Tag: jalan kaki

  • Ini Rahasia Orang Jepang dan China Tetap Sehat Meski Sering Makan Mie


    Jakarta

    Makanan olahan dari tepung seperti mie instan kerap dikonsumsi oleh orang Jepang, Korea, hingga China. Walau suka makan mie tapi banyak dari mereka yang tetap sehat lagi kurus. Rupanya, ada rahasia nih yang bikin mereka demikian.

    Sesuai namanya, mie instan menawarkan penyajian yang praktis. Dengan bahan dasar tepung yang bisa mengenyangkan serta dilengkapi paket kecil bumbu, membuatnya semakin mudah untuk dikonsumsi.

    Karena itu, tak heran kalau mie jadi hidangan favorit bagi sebagian orang. Termasuk mereka yang tinggal di beberapa negara Asia, seperti China, Hong Kong, Korea, serta Jepang. Negara-negara tersebut bahkan dikenal memiliki berbagai merek dan jenis mie instan tersendiri.


    Namun, memakan terlalu banyak mie instan disebut mampu memberi dampak negatif bagi kesehatan, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, sampai sindrom metabolik.

    Menurut laman Healthline, ini lantaran mie instan kekurangan nutrisi penting bagi tubuh, termasuk protein, serat, hingga vitamin. Makanan ini juga kurang mengandung antioksidan dan fitokimia yang berdampak baik bagi kesehatan.

    Terlebih, kalori dan kadar sodium yang dikandungnya juga sangat tinggi. Satu bungkus mie instan diperkirakan mengandung 1.760 mg natrium, atau 88% dari rekomendasi 2 gram yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Demikian jika mengkonsumsi mie secara rutin, baik setiap hari maupun beberapa kali dalam sehari, bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi tubuh.

    Tapi, apa rahasia yang membuat orang-orang China, Jepang, serta Korea tetap sehat meski sering makan mie?

    Rahasia Sehat Orang Jepang dan China Meski Sering Makan Mie

    Dalam salah satu kajiannya, dr Zaidul Akbar pernah mengungkap rahasia sehat warga Jepang, Korea, Hong Kong, hingga China meski sering makan mie. Rahasianya adalah bahwa mereka punya kebiasaan dan hobi berjalan kaki.

    “Kalau yang pernah ke Hong Kong lihat orang jalan ke stasiun itu bisa 14.000 langkah,” ujar dr Zaidul Akbar.

    “Meskipun makan mie gak sehat ya, mungkin lemak atau kalori jadi terbakar pas jalan kaki. Masalahnya kan di kebiasaan. Kalau orang Indonesia kan jarang jalan kaki,” tambahnya.

    Jalan kaki termasuk olahraga yang ringan dan mudah, tapi ia disebutkan punya segudang manfaat. Dilansir situs Better Health Channel, berjalan kaki di antaranya bisa membakar kalori, mengurangi kelebihan lemak tubuh, sampai menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, serta kanker.

    Bukan kebiasaan jalan kakinya saja, penggunaan bahan-bahan untuk memasak dikatakan berpengaruh bagi kesehatan. Orang-orang China hingga Jepang sering memakai jenis bawang-bawang dan sayuran pada masakannya.

    “Mereka sangat suka makan bawang-bawangan dan sayuran. Itu sehat punya banyak manfaat,” ucap dr Zaidul Akbar.

    Tak hanya itu, mereka juga terbiasa mengkonsumsi makanan segar. Dalam artian, tidak memakan hidangan yang dipanaskan kembali. Sebab masakan yang dipanaskan lagi akan teroksidasi.

    “Mereka pesan apa, masak, selesai, (kemudian makan) dan habis. Itu yang bagus masak, bukan yang dipanaskan. Semua yang dipanaskan pasti teroksidasi,” tutur dr Zaidul Akbar.

    Nah, itu dia rahasia mengapa orang China sampai Jepang tetap sehat walau kerap mengkonsumsi mie instan.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Turun BB, Ternyata Simpel Banget!

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, bukan mudah menurunkan berat badan. Sudah mencoba tips diet ini-itu, berat badan terus saja ‘nge-stuck’. Rupanya menurut ahli gizi, kunci keberhasilan untuk menurunkan berat badan boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari.

    Memang pada dasarnya, kunci untuk menurunkan berat badan adalah dengan defisit kalori. Artinya, kalori yang masuk ke tubuh tak boleh sampai jauh berlebihan dibandingkan kalori yang terbakar. Tentunya, hal ini dilakukan dengan menjaga asupan makanan dibarengi aktivitas olahraga.

    Lantas jika ingin memaksimalkan upaya penurunan BB dengan langkah-langkah simpel di pagi hari, apa saja yang bisa dicoba?


    1. Minum air putih!

    Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian, memperbanyak asupan air putih setiap hari bisa membantu proses penurunan berat badan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, orang yang minum sekitar dua gelas air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam mengalami penurunan berat badan dan mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI).

    “Saat Anda bangun di pagi hari, Anda mungkin mengalami dehidrasi, jadi menghidrasi dengan segelas air adalah ide yang bagus. Anda juga mungkin mengira Anda lapar, padahal sebenarnya hanya haus,” ujar ahli gizi sekaligus penulis ‘Finally Full, Finally Slim’, Lisa Young, dikutip dari Eat This Not That.

    2. Pilih menu kaya akan protein buat sarapan

    Young menjelaskan, sarapan dengan makanan kaya protein seperti telur, yogurt, atau selai kacang akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah, asupan makanan ini membantu menstabilkan gula darah. Tak heran, makanan kaya akan protein ini disebut-sebut menjadi resep utama untuk menurunkan BB.

    Seiring itu, banyak uji klinis telah mengungkapkan bahwa meningkatkan asupan protein dapat meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan dengan menurunkan massa lemak.

    3. Pilih juga buah-buahan!

    “Anda akan menambahkan jumlah besar dan volume pada makanan Anda tanpa kalori yang tidak perlu,” kataYoung. Sembari dijelaskannya, buah adalah makanan terbaik untuk ditambahkan ke rutinitas pagi karena kaya akan antioksidan dan serat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa menambah jumlah konsumsi serat setiap hari hingga 30 gram dapat menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan. Walhasil, mengawali hari dengan asupan serat adalah cara sederhana untuk membantu proses penurunan BB.

    “Saya suka menambahkan buah beri ke yogurt saya atau mengiris apel ke dalam oatmeal saya. Penurunan berat badan yang sehat berfokus pada apa yang harus ditambahkan, bukan dikurangi,” tutur Young.

    4. Sempatkan jalan kaki!

    Terkesan simpel, tapi sebenarnya aktivitas jalan kaki punya manfaat luar biasa buat tubuh. Tak terkecuali, membantu proses penurunan berat badan.

    “Menurunkan berat badan dengan berjalan kaki adalah tambahan yang bagus selain mengonsumsi makanan sehat. Berjalan kaki membakar kalori, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan baik untuk suasana hati Anda,” pungkas Young.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Sederet Kebiasaan yang Bikin Diet Gagal, Salah Satunya Jarang Jalan Kaki

    Jakarta

    Diet memang bukan hal yang mudah untuk dijalani. Terkadang, diet yang sudah dimulai dengan susah payah bisa berujung gagal.

    Ada banyak cara atau metode diet yang populer di masyarakat. Namun, jika tidak konsisten, hasilnya akan sulit untuk didapatkan. Salah satu penyebabnya adalah beberapa kebiasaan yang bikin diet gagal.

    Berikut beberapa kegiatan yang tidak berhubungan dengan berat badan tetapi bisa membuat diet gagal:


    1. Jarang terpapar sinar matahari

    Penelitian menunjukkan terpapar sinar matahari langsung saat pagi dapat menurunkan risiko kenaikan berat badan, terlepas dari makanan yang dikonsumsi.

    Para peneliti berteori bahwa sinar matahari pagi membantu menyinkronkan metabolisme, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih efisien.

    2. Langsung minum kopi saat bangun tidur

    Beberapa orang menjadikan kopi sebagai minuman pertama saat pagi. Padahal, yang dibutuhkan tubuh di pagi hari untuk membantu menurunkan berat badan adalah air putih.

    Setelah itu, baru dianjurkan minum kopi. Dengan begitu, seseorang bisa merasa lebih kenyang dan tidak akan mengkonsumsi kalori yang berlebih saat sarapan.

    3. Skip makan protein

    Jika sedang berusaha menurunkan berat badan, mengkonsumsi protein di setiap waktu makan adalah suatu keharusan. Nutrisi sangat mengenyangkan, sehingga dapat menghindari ngemil di sela waktu makan.

    Selain itu, protein juga terbukti dapat meningkatkan massa otot yang meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran kalori setelah makan hingga 35 persen.

    4. Menghindari konsumsi susu

    Kalsium pada susu berperan penting dalam mengatur cara tubuh memetabolisme makanan. Selain itu, diet yang kaya kalsium juga dapat membantu membakar lemak lebih banyak.

    5. Jarang jalan kaki

    Rata-rata manusia menghabiskan waktu 67 jam dalam seminggu untuk duduk. Sementara itu, manusia hanya menghabiskan tujuh jam dari setiap 24 jam untuk bergerak.

    Ditambah dengan pekerjaan yang sangat tidak banyak bergerak, membakar 100 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan 50 tahun yang lalu. Untuk membantu menurunkan berat badan, cobalah rutin untuk berjalan kaki.

    Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Society of Nephrology, berjalan kaki selama dua menit setiap jam dapat mengimbangi efek dari terlalu banyak duduk.

    6. Tidak tidur cukup awal

    Menurut sebuah studi, tidur selama delapan setengah jam setiap malam dapat mengurangi keinginan untuk makan junk food hingga 62 persen. Bahkan cara ini dapat mengurangi nafsu makan secara keseluruhan hingga 14 persen.

    Peneliti Mayo Clinic mencatat temuan serupa. Dalam studi tersebut, orang dewasa yang tidur 1 jam 20 menit lebih awal dapat mengontrol konsumsi kalori per harinya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Kisah Nyata Pejuang Diet Sukses Turun 18 Kg dengan Jalan Kaki 30 Menit Sehari

    Jakarta

    Jalan kaki tergolong sebagai olahraga yang ringan. Namun, jika dilakukan secara rutin dengan target langkah tertentu, aktivitas fisik ini bisa memberikan banyak manfaat kesehatan, salah satunya membakar lemak.

    Seperti yang dilakukan Irvan Aditya (32), seorang pria di Bandung, Jawa Barat. Dalam usahanya menurunkan berat badan, Irvan selalu menyempatkan diri untuk berjalan kaki, setidaknya 30 menit sehari.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2025).


    “Kalau sampai sekarang sih (Juni), dihitung-hitung total sudah 18 kg (turun dari 89 kg),” sambungnya.

    Namun, Irvan tidak hanya mengandalkan olahraga sebagai upaya menurunkan berat badannya. Dirinya juga menjaga pola makan, seperti mengurangi konsumsi karbohidrat dan gula, serta menambah asupan protein.

    “Mengurangi dari awalnya satu atau dua centong, dikurangi pelan-pelan, dikit demi sedikit sampai dua sendok makan. Perbanyak proteinnya, mulai tahu, tempe, daging ayam, daging sapi itu berkelanjutan terus menerus sampai sekarang,” kata Irvan.

    Manfaat Jalan Kaki

    Dikutip dari Men’s Health, Kim Yawitz, RD seorang pelatih kebugaran di St. Louis, Mo mengatakan jalan kaki yang dipadukan dengan pola makan yang baik dapat membantu seseorang membakar lebih banyak kalori.

    “Jalan kaki membakar sekitar 100 kalori per mil (1,6 km), secara rata-rata, dan ini dapat membantu Anda menciptakan defisit kalori bila dipadukan dengan pola makan rendah kalori,” kata Yawitz.

    “Saya sering merekomendasikannya untuk klien saya yang baru mulai berolahraga, karena mudah bagi pemula dan tidak membebani sendi,” lanjutnya.

    Selain membakar lemak, jalan kaki juga menyimpan banyak manfaat lain, di antaranya:

    1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Dikutip dari Prevention, jalan kaki secara rutin juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk latihan aerobik yang bermanfaat untuk meningkatkan detak jantung dan oksigen dalam tubuh.

    Jalan kaki selama 15 menit dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol tinggi, serta meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    2. Meningkatkan Kesehatan Tulang

    Rutin berjalan kaki selama 30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kepadatan dan kesehatan tulang. Selain itu, kombinasi antara rutin jalan kaki dan latihan kekuatan tubuh juga efektif memperkuat kesehatan otot dan tulang.

    3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Jalan kaki juga dapat meningkatkan imun tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur tidak mudah terserang infeksi virus dan memiliki gejala yang tidak terlalu parah saat sakit dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga setiap minggu.

    4. Menjaga Kesehatan Mental

    Jalan kaki juga dapat menjaga mental tetap sehat. Ini karena jalan kaki secara alami dapat melepaskan endorfin yang turut meningkatkan suasana hati.

    Suatu penelitian mengungkapkan jika semakin sering berjalan kaki, maka suasana hati akan semakin baik. Hal ini turut mempengaruhi kesehatan mental sehingga tidak mudah cemas dan stres.

    5. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Sebuah studi pada tahun 2019 menunjukkan bahwa mereka yang rutin olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur di malam hari, sehingga tidur lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan segar.

    Dalam suatu penelitian yang dipublikasikan oleh Sport Sciences for Health pada tahun 2021, orang dewasa yang berjalan kaki setiap hari memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kualitas tidur dan durasi tidur. Lalu, berjalan kaki juga membantu mengurangi rasa cemas dan stres yang dapat mengganggu waktu tidur.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Cerita Pria Bandung Pangkas 18 Kg dalam 5 Bulan dengan Rutin Jalan Kaki


    Jakarta

    Menjadi ‘budak korporat’ atau pekerja kantoran memang bisa membuat diet menjadi sebuah tantangan tersendiri, seperti jadwal padat, akses terbatas ke makanan sehat, dan kurangnya waktu untuk olahraga.

    Namun, jika sudah menemukan strategi yang tepat, program menurunkan berat badan tetap bisa dilakukan, meski dengan jam kerja padat ala budak korporat. Ini yang saat ini sedang dilakukan oleh Irvan Aditya (32), seorang pria di Bandung, Jawa Barat.

    “Faktor utama yang akhirnya saya memutuskan buat diet adalah keresahan saya saat memilih baju dan celana. Rekor berat badan saya paling tinggi itu 89 kg, ketika milih baju itu susah banget,” kata Irvan saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/6/2025)


    “Lalu, saya juga dapat keluhan dari istri kalau saya tidurnya ngorok. Lalu kebiasaan, ketika makan langsung rebahan dan ngerasa duduk nge-ganjel perut, serba nggak enak gitu,” sambungnya.

    Dari keresahan tersebut, Irvan mulai mengatur bagaimana cara yang tepat untuk menurunkan berat badan, tanpa perlu menyiksa tubuh dan terpenting tidak mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

    “Akhirnya memilih jalan kaki dan Intermittent fasting (IF). Saya kan ngantor juga dari jam 9 sampai 6. Metode IF-nya juga bertahap, mulai 12/12, lalu 16/8, kemudian 18/6, sampai terakhir sempet 20/4,” katanya.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” sambungnya.

    NEXT: Tidak Pilih-pilih Makanan

    Saat ditanya tentang makanan apa yang dihindari, Irvan mengaku tidak terlalu pusing dalam memikirkan terkait apa yang ia konsumsi. Namun, yang menjadi catatannya adalah wajib mengurangi atau jika bisa berhenti mengonsumsi makanan atau minuman manis (gula), serta tepung-tepungan.

    “Kondisinya itu nggak sampai yang stok makanan ini itu sih, karena ini jalannya (diet) harus bisa nyaman. Jadi sekadar mengurangi awalnya nasi satu sampai dua centong dikurangi pelan-pelan,” katanya.

    “Proteinnya diperbanyak mulai tahu, tempe, daging sapi. Paling yang bener-bener di-cut itu gula, makanan atau minuman berpemanis. Kalau bisa tepung-tepungan juga kurangin,” lanjutnya.

    Selain metode IF dan jalan kaki, Irvan menambahkan pola tidur juga tak kalah penting untuk membantu proses menurunkan berat badan.

    “Faktor-faktor yang buat saya berpengaruh juga tidur harus enam sampai delapan jam, jangan begadang,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Cara Jalan Kaki yang Bikin Pria Bandung Turun 18 Kg, Tak Perlu 10 Ribu Langkah


    Jakarta

    Irvan Aditya (32), laki-laki di Bandung, Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga ringan seperti jalan kaki efektif membantu mengurangi berat badan. Tidak harus 10.000 langkah per hari, Irvan melakukannya kurang dari angka itu. Menurut Irvan, yang terpenting adalah konsistensinya.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2025).

    “Kalau sampai sekarang sih (Juni), dihitung-hitung total sudah 18 kg (turun dari 89 kg),” sambungnya.


    Jalan kaki dipilih oleh Irvan karena dirinya merupakan seorang pekerja kantoran, sehingga dirinya tak memiliki banyak waktu untuk melakukan olahraga lain.

    Selain rutin olahraga, Irvan juga mengatur pola makannya. Dirinya memilih intermittent fasting atau puasa intermiten, yang berfokus pada menentukan kapan waktu makan dan kapan waktu puasa dalam sehari atau seminggu.

    “Saya kan ngantor juga dari jam 9 sampai 6. Metode IF-nya juga bertahap, mulai 12/12, lalu 16/8, kemudian 18/6, sampai terakhir sempet 20/4,” katanya.

    Terkait pilihan makanan, Irvan tidak terlalu mengambil pusing. Dirinya hanya mengurangi porsi makan, menambah asupan protein harian, serta mengurangi karbohidrat.

    “Mengurangi dari awalnya satu atau dua centong, dikurangi pelan-pelan, dikit demi sedikit sampai dua sendok makan. Perbanyak proteinnya, mulai tahu, tempe, daging ayam, daging sapi itu berkelanjutan terus menerus sampai sekarang,” kata Irvan.

    Irvan juga tidak lagi mengonsumsi makanan atau minuman manis, serta yang mengandung tepung. Selain itu, ia juga menjaga pola tidur, yang menurutnya turut berpengaruh terhadap hasil diet.

    “Paling yang bener-bener di-cut itu gula, minuman yang berpemanis. Kalau bisa tepung-tepungan juga kurangin,” kata Irvan.

    “Faktor yang nggak kalah pentingnya nih, tidur memang harus enam sampai delapan jam, jangan sampai begadang,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Ternyata Begini Efek Kalau Langsung Jalan Kaki Setelah Makan


    Jakarta

    Banyak ahli menyarankan jalan kaki usai makan besar. Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh saat berjalan kaki langsung setelah makan?

    Aktif bergerak merupakan salah satu kebiasaan sehat yang bisa dilakukan semua orang. Cara termudahnya adalah dengan jalan kaki.

    Mengutip The Independent, sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of General Medicine menunjukkan, berjalan kaki setelah makan lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Khasiat ini diduga berkaitan dengan kemampuan jalan kaki dalam mengatur kadar gula darah.


    Penelitian tersebut membandingkan aktivitas jalan kaki selama 15 menit setelah makan, jalan kaki tiga kali sehari, atau melakukan olahraga yang sama pada pagi dan sore hari.

    Hasilnya, kelompok yang rutin berjalan kaki setelah makan mengalami penurunan kadar gula darah. Hal ini dapat membantu mempertahankan tingkat energi dan mengurangi beban pankreas hingga menurunkan berat badan.

    “Idenya adalah Anda makan, melakukan olahraga pasca-makan selama 15 menit, dan gula darah menurun drastis. Gula darah itu akan bertahan dalam kondisi baik selama 24-48 jam,” ujar ahli kesehatan olahraga Elroy Aguiar, merespons studi tersebut.

    Mengutip Very Well Health, ini efek kalau langsung jalan kaki setelah makan:

    1. Gejala kembung berkurang

    Gerakan fisik membantu merangsang sistem pencernaan. Berjalan setelah makan dapat mengurangi gejala kembung yang biasa muncul usai makan.

    2. Gula darah terkontrol

    Ilustrasi cek gula darahFoto: Shutterstock

    Berjalan kaki sebentar setelah makan dapat membantu mengatur kadar gula darah, utamanya pada penderita diabetes tipe 1 dan 2.

    Sebuah penelitian yang melibatkan pasien diabetes tipe-2 menemukan, berjalan kaki 10 menit setelah makan efektif dalam mengatur kadar gula darah daripada berjalan kaki 30 menit setiap hari.

    3. Pencernaan lancar

    Studi menemukan, berjalan kaki setelah makan dapat merangsang lambung dan usus, sehingga makanan dapat melewati sistem pencernaan dengan cepat.

    Jalan kaki setelah makan memang bisa memberikan dampak positif. Namun, kebiasaan ini juga bisa berdampak negatif.

    Misalnya, beberapa orang bisa mengalami sakit perut saat terlalu cepat bergerak atau berjalan kaki setelah makan. Hal ini biasanya akan ditandai dengan beberapa gejala seperti:

    – kembung,
    – mual,
    – kram,
    – refluks asam lambung.

    Namun sayangnya, tidak ada aturan pasti soal berapa jam harus menunggu setelah makan untuk berjalan kaki atau bergerak.

    Hanya saja, bagi banyak orang, berjalan kaki atau bergerak setidaknya 30 menit setelah makan bisa membantu menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apa yang Terjadi saat Kamu Langsung Jalan Kaki Setelah Makan?

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective