dua jenis saus. Ini salah satu sausnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sayangnya topping senbei menurut kami sangat sedikit. Untungnya, seafood yang melengkapi adonan ini memang benar-benar fresh.

    Namun, untuk ukuran makanan yang ditawarkan oleh brand besar Sushi Tei, harga ini bisa terbilang lebih murah.

    Jika antusiasme pelanggan baik, mereka pun berencana untuk menghadirkan senbei ini di cabang lainnya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Main ke Blok M Demi Jajanan Viral, Wajib Datang Jam Berapa Biar Tidak Antre?



    Jakarta

    Kawasan Blok M di Jaksel tidak pernah kehilangan magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Termasuk area sekitar Pasaraya Blok M yang saking seringnya memperoleh perhatian netizen hingga disebut gang viral. Selalu ada yang baru hingga menarik atensi warga Jakarta dan sekitarnya.

    detikTravel sempat mengunjungi kawasan gang viral Blok M pada Rabu (2/10/2025) pada sore selepas jam kantor. Area ini memang baru hidup di sore hari ketika matahari beranjak ke barat, setelah semua tenant mulai beroperasi menyapa pelanggan dari berbagai kelompok usia.


    Suasana gang viral Blok M pada hari kerja ternyata tidak seramai saat hari libur. Pengunjung tak perlu antri terlalu lama untuk menikmati kudapan viral. Kondisi ini jadi tips yang disarankan Revan, salah satu pengunjung Blok M bagi yang ingin menikmati jajanan viral.

    “Biasanya antre, terutama saat weekend. Saran aku, kalau mau menghindari antrean datang saja pas awal buka sekitar pukul 10 pagi dan hari biasa jangan weekend,” kata Revan yang baru pulang kerja saat ditemui detikTravel.

    Selain menghindari keramaian, memilih waktu yang tepat untuk main ke Blok M memungkinkan pengunjung menikmati kuliner dan vibe yang ditawarkan Blok M. Misal kafe yang Instagrammable, tersedia photobooth, dihiasi pernak-pernik lucu, dan punya desain yang menarik perhatian.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Worth it banget buat dikunjungi,” kata Ira, salah satu pengunjung gang viral Blok M dari Lenteng Agung. Saat ditemui detikTravel, Ira sedang menikmati semangkuk es krim di lapak yang sempat viral dengan aneka rasa tak biasa dari produk turunan susu ini.

    Hal serupa diungkapkan Indah, seorang pekerja asal Jakarta Selatan yang memilih main ke Blok M selepas jam kerja. Indah sedang kongkow bersama sekelompok temannya sambil menikmati hidangan berat, aneka camilan, dan berbagai minuman di sore hari menjelang malam.

    “Makan di sini worth it (nyenengin) karena makanannya enak dan pelayanannya cepat juga,” kata Indah yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selepas jam kerja adalah waktu yang tepat karena tidak terlalu ramai sehingga bisa benar-benar menikmati gang viral Blok M.

    Sebelum memilih kafe atau resto yang bakal jadi tempat nongkrong detikers bisa survey lebih dulu, atau menyimak review dari warganet. Selain pilihan menu dan vibe kafe, ketersediaan tempat duduk, meja, dan area konkor patut jadi pertimbangan.

    “Di sini tempat duduknya lumayan banyak, ada outdoor-nya juga,” kata Indah salah satu pekerja dari Palmerah yang datang ke Blok M bersama teman-temannya. Indah memilih suatu kafe yang menjual aneka hidangan Asia Tenggara untuk menikmati sore hari sebelum malam.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Pertimbangan dari para pengunjung gang viral Blok M tentu bisa jadi pertimbangan detikers. Blok M kini telah menjelma jadi kawasan wisata urban dengan berbagai pilihan wisata. Dengan pemilihan waktu yang tepat, detikers bisa memaksimalkan waktu untuk jalan-jalan sambil makan berbagai kuliner viral.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Main ke Blok M Demi Jajanan Viral, Wajib Datang Jam Berapa Biar Tidak Antre?



    Jakarta

    Kawasan Blok M di Jaksel tidak pernah kehilangan magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Termasuk area sekitar Pasaraya Blok M yang saking seringnya memperoleh perhatian netizen hingga disebut gang viral. Selalu ada yang baru hingga menarik atensi warga Jakarta dan sekitarnya.

    detikTravel sempat mengunjungi kawasan gang viral Blok M pada Rabu (2/10/2025) pada sore selepas jam kantor. Area ini memang baru hidup di sore hari ketika matahari beranjak ke barat, setelah semua tenant mulai beroperasi menyapa pelanggan dari berbagai kelompok usia.


    Suasana gang viral Blok M pada hari kerja ternyata tidak seramai saat hari libur. Pengunjung tak perlu antri terlalu lama untuk menikmati kudapan viral. Kondisi ini jadi tips yang disarankan Revan, salah satu pengunjung Blok M bagi yang ingin menikmati jajanan viral.

    “Biasanya antre, terutama saat weekend. Saran aku, kalau mau menghindari antrean datang saja pas awal buka sekitar pukul 10 pagi dan hari biasa jangan weekend,” kata Revan yang baru pulang kerja saat ditemui detikTravel.

    Selain menghindari keramaian, memilih waktu yang tepat untuk main ke Blok M memungkinkan pengunjung menikmati kuliner dan vibe yang ditawarkan Blok M. Misal kafe yang Instagrammable, tersedia photobooth, dihiasi pernak-pernik lucu, dan punya desain yang menarik perhatian.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Worth it banget buat dikunjungi,” kata Ira, salah satu pengunjung gang viral Blok M dari Lenteng Agung. Saat ditemui detikTravel, Ira sedang menikmati semangkuk es krim di lapak yang sempat viral dengan aneka rasa tak biasa dari produk turunan susu ini.

    Hal serupa diungkapkan Indah, seorang pekerja asal Jakarta Selatan yang memilih main ke Blok M selepas jam kerja. Indah sedang kongkow bersama sekelompok temannya sambil menikmati hidangan berat, aneka camilan, dan berbagai minuman di sore hari menjelang malam.

    “Makan di sini worth it (nyenengin) karena makanannya enak dan pelayanannya cepat juga,” kata Indah yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selepas jam kerja adalah waktu yang tepat karena tidak terlalu ramai sehingga bisa benar-benar menikmati gang viral Blok M.

    Sebelum memilih kafe atau resto yang bakal jadi tempat nongkrong detikers bisa survey lebih dulu, atau menyimak review dari warganet. Selain pilihan menu dan vibe kafe, ketersediaan tempat duduk, meja, dan area konkor patut jadi pertimbangan.

    “Di sini tempat duduknya lumayan banyak, ada outdoor-nya juga,” kata Indah salah satu pekerja dari Palmerah yang datang ke Blok M bersama teman-temannya. Indah memilih suatu kafe yang menjual aneka hidangan Asia Tenggara untuk menikmati sore hari sebelum malam.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Pertimbangan dari para pengunjung gang viral Blok M tentu bisa jadi pertimbangan detikers. Blok M kini telah menjelma jadi kawasan wisata urban dengan berbagai pilihan wisata. Dengan pemilihan waktu yang tepat, detikers bisa memaksimalkan waktu untuk jalan-jalan sambil makan berbagai kuliner viral.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com