Tag: jenjang pendidikan

  • Kemdiktisaintek Sediakan Beasiswa S1 Khusus Atlet, Tahap Awal untuk 200 Penerima



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Beasiswa S1 Atlet Berprestasi 2025. Beasiswa ini berada di bawah naungan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).

    Wamendiktisaintek Fauzan menyebut, beasiswa ini hadir untuk memfasilitasi para atlet agar dapat berprestasi tanpa mengorbankan karier olahraga mereka. Sehingga, mereka bisa berprestasi sekaligus memiliki kematangan secara sains dan teknologi.

    “Inilah salah satu cara negara hadir untuk mengapresiasi dan merekognisi kemampuan talenta muda,” tutur Wamen Fauzan dalam acara Peluncuran Program Beasiswa Atlet Berprestasi Tahun 2025 di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025) ditulis Jumat (24/10/2025).


    Tahap Awal Diberikan untuk 200 Atlet

    Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Syska Hutagalung menjelaskan beasiswa atlet merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden-Wapres Poin 4 Butir 58, yang berbunyi:

    “Sekolah negeri dan perguruan tinggi menyediakan minimal 5%. Beasiswa bagi peserta didik berprestasi, termasuk atlet nasional.”

    Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menekankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan produktif.

    Pada tahap awal di 2025, beasiswa ini sudah disalurkan kepada 200 atlet berprestasi menggunakan anggaran Kemdiktisaintek sebesar Rp 3,8 miliar. Syska mengakui bahwa tahap pertama ini belum begitu masif, tapi ia berharap tahun berikutnya penerima akan meningkat.

    “InsyaAllah di tahun-tahun berikutnya perhatian Bapak Presiden kepada atlet berprestasi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu akan diakomodir dan dicover oleh pemerintah,” paparnya.

    Saat ini, pemerintah telah menyediakan secara lengkap terkait beasiswa untuk atlet berprestasi. Jenjang S1 akan diakomodir oleh Kemdiktisaintek dengan beasiswa full hingga lulus.

    Sedangkan jenjang S2 dan S3 akan berada di wewenang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    Hadir di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat mengaku sulit untuk memilih 200 penerima beasiswa atlet pertama. Mengingat, atlet berprestasi di Indonesia sangatlah banyak.

    Kendati demikian, ia bersyukur bila ada ruang beasiswa khusus atlet. Hal ini akan semakin memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

    Syarat dan Pembiayaan Beasiswa Atlet

    Beasiswa ini bisa didapatkan oleh seluruh atlet dari cabang olahraga apapun dan diberikan secara penuh hingga lulus. Atlet bisa menempuh pendidikan S1 di seluruh program studi (prodi) tidak hanya keolahragaan.

    Sekretaris Jendral Kemdiktisaintek Togar Magihut Simatupang menegaskan pembiayaan beasiswa ini berasal dari APBN Kemdiktisaintek. Setiap atlet mendapat beasiswa sebesar Rp 9,5 juta per semester yang mencakup dua komponen utama, yaitu:

    1. Biaya pendidikan, untuk mendukung kegiatan belajar di perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.

    2. Bantuan biaya hidup, guna menunjang kebutuhan dasar mahasiswa selama masa studi.

    Untuk bisa mendaftar beasiswa ini ada berbagai kriteria yang ditetapkan. Namun, syarat utama yang harus dipenuhi yaitu meraih juara 1, 2, atau 3 pada ajang olahraga nasional maupun internasional.

    Contoh ajang olahraga tersebut, seperti Olimpiade, Asian Games, South East Asian (SEA) Games, Pekan Olahraga Nasional (PON), dan kejuaraan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau induk organisasi cabang olahraga.

    (det/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Cara Daftar Beasiswa Pemerintah Rusia 2026-2027, Cek Panduannya!



    Jakarta

    Pernah bermimpi kuliah di luar negeri tanpa harus memikirkan biaya kuliah? Kini saatnya mewujudkannya!

    Beasiswa Pemerintah Rusia 2026-2027 resmi dibuka, memberikan kesempatan emas bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Negeri Beruang Merah secara gratis.

    Tertarik mendaftar? Berikut langkah-langkahnya:


    1. Registrasi di situs resmi: education-in-russia.com
    2. Isi formulir online dan unggah semua dokumen yang diminta
    3. Pastikan status pendaftaran menjadi ‘Under Inspection at RZU’ (artinya sedang ditinjau oleh Russian House).

    Tersedia panduan lengkap dan contoh dokumen yang bisa kamu akses melalui QR Code di postingan Instagram resmi Russian House di Indonesia @rusdomindo.

    Beasiswa ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan mulai dari S1, S2, S3 & lainnya. Ada sekitar 400 jurusan yang dapat dipilih calon mahasiswa.

    Apalagi, ada 700 universitas terkemuka di seluruh Rusia. Penerima beasiswa tidak perlu mengeluarkan uang kuliah, karena sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Rusia.

    Adapun periode pendaftarannya mulai dari 15 September – 15 Desember 2025. Informasi lebih lanjut tentang jurusan dan universitas bisa dicek di laman russia-edu.minobrnauki.gov.ru.

    Kamu juga bisa mengontak Russian House di Indonesia melalui e-mail beasiswarushouse@gmail.com, atau WhatsApp +62 821 2377 7297 atau mengunjungi secara langsung di Jl. Diponegoro No. 12, Jakarta Pusat.

    Jangan lewatkan kesempatan ini untuk belajar di Rusia dengan beasiswa penuh dari pemerintah. Yuk, siapkan dokumenmu dan daftar sekarang!

    (akd/akd)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk Guru dan Tenaga Kependidikan 2025 Dibuka!


    Jakarta

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Beasiswa jenjang S1/D4 guru dan S1/D4 calon guru ini dibuka pada 18-27 September 2025.

    Bagi guru yang ingin meningkatkan kompetensi, simak kriteria penerima hingga persyaratannya berdasarkan pedoman resminya ya!

    Kriteria Program Studi yang Diampu

    1. BPI D4/S1 Calon Guru diberikan kepada peserta calon guru untuk kategori program studi:


    • Pendidikan anak usia dini
    • Pendidikan sekolah dasar
    • Pendidikan khusus/pendidikan luar biasa
    • Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan
    • Mata pelajaran kejuruan pada sekolah menengah kejuruan
    • Bimbingan konseling.

    2. BPI D4/S1 untuk guru diberikan bagi pendidik dengan kategori:

    • Mata pelajaran umum jenjang SMA dan SMK
    • Mata pelajaran kejuruan
    • Pendidikan luar biasa.

    Syarat Umum Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

    1. Syarat D4/S1 Calon Guru

    • WNI, dibuktikan dengan kartu identitas berupa KTP atau KK
    • Belum berusia 30 tahun ketika mendaftar
    • Diterima sebagai mahasiswa baru di perguruan tinggi pada program studi sesuai kategori
    • Mempunyai ijazah atau surat keterangan lulus (SKL) dan transkrip jenjang pendidikan sebelumnya
    • Belum pernah atau tidak sedang menjalankan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi S1 atau D4
    • Tidak sedang menerima beasiswa yang bersumber dari pembiayaan lain.

    2. Syarat Umum D4/S1 Guru

    • WNI, dengan dibuktikan melalui KTP atau KK
    • Belum berusia 47 tahun saat mendaftar, bagi guru mata pelajaran umum jenjang SMA/SMK negeri atau swasta
    • Belum berusia 50 tahun saat mendaftar bagi guru mata pelajaran kejuruan
    • Belum berusia 55 tahun saat mendaftar bagi guru pendidikan luar biasa
    • Terdata sebagai guru minimal 3 tahun di Dapodik
    • Diterima sebagai mahasiswa baru pada program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di perguruan tinggi dan prodi terakreditasi minimal B/baik sekali, yang terdaftar dalam sistem informasi Sierra Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
    • Menempuh pendidikan pada prodi sesuai mapel/jurusan yang diampu sebagai guru
    • Mempunyai ijazah atau surat keterangan lulus dan transkrip jenjang pendidikan sebelumnya
    • Belum pernah atau tidak sedang melaksanakan pendidikan pada jenjang S1/D4
    • Tidak sedang menerima beasiswa yang bersumber dari pembiayaan lain.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia

    • Pendaftaran: 18-27 September 2025
    • Seleksi administrasi dan substansi: Cek melalui situs https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pengumuman hasil seleksi tahap administrasi dan substansi: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Seleksi wawancara: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pengumuman hasil seleksi substansi/wawancara: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pembekalan dan penjelasan teknis tanda tangan kontrak: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id

    Informasi lain mengenai Beasiswa Pendidikan Indonesia 2025 bisa dilihat di SINI.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • BI Buka Magang untuk Pelajar hingga Lulusan S2/S3, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Bank Indonesia (BI) setiap tahunnya membuka kesempatan magang bagi pelajar dan mahasiswa. Magang juga bisa diikuti oleh lulusan D3 hingga S3.

    Dilansir laman resmi Bank Indonesia, program magang ini terbagi menjadi tiga jenis yakni magang kerja sama, magang profesional, dan magang pelajar dan mahasiswa.

    Apa beda dari ketiganya? Berikut penjelasan beserta syarat ajukan magang di Bank Indonesia.


    Jenis-jenis Magang di Bank Indonesia

    1. Magang Kerja Sama

    Program ini dilakukan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) dan/atau perjanjian kerja sama antara BI dan institusi pendidikan atau instansi lainnya, salah satu contohnya adalah Program Kampus Merdeka Bank Indonesia.

    2. Magang Profesional

    Ditujukan bagi lulusan D3 hingga S3 dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Program ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik yang siap masuk ke dunia kerja.

    3. Magang Pelajar dan Mahasiswa

    Program ini memberi kesempatan bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa aktif untuk mengenal dunia kerja secara langsung.

    Ketentuan dan Syarat Magang Bank Indonesia

    Jenjang Pendidikan

    • Kerja sama: Mengikuti ketentuan yang tercantum dalam MoU.
    • Profesional: Lulusan D3, D4, S1, S2, dan S3.
    • Pelajar/mahasiswa: Minimal SMA/SMK kelas 2 atau mahasiswa semester 4.

    Fokus Magang

    Untuk peserta dari jalur riset, tema magang harus berkaitan dengan tugas pokok Bank Indonesia, seperti kebijakan moneter, sistem pembayaran, atau stabilitas keuangan.

    Batas Waktu Pendaftaran

    • Profesional: Maksimal 1 tahun setelah tanggal ijazah.
    • Kerja sama & pelajar/mahasiswa: Mengikuti periode pendaftaran sesuai perjanjian atau pengumuman.

    Durasi Magang

    • Kerja sama: Sesuai kesepakatan dalam MoU.
    • Profesional: 1 bulan – 1 tahun.
    • Pelajar/mahasiswa: 1 bulan – 6 bulan.

    Dokumen Syarat Magang Bank Indonesia

    1. Surat pengantar dari sekolah/perguruan tinggi yang memuat data diri, program studi, semester/kelas, dan jangka waktu magang.
    2. Proposal Individu berisi:
    – Curriculum vitae (CV)
    – Motivation letter yang menjelaskan tujuan magang
    – Minat terhadap salah satu bidang kerja di BI (moneter, sistem pembayaran, dll)
    – Fotokopi KTP
    – Fotokopi NPWP
    – Fotokopi buku rekening pribadi (khusus bagi peserta yang diterima)
    – Fotokopi rapor/transkrip nilai terakhir.

    Jadwal Pendaftaran Magang Bank Indonesia

    Dalam satu tahun, magang Bank Indonesia dibagi ke dalam empat periode berdasarkan triwulan sebagai berikut:

    Triwulan 1

    • Informasi penerimaan magang: Desember
    • Pelaksanaan magang: Januari-Februari

    Triwulan 2

    • Informasi penerimaan magang: Maret
    • Pelaksanaan magang: April-Mei

    Triwulan 3

    • Informasi penerimaan magang: Juni
    • Pelaksanaan magang: Juli-Agustus

    Triwulan 4

    • Informasi penerimaan magang: September
    • Pelaksanaan magang: Oktober-November

    Jika detikers tertarik mendaftar bisa pantau secara berkala informasi pendaftaran di https://www.bi.go.id/id/karier/internship-program.aspx. Selamat mencoba!

    (cyu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Cara Penarikan Dana PIP, Ketahui 4 Langkahnya!


    Jakarta

    Program Indonesia Pintar (PIP) yang digelontorkan oleh Pemerintah dicairkan setiap tiga bulan sekali. Untuk menilai efektivitas PIP, sejumlah peneliti juga telah melakukan riset.

    Dikutip dari situs Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puslapdik Kemendikbudristek), tiga penelitian menunjukkan PIP cenderung membuat peserta didik terhindar dari putus sekolah.

    Nah, detikers ada yang belum tahu cara menarik dana PIP?


    Cara Penarikan Dana PIP

    Dikutip dari unggahan Instagram Puslapdik Kemendikbudristek, berikut ini cara penarikan dana PIP:

    1. Pastikan rekening tabungan memiliki status aktif dan dana PIP telah masuk ke rekening.
    2. Besaran penarikan dana, sesuaikan dengan kebutuhan siswa.
    3. Penarikan dana PIP mengikuti prosedur dan ketentuan dari bank penyalur.
    4. Penarikan dana PIP Dikdasmen dilakukan lewat buku tabungan dan kartu debit.

    Riset Tunjukkan Penerima PIP Cenderung Terhindar Putus Sekolah

    1. Riset 1

    Berdasarkan riset berjudul “Efektivitas Program Indonesia Pintar terhadap Partisipasi Sekolah di Kawasan Barat dan Timur Indonesia” oleh Fitri Mulyani dkk dari Universitas Andalas, siswa penerima PIP dari wilayah barat cenderung 15 kali lebih besar untuk tetap sekolah. Sementara, siswa di wilayah timur 11 kali lebih besar untuk tetap sekolah.

    Data diambil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik 2021. Sampel diambil dari 451.393 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

    2. Riset 2

    Pada penelitian oleh Nimas Anggara Samalo dan Thia Jasmina bertajuk “The Effect of Educational Cash Transfer for Students from Low”, terlihat bahwa PIP dapat menurunkan jumlah siswa putus sekolah. Mereka menganalisis pengaruh PIP pada siswa miskin dan rentan miskin sebelum dan setelah COVID-19.

    Pada penelitian terhadap 112.004 siswa itu, peneliti menyebut PIP memberi pengaruh berbeda terhadap setiap jenjang pendidikan.

    Sebelum COVID-19, PIP dapat menurunkan jumlah siswa putus sekolah di jenjang SD dan SMP, tetapi tidak berpengaruh pada siswa SMA. Sementara pada 2021 atau selama COVID-19, PIP menurunkan angka putus sekolah di tingkat SMP dan SMA, tetapi tidak berpengaruh pada tingkat SD.

    3. Riset 3

    Pada studi lainnya yang berjudul “Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah” oleh Abdul Hakim dari Badan Pusat Statistik Aceh, siswa yang orang tuanya berpendidikan SMP ke bawah, tidak memperoleh PIP, dan anggota rumah tangganya 6 orang, aktivitas anak bekerja, rumah tangga miskin, dan tinggal di desa, punya kemungkinan putus sekolah 51,60 persen.

    Kendati begitu, dari seluruh faktor tersebut, yang paling dominan dengan nilai odds ratio sebesar 4,838 adalah kepemilikan PIP. Artinya anak yang tak memiliki PIP punya kecenderungan putus sekolah 4,838 kali daripada anak yang memiliki PIP.

    Sampel riset ini juga mengacu data Susenas. Peneliti mengolah data 11.463 anak usia SD, SMP, dan SMA berusia 7-18 tahun dengan analisis regresi logistik.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP-AAS Buka Beasiswa S2 ke Australia, Batas Usia Pendaftar hingga 42 Tahun!



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Australia Awards Scholarship (AAS) membuka beasiswa magister (S2) ke Australia bagi warga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan berlaku hingga 13 September 2024.

    Beasiswa ini bisa dicoba oleh detikers yang tertarik melanjutkan pendidikan di bidang blue economy, green/renewable economy, dan digital/information technology. Mengutip laman LPDP, ada sebanyak 22 perguruan tinggi pilihan di Australia dalam beasiswa ini.

    Skema dari beasiswa LPDP-AAS ini bersifat co-funding. Pembiayaan yang disediakan beasiswa mencakup dana pendidikan, biaya hidup, visa, dan masih banyak lagi.


    Jika penasaran dengan beasiswa ini, simak dahulu syarat hingga cara daftarnya berikut ini!

    Komponen Pembiayaan Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Dana Pendidikan

    • Tuition fee
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis
    • Dana seminar internasional (di supplementary academic support)
    • Dana publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    3. Dana Tambahan (sepanjang memenuhi kriteria)

    • Pre-course departure training
    • Dana dukung disabilitas
    • Introductory academic program
    • Medical check-up saat pembuatan visa
    • Supplementary academic support
    • Reunion airfare

    Syarat Umum Daftar Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Warga Negara Indonesia.

    2. Lulusan diploma empat (D4) atau sarjana (S1) dan bukan lulusan magister (S2)

    3. Lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    4. Pendaftar yang pernah menempuh studi namun tidak menyelesaikan studi pada program magister dapat mendaftar Beasiswa LPDP di jenjang studi yang sama, dibuktikan dengan melampirkan surat pemberhentian /sejenisnya sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut.

    5. Melampirkan surat rekomendasi (berbahasa Inggris) yang diterbitkan paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa.

    6. Memilih Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.

    7. Beasiswa hanya diperuntukkan bagi kelas reguler atau kelas lain yang ditetapkan oleh LPDP.Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP (poin-poin terlampir).

    8. Menulis profil diri (dalam Bahasa Inggris) termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan (tidak lulus) pada aplikasi pendaftaran.

    9. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (dalam Bahasa Inggris).

    10. Jika pendaftar memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi maka pendaftar mengisi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran.

    11. Beasiswa hanya untuk Program Master pada program studi bidang blue economy, green/renewable energy, dan digital/ information technology sesuai daftar perguruan tinggi dan bidang studi yang ditentukan LPDP.

    12. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar yaitu paling tinggi berusia 42 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran.

    13. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada jenjang studi sebelumnya (Diploma Empat/D4 atau Sarjana/S1) sekurang – kurangnya 3,00 pada skala 4,00 atau yang setara yang dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir. Bagi pendaftar lulusan D4 dari studi lanjutan D3, wajib menyertakan transkrip yang memuat seluruh proses studi D3 dan D4.

    14. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada dua tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (8 Oktober 2024). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (ets.org), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:
    – PTE Academic 58 (tanpa skor keterampilan komunikasi kurang dari 50),
    – TOEFL iBT® 84 (dengan minimal 21 di semua sub-tes), atau
    – IELTS™ 6,5 (tanpa band kurang dari 6,0).

    15. Melampirkan surat rekomendasi (berbahasa Inggris) yang diterbitkan paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa. Surat rekomendasi dapat disampaikan dengan dua cara:
    – Surat Rekomendasi Online Form, disampaikan dengan cara menginput data pemberi rekomendasi melalui aplikasi pendaftaran yang terdiri dari nama perekomendasi, instansi, jabatan, email aktif dan nomor handphone. Selanjutnya, LPDP akan mengirimkan email kepada perekomendasi untuk mengisikan rekomendasi yang kemudian dikirimkan (submit) kepada LPDP.
    – Surat Rekomendasi Offline Form (unggahan) yang ditandatangani oleh pemberi rekomendasi, disampaikan dengan cara mengunggah dokumen pada aplikasi pendaftaran serta mengisikan data bulan dan tahun surat tersebut diterbitkan atau ditandatangani (contoh format terlampir).

    Syarat Khusus Daftar Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) dapat mendaftar dengan ketentuan berikut:
    – Mendaftar pada program studi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda dari yang sedang ditempuh.
    – Pendaftar yang lulus seleksi substansi wajib membuat dan menandatangani surat pengunduran diri yang ditujukan kepada perguruan tinggi atas program studi yang sedang ditempuh serta menyampaikan surat tersebut kepada LPDP paling lambat dua pekan setelah diumumkan lulus seleksi substansi.
    – Pendaftar wajib untuk menyerahkan surat pemberhentian resmi dari program studi atau perguruan tinggi sebelum penandatanganan surat pernyataan Penerima Beasiswa.
    – Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.
    – Bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dan mendapat gelar sebelum pengumuman seleksi substansi, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.

    2. Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) dokter spesialis/dokter subspesialis dapat mendaftar program magister, dengan ketentuan:
    – Pendaftar yang lulus seleksi substansi wajib menyelesaikan jenjang studi sebelumnya yang berbeda dengan pendaftaran ke LPDP, sebelum melakukan penandatanganan Surat Pernyataan Penerima Beasiswa.
    – Pendaftar wajib menyerahkan ijazah atau surat keterangan lulus dari perguruan tinggi jenjang studi sebelumnya yang berbeda dengan pendaftaran ke LPDP, sebelum penandatanganan surat pernyataan Penerima Beasiswa.
    – Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa jika telah melebihi batas waktu penandatanganan Surat Pernyataan Penerima Beasiswa, yang telah ditetapkan oleh LPDP.

    3. Bagi pendaftar berstatus PNS dan CPNS, wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi pada saat pendaftaran beasiswa LPDP sekurang-kurangnya dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM pada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah tempat pendaftar bekerja dengan ketentuan:
    – Mengusulkan atau merekomendasikan pendaftar untuk mengikuti program beasiswa LPDP.
    – Mencantumkan Nama Lengkap serta Nomor Induk Pegawai (NIP) pendaftar.

    Tata Cara Daftar Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Buka laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Isi data diri yang ada mulai dari nama, alamat, dan lainnya.
    3. Unggah semua dokumen yang menjadi syarat berkas.
    4. Pastikan melakukan submit tepat waktu pada formulir pendaftaran.
    5. Jangan lupa, isi profil diri, esai, dan surat rekomendasi dalam bahasa Inggris.

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP-AAS 2024

    • Pendaftaran seleksi: 26 Agustus – 13 September 2024
    • Seleksi administrasi: 16 – 25 September 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 27 September 2024
    • Pengajuan sanggah: 28- 29 September 2024
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 Oktober 2024
    • Seleksi substansi I: 9 – 24 Oktober 2024
    • Pengumuman shortlisted seleksi substansi: 25 Oktober 2024
    • Seleksi substansi II: 28 Oktober – 1 November 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 14 November 2024
    • Periode perkuliahan: 2025

    Bagaimana detikers, tertarik kah daftar beasiswa ini? Yuk buruan isi formulir pendaftaran sebelum ketinggalan!

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Riset Khusus Mahasiswa Tingkat Akhir Baznas Dibuka, Bisa untuk S1-S3


    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka beasiswa riset untuk pembiayaan tugas akhir tahun 2024 untuk mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3. Pendaftaran dibuka hingga 13 September 2024 melalui tautan bazn.as/risetumumbaznas24.

    Dikutip dari Panduan Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum, Jumat (30/8/2024) bantuan ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki riset dengan tema prioritas. Seperti tema yang berkaitan dengan aktivitas Baznas, kesehatan, teknologi, disabilitas, dan pengembangan masyarakat 3T dan Komunitas Adat.

    Ingin mendaftar? Berikut informasi syarat hingga jadwal pendaftaran dirangkum detikEdu.


    Syarat Pendaftaran Beasiswa Riset Baznas

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Mahasiswa on going S1/S2/S3 yang akan mengerjakan tugas akhir untuk persyaratan lulus dan memperoleh gelar studi

    3. IPK minimal 3.35

    4. Melampirkan dokumen berikut:

    • Formulir pendaftaran
    • KTP dan kartu keluarga
    • KTM (kartu tanda mahasiswa)
    • Transkrip nilai IPK terakhir
    • Surat keterangan aktif kuliah/rencana studi semester (KRS)
    • Akreditasi kampus dan jurusan
    • Surat rekomendasi tokoh
    • Surat pernyataan
    • Proposal riset (tugas akhir)
    • Hasil tes plagiarisme
    • PPT riset (tugas akhir)
    • CV atau riwayat hidup dan portofolio untuk ajuan riset mengenai desain, ilustrasi digital dan perfilman.

    Kuota Beasiswa Riset Baznas

    Beasiswa ini terbuka bagi 160 mahasiswa/i yang terpilih dari jenjang S1, S2, dan S3 dengan alokasi:

    – S1: 50 mahasiswa

    – S2: 55 mahasiswa

    – S3: 55 mahasiswa

    Jenis Bantuan Beasiswa Riset Baznas

    Beasiswa yang akan diberikan berdasarkan jenjang pendidikan yang sedang dijalankan, yaitu:

    – S1: Rp 4 juta

    – S2: Rp 7 juta

    – S3: Rp 10 juta

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Riset Baznas

    • Pendaftaran: hingga 13 September 2024
    • Seleksi berkas: 17-22 September 2024
    • Pengumuman tahap 1: 23 September 2024
    • Seleksi substansi: hingga 4 Oktober 2024
    • Pengumuman final: 7 Oktober 2024

    Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui media sosial Instagram Beasiswa Baznas @beasiswabaznasri. Selamat mendaftar!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2, S3, dan Riset Dibuka, Cek Yuk!


    Jakarta

    Beasiswa Global Korea Scholarship for Graduate Degrees (GKS-G) 2025 dibuka Pemerintah Korea Selatan untuk program S2, S3, dan riset. Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar.

    Ada dua jalur pendaftaran yang dibuka pada program ini. Jalur pertama yakni jalur kedutaan, dengan mendaftar ke Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia. Jalur kedua yakni jalur universitas, dengan langsung mendaftar ke salah satu universitas yang ditunjuk.

    Beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2 dan S3

    Beasiswa Pemerintah Korea Selatan ini meliputi:


    • Tiket penerbangan kelas ekonomi
    • Biaya pendaftaran kuliah (ditanggung universitas) bagi peserta program gelar
    • Biaya kuliah (hingga 5 juta won) bagi peserta program gelar
    • Kursus bahasa Korea 1 tahun senilai 5,2 juta won bagi peserta program gelar
    • Uang saku:
      • – Kursus bahasa Korea: 14,16 juta won per tahun (Rp 160,19 juta per tahun)
      • – S2 dan S3: 15,72 juta won per tahun (Rp 177,84 juta per tahun)
      • – Program riset: 19,8 juta per won per tahun (Rp 224 juta per tahun)

    Periode Beasiswa

    • S2: 1 tahun belajar bahasa Korea, 2 tahun studi
    • S3: 1 tahun belajar bahasa Korea, 3 tahun studi
    • Riset: 6 bulan atau 1 tahun

    Kuota Beasiswa

    • Jalur kedutaan umum: 30 orang asal Indonesia
    • Jalur universitas:
      • – Umum: 9 orang asal Indonesia
      • – R-GKS: 59 orang asa Indonesia
    • Riset: 5 orang dari 157 negara/wilayah yang diundang (termasuk Indonesia)
    • R&D: 300 orang dari semua negara di dunia
    • Global Network: 80 orang dari semua negara di dunia

    Syarat Umum

    • Pelamar dan orang tua pelamar tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali yang melamar program R&D, International Organization program
    • Minimal sudah lulus per 31 Juli 2025 pada jenjang berikut:
      • – Pelamar S2: Lulusan S1/sederajat
      • – Pelamar S3: Lulusan S2
      • – Pelamar Postdoctoral: Lulusan S3
      • – Pelamar exchange professor: Lulusan S2, wajib tengah menjadi dosen akademik
      • – Pelamar research program for education, science, culture, or international cooperation professionals: S2, Wajib merupakan profesional di bidang pendidikan, sains, budaya, atau international cooperation.
    • IPK satu jenjang pendidikan sebelumnya wajib memenuhi salah satu kondisi di bawah ini:
      • – Persentil skor minimal 80 persen, atau termasuk 20 persen teratas di angkatan
      • – IPK minimal setara dengan 2,64 dari 4,00 atau 2,80 dari 4,300 atau 2,91 dari 4,500 atau 3,23 dari 5,00
    • IPK dibuktikan dengan transkrip akademik yang mencantumkan IPK atau informasi peringkat, atau transkrip yang nilainya dikonversi ke skala di atas
    • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
    • Usia di bawah 40 tahun atau lahir setelah 1 September 1985
    • Khusus dosen akademik di wilayah penerima Official Development Assistance (ODA) dapat melamar jika berusia di bawah 45 tahun/lahir setelah 1 September 1980, cek daftar wilayah di www.oecd.org
    • Pelamar yang akan menyelesaikan program bahasa Korea IRTS per 2025 dapat melamar jika mendapat:
      • – Sertifikat skor TOPIK dari ujian ke-87 sampai ke-100
      • – Sertifikat skor TOPIK IBT Level 3 dari ujian ke-1 sampai ke-7
    • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
    • Sehat mental dan fisik untuk studi di Korea sepanjang durasi program.

    Batas waktu pendaftaran, cara pendaftaran, dokumen tambahan yang diperlukan, dan lain-lain bisa dicek dengan membaca laman resmi serta mengontak Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia dan universitas yang dilamar. Pihak kedutaan dan universitas akan melakukan seleksi tahap pertama.

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2, S3, dan Riset bisa dicek lebih lanjut DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Semesta S1-S2 untuk Mahasiswa IT, Kuliah Gratis Sambil Digaji



    Jakarta

    Beasiswa Semesta kembali dibuka pada tahun ini bagi mahasiswa S1 dan S2 di bidang information technology (IT). Pendaftaran beasiswa masih dibuka hingga 20 Mei 2025.

    Beasiswa Semesta bersifat fully funded. Selain itu, awardee beasiswa berkesempatan lulus langsung kerja di perusahaan edutech Sevima yang mengadakan beasiswa ini.

    Dalam enam tahun terakhir, Beasiswa Semesta telah diikuti oleh 27.000 pendaftar. Di balik antusiasme tersebut, hanya akan ada 10 orang saja yang terpilih.


    Bagi detikers yang berminat, harus benar-benar dalam melakukan pendaftaran. Mengutip laman Sevima, berikut ketentuannya:

    Pilihan Jurusan dan Kampus Tujuan

    Saat mendaftar, pelamar bisa memilih salah satu dari jurusan di kampus-kampus berikut:

    • S1 Teknik Informatika, Binus University
    • S1 Sistem Informasi, Binus University
    • S2 Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • S2 Sistem Informasi, ITS

    Keuntungan Memperoleh Beasiswa Semesta

    • Pembiayaan pendidikan (fully funded)
    • Kesempatan bekerja di kantor Sevima
    • Gaji bulanan dan tunjangan kerja
    • Dapat mentoring langsung dari profesional IT
    • Pengalaman kerja nyata sambil kuliah

    Syarat Daftar Beasiswa Semesta 2025

    • Bagi pendaftar beasiswa S1 adalah lulusan atau alumni SMA/SMK/sederajat
    • Bagi pendaftar beasiswa S2 adalah lulusan atau alumni D4/S1 di bidang IT (fresh graduate, masih yudisium maupun sudah berpengalaman kerja)
    • Mempunyai keahlian di bidang IT dibuktikan dengan portofolio project, link Github atau bukti file lain
    • Siap bekerja dan berkuliah di daerah Surabaya, Jawa Timur secara work from office (WFC)

    Cara Daftar Beasiswa Semesta 2025

    1. Buka laman resmi pendaftaran beasiswa di https://maukuliah.id/beasiswa-semesta
    2. Klik “Daftar Beasiswa” dan pilih “Buat Akun”
    3. Isi formulir pendaftaran secara lengkap
    4. Pilih jurusan, jenjang pendidikan, dan kampus yang ingin dituju
    5. Ikuti tes psikotes dan tes akademik (computer based test) secara online
    6. Pelamar yang lolos akan memperoleh undangan mengikuti hackathon dan wawancara secara offline di Surabaya

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Semesta 2025

    • Pendaftaran: hingga 20 Mei 2025
    • Tes online: hingga 20 Mei 2025
    • Hackayho: 30 Juni 2025
    • Wawancara online: 30 Juni 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 28 Oktober 2025

    Bagaimana detikers, tertarik daftar beasiswa ini? Yuk coba!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Pencairan Dana PIP Kelas Akhir SD, SMP, dan SMA


    Jakarta

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Puslapdik Kemendikdasmen) berikan kabar gembira untuk penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Apa itu?

    Melalui media sosial Instagram resminya, Puslapdik menyebut bila Surat Keputusan (SK) Nominasi Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2025 telah terbit. SK ini memuat nama-nama calon penerima PIP khusus siswa kelas akhir, yakni siswa kelas 6 SD, 9 SMP, dan kelas 12 SMA/SMK.

    SK Nominasi menunjukkan siswa dinilai layak menerima bantuan PIP dan akan menerima bantuan setelah melakukan aktivasi rekening. Daftar nama ini bisa dicek melalui situs resmi PIP yakni laman Sipintar pada tautan https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1.


    Bagaimana caranya? Dikutip dari arsip detikEdu dan postingan Instagram Puslapdik Kemendikdasmen, Kamis (8/5/2025) berikut informasinya.

    Cara Cek Status Penerima Dana PIP

    Diketahui ada lebih dari 60 ribu siswa kelas akhir yang masuk dalam SK Nominasi PIP Tahun 2025. Jika dibagi per jenjang pendidikan, jumlahnya yakni:

    • SD/SDLB/Paket A: 12.902 siswa
    • SMP/SMPLB/Paket B: 21.385 siswa
    • SMA/SMALB/Paket C: 17.310 siswa
    • SMK: 11.822 siswa

    Untuk mengetahui apakah detikers menjadi salah satu penerima yang masuk SK Nominasi PIP bisa dicek dengan tahapan berikut:

    1. Buka laman SIPINTAR Enterprise atau laman PIP pada tautan https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1
    2. Gulir ke bawah sampai bertemu fitur “Cari Penerima PIP”
    3. Masukkan nomor induk siswa nasional (NISN) dan NIK siswa
    4. Jumlahkan hasil perhitungan sebagai kode keamanan
    5. Klik tombol Cek Penerima PIP
    6. Laman akan memunculkan nama siswa yang terdata sebagai penerima PIP beserta status dana bantuan.

    Cara Aktivasi Rekening PIP

    Jika kamu masuk dalam daftar SK Nominasi, berarti detikers harus melakukan aktivasi rekening PIP. Aktivasi rekening harus dilakukan sebelum 31 Mei 2025.

    Bila detikers tidak melakukan aktivasi hingga 31 Mei 2025, maka rekening tidak bisa diaktifkan untuk menerima dana bantuan. Hal ini bisa berakibat fatal karena siswa bisa dibatalkan sebagai calon penerima PIP.

    Adapun cara untuk aktivasi rekening PIP adalah:

    1. Siapkan kartu identitas diri seperti kartu keluarga (KK) dan KTP
    2. Kunjungi bank penyalur dana PIP yakni BRI dan BSI
    3. Sebut keperluan ingin mengaktivasi rekening PIP kepada pihak bank
    4. Ikuti proses aktivasi rekening sesuai tata cara yang ditunjukkan petugas bank
    5. Cek saldo rekening untuk memastikan apakah dana PIP sudah masuk setelah rekening diaktifkan.

    Cara Cek Status Pencairan dan Besaran Dana PIP

    Setelah aktivasi rekening, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah rutin cek akun SIPINTAR. Sama seperti sebelumnya, detikers cukup login ke akun SPINTAR untuk tahu progres status pencairan dana PIP.

    Sebelum dana dicairkan, peserta harus menunggu terbitnya SK Pemberian. Jika SK tersebut telah terbit, dana akan langsung disalurkan ke rekening masing-masing.

    Terkait besaran dana PIP yang diterima siswa kelas akhir adalah:

    Jenjang SD, SDLB, dan Paket A

    • Kelas 6 pada semester genap: Rp 225 ribu

    Jenjang SMP, SMPLB, dan Paket B

    • Kelas 9 pada semester genap: Rp 375 ribu

    Jenjang SMA, SMK, SMALB, dan Paket C

    • Kelas 12 pada semester genap: Rp 900 ribu

    Dana ini bisa digunakan untuk:

    • Membeli seragam sekolah.
    • Membeli buku dan alat tulis.
    • Membeli sepatu sekolah, tas sekolah, dan perlengkapan sekolah lainnya.
    • Uang ongkos ke sekolah.
    • Uang saku siswa.
    • Kursus atau les siswa.
    • Biaya praktik dan keperluan magang/penempatan kerja.

    Itulah kabar terbaru untuk pencairan dana PIP bagi siswa kelas akhir tahun 2025. Yuk segera lakukan aktivasi rekening PIP detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com