Tag: jawa barat

  • Menkeu Sebut Jurusan-Kampus Beasiswa LPDP Akan Ditentukan Menko PMK-Mendiktisaintek



    Jakarta

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan jurusan dan kampus beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), terutama program perguruan tinggi utama dunia (World’s Top University), nanti akan ditentukan. Fokusnya ke STEM (Science-Technology-Engineering-Math) dan mendukung industri strategis nasional.

    “Saya akan berharap lebih banyak lagi (anak Indonesia yang dapat beasiswa LPDP). Walaupun Pak Brian (Mendiktisaintek Brian Yuliarto) dan Pak Pratik (Menko PMK Pratikno), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination, dan bidang apa,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

    Hal itu disampaikannya dalam sambutan di pembukaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) Indonesia di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

    “Saya kira itu adalah policy dari setiap pemangku kepentingan, kami yang mengelola dananya supaya bisa sesuai dengan kepentingan dari masing-masing sektor,” jelas Sri Mulyani.

    Berdasarkan data yang dibacakan Sri Mulyani, untuk STEM, beasiswa mencapai 58.597 penerima. Sedangkan industri strategis yang akan difokuskan yakni:

    • Industri Pertahanan
    • Industri Transportasi dan Telekomunikasi
    • Industri Digital/Kreatif
    • Industri Maritim
    • Industri Pangan
    • Industri Kesehatan/Farmasi
    • Industri Energi
    • Penelitian Dasar, Terapan dan R&D

    Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Jumat (1/8/2025) lalu, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa transformasi LPDP akan diarahkan untuk memperkuat talenta nasional di bidang STEM meningkatkan efektivitas riset, dan mengoptimalkan beasiswa strategis nasional selaras dengan Asta Cita Presiden.

    Hal itu disampaikan Menko PMK saat memimpin Rapat Dewan Penyantun LPDP di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Kamis (31/7/2025).

    “LPDP harus menjadi mesin akselerasi SDM unggul yang mampu menopang industri strategis masa depan, memperkuat daya saing teknologi, dan mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Menko PMK.

    Transformasi kebijakan beasiswa dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag).

    Menko PMK menjelaskan bahwa beasiswa akan dirancang lebih tepat sasaran melalui:

    • Perluasan program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri bereputasi
    • Penentuan jurusan sejak awal sesuai kebutuhan SDM
    • Pemberian beasiswa bagi guru bimbingan konseling, guru bahasa Inggris, guru di bidang STEM, kader ulama dan pemuka agama, anak berbakat istimewa, hingga aparatur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

    “Kita ingin beasiswa LPDP benar-benar menyasar kebutuhan nyata di lapangan. Tidak hanya akademisi atau profesional di STEM, tapi juga guru, kader ulama, pemuka agama, aparatur pemerintah, dan anak-anak berbakat istimewa. Mereka semua adalah bagian dari ekosistem talenta yang harus kita dukung,” ujar Menko PMK.

    (nwk/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa Sekolah dan Kuliah Inagro Muda 2025, Anak Gap Year Bisa Daftar Lho!


    Jakarta

    Taman wisata edukasi dan agribisnis Inagro, Ciseeng, Bogor bersama Yayasan Khouw Kalbe (YKK) membuka pendaftaran Beasiswa Inagro Muda 2025 mulai 28 April-23 Mei mendatang. Siswa perempuan maupun yang tengah gap year saat ini bisa mendaftar.

    Dikutip dari laman resminya, beasiswa ini merupakan dukungan pendidikan dan pengembangan diri untuk perempuan muda, terutama di wilayah Inagro beroperasi seperti Ciseeng, Rumpin, Ciampea, Kemang, dan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Diharapkan, beasiswa mitra YKK ini mendukung perempuan untuk mengakses pendidikan berkualitas dan berdaya, berkarya, dan berkontribusi dalam perubahan positif untuk daerahnya masing-masing.

    Beasiswa Inagro Muda 2025

    Berikut komponen beasiswa yang akan diperoleh pelajar terpilih:


    • Dana bantuan pendidikan
    • Pelatihan kapasitas dan karakter
    • Pelibatan dalam komunitas

    Jenis Beasiswa

    Berikut jenis Beasiswa Inagro Muda tahun ini beserta syarat khususnya:

    Beasiswa Inagro Muda Jenjang Sekolah – SMA/Sederajat

    • Diperuntukkan bagi siswi kelas 9, lulusan SMP yang sedang gap year, atau kelas 10
    • Pendaftar berusia 15-17 tahun
    • Pendaftar memiliki nilai rapor dengan rata-rata minimal 80 pada nilai pengetahuan dan keterampilan

    Beasiswa Inagro Muda Jenjang Kuliah D3, D4, atau S1

    • Diperuntukkan bagi siswi kelas XII, lulusan SMA/ sederajat yang sedang gap year, atau mahasiswa aktif maksimal semester 1
    • Pendaftar beasiswa berusia 17-22 tahun.
    • IPK paling rendah 3.30, atau rata-rata nilai rapor paling rendah 80

    Syarat Pendaftaran

    Di samping syarat sesuai jenjang di atas, berikut syarat umum pendaftaran beasiswa:

    • Warga negara Indonesia
    • Perempuan
    • Belum menikah
    • Mendapatkan surat rekomendasi dari Inagro yang akan diberikan setelah seleksi awal (pendaftaran online)
    • Berkeinginan kuat untuk mengembangkan diri pada bidang studi yang dipilih
    • Berkomitmen untuk menjadi teladan bagi warga sekitar
    • Berkomitmen untuk aktif mengikuti kegiatan yang digelar Inagro dan YKK

    Pendaftaran beaasiswa dibuka secara daring melalui link https://bit.ly/BEASISWAINAGROMUDA2025. Jika lolos tahap ini, pendaftar akan dihubungi dan diberi surat rekomendasi untuk lanjut seleksi tahap selanjutnya. Informasi mengenai Beasiswa Inagro Muda 2025 dapat diakses dengan klik DI SINI. Berminat mendaftar, detikers?

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Beasiswa Sinar Mas 2025, Gratis Kuliah D3 dan Peluang Magang


    Jakarta

    Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2025 dibuka untuk calon mahasiswa tahun ini. Penerima beasiswa berkesempatan terpilih sebagai peserta magang dan bekerja di perusahaan ini.

    Dikutip dari laman SMART Tbk, beasiswa kuliah D3 ini diperuntukkan bagi pelajar bermotivasi tinggi yang berminat tinggi di bidang agribisinis. Simak cakupan beasiswa dan persyaratannya di bawah ini.

    Beasiswa Sinar Mas 2025 Kuliah D3

    Beasiswa kuliah ini meliputi:


    • Seluruh biaya pendidikan selama masa studi
    • Pelatihan kerja, mulai dari pengelolaan perkebunan sampai pelaksanaan peran supervisi di pabrik rafinasi sektor hilir perusahaan
    • Kesempatan untuk mendapatkan bantuan biaya hidup bagi 10 mahasiswa dengan IPK terbaik pada setiap semester.
    • Kesempatan magang pada penerima beasiswa terbaik di lokasi perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food.
    • Kesempatan kerja di Sinar Mas Agribusiness and Food bagi peserta magang terpilih setelah lulus.

    Syarat Beasiswa

    Beasiswa ini ditawarkan untuk kuliah program D3 Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dengan peminatan Kebun dan peminatan Pabrik di Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) Cikarang, Jawa Barat. Berikut syaratnya.

    Syarat Beasiswa Agronomi (Peminatan Kebun)

    Lulusan program peminatan kebun dipersiapkan untuk menjadi Asisten Agronomi andal dengan tugas utama mengelola dan mengatur perkebunan kelapa sawit di Sinar Mas Agribusiness and Food. Pengelolaan ini meliputi proses pembibitan, penanaman, pemupukan, hingga panen.

    Berikut syarat beasiswa di peminatan ini:

    • Lulusan SMA/MAN IPA atau SMK Pertanian/SPP/SPMA.
    • Tinggi badan minimal 165 cm dengan berat badan proporsional.
    • Tidak buta warna total maupun parsial.
    • Lulus seluruh proses seleksi yang diadakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food dan ITSB.
    • Lulus tes kesehatan.

    Syarat Beasiswa Mill (Peminatan Pabrik)

    Lulusan peminatan disiapkan untuk menjadi Asisten Mill andal dengan tugas utama mengelola dan mengatur operasional pabrik kelapa sawit di Sinar Mas Agribusiness and Food. Operasi ini mencakup proses produksi, pemeliharaan (maintenance), elektrikal, hingga pengelolaan laboratorium.

    Berikut syarat pendaftarannya:

    • Lulusan SMA/MAN IPA atau SMK Mekanikal/Elektrikal
    • Tinggi badan minimal 165 cm dengan berat badan proporsional.
    • Tidak buta warna total maupun parsial.
    • Lulus seluruh proses seleksi yang diadakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food dan ITSB.
    • Lulus tes kesehatan.

    Cara Mendaftar

    • Buka https://www.smart-tbk.com/bekerja-bersama-kami/beasiswa/
    • Klik tombol “Klik di Sini untuk Mendaftar”
    • Calon pendaftar akan dibantu oleh SIERA (Sinar Mas Agribusiness and Food Recruitment Assistant) untuk melanjutkan tahap pendaftaran
    • Persiapkan diri untuk langsung lanjut ke tahap psikotes dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 2 jam.

    Peserta yang lolos seleksi akan menerima informasi lebih lanjut melaluiemail dan WhatsApp. Bagi detikers yang berminat mendaftar, pantau informasi beasiswa ini di https://www.smart-tbk.com/bekerja-bersama-kami/beasiswa/ dan akun Instagram @goldenagri_sinarmas.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • 7 Jenis Beasiswa JFLS Untuk Lulusan SMA, Kuliah Gratis Sampai Lulus Euy!



    Jakarta

    Beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS) 2024 kembali dibuka hingga 20 Juli mendatang. Beasiswa ini membuka tujuh jenis beasiswa untuk lulusan SMA. Apa saja?

    JFLS merupakan beasiswa yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi warga Jawa Barat. Penerima beasiswa akan mendapat bantuan biaya pendidikan serta tunjangan hidup.

    Beasiswa ini membuka kesempatan bagi jenjang D4, S1, S2, hingga S3. JFLS juga menyediakan beasiswa percepatan pendidikan tinggi atau fastrack D3/D4/S1 hanya dalam waktu 1 tahun.


    Lulusan SMA bisa mendaftarkan diri pada tujuh jenis beasiswa. Sebelum itu, yuk simak syarat umumnya.

    Syarat Umum Beasiswa JFLS 2024

    Melansir dari laman resminya, Beasiswa JFLS 2024 hanya mensyaratkan dua syarat umum, yakni:

    1. Warga Jawa Barat dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    2. Berusia maksimal 25 tahun bagi pendaftar jenjang D3 dan D4/S1

    Selain syarat di atas, setiap jenis beasiswa juga mewajibkan prasyarat khusus. Penasaran? Simak di bawah ini.

    7 Jenis Beasiswa JFLS untuk Lulusan SMA

    1. Beasiswa Pendidikan D4/S1 Penuh (4 Tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat.
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di 13 Perguruan Tinggi Akreditasi A di Jawa Barat dan 4 Perguruan Tinggi Akreditasi A luar Jawa Barat.
    • Memiliki nilai rata-rata minimal Ujian Sekolah 80 skala 100 atau 8.0 skala 10.0.
    • Tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota dan sejenisnya diperbolehkan).

    2. Beasiswa Pendidikan D4/S1 (4 Tahun) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat.
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di Perguruan Tinggi PSDKU yang dituju (khusus untuk IPB Sukabumi, ITB Cirebon dan UNPAD Pangandaran) dibuktikan dengan surat keterangan diterima dari Perguruan Tinggi tersebut.
    • Memiliki nilai rata-rata minimal Ujian Sekolah 80 skala 100 atau 8.0 skala 10.0.
    • Tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota dan sejenisnya diperbolehkan).

    3. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Keagamaan (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata-rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 3.0 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz (Bagi yang beragama Islam).

    4. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Olahraga (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 2.5 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Memiliki prestasi di bidang olahraga minimal setingkat nasional dalam tiga tahun terakhir.

    5. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Seni dan Budaya (1 Tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 2.5 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Memiliki prestasi di bidang seni dan budaya minimal setingkat nasional dalam tiga tahun terakhir.

    6. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Prestasi Aktivis (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0.
    • Memiliki nilai IPK minimal 2.75 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.
    • Aktif di bidang keorganisasian baik di tingkat sekolah maupun luar sekolah (organisasi kemasyarakatan) dalam tiga tahun terakhir.

    7. Beasiswa Pendidikan D3/D4/S1 Percepatan Akses Pendidikan Tinggi (1 tahun)

    Syarat:

    • Maksimal tiga tahun terakhir dari batas tahun kelulusan SMA/SMK sederajat bagi mahasiswa baru.
    • Berstatus sebagai mahasiswa aktif atau mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang dituju (kecuali 4 Perguruan Tinggi di luar Jawa Barat).
    • Memiliki nilai rata – rata minimal Ujian Sekolah 70 skala 100 atau 7.0 skala 10.0 bagi mahasiswa baru.
    • Memiliki nilai IPK minimal 3.0 skala 4.0 bagi mahasiswa aktif.
    • Maksimal sedang menempuh semester 7 bagi mahasiswa aktif.

    Demikian tujuh jenis Beasiswa JFLS untuk lulusan SMA. Buruan daftar di https://beasiswa-jfl.jabarprov.go.id/

    (nir/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Mau Kuliah Pascasarjana di ITB? Ini 4 Jenis Beasiswa yang Bisa Dicoba



    Jakarta

    Menempuh pendidikan pascasarjana memang membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan vokasi atau sarjana. Pasalnya, mahasiswa pascasarjana dituntut sering melakukan riset.

    Oleh karena itu, kini sudah banyak beasiswa yang bermunculan bagi mahasiswa S2 dan S3. Baik yang berasal dari kementerian, lembaga, atau perusahaan swasta.

    Nah, bagi detikers yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB), tidak perlu banyak khawatir soal biaya pendidikan. Kampus ini sudah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya.


    Dilansir dari laman ITB, berikut adalah jenis-jenis beasiswa yang disediakan oleh ITB untuk mahasiswa pascasarjana:

    Jenis-Jenis Beasiswa ITB bagi Mahasiswa Pascasarjana

    1. Beasiswa LPDP

    Siapa yang tidak tahu beasiswa satu ini? Beasiswa LPDP adalah bantuan pendidikan bagi mahasiswa vokasi, sarjana maupun pascasarjana yang disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

    LPDP memiliki ragam pilihan kampus baik dalam maupun luar negeri. Selain itu, beasiswa ini juga bisa dicoba oleh penyandang disabilitas hingga mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman.

    Untuk mendaftar beasiswa LPDP di ITB, pastikan terlebih dahulu mahasiswa memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari ITB. Selain itu, perhatikan juga syarat-syarat lainnya.

    2. Beasiswa BPI Kemendikbudristek

    Sama seperti LPDP, beasiswa ini juga disediakan oleh pemerintah yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI ini bisa dicoba oleh mahasiswa S2 dan S3 ITB.

    Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi calon guru SMK, guru SD, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. BPI pun menyediakan beasiswa asrama mahasiswa nusantara.

    Demikian juga bagi calon dosen S2 dan S3 bisa menerima beasiswa ini asalkan memenuhi kriteria yang ada sesuai Permendikbud Nomor 27 tahun 2022.

    3. Beasiswa BRIN

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setiap tahunnya menyediakan beragam beasiswa riset bagi mahasiswa magister dan doktoral. Beasiswa dari BRIN dibagi menjadi dua yakni degree by research dan doktor strategis.

    Untuk memaksimalkan riset, BRIN juga menggandeng LPDP membagikan beasiswa prioritas. Selain itu, BRIN juga sering mengadakan kompetisi hasil riset bagi mahasiswa S2 dan S3, tentunya dengan hadiah yang nominalnya jutaan rupiah.

    4. Beasiswa JFLS

    Detikers warga Jawa Barat? Maka bisa mencoba daftar beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS). Cakupan beasiswa ini termasuk luas karena diperuntukkan bagi mahasiswa D3, D4, S1, S2, hingga S3.

    Bantuan berupa biaya pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi dan sesuai nama beasiswanya, memiliki jiwa kepemimpinan. Tak hanya dalam uang, bantuan JFLS juga berupa pendampingan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan soft skill lainnya.

    Keuntungan mahasiswa S2 dan S3 dalam mendaftar beasiswa ini adalah menjadi prioritas penerima. Syaratnya hanya perlu memiliki LoA dari ITB dan dokumen diri lainnya.

    Itulah beberapa beasiswa yang disediakan oleh pascasarjana ITB bagi mahasiswanya. Mau coba daftar yang mana nih?

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa JFLS 2024 buat Mahasiswa Dibuka, Pendaftaran Dimulai Hari Ini!



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan bantuan pendidikan bagi masyarakat salah satunya lewat penyaluran Beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS). Pendaftaran beasiswa dibuka mulai hari ini, 20 Juni 2024 hingga 20 Juli 2024.

    Beasiswa JFLS 2024 berlaku bagi masyarakat yang tengah menempuh pendidikan D3, D4, S1, S2, dan S3. Awardee nantinya akan menerima bantuan biaya pendidikan dan program pendampingan.

    Ada dua jenis kelompok penerima beasiswa ini, yakni yang mendaftar lewat jalur prestasi akademik dan non-akademik. Dikutip dari website resminya, ini informasi lengkap tentang pendaftaran Beasiswa JFLS 2024:


    Jenis Beasiswa JFLS 2024

    1. Beasiswa Prestasi Akademik

    • Beasiswa pendidikan D4/S1 penuh selama 4 tahun
    • Beasiswa pendidikan D4/S1 selama 4 tahun untuk prodi di luar kampus utama (PSDKU)
    • Beasiswa pendidikan D3/D4/S1 percepatan akses pendidikan tinggi selama 1 tahun
    • Beasiswa pendidikan S2 selama 2 tahun
    • Beasiswa pendidikan S3 selama 4 tahun

    2. Beasiswa Prestasi Non-Akademik

    • Beasiswa pendidikan D3/D4/S1 prestasi keagamaan selama 1 tahun
    • Beasiswa pendidikan D3/D4/S1 prestasi seni dan budaya selama 1 tahun
    • Beasiswa pendidikan D3/D4/S1 prestasi olahraga selama 1 tahun
    • Beasiswa pendidikan D3/D4/S1 prestasi aktivis selama 1 tahun

    Syarat Daftar Beasiswa JFLS 2024

    1. Beasiswa Prestasi Akademik

    D4/S1 Penuh

    • Berusia maksimal 25 tahun
    • Lulus dari SMA/SMK/sederajat maksimal 3 tahun terakhir
    • Memiliki nilai rata-rata ujian sekolah minimal 80 (skala 100) atau 8,0 (skala 10)
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di 13 perguruan tinggi akreditasi A di Jawa Barat atau perguruan tinggi akreditasi A di luar Jawa Barat dibuktikan surat keterangan diterima (LoA)
    • Tidak berstatus sebagai PNS di Pemerintah Pemprov Jabar sedangkan PNS di kabupaten/kota dan sejenisnya diperbolehkan

    D4/S1 PSDKU

    • Berusia maksimal 25 tahun
    • Lulus dari SMA/SMK/sederajat maksimal 3 tahun terakhir
    • Memiliki nilai rata-rata ujian sekolah minimal 80 (skala 100) atau 8,0 (skala 10)
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di perguruan tinggi PSDKU yang dituju (khusus IPB Sukabumi, ITB Cirebon, dan Unpad Pangandaran) dibuktikan surat keterangan diterima (LoA)
    • Tidak berstatus sebagai PNS di Pemerintah Pemprov Jabar sedangkan PNS di kabupaten/kota dan sejenisnya diperbolehkan

    S2

    • Berusia maksimal 35 tahun
    • Melampirkan transkrip nilai IPK S1 dengan batas minimal 2,75
    • Memiliki sertifikat TOEFL ITP 500, TOEFL IBT 65, TOEIC 600 atau IELTS 5,0
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di 14 perguruan tinggi akreditasi A di Jawa Barat dibuktikan surat keterangan diterima (LoA)
    • Tidak berstatus sebagai PNS di Pemerintah Pemprov Jabar sedangkan PNS di kabupaten/kota dan sejenisnya diperbolehkan

    S3

    • Berusia maksimal 40 tahun
    • Melampirkan transkrip nilai IPK S2 dengan batas minimal 3,5
    • Memiliki sertifikat TOEFL ITP 500, TOEFL IBT 65, TOEIC 600 atau IELTS 5,0
    • Berstatus sebagai mahasiswa baru di 12 perguruan tinggi akreditasi A di Jawa Barat dibuktikan surat keterangan diterima (LoA)
    • Tidak berstatus sebagai PNS di Pemerintah Pemprov Jabar sedangkan PNS di kabupaten/kota dan sejenisnya diperbolehkan

    D3/D4/S1 Percepatan Akses Pendidikan

    • Berusia maksimal 25 tahun (bagi mahasiswa on going)
    • Lulus dari SMA/SMK/sederajat maksimal 3 tahun terakhir
    • Memiliki nilai rata-rata ujian sekolah minimal 70 (skala 100) atau 7,0 (skala 10)
    • Minimal IPK 3,0 dan maksimal sedang menempuh semester 7 (bagi mahasiswa on going)
    • Surat keterangan aktif kuliah (bagi mahasiswa on going)
    • Tidak berstatus sebagai PNS di Pemerintah Pemprov Jabar sedangkan PNS di kabupaten/kota dan sejenisnya diperbolehkan

    2. Beasiswa Prestasi Non-Akademik

    Syarat Umum

    • Bagi mahasiswa baru 2024, merupakan lulusan dari SMA/SMK/sederajat maksimal 3 tahun terakhir, memiliki nilai rata-rata ujians ekolah 70 (skala 100) atau 7,0 skala (10) dan memiliki surat keterangan diterima (LoA)
    • Bagi mahasiswa on going, usia maksimal 25 tahun, sedang menempuh pendidikan maksimal semester 7, memiliki surat keterangan aktif kuliah, dan berstatus mahasiswa aktif di perguruan tinggi

    Syarat Khusus

    • Pendaftar yang menggunakan prestasi keagamaan harus memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz dan IPK minimal 3,0
    • Pendaftar yang menggunakan prestasi olahraga, seni, dan budaya harus memiliki prestasi di bidang olahraga minimal tingkat nasional dalam 3 tahun terakhir dan IPK minimal 2,5 serta maksimal berada di semester 7 bagi mahasiswa on going
    • Pendaftar yang menggunakan prestasi aktivis memiliki prestasi di bidang organisasi sekolah maupun luar sekolah dalam 3 tahun terakhir dan IPK minimal 2,75 serta maksimal berada di semester 7 bagi mahasiswa on going

    Jadwal dan Alur Seleksi Beasiswa JFLS 2024

    1. Sosialisasi: 1 April – 20 Juli 2024
    2. Pendaftaran: 20 Juni – 20 Juli 2024
    3. Seleksi administrasi: 24 Juli – 9 Agustus 2024
    4. Seleksi perguruan tinggi: 14 – 23 Agustus 2024
    5. Seleksi Pemprov Jabar: 28 Agustus – 6 September 2024
    6. Pengumuman penerima beasiswa: 25 September 2024
    7. Launching dan sharing: 26 September 2024
    8. Pencairan dana: 31 Oktober – 30 November 2024

    Bagi detikers yang tertarik, bisa melakukan pedaftaran di laman https://jfls-hub.jabarprov.go.id/. Jangan sampai ketinggalan ya!

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Kecurangan Beasiswa JFLS Terbukti, Pemprov Jabar Bakal Cabut Beberapa Penerima



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan akan mencoret beberapa nama dari penerima program beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024 karena dinilai bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin usai menerima laporan dari Inspektorat Jabar.

    “Memang ada beberapa yang mungkin akan kita hentikan. Yang afirmasi, saya rapatkan dulu dengan Pak Sekda (Herman Suryatman) dan Bu Inspektur (Eni Rohyani), seperti apa,” ujar Bey Machmudin dalam Antara dikutip Kamis (14/11/2024).

    Terkait penerima beasiswa Program JFLS 2024 yang akan dicoret, dia mengatakan belum mendapat data karena masih ada di Inspektorat Jabar. Namun ia berjanji akan mengumumkannya dalam waktu dekat.


    “Tapi sudah ada jumlahnya gitu. Udah ada temuan, ada di Bu Inspektur. Nanti saya update itu,” ujar Bey Machmudin.

    Kecurangan Beasiswa JLFS 2024

    Beasiswa JFLS merupakan beasiswa khusus pelajar asli Jawa Barat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dimulai sejak 2019, beasiswa ini telah menyalurkan dana kurang lebih Rp 100 juta setiap tahunnya.

    Dalam pelaksanaan JFLS tahun ini, banyak desas-desus kecurangan. Kecurangan yang ada antara lain perguruan tinggi yang menjadi rekanan tidak jelas, panitia JFLS tidak pernah memberi laporan berita acara rekrutmen, hingga proses rekrutmen tidak transparan.

    Kemudian pada JFLS 2024, dari 46 ribu pendaftar hanya 400 orang yang lolos. Namun hasilnya tidak pernah diumumkan dengan dalih untuk meredam konflik.

    Awal Mula Dugaan Kecurangan Beasiswa JFLS

    Dugaan kecurangan beasiswa JFLS 2024 tercium mulai bulan lalu. Saat itu, Sekretaris Komisi 5 DPRD Jabar, Muhammad Jaenudin menyebut jika pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Namun, munculnya dugaan ini membuat ia mendorong Pemprov Jabar untuk dapat segera menyelidiki temuan tersebut.

    “Jadi saya kira kalau ada temuan itu, segera perbaiki dan evaluasi jika memang ditemukan ketidak transparanan dalam pendaftaran online, dan lainnya. Komisi 5 memang belum dengar ada info itu, kita belum terima laporan dari dinas. Mungkin dinas sedang evaluasi di dalamnya,” ucap Jaenudin dalam detikJabar Kamis (24/10/2024) lalu.

    Sementara itu KepalaSatpol PP JabarAdeAfriandi mengaku, sudah mendengar temuan tersebut dan sudah dibahas dengan beberapa perangkat daerah di Pemprov Jabar. Menurutnya, Pj Gubernur JabarBeyMachmudin telah meminta pembenahan administrasiJFLS.

    Inspektorat telah menelisik dari sisi administrasi JFLS 2024. Ade mengatakan, kalau benar ada pelanggaran peraturan daerah yang memayungi program tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan penindakan justisi atau non-justisi.

    Ade pun menjelaskan saat menjabat sebagai Plh Kadisdik Jabar, belum pernah ada pembahasan soal JFLS baik dari sisi kebijakan, teknis, maupun juga proses seleksi.

    “Kemarin pembahasan belum ada, makanya kami juga bersama-sama dengan inspektorat itu kan, ada kewenangan inspektorat untuk menggali hal tersebut. Ya Pak Bey meminta segera didalami, kemudian juga dilaporkan juga segera. Ya, kita berharap mungkin kelemahan-kelemahan dari sisi administrasi ya, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan lah gitu ya,” harap Ade.

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP ‘Hanya’ Efisiensi Operasional, Semua Beasiswa Tetap Gas Pol Rem Blong!


    Depok

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ‘hanya’ kena efisiensi operasional. Semua program beasiswa tetap gas pol rem blong!

    “LPDP tidak kena efisiensi, layanan kita tetap. Yang kita melakukan efisiensi ini adalah operasional kita. Ya, operasional itu efisiensi selalu kita lakukan. Tahun ini juga kita lakukan,” tutur Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso saat ditanya detikEdu.

    Hal ini dikatakan Dwi Larso usai penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’ di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/3/2025).


    Dwi mencontohkan efisiensi operasional itu seperti sosialisasi beasiswa LPDP. Tadinya sosialisasi beasiswa LPDP di berbagai daerah diadakan secara luar jaringan (luring). Namun kini digelar melalui webinar atau zoom online.

    “Sehingga itu sangat efisien. Dan efisiensi itu kita pakai untuk tentunya menambah layanan kita ya untuk memberikan tambahan beasiswa dan segala macam,” jelas Dwi.

    Program Prioritas Beasiswa LPDP di 2025

    Untuk 2025 ini, LPDP fokus ke area yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Salah satunya beasiswa S3 bagi para dosen.

    “Tentunya program S3 selalu menjadi yang utama karena dia orang itu biasanya bisa mendidik karena dia dosen kan. Itu fokus,” imbuh Dwi.

    Kemudian, LPDP makin melirik diferensiasi negara tujuan beasiswa yang tak terfokus pada satu-dua negara saja.

    “Kemudian juga kita juga menyebar ke negara-negara yang lebih banyak. Artinya kan Indonesia pantas untuk mengirim ke berbagai negara, tidak hanya ke satu, dua, tiga negara saja. Itu juga kita support ya negara-negara baru yang maju-maju itu juga kita dukung,” imbuhnya.

    Negara-negara maju baru itu seperti China, India, Uni Emirat Arab (UEA), Turki selain negara-negara yang sudah maju seperti Singapura, Amerika Serikat (AS), Belanda, Australia, Jerman hingga Jepang. Prioritas LPDP juga menyusun skema pendanaan co-funding atau bersama mitra negara tujuan studi agar makin banyak mahasiswa yang bisa dibiayai.

    “Prioritas itu co-founding, di mana rupiah Indonesia digabungkan dengan dukungan dari sponsor negara lain, otoritas lain. Artinya satu rupiah Indonesia, atau harusnya buat satu orang, bisa menjadi dua orang, tiga orang kalau kita kerja sama dengan negara lain, itu yang ada di prioritas,” jelas Dwi.

    Program beasiswa afirmasi, targeted dan umum juga tetap jalan.

    Pelamar Beasiswa LPDP Tahap 1 2025 Capai 38 Ribu

    Dwi juga mengungkapkan jumlah pelamar beasiswa LPDP tahap 1 tahun 2025 yang hasil seleksi administrasinya baru diumumkan 7 Maret 2025 lalu. Menurut Dwi, pelamar beasiswa tahun ini berpotensi lebih tinggi atau tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Masih seleksi, belum diterima, pendaftarnya untuk tahap 1, 38 ribu, ini paling tinggi. Tahun lalu 2 tahap, pendaftarnya 52 ribu. Kalau tahap 1 tahun ini 38 ribu, setahun ini bisa 76 ribu kalau sudah dua tahap,” imbuhnya.

    Faktor-faktor yang membuat pendaftar beasiswa LPDP ini membludak, menurut Dwi, karena LPDP makin populer hasil sosialisasi yang makin bagus. Kemudian di sisi lain juga dipercaya publik bahwa LPDP bisa diandalkan untuk memilih putra putri terbaik.

    “Jadi kita betul-betul pada proses seleksi kita, baik seleksi administrasi, kemudian yang belum punya LOA ada seleksi akademik, kemudian seleksi substansi dan semuanya sangat merit system. Semuanya pada sistem yang sudah mapan, semuanya dilakukan oleh para ahli dan skornya langsung keluar gitu kalau tes bakat skolastik sehingga basisnya pada ukuran-ukuran objektif,” urainya.

    Gas Pol Rem Blong Kejar Target

    Dalam sambutan penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’, Dwi menuturkan LPDP sedang gas pol rem blong untuk program beasiswa.

    “Kalau bisa membiayai sebanyak-banyaknya putra-putri terbaik bangsa, gaspol tapi rem blong, gak perlu direm, kejar ketertinggalan,” tegas Dwi.

    Alasannya, Dwi membandingkan kondisi Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Malaysia. Di Indonesia, bila diambil 200 orang acak, hanya 1 orang bergelar S2-S3. Di Malaysia, dari 200 orang random ada 5 orang bergelar S2-S3. Di negara-negara maju, bisa 10 orang dari 200 orang random.

    Proporsi penerima beasiswa LPDP, Dwi merinci:

    • 45% guru/pendidik/dosen
    • 23% PNS-TNI-Polri
    • 30% sisanya ada 5-8% wirausaha

    “Wirausaha ini sangat dibutuhkan apalagi kalau banyak pengangguran,” imbuhnya.

    “Sudah menyebar LPDP itu apa, usaha kita gaspol remblong,” tegasnya.

    “Semua yang ada dana untuk LPDP, dana beasiswa kita pakai semaksimal mungkin untuk memberikan, tidak ada yang tersisa untuk kita simpan, untuk bagi hasilnya,” jelas Dwi kepada detikEdu.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa BCA PPBP dan PPTI Khusus Siswa Dibuka, Ada Uang Saku-Kesempatan Kerja



    Jakarta

    PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali membuka Beasiswa BCA Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) dan Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI). Pendaftaran dibuka hingga 22 September 2025.

    Program BeasiswaPPBP danPPTI merupakan program yang telah berjalan sejak 1996. Hingga akhir 2024, jumlah peserta aktifPPBP danPPTI mencapai 572 orang. Sebanyak 99 persen lulusan beasiswaPPBP danPPTI pada 2024 bergabung menjadi karyawan tetapBCA.

    Kali ini, kuota beasiswa yang dibuka adalah sebesar 195 orang. Para penerima Beasiswa PPBP dan PPTI akan menempuh pendidikan intensif selama 2,5 tahun di BCA Learning Institute, Sentul, Jawa Barat.

    Penerima beasiswa PPBP akan dibekali pendidikan mengenai manajemen bisnis di sektor perbankan. Kemudian penerima PPTI akan mendapatkan pendidikan terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia perbankan.

    Gratis Plus Fasilitas Asrama

    Untuk memastikan program berjalan optimal, BCA tidak mengenakan biaya pendidikan. BCA juga memberikan fasilitas penunjang lainnya, seperti uang saku bulanan, asrama, makan siang, buku pembelajaran, hingga laptop (khusus penerima beasiswa PPTI).

    Tak hanya itu, para penerima beasiswa juga berkesempatan berkarier di BCA. Tertarik mendaftar? Berikut komponen dan syarat beasiswa BCA PPBP dan PPTI.

    Komponen Beasiswa BCA PPBP dan PPTI 2026

    Pendidikan gratis

    Uang saku

    Fasilitas penunjang belajar yang lengkap

    Fasilitas dormitory

    Penawaran kerja diBCA

    Syarat Pendaftaran Beasiswa BCA PPBP dan PPTI 2026

    Siswa SMA/SMK yang akan berkuliah di tahun ajaran 2025 an 2026

    Usia maksimal 19 tahun

    Memiliki keinginan belajar dan berprestasi

    Nilai rata-rata rapor minimal 75

    Siswa yang tertarik mendaftar bisa mendaftarkan diri melalui laman resmi https://karir.bca.co.id/beasiswa-bca. Semoga berhasil!

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Ribuan Beasiswa Patriot untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka Beasiswa Patriot. Beasiswa untuk S1-S2-S3 yang akan dididik menjadi think tank pengembangan kawasan transmigrasi.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami mengirim prioritas mendesain Beasiswa Patriot. Itu ada 1.000 atau 2.000 Beasiswa Patriot untuk S2, S3. Dan kami kembali lagi akan kerja sama dengan UI untuk nanti 2 tahun kuliah di kampus 1 tahun di kampus utama dan kemudian 1 tahun tersisa kuliahnya langsung di lokasi kawasan transmigrasi,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrans Velix V Wanggai.

    Hal itu disampaikan Velix di Felfest UI, Kampus UI Depok, Jawa Barat, Minggu (27/7/2025). Selain itu, penerima beasiswa disyaratkan melakukan pengabdian di kawasan transmigrasi.


    “Dan kemudian kami ada penambahan indikator mendapat beasiswa ini untuk pengabdian selama 1-2 tahun di berbagai kawasan transmigrasi untuk pengembangan korporasi berbasis komoditas di kawasan transmigrasi,” imbuh Velix.

    Velix menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan revitalisasi kawasan strategis menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang direncanakan dalam 5 tahun ke depan yakni:

    • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ada 23 lokasi
    • Kawasan Industri (KI) ada 19 lokasi
    • Kawasan Transmigrasi ada 45 lokasi di 4 provinsi baru

    “Ratusan kabupaten-kota menjadi sentra-sentra pertumbuhan ekonomi dan kecamatan-kecamatan di seluruh Indonesia. Untuk 5 tahun ke depan karena kita tidak lagi fokus untuk mengirimkan saudara-saudara kita lagi ke berbagai titik di Indonesia, Bapak Presiden menugaskan untuk kita mengirimkan anak-anak muda yang memiliki rekam jejak pengetahuan untuk ke berbagai kawasan di Indonesia,” jelas Velix.

    Kementrans bekerjasama dengan 7 kampus di Indonesia, salah satunya UI. UI mengirimkan 285 mahasiswa baik mahasiswa S1, S2, S3 ke 154 titik kawasan transmigrasi.

    “Dan juga kami mendapat informasi beberapa profesor jadi kita mengirimkan 2.000 anak-anak dari berbagai kampus, dari 7 kampus yang diseleksi oleh masing-masing kampus. Kemudian juga ada tercatat 45 profesor dan 285 (mahasiswa) ini dari UI akan dikirimkan ke 154 titik kawasan-kawasan strategi potensial di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua selama 4 bulan untuk pemetaan potensi sosial, pemetaan potensi komoditas dan juga kemudian pengembangan korporasi berbasis kawasan,” urai Velix.

    Kementrans, imbuh Velix, bekerja sama dengan Kementerian Desa berkolaborasi di 178 desa di 45 titik ini pada tahun depan, 2026.

    Dilansir dari laman Kementrans, Program Transmigrasi Patriot, menawarkan pendidikan di universitas terbaik, pelatihan sebagai tentara cadangan (Komcad) dan penempatan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi, selama periode tertentu dengan ikatan dinas untuk mencapai swasembada nasional, mendorong pembangunan ekonomi dan menjaga persatuan Indonesia.

    Berdasarkan arsip detikEdu, penerima akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu selama 1,5 bulan. Mereka akan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan.

    Kemudian, mereka juga akan ditempatkan di beberapa kawasan transmigrasi selama 3 bulan. Di sana mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.

    Setelah mengikuti masa pelatihan, peserta baru diberangkatkan untuk menempuh pendidikan. Beasiswa Patriot ini menyediakan bantuan untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang dan mathematics (STEM).

    Peserta bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia. Usai menyelesaikan studinya, awardee akan ditempatkan kembali di kawasan-kawasan transmigrasi selama 10 tahun. Kemudian, mereka akan diberikan pilihan beralih karier atau tetap melanjutkan tugasnya di kawasan yang sama.

    “Jika mereka meninggalkan kawasan transmigrasi sebelum 10 tahun, mereka akan dianggap desersi dan dikenakan sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang telah diberikan negara untuk menyiapkan mereka atau diberikan sanksi hukum,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara.

    (nwk/nah)



    Sumber : www.detik.com