Tag: jepang

  • Bunker yang Baru Ditemukan di Solo, Tempat Sembunyi-Menyimpan Harta



    Jakarta

    Solo memiliki bunker yang cukup unik untuk diketahui. Keberadaannya adalah untuk bersembunyi di masa penjajahan juga menyimpan harta.

    Masih ingat pada bunker yang ditemukan di salah satu rumah warga kampung batik Laweyan Solo? Rumah dengan ruangan bawah tanah itu sempat tak terawat setelah pewarisnya, Harun Mulyadi, meninggal. Rumah itu lalu dirawat oleh warga sekitar, kini dikenal sebagai objek wisata Bunker Setono.

    Sesuai namanya, rumah kuno itu berada di wilayah RT 2 RW 2, Kampung Setono, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Tepatnya di depan Villa Tria. Rumah itu dipagari tembok bata setinggi dua meter dengan regol kayu bercat hijau.


    Saat detikJateng memasuki regol itu, Jumat (13/9) pekan lalu, ada dua rumah limasan yang menghadap ke selatan. Bunker Setono terdapat di salah satu rumah itu. Rumah berbunker itu tampak sepi. Adapun rumah di sebelahnya tampak riuh oleh aktivitas para pembatik.

    Bunker Setono di Kampung Batik Laweyan, Kota Solo (Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

    Milik Pasutri Juragan Batik

    Menurut pengelola bunker Setono, Sutanto, dua rumah itu dulunya milik pasangan suami istri pengusaha batik Laweyan. Setelah mereka meninggal, rumah itu dihuni oleh pembantunya dari Wonogiri.

    “Rumah ini di PBB (pajak bumi dan bangunan) atas namanya Wiryo Supadmo. Beliau tidak punya anak, hanya ada keponakan-keponakan yang salah satunya masih bisa kami hubungi (yang tinggal) di Kauman,” kata Sutanto yang juga Ketua RT 2 RW 2 di Kelurahan Laweyan itu, Jumat (13/9/2024).

    “Setelah Pak Wiryo meninggal, Bu Wiryo membawa seorang pembantu dari kampungnya di Wonogiri yang bernama Harun Muryadi. Setelah Bu Wiryo meninggal, Pak Muryadi hidup sendirian di sini sampai meninggal. Setelah itu rumahnya kosong,” sambung dia.

    Sutanto mengatakan, rumah berbunker ini berdiri di atas tanah seluas 500 meter. Ruang depannya berupa pelataran beratap, luasnya sekitar 7 x 8 meter persegi.

    “Pelataran ini dulu biasanya untuk karyawan yang bekerja di sini. Seperti untuk ngecek batik yang dibuat sudah benar atau belum,” ujar dia.

    Adapun lantai ruang belakang rumah itu tampak lebih tinggi sekitar 30 sentimeter dan lebih luas dari pelatarannya. Di ruang belakang inilah bunker itu berada.

    “Kalau yang belakang itu disebut sitinggil, tempat juragannya. Biasanya setelah karyawan selesai kerja di depan terus laporan ke juragannya di sini,” ucap Sutanto.

    “Gaya rumah juragan-juragan Laweyan dulu memang seperti ini. Bunkernya berada di tengah dan (dulu) di atasnya ada tempat tidur juragan,” imbuh dia.

    Di luar rumah itu terdapat kamar mandi dan sumur tua dengan bak besar di sampingnya. Sutanto menyebut bak itu dulunya untuk menunjang aktivitas bisnis batik Wiryo.

    “Di sini itu ada dua versi (tentang sosok almarhum Wiryo), pengusaha batik atau pengusaha pewarnaan (batik). Karena kalau dilihat dari bak-bak yang ada ini, (usahanya) pewarnaan batik. Jadi dari juragan-juragan itu mewarnakan batik di sini,” kata Sutanto.

    Lihat juga Video ‘Viral Narasi Penemuan Bunker di Gereja Lampung, Ternyata Septic Tank’:

    [Gambas:Video 20detik]

    Tempat Sembunyi-Simpan Harta

    Permukaan bunker di sitinggil rumah itu cukup sempit, sekitar 0,5 x 1 meter. Bunker itu ditutup papan kayu. Saat penutupnya dibuka, terlihat tiga anak tangga untuk masuk ke dalamnya.

    Untuk memasuki bunker tersebut, detikJateng harus menundukkan badan. Sebab, ketinggian pintunya tak lebih dari satu meter. Hawa pengap dan lembab langsung terasa setelah memasuki bunker ini. Tidak ada lubang ventilasi di dalamnya. Satu-satunya jalan udara hanyalah dari pintu masuknya.

    Bagian dalam bunker Setono luasnya hanya sekitar 2 x 2 meter. Bunker itu beralas tanah dan bertembok batu bata yang masih kokoh. Tinggi ruangannya sekitar 1,7 meter. Ada lampu kuning yang dipasang untuk menerangi ruangan bunker.

    Dari permukaan lantai, bunker ini memiliki kedalaman sekitar 2 meter. Sutanto bilang, bunker ini dulunya memiliki dua fungsi. Yaitu untuk berlindung dari bahaya dan untuk menyimpan harta.

    “Kalau ada rame-rame dulu itu (seperti) rampok, bisa langsung masuk bunker lewat kolong. Di halaman depan itu kan ada kerikil-kerikil, jadi kalau ada orang masuk itu tahu (karena) ada suaranya,” ujar Sutanto.

    “Dulu zaman (penjajahan) Jepang, kalau ada (tentara) Jepang itu penghuni juga bisa masuk sini. Tapi fungsi utamanya bunker itu untuk menyimpan perhiasan, harta,” imbuhnya.

    Sutanto juga menepis kabar bahwa bunker ini dulunya sempat terhubung dengan bunker-bunker di rumah lain.

    “Oh nggak, bukan, bukan gitu. Kalau bunker itu ya tetep berhenti di situ (tidak terhubung dengan bunker lain). Kalau yang (dikabarkan) nyambung itu, maksudnya rumah yang belakang itu ada sisa tanah, di sana ada pintu,” terang Sutanto.

    “Jadi ketika ada apa-apa, orangnya lari ke belakang kemudian bisa tembus ke rumah sebelahnya. Kalau bunkernya ya susah (jika dibuat terhubung). Menerobos mau tembus ke mana?” sambung dia.

    Baca artikel selengkapnya di detikJateng

    Lihat juga Video ‘Viral Narasi Penemuan Bunker di Gereja Lampung, Ternyata Septic Tank’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jalan-jalan ke The Great Asia Africa, Ini Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya


    Jakarta

    The Great Asia Africa merupakan salah satu wisata yang berlokasi di Lembang, Bandung. Konsep wisatanya menggabungkan wisata alam dan edukasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga.

    Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lembang sambil spot-spot foto instagramable di alam terbuka. Tak heran jika The Great Asia Africa menjadi wisata yang cukup populer di Lembang.

    Daya Tarik The Great Asia Africa

    The Great Asia Africa mempunyai miniatur beberapa negara yang seru untuk dijelajahi. Ada juga animal park di mana wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan lucu.


    1. Miniatur Negara

    The Great Asia Africa menyuguhkan kawasan miniatur berbagai negara. Selain berfoto-foto, wisatawan bisa mempelajari kebudayaan dari masing-masing negara.

    Pada area Korea terdapat desa tradisional dan tempat pengolahan kimchi, kemudian di kawasan Jepang, traveler akan merasakan sensasi berada di Kyoto. Semetara itu, di India, wisatawan bisa melihat miniatur Jaipur, kota terbesar di Rajasthan. Ada pula kawasan Afrika di mana ada area berumput dan berlatar belakang tebing.

    2. Animal Park

    The Great Asia Africa memiliki kawasan mini zoo atau animal park. Di sini, wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan-hewan yang jinak seperti kambing dan kelinci.

    3. Sky Ride

    Wahana Sky Ride berbentuk bulat seperti roda. Wisatawan hanya perlu menggowes wahana ini masju pada jalurnya yang berada sekitar 6 meter dari permukaan tanah.

    Menurut liputan dari detikJabar, dengan menaiki wahana ini, wisatawan bisa berkeliling area negara India, Jepang, dan Korea dari atas. Panjang lintasanya kurang lebih mencapai 250 meter.

    4. Gondola

    Selain berjalan kaki dan naik skyride, wisatawan juga bisa naik Gondola. Dari ketinggian, pemandangan indah The Great Asia Africa bisa dilihat dari atas.

    Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional The Great Asia Africa

    Harga tiket masuk The Great Asia Africa adalah Rp 50.000. Tarif tersebut sudah termasuk voucher minuman. Mengutip laman instagram The Great Asia Afrika, jam operasionalnya mulai pukul 09.00-18.00 WIB.

    Lokasi The Great Asia Africa

    Lokasi The Great Asia Afrika berada di Jalan Raya Lembang – Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

    Mengutip salah satu laman agen travel, terdapat dua pilihan rute menuju The Great Asia Africa, yaitu melalui jalan Ir. H. Juanda dan melalui Jl Dr Setiabudi. Keduanya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam. Akses ni mudah dilalui oleh mobil pribadi atau transportasi umum.

    Itulah informasi mengenai The Great Asia Africa Lembang. Sebelum datang ke The Great Asia Africa, update dulu jam operasional dan harga tiket masuknya ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Depok Rasa Jepang, Ada Stasiun Yamanote Line



    Jakarta

    Siapa sangka, Depok memiliki spot nongkrong bernuansa stasiun kereta Yamanote Line di Jepang. Lokasinya di Loopline Cafe Depok.

    Pelayan di kafe itu menjelaskan bahwa pemiliknya, Hernando Santoso, terinspirasi untuk menciptakan konsep unik ini setelah liburan di Jepang. Dia tidak bisa melupakan pengalaman naik kereta jalur Yamanote Line yang dioperasikan oleh East Japan Railway Company.

    Kafe itu menonjolkan warna hijau cerah pada bangunannya dan mengusung konsep gerbong kereta. Ornamen dan asesoris kafe itu seolah mengajak pengunjung merasakan suasana seperti berada di dalam gerbong kereta Jepang.


    Loopline Cafe berada di Jalan Dewi Sartika No. 6 Pancoran Mas Depok, dekat dengan Stasiun Depok Lama. detikTravel berkunjung pada 15 Oktober lalu. Cuma butuh waktu lima menit berkendara dari Stasiun Depok Lama untuk sampai di kafe itu.

    Bangunan kafe tersebut terdiri dari dua lantai dengan warna khas hijau nyentrik serupa kereta Yamanote Line di Jepang dengan jalur melingkar yang menjadi simbol perjalanan yang menyenangkan di negeri sakura.

    Loopline Cafe, DepokLoopline Cafe, Depok (Amalia Novia Putri/detikcom)

    Meskipun dari luar tidak terlalu terlihat seperti gerbong kereta, ketika traveler melangkah masuk, mata akan merasakan atmosfer seperti berada di dalam stasiun gerbong kereta di Jepang, di mana dinding gerbong dihiasi dengan gagang pegangan tangan, meja, serta petunjuk peta kereta Shibuya yang semakin menambah kesan otentik dan mendukung pengalaman pengunjung.

    Area di lantai dua outdoor-nya menawarkan tempat santai bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan KRL Bogor yang melintas dari rooftop, diiringi oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, sehingga menciptakan nuansa yang terasa sempurna dan menyenangkan bagi siapa pun yang datang untuk bersantai dan menikmati suasana yang mendukung.

    Barista Eddo Loopline Coffee di depok mengatakan kafe tempatnya bekerja baru buka pada tanggal 18 Agustus 2024. Sejauh ini, kafe itu mampu menampung 20 orang di area bawah dan 15 orang di area lantai dua, dan biasanya ramai pada Sabtu dan Minggu, terutama pada sore hari.

    Untuk menu unggulan menawarkan varian Butterscotch Latte seharga Rp 28.000. Rasanya manis dan nikmat, terbuat dari 100% espresso kopi Arabika yang berkualitas dan juga berbagai menu coklat panas.

    Untuk teman nikmatnya, coba juga Gomadare Fries yang gurih dan lezat. Jangan lewatkan pula Vanilla Brulee yang manis dan lembut, mirip dengan vla vanila yang menggugah selera. Kombinasi ini pasti akan memuaskan lidah traveler.

    Loopline Cafe, DepokLoopline Cafe, Depok (Amalia Novia Putri/detikcom)

    Loopline Coffee buka dari pukul 07.00 sampai dengan 21.00 WIB, tak hanya buka di Depok, Loopline Cafe juga ada di PIK, Bekasi , Pluit. Menawarkan berbagai fasilitas yang membuat pengunjung betah, mulai dari lahan parkir yang luas untuk kenyamanan kendaraan, banyaknya tempat charger untuk memenuhi kebutuhan gadget, hingga ruangan ber-AC yang menciptakan suasana nyaman bagi para pekerja yang ingin bekerja di mana saja.

    Selain itu, tempat ngopi ini juga menjual berbagai merchandise menarik seperti tas, baju, tumblr, dan stiker unik yang tidak tersedia di tempat lain, serta punch yang pasti akan menambah keseruan pengalaman berkunjung.

    Jangan lupa abadikan momen berharga bersama keluarga, teman, dan pasangan selama berada di Loopline cafe, karena kapan lagi bisa menikmati suasana unik dan foto-foto di dalam gerbong yang terasa seperti gerbong kereta Yamanote di Depok.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Tempat Spa Terbaik di Jakarta, Cocok untuk Melepas Penat


    Jakarta

    Tak hanya sebagai pusat bisnis dan hiburan, Jakarta menawarkan beragam tempat relaksasi yang berkualitas tinggi. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan kota, spa menjadi pelarian yang sempurna untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.

    Nah, ada beberapa tempat spa di Jakarta yang bisa dipilih dengan berbagai perawatan yang memanjakan tubuh. Apa saja? Berikut beberapa tempat spa terbaik di Jakarta

    Tempat Spa Terbaik di Jakarta

    Ada banyak tempat spa yang menawarkan aneka pilihan pijat hingga refleksologi. Berikut deretan tempat spa terbaik di Jakarta menurut situs traveling online.


    1. Kokuo Reflexology

    Kokuo Reflexology menawarkan tempat yang estetik dengan nuansa Jepang. Perpaduan teknik refleksi China dan Jepang dengan teknik tradisional Indonesia bisa membuat tubuh menjadi bugar.

    Ada paket signature massage & reflexology hingga Athletic Massage dengan durasi 60 menit-120 menit. Tak hanya itu, menurut laman Instagramnya, Kokuo Reflexology ini juga mempunyai paket premium home theater, di mana pengunjung akan dipijat sambil menonton.

    Lokasi: Jl. Timor No.12, RT.9/RW.4, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    2. Delta Spa & Health Club

    Delta Spa & Health Club menawarkan banyak perawatan, seperti Shockwave therapy, kings treatment, thailand massage, shiatsu, mud therapy dan tradisional massage. Durasi pijatnya selama 2 jam 15 menit. Menurut laman Instagramnya, fasilitas yang ditawarkan mulai dari steam, sauna, vichy shower, kolam renang, dan kolam panas dan dingin,

    Lokasi: Ada beberapa lokasi Delta Spa & Health Club di Jakarta, berikut di antaranya:

    • Gunung Sahari: Komp. Marinatama (INKOPAL) Blok F 21 – 23, Jl. Gunung Sahari No.2 1, RT.1/RW.13, Pademangan Baru, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410.
    • Pondok Indah: Jl. Sultan Iskandar Muda No.72 5, RT.5/RW.9, Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan.
    • Kelapa Gading: Kokan Permata Kelapa Gading Blok D 30 – 34, Jl. Boulevard Bukit Gading Raya No.RT.15, RT.15/RW.3, West Kelapa Gading, Kelapa Gading.
    • Harmoni: Blok B12-12A No.2, Jl. Suryopranoto No.RT.2, RT.2/RW.8, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
    • Grand Wijaya: Grand Wijaya Center Blok F12,F12A dan F14, Jl. Wijaya II No.RT.6, RT.6/RW.1, Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan
    • Kebon Jeruk: Jl. Raya Perjuangan Komplek Prisma Kedoya Plaza Blok A9 – 11, RT.1/RW.7, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530
    • Gatot Subroto: Jl. Gatot Subroto No.Kav.76, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan.
    • Pejaten: Pejaten Office Park, Jl. Buncit Raya No.F79 1, RT.1/RW.7, Pejaten Barat, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

    3. The Ritz Carlton Spa

    The Ritz Carlton merupakan hotel berbintang 5 yang menawarkan fasilitas spa. Di tengah taman tropis yang rimbun, ada 19 ruang perawatan mewah dengan bak berendam di luar ruangan pribadi.

    Mengutip laman resminya pilihan pijat yang ditawarkan di antaranya mystical touch massage dengan teknik tradisional Bali, batavia massage, bamboo therapy, sport massage, dan refleksologi.

    Lokasi: Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1 Kav.E.1.1, Mega Kuningan Kota Jakarta Selatan.

    4. Raffles Spa

    Sama seperti The Ritz Carlton, Raffles juga merupakan hotel berbintang 5 dengan fasilitas spa mewah. Pilihan spanya ada signature heritage massage dengan teknik pijat Bali dan Jawa, aromatic couples romance, dan Lavender Dream Experience. Menurut laman resminya, ada juga Ultimate Firming, perawatan wajah untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit.

    Lokasi: Ciputra World 1, Jl. Prof. DR. Satrio No.5 Kav 3, RT.17/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Jakarta, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

    5. Spa by JW at Marriott Hotel

    Spa by JW at Marriott Hotel mengusung konsep calm (tenang), indulge (memanjakan), invigorate (menyegarkan), dan renew (memperbarui). Ada banyak pilihan massage yang ditawarkan, yaitu Heritage Signature Massage, teknik penyembuhan ayurveda kuno, Stress relief massage yang dirancang untuk menghilangkan stres dan tegang, hingga clear your mind massage dengan hot stone.

    Ada juga Re-energize massage, perpaduan antara teknik pijat Bali dan Thailand, dan jet lag cure massage dari Swedia. Durasi pijat beraneka ragam yaitu selama 60 sampai 120 menit. Selain itu, terdapat aneka perawatan wajah dan badan yang ditawarkan

    Lokasi: Jl. Mega Kuningan Barat Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1&2, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan.

    6. Inaria Spa

    Inaria Spa merupakan fasilitas spa di Intercontinental Jakarta. Pengobatan autentiknya menggunakan herba, akar, dan buah-buahan,untuk menyehatkan pikiran dan tubuh.

    Pilihan spanya ada Inaria signature yang memadukan pijat tradisional Bali dan teknik pijat Thailand yang bisa meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi dan fleksibilitas, dan menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Selain itu, ada Batimung Signature Ritual-Kalimantan, perawatan peremajaan menggunakan black borneo. Ada pula Kerokan Javanese Massage, Oukuo Martup-Sumatera, tradisional sasak-Lombok hingga Micet Madura.

    Lokasi: InterContinental Jakarta Pondok Indah Jalan Metro Pondok Indah Kav. IV, RT.1/RW.16, TA, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,

    7. Grand Spa Kemayoran

    Grand Spa Kemayoran berada di Hotel Grand Mercure Jakarta. Ada dua perawatan utama yaitu Tradisional dan Shiatsu Massage.

    Menurut laman resmi Grand Spa Kemayoran, Tradisional massage melakukan penekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi bugar. Sementara shiatsu massage yang berasal dari Jepang bermanfaat dalam meningkatkan aliran darah hingga meningkatkan stamina.

    Lokasi: Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran Lantai 8, Jl. H Benyamin Sueb Kav. B6, RT.16/RW.10, Pademangan Timur, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Utara

    8. Zen Family Reflexology & Spa

    Seperti namanya, Zen Family Reflexology & Spa berkonsep keluarga. Mengutip laman resminya, tak hanya untuk laki-laki dan perempuan dewasa, treatment ini bisa melayani anak dari usia 5 tahun hingga lansia. Adapun pilihan massagenya seperti The Royal Touch dengan full body massage yang fokus di titik otot, hot stone massage dengan menggunakan batu basal yang dihangatkan, dan back release massage yang merupakan treatment sebelum atau sesudah olahraga.

    Lokasi: Jl. Gunawarman No.43, RT.4/RW.7, Rw. Bar., Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180

    9. Nano Health Family

    Nano Health Family dikenal dengan treatment tradisionalnya. Namun, selain treatment tradisional, ada thai massage, shiatsu massage, manispa, dan juga jumping clay. Menurut laman instagramnya, setelah mendapat treatment body massage, pengunjung bisa menikmati bubur ayam gratis di area khusus yang telah tersedia.

    Lokasi: Jl. Pluit Selatan Raya No.28 – 30, RT.21/RW.6, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    10. Ayana Spa

    Ayana Spa memadukan pijat dan perawatan modern menggunakan bahan-bahan alami pilihan dari Indonesia. Pilihan perawatannya, ada Ayana Massage sebagai signaturenya, Nakatsuji Massage yang terkenal dari ortopedi Jepang dan ahli anti penuaan dini, Tadashi Nakatsuji. Tak hanya itu, ada shiatsu dan lava stone therapy yang bisa membangkitkan mood.

    Lokasi:Jl. Jenderal Sudirman No.RT.10, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat

    Itulah sejumlah tempat spa terbaik di Jakarta. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi salah satunya?

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kondisi Terkini Hotel Yamato, Tempat Insiden Perobekan Bendera Belanda


    Jakarta

    Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit, adalah tempat yang menyimpan jejak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Saat ini, hotel tersebut masih eksis dan beroperasi. Menariknya, gaya bangunannya tetap mempertahankan infrastruktur klasik dan elegan dari masa kolonial.

    Sebelum mengetahui beragam fasilitas hotel mewah ini, mari kita napak tilas kronologi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 lalu.


    Peristiwa Hotel Yamato

    Peristiwa yang terjadi di Hotel Yamato adalah insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda atau disebut het vlag incident. Insiden Hotel Yamato di latar belakangi oleh amarah masyarakat Surabaya, yang tidak terima terhadap pengibaran bendera Belanda di atas hotel tersebut.

    Pasalnya, pengibaran bendera Belanda itu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus, tepat beberapa bulan yang lalu.

    Mengutip buku Sejarah Indonesia Kelas XI Kemdikbud oleh Sardiman AM dan Amurwani Dwi Lestariningsih, ketika di Surabaya, orang-orang Inggris dan Belanda yang berhubungan dengan Jepang menginap di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman Belanda.

    Pada 19 September 1945, seorang bernama Mr. Ploegman dibantu kawan-kawannya mengibarkan bendera Belanda berwana merah, putih, biru di atap menara Hotel Yamato.

    Dikutip dari buku Surabaya di Mana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu? karya Ady Setyawan, pada pukul 09.00 WIB bendera Belanda itu dikibarkan. Aksi ini kemudian mengundang arek-arek Suroboyo berkumpul di depan hotel.

    Ada beberapa pemuda yang berhasil memanjat atap hotel dan menurunkan bendera merah putih biru, kemudian merobek bagian warna birunya. Kusno Wibowo dan Onny Manuhutu adalah tokoh pemuda yang merobek bendera Belanda di Hotel Yamato.

    Setelah warna biru bendera Belanda dirobek, bendera tersebut dikibarkan kembali sebagai bendera dengan warna merah putih. Dengan berkibarnya bendera Sang Merah-Putih, para pemuda Surabaya satu per satu meninggalkan Hotel Yamato dengan penuh semangat dan menjaga kewaspadaan.

    Dampak insiden di Hotel Yamato melatar belakangi berbagai pertempuran di Surabaya, termasuk penyebab terjadinya “Pertempuran Surabaya”.

    Sejarah dan Kondisi Terkini Hotel Majapahit Surabaya

    Hotel Majapahit dibangun oleh Sarkies Family atau Sarkies Brothers pada tahun 1910. Awalnya, hotel ini dikenal sebagai “Hotel Oranje atau Hotel Oranye.

    Saat Jepang menjajah dan menguasai Indonesia, nama hotel ini berganti menjadi Hotel Yamato. Kala itu, hotel ini juga digunakan head porter atau base camp saat pertempuran.

    Kemudian sekitar tahun 1969, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

    hotel majapahit surabayaHotel Majapahit Surabaya. (Deny Prastyo Utomo)

    Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya, menyebut bahwa pada 10 September 1945, hotel ini sempat bernama Merdeka.

    “Tahun 1945 sampai 1946 berganti Lucas Martin Sarkies yakni kembali pada keluarga pendiri, tahun 1969 dijual ke Men Trust Holding. Nah, sampai sekarang, namanya tetap, yakni Hotel Majapahit,” ujar Benny kepada detikJatim, pada (23/04/2022) lalu.

    Tim detikJatim pernah diajak berkeliling di hotel bersejarah yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar ini.

    Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikcom)

    Terlihat pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh. Namun, tetap ada tambahan, seperti beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

    Hotel MajapahitHotel Majapahit. (Lena Ellitan/dtravelers)

    Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, menyebut salah satu satu bukti keaslian bangunan terlihat dari ubin marmer yang diimpor langsung dari Belanda.

    Menurutnya, selain untuk menjaga keaslian hal tersebut juga jadi karakter bagi bagunan vintage Majapahit.

    Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

    Penamaan Majapahit sendiri bukan diambil asal-asalan. Nama ini diambil karena sejalan dengan visi misi Kerajaan Majapahit, yang jadi salah satu kerajaan jaya dan tertua pada eranya. Maka dari itu, Majapahit dipakai dengan harapan seperti namanya.

    Hotel Majapahit ini juga telah mengalami beberapa kali perombakan kepemilikan, nama, hingga peremajaan. Tapi, tidak demikian dengan keorisinilan bangunan secara keseluruhan.

    Lokasi Hotel Majapahit Surabaya

    Hotel Majapahit Surabaya beralamat di Jalan Tunjungan Nomor 65, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Lokasi hotel ini juga sangat strategis, yakni di jantung kota Surabaya.

    Fasilitas Hotel Majapahit Surabaya

    Hotel Majapahit adalah hotel bintang 5 berkelas internasional dengan fasilitas yang lengkap. Menariknya, hotel ini masih mempertahankan beberapa elemen klasik era kolonial.

    Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya.Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya. (dok. Instagram @hotelmajapahitsby)

    Tidak hanya memberikan suasana yang kaya akan sejarah, namun tetap menawarkan kenyamanan modern. Hotel Majapahit memiliki sekitar 139 kamar.

    Berikut adalah fasilitas yang ada di Hotel majapahit Surabaya:

    • Kolam renang
    • Restoran
    • Tempat parkir
    • Pusat kebugaran
    • Ruangan ber AC
    • Room service
    • Akses untuk kursi roda
    • Sarapan (breakfast)
    • Spa
    • Bar
    • Area hijau
    • Piano dan meja biliar
    • Area bermain anak-anak
    • Bak mandi air panas/Whirlpool
    • Tempat untuk pernikahan dan ruang pertemuan
    • Wifi gratis.

    Mengingat hotel ini jadi tempat bersejarah, makna setiap ada event sejarah kemerdekaan tahunan yang biasa diselenggarakan. Di antaranya peringatan perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada bulan September, dan Parade Surabaya Juang di bulan November.

    Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya (Aprilia Devi)

    Dari catatan detikJatim, teatrikal yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda tentang sejarah Kota Pahlawan.

    Acara-acara tersebut juga termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November yang telah rutin digelar sejak tahun 2009. Hotel ini juga masih digandrungi para wisatawan lokal maupun internasional.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berencana Road Trip di Musim Hujan? Simak Tips Ini agar Tetap Aman!



    Jakarta

    Libur Natal dan Tahun Baru bisa dimanfaatkan untuk road trip bersama keluarga. Namun, karena musim hujan mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia, pengendara mobil perlu ekstra hati-hati.

    PT Bridgestone Tire Indonesia membagikan beberapa tips yang dapat ‘dicontek’ oleh detikers untuk tetap aman selama berkendara di musim hujan. Menurut pabrikan ban asal Jepang ini, setidaknya ada tiga poin yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan.

    Periksa dan Pastikan Tekanan Angin Ideal

    Cara paling sederhana untuk menjaga keselamatan adalah dengan mengecek tekanan angin ban mobil secara berkala dan memastikannya sesuai dengan tekanan ideal. Umumnya, informasi tekanan angin ban standar pabrik ditempel di dekat pintu pengendara. Jika tidak ada, maka pengendara perlu memeriksa buku manual.


    Periksa Ketinggian Kembang Ban

    Ban mobil memiliki batas usia pakai. Cara mudah untuk mengetahui apakah ban masih layak digunakan adalah dengan memeriksa ketinggian kembang melalui Tread Wear Indicator (TWI). Indikator ini biasanya berada di tengah alur ban dengan bentuk yang mudah dikenali.

    Spooring dan Balancing Sebelum Berkendara

    Spooring dan balancing merupakan perawatan rutin yang penting untuk dilakukan. Bridgestone Indonesia mengklaim prosedur ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kendaraan dan mengurangi getaran selama perjalanan.

    Selain tiga hal tadi, Deputy Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano, menekankan pentingnya perawatan ban sebagai komponen vital, terutama di musim hujan.

    “Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan. Dengan permukaan kontak yang setara dengan telapak tangan, ban harus mampu menahan beban kendaraan, mendukung akselerasi, manuver, dan pengereman. Karena itu, perawatan ban menjadi sangat penting, terutama saat berkendara di musim hujan,” ujar Fisa dalam siaran pers yang diterima detikOto.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Main Salju Ala Jepang di Trans Snow World Bintaro, Ada The Frosty Parade Juga



    Tangerang Selatan

    Bingung memilih tempat liburan akhir tahun? Langsung ke Trans Snow World Bintaro saja ! Trans Snow World akan mengajak pengunjung untuk menikmati keseruan liburan musim dingin ala Jepang!

    Trans Snow World Bintaro yang terletak di Trans Park Mall Bintaro, menghadirkan beragam keseruan liburan musim dingin mulai dari bermain salju, naik kereta gantung, hingga mencoba keseruan bermain ski di area yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman musim dingin seperti di negeri Sakura.

    The Frosty Parade: Keseruan Khusus Natal dan Tahun Baru

    Khusus liburan Natal dan Tahun Baru, Trans Snow World menghadirkan The Frosty Parade. Kamu bisa menikmati parade ikonik bersama snowman, beruang kutub, penguin, rusa kutub, hingga mammoth. Parade ini berlangsung setiap hari pada pukul 14.00 WIB dan 17.00 WIB hingga 5 Januari 2024.


    Bermain Ski dan Wahana Seru Lainnya

    Ingin mencoba bermain ski di area Jabodetabek? Trans Snow World adalah tempatnya! Nggak perlu khawatir kalau belum pernah mencoba, karena ada instruktur yang siap membimbingmu.

    Perlengkapan bermain ski pun sudah disediakan. Kamu hanya perlu membawa pakaian hangat dan nyaman, lalu nikmati sensasi meluncur di atas salju. Selain ski, ada juga wahana Chairlift, di mana kamu bisa menikmati pemandangan salju dari ketinggian.

    Mau yang lebih seru? Coba meluncur dengan Snow Tube atau Sledge, baik sendiri maupun bersama pasangan. Jangan lupa juga merasakan sensasi turunnya salju langsung di atas kepala di area Little Mountain!

    Trans Snow World Bintaro resmi dibuka untuk umum hari ini, Sabtu (21/12). Anak-anak pun mulai ramaikan wahana itu untuk mengisi akhir pekan dengan bermain salju.Trans Snow World Bintaro Foto: Agung Pambudhy

    Harga Tiket dan Promo Spesial

    Selama periode peak season (20 Desember 2024 – 5 Januari 2025), kamu bisa menikmati semua wahana dengan tiket masuk seharga Rp155.000 untuk 2 jam bermain. Tiket ini sudah termasuk sepatu salju dan akses ke Chairlift.

    Ada juga promo spesial paket Hampers! Dengan Rp760.000, kamu mendapatkan tiket masuk untuk 4 orang lengkap dengan hampers. Promo ini cocok banget buat kamu yang ingin liburan bareng keluarga atau sahabat.

    Pembelian tiket bisa dilakukan melalui website resmi di www.transentertainment.com. Untuk informasi terbaru, kamu juga bisa cek Instagram @transsnowworld.bintaro. Selama periode peak season, Trans Snow World Bintaro buka setiap hari pukul 10.00 – 20.00 WIB.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, wujudkan liburan akhir tahun impianmu di Trans Snow World Bintaro. Suasana musim dingin ala Jepang sudah menantimu!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Penampakan Gedung Tempat Orang Majalengka Dihukum Gantung



    Majalengka

    Ada satu gedung bersejarah di Majalengka. Gedung itu bernama Gedung Juang, di sini lah orang-orang dijatuhi hukuman gantung pada zaman kolonial Belanda.

    Kabupaten Majalengka menyimpan banyak tempat bersejarah. Salah satunya adalah Gedung Juang. Lokasinya berada di kawasan kantor DPRD Majalengka. Gedung ini memiliki peran penting pada masa penjajahan Belanda.

    “Gedung Juang Majalengka dibangun sekitar tahun 1860-an pada zaman pemerintahan kolonial Belanda, dibangun bersamaan dengan pendopo,” kata penikmat sejarah sekaligus Ketua Yayasan Galur Rumpaka Majalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana atau akrab disapa Naro, Senin (10/3/2025).


    Menurut Naro, gedung ini dibangun sebagai kantor Asisten Residen Keresidenan Cirebon. Oleh karena itu, dulunya, gedung ini dikenal sebagai gedung AR (Asisten Residen).

    “Gedung Juang adalah kantor sekaligus rumah dinas Asisten Residen. Kantor ini adalah tempat berkantornya sekaligus rumah dinas dari Asisten Residen sebagai perwakilan Residen Cirebon yang ditempatkan di Majalengka,” jelas Naro.

    “Pada 1860, Asisten Residen Majalengka yang pertama ditugaskan adalah J.J Meider. Saat itu, Residen Cirebon dipegang oleh Kein Van Der Poll,” sambungnya.

    Gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan. Namun juga dikenal sebagai tempat eksekusi bagi para pribumi yang dianggap melawan pemerintahan Belanda.

    “Gedung asisten residen, katanya, kata orang tua dulu itu sebagai landraad, atau tempat mengeluarkan hukuman atau melakukan eksekusi,” ujar Naro.

    Di masa itu, hukuman gantung sering dilakukan di depan gedung ini sebagai peringatan bagi masyarakat.

    “Banyak orang yang digantung di depan di situ. Pengeksekusian itu hukum digantung. Orang-orang pribumi yang bersalah ya digantung di situ,” ucap Naro.

    Selain menjadi simbol kekuasaan kolonial, Gedung Juang juga menjadi saksi perjuangan rakyat Majalengka. Di masa perang kemerdekaan tahun 1945, gedung ini sempat diduduki oleh para pejuang Majalengka, meskipun akhirnya kembali direbut oleh Belanda.

    “Memasuki pendudukan tentara Jepang, kemudian beralih lagi masa agresi militer Balenda, banyak pejuang Majalengka yang tertangkap dan mengalami penyiksaan berat di Gedung AR (atau Gedung Juang). Bahkan para pejuang yang dieksekusi tak tahu rimbanya, makamnya di mana,” beber Naro.

    Gedung Ini Nyaris Hancur Dibom Jepang

    Bahkan, pada masa penjajahan Jepang, gedung ini hampir dihancurkan oleh bom. Namun bom tersebut tidak meledak.

    “Waktu zaman Jepang itu pernah mau dibom, dihancurkan. Cuman katanya si bomnya mati. Alhamdulillah selamat sampai sekarang,” tutur Naro.

    Singkat cerita pada tahun 1945, gedung ini dijadikan Kantor Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID), yang berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

    Sebelumnya, lembaga ini dikenal sebagai Regenscaftraad dan College van Gecomitterden, yang dibentuk oleh Bupati Majalengka RMAA Suriatanudibrata, yang menjabat dari tahun 1922-1944.

    Tidak berhenti di situ, gedung tersebut juga menjadi basis penting saat pasukan gerilya Indonesia kembali dari perlawanan di pegunungan pada tahun 1949.

    Gedung ini kemudian menjadi markas bagi Komando Militer Distrik (KMD), yang dipimpin oleh Lettu M. Challil. Gedung ini juga lalu berubah menjadi PDM (Pos Distrik Militer).

    “Setelah pasukan gerilya kembali turun gunung dan menempati pos pertahanan di Majalengka, tahun 1949 di Gedung AR berdiri KMK/KMD yang dipimpin oleh Lettu M. Challil, yang kemudian berganti PDM. Dan sekarang markas TNI itu menjadi Kodim 0617 Majalengka yang bermarkas di Tonjong,” ucapnya.

    Gedung ini, kini masih berdiri sebagai pengingat sejarah kelam penjajahan, serta simbol perjuangan rakyat Majalengka yang tak pernah padam. Gedung Juang saat ini masih digunakan sebagai kantor beberapa organisasi, seperti PEPABRI, FKPPI, PP Polri, PPAD, PPM dan Grumala.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dulu Perumahan Elite Karyawan Bengkel Kereta, Kini Sepi dan Mencekam



    Medan

    Dahulu, tempat ini adalah perumahan elite milik karyawan bengkel kereta zaman Belanda di Medan. Namun kini, kondisinya sangat sepi dan mencekam.

    Sepi dan mencekam adalah kesan pertama yang terlintas saat menapaki kaki di Jalan Bundaran, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

    Padahal saat itu matahari baru sedikit condong ke arah Barat. Sejumlah rumah besar berlantai 2 tegak berdiri di areal Jalan Bundar tersebut. Rumah-rumah bernuansa kolonial Belanda itu terlihat kusam dan tidak terawat.


    Ada juga rumah yang sudah hancur, tinggal dindingnya saja. Kondisi jalan yang tidak diaspal dan becek, ternyata sudah tidak bisa dilalui kendaraan lagi karena tertutup semak belukar.

    Sesuai namanya, Jalan Bundar berbentuk bundar. Jika ingin menyusuri semua sisi, kita harus masuk dari Jalan Pertahanan dan dari Jalan Bengkel/Jalan Lampu.

    Kondisi rumah mewah di masanya itu sudah seperti tidak terurus. Di sekitar rumah yang tidak habis dihitung dengan jari itu terlihat banyak tumbuh rumput maupun pohon yang menambah kesan horor.

    Selain itu, terdapat juga rumah-rumah yang berukuran kecil yang dari kondisinya juga sudah berumur. Rumah-rumah kecil itu seperti komplek perumahan yang tersusun seperti satu blok.

    Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

    Dari rumah yang ada, PT KAI terlihat memiliki satu bangunan di lokasi itu yang diberi Mes Bundar. Mes itu berada di antara Jalan Bundar dengan Jalan Bengkel dan dirawat dengan baik.

    Di sekitar lokasi, terdapat menara air yang cukup besar. Konon menara air tersebut digunakan sebagai penampungan air bagi perumahan karyawan bengkel kereta api di masa lalu dan saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.

    Menurut warga sekitar, Yusuf (63), rumah-rumah di sana sudah lapuk dan kemudian ambruk. Yusuf sendiri telah tinggal selama 40 tahun di salah satu pintu masuk ke Jalan Bundar.

    “Iya hancur, lapuk tumbang,” kata Yusuf.

    Banyak rumah di lokasi itu sudah tidak ditempati lagi. Yusuf tidak tahu pasti berapa jumlah rumah peninggalan kolonial Belanda di areal itu.

    “Kera (hitung) aja, yang besar-besar itu, di depan ada, di sana ada,” ucapnya.

    Penjelasan Sejarawan

    Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU) M Azis Rizky Lubis mengatakan jika keberadaan perumahan elit itu awalnya diperuntukkan bagi karyawan bengkel kereta api yang ada di sekitar lokasi pada zaman kolonial Belanda.

    Namun, pembangunannya tidak bersamaan dengan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij terbentuk di tahun 1886.

    “Jadi memang keberadaan komplek perumahan itu tidak terlepas dari pembangunan kereta api di Kota Medan, tetapi bukan berarti ketika saat Deli Maatschappij kemudian membentuk anak perusahaan namanya Deli Spoorweg Matschappij itu (perumahan) langsung di bangun,” kata M Azis Rizky Lubis.

    Rel kereta api yang menghubungkan Medan dengan Labuhan sendiri dibangun 1886. Namun komplek perumahan di Jalan Bundar baru dibangun pada 1919 saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

    “Ketika pembangunan jalan kereta api pertama dari Medan ke Labuhan, itu pun belum ada lokasi, itu dia dibangun seiring dengan pembentukan bengkel kereta api di tahun 1919 atau dalam bahasa Belanda itu werkplaats,” ucapnya.

    Bengkel kereta api tersebut hingga saat ini masih beroperasi dan diberi nama Balai Yasa KAI Pulubrayan. Keberhasilan komplek perumahan bengkel itu disebut juga diperuntukkan bagi sekolah yang ingin mengunjungi bengkel kereta api di lokasi di masa lampau.

    Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

    “Sehingga perumahan itu dibangun untuk karyawan-karyawan termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung ke situ,” ujarnya.

    Di sekitar komplek perumahan bagi karyawan bengkel kereta api, ada juga beberapa komplek elit bagi orang Eropa. Sebab daerah itu disebut berdekatan dengan perkebunan Helvetia.

    “Di sekeliling itu juga ada komplek-komplek perumahan lain yang pada umumnya didiami oleh orang Eropa, sehingga dapat dikatakan jugalah Brayan itu termasuk kawasan yang cukup elit, karena tidak jauh dari situ kan ada perkebunan Helvetia,” ujarnya.

    Saat Jepang menduduki Indonesia, orang Eropa menjadi areal perumahan itu sebagai camp mengungsi. Alasannya selain karena daerah perumahan orang Eropa, lokasi itu juga dengan pelabuhan di Belawan.

    “Kenapa mereka memilih basecamp-nya di situ karena di situ memang salah satu populasi orang Eropa selain yang di Polonia, karena aksesnya juga lebih dekat ke Belawan,” tuturnya.

    Di awal pembangunan rel kereta api Medan-Labuhan tahun 1886, belum ada stasiun di Pulo Brayan. Saat itu masih ada semacam halte bukan stasiun seperti saat ini.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Mudah Merawat Helm Mahal Arai, Biar Tidak Cepat Rusak



    Jakarta

    Helm premium seperti Arai dikenal bukan hanya soal keamanan, tapi juga prestise bagi para penggunanya. Tak heran, harga helm asal Jepang ini bisa tembus jutaan rupiah, hingga puluhan juta rupiah. Dengan banderol relatif mahal, apakah helm Arai bisa dirawat dengan mudah?

    Menurut Sales & Distribution Manager Prime Gears, Arief R. B, perawatan helm Arai sebenarnya tak sulit, asal dilakukan dengan cara yang benar. Bagian yang paling penting diperhatikan adalah inner helm, karena ini terkait dengan kenyamanan.

    “Perawatannya dicuci kayak biasa. Bagian inner-nya kan bisa dicopot. Bagian busa (gabus) dan bagian kain untuk yang cheek pad bisa dilepas. Kain di cheek pad bisa dicuci. Tapi bagian busanya kalau bisa jangan dicuci. Karena kalau kena deterjen dan air umurnya lebih gampang cepat berkurang,” ujar Arief kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/8/2025).


    “Untuk busanya, sebenarnya dijemur, biasa aja. Atau tinggal semprot-semprot, semprot pakai disinfektan. Dilarang keras pakai sabun yang ada deterjennya,” tambah Arief.

    Selain itu, proses pengeringan juga tidak boleh sembarangan. Helm sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari, melainkan cukup diangin-anginkan agar tidak merusak material. Kata Arief, tak ada panduan yang pasti soal interval pencucian helm. Kata dia, helm bisa dicuci jika sudah tak terasa nyaman digunakan.

    “Sebenarnya kalau udah terasa kayak nggak nyaman dipakai, bau tidak enak karena pemakaian dan kena keringat, ya langsung saja dicuci. Jadi sebenarnya nggak ada ketentuan. Tapi ya jangan terlalu sering juga nyucinya ya,” sambung Arief. Untuk menjaga kenyamanan, helm juga boleh disemprot parfum khusus yang pakai water based.

    Setelah dicuci bersih, jangan lupa untuk menyimpannya juga secara benar. Menurut Winaldi selaku bagian technical Prime Gears, helm Arai tidak harus disimpan di tempat khusus seperti lemari kaca. Yang terpenting adalah, helm harus disematkan silica gel untuk mengurangi kelembapan.

    “Yang penting kalau habis dipakai atau dicuci, keringkan dulu. Di angin-anginin. Sudah kering, langsung disimpan saja. Suhu ruangan juga ngaruh ya lembap. Enak sih pakai silica gel, buat mengurangi kelembapan. Silica gelnya juga harus sering diganti ya. Untuk tempat penyimpanan, di lemari biasa juga nggak apa-apa, nggak harus lemari kaca,” bilang Winaldi dalam kesempatan yang sama.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com