Tag: jawa

  • Wisata Murah Meriah Jogja-Solo dengan KRL, Tarif Tiket Rp 8 Ribu


    Yogyakarta

    Yogyakarta sejak lama terhubung dengan kereta, dulu ada Prambanan Ekspress (Prameks) nan legendaris, hingga kemudian dipensiunkan dan menjadi KRL atau kereta rel listrik dengan nama KRL Jogja-Solo. Tarifnya flat Rp 8000.

    KRL Jogja-Solo bisa sangat diandalkan untuk wira-wiri Jogja-Klaten-Solo-Karanganyar pp. Untuk area Karanganyar, stasiun paling ujung ada di Stasiun Palur.

    KRL Jogja-Solo hanya memiliki satu jalur yang melintas di 13 stasiun yaitu Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, dan Palur.


    Kereta itu beroperasi mulai pukul 05.00 dari Stasiun Palur. Sementara itu, dari Stasiun Tugu ke arah Solo kereta pertama pukul 05.30.

    Rekomendasi Wisata Murah di Jawa Tengah Cukup Rp 8 Ribu

    KRL Jogja-Solo memungkinkan ongkos transportasi bisa ditekan sehingga masih tersedia biaya untuk eksplorasi tempat wisata.

    1. Yogyakarta

    Jejeran andong terpakir di Kawasan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (8/6/2025).Jejeran andong terpakir di Kawasan Malioboro (dok. se)

    Ada beberapa destinasi dekat stasiun Tugu Yogyakarta, yaitu Malioboro, Pasar Beringharjo, Museum Titik Kilometer Jogja dan Alun-alun Kidul.

    2. Klaten

    Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten.Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten (dok. Achmad Syauqi/detikJateng)

    Kota Klaten, tak jauh dari Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Seribu Umbul atau mata air, seperti Umbul Ponggok, Umbul Susuhan, dan Umbul Mudal. Kota ini juga memiliki situs peninggalan Hindu-Buddha, yaitu Candi Plaosan. Tempat wisata dekat stasiun adalah Alun-alun Klaten, Taman Lampion Klaten, Hutan Kota Gergunung hingga Sendang Tirto Sinongko.

    3. Purwosari

    Kampung Batik Laweyan di SoloKampung Batik Laweyan di Solo (dok. Wahyu Setyo Widodo)

    Jika berhenti di Stasiun Purwosari, kamu bisa mampir ke beberapa tempat wisata mulai dari Taman Sriwedari (taman rekreasi dan hiburan), Lokananta (studio dan museum rekaman musik legendaris), Kampung Batik Laweyan (pusat industri batik tradisional), Loji Gandrung (bangunan bersejarah dengan arsitektur Indis), serta Koridor Gatot Subroto (Gatsu) yang kini memiliki mural dan night market.

    4. Solo Balapan

    Masjid Sheikh Zayed SoloKomplek Masjid Sheikh Zayed di Solo (dok. Waskita Karya)

    Traveler yang turun di Stasiun Solo Balapan bisa berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed, yang berjarak 1,7 km dari Stasiun Solo Balapan. Masjid Sheikh Zayed ini adalah replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Masjid Sheikh Zayed memiliki luas 8.000 m2 dengan dua lantai dengan empat menara dan 82 kubah batu pualam putih, sehingga terkesan mewah.

    5. Solo Jebres

    Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagara X duduk di kursi paringgitan saat acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025). Tingalan Jumenengan atau peringatan kenaikan takhta Adipati Mangkunegaran KGPAA Mangkunagara X tersebut sebagai bentuk syukur atas berjalannya kepemimpinan di Mangkunegaran yang berharap sebagai penanda baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt.Acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah (dok. Mohammad Ayudha/Antara)

    Pura Mangkunegaran juga cukup populer karena merupakan kediaman resmi dari Adipati Mangkunegara. Lokasi ini juga menjadi tempat menyimpan peninggalan-peninggalan Kadipaten Mangkunegaran dan kebudayaan Jawa. Selain itu ada Benteng Vanstenburg, Pasar Klewe, Taman Balekambang dan Museum Batik Danar Hadi.

    Daftar wisata yang bisa diakses dengan KRL Jogja-Solo itu bisa jadi pertimbangan traveler yang ingin liburan dengan biaya lebih terjangkau. Yuk detikers, segera susun wish list kota liburan kamu yang bisa dijangkau dengan KA Commuter Line Yogya-Jawa Tengah!

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Padat, tapi Masih Bisa ‘Bernapas’



    Yogyakarta

    Saat liburan di Yogyakarta, kurang lengkap rasanya jika tidak mencoba Kereta Rel Listrik atau KRL Jogja-Solo yang menghubungkan Jogja, Klaten, dan Solo. Saat jam pulang kantor, KRL padat tetapi tidak berdesak-desakan laiknya Commuter Line Jabodetabek.

    Yogyakarta dan Solo sudah terhubung dengan kereta commuter line sejak lama, dengan kereta Prameks nan legendaris. Dulu, Prameks bertenaga diesel namun kemudian KA Prameks ‘pensiun’ pada 10 Februari.

    detiktravel mencoba melakukan perjalanan dengan KRL Jogja-Solo pada Jumat (22/8/2025), KRL itu beroperasi antara Stasiun Tugu di jantung Yogyakarta hingga Palur, yang jadi perbatasan antara Solo dan Karanganyar. Perjalanan dari Yogyakarta hingga Solo memakan waktu sekitar 1,5 jam.


    Hanya punya satu jalur, KRL Jogja-Solo itu berhenti di 13 stasiun, mulai dari stasiun Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, hingga Palur.

    KRL Prameks Jogja-SoloKRL Jogja-Solo (bonauli/detikcom)

    KRL Jpgja-Solo itu mengangkut sekitar 16 gerbong. Pada pagi hari, KRL Jogja-Solo beroperasi dua kali dalam satu jam, namun saat sore hari hanya satu jam sekali.

    Mirip dengan KRL Jabodetabek, KRL Jogja-Solo dipadati oleh warga yang ngalaju (pulang-pergi) antara Yogyakarta dan Solo. Beruntung, detiktravel mendapatkan KRL Jogja-Solo saat tidak terlalu padat penumpang meskipun saat itu pukul 16.10 WIB, tepat saat orang pulang kerja.

    Naik dari Stasiun Stasiun Tugu bisa menguntungkan, karena peluang mendapatkan tempat duduk lebih besar. Kalau tempat duduk sudah penuh, penumpang hanya bisa berdiri dari stasiun awal hingga tujuan.

    Di KRL Jabodetabek biasanya penumpang berdiri ke segala arah yang penting bisa terangkut. Para penumpang berdesak-desakan, sampai-sampai tak berpegangan pada strap hanger pun tidak masalah karena nggak akan terjatuh akibat tertahan penumpang lain.

    Nah, di KRL Jogja-Solo lain cerita. Penumpang memang ada yang berdiri, namun lebih leluasa.

    Ini tentu pemandangan yang tak biasa bagi warga Jabodetabek. Penumpang masih memungkinkan untuk berbaris dengan rapi. Bisa dibilang semua terasa begitu berbeda, meski sama-sama KRL. Yang sehari-hari menggunakan moda KRL dari Bogor atau Depok atau Cisauk dan Bintaro ke Jakarta tak bisa tidak untuk bikin perbandingan. Sudah bisa terangkut saja syukur di jam-jam berangkat dan pulang kerja.

    Apalagi, pemandangan sepanjang perjalanan masih sangat hijau dan jauh dari hutan beton. Paling ramai, hanya permukiman.

    Dari sejumlah cerita penumpang lain, kepadatan dalam KRL Jogja-Solo bisa menyerupai KRL Jabodetabek saat libur sekolah atau akhir pekan. Saat jam-jam pulang atau berangkat kerja keramaian tergolong wajar.

    KRL Prameks Jogja-SoloKRL Jogja-Solo (bonauli/detikcom)

    Satu pembeda terakhir adalah tidak adanya gerbong khusus wanita di kedua ujung kereta. Semua gerbong dibuka untuk umum. Jadi tidak ada gerbong khusus perempuan.

    Tarif KRL Jogja-Solo flat sebesar Rp 8.000 sekali jalan, tidak seperti KRL yang memiliki tarif progresif atau bertambah sesuai jarak tempuh.

    Berikut jadwal KRL Yogyakarta-Palur:

    Jadwal keberangkatan Jogja-Solo dari Stasiun Tugu Yogyakarta yaitu pukul 05.05 WIB, 06.00 WIB, 07.05 WIB, 07.54 WIB, 08.49 WIB, 10.56 WIB, 12.07 WIB, 13.57 WIB, 15.01 WIB, 16.10 WIB, 17.35 WIB, 18.08 WIB, 20.15 WIB, 21.20 WIB dan 22.35 WIB.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Jati Denok Blora, Persembunyian Putri Kediri yang Dijaga Harimau


    Jakarta

    Jati denok bukan sekadar pohon berukuran raksasa yang jadi saksi pergantian zaman, perkembangan masyarakat, dan berbagai siklus kehidupan. Saking bersejarahnya, pohon jati ini berusia ratusan tahun ini punya legenda yang jadi cerita umum di masyarakat.

    Kisah ini berasal dari zaman Kerajaan Kediri yang berdiri pada tahun 1042-1222 Masehi. Kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini adalah salah satu yang terbesar di Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi seluruh Jawa termasuk Blora, sebagian Sumatra, hingga Kalimantan.

    Jati denok yang berada di wilayah hutan Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.Jati denok Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

    Jati denok di Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora dikisahkan menjadi tempat persembunyian Candra Kirana seorang putri dari Kerajaan Kediri. Legenda ini dikenal luas di wilayah Banyuurip sebuah dukuh di Kecamatan Banjarjero, tempat jati denok tumbuh.


    “Legenda di wilayah Banyuurip menceritakan ada seorang bernama Candra Kirana. Dia adalah putri Kediri yang lari dari kerajaan. Banyak tokoh mencari sang putri, salah satunya Raden Inu Kertapati yang datang untuk menjadikannya istri,” ujar Pemerhati sejarah asal Blora Totok Supriyanto dikutip dari detik Jateng.

    Selama dalam pelarian, sang putri dijaga seekor harimau yang sangat setia. Tiap orang yang datang mencari harus berhadapan dengan harimau tersebut. Menurut Totok, legenda tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya namun tetap lestari sebagai bagian dari budaya masyarakat.

    Selain kisah Candra Kirana, asal nama jati denok yang merupakan tanaman endemik Blora punya cerita yang lain. Kata denok dalam bahasa Jawa adalah sebutan bagi anak perempuan. Menurut Totok, tidak jelas penyebab jati yang meraih rekor MURI tahun 2008 tersebut diberi nama denok.

    “Arti denok adalah anak perempuan, karena mungkin pohonnya terlihat ndemblek (ada bagian yang membesar) sehingga disebut denok. Padahal pohonnya besar gitu, masak disebut anak kecil. Tapi ini kan perumpamaan,” kata Totok.

    Lokasi jati denok kini dikenal sebagai petak 62, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temetes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung. Jati denok terletak di atas Bukit Kendeng, Blora, dikelilingi hutan hijau dan rimbun pepohonan.

    Untuk melihat jati denok yang kini jadi situs budaya dibutuhkan butuh waktu sekitar 45 menit dari pusat kota, dengan jarak tempuh 16 kilometer. Pengunjung bisa melalui Jalan Blora Randublatung sejauh 12 kilometer, lalu memasuki wilayah hutan dengan jalan berbatu berjarak 4 kilometer.

    Jati denok dikelilingi pembatas beton untuk melindungi pohon yang mulai keropos ini. Berbeda dengan pohon jati di sekitarnya yang tak diberi pembatas antara satu pohon dengan lainnya. Selain itu, di sekitar pohon jati terdapat pendopo yang tak begitu luas cocok untuk duduk santai menikmati teduhnya hutan.

    Jati Denok Tumbuh Sebelum Belanda Datang

    Pohon jati denok tumbuh menjulang setinggi 30 meter dan keliling batangnya mencapai 6,5 meter. Batangnya tidak bulat dengan banyak cekungan di bagian pangkal dan total keliling mencapai 9 meter. Pangkal pohon bisa direngkuh tujuh rentangan tangan manusia dewasa.

    Jati denok diperkirakan tubuh sebelum kedatangan Belanda ke Indonesia. Perkiraan ini berdasarkan dokumen penelitian tahun 1930 oleh Herman Ernst Wolff von Wulfing (1891-1945) dengan judul De Wildhoutbosschen op Java (hutan rimba di Jawa), yang sudah menyebutkan jati Blora termasuk jati denok di dalamnya.

    Jati denok di wilayah hutan Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jumat (29/3/2024).Jati denok Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

    Saat ini, batang pohon jati denok mulai keropos dan lapuk dengan bagian tengah yang bolong. Tidak ada batang yang besar akibat tersambar petir, sehingga yang terlihat hanyalah cabang-cabang kecil di pucuk pohon tanpa daun. Perawatan dilakukan hati-hati dengan memotong bagian yang tersambar petir untuk mencegah kebakaran.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Prosesi Jejak Banon Keraton Yogya, saat Sri Sultan Menjadi Lambang Hijrah



    Jakarta

    Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan Jejak Banon yang sakral dan sangat langka pada Kamis (4/9/2025) malam. Prosesi yang dilaksanakan 8 tahun sekali ini adalah bagian dari tradisi Sekaten memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Jejak Banon punya makna sangat dalam.

    “Prosesi Jejak Banon atau Jejak Beteng adalah tradisi sarat makna yang diwariskan turun-temurun. Tradisi ini melambangkan keberanian menapaki perubahan hidup berlandaskan ajaran Islam dan lahirnya tatanan masyarakat baru,” tulis Portal Pemerintah Daerah DI Yogyakarta dalam situsnya.


    Jejak Banon artinya adalah menjejak atau menghancurkan tumpukan bata dalam bahasa Indonesia. Prosesi ini dilakukan di sisi selatan Masjid Gedhe, yang berada di kompleks Alun-alun utara Kasultanan Yogyakarta. Sri Sultan melangkahkan kaki di atas tumpukan batu batu ketika sudah dihancurkan.

    Prosesi Jejak Banon saat Hajad Dalem Sekaten, Kamis (4/9/2025) malam. Prosesi ini dilakukan setiap delapan tahun atau sewindu sekali.Prosesi Jejak Banon pada Kamis (4/9/2025) malam Foto: dok. Humas Pemda DIY

    Menurut Koordinator Rangkaian Prosesi Garebeg Mulud Dal 1959, KRT Kusumonegoro, Jejak Banon atau Jejak Beteng adalah simbol keberanian dan spiritualisme. Ketika itu, para leluhur berani menghadapi perubahan tanpa meninggalkan akar budaya yang dilanjutkan Sri Sultan sebagai pemimpin keraton saat ini.

    Jejak Banon juga memiliki arti penting sebagai pengingat sejarah panjang dakwah Islam di Tanah Jawa. Penyebaran Islam dilakukan dengan cara damai dan bijaksana, sehingga ajaran bisa diterima seluruh lapisan masyarakat. Tidak heran ajaran Islam dan prosesi Jejak Banon masih lestari di Yogya.

    Seluruh prosesi Jejak Banon dilakukan dalam suasana khidmat, tanpa mengurangi rasa penasaran masyarakat yang menyaksikan. Sri Sultan hadir dengan balutan baju takwa biru bermotif bunga di Kompleks Masjid Gedhe tepat saat Jejak Banon hendak dimulai. Sri Sultan yang juga Gubernur DI Yogyakarta ini hadir bersama para kerabat keraton.

    Jejak Banon diawali dengan pembagian udhik-udhik berisi bunga, uang koin, dan biji-bijian. Masyarakat tampak antusias menerima bingkisan yang dipercaya membawa keberuntungan dan berkah ini. Setelah itu, Sri Sultan memasuki teras masjid untuk mengikuti tradisi pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.

    Riwayat yang dibacakan dalam bahasa Jawa ini dipimpin Kiai Penghulu Keraton. Tentunya, proses yang diyakini bertepatan dengan momen kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dilakukan dengan khidmat dan hening penuh penghayatan.

    Setelah Jejak Banon, gamelan Sekati Kanjeng Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga yang mengiringi proses dikembalikan ke keraton melalui prosesi Kondur Gangsa. Tahapan ini menandai berakhirnya perayaan Sekaten, sekaligus pengantar menuju puncak Garebeg Mulud Tahun Dal.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kampung Muara Sunda, Restoran Bernuansa Bali yang Pernah Disinggahi Jokowi



    Garut

    Bagi warga Jawa Barat yang belum sempat bertandang ke Bali, khususnya kawasan Ubud, singgah ke Kampung Muara Sunda (KMS) dapat menjadi alternatif.

    Sebab meski berkategori rumah makan sunda, khusus Sabtu – Minggu dan libur panjang restoran di Jalan Raya Bayongbong Km3, Muara Sanding – Garut Kota ini menyajikan full nuansa Bali.

    Sebetulnya sentuhan Bali sudah mulai terlihat sejak di bagian teras restoran. Di situ selain ada dua patung domba garut dengan tanduk baplang di kiri-kanan teras seolah menyambut para tamu, juga ada dua Tedung (payung) bermotif kotak-kotak hitam-putih khas Bali.


    Nuansa Bali kian terasa dominan dan kental dengan arsitektur dan desain interior anyaman bambu yang megah dan artistik. Tak kalah dengan dengan Bamboo Dome di The Apuva Kempinski Hotel, Nusa Dua Bali yang pernah dipakai untuk jamuan makan siang para kepala negara dunia di acara KTT G-20 pada November 2022.

    Restoran bergaya Ubud di GarutRestoran bergaya Ubud di Garut Foto: Sudrajat/detikTravel

    Belum lagi alunan instrumental rindik (gamelan bambu) berpadu dengan irama suling yang mendayu-dayu, menghanyutkan. Juga busana khas Bali yang dikenakan para pelayan pria dan wanita.

    “Untuk desain arsitektur resto ini semuanya dikonsep Pak Tedi (Golsom) Aristiadi,” kata Manajer Pemasaran KMS Nur Bintang Insani kepada detikTravel, Sabtu (6/9/2025) malam.

    Tedi adalah pemilik KMS yang juga dikenal sebagai pengusaha di bidang akomodasi dan otomotif di Kota Garut.
    Tedi mengaku sengaja membuat desain rumah makan bernuansa Bali agar berbeda dengan desain restoran sunda pada umumnya.

    Sekalipun demikian aneka material utama seperti bamboo tetap berasal dari Garut. Demikian juga dengan makanan yang disajikan dominan menu sunda.

    “Saya mencoba out of the box, dengan mengambil vibes Bali biar orang-orang yang belum bisa ke Bali cukup ke Kampung Muara Sunda. Saya boleh sebut ini sebagai Ubudnya Garut,” papar Tedi yang tengah berada di Makassar melalui chat WA.

    Tak berlebihan bila Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Garut, 2025-2030, itu mengklaim demikian. Restoran ini memang memiliki area makan yang luas dengan suasana yang nyaman dan asri.

    Selain dikeliling area persawahan dan kebun sayuran yang hijau, sambil bersantap para pengunjung dapat memandang lepas ke tiga gunung utama di Garut, yakni Gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray.

    Restoran bergaya Ubud di GarutRestoran bergaya Ubud di Garut Foto: Sudrajat/detikTravel

    Selain itu, di lahan seluas 5000 m2 restoran ini juga menyediakan area bermain untuk anak-anak, sehingga sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Juga tersedia ruang makan khusus untuk para sopir atau staf dengan bangunan yang dindingnya dipasangi batu-batu hitam yang tak kalah artistik.

    Dengan sekitar 200 menu khas Sunda yang otentik, fasilitas yang memadai, dan suasana yang nyaman, restoran ini menjadi tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

    “Gak akan nyesel pokoknya menjadikan Kampung Muara Sunda sebagai destinasi kuliner yang wajib dikunjungi di Garut,” kata Bintang.

    Selain nyaman untuk bersama keluarga, Sarjana Akuntansi dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu melanjutkan, KMS juga menyediakan layanan private dinner maupun lunch dengan sentuhan romantis.

    Selain para pejabat daerah baik sipil maupun militer, serta para pengusaha dan selebritas kenamaan di tanah air, Presiden Joko Widodo juga sempat singgah untuk makan siang di KMS.

    Restoran bergaya Ubud di GarutFoto mantan presiden Jokowi sedang makan di KMS Garut Foto: Sudrajat/detikTravel

    Hal itu terjadi sebelum dia membuka Rapat Koordinasi Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut, pada 17 Oktober 2017.

    Foto Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono terpamang di dinding dekat kasir. Kepada pers kala itu, Tedi mengaku diberi tahu panitia sehari sebelum acara. Menu yang dipesan antara lain goreng ayam kampung, tumis kikil, dan karedok.

    (jat/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Alternatif yang Bisa Dijajal Traveler di Sekitar Gunung Merapi



    Yogyakarta

    Kawasan Gunung Merapi memang punya pesonanya sendiri. Sehingga banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke sana.

    Meski dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, daya tariknya justru terletak pada perpaduan antara keindahan alam, sejarah letusan yang dramatis, hingga kehidupan masyarakat yang tetap berdiri tegak di sekitarnya.

    Namun, sebelum traveler tergoda menyusun rencana liburan ke sana, ada baiknya menyimak perkembangan terkini. Hingga September 2025 ini, status Gunung Merapi masih berada di siaga level III.


    Pendakian ke puncak melalui jalur seperti Selo dan Sapu Angin masih ditutup total sejak 2018, dan belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali dalam waktu dekat. Kondisi ini dipertegas oleh laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta sejumlah media nasional.

    Nah jangan khawatir traveler, sebagai alternatifnya, di sekitar kaki Gunung Merapi juga ada banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi tanpa harus menantang bahaya. Kawasan seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Cangkringan tetap menyimpan segudang pengalaman seru yang aman dinikmati oleh wisatawan.

    Salah satu yang paling populer tentu saja adalah Lava Tour Merapi. Naik jeep terbuka, kamu akan diajak menyusuri bekas aliran lava erupsi 2010. Di sepanjang perjalanan, pemandangan dramatis bekas rumah-rumah yang luluh lantak, sungai kering yang jadi jalur lahar, hingga batu-batu besar yang terlontar dari kawah menjadi saksi bisu dahsyatnya Merapi.

    Jika ingin suasana yang lebih tenang, Kaliurang bisa jadi pilihan tepat. Udaranya sejuk, banyak penginapan bergaya klasik Jawa, dan cocok untuk wisata keluarga. Di sana juga ada Ullen Sentalu Museum, tempat yang tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah dari Dinasti Mataram, tapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang begitu mendalam.

    Tak jauh dari sana, ada juga Bunker Kaliadem. Tempat ini dulu digunakan sebagai tempat perlindungan saat erupsi, namun sekarang menjadi spot favorit wisatawan untuk menikmati panorama Merapi dari kejauhan. Saat cuaca cerah, puncak Merapi terlihat jelas berdiri megah di balik kabut tipis.

    Selain itu, buat traveler yang ingin menikmati sisi edukatif dari bencana Merapi, ada Museum Sisa Hartaku di Desa Petung. Museum kecil itu menampilkan sisa-sisa rumah, motor, peralatan rumah tangga, hingga kerangka hewan ternak yang tak sempat diselamatkan saat erupsi.

    Semuanya ditata secara apa adanya, membuat pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana dahsyatnya letusan Merapi saat itu.

    Jangan lupa, kawasan ini berada di zona rawan bencana, dan cuaca di pegunungan bisa berubah cepat. Maka dari itu, selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat, dan ikuti arahan dari petugas atau pemandu lokal.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi Wisata Populer di Purwokerto nan Sejuk



    Jakarta

    Purwokerto yang berada di kaki Gunung Slamet memiliki hawa sejuk sehingga pas buat healing. Banyak destinasi wisata alam yang bisa dikunjungi, ke mana saja ya?

    Traveler yang ingin melepas penat dan rehat dari rutinitas ibu kota, Purwokerto bisa menjadi tujuan wisata yang patut dicoba. Dari perbukitan hijau hingga air terjun yang menyejukkan, ada banyak destinasi menarik yang siap membuatmu merasa lebih rileks dan kembali segar.

    Purwokerto juga relatif mudah dijangkau dari Jabodetabek. Kota yang berada di Banyumas, Jawa Tengah itu terhubung dengan transportasi publik, bus umum dan kereta, dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam.


    Sejak dulu hingga kini, Purwokerto selalu punya cara menarik perhatian wisatawan. Ke mana saja ya saat pelesiran di Purwokerto?

    Berikut 5 Destinasi Purwekerto yang populer:

    1. Baturraden

    BaturradenBaturraden (Anggraini Sekar/d’Travelers)

    Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Purwokerto dan Banyumas. Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Slamet membuat suasana di Lokawisata Baturraden terasa sejuk dan menenangkan.

    Traveler bisa berenang di kolam renang, bermain sepeda air, hingga pemandian air panas. Alhasil, tempat wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh rombongan keluarga besar.

    Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan hijau sekaligus merasakan suasana alam yang sejuk dan segar. Baturraden buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 WIB.

    2. Telaga Sunyi

    telagaTelaga Sunyi (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

    Berada di sekitar Baturraden, Telaga Sunyi masuk dalam daftar desatinasi sepi dan menenangkan. Diintip dari website resmi Visit Jawa Tengah, Telaga Sunyi berbentuk kolam air yang tidak begitu luas dengan kedalaman kurang lebih sampai 5 meter.

    Diawali dengan air terjun kecil dan berakhir dengan sungai yang banyak batunya. Sehingga membuat terdengar suara gemericik air yang iramanya menenangkan. Di samping Telaga Sunyi juga terdapat gua sepanjang 6 meter.

    Telaga Sunyi buka setiap hari dari jam 8.00 sampai jam 17.00. Tiket masuk Telaga Sunyi cukup terjangkau. Lokasi Telaga Sunyi berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, atau sekitar 15 menit dari Wana Wisata Baturraden.

    3. Gunung Slamet

    Sunrise gunung SlametSunrise gunung Slamet (Gema Bayu Samudra/d’Traveler)

    Bagi kamu yang suka tantangan, mendaki Gunung Slamet bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, pendakian ke puncaknya membutuhkan usaha ekstra, tetapi pemandangan yang ditawarkan benar-benar sepadan.

    Gunung Slamet memiliki cukup banyak jalur pendakian, salah satunya dari Purwokerto. Yakni, dimulai dari Baturraden.

    Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Baturraden relatif landai namun cukup panjang. Start dan finish dari sini, traveler bisa merasakan mandi-mandi air panas di kaki gunung.

    4. The Village Purwokerto

    Taman rekreasi di PurwokertoTaman rekreasi di Purwokerto (vindifitriana/d’Traveler)

    The Village adalah sebuah wisata kota yang menghadirkan taman publik seluas 2.5 hektar di tengah Karisidenan Banyumas. Diresmikan pada tanggal 7 Februari 2018 dan mulai dibuka untuk umum mulai tanggal 9 Februari 2018.

    The Village juga menawarkan kesempatan untuk bertamasya dengan rancangan bangunannya yang memadukan karakteristik Barat dan Nusantara, alam dan kota.

    5. Pancuran Tujuh

    Baturraden punya banyak destinasi unggulan yang menawarkan berbagai aktivitas seru buat wisatawan. Salah satunya adalah pijat blerang di Pancuran Pitu.Baturraden punya banyak destinasi unggulan yang menawarkan berbagai aktivitas seru buat wisatawan. Salah satunya adalah pijat blerang di Pancuran Pitu. (Arbi Anugrah/detikcom)

    Pancuran Tujuh merupakan sumber air panas alami yang berada di kawasan Baturaden. Airnya mengandung belerang yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit.

    Untuk onsen massal bisa diisi 10-20 orang. Onsen antara laki-laki dan perempuan dibuat terpisah. Setiap onsen massal ini memiliki ruang bilas masing-masing.

    Selain itu, terdapat juga onsen privat yang bisa dinikmati lebih intim. Wisatawan bisa berkumpul dengan keluarga di onsen ini. Untuk sementara onsen privat masih terbatas, yaitu 4 onsen.

    Tarifnya Rp 150 ribu per jam untuk 5 orang, kalau nambah orang Rp 30 ribu per kepala. Onsen massal hanya Rp 15 ribu per orang. Jam operasional Pancuran 7 dari pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara itu, onsen buka dari jam 09.00 karena dibutuhkan waktu untuk menguras terlebih dahulu.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Eksplorasi Keindahan Sigandul View Temanggung, Tempat Wisata dan Relaksasi


    Jakarta

    Sigandul View Temanggung menawarkan pemandangan indah Gunung Sumbing dan Sindoro dengan jarak hanya 170 meter dari Jembatan Sigandul. Jembatan ini sangat fotogenik dan cocok sebagai tempat liburan bareng teman dan keluarga.

    Lokasi Sigandul View Temanggung berada di Jl. Raya Parakan, Wonosobo Km 8, Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dikutip dari laman Visit Jawa Tengah dan Madosi Jawa Tengah, berikut panduan untuk eksplorasi keindahan

    Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View (dok. Eko Susanto/detikJateng)

    Jam Buka Sigandul View Temanggung

    Sigandul View buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 9 malam. Detikers juga bisa menyewa jeep untuk berkeliling, dengan harga tiket masuk outdoor sebesar Rp 15 ribu per orang.


    Fasilitas Sigandul View Temanggung

    Berbagai sarana dan fasilitas Sigandul View memungkinkan pengunjung melakukan eksplorasi keindahan alamnya. Berikut fasilitas di Sigandul Vire

    1. Coffee dan Resto

    Sigandul View menawarkan fasilitas yang beragam mulai dari konsep Coffee dan Resto yang menarik dan instagenic dengan harga terjangkau. Dilansir dari instagram @sigandul_view, Coffee & Resto ini menawarkan harga yang terjangkau. Berikut menu yang ditawarkan:

    Harganya mulai dari Rp 21-23 ribu dengan menu makanan berat seperti nasi ayam, nila bakar dan bakso.

    Harganya mulai dari Rp 45-48 ribu dengan menu sop iga sampai buntut bakar.

    Camilan

    Tersedia dengan harga mulai dari Rp 15-18 ribu yang menunya terdiri dari roti bakar sampai pisang goreng.

    Minuman

    Harganya mulai dari Rp 15-25 ribu dengan jenis yang berbeda di setiap varian minuman.

    2. Taman Kelinci

    Menyediakan pengalaman berinteraksi langsung dengan kelinci, alternatif tempat liburan ini adalah tempat rekreasi yang menyenangkan dan edukatif.

    3. Jembatan Kaca

    Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Jembatan kaca Sigandul View Foto: Eko Susanto/detikJateng

    Detikers yang punya nyali, tidak takut tinggi, dan penasaran, bisa menikmati pemandangan indah dari ketinggian untuk langkah yang berani.

    4. Meeting Room

    Meeting room dengan pemandangan indah, membuat rapat dan agenda lain terasa lebih berkesan.

    5. Kolam Ikan

    Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Kolam ikan Sigandul View Foto: Eko Susanto/detikJateng

    Sigandul View punya kolam ikan dengan pemandangan view Gunung Sumbing buat para penghobi tempa tenang dan sangat indah.

    6. Restoran

    Jelajah eksplorasi keindahan Sigandul View, tidak lengkap melewati restoran dengan aneka menu Nusantara.

    7. Villa

    Bagi detikers yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini tak perlu khawatir menginap dimana, karena tersedia villa bagi pengunjung yang ingin bermalam dengan keindahan sunrise. Berikut jenis villa yang ditawarkan Sigandul villa:

    Villa Sumbing: Rp 2,5 juta/malam

    Fasilitas Villa sebagai berikut:

    • Welcome drink
    • Ruang tamu
    • 4 tempat tidur
    • Kapasitas 8 orang
    • Smart TV 42 inci
    • Lemari besar di setiap kamar
    • Kursi ruang tamu
    • Kamar mandi dengan shower
    • Termasuk sarapan
    • Wifi gratis.

    Villa Botorono: Rp 1,5 juta/malam

    Fasilitas Villa sebagai berikut:

    • Welcome drink
    • Kapasitas 4-6 orang
    • Kamar luas dengan double bed size king
    • Kamar mandi dengan shower
    • Dilengkapi humidifier dalam ruangan
    • Smart TV
    • Wifi gratis.

    Villa Merapi: Rp 1,5 juta/malam

    • Welcome drink
    • Kapasitas 4-6 orang
    • Termasuk sarapan
    • Smart TV 42 inch
    • Humidifier
    • Teko listrik
    • Perlengkapan sholat
    • Kamar mandi dengan water heater
    • Wifi gratis.

    8. Tempat Reservasi

    Sigundul View juga menyediakan fasilitas yang menerima reservasi segala bentuk acara dan menyediakan reservasi makanan yang dapat dipesan oleh pemesan. Berikut jenis-jenis fasilitas yang dapat detikers reservasi:

    Syarat dan Ketentuan Reservasi

    • Check in mulai 14.00 WIB
    • Check Out maksimal 12.00 WIB
    • DP mulai 30%
    • Reschedule maksimal H-5
    • Extra Bed Rp 200 ribu/bed dan termasuk sarapan 1 pack.

    Dengan fasilitas ini, Sigandul View adalah tempat yang pas untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan. Udah masukin Sigandul View dala wish list kamu?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Destinasi Wisata Sekitar Candi Prambanan


    Jakarta

    Setelah puas menikmati kemegahan Candi Prambanan, traveler harus mengelilingi destinasi menarik lainnya yang ada di sekitar candi, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

    Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa traveler kunjungi bersama sahabat ataupun keluarga.

    1. Sendratari Ramayana

    Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).


    Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam. Adapun harga tiket pertunjukkan Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

    2. Candi Ratu Boko

    Candi Ratu BokoCandi Ratu Boko Foto: Budi Puspa Wijaya/Unsplash

    Candi Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Candi Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

    Dari sini, traveler bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus jika langitnya cerah. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

    Harga tiket masuk:

    Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
    Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
    Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
    Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

    Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.

    3. Candi Sewu

    Candi Sewu berada di Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Harga tiket masuk candi sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan.

    Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

    4. Tebing Breksi

    Desa Wisata Dewi Sambi atau Sambirejo menjadi salah satu desa wisata di wilayah Yogyakarta. Lokasinya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.Desa Wisata Dewi Sambi atau Sambirejo menjadi salah satu desa wisata di wilayah Yogyakarta. Lokasinya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Foto: Jauh Hari Wawan S

    Tebing Breksi berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Objek wisata instagramable ini buka buka pukul 08.00-21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 10.000

    Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

    Selain menyaksikan pemandangan Yogyakarta dari ketinggian, rasakan juga sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

    5. Kids Fun Park

    Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY. Adapun harga tiketnya mulai dari Rp 100.000

    Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini mereka bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

    6. Waterboom Jogja

    Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga. Foto: Instagram @waterboomjogja

    Nikmati juga keseruan bermain air di Waterboom Jogja. Datang saja ke Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Harga tiket masuknya mulai Rp 45 ribu

    Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

    7. Obelix Hills

    Obelix Hills berada di Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
    Destinasi ini buka pukul 07.00-21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 30 ribu.

    Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

    8. HeHa Skyview

    Objek wisata di Gunungkidul.Objek wisata HeHa Skyview Foto: (Instagram)

    HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Lokasinya di Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini. Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

    Untuk harga tiket masuknya Rp 35 ribu.

    9. Bukit Bintang

    Traveler yang ingin menikmati malam cara tak biasa di Yogyakarta, datang saja ke Bukit Bintang di Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul. Masuk ke sini gratis kok.

    Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang. Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

    10. Gembira Loka Zoo

    Sudut gembira loka, semakin kekinian dan instagramableSudut gembira loka, semakin kekinian dan instagramable Foto: detik

    Traveler yang liburan bersama anak-anak bisa nih berkunjung ke Gembira Loka Zoo yang berada di Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Harga tiket masuknya mulai Rp 60 ribu.

    Ragam hewan bisa traveler temui di sini. Tak usah khawatir kelelahan berkeliling, karena ada kereta yang difasilitasi kebun binatang. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

    (sym/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kebun Teh Kemuning Karanganyar: Destinasi Fotogenik



    Karanganyar

    Jawa Tengah penuh pesona, wisata alamnya juga juara. Kamu yang mau jalan-jalan di destinasi fotogenik, wajib datang ke Karanganyar

    Memiliki pemandangan hijau nan asri, Kebun Teh Kemuning menjadi salah satu destinasi tersembunyi. Lokasinya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tak begitu jauh dari Solo.

    Jika ingin berburu foto, datanglah pagi hari, sekitar pukul 08.00-10.00 WIB. Jangan lupa untuk mengecek ramalan cuaca supaya kamu datang saat hari cerah dan tidak berkabut.


    Pemandangan utama kebun teh ini adalah Gunung Lawu. Pemandangan yang megah dan udara yang segar akan membuatmu lupa dengan hiruk-pikuk dan rutinitas kota.

    Kebun Teh Kemuning di KaranganyarKebun Teh Kemuning di Karanganyar (dok.Wahyu Setyo Widodo/detik travel)

    Dengan latar seindah itu, tak heran Kebun Teh Kemuning jadi incaran turis-turis. Yang kini sedang viral adalah spot foto kincir angin dan Bukit Teletubbies.

    Mengutip laman Dinas Pariwisata Solo, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan selama berkunjung di Kebun Teh Kemuning. Kalau mulai bosan jalan-jalan di kebun teh, detikers bisa mencoba bermain olahraga yang menantang seperti paralayang.

    Untuk menjajal paralayang, traveler harus mengunjungi bukit paralayang di Desa Segoro, Kemuning, Karanganyar. Sayangnya, tidak dijelaskan berapa harga tiket untuk bermain paralayang.

    Di sekitar Kebun Teh Kemuning juga terdapat sebuah air terjun bernama Air Terjun Jumog. Bila dilihat dari Google Maps, jaraknya hanya sekitar 6,5 km atau 15 menit perjalanan dari Kebun Teh Kemuning.

    Ingin seru-seruan bermain air bersama teman atau keluarga? Cobalah datang ke Senatah Adventure. Di tempat wisata ini, kamu bisa mencoba beragam aktivitas petualangan seru seperti river tubing, menyusuri hutan dengan Jeep, hingga outbound.

    Harga tiket masuk (HTM) ke Kebun Teh Kemuning tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Jadi, detikers hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja.

    Kamu akan dikenakan biaya tambahan jika berkunjung ke bukit Teletubbies, yakni sebesar Rp 10.000/orang. Oh ya, ada juga jembatan kaca yang bikin senam jantung! Harga tiketnya Rp 30.000/orang.

    Jam operasional Kebun Teh Kemuning yakni pukul 08.00 – 15.00 WIB. Namun, ada juga sejumlah wisatawan yang menginap di sini karena mereka akan mengikuti touring Jeep di malam hari.

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com