Tag: jawa barat

  • 5 Wisata Alam di Pinggir Kota buat Recharge Otak



    Ciamis

    Liburan tak perlu ambil cuti banyak-banyak dan macet-macetan, coba saja ke 5 wisata alam di pinggir kota ini untuk recharge otak.

    Lima wisata alam ini bisa jadi destinasi buat kabur dari stressnya kehidupan kota. Mulai dari desa wisata sampai hutan pinus yang sejuk dan bikin betah.

    1. Desa Wisata Cibeureum

    Yang pertama, ada Desa Wisata Cibeureum di Ciamis yang cocok dikunjungi bagi wisatawan yang ingin benar-benar healing dan menikmati alam.


    Di destinasi ini, pengunjung selain bisa melihat lanskap desa yang indah juga bisa bisa mengikuti banyak aktivitas. Seperti melihat sekaligus mencoba mengurus sapi, perikanan, pertanian dan perkebunan bersama masyarakat.

    Desa Wisata Cibeureum ini letaknya strategis, hanya 90 menit dari Bandara Kertajati dengan akses jalan yang bagus. Kemudian dari Jalan Nasional Gentong hanya ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

    Desa Wisata Cibeureum memiliki alam yang eksotis. Memiliki daya tarik konservasi seperti Sapi Pasundan. Kemudian secara geografis mudah ditempuh dekat dengan Jalan Nasional.

    2. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem.Telaga Biru Cicerem. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

    Saatnya memanjakan mata di tempat wisata yang berlokasi di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini. Telaga Biru Cicerem dengan luas areal 900 meter persegi berada di ketinggian 315 meter di atas permukaan laut menawarkan danau berwarna biru nan cantik.

    Pesona keindahan air sebening kristal, daya pikatnya yakni gradasi indah air telaga dengan warna hijau tosca dan biru akan menggoda wisatawan untuk berenang di sana.

    Tidak usah khawatir kelaparan saat berada di tempat ini. Warung-warung tersedia, begitu juga fasilitas penunjang seperti musala, toilet serta gazebo untuk santai menikmati pemandangan.

    3. Bumi Perkemahan Sukamantri

    Buper SukamantriBuper Sukamantri Foto: (Kharina Windi/d’Traveler)

    Suasana Bogor yang sejuk dan asri memang jadi incaran untuk liburan akhir pekan tanpa cuti. Kamu mau yang mau kemping bisa datang ke Bumi Perkemahan Sukamantri.

    Traveler bisa ke Bumi Perkemahan Sukamantri dengan naik angkot sewaan dari Stasiun Bogor sampai ke plang hijau bertuliskan Kujang Raider Sukamantri. Dari titik itu, perjalanan dilanjut dengan berjalan kaki sekitar 20 menit untuk mencapai area perkemahan.

    Deretan pohon pinus di sekitar area perkemahan seakan memanggil-manggil. Tak lengkap rasanya kalau tidak memasang hammock sambil menghirup udara segar di sini.

    4. Puncak Sunan Ibu

    Kawah Putih.Kawah Putih. Foto: Cindy Marsella/detikJabar

    Sunan Ibu adalah salah satu puncak dari Gunung Patuha, berada di ketinggian 2.343 mdpl. Tempat ini merupakan titik terbaik untuk menyaksikan keindahan Kawah Putih dari ketinggian, apalagi saat matahari mulai terbit.

    Dari puncak ini, kita bisa melihat hamparan kawah dengan air berwarna putih kehijauan yang diselimuti kabut, dihiasi cahaya keemasan dari matahari pagi di sisi timur.

    5. Hutan Pinus Guci

    Kemping Asyik di Guci ForestKemping Asyik di Guci Forest Foto: Imam Suripto/detikTravel

    Daya tarik dari Guci Forest adalah menawarkan tempat penginapan dengan view pemandangan alam yang indah. Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci Forest sambil menghirup udara segar khas pegunungan.

    Di lokasi ini, wisatawan bisa menginap di kemping ground yang berada di bawah lebatnya hutan pinus sambil menikmati hawa sejuk alam pegunungan. Cocok untuk meredakan stress kota besar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Rekomendasi Tempat Wisata Sejuk dan Sepi Dekat Jakarta


    Jakarta

    Akhir pekan jadi waktu yang tepat untuk healing sendiri atau bersama keluarga. Tentunya, detikers harus mencari destinasi wisata yang tepat agar keterbatasan waktu bisa dimanfaatkan dengan baik untuk relaksasi. Salah satu pilihannya adalah mencari tempat wisata yang tidak jauh dari domisili.

    4 Rekomendasi Tempat Wisata Sepi dan Sejuk Dekat Jakarta

    Berikut pilihan destinasi wisata yang bisa ditempuh pulang pergi dari Jakarta

    1. Kawasan Sentul

    Lokasi: Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat


    Rekomendasi:

    Hutan Hujan Sentul

    Hutan Hujan Sentul menjadi alternatif warga untuk mengisi akhir pekan. Anda akan diajak trekking dengan pemandangan hamparan sawah dan hijaunya Hutan Pinus.Hutan Hujan Sentul Foto: Grandyos Zafna

    Selain pemandangan yang bikin mata segar karena melihat hijau-hijau, kamu juga bisa menikmati cuaca sejuk dan adem dikelilingi gemericik air. Di sini juga tersedia arena camping, trekking ke Goa Garunggang, atau sekadar jalan-jalan sambil makan siang.

    Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar

    Camping ground Gunung PancarCamping ground Gunung Pancar Foto: Shutterstock

    Destinasi wisata ini sebetulnya sangat populer dan nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Namun dengan memilih kegiatan dan waktu pelaksanaan yang tepat, kamu bisa menikmati hawa sejuk dan TWA tidak terlalu ramai. Rekomendasi aktivitas di sini adalah trekking, glamping, atau menyeruput kopi.

    2. Kawasan Puncak

    Lokasi: Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    Rekomendasi:

    Kebun Raya Cibodas

    Objek wisata di Cianjur.Kebun Raya Cibodas Foto: Ismet Selamet

    Lokasi wisata ini cocok buat detikers yang mencari hawa sejuk, adem, relaksasi di tengah rimbun pepohonan. Tempat wisata ini tentunya Instagramable, kamu bisa ambil foto di Kebun Sakura atau dekat bunga bangkai raksasa. Bagi pecinta trekking, kamu bisa jalan-jalan menikmati keindahan alam dan gemericik air di rute menuju Air Terjun Ciberureum.

    Telaga Warna

    Telaga WarnaTelaga Warna Foto: Luthfi Hafidz/detikTravel

    Destinasi wisata ini berada dalam kebun teh dan merupakan bagian dari kawasan wisata cagar alam Megamendung. Telaga Warna menyajikan pemandangan yang sangat indah, tenang, dengan air berwarna hijau-biru. Spot ini cocok untuk kamu yang ingin healing sambil menghirup udara segar dan menyantap kuliner lezat.

    3. Gunung Bunder

    Kemping di Gunung BunderKemping di Gunung Bunder Foto: Roberto Tambunan/d’Traveler

    Lokasi: Lecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    Kawasan wisata ini dipenuhi pohon pinus yang bikin suasana rimbun, adem, dan sejuk. Area ini cocok buat penyuka trekking menuju wisata alam Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Pangeran, dan Curug Seribu. Kamu juga camping bersama keluarga di tempat yang adem dengan udara segar.

    4. Kota Bogor

    Lokasi: Jawa Barat area Jabodetabek

    Rekomendasi:

    Prasasti Batutulis

    Prasasti Batutulis, Bogor peninggalan Kerajaan SundaPrasasti Batutulis, Bogor peninggalan Kerajaan Sunda Foto: 20Detik

    Kawasan wisata sejarah ini berada di seberang Istana Batutulis yang merupakan tempat peristirahatan Presiden RI 1 Ir Soekarno. Selain melihat bukti historis peninggalan Kerajaan Pajajaran, kamu bisa ambil foto sambil nambah ilmu.

    Scientific Tourism Garden

    Tempat wisata ini cocok buat kamu yang ingin relaksasi bareng keluarga sambil mengenal alam. Di sini juga ada aneka tanaman hias dan buah-buahan, berikut cara budidaya dan perawatan. Review google menyatakan destinasi wisata ini sangat rindang, sejuk, dan pastinya Instagramable.

    Rekomendasi tempat wisata yang telah disebutkan bukannya sepi tanpa ada pengunjung. Sebaliknya, rekomendasi wisata ini sangat dikenal masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Namun dengan pemilihan waktu dan jam berkunjung yang tepat, pengunjung bisa menikmati suasana lebih tenang.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 13 Wisata Kuningan untuk Healing, Destinasi Terbaik dan Instagramable

    Jakarta
    Kabupaten Kuningan di Jawa Barat bisa jadi alternatif liburan sendiri atau bersama keluarga. Di sini, detikers bisa menemukan wisata alam, sejarah, edukasi dengan hawa sejuk dan punya beragam wahana. Kuningan cocok buat detikers yang nyari tempat liburan untuk healing, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau jalan-jalan bareng teman.

    Wilayah Kuningan punya destinasi gunung hingga telaga yang cocok jadi rekomendasi wisata saat liburan, berikut rekomendasinya

    1. Taman Nasional Gunung Ciremai

    Taman Nasional Gunung Ciremai.
    Taman Nasional Gunung Ciremai (dok. Istimewa)

    Jam buka: setiap hari

    • 07.00-11.00 WIB untuk jam naik
    • 11.00-18.00 WIB untuk jam turun

    Tarif masuk:

    • WNI: Senin-Jumat Rp 10 ribu per orang Sabtu-Minggu dan hari libur nasional Rp 15 ribu per orang
    • WNA: Senin-Minggu, hari libur nasional Rp 150 ribu per orang

    Tarif belum termasuk pungutan jasa pendakian gunung, kemah, pengambilan foto dan video, dan penggunaan drone

    Alamat: Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl menyimpan pesona keanekaragaman flora dan fauna plus hawa yang sejuk. Traveler yang sudah berpengalaman atau dengan guide yang kompeten, bisa mencoba naik ke puncak. Bagi yang tidak muncak nggak perlu khawatir, Gunung Ciremai punya pesona lain yang sayang buat dilewatkan.

    Di Gunung Ciremai ada Telaga Remis yang menawarkan aktivitas memancing dan bermain sepeda air, cocok untuk liburan bareng keluarga. Selain itu ada Desa Wisata Cibuntu yang kental dengan budaya Sunda. Pesona Curug Putri Palutungan dan Curug Sawer dengan air yang bersih, sejuk, dan segar bisa jadi pilihan sambil trekking di Gunung Ciremai.

    2. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem.
    Telaga Biru Cicerem (dok. Bima Bagaskara/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 15 ribu belum termasuk biaya lain

    Alamat: Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan

    Danau berair biru ini adalah tempat wisata yang cukup populer bagi warga Kabupaten Kuningan. Namun dengan pemilihan waktu liburan yang tepat, kamu bisa menikmati suasana tenang telaga biru dengan airnya yang jernih, bersih, dan sejuk. Waktu paling cocok buat main ke telaga adalah pagi hari sebelum matahari bersinar terik selepas liburan sekolah.

    “Sangat menyenangkan Telaga biru Cicarem yang cantik ini terjaga rapi dan bersih. Pengelola di sini menyediakan fasilitas umum yang memadai. Jangan lupa ambil foto dengan gaya paling okey dikelilingi pemandangan alami danau. Tukang foto di sini sigap bantu ngarahin gaya lho,” tulis akun google review Maria Aghnatha.

    3. Kebun Raya Kuningan

    Kebun Raya Kuningan
    Kebun Raya Kuningan (dok. Erick Disy Darmawan/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Dewasa Rp 10 ribu
    • Anak-anak Rp 5 ribu
    • Motor Rp 5 ribu
    • Mobil Rp 10 ribu
    • Bus/truk Rp 15 ribu
    • Sepeda Rp 2.500

    Tarif ini belum termasuk layanan lain yang tersedia di Kebun Raya Kuningan.

    Alamat: Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Taman wisata seluas 154.908 hektare ini tak hanya menyajikan koleksi 23 ribu spesies tanaman milik Nusantara. Tapi juga koleksi batu dari seluruh Indonesia, sehingga Kebun Raya Kuningan memiliki tema berbeda dengan destinasi wisata sejenis lainnya. Lanskap batu dan tanaman ternyata bisa dipadukan menjadi pemandangan indah, yang nyaman dipandang dan bisa memperbaiki mood.

    Pengunjung yang ingin melihat keindahan area Kebun Raya Kuningan lebih luas, bisa mencoba jalur trekking dengan datang lebih pagi saat matahari belum terlalu terik. Bagi pengunjung yang mau piknik, bisa datang ke dua area danau dengan hawa sejuk dan sangat luas. Pengunjung bisa cuci mata, jalan-jalan sekitar area danau, dan tentunya ambil foto. Nah buat yang mau eksplor dan lebih lama menikmati sejuknya kebun daya, bisa nginep di area camping atau guest house.

    4. Woodland

    WoodLand Cibubur menjadi destinasi baru untuk rekreasi dan kuliner keluarga. Ferris Wheel setinggi 31 meter siap jadi daya tarik utamanya.
    Woodland (dok. Hilalia Kani Juliana)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.00
    • Sabtu-Minggu 07.30-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 15 ribu per orang
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 20.000 untuk semua usia kecuali anak-anak usia 2-9 Rp 15 ribu.

    Tarif ini belum termasuk biaya lain selama liburan di Woodland

    Alamat: Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Destinasi wisata ini tidak hanya populer karena harga tiket terjangkau, tapi juga aneka wahana permainan. Didesain sebagai tempat liburan di area terbuka, Woodland juga menyediakan kolam renang bagi pengunjung. Semua wahana yang menguji fisik anak-anak ini tersedia di bawah pohon rindang, sehingga pengunjung tak perlu khawatir kepanasan.

    “Wahana permainan Woodland banyak ngasih tantangan, sehingga bagus untuk ngelatih keberanian dan ketangkasan anak kecil. Pilihan wahana juga lengkap, mulai dari flying fox dan permainan air. Selain itu tempatnya bersih, rapi, sejuk, dan hawanya segar,” kata salah satu pengunjung Resti asal Majalengka dikutip dari detik Jabar.

    5. Curug Putri Palutungan

    Curug Putri Palutungan di Kuningan
    Curug Putri Palutungan (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Berada di kaki Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan cocok buat pengunjung yang mencari hawa sejuk dan adem selama liburan. Curug ini tidak terlalu tinggi dengan tinggi kolam cenderung dangkal, sehingga cocok bagi yang ingin main air bareng keluarga. Di depan area curug ada pancuran alami dengan kolam yang bisa digunakan untuk berendam.

    “Suasana curug segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” ujar pengunjung Ali yang menikmati destinasi wisata alami ini bersama keluarga. Fasilitas pendukung bagi pengunjung di sini juga tersedia lengkap misal kantin, musala, gazebo, dan toilet sehingga pengunjung tak perlu khawatir. Pengunjung juga bisa mencoba motor ATV dan area perkemahan di sekitar curug.

    6. Objek Wisata Cibulan

    Kolam Renang Cibulan di Kuningan.
    Objek Wisata Cibulan (dok. Mohamad Taufik/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Anak-anak Rp 20 ribu
    • Dewasa Rp 22 ribu

    Biaya ini belum termasuk fasilitas dan layanan lain yang digunakan pengunjung

    Alamat: Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Wisata kolam air dingin yang sudah berdiri sejak 1939 ini lekat dengan mitos ikan dewa dan keberkahan 7 sumur. Seiring waktu, pengelola memperbaiki berbagai fasilitas dan layanan sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Kuningan ini tampil modern sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Berenang dalam air yang sejuk bersama keluarga benar-benar menyenangkan. Di sini ada kamar bilas di area bagian depan dan belakang, serta pilihan menggunakan air hangat dengan membayar Rp 10 ribu. Pengunjung yang nggak bawa bekal bisa membelinya dari penjual makanan sekitar,” kata akun google Endang Antarwati.

    7. Sangkan Resort Aqua Park

    Waterparak di Sangkan Resort Aqua Park, Kuningan
    Sangkan Resort Aqua Park (dok. Instagram @sangkapanpark)

    Jam buka: setiap hari 09.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 35 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 45 ribu

    Alamat: Jl. Raya Bandorasa KM. 12, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berlokasi di tempat strategis, Sangkan Resort adalah destinasi wisata air yang cocok untuk liburan keluarga. Selain kolam anak, dewasa, ombak, seluncuran, perosotan, dan berbagai wahana permainan, resort juga menyediakan hotel dan cottage yang bikin tamu bisa segera istirahat capek main air.

    Buat detikers yang mau liburan di Sangkan Resort wajib taat aturan umum di lokasi terkait. Tiket anak berlaku untuk usia 1-12 tahun, sehingga umur 13 tahun sudah wajib membeli tiket dewasa. Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman dari luar Sangkan Resort.

    8. Museum Taman Purbakala Cipari

    Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan
    Museum Taman Purbakala Cipari (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-15.00

    Tarif masuk: Rp 2 ribu

    Biaya belum termasuk harga buku sebesar Rp 3 ribu dan layanan di dalam museum

    Alamat: Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lokasi wisata sejarah ini menyajikan berbagai peninggalan zaman purbakala yang disimpan dengan rapi dan sistematik. Salah satu koleksi paling terkenal adalah menhir yang digunakan untuk memberikan persembahan dan mengajukan permohonan pada lelubur. Selain itu, ada batu altar yang disusun berundak-undak dielilingi pepohonan.

    Museum Taman Purbakala Cipari yang sudah berumur puluhan tahun, dikelilingi taman terbuka dengan hawa yang sangat sejuk. Taman terletak di dataran tinggi sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan aktivitas penduduk di sekitar tempat wisata. Dengan suasana yang tenang dan sejuk, Museum Taman Purbakala Cipari cocok bagi detikers yang ingin healing sambil memperluas wawasan.

    9. Gedung Perundingan Linggarjati

    Suasana Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan
    Gedung Perundingan Linggarjati (dok. Fahmi Labibinajib)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu-Minggu 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 10 ribu

    Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berdiri di lahan seluas 2 hektare, Gedung Linggarjati menyimpan fragmen sejarah Indonesia yang paling penting. Di sini pernah tercapai perjanjian dengan Belanda ketika Indonesia masih menjadi negara serikat bernama Negara Indonesia Serikat (RIS).

    Terlepas dari sejarahnya, Gedung Linggarjati berada di area kaki Gunung Ciremai yang sangat sejuk. Menurut salah satu pengunjung Saputro dikutip dari detik Jabar, suasana Gedung Linggarjati sangat asri dan adem. Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah atau sekadar memperluas pengetahuan bersama keluarga.

    10. Waduk Darma Kuningan

    Waduk Darma.
    Waduk Darma Kuningan (dok. Bima Bagaskara/detikJabar)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.30
    • Sabtu-Minggu 08.00-18.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 17.500
    • Sabtu-Minggu Rp 20 ribu

    Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

    Danau buatan ini adalah salah satu wisata populer bagi warga Kuningan yang nyaris tidak pernah sepi, terutama saat musim libur. Di sini tersedia aneka wahana permainan anak, perahu untuk keliling waduk, serta bisa jadi spot memancing dan main air bagi pengunjung.

    Namun pada 2024, waduk ini jadi sorotan karena banyak eceng gondok yang tumbuh subur. Banyaknya eceng gondok menjadi penanda air yang kurang bersih, sehingga pengunjung tak lagi berenang di waduk tersebut. Pengunjung yang nekat berisiko mengalami gatal-gatal atau gangguan kesehatan kulit.

    11. Lembah Cilengkrang

    Lembah Cilengkrang, Kuningan.
    Lembah Cilengkrang (dok. Fahmi Labibinajib)

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan

    Cilengkrang adalah wisata alam yang cocok buat kamu penyuka trekking atau jalan kaki di alam menikmati angin sejuk, udara segar, dan aneka flora fauna. Wisatawan harus jalan kaki mulai dari area parkir hingga pusat lembah serta naik tangga sejauh 2,3 kilometer.

    Menurut salah satu pengelola tempat wisata Uung dikutip dari detik Jabar, jalan kaki selama kurang lebih 40 menit dijamin tidak bikin bosan dan capek. Sepanjang jalan, wisatawan bisa merasakan rindangnya pohon pinus dan suasana yang sangat adem. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat elang Jawa, monyet, lutung dan surili.

    12. Bukit Seribu Bintang

    Bukit Bintang Brebes
    Bukit Seribu Bintang di perbatasan Brebes dan Kuningan (dok. Imam Suripto/detikcom)

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk: –

    Alamat: perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

    Bukit Seribu Bintang atau Bukit Bintang adalah area di kaki Gunung Ciremai yang cocok buat ngegalau. Sambil ngeliat taburan bintang tepat di atas kepala dan citylight Kuningan, kamu bisa menghabiskan malam sekadar ngobrol, cuci mata, atau menikmati kuliner yang dijual warga sekitar.

    13. Lamping Kidang Kuningan

    Lamping Kidang Kuningan
    Lamping Kidang atau lereng kijang dalam Bahasa Indonesia (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 25 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 30 ribu

    Alamat: Jl. Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lamping Kidang adalah area wisata di alam terbuka yang cocok untuk camping atau refreshing sambil minum kopi. Dengan pemandangan Gunung Ciremai yang langsung tampak di depan mata, pengunjung seperti melihat langsung bioskop keindahan alam. Mulai gerbang tiket hingga area utama, pohon yang tumbuh liar hingga perkebunan sayur milik warga siap menyambut pengunjung.

    Pengunjung juga bisa melihat kehidupan warga di sekitar Lamping Kidang dan pemandangan kota. Buat yang ingin ngecamp di Lamping Kidang, pengunjung bisa sewa tenda Rp 80 ribu. Di sini tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan misal kantin, kamar mandi, dan mushola.

    Halaman 2 dari 14

    Jam buka: setiap hari

    • 07.00-11.00 WIB untuk jam naik
    • 11.00-18.00 WIB untuk jam turun

    Tarif masuk:

    • WNI: Senin-Jumat Rp 10 ribu per orang Sabtu-Minggu dan hari libur nasional Rp 15 ribu per orang
    • WNA: Senin-Minggu, hari libur nasional Rp 150 ribu per orang

    Tarif belum termasuk pungutan jasa pendakian gunung, kemah, pengambilan foto dan video, dan penggunaan drone

    Alamat: Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl menyimpan pesona keanekaragaman flora dan fauna plus hawa yang sejuk. Traveler yang sudah berpengalaman atau dengan guide yang kompeten, bisa mencoba naik ke puncak. Bagi yang tidak muncak nggak perlu khawatir, Gunung Ciremai punya pesona lain yang sayang buat dilewatkan.

    Di Gunung Ciremai ada Telaga Remis yang menawarkan aktivitas memancing dan bermain sepeda air, cocok untuk liburan bareng keluarga. Selain itu ada Desa Wisata Cibuntu yang kental dengan budaya Sunda. Pesona Curug Putri Palutungan dan Curug Sawer dengan air yang bersih, sejuk, dan segar bisa jadi pilihan sambil trekking di Gunung Ciremai.

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 15 ribu belum termasuk biaya lain

    Alamat: Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan

    Danau berair biru ini adalah tempat wisata yang cukup populer bagi warga Kabupaten Kuningan. Namun dengan pemilihan waktu liburan yang tepat, kamu bisa menikmati suasana tenang telaga biru dengan airnya yang jernih, bersih, dan sejuk. Waktu paling cocok buat main ke telaga adalah pagi hari sebelum matahari bersinar terik selepas liburan sekolah.

    “Sangat menyenangkan Telaga biru Cicarem yang cantik ini terjaga rapi dan bersih. Pengelola di sini menyediakan fasilitas umum yang memadai. Jangan lupa ambil foto dengan gaya paling okey dikelilingi pemandangan alami danau. Tukang foto di sini sigap bantu ngarahin gaya lho,” tulis akun google review Maria Aghnatha.

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Dewasa Rp 10 ribu
    • Anak-anak Rp 5 ribu
    • Motor Rp 5 ribu
    • Mobil Rp 10 ribu
    • Bus/truk Rp 15 ribu
    • Sepeda Rp 2.500

    Tarif ini belum termasuk layanan lain yang tersedia di Kebun Raya Kuningan.

    Alamat: Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Taman wisata seluas 154.908 hektare ini tak hanya menyajikan koleksi 23 ribu spesies tanaman milik Nusantara. Tapi juga koleksi batu dari seluruh Indonesia, sehingga Kebun Raya Kuningan memiliki tema berbeda dengan destinasi wisata sejenis lainnya. Lanskap batu dan tanaman ternyata bisa dipadukan menjadi pemandangan indah, yang nyaman dipandang dan bisa memperbaiki mood.

    Pengunjung yang ingin melihat keindahan area Kebun Raya Kuningan lebih luas, bisa mencoba jalur trekking dengan datang lebih pagi saat matahari belum terlalu terik. Bagi pengunjung yang mau piknik, bisa datang ke dua area danau dengan hawa sejuk dan sangat luas. Pengunjung bisa cuci mata, jalan-jalan sekitar area danau, dan tentunya ambil foto. Nah buat yang mau eksplor dan lebih lama menikmati sejuknya kebun daya, bisa nginep di area camping atau guest house.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.00
    • Sabtu-Minggu 07.30-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 15 ribu per orang
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 20.000 untuk semua usia kecuali anak-anak usia 2-9 Rp 15 ribu.

    Tarif ini belum termasuk biaya lain selama liburan di Woodland

    Alamat: Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Destinasi wisata ini tidak hanya populer karena harga tiket terjangkau, tapi juga aneka wahana permainan. Didesain sebagai tempat liburan di area terbuka, Woodland juga menyediakan kolam renang bagi pengunjung. Semua wahana yang menguji fisik anak-anak ini tersedia di bawah pohon rindang, sehingga pengunjung tak perlu khawatir kepanasan.

    “Wahana permainan Woodland banyak ngasih tantangan, sehingga bagus untuk ngelatih keberanian dan ketangkasan anak kecil. Pilihan wahana juga lengkap, mulai dari flying fox dan permainan air. Selain itu tempatnya bersih, rapi, sejuk, dan hawanya segar,” kata salah satu pengunjung Resti asal Majalengka dikutip dari detik Jabar.

    Jam buka: 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Berada di kaki Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan cocok buat pengunjung yang mencari hawa sejuk dan adem selama liburan. Curug ini tidak terlalu tinggi dengan tinggi kolam cenderung dangkal, sehingga cocok bagi yang ingin main air bareng keluarga. Di depan area curug ada pancuran alami dengan kolam yang bisa digunakan untuk berendam.

    “Suasana curug segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” ujar pengunjung Ali yang menikmati destinasi wisata alami ini bersama keluarga. Fasilitas pendukung bagi pengunjung di sini juga tersedia lengkap misal kantin, musala, gazebo, dan toilet sehingga pengunjung tak perlu khawatir. Pengunjung juga bisa mencoba motor ATV dan area perkemahan di sekitar curug.

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Anak-anak Rp 20 ribu
    • Dewasa Rp 22 ribu

    Biaya ini belum termasuk fasilitas dan layanan lain yang digunakan pengunjung

    Alamat: Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Wisata kolam air dingin yang sudah berdiri sejak 1939 ini lekat dengan mitos ikan dewa dan keberkahan 7 sumur. Seiring waktu, pengelola memperbaiki berbagai fasilitas dan layanan sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Kuningan ini tampil modern sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Berenang dalam air yang sejuk bersama keluarga benar-benar menyenangkan. Di sini ada kamar bilas di area bagian depan dan belakang, serta pilihan menggunakan air hangat dengan membayar Rp 10 ribu. Pengunjung yang nggak bawa bekal bisa membelinya dari penjual makanan sekitar,” kata akun google Endang Antarwati.

    Jam buka: setiap hari 09.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 35 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 45 ribu

    Alamat: Jl. Raya Bandorasa KM. 12, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berlokasi di tempat strategis, Sangkan Resort adalah destinasi wisata air yang cocok untuk liburan keluarga. Selain kolam anak, dewasa, ombak, seluncuran, perosotan, dan berbagai wahana permainan, resort juga menyediakan hotel dan cottage yang bikin tamu bisa segera istirahat capek main air.

    Buat detikers yang mau liburan di Sangkan Resort wajib taat aturan umum di lokasi terkait. Tiket anak berlaku untuk usia 1-12 tahun, sehingga umur 13 tahun sudah wajib membeli tiket dewasa. Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman dari luar Sangkan Resort.

    Jam buka: setiap hari 08.00-15.00

    Tarif masuk: Rp 2 ribu

    Biaya belum termasuk harga buku sebesar Rp 3 ribu dan layanan di dalam museum

    Alamat: Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lokasi wisata sejarah ini menyajikan berbagai peninggalan zaman purbakala yang disimpan dengan rapi dan sistematik. Salah satu koleksi paling terkenal adalah menhir yang digunakan untuk memberikan persembahan dan mengajukan permohonan pada lelubur. Selain itu, ada batu altar yang disusun berundak-undak dielilingi pepohonan.

    Museum Taman Purbakala Cipari yang sudah berumur puluhan tahun, dikelilingi taman terbuka dengan hawa yang sangat sejuk. Taman terletak di dataran tinggi sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan aktivitas penduduk di sekitar tempat wisata. Dengan suasana yang tenang dan sejuk, Museum Taman Purbakala Cipari cocok bagi detikers yang ingin healing sambil memperluas wawasan.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu-Minggu 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 10 ribu

    Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berdiri di lahan seluas 2 hektare, Gedung Linggarjati menyimpan fragmen sejarah Indonesia yang paling penting. Di sini pernah tercapai perjanjian dengan Belanda ketika Indonesia masih menjadi negara serikat bernama Negara Indonesia Serikat (RIS).

    Terlepas dari sejarahnya, Gedung Linggarjati berada di area kaki Gunung Ciremai yang sangat sejuk. Menurut salah satu pengunjung Saputro dikutip dari detik Jabar, suasana Gedung Linggarjati sangat asri dan adem. Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah atau sekadar memperluas pengetahuan bersama keluarga.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.30
    • Sabtu-Minggu 08.00-18.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 17.500
    • Sabtu-Minggu Rp 20 ribu

    Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

    Danau buatan ini adalah salah satu wisata populer bagi warga Kuningan yang nyaris tidak pernah sepi, terutama saat musim libur. Di sini tersedia aneka wahana permainan anak, perahu untuk keliling waduk, serta bisa jadi spot memancing dan main air bagi pengunjung.

    Namun pada 2024, waduk ini jadi sorotan karena banyak eceng gondok yang tumbuh subur. Banyaknya eceng gondok menjadi penanda air yang kurang bersih, sehingga pengunjung tak lagi berenang di waduk tersebut. Pengunjung yang nekat berisiko mengalami gatal-gatal atau gangguan kesehatan kulit.

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan

    Cilengkrang adalah wisata alam yang cocok buat kamu penyuka trekking atau jalan kaki di alam menikmati angin sejuk, udara segar, dan aneka flora fauna. Wisatawan harus jalan kaki mulai dari area parkir hingga pusat lembah serta naik tangga sejauh 2,3 kilometer.

    Menurut salah satu pengelola tempat wisata Uung dikutip dari detik Jabar, jalan kaki selama kurang lebih 40 menit dijamin tidak bikin bosan dan capek. Sepanjang jalan, wisatawan bisa merasakan rindangnya pohon pinus dan suasana yang sangat adem. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat elang Jawa, monyet, lutung dan surili.

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk: –

    Alamat: perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

    Bukit Seribu Bintang atau Bukit Bintang adalah area di kaki Gunung Ciremai yang cocok buat ngegalau. Sambil ngeliat taburan bintang tepat di atas kepala dan citylight Kuningan, kamu bisa menghabiskan malam sekadar ngobrol, cuci mata, atau menikmati kuliner yang dijual warga sekitar.

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 25 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 30 ribu

    Alamat: Jl. Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lamping Kidang adalah area wisata di alam terbuka yang cocok untuk camping atau refreshing sambil minum kopi. Dengan pemandangan Gunung Ciremai yang langsung tampak di depan mata, pengunjung seperti melihat langsung bioskop keindahan alam. Mulai gerbang tiket hingga area utama, pohon yang tumbuh liar hingga perkebunan sayur milik warga siap menyambut pengunjung.

    Pengunjung juga bisa melihat kehidupan warga di sekitar Lamping Kidang dan pemandangan kota. Buat yang ingin ngecamp di Lamping Kidang, pengunjung bisa sewa tenda Rp 80 ribu. Di sini tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan misal kantin, kamar mandi, dan mushola.

    (row/fem)

    Simak Video “Video: Pria di Sumedang Tewas dengan Pisau Tertancap, Adik Ipar Jadi Tersangka
    [Gambas:Video 20detik]








    Sumber : travel.detik.com

  • Bertualang di Leuwi Hajo Wisata Alam Segar Dekat Jakarta



    Jakarta

    Traveler yang mencari ide kegiatan weekend tanpa perlu jauh-jauh dari Jakarta, datang saja ke Leuwi Hejo. Di sini kamu bisa menikmati alam dan healing sejenak.

    Lokasinya berada di Jalan Raya Jungleland Sentul, Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Suguhan beragam air terjun, seperti Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet, dan Curug Leuwi Baliung bikin adem. Banyak yang memberikan predikat Green Canyon-nya Bogor untuk kawasan ini.

    Tak hanya menawarkan keindahan, akses menuju Curug Leuwi Hejo relatif mudah dijangkau. Trekking untuk menuju curug ini tidak jauh dan tidak terlalu naik turun.


    Selain itu, trekking menuju Leuwi Hajo karena kamu bisa menikmati hijaunya pemandangan sekitar. Nanti setelah sampai di curug, kamu bisa seru-seruan lagi dengan mandi di kolam aliran air terjunnya.

    Wah, kebayang segarnya!

    Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo (Instagram @whatraveltrekkingclub)

    Air terjunnya tidak terlalu tinggi, sekitar 1,5 meter. Air yang jernih menjadi salah satu poin pemikat destinasi itu.

    Untuk bisa masuk ke lokasi, traveler hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 15-25 ribu per orang. Urusan toilet tidak perlu khawatir, ada banyak toilet dan kamar mandi sini. So, usai basah-basahan traveler bisa berganti pakaian.

    Tips menuju Curug Leuwi Hajo

    Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoBermain air di aliran Sungai Curug Leuwi Hejo (Luthfi hafidz/detikcom)

    Nah, sebelum datang ke curug, terdapat beberapa hal yang perlu traveler perhatikan nih supaya kunjungannya ke Leuwi Hajo nyaman dan aman.

    1. Pakailah alas kaki dan pakaian yang nyaman untuk trekking
    2. Datanglah saat cuaca cerah dan hindari musim hujan
    3. Bawalah baju ganti, sunblock, topi, minuman hingga makanan ringan
    4. Bila kamu belum pernah trekking, gunakanlah jasa pemandu atau ikut open trip
    5. Jaga kebersihan dan tertib selama berkegiatan
    6. Jangan lupa menikmati perjalanan dan abadikan dalam bentuk foto atau video sebagai kenang-kenangan

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Mistis dan Keindahan Alam yang Memukau



    Kuningan

    Gunung Ciremai bukan hanya gunung tertinggi di Jawa Barat, gunung itu adalah perpaduan lengkap dari keindahan alam, sejarah, dan mitos lokal.

    Dijuluki sebagai atapnya Jawa Barat, Gunung Ciremai ini memiliki ketinggian 3.078 di atas permukaan laut. Gunung Ciremai sendiri terletak di antara Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan sedikit di wilayah Cirebon.

    Gunung ini menjadi gunung favorit para pendaki jika ingin menikmati keindahan alam Jawa Barat dari ketinggian. Melansir laman resmi Taman Nasional Gunung Ciremai, bahkan sejak zaman kolonial Gunung Ciremai sudah mendapatkan perhatian penting.


    Di tahun 1930-an wilayah tersebut telah ditetapkan menjadi hutan lindung oleh Pemerintah Hindia-Belanda, kemudian di tahun 1978 menjadi hutan produksi. Dan di tahun 2004 ditetapkan menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), kawasan tersebut kini dikelola langsung oleh Balai TNGC dengan luas sekitar 15.500 hektar.

    Pesona Alam dan Lokal

    Bagi pendaki yang ingin mencoba mengelan Gunung Ciremai lebih dalam, terdapat tiga jalur pendakian: Palutungan, Apuy, dan Linggarjati. Untuk jalur Palutungan dan Apuy punya medan yang cocok untuk pendaki pemula.

    Beda dengan jalur Linggarjati yang lebih menantang, tapi justru jalur ini yang jadi andalan para pendaki, karena menyimpan banyak cerita yang bisa jadi selingan pendaki saat berada dalam jalur pendakian.

    Di puncak Ciremai, traveler yang ke sini akan disuguhkan oleh dua kawah yang indah. Selain itu dari puncak gunungnya, akan terlihat indah city view yang megah nan mempesona.

    Taman Nasional Gunung Ciremai.Taman Nasional Gunung Ciremai. (Istimewa)

    Bukan hanya menyuguhkan pesona alam yang menakjubkan, Gunung Ciremai, khususnya masyarakat di sana juga masih melestarikan budaya lokal. Sehingga budaya ini menjadi daya tarik lain para pendaki yang hendak menuju ke puncak Gunung Ciremai.

    Seren Taun atau sebuah tradisi pasca panen sebagai wujud rasa syukur masyarakat Sunda terhadap hasil bumi yang diperoleh yang dilakukan secara tahunan. Dalam kegiatan tersebut biasanya akan ada arak-arakan dan keseruan lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Mitos dan Mistis

    Tentunya di setiap daerah maupun setiap gunung punya mitos dan cerita mistis yang melekat, tak terkecuali di Gunung Ciremai ini. Konon katanya mitos di Gunung Ciremai ini tidak boleh membuang air seni ke tanah.

    Nantinya jika seseorang melakukan tersebut, maka musibah buruk akan menimpa kepada pelakunya. Oleh karenya di jalur pendakian kerap dijumpai plastik-plastik atau botol plastik berisikan air seni digantung di ranting pepohonan.

    Mitos lainnya yang ada di Gunung Ciremai ini adalah menghentakkan kaki sebanyak tiga kali. Cara tersebut diyakini dapat melindungi pendaki dari gangguan makhluk tak kasat mata dan juga melindungi selama pendakian.

    Gunung Ciremai.Gunung Ciremai. (Fathnur Rohman/detikJabar)

    Kemudian, ada juga mitos tentang harimau bermata satu, konon harimau bermata satu ini tinggal di antara gundukan ranting kering berbentuk gua di Gunung Ciremai.

    Nah dari cerita yang terus bergulir itu, harimau bermata tersebut merupakan binatang yang dimiliki oleh Nini Pelet. Nama tersebut adalah merupakan sosok yang memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa.

    Dalam ceritanya Gunung Ciremai ini merupakan singgasana kerajaan Nini Pelet, sehingga gunung ini juga dianggap sakral dan punya magnet mistis yang kuat.

    Bukan hanya cerita tentang Nini Pelet, masih banyak lainnya, salah satunya cerita suara lantunan gamelan. Konon ketika pendaki mendengar suara gamelan itu, akan penasaran dari mana sumber suara tersebut, dan dari beberapa kejadian juga ada yang tersesat karena mencari keberadaan suara itu.

    Di luar cerita mitos dan mistis yang ada di Gunung Ciremai, atapnya Provinsi Jawa Barat ini secara lanskap alamnya begitu menakjubkan dan indah untuk dinikmati. Ia adalah saksi bisu dari perjalanan sejarah, wadah kekayaan alam, cermin budaya masyarakat, dan ruang spiritual yang dihormati.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mitos Situ Bagendit dan Keindahan Alam dan Cerita Rakyat yang Melegenda



    Garut

    Situ Bagendit adalah salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Garut. Baru-baru ini, pemerintah Kabupaten Garut melakukan upaya pembersihan Situ Bagendit dari tanaman liar yang mengganggu.

    Selain sebagai daya tarik wisata, situ yang berlokasi di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi ini juga menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat sekitar.

    Situ Bagendit menawarkan keindahan alam yang memukau dengan panorama danau yang luas dan dikelilingi pegunungan seperti Gunung Guntur, Gunung Putri, Gunung Papandayan, dan Gunung Cikuray


    Di balik daya tarik wisatanya, Situ Bagendit menyimpan cerita legenda yang menarik untuk disimak. Konon, nama Situ Bagendit juga diambil dari nama tokoh utama yang ada di dalam cerita legenda ini.

    Cerita Rakyat

    Mengutip situs resmi Kabupaten Garut, cerita legenda ini juga menyimpan pesan moral yang penting untuk diresapi.

    Pada zaman dahulu kala, hidup seorang perempuan kaya bernama Nyai Bagendit di salah satu desa yang terletak di Jawa Barat. Nyai Bagendit hidup seorang diri dengan kekayaan melimpah dari warisan suaminya yang meninggal.

    Dari kekayaan yang dimiliki, Nyai Bagendit kerap merasa takut akan jatuh miskin. Hal itu membuatnya menjadi seseorang yang kikir. Terlebih lagi, Nyai Bagendit memiliki perangai yang kurang ramah kepada warga sekitar.

    Nyai Bagendit akan berkenan membantu warga yang sedang kesulitan dengan catatan terdapat ganti bunga yang sangat tinggi. Kemudian, apabila warga telat membayar utang tersebut maka akan mendapat diperlakukan kasar oleh orang suruhan Nyai Bagendit dan bahkan menyita sisa kekayaannya.

    Beberapa perangai buruk Nyai Bagendit pun membuatnya kerap tidak disukai oleh warga sekitar. Ditambah lagi dengan sifatnya yang senang memamerkan harta kekayaan kepada warga sekitar.

    Pada suatu hari, Nyai Bagendit sedang bersantai di halaman rumahnya sambil menghitung kekayaan uang dan emasnya. Kemudian datanglah seorang kakek tua yang berjalan dengan sebuah tongkat.

    Kakek tersebut merupakan seorang pengembara yang meminta sedikit air minum kepada Nyai Bagendit. Namun, Nyai Bagendit menolak dan justru memaki kakek tersebut dengan kasar lantas mengusirnya.

    Setelah diperlakukan tidak mengenakkan, kakek tersebut merasa sedih dan kecewa. Kemudian ia menancapkan tongkatnya di depan rumah Nyai Bagendit sambil mengingatkan wanita kaya tersebut mengenai pelajaran yang akan diterimanya.

    Melihat hal tersebut Nyai Bagendit tidak menghiraukan dan hanya mengejeknya dengan tertawa. Kemudian ia pun masuk ke dalam rumah untuk meninggal kakek tersebut di luar.

    Setelah itu, kakek tersebut mencabut tongkat yang ditancapkannya yang kemudian memancarkan air yang sangat deras. Air yang memancar tersebut menyebabkan banjir pada desa yang ditempati Nyai Bagendit. Para penduduk desa pun berlarian untuk menyelamatkan diri.

    Sementara itu kakek pengembara menghilang entah ke mana. Nyai bagendit pun terlambat menyadari kedatangan banjir dan lebih memilih untuk menyelamatkan kekayaannya.

    Akhirnya, Nyai Bagendit pun meminta pertolongan sembari membawa sekotak uang dan emas. Nahasnya tidak ada orang yang mendengar Nyai Bagendit karena warga sudah menyelamatkan diri terlebih dahulu.

    Nyai Bagendit pun tenggelam bersama seluruh kekayaannya dan banjir pun semakin meluap sampai akhirnya membentuk sebuah danau. Kemudian danau atau situ tersebut diberi nama Situ Bagendit.

    Mitos di Situ Bagendit

    Oh iya, mitosnya, buat yang pacaran di Situ Bagendit, kabarnya bakal putus cinta. Bahkan ada kalanya, keluarga melarang anak-anak yang tengah berhubungan datang ke Situ Bagendit. Walah, benar atau tidak ya mitos ini?

    —-

    Artikel ini sudah tayang juga di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Terbatas! Main Salju di Trans Snow World Bekasi Cuma Rp 65.000!



    Bekasi

    Nikmati sensasi salju di Bekasi tanpa bikin dompet meringis.

    Mulai tanggal 16–18 Agustus 2025, Trans Snow World Bekasi menghadirkan promo menarik, beli 3 tiket, hanya bayar Rp 65.000 per orang.

    Ajak keluarga atau teman, dan pesta salju bisa mulai! Periode promo terbatas, buruan cek dan booking di situs resmi Trans Entertainment.


    Info Lengkap & Faktual dari Trans Snow World Bekasi

    Lokasi & Akses

    Trans Snow World Bekasi berada di Jalan Cut Mutia Nomor 180, Bekasi, Jawa Barat.

    Jam Operasional

    Weekdays (Senin–Jumat): 11.00–19.00 WIB Akhir Pekan & Libur: 10.00–20.00 WIB

    Jadi, pas banget kalau kamu pengin main makin puas atau hindari antrian, datang pagi atau menjelang tutup.

    Wahana & Fasilitas Seru di Dalam Dunia Salju

    Trans Snow World Bekasi adalah taman salju indoor terbesar di Indonesia, dibuka sejak Maret 2019, mencakup area bermain seluas ±6.500 m² dengan salju buatan nyata. Berikut atraksi yang bisa kamu coba:

    • Snow Tubing: seluncuran seru dengan ban tiup
    • Ski & Snowboarding: lengkap dengan peralatan dan pelatih pemula
    • Chairlift: gondola ringan untuk pemandangan area salju–gratis, sudah termasuk tiket
    • Snow Playground: bangun boneka salju, lempar bola salju, foto kece
    • Hujan Salju Buatan: beberapa kali setiap hari jadi momen magis Tropis–Salju

    Fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, restoran/food court, area parkir, ATM, wifi, bahkan merchandise seperti jaket, tumbler, souvenir tersedia lengkap.

    Segera amankan tiketnya sekarang di www.transentertainment.com!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hati-hati di Tanjakan Cisarakan



    Sukabumi

    Traveler harap hati-hati jika melintas di tanjakan Cisarakan, Sukabumi. Bukan soal mistis, tapi ada banyak monyet-monyet yang bikin kaget.

    Suara rem yang ditarik mendadak memecah keheningan siang. Ban berdecit, helm pengendara motor di depan kami sedikit terhuyung. Di depan motor, ada seekor monyet duduk tepat di garis putih tengah jalan.

    Ekornya melingkar di aspal, matanya menatap tajam kendaraan yang mendekat tatapan yang entah menantang atau sekadar penasaran. Dari pagar besi di sisi kiri jalan, beberapa ekor monyet lain mengamati.


    Ada monyet ekor panjang yang menguap, ada yang sibuk memeriksa bulu kawannya, ada juga yang tampak siap melompat ke badan jalan kapan saja.

    Seperti itulah kira-kira situasi di Tanjakan Cisarakan yang berada di desa Buniwangi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hutan tropis di kiri dan tebing batu berlumut di kanan menjadi latar alami yang kontras dengan aspal hitam yang panas tersorot matahari.

    Dari pantauan di lokasi, kawanan monyet tersebut tidak terburu-buru. Mereka menyeberang jalan dengan santai. Bahkan kadang berhenti di tengah tanjakan atau turunan, seolah paham bahwa manusia akan mengalah.

    Ada yang duduk diam sambil memegang potongan ranting, ada yang mengais sisa makanan dari plastik yang terbuang di pinggir jalan.

    “Kalau sore lebih ramai lagi, suka tiba-tiba nyebrang. Makanya kalau lewat sini, gas jangan terlalu dalam,” kata I Supendi, seorang pengendara motor yang kami temui.

    Ia mengaku sudah hafal kebiasaan kawanan ini, sehingga selalu menurunkan kecepatan saat melintas.

    “Kalau yang saya takutin monyet ini tiba-tiba melompat. Kadang suka takut juga ya karena kondisi jalan raya langsung berdekatan dengan kawanan hewan liar itu. Namun sejauh ini hal itu belum terjadi,” ujarnya.

    Warga menyebut perilaku berani monyet Cisarakan makin sering terjadi. Sebagian percaya, kebiasaan pengendara dan wisatawan memberi makan membuat mereka betah di jalur lalu lintas.

    Serupa dengan kawasan Gunung Tangkil, di mana monyet liar sering terlihat di tepian hutan hingga bergelantungan di kabel listrik, di Cisarakan kawanan ini juga seolah menguasai jalur, menjadikan jalanan aspal seperti panggung harian untuk bertemu manusia.

    Jalur yang Berbahaya

    Jalan ini sendiri bukan sembarang jalan, tanjakan dan turunan curamnya adalah penghubung Cikidang – Palabuhanratu, kerap dilalui mobil wisata, truk barang, dan motor yang melaju kencang.

    Kombinasi kelokan tajam dan satwa liar yang menyeberang tiba-tiba adalah resep berbahaya jika pengendara tidak waspada.

    Dari balik kaca mobil, pemandangan ini memang mengundang rasa kagum seperti potongan film dokumenter yang diambil di hutan liar. Namun bedanya, ini adalah ruang yang dibagi antara mesin dan alam. Dan di sini, batas antara keduanya tipis sekali.

    Peringatan untuk pengendara, kurangi kecepatan, jaga jarak, dan jangan memberi makan monyet di lokasi ini. Selain demi keselamatan di jalan, langkah itu juga penting untuk menjaga perilaku alami mereka di habitatnya.

    Warga setempat berharap pemerintah atau pihak terkait memasang papan peringatan khusus di titik-titik rawan kemunculan monyet.

    Dengan begitu, pengendara dari luar daerah akan siap mengantisipasi sejak awal, bukan kaget lalu mengerem mendadak di tengah tanjakan atau turunan.

    “Kalau ada papan peringatan, kan pengendara dari luar daerah juga bisa siap-siap. Jangan sampai ngerem mendadak karena kaget,” tutur seorang warga.

    Dengan sedikit kewaspadaan dan tanda peringatan yang jelas, pertemuan antara manusia dan satwa liar di jalur ini bisa tetap aman tanpa harus mengorbankan keselamatan ataupun merusak kebiasaan alami para monyet penghuni hutan Cisarakan.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ketika Sofi Menentramkan Berahi Sandalwood



    Cianjur

    Bila di Istana Bogor selama ini dikenal dengan koleksi ratusan rusa, plus domba-domba milik Presiden Jokowi, lain lagi dengan di Istana Cipanas. Di sana ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu.

    Dari peta silsilah keluarga kuda yang terpasang di sekitar istal, pejantan pertama bernama Obos kelahiran 2007. Dia sudah tak menghuni Istana Cipanas karena dihibahkan ke Yayasan Rumah Perubahan pimpinan pakar manajemen Prof Rhenald Kasali.

    Semua kuda di sana memiliki nama seperti nama manusia. Ada Sari yang lahir pada 2005, Euis (2006), Poppy (2014), Moris dan Steven (2010 dan 2005, sudah mati karena sakit), Boyke (2012), Clado (2018), dan lainnya. Kuda tertua bernama Lisa yang lahir pada 1997, dan termuda dinamai Danov (Kuda November) yang lahir pada November 2021.


    Di Istana Cipanas ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu.Silsilah kuda di di Istana Cipanas. Ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu. Foto: Sudrajat

    Di Istana Bogor, menurut Kepala Subbagian Protokol dan Layanan Istana Cipanas, Cecep Koswara, sebetulnya juga ada kuda. Cikal bakalnya adalah dua kuda Sandelwood pemberian masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Presiden Jokowi pada Juli 2017. Kedua kuda itu harganya ditaksir senilai Rp 70 juta.

    “Pak Jokowi kemudian melaporkan hadiah tersebut ke KPK. Oleh KPK kemudian dititipkan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat dan kemudian ditetapkan sebagai aset negara,” kata Cecep kepada rombongan Komunitas Jalan Pagi Sejarah (Japas) Bogor, Rabu (20/8/2025). Komunitas ini dipimpin ‘Kuncen Bogor’ Johnny Pinot dan Abdullah Abubakar Batarfie.

    Di Istana Cipanas ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu.Kuda November (Danov) Foto: Sudrajat

    Suatu hari, Cecep melanjutkan, salah satu kuda Sandelwood mengamuk. Istal yang terbuat dari kayu nan kokoh pun jebol dibuatnya. Tak lama setelah itu dia tiba-tiba ambruk. Selama tiga hari tak dapat berdiri, dan harus ditopang dengan penyangga.

    Tim dokter hewan dari IPB didatangkan. Mereka memberikan cairan infus, dan selama tiga hari menemani kuda tersebut untuk mempelajari apa gerangan yang membuat kondisi si Sandelwood seperti itu.

    “Tim dokter menyimpulkan bahwa kuda tersebut ternyata ingin kawin. Libidonya meningkat drastis nyaris tak terkendali sehingga dia bertingkah liar,” tutur Cecep disambut tawa hadirin.

    Beberapa dari mereka ada yang nyeletuk kecewa. Mereka semula menduga ada unsur mistis atau horor dari cerita Cecep. Ternyata soal berahi.

    Akhirnya, kata Cecep melanjutkan, didatangkanlah Sofi dari Istana Cipanas. Temperamen si Sandalwood pun praktis terkendali. Setelah beberapa waktu Sofi pun menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

    Untuk perawatan, sejak 2019 Istana Cipanas melibatkan para mahasiswa kedokteran hewan IPB. Untuk mengendalikan populasi, para mahasiswa kedokteran hewan IPB melakukan katrasi (pengangkatan testis) kepada beberapa kuda jantan, antara lain Birma (6 tahun) dan Junior (3). Pejantan yang menjalani kastrasi biasanya akan kehilangan kemampuan reproduksi.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hidden Gems di Sukabumi: Bukit Durian Sagara



    Sukabumi

    Ada lagi nih hidden gems di Sukabumi, Jawa Barat yang bisa menjadi destinasi akhir pekan traveler. Bukit Durian Sagara.

    Dari jalan utama Cikakak, papan kecil penunjuk arah mengantar pengunjung berbelok ke jalur yang menanjak perlahan. Sesuai namanya, banyak pohon durian di jalur ini.

    Begitu sampai di puncak, hamparan Teluk Palabuhanratu terlihat seperti lukisan yang disimpan lama, lalu dibuka kembali di depan mata. Garis pantai yang melengkung, laut biru yang berkilau, dan deretan perbukitan hijau di belakangnya, seolah menyapa siapa saja yang datang.


    “Nggak nyangka view-nya sebagus ini. Saya pikir cuma kebun durian biasa, ternyata tempatnya bikin betah,” kata Fadli, wisatawan asal Bandung, Minggu (10/8/2025), dilansir dari detikjabar.

    Di tengah lanskap itu, sebuah jembatan kayu berwarna kuning menjadi jalur ikonik yang menghubungkan area parkir, gazebo, dan kafe. Bougenville ungu dan merah muda tumbuh subur di sisi jalur, memberi warna pada hijau pepohonan.

    Bukit Durian Sagara, Sukabumi memiliki view menawan, langsung ke Teluk Pelabuhanratu.Bukit Durian Sagara, Sukabumi memiliki view menawan, langsung ke Teluk Pelabuhanratu. (Syahdan Alamsyah/detikcom)

    Di salah satu sudut berdiri Selsalse Coffee, kafe kayu berkonsep terbuka. Dari terasnya, laut selatan terbentang luas, sementara di bawahnya pohon-pohon durian tumbuh berjajar rapi.

    “Awalnya ke sini mau makan durian saja. Tapi katanya setok duriannya habis saat libur panjang beberapa waktu lalu. Meskipun begitu, terobati karena ternyata suasananya luar biasa. Kalau sore, anginnya adem, rasanya nggak mau pulang,” ujar Rizal, pengunjung asal Bogor yang sore itu duduk dengan secangkir kopi.

    Kendati bernama Bukit Durian Sagara, daya tarik destinasi ini tidak memudar meskipun musim panen durian belum tiba. Di luar musim duren, udara sejuk dan panorama alam tetap jadi alasan untuk datang. Dari titik tertinggi, garis ombak di kejauhan terlihat seperti benang putih yang memecah biru laut.

    Sementara di sisi lain, perbukitan bergelombang seperti karpet hijau raksasa, memberi kontras yang menenangkan mata.

    Akses menuju Bukit Durian Sagara kini sudah jauh lebih baik. Dari pusat Kota Sukabumi, perjalanan sekitar dua jam bisa ditempuh dengan mobil atau motor. Jalan utama sudah diaspal halus, hanya beberapa ratus meter terakhir yang menanjak dan berkelok. Area parkir cukup luas, dilengkapi mushola dan jalur setapak yang rapi.

    Selain durian lokal, saat musimnya tiba pengunjung bisa menikmati varietas premium seperti Musang King dan Duri Hitam langsung dari pohonnya. Namun bagi banyak orang, daya tariknya justru terletak pada suasana, duduk di bangku kayu, memandang laut, sambil membiarkan angin sore mengibaskan rambut.

    Menjelang senja, langit perlahan berubah menjadi kanvas berwarna oranye dan ungu. Bukit Durian Sagara pun berubah menjadi tempat yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga meninggalkan kesan sebuah permata tersembunyi yang membuat pengunjung ingin kembali.

    ***

    Selengkapnya klik di sini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com