Tag: jawa timur

  • Daya Tarik Malang Smart Arena, Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Operasional


    Jakarta

    Malang Smart Arena merupakan playground indoor terbesar di Malang. Tak hanya untuk anak-anak, playground ini juga bisa dinikmati oleh orang dewasa.

    Ada berbagai permainan yang diperuntukkan untuk anak-anak hingga segala usia. Sehingga, Malang Smart Arena bisa jadi tujuan untuk berlibur bersama keluarga atau teman.

    Daya Tarik Malang Smart Arena

    Ada banyak wahana menarik yang menjadi daya tarik Malang Smat Arena. Mengutip laman Malang Smart Arena dan Instagram resminya, berikut beberapa di antara daya tariknya:


    1. Baby Playzone

    Baby Playzone merupakan zona bermain untuk balita. Di area ini terdapat permainan yang atraktif dan interaktif, sehingga mampu merangsang kemampuan motorik dan sensorik anak.

    2. Safari Park

    Safari Park adalah area wahana yang dapat melatih ketangkasan anak. Di Safari Park, anak akan diajak untuk bergerak secara aktif bersama orang tua. Semua permainannya dirancang dengan fitur keamanan yang memastikan buah hati bisa bergerak aktif.

    3. Air Coaster

    Air coaster ditujukan untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Wahana ini berupa seluncuran di udara yang dilengkapi denga peralatan yang aman.

    4. Wild Experience

    Pada area Wild Experience, wisatawan dapat merasakan sensasi berpetualang di hutan. Kawasan ini dilengkapi dengan aneka robot satwa yang bisa bergerak dan mengeluarkan suara.

    5. World of Warrior

    World of Warrior merupakan area halang rintang. Dengan perlengkapan keamanan, wisatawan akan melewati perjalanan yang menantang adrenalin.

    6. Escape Arena

    Escape arena mengajak wisatawan untuk memecahkan sebuah misi. Ada lebih dari 6 ruangan yang penuh dengan teka-teki. Wisatawan harus memecahkan kode di setiap stagenya lalu kabur dari kejaran penjahat. Jika berhasil menyelesaikan misi dalam waktu cepat maka bisa dapat popcorn gratis.

    Fasilitas Malang Smart Arena

    Malang Smart Arena sudah dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap. Ada foodcourt yang menyediakan berbagai hidangan makanan hingga ruang laktasi untuk ibu menyusui.

    • Foodcourt
    • Mushola
    • Loker dan penitipan
    • Ruang laktasi.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk Malang Smart Arena berbeda saat weekday dan weekend. Ada beberapa wahana yang sudah termasuk tiket, ada juga yang memerlukan biaya tambahan.

    1. Weekday

    • Reguler (Termasuk wahana gratis): Rp 70.000
    • All in (Termasuk tiket reguler+Escape arena): Rp 95.000.

    2. Weekend/ Tanggal Merah

    • Reguler (Termasuk wahana gratis): Rp 90.000
    • All in (Termasuk tiket reguler+Escape arena): Rp 115.000.

    Daftar wahana reguler:

    • World of warrior
    • Air coaster
    • Space balls
    • Netscape
    • Trampoline
    • Safari Park
    • Slide
    • Slam dunk
    • Baby Space
    • Mainan profesi
    • Wall climbing
    • Basket balls.

    Daftar wahana berbayar tambahan:

    • Koin Games: Rp 10.000
    • Go Kart: Rp 20.000
    • Human Claw: Rp 30.000
    • Escape arena: Rp 30.000.

    Lokasi dan Jam Operasional

    Malang Smart Arena berlokasi di Jl. Graha Kencana Raya No. 55, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kota Malang, Jawa Timur. Adapun jam operasionalnya mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

    Itulah informasi mengenai Malang Smart Arena mulai dari daya tarik, harga tiket, lokasi, serta jam operasionalnya. Tertarik untuk liburan bersama keluarga di destinasi ini?

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harga Tiket, Jam Buka, dan Aktivitas Seru


    Jakarta

    Di Jombang, Jawa Timur, kamu bisa nongkrong sekaligus makan di tengah sungai yang berada di bawah pepohonan rindang lho. Tepatnya di kawasan Wisata Sumber Biru.

    Kafe sungai menjadi ikon dari Wisata Sumber Biru. Pengunjung ramai datang ke sana karena ingin merasakan sensasi unik makan di sungai itu. Lokasinya yang terletak di tengah hutan rimbun pun menawarkan panorama alam asri dan suasana tenang yang pas untuk healing tipis-tipis.

    Makin penasaran dengan tempat makan berkonsep alam ini? Temukan info selengkapnya mengenai Wisata Sumber Biru Jombang di bawah.


    Aktivitas Seru di Sumber Biru Wonosalam

    Sejumlah kegiatan seru yang dapat traveler lakukan di Sumber Biru Jombang, yaitu:

    1. Nongkrong di Tengah Sungai

    Di kawasan wisata ini terdapat banyak warung yang dikelola oleh penduduk lokal. Sejumlah kedai ini menawarkan menu yang beragam, mulai dari nasi goreng, penyetan, bakso, tahu tek, pop mie, teh tarik, hingga kopi khas wilayah setempat. Harga menunya termasuk terjangkau ya.

    Setelah memesan hidangan, kamu dapat mencari spot untuk makan. Tempat duduk di tengah sungai merupakan yang paling banyak dicari karena pengunjung tentunya ingin merasakan pengalaman makan yang unik tersebut.

    Traveler dapat melepas alas kaki dan duduk di atas bangku yang tersedia di tengah sungai dengan kaki terendam di air. Airnya bersih jernih serta arusnya tidak terlalu deras. Kamu perlu ekstra hati-hati karena dasar sungai dipenuhi bebatuan kecil.

    2. Piknik di Bawah Pohon

    Tempat duduk di aliran sungai selalu diburu para pengunjung. Karena itu, sebagian pengunjung lain tidak kebagian tempat di sana. Tapi tenang, sebenarnya kamu bisa kok menyantap makanan sembari nongkrong di spot mana saja. Traveler dapat menggelar tikar untuk duduk seperti sedang piknik di pinggir sungai atau bawah pohon teduh.

    3. Makan Durian

    Wonosalam dikenal sebagai wilayah penghasil durian di Jombang, Jawa Timur. Di tempat wisata ini, kamu dapat menikmati lezatnya buah durian lokal yang tiada banding. Soal harga tentunya traveler tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

    4. Berenang di Kolam

    Di objek wisata ini juga terdapat kolam renang. Kolamnya hanya satu dan tidak berukuran besar. Tapi kolam ini cocok banget kalau mau merasakan sensasi berenang di tengah hutan dengan suasana yang sejuk nan menyegarkan.

    5. Berfoto di Alam Terbuka

    Berada di alam terbuka dengan pemandangan asri tentu saja tidak boleh lupa untuk berfoto. Viewnya yang alami terawat ini bisa banget dijadikan background foto yang menawan. Kamu dapat berfoto atau berselfie ria di tengah aliran sungai saat makan, di tepi sungai ketika bermain air, atau di banyak spot bagus yang tersebar di Wisata Sumber Biru Jombang ini.

    Wisata Sumber Biru beralamatkan di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Letaknya berada di kaki Gunung Anjasmoro, karena itu objek wisata ini sangat kental dengan hawa sejuk pegunungan.

    Dari Alun-Alun Jombang, lokasi tempat wisata ini berjarak sekitar 33 km. Traveler dapat menjangkaunya dengan mobil atau motor melalui Jalan Anjasmoro lanjut ke Jalan Raya Mojowarno. Kalau masih bingung, bisa cek rutenya di online maps ya.

    Mendekati lokasi, akses jalan cukup berliku-liku dan curam tapi medannya telah diperbagus oleh pemerintah setempat. Lebar jalan juga terbilang kecil yang muat satu kendaraan. Jadi, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima.

    Waktu Operasional Sumber Biru Wonosalam

    Wisata Sumber Biru Jombang buka setiap hari dari jam 08.00-17.00. Traveler dapat berkunjung ke sini pada pagi hari. Selain karena udara paginya masih sangat sejuk, kamu bisa mendapatkan tempat duduk di tengah sungai.

    Hal ini lantaran pengunjung semakin banyak berdatangan menjelang siang. Sehingga nantinya mungkin kamu tidak dapat duduk di spot ikoniknya itu.

    Harga Tiket Masuk Sumber Biru Wonosalam

    Untuk masuk ke kawasan Wisata Sumber Biru dikenakan tiket. Harga tiket masuknya sebesar Rp 5.000-10.000. Pengunjung yang menggunakan kendaraan dikenakan biaya parkir sekitar Rp 3.000 (motor) dan Rp 10.000 (mobil).

    Nah, itu tadi info lokasi, jam buka, hingga harga tiket masuk Wisata Sumber Biru Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Jadi, apakah traveler tertarik berkunjung ke sini?

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik, Tiket Masuk, Lokasi


    Jakarta

    Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya menyimpan banyak pesona alam yang mengagumkan. Sebut saja Kawah Ijen, Alas Purwo, Taman Nasional Baluran, hingga pantai-pantai yang mempesona.

    Sebelum datang ke wilayah ujung timur Pulau Jawa ini, simak dulu 17 wisata Banyuwangi dan sekitarnya berikut ini, lengkap dengan informasi daya tarik, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya.

    Rekomendasi Tempat Wisata Banyuwangi dan Sekitarnya

    Berikut rekomendasi 17 tempat wisata Banyuwangi dan sekitarnya, mulai dari kawah, hutan, hingga pantai.


    1. Kawah Ijen

    Kawah IjenKawah Ijen (Chuk Shatu Widarsha)

    Lokasi: Pos Paltuding, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 02.00-12.00 WIB

    Harga tiket masuk:

    • WNI: 5.000 (weekday) dan Rp 7.500 (weekend)
    • WNA: Rp 100.000 (weekday) dan Rp 150.000 (weekend)

    Kawah Ijen tidak hanya menawarkan keindahan kawah hijau dan pemandangan gunungnya. Yang paling menarik adalah wisatawan bisa menyaksikan api biru atau blue fire.

    Api biru merupakan hasil terbakarnya gas sulfur yang muncul dari retakan Gunung Api Ijen dan temperaturnya mencapai 600 derajat celcius. Api biru ini hanya bisa ditemui di Kawah Ijen dan Gunung Dallol Ethiopia.

    Tapi tak mudah untuk mencapai ke sana, karena harus naik gunung hingga sekitar 2 jam. Perjalanan biasanya dimulai saat dini hari, karena api biru akan lebih cantik jika disaksikan saat gelap. Selama perjalanan, wisatawan akan mencium belerang di sini sangat kuat.

    2. De Djawatan Benculuk

    hutan mirip dalam film lord of the ringsHutan mirip dalam film lord of the rings (Ardian Fanani/detikTravel)

    Lokasi: Purwosari, Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 07.00-12.00 WIB (sesi pertama) dan 13.00-17.00 WIB (sesi kedua)

    Harga tiket masuk: sekitar Rp 7.500

    Jika mencari tempat Instagramable, datanglah ke De Djawatan atau Jawatan Benculuk. Dikutip dari Indonesia.go.id, tempat seluas 4 hektare ini memiliki koleksi trembesi berusia lebih dari 100 tahun.

    Di sini, traveler akan merasa berada di film The Lord of The Rings atau berada di negeri dongeng. Wisatawan bisa berfoto di rumah pohon atau berkeliling naik kuda poni.

    3. Air Terjun Lider

    Lokasi: Bejong, Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 3.000

    Air Terjun Lider memiliki keindahan alam yang sangat asri. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 70 meter. Tempat ini merupakan bagian dari situs geologi di Gunung Raung.

    Aliran airnya berasal dari sungai yang melewati tebing terjal yang disusun oleh breksi gunung api dan lava. Struktur lavanya adalah kekar kolom yang sama dengan Teluk Hijau dengan usia lebih muda.

    4. Taman Gandrung Terakota

    Taman Gandrung Terakota di BanyuwangiTaman Gandrung Terakota di Banyuwangi (Rachman Haryantoo/detikcom)

    Lokasi: Krajan, Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 06.00-18.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 100 ribu (dewasa) dan Rp 50 ribu (anak)

    Dilansir dari situs resminya, Taman Gandrung Terakota adalah sebuah situs pelestarian ikon seni budaya Banyuwangi, yaitu Tari Gandrung. Wisatawan akan disuguhi 1.000 patung penari gandrung yang dibuat dari tembikar atau terakota.

    Patung-patung ini dapat dilihat di tepi dan di tengah persawahan yang dibuat terasering. Fasilitasnya antara lain Roemah Tjokelat Ijen, SateGete, Java Banana Cafe, Roemah Oleh-oleh, Galeri Seni, dan Amfiteater terbuka dengan kapasitas hingga 700 orang untuk kegiatan kesenian dan berbagai event.

    5. Geopark Gunung Rante

    Alternatif Ijen DitutupPendakian Gunung Rante (Ardian Fanani/detikTravel)

    Lokasi: Dusun Kebundadap, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 24 jam

    Harga tiket masuk: Rp 20 ribu

    Berhadapan dengan Gunung Ijen terdapat Gunung Rante atau Gunung Ranti memiliki sensasi negeri di atas awan. Gunung setinggi 2.601 mdpl ini bisa didaki sampai puncak dengan waktu sekitar 3 jam.

    6. Taman Nasional Baluran

    Burung merak melintas di padang sabana Bekol di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (22/6). Kawasan yang memiliki luas 25 ribu hektar tersebut memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, 155 jenis burung dan terdapat lokasi wisata bahari serta lokasi pengamatan burung migran. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pd/18Taman Nasional Baluran, Situbondo (M Agung RajasaAntara)

    Lokasi: Gerbang Masuk Taman Nasional Baluran, Randu Agung, Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo

    Jam buka: 07.30-16.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 16 ribu (weekday) dan Rp 18.500 (weekend)

    Berbatasan dengan Banyuwangi di sisi utara terdapat Taman Nasional Baluran di Situbondo yang dikenal sebagai Africa van Java. Tempat ini khas dengan padang sabana Afrika dengan pemandangan gunung.

    Banyak hewan yang bisa ditemui, antara lain rusa, kerbau hutan, dan banteng. Jika kalian pecinta fotografi, maka tempat ini sangat direkomendasikan. Di taman nasional ini, detikers juga bisa mampir ke pantai berpasir putih Pantai Bama.

    7. Taman Nasional Alas Purwo

    Saat ini musim kawin bagi burung merak hijau telah tiba. Merak jantan pun mulai mengembangkan ekornya untuk menarik perhatian merak betina di Taman Nasional Alas Purwo.Merak di Taman Nasional Alas Purwo (Budi Candra Setya/Antara)

    Lokasi: Kutorejo, Kalipait, Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 08.00-16.00 WIB

    Harga tiket masuk:

    • WNI: Rp 15 ribu (weekday) dan Rp 17.500 (weekend)
    • WNA: Rp 160 ribu (weekday) dan Rp 225 ribu (weekend)
    • Tiket pengamatan hewan liar: Rp 10 ribu

    Di Kabupaten Banyuwangi memiliki Taman Nasional Alas Purwo yang berada di kawasan selatan Banyuwangi. Meski dikenal dengan kesan dan mitos mistis, taman nasional ini tetap banyak dikunjungi wisatawan.

    Di kawasan ini, wisatawan akan menembus hutan yang sangat rimbun dan teduh sampai di padang sabana yang yang luas. Kalian bisa menyaksikan hewan seperti rusa dan burung-burung yang cantik.

    Untuk menuju ke Alas Purwo, traveler bisa melewati Jalur Pintu Rowobendo maupun Jalur Pintu Bedul.

    8. Agrowisata Kali Klatak

    Lokasi: Gombengsari, Kalipuro, Gombeng, Gombengsari, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 24 jam

    Harga tiket masuk: Rp 20.000 hingga Rp 50.000 sesuai paket wisata yang dipilih

    Agrowisata Kali Klatak adalah kawasan perkebunan dengan berbagai jenis tanaman, mulai dari karet, kopi, cokelat, kelapa, aneka buah, dan beragam rempah-rempah. Tempat ini menawarkan kesejukan dan pemandangan hijau, serta pesona Banyuwangi dari atas.

    Kawasan Agrowisata Kali Klatak ini sebelumnya dimiliki oleh bangsa Belanda di bawah Mij Moorman & Co. Kemudian tempat ini beralih ke tangan pengusaha pribumi, R Soehoed Prawiroatmodjo.

    9. Pemandian Taman Suruh

    Lokasi: Jalan Perkebunan Kalibendo, Dusun Andong, Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 07.30-15.30 WIB (Jumat tutup)

    Harga tiket masuk: Rp 15 ribu

    Detikers yang mencari wisata air, ada pemandian Taman Suruh yang luasnya mencapai 3,5 hektare. Lokasinya berada sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat menyejukkan.

    10. Pantai Plengkung

    pantai plengkungPantai Plengkung (detikcom)

    Lokasi: Purworejo, Kalipait, Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 07.30-17.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 15 ribu

    Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi pantai yang wajib bagi pecinta surfing atau berselancar. Dilansir dari Indonesia.go.id, pantai ini juga disebut G-Land.

    Pantai ini berada di kawasan Alas Purwo. G-Land termasuk dalam tujuh spot surfing dengan ombak terbaik di dunia (The Seven Giant Waves Wonder).

    Wisatawan juga bisa menyewa perahu untuk melihat atraksi dari para surfer di tengah laut, atau melakukan aktivitas lain seperti snorkeling, diving, caving, dan melihat penangkaran penyu.

    11. Pantai Pulau Merah

    pulau merahPulau Merah (Raisha/detikcom)

    Lokasi: Dusun Pancer, Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 24 jam

    Harga tiket masuk: Rp 10 ribu

    Pantai lain yang menarik adalah Pantai Pulau Merah. Pantai ini memiliki pasir putih, dan memiliki keindahan matahari terbenam.

    Dilansir dari laman Wonderful Indonesia, pantai ini awalnya bernama Ringin Pitu. Namanya diganti Pulau Merah karena disebut-sebut warna tanah dan pasir pantai di Pulau Merah yang kemerahan. Versi lainnya, saat itu muncul cahaya merah terang yang bersinar dari pulau kecil Pulau Merah.

    12. Green Bay

    pantaiGreen Bay (Windra Aristiana/d’Traveler)

    Lokasi: Dusun Krajan, Sarongan, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 08.00-16.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 5 ribu

    Selanjutnya ada Green Bay atau Pantai Teluk Ijo yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Air laut di pantai ini terlihat biru kehijauan, tak heran jika disebut Teluk Ijo.

    Untuk menuju pantai ini, wisatawan harus melewati perkebunan dan hutan tropis lebat. Tiba di lokasi, detikers bisa menikmati pantai pasir putih dengan berenang atau snorkeling. Ada juga tebing dengan aliran air seperti air terjun.

    13. Pantai Rajegwesi

    Keindahan alam Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi cukup mempesona disaksikan dari udara. Keindahan pantai itu dipotret dari Helikopter Bell 412 milik Skuadron 400 Wing Udara-1 Puspenerbal dengan Pilot Lettu Laut (P) V. Oktomiawan dan Copilot Lettu Laut (P) Tri Yudha. Istimewa/Sertu Mar Kuwadi.Pantai Rajegwesi (Istimewa/Sertu Mar Kuwadi)

    Lokasi: Sarongan, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 24 jam

    Harga tiket masuk: Rp 7.500

    Pantai Rajegwesi memiliki keindahan pantai pasir berwarna kecokelatan. Di sini, traveler juga bisa melihat perahu-perahu nelayan berjajar. Kalian juga bisa menyewa kapal untuk menuju ke Teluk Ijo.

    Selain itu, terdapat sisa peninggalan bersejarah berupa bunker dari zaman Jepang. Di sisi timur pantai, terdapat area untuk tempat penyu-penyu bertelur.

    14. Pantai Sukamade

    Keindahan Pantai SukamadeKeindahan Pantai Sukamade (detikcom)

    Lokasi: Jl. Sukamade, Dusun Sukamade, Sarongan, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 24 jam

    Harga tiket masuk: Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu

    Taman Nasional Meru Betiri juga memiliki Pantai Sukamade yang terkenal dengan konservasi penyunya. Hampir setiap malam penyu-penyu datang untuk mengubur telur-telurnya.

    Saat pagi, telur penyu mulai menetas dan berjuang untuk menuju lautan. Proses ini akan membuat wisatawan kagum melihatnya.

    15. Bangsring Underwater

    hiu bangsring underwaterhiu bangsring underwater (detikcom)

    Lokasi: Desa Bangsring, Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 07.00-18.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 5 ribu

    Tak hanya keindahan pantainya, Banyuwangi memiliki keindahan bawah laut. Salah satunya adalah Bangsring Underwater yang merupakan wisata alam berbasis konservasi terumbu karang alami maupun yang sengaja ditanam di sini.

    Ada pula Rumah Apung Bangsring, yaitu tempat penjinakan ikan hiu yang berada dalam beberapa keramba berukuran 3×3 meter. Ikan hiu tersebut diletakkan tidak sampai tengah laut agar dapat bertahan hidup dengan nyaman.

    16. Taman Blambangan

    Taman BlambanganTaman Blambangan (Putri Akmal)

    Lokasi: Jalan Diponegoro No 2, Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 24 jam

    Harga tiket masuk: gratis

    Taman Blambangan menjadi tempat yang banyak dikunjungi warga, terlebih saat akhir pekan. Setiap malam minggu hampir selalu digelar pentas seni yang menampilkan kebudayaan Banyuwangi.

    Taman ini juga cocok untuk anak-anak karena wahana bermain anak. Pecinta olahraga pun bisa ke sini. Ada lapangan basket, skatepark, hingga dinding panjat. Sambil bersantai, kalian juga bisa berwisata kuliner di ‘Stand Kuliner Blambangan’ di bagian barat taman.

    17. Desa Wisata Osing

    Desa Wisata Osing KemirenDesa Wisata Osing Kemiren. (Rachman Haryanto/detikcom)

    Lokasi: Dusun Krajan, Desa Kemiren, Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

    Jam buka: 07.00-17.00 WIB

    Harga tiket masuk: Rp 5 ribu

    Desa Kemiren adalah cagar budaya yang ditetapkan dengan nama Desa Osing. Traveler bisa melihat rumah-rumah kuno Suku Osing yang berusia ratusan tahun. Salah satu rumah berukuran besar dan biasa digunakan untuk pertunjukan kesenian, seperti tari gandrung, angklung paglak, dan sebagainya.

    Nah, itulah 17 tempat wisata Banyuwangi dan sekitarnya, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya. Buat detikers yang ingin berkunjung, jangan lupa update info terkait tujuan wisata ya.

    Info terbaru memungkinkan detikers bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang ke tempat wisata di Banyuwangi. Hasilnya, detikers bisa piknik dengan aman dan nyaman mulai berangkat hingga pulang.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Yuk! Liburan ke Pulau Paling Kaya Oksigen Bareng detikcom



    Sumenep

    Halo, d’Travelers, detikcom mengajak kamu untuk menjelajahi keindahan Sumenep, Jawa Timur gratis, tis! Kami mencari beberapa orang traveler yang akan menemani detikTravel menjelajahi Sumenep pada bulan September.

    detikcom akan mengajak kamu menjelajahi pulau di Kabupaten Sumenep yang terkenal kaya dengan oksigennya yang bikin penduduknya panjang umur yaitu Gili Iyang.

    Gili Iyang merupakan salah satu kawasan di Indonesia dengan penduduk yang panjang umur. Dijuluki pulau oksigen dan pulau awet muda.


    Penelitian dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yakni pada 2005. Ada 17 tempat dalam penelitian selama 7 bulan itu. Hasilnya, kadar oksigen di Gili Iyang di atas rata-rata.

    Selain berkelana ke Gili Iyang, detikcom akan diajak menelusuri sejarah di Keraton Sumenep, dan pastinya diajak untuk menikmati aneka kuliner enak di Sumenep, Jawa Timur.

    Agar bisa jalan-jalan gratis ke Sumenep ini, pastikan d’Traveler memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut:

    – d’Traveler mengirim cerita perjalanan yang pernah kamu ikuti di link ini.

    – Log in ke akun kamu menggunakan akun MPC kamu. Jika belum punya akun MPC, silakan membuat akun MPC terlebih dulu.

    – Mulai menulis artikel perjalanan kamu, sertakan foto pelengkap artikel liburanmu, dan jangan lupa memilih tema Dream Destination.

    – Tulisan yang paling menarik akan mendapatkan hadiah paket liburan keliling Sumenep, Jawa Timur plus akomodasi lengkap.

    – Program ini berlaku pada 14 Agustus-8 September

    – Perjalanan ke Sumenep pada 15-17 September 2024.

    – Partisipan wajib menuliskan harapan atau rencana yang ingin dilakukan jika d’Traveler terpilih jalan-jalan ke Sumenep

    Yuk, liburan ke Sumenep, cerita perjalanan detikers kami tunggu!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka dan Harga Tiket Masuknya 2024


    Jakarta

    Kediri menawarkan berbagai pilihan destinasi tak kalah menarik dengan destinasi lainnya di Jawa Timur, termasuk wisata ramah anak.

    Hal ini akan menambah pengalaman liburan traveler lebih berkesan. Jelajahi rekomendasi pilihan wisata Kediri untuk anak berikut ini.

    Wisata Kediri untuk Anak-anak

    1. Dunia Candy


    Di Kabupaten Kediri ada tempat wisata yang ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga. Namanya Wisata Dunia Candy.Dunia Candy destinasi siwata yang ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga. (dok.Instagram @wisataduniacandy

    Dunia Candy adalah pilihan wisata Kediri untuk anak yang didesain penuh warna warni layaknya permen. Sesuai namanya, sejatinya Dunia Candy adalah pabrik permen yang ada di Kediri.

    Berbagai wahana bermain seperti playground, kereta kelinci, bianglala, hingga mandi bola pun ada. Selain bermain dan berfoto di bangunan-bangunan yang lucu, traveler dan si kecil juga bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan permen.

    • Alamat: Jl. Raya Kediri No 444, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
    • Jam Operasional: Weekday: 08.00-17.00 WIB dan Weekend: 08.00-20.00 WIB.
    • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 12.000 dan Weekend Rp 15.000.

    2. Kampung Indian Kediri

    Kampung Indian KediriKampung Indian Kediri. (Andhika Dwi/detikTravel)

    Wisata Kampung Indian merupakan wisata Kediri yang terletak di bawah area lereng Gunung Kelud. Tak heran jika, kita akan merasakan udara sejuk dengan, suasana pedesaan yang asli.

    Sesuai namanya, objek wisata ini merupakan replika perkampungan suku indian, lengkap dengan bangunan dan tampilan tari khasnya. Di sini, pengunjung juga bisa menyewa pakaian dan aksesoris khas Indian.

    Banyak orang juga yang melakukan outbound anak kecil hingga dewasa dan gathering di tempat ini.

    • Alamat: Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
    • Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB.
    • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 10.000 dan weekend dan tanggal merah Rp 12.000.

    3. Gumul Paradise Island and Waterpark

    Destinasi ini menawarkan wahana air, taman bermain yang luas, dan fasilitas umum yang cukup lengkap. Membuatnya cocok jadi pilihan liburan untuk keluarga, teman, maupun kelompok anak sekolah.

    Wahana permainan di kolam renang yang ada mulai dari speed slide, kolam bak tumpah, body slide, hingga kolam jamur. Tersedia juga toilet, food court, musala, dan loker untuk pengunjung.

    • Alamat: Kompleks Simpang Lima Gumul, Sumberejo, Dadapan, Sumberejo, Kec. Ngasem, Kabupaten Kediri.
    • Jam Operasional: Selasa-Jumat dari jam 09.00 – 17.00 WIB, Sabtu-Minggu dan hari libur buka dari 08.00 – 17.00 WIB.
    • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000. Anak usia 2 tahun ke atas berlaku tiket penuh.

    4. Taman Wisata Tirtoyoso Park

    Wisata Kediri ramah anak lainnya ada Taman Wisata Tirtoyoso Park, yang menyajikan ragam wahana menarik.Selain jernih, kolam renang di sini juga segar.

    Pengunjung juga bisa bermain perosotan, ember tumpah, hingga sepeda air di kolam renang. Selain wahana air anak, ada juga kolam renang khusus dewasa dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter.

    Setelah puas bermain air, pengunjung bisa langsung mengisi perut di kafe maupun angkringan di sana.

    • Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani No.123, Banjaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kediri.
    • Jam Operasional: 06.00 – 17.00 WIB.
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

    5. Istana Jamur

    Istana Jamur merupakan destinasi edukasi ramah keluarga. Sesuai namanya, di sini pengunjung akan dimanjakan dengan arsitektur bentuk jamur yang unik.

    Pengunjung juga menyewa kostum ala anggota kerajaan untuk berfoto-foto. Selain spot foto ciamik, di sini juga ada arena outbound.

    • Alamat: Jl Kedung Ombo Nomor 21, Rejomulyo, Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
    • Jam Operasional: Setiap hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pilihan 7 Aktivitas Seru Sehari di Taman Nasional Baluran Africa van Java


    Jakarta

    Taman Nasional Baluran dijuluki sebagai Africa van Java. Bukan tanpa sebab, hamparan alam yang disuguhkannya begitu mempesona, terlebih saat musim kemarau tampak mirip dengan savana di Afrika.

    Berlokasi di ujung timur Pulau Jawa, luasnya yang mencapai 25.000 hektar menyajikan banyak spot menarik. Traveler dapat menemukan kawasan padang rumput, hutan hijau, pegunungan, serta perairan.

    Tertarik mengunjungi taman nasional satu ini? Cari tahu daya tarik dan aktivitas seru yang dapat dilakukan di Taman Nasional Baluran pada uraian di bawah.


    Aktivitas Seru di Taman Nasional Baluran

    Dilansir situs Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo, berikut spot dan kegiatan yang asik dilakukan di Taman Nasional Baluran:

    1. Berkeliling Taman Nasional

    Taman nasional ini menyuguhkan bentangan Savana Bekol, hutan hijau lebat Evergreen Forest, hingga pesona Pantai Bama. Padang rumput Bekol menjadi kawasan ikonik di sana. Kawasan seluas 10 ribu hektare inilah yang menjadi alasan Taman Nasional Baluran disebut sebagai Africa van Java.

    Ketika cuaca kemarau, rerumputan di Savana Bekol mengering sehingga menyerupai padang rumput di daratan Afrika. Di musim hujan, padang rumput ini akan menghijau cantik sejauh mata memandang. Begitu pula dengan Gunung Baluran yang menjadi latar belakangnya.

    Burung merak melintas di padang sabana Bekol di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (22/6). Kawasan yang memiliki luas 25 ribu hektar tersebut memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, 155 jenis burung dan terdapat lokasi wisata bahari serta lokasi pengamatan burung migran. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pd/18Savana Bekol di Taman Nasional Baluran. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Untuk menuju pada rumput, detikers harus terlebih dahulu melewati Evergreen Forest sebagai jalan satu-satunya. Hutan rimbun ini bak terowongan hijau dengan pepohonan yang berada di sekelilingnya. Bulan Januari hingga Februari diketahui waktu terbaik mampir ke area hutan ini.

    Di ujung Taman Nasional Baluran, traveler akan menemukan Pantai Bama dengan perairan yang jernih dan hamparan pasir putihnya. Kawasan ini juga dikelilingi hutan mangrove yang eksotis. Sejumlah spot lain yang bisa dikunjungi di taman nasional ini, meliputi Gua Jepang, Curah Tangis, Batu Numpuk, serta Candi Bang.

    2. Mengamati Flora dan Fauna

    Savana Bekol menjadi habitat satwa meliputi kerbau liar, banteng Jawa, rusa timor, kera, lutung, ular, babi dan anjing hutan, hingga macan tutul. Selain fauna, flora yang bakal kamu jumpai di sana seperti widoro bukol, pilang, mimbo, dan kesambi.

    Rusa timor (cervus timorensis) bersama kera ekor panjang (macaca fascicularis) mencari makan di savana Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020). Ditutupnya pariwisata di TN Baluran pada masa Pandemi COVID-19, berdampak pada perilaku satwa yang biasanya beraktivitas di dalam hutan saat ini mudah dijumpai di padang savana karena tidak adanya wisatawan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/pras.Rusa timor (cervus timorensis) bersama kera ekor panjang (macaca fascicularis) mencari makan di savana Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA

    Detikers juga akan menemukan sejumlah spesies burung di Taman Nasional Baluran secara keseluruhan, antara lain kuntul karang, cangak abu, bangau tong-tong, hingga wiliwili besar. Menariknya, khusus di Pantai Bama saja merupakan habitat asli bagi beberapa burung endemik Jawa Timur.

    3. Menyaksikan Panorama dari Menara Pandang

    Hamparan alam Taman Nasional Baluran sangat disayangkan apabila tidak dapat dinikmati secara menyeluruh. Untungnya, di sana terdapat menara pandang yang bisa diakses pengunjung untuk menyaksikan panorama padang rumput dari ketinggian.

    Dari menara tersebut, traveler bakal melihat bentangan savana yang luas beserta gerombolan satwa liar yang hidup di taman nasional. Pengalaman itu tentunya sangat berkesan.

    Menara Bekol di Taman Nasional BaluranMenara Bekol di Taman Nasional Baluran. Foto: (Bonauli/detikcom)

    4. Menikmati Pemandangan Bawah Laut

    Pantai Bama di kawasan Taman Nasional Baluran menyuguhkan perairan yang jernih dengan kehidupan bawah laut yang luar biasa. Hamparan pasir putihnya yang lembut dan bersih menjadi pelengkap keelokan pantai satu ini.

    Di Pantai Bama, traveler bisa menikmati panorama bawah laut dengan snorkeling. Kamu dapat menyewa perahu untuk menyelam di kawasan perairan yang lebih dalam. Terdapat juga sebuah dermaga di area pantai ini. Ujung dermaga kerap dijadikan lokasi memancing oleh para pengunjung yang datang.

    Pengunjung melakukan aktivitas snorkelling di Pantai Balanan, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (17/11/2022). Pantai tersebut memiliki potensi wisata pesona bawah laut yang menawarkan keragaman biota laut yang masih alami. ANTARA FOTO/Budi Candra SetyaPengunjung melakukan aktivitas snorkelling di Pantai Balanan, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (17/11/2022). Pantai tersebut memiliki potensi wisata pesona bawah laut yang menawarkan keragaman biota laut yang masih alami. Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA

    Pantai lain di Taman Nasional Baluran yang dapat dijadikan spot snorkeling yaitu Pantai Balanan. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Bama, sekitar 3 km ke arah barat.

    5. Hunting Foto

    Aktivitas ini tentunya tidak boleh dilewatkan saat detikers mampir ke Taman Nasional Baluran. Selain direkam oleh mata, pesona alam di sana patut untuk diabadikan oleh kamera.

    Setiap sudut taman nasional ini sangatlah cantik, jadi kamu bisa berfoto di mana saja. Namun perlu diperhatikan, apa yang traveler lakukan jangan sampai mengganggu satwa maupun merusak kawasan sekitar ya.

    6. Wisata Sejarah di Goa Jepang

    Detikers bisa menemukan Gua Jepang di depan kantor balai Taman Nasional Baluran. Gua ini merupakan peninggalan bersejarah yang jadi saksi bisu penjajahan Negeri Sakura di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut. Pada masanya, gua seluas 12 meter itu menjadi tempat penyimpanan senjata dan benteng pertahanan pasukan Jepang.

    7. Bermalam di Kawasan Pantai Bama

    Pantai di BaluranPantai Bama di Taman Nasional Baluran. Foto: (yayan_fmr/d’Traveler)

    Taman Nasional Baluran dilengkapi fasilitas wisata berupa penginapan. Kalau kurang puas menyusuri kawasan taman nasional ini dalam sehari, maka kamu bisa bermalam dan melanjutkan penjelajahan keesokan harinya.

    Penginapan yang tersedia pun memiliki daya tarik tersendiri dengan pemandangan pantai yang persis di depannya.

    Taman Nasional Baluran terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Meski secara administrasi berada di Situbondo, kawasan taman nasional ini lebih dekat dengan Kabupaten Banyuwangi.

    Dari pusat kota Situbondo, Taman Nasional Baluran berjarak sekitar 67-68 km yang dapat ditempuh dalam 1 jam 40 menit. Lewati Jl. Raya Pantura lanjut ambil Jl. Raya Banyuputih untuk sampai di sana.

    Sementara dari Banyuwangi, jaraknya sekitar 51-53 km dengan waktu tempuh kisaran 1 jam 25 menit. Ambil arah utara melalui Jl. Raya Banyuwangi-Situbondo, gunakan online maps sebagai petunjuk jalan.

    Traveler dapat menggunakan motor atau mobil untuk menuju Taman Nasional Baluran. Namun disarankan menaiki mobil karena lokasi yang cukup jauh, kawasan yang luas, dan khawatir diganggu satwa liar saat sudah sampai di lokasi.

    Banyuwangi memiliki tempat wisata eksotis bernama Taman Nasional Baluran. Taman nasional ini menawarkan kehidupan alam yang bebas layaknya di Afrika. Penasaran?Savana Bekol di Taman Nasional Baluran. Foto: Antara Foto

    Tiket Masuk Taman Nasional Baluran

    Taman Nasional Baluran buka setiap hari dan loket pembelian karcis ditutup pada pukul 16.00 WIB. Tiket masuk dibedakan antara pengunjung domestik dan mancanegara, berikut daftar harganya yang dikutip dari akun Instagram @btn_baluran:

    Harga Tiket Weekday (Hari Kerja)

    • Wisatawan domestik: Rp 16.000
    • Wisatawan mancanegara: Rp 165.000

    Harga Tiket hari Libur

    • Wisatawan domestik: Rp 18.500
    • Wisatawan mancanegara: Rp 240.000

    Pengunjung yang datang menggunakan kendaraan juga akan dikenakan biaya masuk sebesar:

    • Roda dua: Rp 5.000
    • Roda empat: Rp 10.000
    • Roda enam: Rp 50.000

    Aturan di Taman Nasional Baluran

    Menara Bekol di Taman Nasional BaluranAturan yang terpampang di Menara Bekol, Taman Nasional Baluran. Foto: (Bonauli/detikcom)

    Traveler yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Baluran, hendaknya memperhatikan sejumlah aturan berikut:

    • Dilarang mengoperasikan drone
    • Dilarang memberi makan satwa
    • Dilarang memasuki kawasan savana
    • Kecepatan berkendara 20 km per jam
    • Tidak membuang sampah sembarangan.

    Aturan ini hendaknya diikuti pengunjung selama berada di area Taman Nasional Baluran. Selamat berlibur dan jangan lupa selalu menjaga kebersihan ya detikers.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mitos Gunung Pegat di Ponorogo yang Bisa Bikin Pengantin Baru Cerai



    Ponorogo

    Di Ponorogo, ada sebuah gunung yang memiliki mitos unik. Pengantin baru dilarang melintas di gunung itu karena bisa menyebabkan perceraian. Bagaimana kisahnya?

    Masyarakat mengenal gunung itu sebagai Gunung Pegat. Lokasinya berada di desa Nambak, Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur.

    Warga setempat percaya, siapa saja pengantin baru maupun pengiringnya yang melintas di Gunung Pegat akan berpisah atau cerai dengan pasangannya.


    Pengantin baru maupun pengiringnya disarankan melalui jalur lain dan tak diperbolehkan melintas di kawasan Gunung Pegat, apapun alasannya.

    Gunung Pegat merupakan sebuah gunung yang dibelah untuk dijadikan jalan. Jalan yang membelah gunung inilah yang disebut gunung pegat. Dalam bahasa Jawa, Pegat sendiri berarti berpisah atau cerai.

    Jalan gunung Pegat hingga saat ini masih digunakan oleh warga. Jalan ini menghubungkan antara Kecamatan Bungkal dengan Kecamatan Slahung.

    Pegiat seni dan sejarah, Purbo Sasongko menjelaskan mitos ini masih dipercaya warga asal Slahung atau Balong yang menikah dengan warga Bungkal.

    “Biasanya pengiring maupun pengantin tidak akan lewat jalan Gunung Pegat tapi memutar lewat jalan Nailan ke timur atau Balong ke timur,” tutur Purbo.

    Menurut Purbo, mitos ini berkembang karena dipercaya masyarakat hingga kini. Tanpa sadar akhirnya masyarakat pun mengikuti saran orang setempat untuk tidak melintas saat mengiring pengantin baru.

    “Kalau saya sendiri tidak percaya mitos itu,” terang Purbo.

    Sebab, dia menikah dengan warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal dan melintas di jalan Gunung Pegat Desa Nambak, Kecamatan Bungkal.

    “Saya pernah membuktikan, istri saya lewat situ. Saya juga lewat situ, nggak papa,” jelas Purbo.

    Mitos ini, lanjut Purbo, karena kepercayaan warga setempat yang dijaga hingga saat ini. Akhirnya vibrasi dari spiritual tersebut pun berkumpul menjadi satu kekuatan tersendiri.

    “Mitosnya kan kalau lewat situ pengantin bisa cerai,” imbuh Purbo.

    Jika Anda tidak percaya, silakan dibuktikan. Namun risiko tentu saja ditanggung sendiri-sendiri.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • The Soul of Madura, Ini 5 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi di Sumenep



    Jakarta

    Sumenep sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur. Kabupaten ini menyimpan berbagai keindahan alam dan budaya yang menawan.

    Daerah dengan julukan ‘The Soul of Madura’ ini menawarkan pesona alam yang memikat, serta menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

    Bagi Anda yang mengaku pernah mengunjungi Sumenep, berikut adalah lima destinasi wisata yang wajib dikunjungi.


    1. Keraton Sumenep

    Sebagai simbol sejarah dan budaya, Keraton Sumenep merupakan tempat yang tidak boleh dilewatkan. Dibangun pada tahun 1762, keraton ini tidak hanya menawarkan arsitektur yang megah, tetapi juga menyimpan berbagai artefak berharga. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Sumenep dan menikmati suasana tenang di kompleks keraton.

    2. Pulau Giliyang

    Pulau Giliyang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia yang mencapai 20,9 persen, juga memiliki keindahan alam yang eksotis dan pantainya yang bersih.

    Anda dapat keliling pulau dengan jarak tempuh kurang lebih 5 kilometer dengan menghirup udara yang segar.

    Untuk mencapai pulau ini, anda perlu melakukan perjalanan laut sekitar 30 menit dari pelabuhan Dungkek. Nanti akan berlabuh di pelabuhan Banraas. Perjalanan yang menantang ini akan terbayar lunas dengan keindahan yang disuguhkan.

    3. Gili Iabak

    Gili Iabak menawarkan pengalaman snorkeling dan diving yang luar biasa. Air yang jernih dan terumbu karang yang indah membuatnya menjadi surga bagi para pecinta bawah laut.

    4. Pantai Lombang

    Pantai Lombang, dengan pasir putihnya yang halus dan ombak yang tenang, adalah tempat yang ideal untuk bersantai. Pantai ini dikelilingi oleh pepohonan cemara yang rindang, menciptakan suasana tropis yang sempurna. Berbagai aktivitas seperti bersepeda hingga menunggangi kuda juga tersedia di sini.

    5. Pantai 9

    Pantai 9 Sumenep, dikenal sebagai destinasi wisata yang menakjubkan dengan keindahan alamnya. Pantai ini menawarkan pemandangan laut yang spektakuler, pasir putih yang halus. Di sekelilingnya, terdapat berbagai fasilitas seperti restoran dan tempat bersantai.

    Selain itu, Pantai 9 juga menjadi lokasi yang ideal untuk menikmati lautan luas dan bermain air seperti speedboat. Suasana yang tenang membuatnya menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin melarikan diri dari keramaian.

    Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, dengan beragam destinasi menarik yang ditawarkan, Sumenep patut dijadikan sebagai tujuan wisata utama.

    Setiap lokasi menyimpan keunikan dan keindahan tersendiri, membuat pengalaman berwisata di Sumenep menjadi sangat berkesan.

    Menurutnya, jika belum mengeksplorasi lima destinasi ini, belum merasakan suasana Sumenep.

    “Siapkan perjalanan anda dan nikmati pesona Sumenep yang menunggu untuk ditemukan,” ujar Achmad Fauzi

    (akd/akd)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kondisi Terkini Hotel Yamato, Tempat Insiden Perobekan Bendera Belanda


    Jakarta

    Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit, adalah tempat yang menyimpan jejak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Saat ini, hotel tersebut masih eksis dan beroperasi. Menariknya, gaya bangunannya tetap mempertahankan infrastruktur klasik dan elegan dari masa kolonial.

    Sebelum mengetahui beragam fasilitas hotel mewah ini, mari kita napak tilas kronologi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 lalu.


    Peristiwa Hotel Yamato

    Peristiwa yang terjadi di Hotel Yamato adalah insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda atau disebut het vlag incident. Insiden Hotel Yamato di latar belakangi oleh amarah masyarakat Surabaya, yang tidak terima terhadap pengibaran bendera Belanda di atas hotel tersebut.

    Pasalnya, pengibaran bendera Belanda itu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus, tepat beberapa bulan yang lalu.

    Mengutip buku Sejarah Indonesia Kelas XI Kemdikbud oleh Sardiman AM dan Amurwani Dwi Lestariningsih, ketika di Surabaya, orang-orang Inggris dan Belanda yang berhubungan dengan Jepang menginap di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman Belanda.

    Pada 19 September 1945, seorang bernama Mr. Ploegman dibantu kawan-kawannya mengibarkan bendera Belanda berwana merah, putih, biru di atap menara Hotel Yamato.

    Dikutip dari buku Surabaya di Mana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu? karya Ady Setyawan, pada pukul 09.00 WIB bendera Belanda itu dikibarkan. Aksi ini kemudian mengundang arek-arek Suroboyo berkumpul di depan hotel.

    Ada beberapa pemuda yang berhasil memanjat atap hotel dan menurunkan bendera merah putih biru, kemudian merobek bagian warna birunya. Kusno Wibowo dan Onny Manuhutu adalah tokoh pemuda yang merobek bendera Belanda di Hotel Yamato.

    Setelah warna biru bendera Belanda dirobek, bendera tersebut dikibarkan kembali sebagai bendera dengan warna merah putih. Dengan berkibarnya bendera Sang Merah-Putih, para pemuda Surabaya satu per satu meninggalkan Hotel Yamato dengan penuh semangat dan menjaga kewaspadaan.

    Dampak insiden di Hotel Yamato melatar belakangi berbagai pertempuran di Surabaya, termasuk penyebab terjadinya “Pertempuran Surabaya”.

    Sejarah dan Kondisi Terkini Hotel Majapahit Surabaya

    Hotel Majapahit dibangun oleh Sarkies Family atau Sarkies Brothers pada tahun 1910. Awalnya, hotel ini dikenal sebagai “Hotel Oranje atau Hotel Oranye.

    Saat Jepang menjajah dan menguasai Indonesia, nama hotel ini berganti menjadi Hotel Yamato. Kala itu, hotel ini juga digunakan head porter atau base camp saat pertempuran.

    Kemudian sekitar tahun 1969, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

    hotel majapahit surabayaHotel Majapahit Surabaya. (Deny Prastyo Utomo)

    Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya, menyebut bahwa pada 10 September 1945, hotel ini sempat bernama Merdeka.

    “Tahun 1945 sampai 1946 berganti Lucas Martin Sarkies yakni kembali pada keluarga pendiri, tahun 1969 dijual ke Men Trust Holding. Nah, sampai sekarang, namanya tetap, yakni Hotel Majapahit,” ujar Benny kepada detikJatim, pada (23/04/2022) lalu.

    Tim detikJatim pernah diajak berkeliling di hotel bersejarah yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar ini.

    Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikcom)

    Terlihat pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh. Namun, tetap ada tambahan, seperti beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

    Hotel MajapahitHotel Majapahit. (Lena Ellitan/dtravelers)

    Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, menyebut salah satu satu bukti keaslian bangunan terlihat dari ubin marmer yang diimpor langsung dari Belanda.

    Menurutnya, selain untuk menjaga keaslian hal tersebut juga jadi karakter bagi bagunan vintage Majapahit.

    Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

    Penamaan Majapahit sendiri bukan diambil asal-asalan. Nama ini diambil karena sejalan dengan visi misi Kerajaan Majapahit, yang jadi salah satu kerajaan jaya dan tertua pada eranya. Maka dari itu, Majapahit dipakai dengan harapan seperti namanya.

    Hotel Majapahit ini juga telah mengalami beberapa kali perombakan kepemilikan, nama, hingga peremajaan. Tapi, tidak demikian dengan keorisinilan bangunan secara keseluruhan.

    Lokasi Hotel Majapahit Surabaya

    Hotel Majapahit Surabaya beralamat di Jalan Tunjungan Nomor 65, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Lokasi hotel ini juga sangat strategis, yakni di jantung kota Surabaya.

    Fasilitas Hotel Majapahit Surabaya

    Hotel Majapahit adalah hotel bintang 5 berkelas internasional dengan fasilitas yang lengkap. Menariknya, hotel ini masih mempertahankan beberapa elemen klasik era kolonial.

    Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya.Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya. (dok. Instagram @hotelmajapahitsby)

    Tidak hanya memberikan suasana yang kaya akan sejarah, namun tetap menawarkan kenyamanan modern. Hotel Majapahit memiliki sekitar 139 kamar.

    Berikut adalah fasilitas yang ada di Hotel majapahit Surabaya:

    • Kolam renang
    • Restoran
    • Tempat parkir
    • Pusat kebugaran
    • Ruangan ber AC
    • Room service
    • Akses untuk kursi roda
    • Sarapan (breakfast)
    • Spa
    • Bar
    • Area hijau
    • Piano dan meja biliar
    • Area bermain anak-anak
    • Bak mandi air panas/Whirlpool
    • Tempat untuk pernikahan dan ruang pertemuan
    • Wifi gratis.

    Mengingat hotel ini jadi tempat bersejarah, makna setiap ada event sejarah kemerdekaan tahunan yang biasa diselenggarakan. Di antaranya peringatan perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada bulan September, dan Parade Surabaya Juang di bulan November.

    Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya (Aprilia Devi)

    Dari catatan detikJatim, teatrikal yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda tentang sejarah Kota Pahlawan.

    Acara-acara tersebut juga termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November yang telah rutin digelar sejak tahun 2009. Hotel ini juga masih digandrungi para wisatawan lokal maupun internasional.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pasar Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Rempah-rempah di Zaman Belanda



    Surabaya

    Di Surabaya, ada sebuah pasar yang dahulu pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah pada zaman kolonial Belanda. Pasar manakah itu?

    Pasar Pabean di Surabaya ternyata masuk ke dalam kategori pasar tua dan memiliki sejarah yang panjang. Pasar itu didirikan sejak tahun 1849 silam.

    Di ezaman itu, Belanda menggunakan Pasar Pabean sebagai pusat rempah-rempah. Pasar Pabean sendiri terletak di Jalan Songoyudan, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.


    Dulunya kawasan itu merupakan kawasan Pecinan, bersebelahan dengan Jalan KH Mas Mansyur (dulu dikenal sebagai Kampementstraat), sebuah area yang dihuni oleh komunitas Arab.

    Hingga kini, Pasar Pabean tetap menjadi ikon pasar ikan terbesar di Jawa Timur, berkat sejarahnya yang strategis dekat dengan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalimas di kawasan Tanjung Perak.

    Sejarawan Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan bahwa Pasar Pabean dulu dijadikan sebagai Pusat Rempah-Rempah. Bahkan, telah dijadikan pusat rempah rempah sebelum Belanda datang ke tanah air.

    “Sejak kolonial, Eropa sebelum Belanda. Kalau catatan orang Eropa datang itu tahun 1511. Karena Pabean dulunya pelabuhan, kemudian ada pasar ada gudang sehingga dijadikan pusat rempah-rempah di Pasar tersebut,” kata Kuncar, Kamis, (24/10).

    Menurut Kuncar, wilayah Pabean yang dekat dengan pelabuhan memiliki lokasi strategis, sehingga koloni Eropa membangun pos perdagangan di area itu. Hingga kini, Pasar Pabean masih eksis dijadikan tempat/gudang untuk menyimpan rempah-rempah tersebut.

    pasar pabeanPasar Pabean Foto: Firtian Ramadhani

    “Ada ketumbar, kayu manis, lada, asem dan kemiri. Sebenarnya, peralihan pertama dari rempah kemudian ke produk hasil perkebunan seperti kopi, kacang. Sehingga, di sekitar area Pasar sempat ada pabrik kopi, salah satunya pabrik kopi Kapal Api lahir di situ,” terangnya.

    Kuncar menegaskan pascakemerdekaan, Pasar Pabean telah beralih menjadi pasar yang menjual bawang merah dan bawang putih. Akan tetapi, karena lokasi Pasar Pabean yang tidak muat, pada akhirnya transaksi juga dilakukan di sekitar pasar.

    “Telah beralih itu setahu saya pascakemerdekaan, menjadi sepenuhnya pasar bawang merah, bawang putih. Nah, karena lokasi Pasar Pabean tidak muat, penjualan akhirnya dilakukan juga di sekitar pasar,” urainya.

    Selain menjual bawang, Pasar Pabean tetap digunakan sebagai pasar untuk penjualan rempah-rempah. Meskipun telah beralih usai Pasar Pabean tidak dikuasai oleh Koloni Eropa, warga tetap saja menjual rempah-rempah yang telah ada sejak dulu.

    “Penjualan di sekitar pasar ada di Jalan Panggung itu banyak, yang eceran itu kan kelihatan. Jadi meski telah beralih, rempah-rempah tetap dijual di sana. Lokasi penyimpanan rempah-rempah dan kopi ada di dalam Pasar itu kan ada gudang, rempah-rempah dan kopi disimpan di situ,” tandas dia.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com