Tag: jakarta

  • Pelajaran dari Kecelakaan Maut Honda Jazz Ngebut Tabrak Bokong Truk



    Jakarta

    Viral di media sosial video yang menggambarkan mobil Honda Jazz menabrak bagian belakang truk. Akibat kecelakaan itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Ini pelajaran pentingnya.

    Dikutip detikJabar, insiden itu terjadi pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 10.15 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, yakni Honda Jazz nomor polisi F 1264 GZ dengan kendaraan jenis truk boks nomor polisi W 8292 UQ.

    “Betul kejadiannya hari Senin di ruas Tol Cipularang KM 111+200, Kampung Cikuda, RT 02/04, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Cimahi, Ipda Yusup Gustiana.


    Yusup mengatakan kecelakaan itu berawal saat mobil Honda Jazz yang dikemudikan Anisa Nadya Sukma (25) melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Sementara di arah yang sama, melaju truk boks yang dikemudikan Basuki.

    “Kendaraan ini melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Sementara truk melaju di jalur pelan,” kata Yusup.

    Pelajaran Penting dari Kecelakaan Maut Honda Jazz vs Truk

    Praktisi keselamatan berkendara praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) SonySusmana mengungpkan, dari kecelakaan maut ini ada pelajaran penting yang bisa diambil. Utamanya adalah bijak dalam mengontrol kecepatan kendaraan.

    “Pengemudi yang ngebut, terutama di jalan tol itu skala emosionalnya naik, dan celakanya (tingkat) rasionalnya turun,” kata Sony kepada detikOto, Kamis (11/9/2025).

    Saat pengemudi hanya gaspol, yang terjadi adalah mobil melaju kencang. Dalam kecepatan tinggi itu, visibilitas pengemudi menyempit.

    “Kombinasi dari ngebut tersebut adalah berzigzag mencari celah dan ditambah dengan sedikit memanfaatkan rem. Ini bahaya! Jika ada hambatan, maka dia tidak mampu mengambil keputusan yang benar,” ujar Sony.

    Untuk memastikan kondisi aman, lanjut Sony, paling tidak harus memenuhi tiga komponen, yaitu kecepatan yang selaras dengan arus lalulintas, jaga jarak aman dan tidak menggunakan bahu jalan tol.

    “Boleh buru-buru, tetapi tetap kontrol emosi. Ketika emosi terkontrol maka akal sehat akan memandu pengemudi dalam mengambil keputusan yang teraman,” ucapnya.

    Di Tol Cipularang dan beberapa ruas jalan tol lain yang hanya tersedia dua lajur, pengendara mungkin akan sedikit ‘terganggu’ dengan adanya truk yang melaju pelan. Agar tidak terjadi kecelakaan serupa dengan truk, sebaiknya pengendara tetap fokus dan kontrol kecepatan.

    “Truk di depan kan terbaca mata pengemudi. Langkah yang umum dilakukan adalah mendahului. Tapi sebelum itu dilakukan, yang pertama kurangi dulu kecepatan, terus jaga jarak untuk mendapatkan visibilitas di depan truck, cek kaca spion. Jika di belakang clear, nyalakan lampu sign kanan dan menyusul dengan manuver yang lembut,” saran Sony.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 9 Taman yang Tersebar di Jakarta, Bisa Buat Piknik sampai Olahraga


    Jakarta

    Siapa bilang Jakarta hanya penuh dengan kemacetan dan gedung-gedung tinggi? Di antara padatnya aktivitas kota, Jakarta punya banyak taman yang bisa jadi tempat istirahat sejenak dari kesibukan.

    Entah untuk sekadar duduk santai di bawah pohon rindang, piknik bersama keluarga, atau berolahraga di pagi dan sore hari, taman-taman ini siap menyambut siapa saja yang ingin menikmati udara segar di tengah kota.

    9 Taman yang Tersebar di Jakarta

    Sebagai kota metropolitan, Jakarta tentu membutuhkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai ‘paru-paru’ kota, sekaligus ruang untuk beraktivitas masyarakat. Disadur dari laman resmi Provinsi DKI Jakarta, pemerintah menghadirkan berbagai ruang terbuka seperti Taman Kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan Hutan Kota.


    Taman Kota menjadi salah satu ruang publik yang dibangun secara masif oleh Pemprov DKI Jakarta. Taman ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

    TMB merupakan bagian dari pengembangan RPTRA yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu, RTPRA dirancang sebagai taman atau area terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari permainan anak, kamera pengawas (CCTV), hingga ruangan pendukung seperti perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan area komunitas lainnya.

    Berikut beberapa taman terbaik yang tersebar di Jakarta, bisa jadi tempat wisata menghabiskan waktu akhir pekanmu untuk piknik, sampai olahraga:

    1. Taman Suropati (Menteng, Jakarta Pusat)

    Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

    Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

    Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

    Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

    2. Taman Menteng (Menteng, Jakarta Pusat)

    Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

    Tak jauh dari Taman Suropati, ada Taman Menteng yang tak kalah menarik. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektar dan dihiasi oleh beragam jenis tanaman, setidaknya ada sekitar 30 spesies yang tumbuh.

    Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni. Salah satu keunikan taman ini adalah adanya 44 sumur resapan yang berfungsi untuk membantu menyerap air hujan ke dalam tanah.

    3. Taman Tabebuya (Jagakarsa, Jakarta Selatan)

    Taman Tabebuya di JakselFoto: Fitraya Ramadhanny

    Taman Tabebuya merupakan salah satu taman yang wajib untuk dikunjungi karena di momen-momen tertentu, bisa muncul pohon tabebuya yang cantik. Pohon tersebut jika tengah berbunga memiliki beragam keindahan warna seperti merah, merah muda, hingga kuning.

    Taman ini terletak di Jalan Moh. Kahfi No. 1 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas 9.626 meter persegi. Area rerumputan yang cukup luas di sana digunakan masyarakat sebagai tempat untuk piknik dan bersantai.

    Taman ini punya danau buatan dan jalur pejalan kaki yang asri, sangat cocok untuk piknik santai atau sekadar berfoto-foto dengan latar pohon tabebuya yang bermekaran di musim tertentu.

    4. Taman Langsat (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

    Taman Langsat di Jalan Barito, Jaksel, bakal dibuka 24 jam. Yuk lihat kondisi terkini taman yang menawarkan suasana asri tersebut.Foto: Pradita Utama

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggulirkan wacana empat taman yang direncanakan beroperasi 24 jam. Di antaranya Taman Langsat, Taman Ayodya, Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Tiahahu.

    Taman Langsat menjadi salah satu yang letaknya berdekatan dengan Sekretariat ASEAN bakal jadi ikon baru ruang terbuka ibu kota. Lokasinya ada di Jl Barito, RT.1/RW.1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

    Taman Langsat kerap menjadi daya tarik bagi warga Jakarta berkat area lahannya yang luas serta nuansa hijau yang sejuk dan rindang. Berbagai kegiatan sering dilakukan di taman ini, mulai dari berolahraga, berkumpul sambil menikmati hidangan, hingga sekadar bersantai dan meresapi suasana tenang di sekitarnya.

    Taman yang bakal dibuka 24 jam ini memiliki luas 3,6 hektare, dilengkapi dengan fasilitas jogging track sepanjang 750 meter, lapangan tenis, area koleksi tanaman dan pembibitan pohon palem raja, kolam teratai dan sungai buatan, arena bermain anak (ayunan & perosotan), danau mungil dengan taman teratai, toilet umum, mushola, dan area parkir.

    Taman Langsat cocok untuk yang ingin lari pagi, yoga, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau. Jalur setapak yang luas memudahkan pengunjung berolahraga atau membawa anak-anak berjalan-jalan santai.

    5. Taman Ayodia (Barito, Jakarta Selatan)

    Taman ini terletak di Jl Lamandau III No.RT.4, RT.4/RW.7, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan dengan luas sekitar 8.000 meter persegi. Taman ini memiliki sebuah kolam di bagian tengah, lengkap dengan air mancur yang menyala setiap dua jam sekali.

    Area di sekitar kolam sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memberi makan ikan. Berbeda dengan taman lain yang biasanya dipadati pengunjung di pagi dan sore hari, Taman Ayodia justru mulai ramai saat sore menjelang malam.

    Meski jam operasional resminya dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tak jarang pengunjung betah bersantai hingga pukul 21.00 WIB. Tak heran jika taman ini menjadi salah satu taman yang diwacanakan akan beroperasi 24 jam.

    Salah satu alasan taman ini cukup diminati adalah lokasinya yang berdekatan dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Tersedianya banyak bangku membuat taman ini nyaman untuk bersantai, bahkan beberapa pengunjung memilih duduk di area rerumputan atau di tepi beton di pinggiran kolam.

    Meski tak dilengkapi wahana bermain anak, taman ini menyediakan beberapa fasilitas kebugaran. Selain itu, Taman Ayodia juga menjadi tempat yang pas untuk berolahraga, baik pagi maupun sore, karena tersedia alat-alat kebugaran dan jalur jogging yang bisa digunakan untuk berjalan santai.

    6. Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat)

    Para pegiat literasi dari komunitas 'Kumpul Baca' membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca.Para pegiat literasi dari komunitas ‘Kumpul Baca’ membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca. Foto: Ari Saputra

    Lapangan Banteng berlokasi di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Dirangkum dari laporan detikTravel dan laman resmi DPRD DKI Jakarta, alun-alun bersejarah ini punya Monumen Pembebasan Irian Barat, yang dibangun pada tahun 1963.

    Di sisi utara lapangan, tersedia fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Sedangkan di bagian selatan, pengunjung bisa menikmati taman yang dilengkapi kolam setengah lingkaran, air mancur dengan pertunjukan cahaya, serta area teater terbuka.

    Lapangan Banteng juga dikelilingi oleh sejumlah bangunan penting, antara lain bekas Istana Daendels atau yang dikenal sebagai Witte Huis (Gedung Putih) yang kini menjadi kantor Kementerian Keuangan RI di sisi timur. Di bagian utara berdiri Kantor Pos Pusat Jakarta, sementara Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal berada di sudut barat laut.

    Di sudut barat daya terdapat gedung Kementerian Agama RI, dan sisi selatannya diisi oleh Hotel Borobudur. Akses menuju taman ini juga sangat mudah, karena bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari bus TransJakarta, Stasiun KRL Juanda, hingga MRT dari arah Bundaran HI.

    7. Taman Literasi Martha Tiahahu (Melawai, Jakarta Selatan)

    Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025).Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025). Foto: (Adrial Akbar/detikcom)

    Taman ini terletak di Jl Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Literasi terletak di kawasan Blok M, yang selalu ramai dengan pengunjung karena banyaknya tempat kuliner yang sedang viral.

    Di sini, kamu dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada. Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai.

    Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini. Kolam Taman Literasi menjadi daya tarik bagi anak-anak.

    8. Taman Leuser (Jakarta Selatan)

    Taman Leuser berada di Jl Lauser No.4 8, RT.8/RW.4, Gunung, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Taman ini memiliki luas sekitar 12.000 m² dan menawarkan berbagai fasilitas, seperti jogging track, area bermain anak, serta taman dengan berbagai jenis tanaman.

    9. Taman Cattleya (Tanjung Duren, Jakarta Barat)

    Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Foto: Rifkianto Nugroho

    Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Taman yang satu ini berada tak jauh dari jalur tol Jakarta-Merak.

    Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

    Taman ini dirancang dengan pembagian area yang jelas, mulai dari zona khusus jogging, area untuk bersantai, hingga tempat bermain bagi anak-anak. Fasilitas di taman ini juga cukup lengkap, tersedia lahan parkir untuk sepeda, motor, maupun mobil, sehingga pengunjung tak perlu khawatir soal tempat parkir.

    Bagi yang datang menggunakan transportasi umum, taman ini mudah diakses dan jaraknya cukup dekat dari beberapa titik pemberhentian. Hanya sekitar tujuh menit berjalan kaki dari halte TransJakarta Kota Bambu Arah Utara, atau sekitar 14 menit berjalan kaki dari Wisma Rimadi Kemanggisan yang dilintasi JakLingko.

    Itulah beberapa taman menarik yang bisa ditemukan di Jakarta. Jadi, kalau ingin cari tempat santai atau olahraga tanpa keluar biaya, taman-taman ini bisa jadi pilihan.

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 15 Rekomendasi Tempat Jalan-jalan di Jakarta, Biar Nggak Melulu ke Mal


    Jakarta

    Meski dikenal sebagai kota metropolitan yang sibuk, ternyata Jakarta menyimpan banyak destinasi menarik yang bisa dijelajahi tanpa harus masuk mal. Banyak pilihan tempat seru yang bisa dieksplorasi dari taman kota yang adem, kawasan bersejarah yang penuh cerita, sampai spot-spot unik yang Instagramable.

    Kalau kamu juga suka kulineran, beberapa destinasi jalan-jalan berikut juga bisa jadi pilihan. Jakarta punya banyak pilihan kuliner yang menarik untuk dikunjungi.

    15 Rekomendasi Tempat Jalan-jalan di Jakarta

    Berikut ada daftar 15 rekomendasi tempat jalan-jalan kekinian di Jakarta yang sayang dilewatkan, lengkap dengan informasi lokasi, jam operasional, dan harga tiket masuknya.


    1. M Bloc Space

    Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19.Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19. Foto: Grandyos Zafna

    Tempat nongkrong anak gaul paling kekinian ini, ada di Jalan Panglima Polim No. 37, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 10.00-23.00 WIB, di dalamnya ada banyak tempat kulineran dan fashion yang menarik.

    Dulu tempat ini merupakan bekas pabrik uang, sekarang jadi pusat kegiatan anak muda. Di sini kamu bisa menemukan galeri seni, kafe, toko pernak-pernik, hingga panggung live music. M Bloc Space juga rutin jadi lokasi berbagai event seru, dan masih di sekitar Blok M ada banyak destinasi kuliner yang lagi viral.

    2. Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta

    Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025).Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025). Foto: Grandyos Zafna

    Kota Tua menjadi salah satu destinasi favorit di Jakarta yang bisa dinikmati tanpa biaya masuk. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau dengan transportasi umum, membuatnya cocok untuk dikunjungi siapa saja.

    Lokasi Wisata Kota Tua ada di Jl Taman Fatahillah No.1, RT.7/RW.7, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat dengan jam operasional buka setiap hari, pukul 08.00-21.00 WIB. Tanpa biaya masuk, wisatawan bisa jalan-jalan, berfoto, atau masuk ke Museum Sejarah Jakarta dengan harga tiket Rp 15 ribu.

    Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri area Kota Tua sambil menikmati suasana tempo dulu dan mampir ke berbagai museum bersejarah yang berada di sekitarnya. Beberapa museum yang menarik antara lain Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

    3. Pos Bloc

    Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

    Terletak di Jalan Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Gedung Filateli ini sudah disulap jadi ruang kreatif untuk publik. Nuansa tempatnya sangat estetik dan cocok buat hangout.

    Ada UMKM dari berbagai bidang seperti makanan, musik, fashion, film, sampai kerajinan tangan. Pos Bloc buka setiap hari Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-0000 WIB. Masuknya tidak dipungut biaya, lho!

    4. Monas

    Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom)Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom) Foto: Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom)

    Sebagai salah satu simbol kebanggaan Jakarta, Monumen Nasional atau yang dikenal dengan Monas adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi. Pengunjung dapat naik ke puncaknya untuk menikmati panorama Kota Jakarta dari ketinggian.

    Selain itu, di dalam area Monas juga terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, cocok untuk mengenal lebih dalam perjalanan sejarah bangsa. Area di sekitar Monas yang luas dan terbuka juga menjadi tempat favorit untuk berfoto dan bersantai.

    Monas terletak di Lapangan Merdeka, Jl. Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Jam Operasionalnya setiap hari, pukul 06.00-16.00 WIB. Dikutip dari instagram resminya, berikut harga tiket terkini Monas:

    – Tiket Pelataran Puncak (Museum, Ruang Kemerdekaan dan pelataran puncak)

    • Dewasa: Rp 24 ribu
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 6 ribu
    • Mahasiswa: Rp 13 ribu.

    – Tiket Museum (Ruang Museum, Ruang Kemederdekaan dan Pelataran Cawan)

    • Dewasa: Rp 8 ribu
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 3 ribu
    • Mahasiswa: Rp 13 ribu.

    5. Trans Studio Cibubur

    Pengunjung menyaksikan pertunjukan World Of Imagination di Trans Studio Cibubur, Selasa (28/1/2025).Pengunjung menyaksikan pertunjukan World Of Imagination di Trans Studio Cibubur, Selasa (28/1/2025). Foto: Rifkianto Nugroho

    Tempat bermain indoor yang cocok untuk keluarga, ya ada di Trans Studio. Memiliki zona permainan tematik, termasuk skydiving dalam ruangan pertama di Indonesia.

    Trans Studio Cibubur terletak di Lantai 3 Trans Studio Mall Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No. 230 A. Jam buka pukul 11.00-17.00 WIB, dengan tiket masuk mulai Rp 195 ribu.

    6. Hutan Mangrove PIK

    Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. Foto: Pradita Utama

    Hutan ini terletak di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Buka setiap hari pukul 08.00-17.30 WIB, dengan harga tiket Rp 15 ribu untuk anak dan Rp 30 ribu orang dewasa. Sementara untuk weekend naik Rp 5 ribu.

    Tak jauh dari Pantai Indah Kapuk 2, kamu juga bisa mengunjungi Hutan Mangrove. Destinasi ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merilekskan pikiran dari kesibukan kota.

    7. Pantai Ancol

    Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Foto: Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)

    Pantai Ancol juga bisa menjadi pilihan utama kamu. Objek wisata Jakarta satu ini cocok dijadikan tempat melepas penat.

    Terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Pantai Ancol buka pukul 06.00-14.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 25 ribu. Waktu terbaik untuk datang ke Pantai Ancol adalah di sore hari karena kita bisa melihat pemandangan matahari terbenam yang indah.

    8. Taman Ismail Marzuki (TIM)

    Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Taman ini beralamat di JAlan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat. Buka setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB, dan masuknya tanpa dipungut biaya (tergantung acara). Pusat kesenian dan budaya Jakarta ini memang sering menjadi tempat gelar pertunjukan seni, pameran, hingga diskusi budaya.

    Tempat wisata di Jakarta ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai seni. Di dalamnya, terdapat berbagai fasilitas seperti teater modern, galeri seni, bioskop, balai pameran, gedung arsip, serta Perpustakaan Jakarta yang modern.

    9. Taman Suropati

    Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

    Taman bersejarah dengan monumen ASEAN dan pepohonan rindang, cocok untuk jogging ringan atau bersantai. Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

    Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

    Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

    Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

    10. Taman Menteng

    Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

    Taman modern dengan fasilitas lengkap, termasuk rumah kaca, playground, dan area street food ini wajib dikunjungi. Taman Menteng juga kerap jadi tempat acara komunitas.

    Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni.

    11. Tebet Eco Park

    Ruang terbuka hijau (RTH) Tebet Eco Park di Jakarta Selatan menjadi salah satu destinasi rekreasi warga Jakarta untuk berlibur Lebaran 2025. Warga memboyong keluarga mereka karena bisa piknik murah di Tebet Eco Park, Rabu (2/4/2025).Warga memboyong keluarga mereka karena bisa piknik murah di Tebet Eco Park, Rabu (2/4/2025). Foto: (Mulia Budi/detikcom)

    Taman dengan desain kekinian, lengkap dengan jembatan ikonik Infinity Link Bridge dan area hijau yang cocok untuk keluarga. Letaknya pun strategis, ada di Jakarta Selatan yakni tepatnya Jalan Tebet Timur Raya No.19. Taman ini buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB, dengan tanpa dipungut biaya.

    12. Taman Cattleya

    Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya. Foto: Rifkianto Nugroho

    Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Ruang hijau yang sejuk di tengah kota, pas untuk relaksasi setelah belanja di mal sekitar.

    Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

    13. Hutan Kota GBK

    Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit. Foto: Andhika Prasetia

    Area terbuka hijau di tengah kota ini, cocok untuk olahraga pagi atau sore sambil menikmati udara segar. Hutan Kota GBK menjadi Area Taman Outdoor Multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan dengan lokasi yang strategis.

    Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan. Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. Masuk ke Hutan Kota GBK gratis, buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB.

    14. Moja Museum

    Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. Foto: Rifkianto Nugroho

    Museum interaktif penuh warna dengan sepatu roda sebagai alat keliling utama. Spot Instagramable banget! Moja Museum menjadi salah satu tempat jalan yang sedang populer di Jakarta.

    Moja Museum menawarkan konsep modern dan kekinian, memadukan berbagai karya seni yang sangat instagramable. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, instalasi seni di Moja Museum diperbarui setiap tiga bulan sekali. Museum ini terletak di Gelora Bung Karno (GBK), tepatnya di Pintu Biru Zona 8, Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat. Buka setiap hari pukul 11.00-19.30 WIB dengan harga tiket masuk mulai dari Rp 125 ribu.

    15. Museum MACAN

    Museum MACAN JakartaFoto: Dok.Museum MACAN

    Museum seni modern dan kontemporer kelas dunia ini memamerkan karya dari seniman lokal dan internasional. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi estetis yang terletak di Jakarta Barat.

    Masih dikutip dari laman Kemenpar, pendirian museum ini untuk menyelenggarakan program edukasi yang dapat dinikmati oleh pelajar, pendidik, keluarga, dan masyarakat umum. Di museum ini, pengunjung dapat menemukan berbagai instalasi seni modern dan kontemporer, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri.

    Museum ini berlokasi di AKR Tower, Jl. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Buka setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-18.00 WIB (Senin tutup), dengan harga tiket masuk Rp 70-90 ribu.

    Nah itulah tadi 15 tempat jalan-jalan di Jakarta yang bisa dikunjungi. Jadi, ada destinasi yang mau coba kamu datangi?

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Servis Mobil, Baiknya Ikuti Panduan Kilometer atau Lama Waktu Pemakaian?



    Jakarta

    Mobil harus diservis secara berkala supaya performanya selalu prima. Tapi kadang pemilik mobil dibingungkan, apakah harus servis berdasar waktu pemakaian (time-based) atau jarak tempuh (mileage-based)?

    “Servis berkala secara rutin dapat menjaga performa mobil agar selalu prima dalam mendukung mobilitas. Kondisi mobil yang selalu sehat dapat mengurangi kemungkinan masalah seperti mogok atau kecelakaan. Performa yang terjaga juga membuat mobil dapat bekerja lebih efisien sehingga lebih irit bahan bakar dan yang tak kalah penting daya tahan komponen mobil jadi lebih terjaga,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya, Senin (06/10/2025).

    Waktu Pemakaian atau Jarak Tempuh?


    Banyak yang mengira situasi jalan yang kerap macet khususnya di kota besar seperti Jakarta, bikin perhitungan servis berkala berdasarkan waktu pemakaian (time-based) menjadi paling relevan. Alasannya secara teori, jarak tempuh 10.000 km bisa diselesaikan kurang dari 6 bulan.

    Faktanya, macet panjang di kota besar membuat target tersebut sulit tercapai. Padahal di situasi macet mesin mobil tetap bekerja, bahkan lebih berat akibat tak mendapat pendinginan yang memadai. Paling buruk, idle berkepanjangan membuat campuran bensin dan udara tidak ideal sehingga memicu pembakaran tidak sempurna.

    Dampak dari Pembakaran yang Tidak Sempurna

    Tumpukan karbon akibat pembakaran tak sempurna akan menempel di ruang bakar dan komponen bergerak sehingga membuat performa mesin menurun. Efek negatifnya, tenaga mesin turun dan konsumsi bensin meningkat. Efek buruk berikutnya adalah berkurangnya daya tahan komponen mesin yang saling bergesekan.

    Selain itu, sisa pembakaran tak sempurna dapat menyusup ke dalam sistem sirkulasi oli mesin, merusak senyawa kimia oli, sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Ditambah pemaksaan mesin bekerja ekstra akibat performa turun, tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya mesin mobil rontok.

    Di waktu bersamaan, komponen lain juga bekerja keras melebihi batas normal. Seperti komponen rem, transmisi berikut oli transmisi, ban, cairan mobil, serta aki. Padahal jarak tempuh praktis tidak bertambah banyak.

    Rekomendasi Interval Servis Berkala

    Menimbang kondisi itu, Auto2000 merekomendasikan penggunaan waktu (time-based) untuk menghitung interval servis berkala, yaitu setiap 6 bulan sekali, khususnya buat mobilitas perkotaan. Tapi kalau ternyata jarak tempuh mobil sudah melewati 10.000 km padahal belum 6 bulan, sebaiknya segera servis berkala.

    Ingat, jangan tunggu mencapai 6 bulan jika mobil mobil Anda masuk dalam kategori ‘high usage’. Banyak komponen kendaraan wajib dicek ulang untuk memastikan tak ada potensi rusak. Oli juga harus diganti secara berkala supaya tak kehilangan kemampuannya dalam melindungi mesin, termasuk cairan lain seperti radiator coolant dan brake fluid.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bekas Tempat Eksekusi, Ini Pulau di Jakarta yang Paling Ditakuti



    Jakarta

    Satu-satunya bank terapung dunia, Teras BRI Kapal berlayar ke berbagai pulau di Nusantara. Mereka tentu punya pengalaman berbeda dari pekerja bank lainnya.

    Teras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ melayani inklusi keuangan di Kepulauan Seribu. Setiap minggu, mulai Senin-Jumat, kapal ini bergantian ke lima pulau yaitu Pramuka, Panggang, Kelapa-Harapan, Tidung dan Untung Jawa.

    Setiap pulau memiliki cerita yang berbeda, termasuk kisah yang membuat bulu kuduk merinding, bahkan masa lalu kelam Indonesia. Saat berlayar ke Pulau Panggang bersama bank terapung BRI, detikTravel mendengar langsung tentang seramnya Pulau Karya.


    Pulau ini berada tepat di seberang dermaga Pulau Panggang. Saat Bahtera Seva I bersandar di dermaga, satu sisi kapal otomatis menghadap ke pulau itu. Jaraknya tak sampai satu kilo.

    Teras BRI KapalTeras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ Foto: (bonauli/detikcom)

    Salah satu mantri BRI yang bernama Ryan (35) mendapat jadwal ke pulau itu. BRI memiliki dua tim yang bergantian untuk melayani ke Pulau Seribu, tim ini akan berganti setiap minggu.

    Ia bercerita bahwa pernah sekali waktu ia masih terjaga sampai pukul 01.30 WIB. Masih asyik dengan telepon genggamnya, sayup-sayup ia mendengar suara berupa ketokan di dinding kamar.

    Beberapa ketukan ia abaikan. Ia masih terpaku dengan layar handphone. Namun kali kedua, jantung Ryan seakan berhenti berdetak.

    “Kamar itukan posisinya menghadap ke laut Pulau Karya. Langsung tahu, nggak bener nih. Langsung tidur saat itu,” kenangnya sambil memeragakan di depan kru kapal.

    Yang lain ikut menimpali sambil tertawa, mereka belum pernah merasakan pengalaman yang horor, tapi sering mendengar cerita-cerita gaib dari warga Pulau Panggang.

    “Iya, tau pulau itu horor,” kata yang lain bersahutan.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    detikTravel bertanya langsung pada seorang warga asli Pulau Panggang, Sopyan Hadinata (38). Leluhurnya termasuk tokoh agama terpandang di pulau itu.

    Iyan (sapaan akrab) mengakui bahwa Pulau Karya memang angker. Sejak dulu, ia sudah mendengar cerita-cerita horor sampai jadi terbiasa dengan hal itu.

    “Dulu itu bilangnya tempat buat latihan menembak tentara. Jadi warga nggak boleh ke sana kalau ada latihan,” katanya memulai cerita.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Sebelum jadi pulau khusus pemakaman (TPU) seperti sekarang ini, Pulau Karya hanyalah hutan belantara. Ada berbagai macam tumbuhan, buah-buahan dan tentu saja pantai yang indah sana.

    “Di era pemerintahan Soeharto itu, kalau ada tentara yang ke sana warga langsung tahu mau ada latihan menembak. Karena orang tua kita zaman dulu banyak juga yang jadi pahlawan, mereka bilang kita harus hormat sama tentara,” katanya.

    Mandat untuk menjauhi pulau saat ada tentara tidak pernah dilanggar oleh warga Pulau Panggang. Yang mereka tahu, suara tembakan selalu terdengar saat tentara tiba. ‘Oh sedang latihan’, pikiran itu akan otomatis muncul tanpa kecurigaan. Dua atau tiga kapal tentara muncul jika waktu ‘latihan’ tiba.

    Sampai kerusuhan tahun 1998 terjadi. ‘Latihan menembak’ semakin sering, barulah warga sadar apa arti letusan bedil, yaitu eksekusi. Lalu terbentuklah reformasi dan ‘latihan menembak’ tak pernah terjadi lagi.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Iyan tidak ingat jelas kapan, tapi sekitar tahun 2000-an, pembangunan Pulau Karya dimulai. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah dinas untuk pejabat dan unit lainnya seperti polres dan pemadam kebakaran.

    Saat menggali tanah, ditemukan puluhan tengkorak. Tak ada identitas, hanya tulang belulang. Masa lalu Pulau Karya terkuak, diceritakan turun-temurun sampai sekarang.

    “Orang sini udah nggak asing lagi sama cerita horor. Dulu polisi sering cerita digangguin kalau tidur. Tadinya tidur di dalem kantor, bangun-bangun udah ada di luar,” ungkapnya.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Tak hanya polisi, narapidana yang dikirim ke Pulau Karya juga merasa sengsara. Kata Iyan, jumlah napi seringkali bertambah, mereka terus minta pindah karena diganggu oleh makhluk halus.

    “Pernah mereka lagi tidur, terus dinampakin ada jari-jari segede pisang ambon. Pokoknya digangguin terus sampai mereka bilang lebih mending di Cipinang daripada di sini,” jawabnya.

    Iyan sendiri pernah mengalaminya langsung. Bapak beranak empat itu ingat betul dirinya membawa lima teman kampus UNINDRA untuk kemping di Pulau Karya. Sebelum kemping, Iyan mengajak teman-temannya untuk ziarah, meminta izin untuk masuk ke pulau.

    Lelaki lulusan Teknik Informatika itu mengatakan ada sebuah aturan untuk bisa kemping di sana. Mereka tidak boleh berkata kasar dan berbuat mesum saat kemping. Teman-temannya mengiyakan.

    “Setelah puas main di pantai, mereka kecapean lalu tertidur di tenda,” katanya.

    Dua perempuan dan tiga pria tentu membuat kemah cukup sesak. Tak mau mengganggu temannya yang kelelahan, Iyan pun ngungsi ke rumah dinas pemadam kebakaran.

    Tak berapa lama angin kencang muncul, awan gelap seakan jadi pertanda akan hadirnya badai. Iyan khawatir akan teman-temannya. Dari ujung pulau ke ujung satunya, ia berlari untuk mendapati kawan-kawannya.

    “Saya kaget, kok mereka udah nunggu di dermaga. Pas saya tanya, mereka jawab ‘kan tadi kamu udah bangunin katanya suruh siap-siap’,” ucapnya.

    Dalam hati Iyan paham, yang tadi datang bukan dirinya. Namun makhluk gaib yang menyerupai dirinya. Tak ingin membuat temannya panik, ia kemudian membawa mereka pulang ke Pulau Panggang.

    “Di sini itu udah biasa, pokoknya kita hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu, itu aja,” pungkasnya.

    Teras BRI Kapal terjadwal hadir di Pulau Panggang setiap Selasa. Pulau pemukiman dengan penduduk terpadat di Pulau Seribu itu memiliki jumlah penduduk 6.260 jiwa menurut sensus tahun 2017. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya yang sangat erat dengan kegiatan pariwisata, Panggang murni pemukiman. Kebanyakan nasabah BRI yang melakukan transaksi di kapal terapung berupa setoran tabungan, peminjaman, pembuatan tabungan dan penarikan ATM.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pulau di Kepulauan Seribu Ini Penduduknya 100% Muslim



    Jakarta

    Nama Pulau Pramuka, Tidung atau Pari familiar terdengar sebagai tempat wisata air yang indah. Tapi, apakah kamu akrab dengan nama Pulau Panggang?

    Bertetangga dengan Pulau Pramuka, Panggang memilih identitas sebagai pemukiman warga. Leluhur pulau ini terkenal dengan keislamannya yang kental hingga kini.

    Tahun 90an, nama Pulau Panggang bergaung sebagai tempat wisata bagi turis. Banyak bule yang mampir ke Pulau Panggang selagi menunggu kapal ke Pulau Pramuka. Tadinya warga senang karena bisa jadi cuan. Tapi lama-kelamaan, sisi negatiflah yang nampak.


    “Bule-bule suka pakai baju bikini ke tengah jalan. Naik sepeda dilihatin anak-anak, jadi diusir,” katanya.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Warga akhirnya keberatan dengan pembukaan pariwisata di sana, apalagi 100% warga di sana beragama muslim. Siapa sangka, di zaman itu, turis Eropa sampai Asia telah lebih dulu mengenal Panggang.

    “Pulau Panggang menolak wisatawan karena adab pakaian yang terbuka, dulu di sini agamis, kental banget,” lanjutnya.

    Namun karena adanya penolakan, pemerintah mengalihkan pariwisata ke Pulau Pramuka di tahun 2015. Kini pulau itu ramai oleh wisatawan asing dan domestik di akhir pekan. Sementara Panggang benar-benar sesak dengan rumah penduduk. Bahkan homestay pun tidak ada.

    Walaupun sekarang jadi pulau pemukiman terpadat di Kepulauan Seribu, Panggang juga punya cerita horor seperti Pulau Karya.

    “Tahun 90an, pernah ada turis China dari Jakarta naik speed boat sekeluarga,” ucapnya.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Namun saat itu cuaca buruk. Kapal itu tak dapat menahan gelombang dan terbalik. Istri dari keluarga itu jadi satu-satunya korban tidak selamat, sementara ayah dan anak-anaknya selamat.

    “Dia dievakuasi di Pulau Panggang. Kulitnya putih bersih,” kata Iyan.

    Entah mengapa, malam setelah kejadian seorang warga kesurupan. Warga pulo (sebutan untuk orang Kepulauan Seribu) itu tiba-tiba berbahasa China.

    “Sejak itu dia dipanggil ‘Si Cantik’,” katanya.

    Warga mengaku bahwa sesekali Si Cantik akan menampakkan diri di dermaga Pulau Panggang. Ia pun menjadi ‘penghuni’ dermaga yang diakui.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Perpustakaan di Jakarta, Bakal Buka Sampai Malam


    Jakarta

    Perpustakaan di Jakarta buka sampai malam mendapat sorotan masyarakat. Kebijakan ini disambut hangat warga, yang berharap punya tempat healing baru usai bekerja.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan, perpustakaan akan buka hingga pukul 23.00 WIB. Jadwal buka ini lebih panjang dari sebelumnya, yang hanya tersedia hingga pukul 17.00 WIB.

    Daftar Perpustakaan di Jakarta

    Dikutip dari situs Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jakarta, tersedia ratusan perpustakaan di wilayah ini. Sebagian besar dikelola sekolah, petugas ruang publik, atau fasilitas umum lain.


    Sementara beberapa perpustakaan lain dikelola langsung pemerintah provinsi dan suku dinas. Berikut daftarnya dikutip dari media sosial dan situs perpustakaan terkait

    1. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-15.00.

    Alamat:

    • Jl. Gandaria Tengah V/3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    2. Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin

    Jadwal buka:

    • Senin-Kamis: 09.00-17.00
    • Jumat: 09.00-20.00 dengan jadwal check-in tutup sementara jam 11.30-13.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-22.00.

    Alamat:

    • Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya Nomor 73, RT 08/RW 02, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    3. Perpustakaan Jakarta Pusat

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00.

    Alamat:

    • Jl. Tanah Abang I Nomor 1, RT 11/RW 08, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

    4. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

    Alamat:

    • Jl. Raya Gereja Tugu Nomor 21, RT 07/RW 06, Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

    5. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Barat

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

    Alamat:

    • Jl. Tanjung Duren Barat Nomor 36, Jakarta Barat.

    6. Perpustakaan Jakarta Timur

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

    Alamat:

    • Jl. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga, Jakarta Timur.

    7. Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

    Jadwal buka:

    Alamat:

    • JL. Perintis Kemerdekaan Nomor 1, Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

    Terkait jadwal buka perpustakaan di Jakarta sampai malam, travelers bisa update informasi terbaru di media sosial atau situs layanan terkait. Termasuk ketersediaan semua fasilitas di perpustakaan tersebut.

    Selain menjadi tempat refreshing, layanan perpustakaan sampai malam diharapkan bisa memberi lebih banyak akses pendidikan. Khususnya siswa yang perlu buku, internet, dan sumber pustaka lainnya.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Perjalanan Jakarta-Ciwidey Naik Kereta dan Transportasi Lain


    Jakarta

    Jakarta-Ciwidey bisa ditempuh dengan kereta lebih dulu menuju Bandung, lalu angkot dan transportasi online menuju kawasan wisata pilihan.

    Kawasan Ciwidey di Jawa Barat memiliki banyak destinasi wisata dengan pemandangan indah dan hawa sejuk. Tidak heran, berbagai destinasi piknik di Ciwidey selalu ramai dikunjungi masyarakat termasuk yang berasal dari Jakarta.

    Perjalanan Jakarta-Ciwidey bisa ditempuh dengan berbagai pilihan kendaraan. Buat traveler yang ingin piknik dengan kendaraan umum, berikut urutannya


    Rute Perjalanan Jakarta-Ciwidey

    Saat ini belum tersedia transportasi umum dengan akses langsung Jakarta-Ciwidey tanpa transit. Perjalanan diawali dengan perjalanan Jakarta-Bandung dilanjutkan rute menuju Ciwidey yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    1. Jakarta-Bandung Naik Kereta

    Perjalanan diawali naik kereta menuju Stasiun Bandung atau Kiaracondong. Dikutip dari aplikasi KAI, berikut pilihan kereta yang bisa digunakan

    Gambir-Bandung

    • Papandayan: Rp 145 ribu
    • Parahyangan: Rp 195 ribu
    • Parahyangan Luxury: Rp 530 ribu
    • Pangandaran: Rp 145 ribu
    • Pangandaran Panoramic: Rp 425 ribu
    • Parahyangan: Rp 195 ribu
    • Parahyangan Priority: Rp 385 ribu
    • Parahyangan: Rp 145 ribu
    • Pangandaran Fakultatif: Rp 195 ribu.

    Gambir-Kiaracondong

    • Papandayan: Rp 145 ribu
    • Pangandaran: Rp 145 ribu
    • Pangandaran Panoramic: Rp 425 ribu
    • Papandayan Panoramic: Rp 425 ribu.

    Pasarsenen-Bandung

    Pasarsenen-Kiaracondong

    • Serayu: Rp 63 ribu
    • Cikuray: Rp 45 ribu.

    Traveler bisa menggunakan transportasi online menuju Terminal Leuwipanjang dari Stasiun Bandung atau Kiaracondong. Beberapa situs menyebutkan ada pilihan angkot menuju Leuwipanjang, tapi traveler wajib update informasi lebih dulu.

    Traveler bisa menggunakan angkutan umum Colt L300 menuju Terminal Cibeureum di Ciwidey. Tarifnya adalah Rp 20 ribu dengan waktu tempuh sekitar 40-50 menit. Jika ragu, traveler bisa bertanya lebih dulu pada petugas terminal atau pihak lain yang kompeten.

    Setelah turun di Terminal Cibeureum, traveler bisa memilih angkutan umum selanjutnya menuju kawasan wisata pilihan. Traveler juga bisa memilih jasa traveling yang memudahkan perjalanan wisata selama di Ciwidey.

    Sebelum piknik Jakarta-Ciwidey, traveler sebaiknya menyusun perencanaan dan membawa uang cash secukupnya. Sehingga, traveler tidak perlu khawatir jika jasa angkutan umum hanya menerima uang cash. Perencanaan juga memungkinkan traveler berwisata aman, nyaman, dengan pilihan angkutan umum terbaik.

    Reaktivasi Jalur Kereta Bandung-Ciwidey

    Pemerintah berencana mengaktifkan kembali jalur kereta Cikudapateuh (Bandung)-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer. Rencana ini diawali dengan sejumlah kajian untuk memastikan ketersediaan lahan, biaya, serta dampak dengan adanya reaktivasi jalur kereta Bandung Ciwidey.

    Pengaktifan kembali jalur kereta Bandung-Ciwidey diharapkan bisa mempermudah akses kawasan wisata, distribusi logistik, dan mobilisasi warga. Hasil akhirnya adalah perekonomian masyarakat yang makin kuat dengan transportasi mudah dan murah.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Fakta Pantai Mandorak, NTT dan 11 Tips Hindari Pemalakan


    Jakarta

    Terpencil tapi memikat, Pantai Mandorak di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah surga tersembunyi dengan lanskap mempesona. Tebing-tebing karang yang dramatis, air laut sebening kristal, dan pasir putih yang halus menjadikan pantai ini tempat sempurna untuk melepas penat dan mengisi ulang energi.

    Berbeda dengan pantai-pantai ramai di Bali atau Lombok, suasana di Pantai Mandorak masih sangat alami dan sepi. Letaknya yang agak tersembunyi di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi membuat pantai itu belum banyak dijamah wisatawan.

    Pantai Mandorak dikelilingi oleh dua tebing batu karang besar yang mengapit bibir pantai. Di atas salah satu tebing, terdapat rumah adat Sumba yang berdiri anggun, menambah kesan eksotis.


    Dari atas tebing ini, pengunjung bisa menikmati panorama laut lepas dan menyaksikan matahari terbenam yang dramatis-sebuah momen sempurna untuk menenangkan pikiran dan menyatu dengan alam.

    Selain itu, masih ada banyak pesona Pantai Mandorak. Simak di sini.

    Fakta Pantai Mandorak di NTT

    Pantai di Desa Kalena, Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya itu menyimpan banyak pesona eksotis. Berikut penjelasannya dikutip dari situs Muruhumba Escape.

    1. Kecantikan yang Belum Terjamah

    Pantai Mandorak adalah bukti cantiknya alam yang belum terjamah tangan manusia. Seperti oasis, Pantai Mandorak adalah pusat perhatian di tengah alam yang masih asri dan tenang. Pantai ini adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang jadwal sehari-hari dipenuhi berbagai kegiatan.

    2. Pantai yang sangat tenang

    Air biru turqoise dengan pasir putih halus selalu setia menemani turis yang menyusuri pantai. Sesekali, ombak kecil akan menyapu pesisir pantai dengan sangat tenang. Bagi turis dengan hobi foto, Pantai Mandorak adalah objek yang pas diambil gambarnya dari segala sudut.

    3. Formasi batu unik

    Pantai Mandorak memiliki formasi bukit batu alami yang seperti saling menunjuk. Pengunjung bisa mendaki bukit batu ini untuk melihat pantai dengan sudut pandang yang lebih luas. Formasi alami batu Pantai Mandorak juga membentuk kolam pasang surut yang bisa dinikmati para turis.

    4. Bisa untuk selancar

    Bagi pecinta olahraga surfing, Pantai Mandorak dengan ombak berkelas internasional dan atmosfer santai adalah pilihan tepat. Keunikan ini bisa menjadi daya tarik autentik untuk para turis yang mencari pengalaman berselancar di pesisir Sumba. Daya tarik ini juga bisa membantu Pantai Mandorak terus berkembang.

    5. Punya banyak goa dan bukit tersembunyi

    Goa dan bukit adalah daya tarik lain Pantai Mandorak yang cocok bagi wisatawan dengan jiwa petualang. Para turis bisa masuk gua dan naik bukit asal tetap berhati-hati. Di penghujung senja, wisatawan bisa duduk di pinggir pantai menyaksikan pemandangan matahari tenggelam (sunset).

    6. Berdekatan dengan warga lokal

    Berkunjung ke Pantai Mandorak, para turis bisa melihat langsung kehidupan tradisional warga di desa sekitar. Wisatawan bahkan bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan warga, tradisi, dan memperoleh pengalaman baru.

    Dengan kenyataan ini, wisatawan wajib menghormati aturan adat yang diterapkan warga lokal. Turis juga dilarang mengganggu kehidupan satwa, tumbuhan, dan keseimbangan alam di Pantai Mandorak. Selanjutnya, para turis wajib menjaga kebersihan dan tingkah laku selama berwisata.

    Cara ke Pantai Mandorak dari Jakarta

    Turis yang berangkat dari Jakarta bisa naik pesawat menuju Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya. Dikutip dari Google Flights pada Selasa (20/5/2025) harga tiket berkisar Rp 2 jutaan dengan transit lebih dulu di Denpasar, Bali.

    Selanjutnya, para turis bisa menggunakan transportasi darat melalui jalan Lukas Dairo Bili dan Soeharto. Arsip berita detikcom menjelaskan, para turis bisa menggunakan jasa guide lokal untuk membantu perjalanan hingga Pantai Mandorak.

    Tips Menghindari Pemalakan

    Pantai Mandorak sempat muncul di video akun Instagram Jajago Keliling Indonesia. Video tersebut viral karena content creator ini terkena pemalakan dari warga lokal. Mereka dimintai duit dan dikenakan uang jasa foto dan sewa kuda lebih tinggi dari kesepakatan.

    Pemalakan turis kerap terjadi di sejumlah destinasi wisata, terutama yang belum dikelola dengan baik. Dikutip dari situs The LUXY Ride, berikut beberapa tips menghindari pemalakan:

    1. Jangan percaya pada tarif hotel, perjalanan, atau biaya akomodasi yang terlalu murah.
    2. Jangan asal menggunakan WiFi gratis apalagi yang membutuhkan informasi pribadi, misal nomor rekening atau kartu kredit.
    3. Segera matikan sambungan telepon yang menanyakan data pribadi.
    4. Waspada copet terutama saat berada di keramaian dengan berbagai modus operasi. Misal pura-pura mendorong, mencari barang, atau menumpahkan minuman.
    5. Cek kembali bukti pembelian barang sebelum membayar dan uang kembalian jika membeli dengan uang cash.
    6. Bawa uang cash sesuai kebutuhan dalam berbagai nilai.
    7. Bawaan pribadi wajib diurus dan dibawa sendiri untuk menghindari kehilangan. Para turis wajib hati-hati selama dalam perjalanan.
    8. Jangan tidur di kendaraan umum.
    9. Jangan gunakan taksi gelap atau kendaraan apapun yang menawarkan biaya lebih rendah. Penumpang biasanya dibawa ke rute yang lebih jauh sehingga ongkos makin mahal.
    10. Jangan lekas tergiur pada restoran yang menawarkan menu terlalu murah, enak, dengan banyak layanan.
    11. Pastikan hanya membeli souvenir dengan label harga.

    Dengan banyaknya risiko pemalakan, turis sebaiknya merencanakan lebih dulu perjalanannya. Termasuk turis yang akan berwisata ke Pantai Mandorak, NTT. Itinerary dan semua akomodasi bisa lebih dulu dipesan sehingga para turis tidak perlu kebingungan selama berwisata.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7924316/fakta-desa-adat-ratenggaro-letak-akses-penginapan-dan-keunikannya?single=1

    https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7924316/fakta-desa-adat-ratenggaro-letak-akses-penginapan-dan-keunikannya?single=1



    Sumber : travel.detik.com