Tag: jepang

  • Raksasa E-commerce Jepang Mercari, Tambahkan XRP ke Layanannya

    Mercari, salah satu platform e-commerce terbesar di Jepang, kini resmi menghadirkan fitur perdagangan XRP melalui aplikasi pertukaran kripto miliknya, Mercoin.

    Dalam siaran pers resminya, Mercari menyatakan bahwa pengguna kini dapat membeli altcoin seperti XRP menggunakan saldo Merpay, poin Mercari, maupun transfer bank langsung.

    Ekspansi Kripto Mercari Terus Berlanjut

    Dilaporkan Cryptonews, langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya ekspansi kripto perusahaan, yang sebelumnya telah menghadirkan fitur perdagangan Ethereum (ETH) kurang dari satu tahun lalu. Sementara itu, perdagangan Bitcoin (BTC) di Mercoin telah tersedia sejak Maret 2023.

    Mercari mencatatkan pencapaian signifikan pada akhir tahun lalu dengan lebih dari 3 juta pengguna yang telah memanfaatkan layanan kripto mereka. Perusahaan juga mengklaim sebagai platform dengan jumlah pembukaan dompet kripto baru tertinggi di antara bursa kripto domestik.

    Penambahan XRP ke dalam layanan Mercoin dilakukan pada 24 April 2025, dan pengguna bisa mulai bertransaksi hanya dengan setoran awal sebesar 1 yen (sekitar $0,007). Menariknya, sekitar 90% pengguna Mercoin disebut merupakan investor kripto pemula.

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Persetujuan ETF XRP Diprediksi Akan Dorong Harga ke Level Tertinggi

    Strategi Kampanye dan Aktivasi Pengguna

    Mercari juga mengisyaratkan akan menyelenggarakan berbagai kampanye dan acara khusus bertema XRP dalam waktu dekat, guna meningkatkan popularitas XRP di kalangan masyarakat Jepang. Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan komitmen untuk menjadikan XRP sebagai aset digital yang lebih dikenal luas.

    Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, Mercoin menggelar kampanye undangan yang memberikan insentif Bitcoin senilai 200 yen bagi pengguna yang berhasil mengajak teman atau kerabat untuk bergabung. Tidak ada batasan jumlah undangan dalam kampanye ini, yang berlangsung selama empat minggu.

    Ekspansi Bisnis Mercari yang Lebih Luas

    Mercari juga tengah memperluas cakupan bisnisnya. Pada Maret lalu, diumumkan bahwa perusahaan game Jepang, Gumi, yang memiliki hubungan dengan Mercari, akan membagikan hadiah Bitcoin senilai $106.000 kepada para pemegang sahamnya. Selain itu, pada bulan yang sama, Mercari menyatakan akan memasuki sektor telekomunikasi seluler, menunjukkan ambisi mereka untuk terus berkembang melampaui bisnis e-commerce.

    Dengan lebih dari 23 juta pengguna aktif bulanan, Mercari menunjukkan keseriusan dalam menjadikan platformnya sebagai pintu masuk utama bagi masyarakat Jepang menuju dunia kripto.

    Baca juga: Lonjakan 32% Open Interest Futures XRP: Sinyal Bullish atau Bearish?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Japan FSA Pertimbangkan Bitcoin sebagai Produk Keuangan

    Badan Layanan Keuangan Jepang (Japan FSA) sedang mempertimbangkan regulasi baru yang dapat mengubah status Bitcoin menjadi produk keuangan yang setara dengan surat berharga.

    Bitcoin Dipertimbangkan Sebagai Produk Keuangan

    Berdasarkan informasi dari Nikkei, FSA Jepang sedang mengkaji regulasi baru untuk menjadikan Bitcoin sebagai produk keuangan resmi.

    • Setara dengan surat berharga: Dengan status baru ini, aset kripto akan mendapatkan perlakuan serupa dengan instrumen investasi lainnya.
    • Pengungkapan informasi lebih transparan: Regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi bagi investor agar lebih terlindungi.

    Pertimbangan Pajak Baru untuk Bitcoin

    Japan FSA juga berencana menerapkan pemotongan pajak untuk investasi Bitcoin.

    • Pajak turun dari 55% ke 20%: Perubahan ini akan mendorong lebih banyak investor untuk memasuki pasar kripto.
    • Meningkatkan daya saing Jepang: Dengan pajak yang lebih rendah, Jepang berupaya menjadi pusat investasi aset digital.

    Persetujuan ETF Bitcoin Spot

    Japan FSA sedang mempertimbangkan untuk mencabut larangan pada dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis Bitcoin spot.

    • Meningkatkan adopsi Bitcoin: ETF Bitcoin spot akan mempermudah investor institusional untuk terlibat dalam aset kripto.
    • Rencana diumumkan pada Juni: Sistem regulasi baru diharapkan diumumkan pada pertengahan tahun 2025 dengan target penerapan di 2026.

    Baca juga: Tren Bitcoin 10-14 Februari 2025: Tetap Fokus Balik Modal By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. 





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Naikkan Suku Bunga Tertinggi 30 Tahun, Bitcoin Terancam

    Bitcoin berpotensi menghadapi tekanan besar seiring rencana Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan 18–19 Desember 2025. Kenaikan ini diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam hampir 30 tahun terakhir dan berisiko memicu gejolak di pasar aset berisiko global, termasuk kripto.

    Pasar memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga dari 0,5% menjadi sekitar 0,75%. Kebijakan tersebut diambil untuk merespons tekanan inflasi domestik dan pelemahan nilai tukar yen. Meski berfokus pada kondisi ekonomi Jepang, dampaknya diprediksi meluas ke pasar keuangan global.

    Risiko Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu risiko utama bagi Bitcoin berasal dari potensi berakhirnya yen carry trade, strategi lama di mana investor meminjam yen dengan bunga rendah untuk diinvestasikan ke aset berimbal hasil lebih tinggi seperti saham teknologi, pasar negara berkembang, dan kripto. Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman meningkat, sehingga investor cenderung menutup posisi dan menjual aset berisiko.

    Pengetatan likuiditas akibat pembongkaran carry trade dapat menjadikan Bitcoin sebagai sumber likuiditas, bukan aset lindung nilai. Kondisi ini berpotensi melemahkan daya beli global dan meningkatkan volatilitas, terutama di sektor spekulatif.

    Selain itu, penguatan yen sering kali diartikan sebagai sinyal “risk-off” di pasar global. Dalam situasi tersebut, investor biasanya mengurangi eksposur terhadap aset volatil, termasuk kripto. Bitcoin dikenal sensitif terhadap arus likuiditas global, sehingga penguatan yen dapat menghilangkan salah satu faktor pendukung utama reli kripto dalam beberapa tahun terakhir.

    Secara historis, reaksi Bitcoin terhadap kebijakan BoJ cenderung tajam. Pada Juli 2024, ketika BoJ terakhir kali menaikkan suku bunga menjadi 0,5%, harga Bitcoin tercatat turun signifikan pada awal Agustus seiring menguatnya yen dan mengetatnya pasar pendanaan Jepang.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di Level $90.289, Pasar Masuk Fase Konsolidasi

    Faktor Kunci Bank of Japan

    Meski pasar telah memperhitungkan kenaikan 0,25%, perhatian investor kini tertuju pada dua faktor kunci. Pertama, panduan ke depan (forward guidance) dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda. Sinyal mengenai kenaikan lanjutan atau normalisasi kebijakan yang lebih cepat berpotensi memicu reaksi cepat di pasar global. Kedua, pergerakan nilai tukar yen. Apresiasi yen yang tajam sering menjadi indikator awal pembongkaran carry trade.

    Sejumlah analis menilai sebagian investor telah mengurangi risiko menjelang pertemuan BoJ, sehingga dampak langsung mungkin lebih terbatas. Namun, risiko pergerakan tajam tetap terbuka, terutama jika pernyataan BoJ lebih agresif dari perkiraan.

    Kebijakan BoJ ini juga terjadi di tengah dinamika global yang kompleks, ketika bank sentral Amerika Serikat diperkirakan bersiap memasuki siklus pemangkasan suku bunga pada 2026. Perbedaan arah kebijakan moneter tersebut berpotensi menciptakan tekanan tambahan bagi pasar kripto dalam jangka pendek.

    Baca juga: Lonjakan 32% Open Interest Futures XRP: Sinyal Bullish atau Bearish?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

    Tiga perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, yakni Nomura, Daiwa Securities, dan SMBC Nikko Securities, dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran bursa kripto domestik.

    Langkah ini beriringan dengan rencana regulator Jepang untuk mengubah status Bitcoin menjadi produk investasi serta memangkas pajak kripto agar setara dengan saham.

    Coin-Turk melaporkan, kebijakan tersebut digodok oleh Financial Services Agency (FSA), yang tengah merancang reformasi besar dalam kerangka regulasi aset digital Jepang.

    Baca Juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Bitcoin Tak Lagi Sekadar Alat Bayar

    Selama ini, Bitcoin di Jepang dikategorikan sebagai alat pembayaran. Namun, perubahan regulasi yang sedang dirancang akan mengklasifikasikannya sebagai produk investasi.

    Pergeseran ini dinilai krusial karena menempatkan kripto dalam rezim hukum pasar modal yang lebih mapan dan terstruktur.

    Dengan status baru tersebut, Bitcoin akan diperlakukan lebih mirip dengan saham atau obligasi, membuka peluang bagi produk investasi baru seperti reksa dana atau bahkan ETF kripto di masa depan.

    Langkah ini sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi investor institusional yang selama ini menunggu kejelasan regulasi sebelum masuk lebih dalam ke pasar aset digital Jepang.

    Pajak Kripto Turun Drastis

    Reformasi lain yang tak kalah penting adalah pemangkasan tarif pajak kripto. Saat ini, pajak atas keuntungan kripto di Jepang bisa mencapai 55%, jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas ekuitas.

    Pemerintah berencana memangkas tarif tersebut menjadi sekitar 20%, setara dengan pajak saham. Jika terealisasi, kebijakan ini akan membuat Jepang jauh lebih kompetitif dibandingkan yurisdiksi lain di Asia.

    Penurunan pajak dinilai sebagai insentif kuat untuk menarik kembali investor domestik yang sebelumnya memilih memindahkan aktivitas perdagangan ke luar negeri demi efisiensi pajak.

    2026 Dicanangkan sebagai “Digital Year”

    Tim Research Tokocrypto melihat reformasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

    “Tahun 2026 dicanangkan sebagai ‘Digital Year’ di Jepang. Perubahan klasifikasi aset dan insentif pajak adalah katalis besar bagi masuknya modal institusional dan potensi peluncuran ETF kripto spot pada 2028. Jepang sedang bertransformasi dari pasar spekulatif murni menjadi ekosistem keuangan digital yang terintegrasi secara struktural,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Merujuk pada analisis tersebut, reformasi ini bukan sekadar respons terhadap tren global, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Jepang dalam ekonomi digital.

    Jalan Menuju ETF Kripto Spot

    Dengan klasifikasi baru sebagai produk investasi dan struktur pajak yang kompetitif, peluang peluncuran ETF kripto spot pada 2028 semakin realistis.

    ETF spot akan memungkinkan investor institusional berpartisipasi tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

    Jika terealisasi, Jepang berpotensi mengikuti jejak negara-negara yang telah lebih dulu menyetujui ETF kripto, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi teknologi.

    Transformasi Ekosistem Keuangan Jepang

    Masuknya Nomura, Daiwa, dan SMBC Nikko ke sektor bursa kripto juga menunjukkan perubahan sikap industri keuangan tradisional terhadap aset digital.

    Keterlibatan institusi besar membawa standar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang lebih tinggi.

    Transformasi ini berpotensi menggeser citra pasar kripto Jepang dari dominasi spekulasi ritel menjadi ekosistem yang lebih matang dan berbasis institusi.

    Jika seluruh reformasi berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menjadi model integrasi aset digital dalam sistem keuangan tradisional secara struktural dan berkelanjutan.

    Baca Juga: CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

    Rencana peluncuran bursa kripto oleh tiga raksasa sekuritas Jepang, perubahan klasifikasi Bitcoin menjadi produk investasi, serta pemangkasan pajak kripto menjadi 20% menjadi sinyal kuat transformasi industri aset digital di Jepang.

    Dengan 2026 sebagai “Digital Year”, Jepang tampaknya serius membangun fondasi regulasi yang solid untuk menarik modal institusional dan memperkuat posisinya dalam peta kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Pasar keuangan global tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah yen Jepang mencatat pergerakan terbesar dalam enam bulan terakhir. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang, berpotensi dengan dukungan Amerika Serikat melalui Federal Reserve (Fed), tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menstabilkan mata uang tersebut.

    Pergerakan tajam yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan adanya pergerakan nilai tukar yang dinilai “tidak normal”. Pernyataan itu mendorong pasangan dolar AS terhadap yen (USD/JPY) turun drastis dari hampir menyentuh level 160 ke sekitar 155,6 per dolar AS. Level tersebut menjadi penguatan harian terbesar yen sejak Agustus dan posisi terkuat sepanjang 2026.

    Sikap Pelaku Pasar Kripto

    Pelaku pasar mencatat bahwa posisi short terhadap yen saat ini berada di level tertinggi dalam satu dekade. Kondisi ini meningkatkan risiko gejolak pasar apabila yen kembali melemah. Pengamat pasar Walter Bloomberg menyebut bahwa dengan tekanan politik dan agenda pemilu yang mendekat, otoritas Jepang tampak semakin siap untuk bertindak.

    Spekulasi intervensi semakin menguat setelah muncul laporan bahwa New York Fed menghubungi sejumlah bank besar. Langkah tersebut secara historis kerap menjadi sinyal awal koordinasi aksi di pasar valuta asing antara Amerika Serikat dan Jepang.

    Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

    Sejarah menunjukkan bahwa intervensi bersama kedua negara dapat berdampak signifikan. Kesepakatan Plaza Accord pada 1985 dan aksi bersama saat Krisis Keuangan Asia 1998 terbukti mampu menstabilkan yen, melemahkan dolar AS, serta mendorong reli aset global.

    Dilaporkan BeInCrypto, analis menilai, jika intervensi kembali dilakukan secara terkoordinasi, dampaknya bisa menyerupai kondisi pasca-krisis 2008, yakni peningkatan likuiditas global. CFA Michael Gayed menilai bahwa intervensi sepihak oleh Jepang berisiko memaksa Bank of Japan menjual obligasi pemerintah AS untuk memperoleh dolar, yang berpotensi mengguncang pasar utang global. Sebaliknya, kerja sama dengan Fed dapat menekan risiko tersebut dengan melemahkan dolar secara terkontrol.

    Pelemahan dolar dinilai akan meningkatkan likuiditas global dan menguntungkan berbagai kelas aset, termasuk saham, komoditas, dan kripto. Bitcoin disebut memiliki korelasi positif yang kuat dengan yen serta hubungan terbalik dengan dolar AS, sehingga berpotensi mengalami repricing signifikan jika dolar melemah.

    Analisis Pasar

    Namun, analis juga mengingatkan adanya risiko volatilitas jangka pendek. Penguatan yen berpotensi memicu pembongkaran posisi carry trade berbasis yen. Sebagai contoh, pada Agustus 2024, kenaikan suku bunga kecil oleh Bank of Japan sempat memperkuat yen dan memicu aksi jual kripto senilai sekitar US$15 miliar dalam enam hari, dengan harga Bitcoin anjlok dari US$64.000 ke US$49.000.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, jika AS dan Jepang melakukan intervensi bersama dengan menjual Dolar untuk membeli Yen, ini secara efektif membanjiri pasar dengan likuiditas Dolar dan melemahkan indeks Dolar (DXY). Dolar yang lemah dan likuiditas global yang melimpah adalah bahan bakar utama untuk bull market kripto dan saham.

    Selain kripto, risiko juga membayangi pasar obligasi. Tekanan pada pasar obligasi pemerintah Jepang dikhawatirkan dapat merembet ke US Treasury dan memengaruhi suku bunga global serta arus aset safe haven.

    Meski demikian, sejumlah analis melihat kondisi ini sebagai setup yang berisiko namun berpotensi bullish secara historis. Jika Fed dan Jepang benar-benar bertindak bersama, pasar global berpeluang mencatat reli luas dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun fase penyesuaian jangka pendek diperkirakan tetap penuh gejolak.

    Perkembangan yen kini menjadi sorotan utama pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena dampaknya diyakini tidak hanya akan menentukan arah dolar dan yen, tetapi juga membentuk salah satu konfigurasi makroekonomi paling penting tahun ini.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Siap Buka Pintu ETF Kripto, Investor Global Diminta Bersabar

    Jepang dilaporkan akan menyetujui peluncuran exchange-traded fund (ETF) kripto pertamanya pada 2028. Informasi ini disampaikan oleh Nikkei Asia, yang menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari reformasi regulasi pasar keuangan negara itu.

    Badan Jasa Keuangan Jepang atau Financial Services Agency (FSA) disebut tengah merancang kebijakan untuk memasukkan aset kripto ke dalam daftar aset dasar ETF. Kebijakan ini juga akan dibarengi dengan penguatan perlindungan bagi investor, seiring meningkatnya minat terhadap produk keuangan berbasis aset digital.

    Dilaporkan The Block, dua institusi keuangan terbesar Jepang, Nomura Holdings dan SBI Holdings, diperkirakan akan menjadi pelopor dengan meluncurkan ETF kripto pertama yang akan diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange.

    Rencana Jepang ini mengikuti keberhasilan besar ETF kripto di Amerika Serikat. Hingga saat ini, ETF bitcoin spot di AS telah mengelola aset bersih senilai US$115,8 miliar, atau sekitar 6,5% dari total kapitalisasi pasar bitcoin.

    Baca juga: Suku Bunga Jepang Tertinggi dalam 30 Tahun, Bitcoin Sempat Anjlok

    Keberadaan ETF Kripto

    Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.
    Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

    Keberadaan ETF kripto di AS dinilai telah memperluas akses institusional terhadap aset digital. Sejumlah investor besar seperti dana pensiun, family office, hingga dana abadi universitas — termasuk Universitas Harvard, tercatat telah berpartisipasi.

    Regulator di Amerika Serikat juga baru-baru ini menyederhanakan proses pencatatan produk aset digital. Langkah ini mendorong penerbit ETF untuk meluncurkan berbagai produk berbasis altcoin. Pada akhir 2025, ETF spot untuk XRP, Solana, Dogecoin, Chainlink, Litecoin, dan Hedera resmi meluncur, dengan produk baru lainnya diperkirakan menyusul sepanjang tahun ini.

    Di kawasan Asia, Jepang bukan satu-satunya negara yang bergerak ke arah ETF kripto. Hong Kong telah lebih dulu meluncurkan ETF kripto pada 2024, sementara Korea Selatan tengah mempersiapkan kerangka regulasi serupa yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

    Dengan langkah ini, Jepang berpotensi memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global, meski investor masih harus menunggu beberapa tahun sebelum produk ETF kripto resmi hadir di pasar domestik.

    Baca juga: Lonjakan 32% Open Interest Futures XRP: Sinyal Bullish atau Bearish?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Suku Bunga Jepang Tertinggi dalam 30 Tahun, Bitcoin Sempat Anjlok

    Bank of Japan (BOJ) resmi menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75% pada Kamis (19/12), level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Keputusan bersejarah ini langsung memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk pasar kripto, dengan Bitcoin sempat turun di bawah US$86.000 sebelum kembali menguat ke atas US$87.000.

    Kenaikan suku bunga tersebut disepakati secara bulat oleh dewan kebijakan BOJ, yang sebelumnya mempertahankan suku bunga di level 0,5%. Dalam pernyataannya, bank sentral Jepang menegaskan bahwa suku bunga riil masih berada di wilayah negatif dan kebijakan moneter longgar tetap diperlukan untuk menopang aktivitas ekonomi.

    Langkah Bersejarah Menghadapi Tantangan Fiskal

    Baca juga: Jepang Naikkan Suku Bunga Tertinggi 30 Tahun, Bitcoin Terancam

    Dilaporkan Cryptonews, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menyatakan pihaknya akan terus menyesuaikan tingkat akomodasi moneter jika proyeksi ekonomi dan inflasi berjalan sesuai perkiraan. Langkah ini diambil di tengah tekanan fiskal yang meningkat, seiring pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi meluncurkan paket stimulus senilai US$117 miliar yang sebagian besar dibiayai melalui penerbitan obligasi baru.

    Kondisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap utang publik Jepang yang kini telah melampaui dua kali ukuran ekonominya. Analis MUFG, George Goncalves, menilai kombinasi utang yang membengkak, suku bunga lebih tinggi, dan belanja fiskal agresif membuat arah ekonomi Jepang semakin sulit diprediksi.

    Di pasar valuta asing, yen sempat menguat sesaat setelah pengumuman kebijakan, namun kembali melemah. Analis OCBC, Christopher Wong, menilai pergerakan tersebut lebih dipengaruhi oleh likuiditas pasar yang tipis ketimbang perubahan fundamental.

    Sementara itu, pasar kripto menunjukkan reaksi beragam. Bitcoin sempat tertekan akibat kekhawatiran unwind yen carry trade, namun penurunan tersebut tidak berlangsung lama. Sejumlah analis menilai pasar telah mengantisipasi kebijakan BOJ sebelumnya sehingga dampaknya relatif terbatas.

    Perbedaan Arah Kebijakan Menandakan Volatilitas

    Trader kripto Michael van de Poppe menyebut kenaikan suku bunga ini tidak lagi memberikan efek besar terhadap pasar kripto. Ia menilai tekanan jual sebelum pengumuman justru berlebihan. Senada, CryptoMichNL menyatakan dampak marginal terhadap carry trade semakin kecil dibandingkan penyesuaian kebijakan sebelumnya.

    Di sisi lain, mantan CEO BitMEX Arthur Hayes justru merespons sangat bullish. Ia menegaskan kebijakan suku bunga riil negatif BOJ berpotensi melemahkan yen lebih jauh dan mendorong Bitcoin ke level yang jauh lebih tinggi.

    Optimisme jangka menengah juga datang dari Ignacio Aguirre, CMO Bitget, yang menilai perbedaan arah kebijakan BOJ dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026 dapat menciptakan volatilitas sekaligus peluang akumulasi bagi investor jangka panjang. Ia memperkirakan Bitcoin berpeluang menguji area US$95.000 hingga US$100.000 pada awal 2026.

    Prediksi paling agresif disampaikan oleh Tom Lee dari Fundstrat, yang kembali menegaskan target Bitcoin di US$200.000 pada Januari 2026. Proyeksi tersebut didukung oleh arus masuk ETF spot Bitcoin yang telah melampaui US$30 miliar sepanjang tahun ini serta ekspektasi pelonggaran regulasi di Amerika Serikat.

    Dengan kebijakan moneter global yang semakin terpecah, langkah BOJ ini dinilai menjadi salah satu katalis penting yang berpotensi memicu volatilitas lanjutan di pasar kripto, sekaligus membuka peluang rebound Bitcoin dalam jangka menengah.

    Baca juga: Lonjakan 32% Open Interest Futures XRP: Sinyal Bullish atau Bearish?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gen Z Jepang Ternyata Paling Takut Crypto, Ini Alasannya

    Generasi Z di Jepang menjadi kelompok paling waspada terhadap risiko penipuan kripto dibandingkan generasi lainnya. Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara tiap generasi memandang aset digital.

    Gen Z Fokus pada Ancaman Penipuan di Media Sosial

    Dikutip BeInCrypto, survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Clabo pada Februari 2026 terhadap 1.486 responden menunjukkan bahwa Gen Z paling khawatir terhadap penipuan kripto, terutama yang berasal dari media sosial.

    Berbeda dengan generasi yang lebih tua, Gen Z lebih sering terpapar promosi palsu, giveaway fiktif, hingga skema penipuan yang tersebar di platform digital yang mereka gunakan sehari-hari.

    Generasi Tua Justru Bingung Cara Kerja Kripto

    Secara keseluruhan, alasan utama responden menganggap kripto mencurigakan adalah karena tidak memahami cara kerjanya (23,3%). Disusul oleh volatilitas harga (21,1%) dan risiko penipuan (19,2%).

    Namun, kelompok generasi yang lebih tua, termasuk generasi “bubble economy” Jepang, lebih mengkhawatirkan kompleksitas teknologi blockchain dibanding risiko penipuan.

    Baca juga: Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

    Minat Investasi Masih Rendah

    Survei juga menunjukkan bahwa adopsi kripto di Jepang masih tergolong rendah. Sebanyak 50% responden mengaku belum pernah berinvestasi di kripto.

    Hanya 33,7% yang saat ini memiliki aset digital, sementara 15,7% lainnya pernah berinvestasi namun sudah keluar dari pasar.

    Menariknya, kelompok milenial tercatat sebagai generasi dengan tingkat investasi kripto tertinggi sekaligus paling aktif dalam mencari informasi.

    YouTube Jadi Sumber Utama Keputusan Investasi

    Dalam hal sumber informasi, situs berita masih menjadi rujukan utama (38,4%), diikuti media sosial (36,7%) dan YouTube (31,6%).

    Namun, untuk pengambilan keputusan investasi, YouTube justru menempati posisi pertama dengan 27%, mengungguli platform lainnya. Hal ini menunjukkan peran besar konten video dalam memengaruhi keputusan investor ritel.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perbedaan persepsi antar generasi ini mencerminkan tantangan utama dalam adopsi kripto. “Gen Z cenderung lebih digital-native sehingga lebih cepat mengenali pola penipuan, sementara generasi yang lebih tua masih menghadapi hambatan dari sisi pemahaman teknologi,” jelas tim.

    Mereka juga menambahkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi menunjukkan adanya gap literasi yang signifikan. “Edukasi yang lebih sederhana dan relevan dengan masing-masing generasi menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan adopsi kripto di pasar seperti Jepang,” tambahnya.

    Hasil survei ini menunjukkan bahwa tantangan industri kripto tidak hanya soal volatilitas, tetapi juga soal kepercayaan dan literasi. Tanpa pendekatan edukasi yang tepat, adopsi kripto berpotensi berjalan lebih lambat di berbagai kelompok masyarakat.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

    Pemerintah Jepang melalui Financial Services Agency (FSA) berencana memperketat regulasi terhadap aktivitas kripto ilegal dengan meningkatkan hukuman pidana secara signifikan. Dalam revisi aturan terbaru, hukuman penjara maksimum untuk penjualan kripto tanpa izin akan naik dari 3 tahun menjadi 10 tahun.

    Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepang mulai memperlakukan aset kripto setara dengan instrumen keuangan utama seperti saham dan obligasi, bukan sekadar alat pembayaran digital.

    Hukuman dan Denda Naik Tajam

    Selain hukuman penjara, denda bagi pelanggar juga akan meningkat dari 3 juta yen menjadi 10 juta yen, atau kombinasi keduanya. Regulasi kripto juga akan dipindahkan dari Payment Services Act ke Financial Instruments and Exchange Act (FIEA), yang merupakan kerangka hukum utama untuk pasar keuangan di Jepang.

    Perubahan ini menempatkan kripto di bawah pengawasan yang sama dengan instrumen investasi tradisional. Operator resmi juga akan mengalami perubahan istilah dari “crypto asset exchange providers” menjadi “crypto asset trading firms”.

    Baca juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Otoritas Diberi Kewenangan Penindakan Langsung

    Dalam aturan baru ini, Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) akan mendapatkan kewenangan lebih luas untuk melakukan investigasi kriminal terhadap pelaku kripto ilegal. Sebelumnya, otoritas hanya dapat memberikan peringatan atau mengajukan penghentian aktivitas melalui pengadilan.

    Kini, SESC dapat melakukan inspeksi langsung, menyita barang bukti, hingga membawa kasus ke ranah pidana. Kewenangan ini sebelumnya hanya berlaku pada kasus pelanggaran di pasar saham, seperti insider trading dan manipulasi pasar.

    Regulasi ini juga akan mencakup aktivitas derivatif kripto OTC yang tidak terdaftar, tidak hanya perdagangan spot.

    Kasus Meme Coin Picu Percepatan Regulasi

    Dorongan untuk memperketat regulasi ini tidak lepas dari kasus SANAE TOKEN yang sempat menghebohkan pasar. Token berbasis Solana tersebut sempat melonjak lebih dari 30 kali lipat sebelum akhirnya anjlok lebih dari 58% setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membantah keterlibatannya.

    Kasus ini menjadi perhatian serius regulator, terlebih dengan meningkatnya jumlah keluhan masyarakat. Pada kuartal IV 2025, FSA mencatat lebih dari 500 laporan terkait kripto setiap bulannya, sebagian besar terkait penipuan di media sosial dengan janji imbal hasil yang tidak realistis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Regulasi dan nada pesannya keras: Jepang sudah tidak mau lagi memperlakukan crypto liar sebagai area abu-abu yang cukup ditegur lewat surat peringatan.

    “Kalau perubahan ini disahkan, Tokyo sedang bilang bahwa operator tak berizin, termasuk derivatif OTC dan peluncuran memecoin liar, akan dihajar dengan standar penegakan yang mirip pasar sekuritas tradisional.

    Pendekatan “Keras dan Insentif”

    Meski memperketat hukuman, pemerintah Jepang juga menyiapkan insentif bagi investor yang patuh regulasi. Dalam rencana fiskal 2026, Jepang akan menerapkan pajak flat sebesar 20% untuk aset kripto, menggantikan sistem progresif yang sebelumnya bisa mencapai 55%.

    Kebijakan pajak ini diperkirakan mulai berlaku pada 2028, setelah revisi undang-undang selesai diterapkan. Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda: memperketat pengawasan terhadap pelaku ilegal sekaligus mendorong partisipasi investor yang taat aturan.

    Persaingan Regulasi di Asia Semakin Ketat

    Langkah Jepang ini sejalan dengan tren di kawasan Asia yang juga memperketat regulasi kripto. Korea Selatan, misalnya, dapat menjatuhkan hukuman penjara tanpa batas untuk manipulasi pasar dalam jumlah besar, sementara Singapura menetapkan hukuman hingga 7 tahun untuk aktivitas perdagangan ilegal.

    Dengan rencana hukuman hingga 10 tahun penjara, Jepang kini berada di antara negara dengan sanksi paling keras terhadap pelanggaran kripto. Kebijakan ini sekaligus menegaskan posisi Jepang dalam membentuk ekosistem kripto yang lebih teratur dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 12 Aplikasi Ini Bisa Hasilkan Uang dengan Mudah, Apa Saja?

    Jakarta

    Seiring perkembangan teknologi, kini mencari uang bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya lewat aplikasi. Cara kerjanya juga bermacam-macam, mulai dari mengisi survei hingga menjadi pekerja lepas (freelance).

    Nah, aplikasi penghasil uang ini cocok untuk detikers yang punya banyak waktu senggang. Daripada dihabiskan untuk rebahan saja, sebaiknya unduh beberapa aplikasi ini agar bisa mendapatkan uang yang cukup banyak.

    Penasaran, apa saja aplikasi penghasil uang yang aman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Aplikasi Penghasil Uang dengan Mudah

    Ada beberapa aplikasi penghasil uang yang bisa kamu download di smartphone. Dilansir situs Nerd Wallet dan Market Watch, berikut daftar aplikasinya:

    1. FreeCash

    Aplikasi yang pertama ada FreeCash. Bagi yang gemar bermain game, aplikasi ini sangat cocok untukmu karena menawarkan berbagai permainan sekaligus bisa mendapatkan uang dengan cara mengisi survei, menonton video, dan lain sebagainya.

    Cukup dengan mendaftarkan akun secara gratis, kamu bisa memilih penawaran sesuai yang diinginkan. Ketika tugas selesai, detikers akan menerima koin. Setiap $1.000 koin di aplikasi setara dengan US$1 di dunia nyata.

    Uang dapat dicairkan lewat PayPal, berbagai mata uang kripto, giftcard, atau item dalam game seperti Valorant dan League of Legends.

    2. Swagbucks

    Swagbucks merupakan aplikasi penghasil uang dengan cara mengikuti survei online. Selain itu, detikers bisa menghasilkan uang dengan bermain game, menonton video, atau berbelanja online di lebih dari 7.000 ritel untuk mendapatkan hadiah.

    Setiap survei memiliki nominal yang berbeda-beda. Jika konsisten, detikers bisa menghasilkan uang US$ 50 hingga US$ 250 per bulan. Keuntungan lain selain uang adalah mendapatkan kupon atau cashback.

    3. Survey Junkie

    Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang lewat Survey Jankie, yakni mengikuti survei online atau berbagi data penelusuran di internet dengan memberikan izin apliasi mengakses riwayat penelusuran.

    Namun, uang yang didapat dengan mengikuti survei di Survey Junkie tidak terlalu besar. Sementara jika berbagai data internet, kamu berkesempatan mengikuti survei eksklusif yang bisa menambah penghasilan.

    Uang dapat dicairkan setiap bulan dengan syarat harus mencapai minimal pendapatan 500 poin atau setara US$ 5 melalui PayPal, Dwolla, atau membeli gift card.

    4. Rakuten

    Rakuten merupakan sebuah perusahaan e-commerce terbesar di Jepang. Selain membeli barang secara online, detikers juga bisa menghasilkan uang lewat aplikasi ini, lho.

    Rakuten menawarkan banyak cashback yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan hadiah setelah menyelesaikan pembelian sehari-hari pada lebih dari 3.500 ritel besar, restoran, dan toko bahan makanan.

    Setiap transaksi yang dilakukan akan mendapatkan cashback sekitar 2% dan 10%. Setelah mencapai US$ 5.01 di akun, detikers bisa menguangkannya lewat PayPal.

    5. HeyPiggy

    Aplikasi yang satu ini bisa digunakan oleh para remaja karena syarat minimal usianya adalah 14 tahun. Namun, penggunaan HeyPiggy tetap harus dengan izin dan pengawasan dari orang tua.

    Lewat aplikasi ini, kamu bisa mengisi survei dan nantinya akan mendapatkan poin dengan cara membagikan pendapat di kolom komentar. Beberapa survei membayar sekitar US$ 1, tapi ada juga yang menghasilkan hingga US$ 10. Uang dapat dicairkan lewat PayPal setelah mencapai USD 5.

    6. Branded Surveys

    Branded Surveys memiliki mitra firma riset pasar yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Fortune 500. Survei di aplikasi ini umumnya mengenai opini konsumen tentang kesadaran merek, wawasan konsumen, riset pasar produk, hingga survei mitra.

    Setiap ada penawaran survei, kamu akan diberi tahu berapa jumlah poin yang akan diperoleh. Setidaknya harus ada 500 poin atau setara dengan $5 untuk bisa menguangkannya.

    7. Ibotta

    Selain Rakuten, ada juga aplikasi e-commerce bernama Ibotta yang menawarkan cashback saat berbelanja. Caranya dengan mengirimkan struk belanja toko tertentu, memasang ekstensi browser, atau menautkan akun loyalitas pelanggan ke toko-toko tertentu.

    Jumlah cashback yang diperoleh tergantung dari ritel tempat kamu berbelanja. Setelah mencapai penghasilan US$ 20, kamu bisa menarik uangnya ke PayPal atau rekening bank.

    8. CashPop

    CashPop merupakan salah satu aplikasi penghasil uang yang populer di Indonesia. Beberapa penawaran dalam aplikasi ini di antaranya browsing, chatting, bermain game, hingga menonton film.

    Setiap penawaran yang masuk akan memberikan imbalan berupa poin yang nantinya bisa ditukar dengan pulsa, kuota data, voucher, e-wallet, nonton bioskop, layanan streaming, dan makanan.

    9. UpWork

    Aplikasi penghasil uang berikutnya adalah UpWork. Lewat aplikasi ini detikers bisa mendapatkan uang dalam jumlah lebih banyak. Kok bisa?

    Jadi, UpWork merupakan aplikasi khusus pekerja lepas atau freelance dengan berbagai skill. Melalui aplikasi ini, pekerja lepas dan pemberi kerja bisa saling dipertemukan.

    Cukup mendaftar dan membuat profil, kamu bisa mengajukan proyek dan menawar pekerjaan di hampir semua industri, pekerjaan, dan keahlian yang dipromosikan oleh klien.

    10. Fiverr

    Selain UpWork, kamu juga bisa mencari uang tambahan lewat aplikasi Fiverr. Aplikasi ini jadi salah satu yang paling populer di dunia untuk mencari pekerjaan lepas.

    Lewat Fiverr, detikers bisa mencari pekerjaan sesuai skill dan keinginanmu, mulai dari penulis, penerjemah, desain grafis, hingga asisten virtual. Jika menemukan pekerjaan dan gaji yang cocok, kamu bisa mengajukan lamaran ke klien untuk melakukan penawaran kerja secara terbuka.

    11. Upwork

    Upwork merupakan salah satu aplikasi untuk freelance yang tak kalah populer. Bisa dibilang, Upwork merupakan pesaing dari Fiverr untuk mencari pekerjaan lepas di kancah internasional.

    Salah satu kelebihan dari Upwork adalah memiliki fitur anti penipuan klien. Jadi, detikers tak perlu khawatir dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan di situs ini.

    Untuk besaran upah yang diterima tergantung dari pekerjaan yang dipilih. Semakin besar tugas yang diberikan, maka gaji yang didapat biasanya lebih tinggi.

    12. Freelancer

    Satu lagi aplikasi penghasil uang yang didapat dengan cara freelance, yakni Freelancer. Aplikasi ini bisa kamu gunakan untuk mencari pekerjaan lepas baik di dalam maupun luar negeri.

    Ada banyak pekerjaan lepas yang bisa kamu pilih lewat aplikasi Freelancer. Jika cocok, kamu bisa berkomunikasi dengan klien untuk membahas rincian pekerjaan dan tenggat waktunya.

    Itu dia 12 aplikasi penghasil uang yang bisa diunduh di smartphone. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu