Tag: jenis olahraga

  • 3 Rekomendasi Olahraga Beginner Friendly untuk Dicoba!


    Jakarta

    Berolahraga penting untuk menjaga tubuh tetap bugar. Memulai rutinitas olahraga nggak harus berat kok. Kamu bisa memilih jenis olahraga yang ringan dan sesuai kebutuhan tubuh.

    Buat para wanita yang ingin mulai aktif bergerak, berikut 3 rekomendasi olahraga ramah pemula yang bisa dicoba.

    Pilates


    Pilates termasuk jenis olahraga low-impact yang berfokus pada kekuatan inti dan fleksibilitas. Olahraga ini cocok untuk kamu yang ingin memperbaiki postur dan membentuk tubuh tanpa harus olahraga berat.

    Padel

    Olahraga padel kini tengah menjadi tren. Banyak selebriti di Tanah Air yang ikut terkena ‘demam’ padel. Bahkan olahraga ini diprediksi akan semakin populer lagi ke depan, lantaran tergolong mudah dimainkan dan minim risiko cedera.

    Lari

    Lari merupakan olahraga yang sangat mudah dan murah. Selain baik untuk kesehatan jantung, lari juga efektif meningkatkan metabolisme tubuh dan menurunkan berat badan.

    Itulah tadi pilihan olahraga yang beginner friendly. Nggak ada kata terlambat untuk mencoba! Counterpain siap #DukungTerusAksimu untuk jadi lebih fit dan sehat.

    (prf/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Apa Itu Pickleball? Olahraga Raket yang Sedang Viral di Indonesia

    Jakarta

    Pickleball menjadi salah satu olahraga yang cukup berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia. Olahraga ini mirip seperti tenis namun lebih mudah dimainkan, sehingga sangat cocok dimainkan oleh segala usia.

    Uniknya, pickleball merupakan perpaduan dari olahraga populer seperti tenis, badminton, dan pingpong. Hal ini membuat teknik bermain pickleball terasa mudah dan seru untuk dimainkan. Permainan ini dapat dilakukan secara tunggal atau ganda.

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai olahraga pickleball, detikers dapat menyimak panduan lengkapnya berikut ini.


    Apa Itu Pickleball?

    Mengutip dari Jurnal Aksara Raga, pickleball merupakan salah satu jenis olahraga yang menggabungkan permainan tenis, badminton, dan tenis meja. Olahraga ini dimainkan dengan pemukul dan bola plastik yang berlubang dengan ukuran lapangan kira-kira sepertiga lapangan badminton dan dipisahkan oleh net.

    Salah satu perlengkapan dalam pickleball adalah bola yang terbuat dari plastik/karet yang berlubang. Desain ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan bola saat dipukul, sehingga laju bola dapat melambat dan pemain dapat melakukannya tanpa harus merasa kesulitan.

    Menariknya, pemain dalam permainan pickleball menggunakan permainan campuran “mixer”. Jenis pengaturan ini memastikan bahwa pemain yang menang dan kalah terus-menerus dapat berbaur dengan pemain yang berbeda sambil memberikan lebih banyak kesempatan kepada peserta lainnya untuk bermain.

    Pickleball termasuk ke dalam olahraga yang simple dan menyenangkan, sehingga cocok dimainkan oleh berbagai kalangan. Olahraga ini tidak hanya memiliki manfaat secara fisik namun juga secara psikologis. Permainan pickleball dapat menumbuhkan rasa senang dan gembira bagi para pemainnya saat bersosialisasi dan menjalin komunikasi dengan pemain lain.

    Aturan dan Cara Bermain Pickleball

    Sebelum memahami aturan dan cara bermain pickleball, detikers perlu mengetahui beberapa aturan dalam permainan pickleball, yaitu:

    • Servis: Bola pertama yang dipukul memantul ke area permainan lawan.
    • Dink: Bola yang dimainkan pendek memantul ke area ‘kitchen’.
    • Long Dink: Bola di area baseline dikirim ke area ‘kitchen’.
    • Earne: Bola yang dipukul dengan cara “volley” dengan kaki tanpa menyentuh area ‘kitchen’.
    • ATP: Bola dikirim ke area permainan lawan melalui pinggir net.

    Adapun aturan dasar dan cara bermain yang harus diikuti setiap pemain pickleball sebagai berikut:

    1. Servis pada pickleball dilakukan secara underhand (dari bawah) dan dari sisi kanan lapangan, diarahkan secara diagonal ke area servis lawan.
    2. Tim lawan harus menerima servis dengan membiarkan bola memantul terlebih dahulu sebelum mengembalikannya.
    3. Poin didapatkan oleh pihak yang melakukan servis. Satu poin diperoleh jika lawan gagal mengembalikan bola, bola yang dipukul keluar lapangan, tidak membiarkan bola servis memantul, memukul bola di zona yang dilarang, atau bola terkena lawan.
    4. Jika servis berhasil, maka pemain yang sama dapat melanjutkan servis dari sisi lapangan yang berlawanan. Jika gagal, maka servis berpindah ke pasangannya.
    5. Pada pertandingan tunggal, posisi servis ditentukan oleh jumlah poin yang dimiliki. Pemain melakukan servis dari sisi kiri jika poin ganjil, dan dari sisi kanan jika poin genap.
    6. Skor dituliskan mengikuti format tiga angka, misalnya 1-0-1 yang berarti memiliki 1 poin, lawan 0 poin, dan 1 merupakan giliran server pertama.
    7. Permainan berakhir jika salah satu tim mencapai 11 poin dan selisih minimal dua poin. Dalam sekali pertandingan, skor permainan pickleball bisa mencapai 15 atau 21 poin.

    Demikianlah penjelasan terkait pengertian olahraga pickleball dan cara memainkannya. Selamat mencoba ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pickleball Pakai Bola Apa? Ini Jenis dan Karakteristiknya

    Jakarta

    Perlengkapan dalam olahraga pickleball menjadi aspek penting yang harus dipenuhi sebelum mulai bermain. Salah satu perlengkapan pickleball yang wajib diperhatikan yaitu bola.

    Jenis dan karakteristik bola pickleball menjadi penentu kenyamanan dan efektifitas saat bermain. Detikers perlu mengetahui perbedaan jenis bola pickleball agar dapat menyiapkan permainan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pertandingan.

    Mengutip dari Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3, pickleball merupakan salah satu jenis olahraga yang menggabungkan permainan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Olahraga ini dimainkan dengan perlengkapan raket dan bola yang terbuat dari plastik dan berlubang.


    Pickleball dapat dimainkan secara indoor maupun outdoor. Pada permainan indoor, bola yang digunakan umumnya memiliki lubang kecil dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan bola pada permainan outdoor yang didesain tahan angin.

    Berikut jenis dan karakteristik masing-masing bola pickleball yang perlu detikers ketahui.

    1. Bola Pickleball Indoor

    Pada permainan indoor, bola pickleball mempunyai sekitar 26 lubang yang terbuat dari plastik dan ukuran yang lebih ringan dan lembut.

    Bola ini didesain agar lebih mudah untuk dikontrol, tidak terlalu memantul, dan cocok digunakan di dalam ruangan dengan lantai kayu atau vinyl.

    Bola pickleball indoor juga berfungsi agar tetap tahan lama dan tahan terhadap benturan, bola ini sangat ideal digunakan di ruangan tertutup meskipun lantainya licin.

    2. Bola Pickleball Outdoor

    Pada permainan outdoor, bola pickleball memiliki sekitar 40 lubang yang terbuat dari plastik dengan ukuran lebih kecil dibandingkan bola indoor. Bola ini dirancang lebih tebal, keras, dan tahan lama.

    Bola pickleball outdoor dibuat lebih berat agar tahan terhadap terpaan angin di lapangan terbuka. Sehingga saat bermain, bola dapat lebih stabil dan dikontrol dengan baik.

    Tak hanya itu, desain yang keras juga bertujuan agar bola tetap tahan menghadapi segala kondisi cuaca seperti hujan dan panas terik. Bola ini juga tahan lama terhadap permukaan lapangan yang kasar seperti aspal dan beton.

    Itulah perbedaan bola pickleball outdoor dan indoor. Detikers perlu memilih bola dengan menyesuaikan lokasi permainan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bola yang dimainkan lebih stabil dan mudah dikontrol.

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ini Perbedaan Aturan, Raket, dan Lapangannya

    Jakarta

    Olahraga raket menjadi olahraga yang paling diminati berbagai kalangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beberapa jenis olahraga raket yang banyak digandrungi mulai dari pickleball, padel, hingga tenis.

    Meskipun sekilas terlihat mirip, ketiga olahraga ini memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi perlengkapan, ukuran lapangan, hingga aturan dasar.

    detikers perlu memahami perbedaan ketiganya agar bisa menentukan minat dan preferensi masing-masing. Berikut detikSport telah merangkum perbedaan olahraga pickleball, padel, dan tenis.


    Apa itu Pickleball, Padel, dan Tenis?

    Pickleball, padel, dan tenis memiliki sejarah dan pengertian yang berbeda-beda. Pickleball merupakan olahraga yang berasal dari Amerika Serikat pada abad pertengahan 1960-an. Olahraga ini dimainkan dengan lapangan seukuran bulu tangkis dengan jaring tenis yang dimodifikasi. Permainan ini dapat dimainkan secara ganda dan tunggal.

    Sementara itu, padel ditemukan pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera sebagai perpaduan antara tenis dan squash. Permainan ini dimainkan di ruangan tertutup dengan dinding kaca dan raket yang memiliki lubang kecil pada permukaannya.

    Tenis sendiri mulai populer pada abad ke-12 sebagai permainan bola tangan yang disebut dengan “jeu de paume” di Prancis dan biasa dimainkan oleh kaum bangsawan sebelum akhirnya menarik perhatian berbagai kalangan hingga sekarang. Permainan ini dimainkan di atas permukaan tanah berumput, tanah liat, atau lapangan keras.

    Ukuran Lapangan

    Perbedaan yang signifikan dapat dilihat dari ukuran lapangan. Pada pickleball, ukuran lapangan identik dengan lapangan bulu tangkis ganda yaitu 13,4 x 6,1 meter dengan area yang terbuka dan tanpa dinding.

    Sementara itu, tenis memiliki lapangannya yang lebih besar, yaitu sekitar 23,77 x 8,23 meter untuk tunggal dengan area yang terbuka. Untuk padel, ukuran lapangan dikelilingi oleh dinding kaca dengan ukuran sekitar 20 x 10 meter.

    Perlengkapan yang Digunakan

    Perlengkapan pada permainan pickleball, padel, dan tenis pada umumnya terdiri dari raket, bola, dan lapangan yang dibatasi oleh net. Namun perbedaan perlengkapan dapat dilihat dari jenis raket dan bola yang digunakan.

    Pada pickleball, raket didesain lebih padat dan tanpa senar, bolanya terbuat dari plastik berongga dan berlobang-lobang, berfungsi untuk menghasilkan pantulan yang lebih lambat, sesuai dengan aturan permainan dimana servis pada pickleball harus memantul sekali sebelum sampai ke area lawan.

    Sementara pada tenis, raket yang digunakan memiliki senar yang kencang dan besar, bolanya terbuat dari karet yang memungkinkan pantulan lebih tinggi dan cepat.

    Pada padel, raket yang digunakan lebih tebal dibandingkan pickleball, tanpa senar, dan memiliki lubang kecil. Bola pada padel hampir mirip dengan tenis, namun memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga menghasilkan pantulan yang lebih lambat dan pelan.

    Aturan Dasar Permainan

    Perbedaan yang signifikan juga terlihat dari aturan dasar masing-masing olahraga, terutama pada teknik servis yang digunakan. Pada pickleball, servis dilakukan harus secara underhand, tidak memantul, dan memiliki aturan khusus seperti The Kitchen, yaitu zona tujuh kaki yang dekat dengan net. Zona ini melarang pemain untuk memukul bola di zona tersebut dan bola harus memantul dua kali saat memulai servis.

    Sedangkan pada padel, servis juga dilakukan secara underhand dengan memantulkannya sekali ke lantai atau ke dinding untuk dikembalikan. Sementara pada tenis, servis dilakukan dari atas kepala (overhead) dengan kekuatan yang tinggi, tidak ada pantulan, dan hanya fokus pada kekuatan dan jangkauan ke area lawan.

    Itulah beberapa perbedaan signifikan dari ketiga olahraga raket, pickleball, padel, dan tenis. Bagaimana detikers, sudah bisa membedakannya dengan benar?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pria Bakar Kalori Lebih Banyak Saat Bercinta, Ini Alasannya


    Jakarta

    Bicara soal seks, bukan orgasme saja yang timpang antara pria dan wanita. Jumlah kalori yang terbakar pun ternyata tidak sama.

    Sebuah penelitian menyebut bahwa pria rata-rata membakar 101 kalori saat bercinta. Sementara itu, wanita hanya membakar 69 kalori.

    Leah Millheiser, profesor kesehatan seksual dari Stanford Health, mengatakan bahwa pihak yang lebih memiliki peran aktif membakar lebih banyak kalori saat bercinta. Oleh karenanya, wanita pun bisa membakar lebih banyak kalori pada posisi women on top.


    Intensitas bercinta juga berpengaruh pada jumlah kalori yang terbakar. Begitupun durasi, ada perbedaan antara quickie yang hanya 5 menit dengan seks selama berjam-jam.

    “Seks berbeda pada setiap orang, setiap waktu,” kata Emily Morse, seorang pakar seks, dikutip dari Nypost.

    Pakar olahraga Dr Jason Karp mengatakan, seks bagaimanapun tidak pernah bisa menggantikan olahraga. Selain karena jumlah kalori yang terbakar tidak cukup banyak, durasinya juga tidak selalu bisa disamakan dengan olahraga pada umumnya.

    “Meski ada peningkatan pernapasan, heart rate, dan tekanan darah saat bercinta, kelihatannya seks sebagai olahraga tidak berdampak banyak pada kardiovaskular dan manfaat pembakaran kalori dibanding jenis olahraga lain seperti lari, bersepeda, dan angkat beban,” katanya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Olahraga Singkat Ini Bikin Paksu Lebih ‘Tangguh’ di Ranjang, Siap Sampai Ronde 2


    Jakarta

    Olahraga dapat membantu meningkatkan stamina dan ketahanan fisik saat bercinta. Pertanyaannya, olahraga apa yang paling efektif untuk membantu pria bisa tahan lebih lama di ranjang?

    Dikutip dari New York Post, sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Clinical and Health Psychology mengungkapkan ada satu jenis olahraga yang dapat membantu pria tahan lama saat bercinta. Olahraga ini terbilang singkat, hanya memakan waktu tak sampai 10 menit.

    High-intensity interval training, atau yang disingkat HIIT, merupakan olahraga yang menggabungkan gerakan latihan intens dan waktu istirahat yang minim. Studi terbaru yang dilakukan peneliti dari East China Normal University itu menunjukkan olahraga HIIT selama tujuh menit sehari dapat membantu mengatasi ejakulasi dini pada pria.


    Ejakulasi dini adalah gangguan fungsi seksual yang membuat pria mengalami ejakulasi sebelum atau sesaat setelah penetrasi. Kondisi ini kerap memicu frustasi, rasa tidak puas saat bercinta, hingga memengaruhi kesehatan mental.

    Dalam studi yang melibatkan 76 pria berusia 18-34 tahun itu, peneliti menemukan kelompok pria yang melakukan HIIT tujuh menit setiap hari selama dua minggu mengalami gejala ejakulasi dini lebih sedikit dibanding kelompok pria yang melakukan latihan pernapasan lambat.

    Peneliti menjelaskan saat melakukan HIIT, orang-orang harus memerhatikan gerakan tubuh dan pernapasan mereka. Inilah yang diduga melatih pria sehingga dapat mengendalikan ejakulasi dengan lebih baik.

    “Setelah latihan berulang kali, kemampuan mereka untuk mengatur perhatian terhadap sensasi tubuh internal dan eksternal dapat meningkat,” tulis para peneliti dalam laporan mereka.

    Jadi jika pria ingin menikmati sesi bercinta yang lebih lama bersama pasangan, HIIT bisa menjadi salah satu opsi yang dijajal.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy