Tag: jakarta barat

  • Dukung Transaksi Aman, Posko Bantuan Keliling DANA Buka di 16 Kota


    Jakarta

    Dompet digital DANA menghadirkan Posko Bantuan Keliling di 16 kota seluruh Indonesia. Posko Bantuan Keliling ini bertujuan untuk membantu para pengguna dalam melakukan transaksi dengan dompet digital DANA.

    Chief Risk Officer DANA Indonesia Cary Piantono mengatakan layanan ini bakal memberikan edukasi dan bantuan langsung kepada masyarakat terkait keamanan transaksi digital. Kegiatan perdana posko ini digelar secara serentak pada tanggal 5-6 Juni 2025 di empat titik berbeda, diantaranya Taman Banjir Kanal Timur (Jakarta Timur), Taman Waduk Pluit (Jakarta Utara), Taman Cattleya (Jakarta Barat), dan Taman Puring (Jakarta Selatan).

    “Inisiatif ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana tidak semua masyarakat memiliki akses akan literasi yang cukup terhadap informasi dan perlindungan digital,” kata Cary dalam keterangan tertulis, Selasa (10/6/2025).


    “Salah satu kebiasaan penting yang perlu dilakukan adalah memperbarui aplikasi dompet digital secara berkala. Ini adalah langkah sederhana, namun penting, untuk melindungi keamanan data dan transaksi. Posko Bantuan Keliling hadir sebagai garis pertahanan awal, yaitu dengan mendorong pembaruan aplikasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga PIN dan OTP,” sambungnya.

    Dia menjelaskan layanan tersebut bertujuan untuk menekan angka penipuan online. Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 23 Mei 2025 tercatat lebih dari 128 ribu laporan penipuan online dengan kerugian mencapai Rp 2,6 triliun.

    “Merespons kondisi ini, DANA mengusung semangat ‘DANA Datang, Bukan Cuma Bawa Bantuan. Tapi Juga Bawa Rasa Aman’ lewat Posko Bantuan Keliling yang ditargetkan menjangkau 50.000 pengguna secara luring serta 1 juta pengguna secara daring. DANA juga mendorong peningkatan penggunaan fitur Scam Checker sebagai langkah preventif menghadapi penipuan digital yang semakin menyasar pengguna sehari-hari,” jelasnya.

    Dia mengatakan posko ini hadir untuk menjangkau seluruh pengguna, termasuk yang berasal dari kelompok rentan seperti pelaku usaha kecil dan menengah, lansia, dan lain-lain.

    “Kehadiran layanan ini menjadi bentuk pendampingan nyata agar masyarakat bisa berkonsultasi langsung, melaporkan kendala, mendapatkan panduan menghindari penipuan, memperbarui aplikasi, hingga terhubung ke tim bantuan daring untuk solusi cepat,” ujar Cary.

    DANA Foto: Dok. DANA

    Sementara itu, Chief Technology Officer DANA Indonesia Norman Sasono mengatakan selama enam bulan ke depan, Posko Bantuan Keliling akan menyambangi 16 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Jabodetabek hingga kota-kota di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Posko akan beroperasi dua kali seminggu setiap Kamis dan Jumat, pukul 09.00-15.00, dan terbuka untuk umum secara gratis.

    “Teknologi yang aman bukan hanya soal sistem yang canggih, tapi juga soal kehadiran nyata. Posko Bantuan Keliling hadir tak sekadar membawa bantuan teknis, tapi juga rasa aman dengan membantu memperbarui aplikasi, menyampaikan penjelasan, serta memberikan panduan tentang risiko digital,” kata Norman.

    “Program ini merupakan bagian dari komitmen DANA dalam membangun ekosistem digital yang terpercaya, aman, dan inklusif dengan menggandeng regulator serta menerapkan standar keamanan bersertifikasi internasional,” sambungnya.

    Dia menjelaskan bagi para pengguna yang berada di luar jangkauan posko fisik, pihaknya juga menyiapkan layanan daring. Layanan tersebut berupa live streaming yang berlangsung setiap Kamis pukul 17.00 WIB – 18.00 WIB yang disiarkan di Instagram, TikTok, dan aplikasi DANA. Norman mengatakan melalui layanan daring ini, para pengguna bisa langsung menyampaikan beragam keluhan dan mendapatkan solusinya.

    “Lebih dari sekadar pusat aduan, Posko Bantuan Keliling berfungsi sebagai ruang edukasi publik. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan digital, sekaligus menjawab tantangan nyata di lapangan terkait literasi dan kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital,” ungkapnya.

    Sementara itu, Perwakilan dari Kantor Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arif Waluyo Birowo menyambut baik upaya yang dilakukan oleh DANA. Dia menjelaskan layanan tersebut mampu memperkuat sistem keamanan pembayaran nasional.

    “Peran aktif pelaku industri dalam mendekatkan edukasi digital kepada masyarakat sangat penting, terutama di masa ketika ancaman siber semakin kompleks dan menyasar berbagai lapisan pengguna. Inisiatif seperti Posko Bantuan Keliling merupakan bentuk konkret inklusi keuangan dan perlindungan konsumen yang patut didukung,” tutup Arif.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Cerita Hijrah Paula Verhoeven, Ungkap Alasan Utama Putuskan Pakai Hijab

    Jakarta

    Paula Verhoeven dikenal sebagai top model Indonesia. Paula juga pernah di kontrak oleh agensi model di Milan setelah menjadi pemenang Face of Asia.

    Setelah menikah dan memiliki dua anak dengan Baim Wong, Paula lebih banyak berkarier di balik layar modelling. Dia menjadi mentor untuk model junior.

    Kini Paula seolah membuka fase baru dalam hidupnya dengan berhijab. Finalis Gadis Sampul 2001 itu kerap mengunggah berbagai momen dan foto OOTD dengan berhijab.


    Ibu dari Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong ini mulai menggunakan hijab usai menunaikan umrah pada Ramadan 2024. Mulai saat itu Paula konsisten memakai hijab.

    Gaya hijab Paula Verhoeven Wong.Gaya hijab Paula Verhoeven Wong. Foto: Dok. Instagram @paula_verhoeven.

    Pemain film Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh ini mengungkapkan dirinya saat ini sedang menikmati menjadi seorang istri dan ibu. Ia memprioritaskan keluarganya.

    “Paula Verhoeven sekarang itu adalah seorang istri dan ibu. Keluarga itu nomor satu. Kerjaan, bisnis dan semuanya itu mengikuti. Kalau dulu aku itu mantan model kali ya,” ungkap Paula Verhoeven saat berbincang dengan brand Nabilasyal Story bersama Chyntia Ramlan.

    Gaya hijab Paula Verhoeven Wong.Paula Verhoeven Wong mengungkapkan alasan utamanya memutuskan untuk berhijab. Foto: Dok. TIkTok @paulaverhoeven.

    Paula yang pernah meraih juara pertama dalam ajang Elite Model Look pada 2003 itu kemudian mengungkapkan alasan dirinya mantap berhijab.

    “Hidayah itu katanya harus dijemput. Sebenarnya alasannya itu takut mati sih. Sebenarnya aku itu sudah pernah memakai hijab pada tahun 2019. Allah itu tahu mana waktu yang tepat untuk kita sebenarnya,” ujarnya.

    “Sebenarnya aku menyesal ya kenapa tidak dari dulu ya aku belajar. Waktu kita itu nggak banyak lho di sini. Waktu kemarin pulang (umrah) aku mulai pakai hijab dan aku nyaman,” tuturnya sambil meneteskan air mata.

    None Jakarta Barat di kompetisi Abang None Jakarta pada 2006 itu menuturkan meminta izin kepada suaminya untuk memakai hijab. Baim Wong pun mengizinkan selama itu membuat Paula berubah menjadi lebih baik.

    Gaya hijab Paula Verhoeven Wong.Gaya hijab Paula Verhoeven Wong. Foto: Dok. pribadi @paula_verhoeven.

    Postingan video tentang kisah hijrah dan alasan Paula Verhoeven berhijab langsung mencuri atensi dan sudah ditonton lebih dari 1,1 juta kali. Warganet pun ikut kagum dan mendukung Paula.

    Kenapa ga dari dulu aja belajar”, jleb bngt🙂,” ucap pengguna TikTok @bukan roti.

    Alhamdulillah Barakallahufiik Paula cantik luar dalam jadilah model Islami bagi wanita moslem lainnya yg fashionnya terpancar dan anggun. Benar Hidayah Harus dijemput karna nantinya kita akan kembali kepada Allah SWT masing2 dengan membawa amalan masing2 SANGAT TERHARU sodara muslimku😭,” ujar akun @sitimaidah0_VMF.

    Masya allah makin cantik setelah berhijab😍 semoga istiqomah kak Paula,” puji akun @Bu.guruu.

    Masya Allah cantiknya mbak Paula. semoga Istiqomah 🤲🏻,” timpal akun @manusia biasa.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cerita Bahagia Pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 Akan Jalani Umrah Bersama

    Jakarta

    Ketiga pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 mendapatkan beragam hadiah menarik pada malam grand final (31/8/2024) di P7 Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta. Salah satu hadiah yang paling berkesan yaitu bisa mendapatkan kesempatan umrah gratis bersama GIS Travel.

    Pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 yang mendapatkan hadiah umrah yaitu juara pertama Nakeisha Syifa, juara kedua Shasyelfa Setyaning Haryoseno dan juara ketiga Palupi Krakatao. Apa kata mereka bisa umrah gratis bersama GIS Travel?

    Nakeisha Syifa mengaku terharu dan bahagia karena mendapatkan kesempatan untuk menjalani umrah yang pertama kali. Ia sebelumnya sudah bercita-cita ingin segera umrah.


    “Pastinya senang, haru, campur aduk jadi satu karena Alhamdulillah akhirnya aku dapat panggilan dari Allah untuk ke Tanah Suci. Aku nggak menyangka salah satu wishlist aku untuk masa yang akan datang malah bisa terkabul lebih awal dan lebih cepat,” ujarnya saat ditemui di Hotel Harris Suite Puri Mansion, Jakarta Barat, jelang persiapan umrah bersama GIS Travel.

    Remaja berusia 16 tahun ini juga menceritakan persiapannya menjelang berangkat umrah. “Persiapan aku, fisik pastinya supaya di sana nggak sakit karena kondisi iklim dan cuaca di sana yang berbeda,” jelasnya.

    Selanjutnya Palupi Krakatao yang merasa bersyukur karena bisa berangkat umrah. Sama dengan Nakeisha, ini juga merupakan umrah pertama baginya.

    “Reaksi saat tahu mau berangkat umrah pastinya senang dan bersyukur banget karena ini adalah kali pertama aku umrah. Nggak sabar pengen buru-buru sampai di sana,” ucap Palupi haru.

    Ibu dari satu anak ini mengungkapkan mempersiapkan kesehatan fisik menjelang keberangkatannya. “Persiapan khusus lebih kepada kesehatan fisik agar nanti saat berangkat bisa fit dan maksimal dalam beribadah. Tentu di sana akan berdoa terutama untuk keluarga dan orang-orang terdekat,” ujarnya.

    “Semoga perjalanan umroh nanti Allah lancarkan dan menjadi perjalanan yang tak terlupakan,” pungkas Palupi.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Tempat Wisata Jakarta yang Buka saat Libur Lebaran 2025


    Jakarta

    Libur Lebaran jadi momen yang dimanfaatkan banyak masyarakat untuk jalan-jalan bersama keluarga. Bagi travelers yang nggak mudik, ada sejumlah tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran.

    Ada banyak tempat wisata populer di Jakarta. Jika ingin mencoba berbagai wahana permainan seru dan ekstrim, Dufan menjadi opsi yang menarik. Apabila ingin mengajak si kecil wisata edukasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) patut dikunjungi.

    Untungnya, kedua tempat wisata tersebut tetap buka saat libur Lebaran 2025. Selain itu, masih ada sejumlah objek wisata lain di Jakarta yang tetap buka selama Lebaran. Apa saja? Simak dalam artikel ini.


    Tempat Wisata Jakarta yang Buka saat Libur Lebaran

    Daripada rebahan di rumah saja, mending ajak teman, saudara, atau keluarga untuk jalan-jalan keliling Jakarta. Simak tempat wisata Jakarta yang buka saat libur Lebaran 2025 di bawah ini:

    1. Dufan

    Bagi detikers yang ingin liburan sambil mencoba berbagai wahana seru dan menegangkan, Dunia Fantasi (Dufan) tetap buka saat libur Lebaran 2025. Mengutip akun Instagram resminya @infodufan, ada sejumlah promo menarik yang ditawarkan Dufan selama periode 1-28 Maret 2025, yaitu:

    • Hemat berdua ke Dufan: Rp 137.000/tiket (minimal pembelian 2 tiket)
    • Annual Pass Dufan: Rp 299.000 (pembelian khusus di situs ancol.com)

    Untuk jam operasional Dufan selama libur Lebaran 2025 bisa dicek di bawah ini:

    • H-1 Lebaran: 09.00-18.00 WIB
    • Setiap hari: 10.00-20.00 WIB.

    Untuk pembelian tiket masuk Dufan bisa dilakukan secara online melalui situs ancol.com.

    2. Pantai Ancol

    Ingin mengajak anak-anak bermain air di pantai? Nah, kamu bisa berkunjung ke Ancol. Sebagai informasi, Ancol memiliki enam pantai yang punya daya tarik tersendiri, lho.

    Mengutip akun Instagram @ancoltamanimpian, keenam pantai tersebut adalah Pantai Karnaval, Pantai Lagoon, Beach Pool, Pantai Beach City, Pantai Indah, dan Pantai Festival.

    Simak harga tiket masuk ancol di bawah ini:

    • Tiket orang masuk Ancol: Rp 35.000/orang
    • Tiket kendaraan mobil: Rp 35.000
    • Tiket kendaraan motor: Rp 25.000

    Bagi kamu pengguna mobil atau sepeda motor listrik, tidak dikenakan tiket masuk kendaraan alias gratis. Untuk pembelian tiket masuk Ancol bisa dilakukan secara online lewat situs ancol.com.

    3. TMII

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga tetap buka selama libur Lebaran 2025, lho. Objek wisata ini sangat cocok bagi travelers yang ingin mengajak si kecil wisata edukasi.

    Selama puasa Ramadan, TMII juga menggelar berbagai acara seru dan menarik, mulai dari Ngabuburide, Bukber Piknik, Pasar Ngabuburit, hingga Gunungan Kurma. Selain itu, TMII juga mengadakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah.

    Simak harga tiket masuk TMII di bawah ini:

    • Tiket masuk orang (06.00-19.00 WIB): Rp 25.000
    • Tiket masuk orang (berlaku pukul 15.00 WIB): Rp 12.500
    • Single entry (tiket masuk orang + sepeda): Rp 35.000
    • Tiket masuk mobil: Rp 35.000
    • Tiket masuk motor: Rp 15.000
    • Tiket masuk sepeda: Rp 10.000
    • Tiket masuk bus/truk: Rp 60.000

    4. Taman Margasatwa Ragunan

    Taman Margasatwa Ragunan menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, terlebih saat libur Lebaran. Di sini, detikers bisa melihat aneka satwa mulai dari jerapah, oryx, harimau, komodo, hingga aneka primata.

    Sebagai informasi, Taman Margasatwa Ragunan tutup saat Hari Raya Idulfitri 1446 H. Namun jangan sedih, tempat wisata ini kembali buka H+1 Lebaran, sehingga bisa dikunjungi masyarakat.

    Pembelian tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan bisa dilakukan secara online ataupun offline. Untuk pembelian tiket masuk secara online bisa mengunduh aplikasi Taman Margasatwa Ragunan di Play Store.

    Sementara itu, pembelian tiket offline bisa menggunakan kartu Jakcard. Pastikan travelers telah memiliki kartu tersebut atau dapat membelinya secara langsung di loket yang tersedia.

    Berikut harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan:

    • Dewasa: Rp 4.000/orang
    • Anak-anak: Rp 3.000/orang.

    Pusat Primata Schumtzer:

    • Selasa-Jumat (usia 3 tahun ke atas): Rp 6.000/orang
    • Sabtu-Minggu/libur nasional (usia 3 tahun ke atas): Rp 7.500/orang.

    5. Jakarta Aquarium & Safari

    Ingin melihat berbagai macam ikan dan hewan lainnya? Kamu bisa mengunjungi Jakarta Aquarium & Safari (JAQS). Tempat wisata ini terletak di dalam mall, tepatnya Neo Soho Mall LG-LGM 101, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Selama di JAQS, travelers bisa melihat berbagai aneka satwa, mulai dari ikan piranha, ular, ubur-ubur, otter, hingga capybara. Untuk harga tiket masuknya bisa dicek di bawah ini:

    • Premium high season (dewasa dan anak-anak): Rp 225.000/orang
    • Regular high season (17.00-21.00 WIB): Rp 160.000/orang.

    Harga tiket di atas berlaku selama periode 22 Maret hingga 8 April 2025.

    6. Museum Nasional Indonesia

    Bosan ke tempat yang itu-itu saja? Cobalah ajak keluarga atau pasangan berkunjung ke Museum Nasional Indonesia (MNI). Di tempat ini, travelers bisa berkeliling sambil melihat berbagai macam pameran seni.

    Selama Ramadan dan Lebaran, kamu bisa mengunjungi Pameran Misykat: Cahaya Peradaban Islam Indonesia di MNI. Pameran ini terbuka untuk umum mulai 26 Maret 2025.

    Sebagai informasi, MNI akan tutup mulai tanggal 28 Maret hingga 1 April 2025 dalam rangka Hari Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Setelah itu, museum ini kembali dibuka untuk umum.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung ke MNI, simak harga tiketnya di bawah ini:

    • Tiket masuk reguler MNI: Rp 25.000/orang
    • Tiket ImersifA (belum termasuk tiket masuk reguler): Rp 35.000/orang
    • Tiket Pameran “Kongsi” (belum termasuk tiket masuk reguler): Rp 25.000/orang.

    7. Trans Studio Cibubur

    Satu lagi tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran, yakni Trans Studio Cibubur. Indoor theme park ini menyajikan berbagai wahana yang seru dan mendebarkan, seperti Boomerang Hyper Coaster, Alien Taxi, Pacific Rim & Formula Kart, Snow Playground, dan Science Center.

    Selain itu, Trans Studio Cibubur juga menghadirkan atraksi spektakuler S.W.A.T RAID Vs CLOWN CRAZE SHOW yang berlangsung mulai 28 Maret hingga 7 April 2025. Dalam pertunjukan ini, kamu akan menyaksikan aksi heroik pasukan S.W.A.T dalam menghadapi para penjahat berkostum Clown yang meneror kota.

    Selama libur Lebaran, Trans Studio Cibubur menghadirkan promo tiket spesial yang bisa dibeli lewat situs transentertainment.com. Berikut rincian harganya:

    • Periode 1-7 April 2025: Tiket hanya Rp 195.000 dari harga reguler Rp 325.000.
    • Khusus Hari Lebaran (31 Maret 2025): Tiket hanya Rp 150.000 untuk akses semua wahana dan pertunjukan.

    Selama libur Lebaran 2025, berikut jam operasional Trans Studio Cibubur:

    • 31 Maret 2025 (Hari Lebaran): 12.00-18.00 WIB
    • 1-7 April 2025: 11.00-19.00 WIB (buka setiap hari Senin-Minggu).

    Demikian tujuh tempat wisata Jakarta yang buka saat libur Lebaran 2025. So, ingin jalan-jalan ke mana nih, travelers?

    (ilf/fds)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Tempat Bukber Bareng Keluarga di Jakarta Barat, Nomor 3 Patut Dicoba



    Jakarta

    Selain ngabuburit, tradisi buka bersama atau bukber jadi momen yang dinanti traveler. Buat kamu yang tinggal di Jakarta Barat, 5 tempat ini bisa jadi pilihan.

    Tak hanya sekadar menyantap hidangan buka puasa, bukber juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, terutama bagi keluarga yang jarang memiliki waktu untuk berkumpul.

    Di Jakarta Barat, terdapat beragam pilihan tempat buka bersama yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menawarkan suasana yang hangat dan menyenangkan.


    Pilihan tempat bukber di Jakarta Barat sangat beragam, mulai dari restoran berkonsep tradisional hingga tempat makan modern yang Instagramable.

    Berikut 5 Rekomendasi tempat bukber di Jakarta Barat, dilansir dari Antara, Senin (10/3/2025):

    1. Talaga Sampireun

    Dengan konsep saung di atas air, Talaga Sampireun menawarkan suasana asri dan santai, cocok untuk acara keluarga besar. Restoran ini berlokasi di Jalan Lingkar Luar Barat No.1, Cengkareng, Jakarta Barat.

    2. Seroeni

    Bagi pecinta masakan Chinese halal, Seroeni adalah pilihan tepat. Interiornya yang eksklusif dan cozy menambah kenyamanan saat bersantap. Restoran ini terletak di Lippo Mall Puri, Jalan Puri Indah Raya Blok U1, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    3. Klesis/Bocilos

    Selanjutnya ada Klesis/Bocilos yang berlokasi di Lippo Mall Puri, U1-GF62, Jakarta Barat. Klèsis berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki arti panggilan atau undangan. Sedangkan Bocilos adalah sebuah akronim dari ungkapan bocah kecil polos, yang ada jauh di dalam lubuk hati kita.

    Restoran ini membawa konsep hidangan khas Nusantara sebagai menu utama dengan penyajian yang sarat akan keramah-tamahan seperti di rumah sendiri. Hal ini senada dengan arti dari Klèsis/Bocilos itu sendiri.

    “Ini adalah pertama kalinya konsep masakan Indonesia high end yang menyasar kelas menengah atas. Dikatakan high end karena menggunakan bahan baku premium. Service di sini juga bintang 5, tempatnya pakai sofa jadi lebih nyaman duduk dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Hendri Petra Syamsul, sang owner.

    Kuliner Nusantara di JakbarKlesis Bocilos Foto: (dok. Istimewa)

    Hidangan Nusantara dengan kolaborasi Western seperti Soto Betawi Tenderloin, Beef Rendang Wellington, Rawon Tenderloin menjadi ketiga bintang utama. Pilihan hidangan lainnya seperti Mangrup Salad, Nasi Goreng Rendang, Colenak sampai dengan Pisang Goreng Pasar Lama disajikan sebagai pelengkap.

    Meski masih soft opening, konsumen yang hadir terus berdatangan. Apalagi saat menjelang berbuka puasa, kursi akan full dipenuhi para pelanggan. Kapasitas tempat duduk di sini ada 128 kursi dan harga makanan mulai Rp75.000 – Rp500.000. Untuk minuman mulai dari Rp45.000.

    4. Kampung Kecil

    Ingin merasakan nuansa pedesaan saat berbuka? Kampung Kecil menghadirkan konsep saung lesehan dengan menu khas Sunda seperti gurami bakar dan ayam geprek. Lokasinya di Jalan Puri Kembangan Jalan Kedoya Pesing No.66, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

    5. Barapi Meat & Grill

    Penggemar steak dapat menikmati daging juicy dengan sensasi smoky di Barapi Meat & Grill. Tempatnya yang homey cocok untuk bukber bersama keluarga. Restoran ini beralamat di Jalan Rawa Belong No.3, Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Sedikit tips, pastikan untuk melakukan reservasi lebih awal ke pihak restoran buat bukber, mengingat tingginya permintaan selama bulan Ramadan. Dengan begitu, traveler dapat memastikan tempat yang nyaman untuk menikmati waktu berbuka bersama keluarga.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Craftofe, Kopi Durian dan Galeri Seni Jadi Satu



    Jakarta

    Usaha kedai kopi menjadi tren belakangan ini. Kalau yang lain berakhir di pandemi, kedai kopi ini malah tenar.

    Adalah Craftote, sebuah galeri yang menjadi satu dengan kedai kopi di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Menariknya, Craftote tidak hanya memberikan suasana nyaman dan unik untuk nongkrong. Thio Siujinata (50) dan Rika Chistina membangun usaha pada 2020 itu untuk membuka lapangan kerja.


    “Sekitar 2019, menjelang pandemi awal-awal itu, kita suka bantu panti asuhan di Bintaro, namanya Abimata,” kata Thio pada Selasa (4/2).

    Setiap hari, Thio menjual barang secara online, mulai dari mainan sampai frozen food. Koneksinya dengan panti asuhan juga semakin erat karena kerap memberikan bantuan di sana.

    Suatu ketika, pemilik panti asuhan bertanya apakah Thio dan Rika memiliki koneksi untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan yang sudah lulus sekolah. Thio mengakui bahwa anak-anak tersebut memiliki nilai dan bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    “Istri kepikiran, ‘eh kita bikin usaha yuk, karyawannya anak panti asuhan’. Saya bilang that’s a good idea gitu,” dia menambahkan.

    Ide itu betul-betul diwujudkan. Thio dan Rika dibantu dengan salah seorang keluarga membuka jalan bagi anak-anak panti asuhan itu.

    Thio menggabungkan kepiawaiannya dengan tempat berkumpul. Thio seorang lulusan seni rupa dari Institut Kesenian Jakarta memadukan seni kriya dengan kedai kopi. Soal namanya, Thio tidak bisa melupakan pesan saudaranya yang meminta agar dia memakai brand sendiri.

    Hingga kemudian, perpaduan kecintaannya akan seni kriya, kopi, dan pesan agar memiliki brand sendiri, serta upaya untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi penghuni panti asuhan itu terwujud dalam Craftote.

    Craft artinya kerajinan tangan dan tote artinya dijinjing, sehingga Craftote berarti bisnis kesenian yang bisa dibeli langsung oleh konsumen. Crafttote berdiri pada Mei 2021.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Bagi pebisnis, permulaan adalah yang terberat. Itu pula yang dirasakan Thio. Ia memulai usaha dengan pendanaan pribadi dengan jumlah yang tentu saja terbatas.

    Craftote menjual produk-produk rumah tangga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti pelepah pisang, bambu sampai eceng gondok. Ia dibantu oleh perajin-perajin di banyak desa, ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Putar otak, Thio akhirnya menemukan solusi dengan sumber dana tambahan, kedai kopi. Craftote kemudian menjadi sebuah kedai kopi yang berada di dalam galeri, ini mengapa suasana tempat itu terasa nyeni dan memanjakan mata.

    “Kita bikin kopi untuk uang cepat, sementara galeri untuk uang besar,” kata dia.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Craftote yang berada di pinggir jalan itu, mulai ramai oleh pengunjung. Popularitas Craftote bahkan tersiar sampai ke Direktur UMKM Bank Bri saat itu. Thio tentu saja kaget, ia bahkan masih ingat dengan jelas hari itu adalah Kamis.

    “Besoknya (Jumat) beliau datang lagi bersama tim, foto-foto. Saya pikir ‘enggak papalah kan namanya kostumer’,” ujar Thio sambil mengekspresikan kebingungannya saat itu.

    Sebelum pulang, ia mendapat tantangan dari Bank BRI berupa konsistensi dalam usaha. Jika Craftote dapat mempertahankan produk yang dihasilkan maka Bank BRI akan menghadiahkan kedai kedua di Rumah BUMN Jakarta.

    Tantangan itu membuatnya termotivasi, ia menyebut kata ‘nothing to lose‘ untuk menggambarkan perasaannya yang campur aduk saat itu.

    Waktu berlalu, tanggal pengumuman pemenang dari Bank BRI sudah tiba yaitu 1 Desember 2021. Kebahagiaan masih terlihat di wajahnya setiap kali teringat momen kemenangan itu. Namun sesaat mimiknya berganti serius selaras dengan perubahan perasaan.

    “Setelah diumumkan menang, kita diberitahu bahwa opening kedai itu tanggal 15 Desember, tapi baru masuk ke sana tanggal 13. Wah, cepet banget, dalam dua hari bikin coffee shop, itu dewa banget tuh ,” katanya.

    Singkat cerita, Craftote laris manis. Dari dua kedai beranak menjadi empat, lokasinya di Post Blok dan Rumah Sakit Pelni. Thio sendiri tak menyangka bahwa kedai kopinya akan laku keras di masa-masa pandemi, bahkan ia menyebut bahwa usahanya itu ‘kebablasan’.

    CraftoteBianca, pengunjung Craftote (Bonauli/detikcom)

    Bianca (38), ibu dua anak, menjadi salah satu pelanggan setia Craftote. Ia bercerita bahwa dirinya kerap nongkrong selagi menunggu anaknya pulang sekolah.

    “Rumah saya kebetulan di seberang sini, enak di sini suasananya tenang dan unik,” Bianca melontarkan pujian.

    Bayangkan saja, kedai kopi itu lebih mirip galeri seni daripada tempat nongkrong. Lampu-lampunya estetik dari bahan ramah lingkungan yang didesain sendiri oleh Thio, mejanya dari bekas kaki mesin jahit. Tak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada Craftote.

    Menu andalannya berupa kopi durian. Thio ingin agar konsumennya tetap sehat, ia pun menggunakan resep yang terbilang unik. Bukan cuma durian, kopi-kopi lainnya juga diracik dengan buah-buahan lain seperti buah naga dan stroberi. Rasanya di luar dugaan, sangat nikmat dan ringan. Harganya Rp 45 per gelas.

    CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

    Peran BRI untuk Craftote

    Selama ikut dan aktif di Rumah BUMN, Thio mengaku mendapat banyak sekali manfaat. Ia mendapat berbagai pelatihan yang menunjang usahanya. Mulai dari pelatihan manajemen sampai digitalisasi.

    “Bermanfaat sekali ikut Rumah BUMN,” senyum merekah di wajahnya.

    Tiap kali mengingat perjalanan bersama BRI, Thio menunjukkan ekspresi yang bahagia. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada BRI.

    “Sangat, sangat berterima kasih kepada BRI,” kata dia.

    Thio juga mengajukan pinjaman KUR kepada BRI dengan jumlah Rp 100 juta. Saat ini Craftote memiliki omzet Rp 50 juta per bulan.

    Jajang Rohmana (23), fasilitator dari Rumah BUMN Jakarta, menyebut bahwa Craftote adalah UMKM Best Seller, artinya badan usaha ini memiliki produk yang diminati oleh masyarakat.

    Kalau dulu Thio menjadi peserta pelatihan UMKM, kini ia kerap diundang sebagai narasumber untuk pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Jajang berkata bahwa kehadiran Thio menjadi penyemangat bagi UMKM yang sedang berjuang untuk maju.

    “Harapannya dengan menghadirkan Craftote sebagai narasumber mereka biar jadi termotivasi buat belajar dan ikut pelatihan,” ujar dia.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 11 Tempat Nongkrong di Jakarta Barat, Ada Board Game dan Buka 24 Jam!


    Jakarta

    Di Jakarta Barat terdapat banyak tempat yang pas untuk nongkrong atau kumpul-kumpul bareng teman. Sebagian tempatnya juga cocok lho untuk WFC, nugas, dan meeting.

    Selain itu, di sana juga menyajikan berbagai menu lezat yang harganya cukup terjangkau. Menu makanan minumannya bervariasi, mulai dari dessert, pastry, kopi, non kopi, jus, camilan ringan, hingga hidangan berat.

    Beberapa tempat juga menyediakan banyak board game seru yang bisa dimainkan lho. Jadi, di mana saja sih tempat nongkrong asik di Jakarta Barat ini? Simak rekomendasinya di bawah.


    Rekomendasi Tempat Nongkrong Asik di Jakarta Barat

    Berikut tempat nongkrong asik di Jakarta dengan rating tinggi dan banyak review di Google.

    1. Dancing Goat Coffee Co.

    • Lokasi: Ruko Grand Niaga Blok K6/2P, Jl. Puri Kencana – Kembangan
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00-21.00 WIB.
    Dancing Goat Coffee Co.Dancing Goat Coffee Co. Foto: Instagram @dgcoffeeco.

    Dancing Goat Coffee Co. punya area luas dengan banyak pilihan seat tersedia. Tempatnya pun cozy dan cukup ramai pengunjung. Selain asik nongkrong, di sini cocok untuk meeting maupun WFC karena ada colokan di tiap mejanya.

    Pilihan menunya lengkap, mulai dari kopi, minuman non kopi, dessert, pastry, snack, sampai hidangan berat. Harga minumannya berkisar Rp 29.000-48.000 dan makanannya antara Rp 38.000-85.000.

    2. Cafe Batavia

    • Lokasi: Kawasan Kota Tua Jakarta, Jl. Pintu Besar Utara No. 14 – Taman Sari
    • Jam Buka: Senin-Kamis (09.00-00.00), Jumat (09.00-01.00), Sabtu (07.00-01.00), Minggu (07.00-00.00).
    Cafe Batavia.Cafe Batavia. Foto: Instagram @cafe_batavia

    Cafe Batavia termasuk salah satu restoran tertua di Tanah Air yang memiliki sejarah menarik. Bangunannya bergaya vintage lantaran memang telah berdiri sejak 1805 yang digunakan sebagai tempat tinggal para pejabat VOC sekaligus kantor administrasi.

    Kemudian gedungnya dibeli oleh keturunan Perancis dan diubah menjadi galeri seni, sebelum akhirnya dibuat restoran pada 1993. Hingga kini, suasana Cafe Batavia masih dipertahankan seperti awal resto dijalankan.

    Hidangan yang disajikan di sini otentik. Menu andalannya yang patut dicoba, antara lain Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

    3. Lekker dan Kopi By Lekker Story

    • Lokasi: Jl. Tanjung Duren Raya No. 17B, Grogol Petamburan
    • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-01.00 WIB.
    Lekker dan Kopi By Lekker Story.Lekker dan Kopi By Lekker Story. Foto: Instagram @lekkerstory

    Kalau mau nongkrong sambil mencicipi makanan ringan seperti lekker, bisa datang ke Lekker Dan Kopi By Lekker Story. Sesuai namanya, tempat ini menyajikan aneka lekker dan minuman kopi serta non kopi.

    Menu lekker favoritnya yang bisa dijajal yaitu topping cokelat keju, Silverqueen, keju susu, Choco Crunch keju, Nutella & Skippy, greentea keju, dan Ovomaltine keju. Untuk harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 3.000-15.000 saja.

    4. Kopitagram

    • Lokasi: Jl. Kasturi No. 22, Pal Merah
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00-21.00 WIB.
    Kopitagram.Kopitagram. Foto: Instagram @kopitagram

    Selain nongkrong, Kopitagram cocok banget untuk tempat WFC. Tempatnya nyaman dan tersedia banyak pilihan seat indoor outdoor, bisa lesehan, kursi, bean bag, maupun seat khusus kerja.

    Menu makanan dan minumannya juga lengkap dan enak-enak. Ada minuman kopi dan non kopi, pastry, cake, ice cream, camilan ringan, serta hidangan berat. Harga menunya cukup terjangkau lho.

    5. Sudutsatu Cafe

    • Lokasi: Jl. Tanjung Duren Barat I No. 1C, Grogol Petamburan
    • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-21.30 WIB.
    Sudutsatu Cafe.Sudutsatu Cafe. Foto: Instagram @sudutsatu.

    Tempat nongkrong lainnya di Jakbar ada Sudutsatu Cafe. Kafe ini cozy, aesthetic, juga punya area luas. Cocok juga untuk tempat kerja ataupun nugas karena terdapat banyak colokan.

    Untuk menunya terdapat makanan berat seperti rice bowl, nasi goreng, sop iga, dan indomie. Camilannya tersedia chicken bites, french fries, hingga onion ring. Kalau minumannya ada aneka kopi dan non kopi.

    6. Ali Kopi Cafe & Roastery

    • Lokasi: The Bale Unit 2D, Jl. Daan Mogot Baru, Kalideres
    • Jam Buka: Setiap hari, 09.00-23.00 WIB.
    Ali Kopi Cafe & Roastery.Ali Kopi Cafe & Roastery. Foto: Instagram @alikopiroastery.

    Kafe luas lainnya yang cocok untuk nongkrong yaitu Ali Kopi Cafe & Roastery. Di sini ada banyak seat di indoor, outdoor, maupun rooftop. Tempatnya adem dan ramai didatangi pengunjung. Setiap hari Sabtu ada live music, jadi bisa sing along bareng teman-teman.

    Menunya cukup bervariasi. Makanannya ada aneka rice bowl, nasi goreng, indomie, roti bakar, camilan ringan, dessert, juga pastry. Minumannya bisa pilih kopi, teh, soda, milkshake, boba, ataupun jus. Oh iya, di sini ada juga ruang billiard lho.

    7. Strawberry Cafe

    • Lokasi: Greenville Blok AY No. 9A, Duri Kelapa – Kebon Jeruk
    • Jam Buka: Setiap hari, 12.00-22.30 WIB.
    Strawberry Cafe.Strawberry Cafe. Foto: Instagram @strawberycafe

    Ingin nongkrong sambil main board game di Jakbar? Bisa ke Strawberry Cafe. Kafe ini disebut-sebut sebagai kafe board game pertama di Indonesia. Di sini terdapat banyak papan permainan yang dapat dijajal lho.

    Selain itu, menu makanan dan minuman yang disajikan juga bervariasi dan enak-enak. Ada pizza, pasta, nasi goreng, sate, hingga nachos. Untuk minumannya tersedia teh, jus, maupun es manis lainnya.

    8. Pancong Rest Coffee

    • Lokasi: Jl. Sulaiman No. 10, Kebon Jeruk
    • Jam Buka: Setiap hari, 24 Jam.

    Kalau cari tempat nongkrong yang buka 24 jam setiap harinya di Jakarta Barat, bisa ke Pancong Rest Coffee. Tempatnya selalu ramai, areanya cukup luas, dan duduknya lesehan.

    Sesuai namanya, menu yang ditawarkan adalah kue pancong. Selain itu terdapat indomie, pisang bakar, dan roti panggang. Untuk minumannya bervariasi, ada yang panas maupun dingin. Harga menunya terjangkau, mulai dari Rp 4.000-20.000 saja.

    9. ONNI House Jakarta

    • Lokasi: Jl. Tanjung Duren Utara V No. 242, Tanjung Duren
    • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.
    ONNI House Jakarta.ONNI House Jakarta. Foto: Instagram @onnihouse.jkt

    ONNI House punya suasana homey dengan interior unik dan sedikit sentuhan vintage. Si setiap sudut kafe ini juga akan ditemukan tanaman hijau maupun dekorasi bunga yang cantik.

    Untuk menunya beragam, mulai dari cake, dessert, snacks, salad, pasta, pizza, sampai hidangan berat. Sementara minumannya ada mocktail, kopi, non kopi, teh, serta bir.

    10. Libero

    • Lokasi: Jl. Dr. Susilo Raya Np. C4, Grogol Petamburan
    • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-00.00 WIB.
    Libero.Libero. Foto: Instagram @libero.indonesia.

    Kafe aesthetic dan cozy lainnya di Jakbar yaitu Libero. Tempatnya luas bergaya industrial, seat-nya indoor outdoor, ada smoking area, ruang billiard, serta mushola. Tempat ini juga cocok untuk WFC maupun nugas.

    Menu di sini komplet, mulai dari hidangan Indonesia, Jepang, Asia, sampai western. Ada pizza, sushi, sup, salad, pasta, udon, nasi goreng, hingga wagyu. Camilannya ada nachos, tacos, mantou, tahu fantasi, yakitori, sampai tempura.

    Minumannya tersedia mocktail, milkshake, kopi, non kopi, bir, dan teh. Ada pula aneka dessert maupun gelato yang lezat.

    11. Kuup Boardgame Cafe

    • Lokasi: Greenville Blok AY No. 11, Duri Kelapa – Kebon Jeruk
    • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.
    Kuup Boardgame Cafe.Kuup Boardgame Cafe. Foto: Instagram @kuupboardgame.

    Tempat nongkrong lainnya yang menyediakan papan permainan yaitu Kuup Boardgame Cafe. Terdapat puluhan board game seru yang bisa dimainkan bersama teman-teman cukup dengan menyewa seharga Rp 40.000-50.000.

    Selama main juga bisa sekalian mencicipi makanan dan minuman yang ada. Menu yang ditawarkan seperti es kopi susu, milkshake, kopi latte, smoothie, rice bowl, roti kopi, croissant, nasi goreng, pasta aglio olio, dan popcorn chicken.

    Nah, itu tadi sederet tempat nongkrong asik di Jakarta Barat yang menyediakan makanan minuman enak, board game, hingga live music. So, kamu tertarik nongkrong di mana nih?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gedung Arsip Nasional Ternyata Dulu Rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda



    Jakarta

    Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada di Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, sangat mencolok di antara bangunan lain di sekitarnya. Ternyata, dulu rumah tinggal gubernur jenderal Hindia Belanda.

    Merujuk catatan sejarah, bangunan tersebut milik seorang Belanda yang bernama Gubernur Jenderal Reiner de Klerk. Sebelum diangkat menjadi gubernur jenderal, ia adalah anggota Raad van Indie atau organisasi pusat Pemerintah Hindia-Belanda. Dan, saat masih menjadi anggota Raad van Indie, di tahun 1755, itulah ia membeli tanah di Jalan Gajah Mada itu.

    Kemudian, pada 1760 bangunan megah dengan arsitektur khas tersebut berdiri.


    Kini, setelah 264 tahun, bangunan utama rumah pribadi itu masih kokoh. Bangunan itu bisa dilihat dari pinggir jalan ketika melintasi jalanan Gajah Mada.

    Selain bangunan utama, di kedua sisinya juga terdapat paviliun-paviliun yang digunakan untuk menyambut tamu sebelum masuk ke dalam rumah.

    detikTravel menyambangi bekas kediaman sang Belanda tersebut dan melihat keindahan bangunannya secara langsung, Kamis (18/7/2024). Pada tahun 1777 diangkatlah Reiner menjadi Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dan rumah pribadinya pun berubah menjadi istana negara.

    Menurut salah satu pemandu di Gedung Arsip Nasional mengatakan bahwa Reiner merupakan seorang pejabat yang agamis. Itu bisa dilihat dari ukiran-ukiran yang berada di atas pintu-pintu rumah itu (loster angin) seperti perempuan yang sedang memegang salib, perempuan memegang jangkar, perempuan di atas kerbau, vas bunga, dan lelaki di atas singa

    “Ornamen-ornamen di rumah ini tuh memiliki simbol, punya filosofi bukan hanya sekadar pemanis ruangan seperti ini perempuan megang salib itu filosofinya adalah si Tuang Reiner itu orang yang taat terhadap agama. Terus pintu utama itu perempuan memegang jangkar itu adalah ucapan selamat datang,” kata pemandu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

    “Terus ada vas bunga itu filosofinya tuh si Tuan Reiner itu berharap rumah ini berkembang, harum, dan ini wanita di atas kerbau jadi harapannya si Tuan Reiner VOC atau Belanda itu tidak kekurangan pangan. Sebelah sini ada lelaki di atas singa, singa kan salah satu simbol kekuatan jadi Belanda atau VOC itu bisa menguasai dunia,” ujar dia sambil berjalan.

    Dari ceritanya gedung bersejarah ini masih terjaga sekitar 90% keasliannya mulai dari pintu, lantai, hingga langit-langit atapnya masih terawat hingga sekarang. Bekas kediaman Reiner ini memiliki dua tingkat.

    Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Selain agamis, dari bangunan rumah itu, Reiner juga merupakan sosok yang senang berkumpul bersama teman dan kolega-kolega. Tinggalan itu berupa lantai dua yang berfungsi untuk menjamu kedatangan tamu-tamu Reiner.

    Di bagian atas setelah menaiki tangga yang ikonik akan terlihat ruang luas yang di tengahnya terdapat meja makan kayu yang panjang. Di tempat inilah Reiner akan menikmati hari bersama rekan dan koleganya, ada cerita menarik dari ruang perjamuan ini.

    Pemandu itu bercerita ketika Reiner dan rekan serta koleganya sudah masuk ke dalam ruang tersebut maka pintu utama yang berada di tengah akan di tutup.

    Untuk itu, para pelayan tak boleh melewati pintu utama selagi Reiner dan yang lainnya sudah di dalam. Akses masuk para pelayan berada di pintu samping dekat tangga untuk masuk ke dalam ruangan.

    “(Pintu) ini ketika acara sudah dimulai dia lewat situ jadi ketika si tuan sudah ready dan perjamuan makan sudah di mulai, (pintu) ini ditutup, pintu itu ditutup, nah yang ini dibuka. Jadi ini dibuka khusus pelayan yang menyajikan makanan,” kata pemandu itu sambil menutup pintu.

    Selain terdapat berbagai furniture yang sudah ratusan tahun, di area ini juga terdapat beberapa peta dan lukisan-lukisan jadul. Reiner juga merupakan ketua organisasi sejarah Hindia-Belanda yang oleh karenanya terdapat banyak koleksi peta-peta zaman dahulu.

    Beranjak dari bangunan utama, di belakang yang terdapat halaman luas itu berdiri deretan ruangan di setiap sisi yang dulu dipakai untuk tempat tinggal para pelayan di rumah Reiner. Adapun replika lonceng yang digunakan untuk menentukan jam kerja para pelayan.

    Reiner meninggal pada tahun 1780 dan sepeninggalnya bangunan ini diwariskan kepada sang cucu Franz Reiner. Mulai dari peristiwa inilah bangunan tersebut banyak berganti kepemilikan dan berganti fungsi.

    Setelah Tak Didiami Reiner: Rumah Yatim Piatu, Gedung Arsip

    Satu tahun setelah Reiner meninggal, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda beralih kepemimpinan di bawah Johannes Siberg. Dia membeli rumah Reiner itu pada 1786.

    Kemudian, ia meninggal pada 1817. Di tahun yang sama rumah itu pun kembali beralih kepemilikan ke tangan Ketua Dewan Keuangan Hindia-Belanda, Lambertus Zeegers.

    Hanya satu tahun memegang kuasa penuh rumah ini, Leendert Miero, berhasil membeli rumah dengan arsitektur Closed Dutch Style itu. Puluhan tahun berlalu, tepatnya 1844 bangunan itu kemudian dibeli oleh College van Diakenen dari Gereja Protestan.

    Oleh diakenen, bangunan itu digunakan sebagai rumah yatim piatu.

    Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Di tahun 1900 Pemerintah Hindia-Belanda mengambil alih bagunan tersebut karena dianggap sudah tak layak digunakan. Setelah itu dialihfungsikan kembali menjadi kantor Dinas Pertambangan kala itu.

    Kemudian, mulai 1925 Pemerintah Hindia-Belanda kantor Dinas Pertambangannya menjadikan rumah itu sebagai kantor arsip milik pemerintah.

    Dari sinilah silsilah kantor arsip miliki Hindia-Belanda menjadi kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kini, gedung itu tidak lagi berfungsi sebagai gedung arsip, karena semua arsipnya dipindahkan ke Gedung ANRI yang berada di Jalan Ampera.

    Selain daya tarik tentang bangunan bersejarah itu, di kawasan tersebut juga terdapat Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan. Pusat studi itu ,menyimpan arsip tentang perjalanan Presiden Soekarno.

    Jam Operasional dan Tiket masuk

    Masyarakat yang ingin berkunjung dan melihat bangunan bekas rumah Reiner de Klerk bisa berkunjung setiap harinya mulai dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB, tanpa dipungut biaya.

    Sama halnya dengan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan pengujung tidak perlu mengeluarkan biaya dan bisa datang di jam yang serupa, namun hanya bisa dikunjungi dari hari Senin sampai Jumat.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gedung Candra Naya Bertahan Dipeluk Gedung-gedung Modern nan Menjulang



    Jakarta

    Jakarta Barat memiliki kawasan Pecinan terluas di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa, salah satunya Gedung Candra Naya.

    Gedung Candra Naya berada di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat. Gedung itu dulu merupakan rumah tinggal milik Mayor Khouw Kim An dan didirikan pada abad ke-19.

    Gedung Candra Naya tak terlihat dari jalan raya. Gedung itu diapit oleh bangunan-bangunan tinggi seperti hotel, perkantoran, dan apartemen.


    Gedung Candra Naya memiliki tiga bangunan asli. Satu bangunan utama dekat lobi hotel sedangkan dua lainnya berada di kedua sisi bangunan utama tersebut. Sebetulnya dulu ada empat bangunan namun kini sudah berubah menjadi apartemen.

    Petugas keamanan yang berjaga di Gedung Candra Naya, Lutfi mengatakan bangunan tersebut merupakan ruangan selir dan bangunan itu memiliki dua tingkat.

    Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya di Glodok, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Saat detikTravel berkunjung Gedung Candra Naya, Rabu (17/7/2024) Lutfi menceritakan beberapa hal tentang gedung yang telah menjadi cagar budaya itu.

    “Ini bangunan ada tiga bangunan, sisi selatan sama sisi utara, nah ini bangunan induknya. Ini rumah Khouw Kim An, dulu dibelakang ada (bangunan) dua lantai nah itu tempatnya para selir, sekarang udah dibongkar dimakan sama apartemen,” kata Lutfi.

    Dari catatan sejarah yang berada di gedung tersebut, belum ada tahun pasti kapan bangunan ini resmi didirikan, yang pasti bangunan ini sudah ada sebelum Khouw Kim An lahir. Jadi entah sang kakek Khouw Kim An (Khouw Tjeng Tjoan) atau sang ayah (Khouw Tian Sek), anggapannya bangunan ini dibangun tahun 1807 oleh Khow Tjeng Tjoan untuk merayakan kelahiran anaknya yakni ayah dari Khouw Kim An di tahun 1808.

    “Yang dari sejarah itu kemungkinan sekitar 1800-an ini bangunan dibangun, sekarang yang orang tahu tuh rumahnya Mayor Khouw Kim An. Nah itu Khouw Kim An sendiri adalah penerus, dia sebagai cucu bukannya sebagai yang punya (pendiri) bangunan ini jadi ini peninggalan rumah kakeknya,” ujar Lutfi.

    Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Khouw Kim An sendiri lahir pada 5 Juni 1879, berjalannya waktu rumah peninggalan keluarganya itu ditempati olehnya. Melanjut dari catatan di Gedung Candra Naya, Khouw Kim An menempati bangunan ini pada tahun 1934.

    Khouw Kim An diberikan jabatan oleh Pemerintah Belanda kala itu untuk mewakili etnis Tionghoa di Batavia, tahun 1905 karena karirnya dianggap mumpuni alhasil pangkat letnan disematkan kepadanya. Dan kurang dari sepuluh tahun Khouw Kim An sudah dua kali naik jabatan, di tahun 1908 menjadi kapten dan 1910 menjadi mayor.

    Ketika Bangsa Jepang masuk ke Indonesia di tahun 1942, dalam catatan Khouw Kim An ditahan oleh Jepang dan meninggal dalam tahanan pada 13 Februari 1945. Sepeninggal Khouw Kim An bangunan ini pun beberapa kali beralih fungsi.

    Alih Fungsi dari Pusat Perkumpulan Warga Tionghoa hingga Pusat Pendidikan Candra Naya

    Setelah Perang Dunia Kedua berakhir di tahun 1946, bangunan ini dipakai menjadi tempat bagi Asosiasi Xin Ming (perkumpulan sosial) yang memiliki tujuan sebagai pusat informasi bagi etnis Tionghoa kala itu. Berbagai kegiatan banyak asosiasi ini lakukan di antaranya membuat klinik diagnostik yang menjadi awalan dari Rumah Sakit Sumber Waras.

    Selain itu juga beberapa kegiatan olahraga seperti biliar, bulu tangkis hingga kungfu. Dan gedung tersebut juga sempat jadi pusat pendidikan SD, SMP, SMA yang bernama Candra Naya, di tahun 1965 atas permintaan Organisasi Persatuan Etnis untuk mengganti nama gedung menjadi Gedung Candra Naya.

    Kini di area belakang bangunan utama Gedung Candra Naya terdapat sebuah kolam ikan yang indah. Menurut Lutfi kolam tersebut bukan bawaan dari bangunan lama.

    Ia mengetahui setelah bertanya kepada salah satu pengunjung yang ternyata sempat mengenyam pendidikan di SD Candra Naya.

    “Kolam ikan itu baru, dulu lapangan tempat latihan kungfu. Soalnya saya dapat informasi ini semuanya itu memang dari alumni SD dulu yang di sini, saya tanya umurnya udah berapa? Udah 60 tahunan,” kata dia.

    Gedung Candra Naya saat ini seperti tak lekang dimakan zaman, walaupun sudah ratusan tahun berdiri daya tarik bangunannya masih terus terjaga. Arsitektur China klasik terlihat dari berbagai ukiran yang ada di setiap bangunan tersebut, Lutfi juga menyebut juga kerap datang arsitek yang ingin melihat bangunan Candra Naya.

    “Ada beberapa arsitek yang datang ke sini, liat-liat bangunan ini katanya buat referensi dia gitu,” ujar Lutfi.

    Bangunan yang statusnya sudah menjadi cagar budaya ini tetap bertahan di tengah gempuran gedung tinggi di sekelilingnya. Jika ingin langsung melihat keindahan bangunan ratusan tahun ini, kamu bisa datang setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


    Jakarta

    Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

    Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

    Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

    Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


    1. Stasiun KA Jakarta Kota

    Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

    Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

    Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

    Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

    Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

    2. Pelabuhan Sunda Kelapa

    Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

    Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

    Jam buka: 24 jam.

    Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

    Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

    3. Museum Fatahillah

    Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

    Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

    Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

    Harga tiket masuk:

    • Dewasa: Rp 5.000 per orang
    • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

    Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

    Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

    4. Taman Fatahillah

    Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

    Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

    Jam buka: 06.00-22.00 WIB

    Harga tiket masuk: gratis

    Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

    Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

    Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

    5. Toko Merah

    Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

    Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

    Jam buka: 08.00-22.00 WIB

    Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

    Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

    Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

    Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

    6. Museum Bank Indonesia

    Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

    Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

    Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

    Harga tiket masuk:

    • Umum: Rp 5 ribu
    • Pelajar/mahasiswa: gratis

    Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

    7. Museum Bank Mandiri

    museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

    Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

    Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

    Harga tiket masuk:

    • Dewasa: Rp 5.000 per orang
    • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
    • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
    • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

    Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

    Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

    Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

    8. Museum Seni Rupa dan Keramik

    museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

    Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

    Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

    Harga tiket masuk:

    • Dewasa: Rp 5.000 per orang
    • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

    Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

    Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

    9. Museum Bahari

    Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

    Harga tiket masuk:

    • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
    • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
    • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

    Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

    Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

    Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

    10. Magic Art 3D Museum Jakarta

    Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

    Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

    Jam buka: 10.00-18.00 WIB

    Harga tiket masuk:

    • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
    • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

    Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

    Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

    11. Museum Wayang

    Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

    Harga tiket masuk:

    • Dewasa: Rp 5.000 per orang
    • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

    Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

    Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

    Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

    Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

    12. Kawasan Kali Besar

    Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

    Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

    Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

    13. Jembatan Kota Intan

    Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

    Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

    Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

    Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

    Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

    14. Pasar Petak Sembilan Glodok

    Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

    Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Jam buka: 06.00-15.30 WIB

    Harga tiket masuk: gratis

    Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

    Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

    Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

    15. Vihara Jin De Yuan

    Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

    Jam buka: 06.00-16.00 WIB

    Harga tiket masuk: gratis

    Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

    Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

    Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

    Sejarah Kota Tua Jakarta

    Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

    Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

    Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

    Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

    VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

    Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

    Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

    Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com