Tag: Javier Milei

  • Pump.fun Alami Penurunan Volume Perdagangan 63%

    Pump.fun, platform peluncuran token dalam ekosistem Solana, mengalami penurunan volume perdagangan sebesar 63% dari Januari ke Februari 2025.

    Data dari Dune Analytics pada Rabu (5/3) menunjukkan bahwa volume perdagangan turun dari $119 miliar menjadi $44 miliar dalam dua bulan pertama tahun ini.

    Meski begitu, Pump.fun masih mencatat aktivitas perdagangan sebesar $2,1 miliar dalam empat hari terakhir.

    Volume Perdagangan Terendah Sejak Oktober 2024

    Februari 2025 menandai bulan dengan volume perdagangan terendah bagi Pump.fun sejak Oktober 2024.

    Meski begitu, angka ini masih tetap menjadi yang tertinggi keempat sejak platform ini diluncurkan pada Januari 2024 lalu.

    Penurunan ini juga disertai dengan berkurangnya jumlah token baru yang terdaftar di platform, dari hampir 1.200 token per hari pada 24 Januari menjadi kurang dari 300 per hari di awal Maret.

    Faktor Penyebab Penurunan Aktivitas

    Menurut salah satu pendiri Pump.fun, Alon Cohen, penurunan aktivitas ini disebabkan oleh kondisi pasar kripto yang sedang lesu.

    “Saat pasar menurun, altcoin dan memecoin juga ikut turun, yang menyebabkan perlambatan aktivitas di seluruh ekosistem on-chain, termasuk di Pump.fun,” ujar Cohen.

    Meski terjadi penurunan volume, pendapatan platform dalam 30 hari terakhir masih mencapai hampir $74 juta.

    Menurunnya Antusiasme Terhadap Memecoin

    Memecoin, yang sempat menjadi tren dalam bull run kripto kali ini, mulai kehilangan daya tariknya.

    Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran para trader terhadap praktik insider trading, rug pull, dan penipuan lainnya.

    Salah satu insiden besar yang memperkuat kekhawatiran ini adalah kasus “Libragate,” di mana token yang didukung oleh Presiden Argentina Javier Milei berubah menjadi skema rug pull senilai $107 juta.

    Regulasi dan Masa Depan Memecoin

    CEO firma regulasi blockchain Fideum, Anastasija Plotnikova, menyatakan bahwa memecoin telah berevolusi dari eksperimen sosial berbasis komunitas menjadi ladang eksploitasi bagi investor ritel.

    Insider trading, skema pump-and-dump, serta praktik manipulatif lainnya telah menghilangkan nilai asli dari memecoin yang sebenarnya.

    Selain itu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) juga menyoroti fenomena memecoin. Dalam pernyataan pada 27 Februari, SEC mengonfirmasi bahwa memecoin bukanlah sekuritas, tetapi tetap mengawasi segala bentuk penipuan yang terkait dengan aset digital ini.

    Dengan penurunan volume yang signifikan dan meningkatnya pengawasan regulasi, masa depan Pump.fun dan memecoin secara umum akan bergantung pada adaptasi pasar serta langkah-langkah perlindungan investor yang lebih ketat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden Argentina Javier Milei Terjerat Skandal Koin Meme LIBRA

    Presiden Argentina, Javier Milei, tengah menjadi sorotan setelah terlibat dalam kontroversi terkait promosi koin meme LIBRA. Kasus ini memicu penyelidikan dari otoritas setempat, bahkan hingga ancaman pemakzulan.

    Dukungan Milei yang Memicu Lonjakan Harga

    Menurut laporan BeInCrypto, Pada 14 Februari, Javier Milei mempromosikan LIBRA melalui media sosial X (sebelumnya Twitter), menyebut koin tersebut sebagai solusi ekonomi bagi Argentina dan usaha kecil. Pernyataan ini langsung berdampak signifikan, menyebabkan lonjakan harga LIBRA hingga mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $4 miliar dalam hitungan jam.

    Namun, di balik lonjakan ini, sejumlah pihak diduga memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan keuntungan besar. Beberapa pemegang besar dilaporkan berhasil menguangkan lebih dari $100 juta hanya dalam beberapa jam setelah harga melonjak. Namun, nilai LIBRA langsung anjlok tak lama kemudian, mencerminkan pola skema “pump-and-dump” klasik.

    Skema Pump-and-Dump dan Tuduhan Penipuan

    Skema “pump-and-dump” adalah praktik manipulasi pasar di mana harga aset sengaja dinaikkan dengan promosi berlebihan, lalu dijual di puncaknya sebelum akhirnya jatuh, meninggalkan investor kecil dalam kerugian besar. LIBRA sendiri diketahui tidak memiliki tokenomik yang jelas, situs webnya baru dibuat beberapa jam sebelum peluncuran, dan lebih dari $87 juta dicairkan dalam tiga jam pertama.

    Sejumlah laporan juga menunjukkan bahwa Presiden Milei bertemu dengan Hayden Mark Davis, tokoh yang terkait dengan Protokol KIP, perusahaan di balik LIBRA. Meskipun awalnya membela tindakannya, Milei akhirnya menghapus unggahannya dan mengklaim bahwa ia tidak memahami detail proyek tersebut sebelum memberikan dukungan.

    Investigasi dan Satuan Tugas Khusus

    Menanggapi skandal ini, Kantor Anti-Korupsi Argentina membuka penyelidikan untuk menelusuri apakah ada pejabat yang terlibat dalam praktik ilegal terkait LIBRA. Pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Investigasi (UTI) yang terdiri dari ahli keuangan, kripto, dan anti pencucian uang guna menyelidiki peluncuran LIBRA dan semua pihak yang terlibat. Semua temuan dari investigasi ini nantinya akan diserahkan ke pengadilan.

    Krisis Politik dan Ancaman Pemakzulan

    Kontroversi ini tidak hanya mengguncang dunia kripto, tetapi juga memicu krisis politik di Argentina. Gabriela Estevez, anggota parlemen Argentina, menuduh Milei terlibat dalam skema penipuan keuangan besar-besaran yang merugikan banyak investor.

    “Apa yang dilakukan Presiden disebut Pump and Dump, dan itu adalah penipuan keuangan yang serius. Para kreator ‘kripto’ membeli dalam jumlah besar pada harga awalnya. Kemudian, mereka secara artifisial meningkatkan nilainya dengan menarik lebih banyak orang dengan kebohongan tentang potensinya. Ketika harga naik, para kreator ‘kripto’ menjual kepemilikan mereka, menyebabkan harga jatuh dan meninggalkan investor lain dengan kerugian,” kata Estevez.

    Blok Deputi Nasional Argentina bahkan telah mengajukan permintaan resmi untuk pemakzulan Milei, menyebut skandal ini sebagai kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara tersebut. Gubernur Buenos Aires, Axel Kicillof, juga menyebut kasus ini sebagai penipuan finansial berskala besar yang membahayakan stabilitas ekonomi.

    Dampak Skandal LIBRA terhadap Dunia Kripto

    Kasus LIBRA menjadi contoh terbaru dari tren berbahaya di pasar kripto, di mana figur politik memberikan dukungan terhadap aset spekulatif tanpa pemahaman yang cukup. Sebelumnya, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah memperingatkan bahwa koin meme politik dapat membahayakan ekosistem kripto secara keseluruhan. Setelah peluncuran koin meme Trump, semakin banyak token serupa bermunculan, dengan beberapa di antaranya berakhir sebagai skema penipuan.

    Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, masa depan politik Milei dan nasib LIBRA masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti: skandal ini menjadi peringatan keras bagi investor untuk selalu berhati-hati terhadap aset kripto yang dipromosikan oleh figur publik tanpa transparansi yang jelas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden Argentina Terancam Dimakzulkan Usai Promosikan Kripto


    Jakarta

    Presiden Argentina Javier Milei menghadapi ancaman pemakzulan setelah mempromosikan mata uang kripto $LIBRA. Sejumlah anggota parlemen oposisi menilai tindakan itu sebagai skandal yang mempermalukan Argentina di tingkat internasional.

    “Skandal ini, yang mempermalukan kita dalam skala internasional, mengharuskan kita untuk mengajukan permintaan pemakzulan terhadap presiden,” kata anggota parlemen oposisi, Leandro Santoro dikutip dari Reuters, Senin (17/2/2025).

    Awalnya Milei memposting di X yang merekomendasikan mata uang kripto $LIBRA hingga membuat nilainya melonjak hampir US$ 5 per keping. Kemudian dalam beberapa jam kemudian, mata uang kripto itu anjlok hingga di bawah US$ 1.


    Fenomena ini langsung memicu spekulasi bahwa $LIBRA adalah kasus ‘rug pull’, yakni modus penipuan di mana pengembang token kripto menggaet investor untuk menaikkan harga, lalu menarik keuntungan dengan menjual aset mereka sehingga nilai kripto tersebut runtuh seketika.

    Milei menghapus unggahan di X setelah mengetahui keadaan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak memiliki hubungan dengan mata uang kripto tersebut.

    “Saya tidak mengetahui detail proyek tersebut dan setelah mengetahuinya, saya memutuskan untuk tidak lagi mempublikasikannya,” kata Milei.

    Meskipun sudah memberikan klarifikasi, banyak pihak tetap mempertanyakan bagaimana mungkin seorang kepala negara bisa secara terbuka mendukung mata uang kripto tanpa lebih dulu meneliti latar belakangnya.

    Simak juga Video ‘Trump Tunjuk Eks Kepala Paypal Jadi Pimpinan AI-Kripto Gedung Putih’:

    (aid/rrd)



    Sumber : finance.detik.com