Tag: jenis tumbuhan

  • Jalan-jalan di Kebun Raya Cibodas, Bisa Lihat Bunga Bangkai hingga Sakura


    Jakarta

    Kebun Raya Cibodas adalah tempat wisata alam sekaligus edukasi di Cianjur. Kebun ini tidak hanya terkenal dengan koleksi tanaman yang beraneka ragam, tetapi juga keindahan alamnya.

    Dilansir dari situs resmi Kebun Raya Cibodas, kebun ini awalnya bernam nama Bergtuin të Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas), didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann. Tujuan awalnya untuk tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan dari luar negeri yang bernilai penting dan ekonomi yang tinggi, seperti pohon kina (Cinchona calisaya).

    Kebun raya ini memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk konservasi tumbuhan, edukasi, penelitian, hingga wisata alam. Simak artikel ini untuk mengetahui berbagai daya tarik Kebun Raya Cibodas, spot menarik, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi dan jam bukanya.


    Daya Tarik Kebun Raya Cibodas

    Berikut ini sejumlah daya tarik dari Kebun Raya Cibodas yang dirangkum dari situs resminya.

    Koleksi Tanaman Beragam

    Bunga sakura mekar di Kebun Raya CibodasBunga sakura mekar di Kebun Raya Cibodas (Ismet Selamet/detikcom)

    Koleksi tanaman di Kebun Raya Cibodas beraneka ragam, mulai dari anggrek, bunga kuku macan dari New Guinea. Tanaman ini dibagi menjadi beberapa zona, yaitu:

    1. Taman Sakura

    Bunga sakura tak hanya bisa dijumpai di Jepang. Kebun Raya Cibodas juga memiliki beberapa jenis sakura, seperti Prunus arborea dari Jawa, Prunus costata dari Papua, dan Prunus cerasoides dari Himalaya.

    Bunga sakura ini bersemi pada waktu tertentu, yakni antara Januari-Februari dan Juli-Agustus.

    2. Taman Rhododendron

    Taman Rhododendron berisi beberapa jenis tanaman azalea jawa (Rhododendron javanicum) yang merupakan ikon Kebun Raya Cibodas. Beberapa jenis azalea di kebun ini, adalah Rhododendron javanicum, Rhododendrom macgregoriae, dan Rhododendron mucronatum.

    3. Taman Obat

    Indonesia terkenal dengan tanaman obatnya. Tanaman-tanaman ini juga menjadi koleksi Kebun Raya Cibodas, yakni di Taman Obat. Ada sekitar 164 jenis tanaman obat di taman ini, salah satunya Centella asiatica atau pegagan yang sering digunakan untuk produk kecantikan dan perawatan kulit.

    4. Taman Liana

    Ada berbagai jenis liana yang merambat hingga ke pepohonan tinggi di taman ini. Tanaman ini berakar di dalam tanah dan pucuknya terus merambat ke tempat yang lebih tinggi. Koleksi liana di sini adalah hasil eksplorasi di kawasan Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah.

    5. Taman Paku-pakuan

    Kebun Raya Cibodas memiliki 101 jenis tumbuhan paku dari berbagai daerah di Indonesia. Tanaman paku biasa dimanfaatkan untuk bahan pangan, tanaman hias, kerajinan tangan, dan bahan baku obat.

    6. Taman Lumut

    Di taman seluas 1.500 meter persegi, wisatawan bisa melihat habitat lumut yang memiliki lebih dari 100 jenis lumut.

    7. Rumah Kaca

    Kebun raya ini juga memiliki rumah kaca di dalamnya terdapat berbagai tanaman unik, antara lain 98 jenis kaktus, 262 jenis anggrek, dan 71 jenis sukulen.

    Bisa Melihat Bunga Bangkai Mekar

    Salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas BRIN, mekar. Ini merupakan momen langka yang bisa dinikmati 2-3 tahun, bahkan lebih.Salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas BRIN, mekar. Ini merupakan momen langka yang bisa dinikmati 2-3 tahun, bahkan lebih. (Dok. BRIN)

    Salah satu daya tarik yang banyak ditunggu-tunggu wisatawan adalah momentum bunga bangkai mekar. Bunga bangkai raksasa pada waktu tertentu akan mekar sempurna dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

    Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas mekar sekitar 4-5 tahun sekali. Namun ada 13 spesimen yang ditanam di sekitar lokasi, sehingga hampir setahun sekali wisatawan bisa menikmati momen ini.

    Spot Wisata Alam Menarik

    Kebun Raya CibodasDanau Kebun Raya Cibodas (Ismet Selamet/detikcom)

    Ada beberapa spot wisata alam menarik di dalam Kebun Raya Cibodas, antara lain sebagai berikut:

    1. Danau Besar KRC

    Di dalam Kebun Raya Cibodas terdapat sebuah kolam besar yang biasa disebut Danau Besar KRC. Di tengah danau terdapat air mancur mempercantik lokasi, selain itu terdapat ikan hias yang berenang dan sering muncul ke permukaan. Traveler bisa bersantai di bawah pohon-pohon besar di sekitar danau atau duduk di hamparan rumput

    2. Air Terjun Cibogo

    Ada juga Curug Cibogo, yaitu air terjun yang berada di kawasan Taman Sakura. Meski tidak besar, air terjun ini menjadi spot menarik yang sering dikunjungi wisatawan untuk bersantai maupun berfoto-foto.

    3. Jalan Air

    Tak jauh dari Curug Cibogo, traveler bisa bermain di jalan air. Jalan air ini adalah aliran sungai yang dijadikan sebagai jalan, namun tetap dialiri air dangkal. Tempat ini sering dipakai untuk berfoto.

    Bersepeda Keliling Kebun

    Traveler juga bisa berkeliling naik sepeda agar tidak terlalu capek. Bahkan saat weekday, sepeda motor diperbolehkan masuk. Kamu bisa menyewa sepeda, skuter, atau naik shuttle bus di sini.

    Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

    Traveler bisa membeli tiket secara langsung di loket atau lewat online di situs Kebun Raya. Harga tiket dibedakan berdasarkan weekday dan weekend, alat transportasi yang dipakai, dan asal wisatawan (WNI atau WNA). Harganya di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 25.500 per orang.

    Fasilitasnya antara lain:

    • Mushola
    • Tempat makan (Cafe Gardenia, Raffles Cafe, Raffles Kitchen, dll)
    • Katering
    • Sepeda, e-bike, e-scooter, shuttle bus
    • Toilet
    • Meeting room
    • Villa dan penginapan

    Lokasi dan Jam Buka

    Lokasi Kebun Raya Cibodas berada di Jalan Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari pusat kota Cianjur, jaraknya sekitar 24 km atau ditempuh sekitar 1 jam perjalanan.

    Jam operasional Kebun Raya Cibodas yakni setiap hari pada pukul 08.00-16.00 WIB (Senin-Jumat), dan pukul 07.00-16.00 WIB (weekend dan hari libur).

    Nah, itulah tadi informasi mengenai Kebun Raya Cibodas, mulai dari daya tarik, spot menarik, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kegunaan Daun Bidara yang Disebutkan dalam Hadits


    Jakarta

    Daun bidara merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki berbagai manfaat dan Rasulullah SAW pun telah banyak mengajurkan menggunakan daun ini untuk berbagai keperluan.

    Dalam buku Tanaman Ajaib dalam Al-Qur’an dan Hadits yang ditulis oleh Wahyu Annisha dijelaskan bahwa bidara memiliki nama latin “ziziphus mauritiana”. Masyarakat Arab menyebutnya arz, syajarat ar-rabb, arz al-lubnan, atau sidr.

    Daun bidara memiliki bentuk bulat dan kecil. Daun yang masih muda dapat dijadikan sayuran, daun yang tua digunakan untuk ternak. Bila daunnya ditumbuk dengan air, maka akan berbusa seperti sabun.


    Daun ini juga dapat digunakan untuk memandikan orang demam. Di beberapa daerah, masyarakat memandikan jenazah dengan daun bidara.

    Dalam Al-Qur’an surah Al-Waqiah ayat 27-34, disebutkan bahwa pohon bidara adalah salah satu bentuk kenikmatan di surga yang Allah SWT berikan untuk orang-orang yang berbuat baik. Allah SWT berfirman:

    وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْ وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ

    Artinya: “Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun, naungan yang terbentang luas, air yang tercurah, buah-buahan yang banyak yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.”

    Dalam buku Hadits-hadits Tarbiyah yang ditulis oleh Wafi Marzuqi Ammar, Ibnu Dihyah berkata:

    “Allah SWT memilih pohon bidara dibanding pohon lainnya karena memiliki tiga sifat. Pertama: ‘Dzillun mamdud’, yakni naungan yang terbentang luas. Kedua: ‘Tha’amun ladzidz’, yakni makanan yang lezat. Dan ketiga: ‘Ra’ihah zakiyyah’, yakni mempunyai aroma yang sangat harum.”

    Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk menggunakan daun bidara dalam berbagai keperluan, karena daun ini memiliki manfaat yang baik. Sebagaimana dalam beberapa hadits tentang daun bidara dan kegunaannya berikut ini.

    Hadits tentang Daun Bidara dan Kegunaannya

    Berikut adalah beberapa hadits tentang daun bidara dan kegunaannya yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yang dirangkum dalam berbagai sumber.

    1. Daun Bidara untuk Memandikan Jenazah

    Dikutip dari Syarah Bulughul Maram 3 karya Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam, hadits tentang daun bidara ini dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ada seseorang yang mati akibat jatuh dari untanya,

    “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dia dengan kedua bajunya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

    Dalam riwayat lain, dari Ummu Athiyyah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW masuk saat kami memandikan jenazah putrinya. Beliau SAW bersabda, ‘Siramlah tiga kali, atau lima kali, atau lebih banyak dari itu jika kalian pandang baik, dengan air bidara. Letakkan kamper pada siraman terakhir atau sedikit kamper.’ Ketika kami selesai (memandikannya), kami memberitahu beliau SAW. Lalu beliau memberikan sarungnya/pakaian penutup antara pusar hingga kaki dan bersabda, ‘Jadikanlah sarung ini sebagai bajunya.’ (HR. Muttafaq ‘Alaih)

    Rasulullah SAW memerintahkan untuk memandikan jenazah tersebut menggunakan daun bidara, dengan cara menumbuk daun bidara dan mencampurkannya dengan air. Busa dari daun bidara digunakan untuk membersihkan si jenazah, sedangkan endapannya digunakan untuk membersihkan tubuhnya.

    Daun bidara ini sangat baik digunakan karena dapat membersihkan dan membuat jasad si jenazah menjadi keras, sehingga tidak mudah rusak.

    2. Daun Bidara untuk Menyisir Rambut Wanita dalam Masa Iddah

    Hadits tentang daun bidara ini dari Ummu Salamah, yang dikutip dari Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, beliau berkata

    “Aku meletakkan ramuan pohon-pohon yang pahit di kedua mataku setelah Abu Salamah wafat. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya itu membuat wajah nampak lebih muda, maka janganlah kamu menggunakannya kecuali di malam hari, dan lepaskanlah ia di siang hari, jangan menyisir dengan minyak wangi, dan jangan pula dengan inai, karena ia termasuk kutek.’ Aku berkata, ‘Dengan apa aku menyisir?’ Beliau menjawab, ‘Dengan daun bidara.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

    3. Daun Bidara untuk Menyucikan Diri Wanita Haid

    Mengutip buku Fiqih Sunnah 1 Sayyid Sabiq, hadits dari Aisyah RA, bahwasanya Asma’ binti Yazid pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang cara mandi wanita haid. Beliau menjawab,

    “Ambillah air dan daun bidan lalu wudhulah dengan sebaik-baiknya. Kemudian siramkan air di atas kepala dan gosoklah dengan kuat sampai meresap ke akar-akar rambutnya. Setelah itu, tuangkan air sekali lagi di atasnya. Setelah itu, ambillah sepotong kapas yang sudah dibubuhi minyak wangi, lalu gosokkan pada bagian tempat keluarnya darah haid hingga suci dan wangi.”

    Asma’ bertanya lagi. “Bagaimanakah cara menyucikannya?” Rasulullah SAW menjawab, “Maha Suci Allah! Bersucilah dengan kapas itu!” Aisyah berkata seakan-akan berbisik ke arah telinga Asma, “Gosokkanlah kapas yang telah kamu bubuhi dengan minyak wangi ke bagian keluarnya darah.” (HR. Bukhari)

    4. Larangan Menebang Pohon Bidara

    Hadits tentang daun bidara terakhir ini dikutip dalam buku Masuk Surga karena Memungut Sampah yang ditulis oleh Bahagia, dari Sa’id bin Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari Abdullah bin Hubsyi ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa menebang pohon bidara maka Allah akan membenamkan kepalanya dalam api neraka.” (HR. Abu Daud.)

    Abu Daud menjelaskan secara ringkas bahwa makna hadits ini adalah, “Barang siapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan sia-sia dan zalim, padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musafir dan hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka.”

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com