Tag: jerman

  • Ada Beasiswa Kuliah ke Jerman untuk S2-S3, Ini Syarat Daftarnya!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) 2024 kembali dibuka. Saat ini, beasiswa DAAD yang masih dibuka berlaku bagi mahasiswa S2-S3.

    Beasiswa DAAD mempunyai ragam jenis. Mulai dari khusus pendidikan bidang sains, seni, penelitian, atau diperuntukkan kelompok tertentu yang rentan.

    Penyedia beasiswa ini adalah gabungan lembaga pendidikan yang berada di Jerman. Indonesia menjadi salah satu negara yang langganan bekerja sama dengan DAAD.


    Mengutip laman DAAD Indonesia, berikut jenis beasiswa mahasiswa Indonesia yang masih buka pendaftaran:

    Jenis Beasiswa DAAD untuk S2-S3 yang Masih Buka

    1. Beasiswa di Bidang STEM

    DAAD menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang ingin mengambil program studi di bidang science, technology, engineering, art, and mathematics (STEM). Durasi pembiayaan DAAD di bidang STEM berlaku selama 10-24 bulan.

    Komponen pembiayaannya mencakup biaya pendidikan, biaya hidup bulanan, asuransi, biaya perjalanan, dan biaya kursus bahasa. Batas pendaftaran beasiswa STEM untuk tahun ini paling lambat 21 Oktober 2024.

    Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi pelamar beasiswa DAAD bidang STEM:

    1. Tidak tinggal di Jerman lebih dari 15 bulan
    2. Lulusan sarjana (tidak lebih dari 6 tahun)
    3. Memenuhi syarat daftar program pascasarjana di kampus tujuan
    4. Memiliki kualitas akademis di atas rata-rata
    5. Memiliki IPK minimal 3,2
    6. Memiliki kemampuan bahasa Inggris atau Jerman. Bagi yang memilih bahasa Jerman harus mempunyai sertifikat estDaF, DSH, Deutsches Sprachdiplom der Kultusministerkonferenz (DSD), Goethe-Zertifikat, Österreichisches Sprachdiplom, telc Deutsch atau onSET Deutsch.
    7. Bagi yang memiliki bahasa Inggris harus mempunyai sertifikat Cambridge English, Cambridge Business, IELTS, ISE, TOEFL iBT, TOEFL Essentials, TOEIC, PTE Academic dan onSET English. Skor IBT TOEFL minimal 80 atau IELTS minimal 6,0

    2. Beasiswa di Bidang Seni

    Selain STEM, DAAD juga menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang tertarik di bidang seni. Pilihan seni yang didanai oleh DAAD yakni arsitektur, musik, seni visual, dan seni pertunjukkan.

    Beasiswa ini memberikan bantuan berupa biaya pendidikan, uang biaya hidup bulanan, asuransi, dan biaya perjalanan. Bantuan tersebut berlaku selama 1-2 tahun.

    Pembukaan pendaftaran beasiswa dijadwalkan pada Juni-Oktober 2024. Masing-masing jenis program studi mempunyai syarat berbeda yang bisa detikers lihat di sini. https://www.daad-indonesia.org/en/find-funding/daad-scholarships-for-indonesia/

    3. Hibah Penelitian Doktor

    Berbeda dengan beasiswa STEM dan bidang seni yang diperuntukkan calon mahasiswa S2, beasiswa satu ini ditawarkan DAAD bagi program doktoral. Bantuan bersifat hibah penelitian.

    Syarat mendaftar beasiswa ini harus menyelesaikan pendidikan S2 terlebih dahulu. Pendanaan berlaku bagi penelitian baik di universitas maupun di luar universitas atau lembaga lain.

    Selain pendanaan riset, penerima akan mendapatkan biaya pendidikan, biaya hidup bulanan, biaya perjalanan, dan biaya kursus bahasa. Masa berlaku beasiswa pun terhitung cukup lama yakni maksimal 4 tahun.

    Beasiswa hibah penelitian ini dibuka pada Juni-Oktober 2024. Detail skema beasiswa ini bisa detikers pelajari di sini.

    4. Beasiswa di Bidang Musik

    Berbeda dengan beasiswa bidang seni, jenis bantuan dari DAAD ini berlaku bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan S2 di universitas khusus seni. Pendanaan berlaku selama maksimal 2 tahun.

    Penerima nantinya memperoleh dana pendidikan, tunjangan bulanan, dan asuransi kesehatan. Periode pengajuan beasiswa berlaku pada Juni-Oktober 2024.

    5. Beasiswa Unggulan Aceh

    Sesuai namanya, beasiswa DAAD jenis ini diperuntukkan mahasiswa asal Aceh. Beasiswa berlaku bagi mahasiswa S2 maupun S3.

    Adapun cakupan pembiayaan dari beasiswa ini yakni biaya pendidikan, biaya les bahasa, tunjangan bulanan, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, biaya buku per tahun, dan biaya penelitian sebanyak satu kali.

    Itulah informasi seputar beasiswa DAAD untuk kuliah di Jerman bagi mahasiswa Indonesia. Selamat mencoba!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa S1-S3 ke Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL/IELTS, Intip Yuk!



    Jakarta

    Bisa melanjutkan studi di kampus luar negeri adalah impian bagi sebagian orang. Namun, tak semua bisa mewujudkannya karena merasa punya keterbatasan.

    Salah satunya dalam berbahasa Inggris. Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa kuliah ke luar negeri harus memiliki skor kemampuan bahasa Inggris tinggi terlebih dahulu seperti TOEFL atau IELTS.

    Namun ternyata ada beberapa beasiswa ke luar negeri yang tidak menjadikan nilai TOEFL/IELTS sebagai syaratnya. Apa saja beasiswa tersebut? Mengutip unggahan Instagram @hasanuddin_univ, berikut daftarnya:


    Beasiswa S1-S3 ke Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL

    1. Turkiye Burslari Scholarship

    Beasiswa ini bisa dicoba untuk mahasiswa S1, S2, S3 hingga doktor penelitian. Tidak ada syarat kemampuan bahasa Inggris, melainkan bahasa Turki.

    Tak hanya memberikan bantuan pendidikan dan hidup saja, Turkiye Burslari Scholarship juga akan menjamin mahasiswa ditempatkan di universitas terbaik di Turki.

    Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi jika ingin mendaftar beasiswa ini:

    • Bukan warga negara Turki
    • Bagi pendaftar S1 berusia tidak lebih dari 21 tahun
    • Bagi pendaftar S2 berusia tidak lebih dari 30 tahun
    • Bagi pendaftar S3 berusia tidak lebih dari 35 tahun
    • Bagi pendaftar research program berusia tidak lebih dari 45 tahun
    • Memiliki nilai ijazah pendidikan terakhir minimal 70 bagi pendaftar S1
    • Memiliki nilai ijazah pendidikan terakhir minimal 75 bagi pendaftar S2 dan S3
    • Memiliki nilai ijazah pendidikan terakhir minimal 90 bagi pendaftar jurusan kedokteran

    2. Seoul National University Graduate Fall

    Bagi detikers yang bermimpi kuliah di Korea Selatan, beasiswa ini dapat menjadi kesempatan yang bisa dicoba. Ditambah, tak ada syarat skor TOEFL ataupun IELTS.

    Penerima manfaat beasiswa ini akan mendapatkan fasilitas biaya kuliah, biaya hidup, biaya buku dan penelitian, dan asuransi kesehatan. Untuk bisa mendaftar beasiswa ini, berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi:

    • Menyiapkan study plan
    • Menyiapkan personal statement
    • Menyiapkan letter of reference
    • Tidak terbatas usia
    • Tidak ada persyaratan GPA

    3. Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD)

    DAAD adalah salah satu beasiswa yang bisa dicoba bagi detikers yang ingin kuliah di Jerman. Beasiswa ini berlaku bagi mahasiswa calon mahasiswa magister, doktoral atau pascadoktoral.

    Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar beasiswa ini yakni:

    • Telah menyelesaikan gelar sarjana atau berada di tahun terakhir studi (bagi pelamar S2)
    • Telah menyelesaikan gelar magister atau berada di tahun terakhir studi (bagi pelamar S3)
    • Mempunyai prestasi akademis yang tinggi
    • Memiliki tingkat bahasa Jerman menengah
    • Tidak ada batasan usia tetapi ada waktu maksimal antara menyelesaikan gelar sarjana dan mengambil hibah

    4. Brunei Darussalam Government Scholarship

    Beasiswa ini bersumber langsung dari Pemerintah Brunei Darussalam. Beasiswa berlaku bagi calon mahasiswa D3, S1 dan S2 dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), ASEAN, Persemakmuran, dan asosiasi lainnya.

    Mau coba beasiswa dari negara tetangga Indonesia ini? Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu:

    • Warga negara ASEAN, Persemakmuran, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
    • Berusia maksimal 25 tahun untuk program diploma dan sarjana, serta kurang dari 35 tahun untuk program magister
    • Pelamar bukan warga negara Brunei Darussalam
    • Penerima beasiswa diperbolehkan bekerja selama di Brunei
    • Penerima beasiswa wajib kembali ke negara asal setelah masa studi selesai

    5. Russian Government Scholarship

    Beasiswa ini juga disediakan oleh Pemerintah Rusia untuk pelajar internasional termasuk dari Indonesia. Bantuan beasiswa bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan studi S1, S2 atau S3.

    Apa saja syarat untuk mendaftar beasiswa ini? Berikut di antaranya:

    • Bukan warga negara Federasi Rusia
    • Memiliki batas maksimal usia untuk S1 23 tahun, S2 25 tahun, dan S3 35 tahun.
    • Memiliki nilai rata-rata ijazah pendidikan terakhir minimal 80
    • Mempunyai kemampuan bahasa Rusia minimal di level B1, dan bahasa Inggris di level B2
    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Mempunyai minat yang tinggi terhadap bidang studi yang dipilih serta berkomitmen untuk menyelesaikan studi di Rusia

    Nah, itulah beberapa beasiswa ke luar negeri yang tidak mensyaratkan nilai TOEFL/IELTS. Detikers tertarik daftar yang mana?

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara, Tertinggi Capai Rp39 juta



    Jakarta

    Beasiswa LPDP 2025 telah dibuka hingga 17 Februari mendatang. Sebelum mendaftar, peminat bisa cek besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara berikut.

    Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan LPDP Kementerian Keuangan yang menawarkan bantuan studi Master dan Doktor. Cakupan bantuan yang akan didapat termasuk biaya pendidikan dan uang saku yang sesuai dengan standar hidup di negara tujuan.

    Berdasarkan Buku LPDP Scholarship Funding Components (April) 2024, negara dengan bantuan uang saku terbanyak adalah Amerika Serikat yang mencapai USD 2.500 atau Rp39 juta. Disusul dengan Inggris GBP 1.600 atau Rp31 juta, Belgia EUR 1.300 atau Rp30 juta, dan Australia AUD 2.800 atau Rp29 juta.


    Berapa besaran uang saku Beasiswa LPDP di negara lainnya? Simak di bawah ini.

    Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara

    1. Afrika Selatan: uang saku USD 800 atau Rp12,5 juta.
    2. Amerika Serikat: USD 2.000-USD 2.500 atau Rp26 juta atau Rp39 juta
    3. Arab Saudi: uang saku SAR 2.650 atau Rp11 juta.
    4. Argentina: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
    5. Australia: AUD 2.500-AUD 2.800 atau Rp25 juta-Rp28 juta
    6. Austria: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
    7. Belanda: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
    8. Belarus: uang saku USD 450 atau Rp7 juta
    9. Belgia: uang saku EUR 1.300 atau Rp30 juta
    10. Brazil: uang saku BRL 2.500 atau Rp8 juta
    11. Brunei Darussalam: uang saku BND 570 atau Rp6 juta
    12. Bulgaria: uang saku BGN 850 atau Rp7 juta
    13. Chile: uang saku USD 1.400 atau Rp22 juta
    14. Denmark: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
    15. Estonia: uang saku EUR 700 atau Rp12 juta
    16. Filipina: uang saku PHP 35.100 atau Rp10 juta
    17. Finlandia: uang saku EUR 1.200 atau Rp10 juta
    18. Hongkong: uang saku HKD 11.000 atau Rp22 juta
    19. Hongaria: uang saku EUR 670 atau Rp11 juta
    20. India: uang saku INR 29.000 atau Rp5 juta
    21. Inggris: uang saku GPB 1.250-GPB 1.600 atau Rp24 juta-Rp31 juta
    22. Iran: uang saku EUR 820 atau Rp14 juta
    23. Irlandia: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
    24. Islandia: uang saku USD 1.550 atau Rp24 juta
    25. Italia: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
    26. Jepang: uang saku JPY 155.000-170.000 atau Rp16 juta-Rp18 juta
    27. Jerman: uang saku EUR 1.400 atau Rp24 juta
    28. Kanada: uang saku CAD 1.900 atau Rp22 juta
    29. Korea Selatan: uang saku KRW 1.300.000 atau Rp15 juta
    30. Kroasia: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
    31. Latvia: uang sakuEUR 540 atau Rp9 juta

    32. Lebanon: uang saku USD 1.150 atau Rp18 juta
    33. Lithuania: yang saku EUR 625 atau Rp10 juta
    34. Luksemburg: uang saku EUR 1.220 atau Rp21 juta
    35. Makau: uang saku MOP 7.800 atau Rp15 juta
    36. Malaysia: uang saku MYR 2.300 atau Rp7 juta
    37. Maroko: uang saku EUR 540 atau Rp9 juta
    38. Meksiko: uang saku USD 1.100 atau Rp17 juta
    39. Mesir: uang saku USD 758 atau Rp12 juta
    40. Norwegia: uang saku NOK 12.000 atau Rp28 juta
    41. Pakistan: uang saku USD 410 atau Rp16 juta
    42. Perancis: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
    43. Polandia: uang saku EUR 610 atau Rp10 juta
    44. Portugal: uang saku EUR 800 atau Rp13 juta
    45. Qatar: uang saku QAR 5.190 atau Rp22 juta
    46. Rusia: uang saku USD 575-USD 876 atau Rp9 juta-Rp13 juta
    47. Selandia Baru: uang saku NZD 2.000-NZD 2.300 atau Rp19 juta-Rp22 juta
    48. Singapura: uang saku SGD 2.000 atau Rp23 juta
    49. Cyprus: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
    50. Slovenia: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
    51. Spanyol: uang saku EUR 1.150 atau Rp19 juta
    52. Sudan: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
    53. Swedia: uang saku SEK 10.700 atau Rp16 juta
    54. Swiss: uang saku CHF 2.050 atau Rp37 juta
    55. Taiwan: uang saku USD 900 atau Rp14 juta
    56. Thailand: uang saku THB 21.500 atau Rp9 juta
    57. China: uang saku CNY 5.700 atau Rp12 juta
    58. Turki: uang saku EUR 420 atau Rp7 juta
    59. UAE: uang saku AED 5.250 atau Rp22 juta
    60. Uzbekistan: uang saku USD 620 atau Rp10 juta
    61. Vietnam: uang saku VND 10.790.000 atau Rp7 juta
    62. Yordania: uang saku USD 500 atau Rp8 juta
    63. Yaman: uang saku USD 700 atau Rp11,4 juta
    64. Yunani: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
    65. Oman: uang saku USD 860 atau Rp14 juta

    Itulah daftar besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara tujuan. Ada negara impianmu, detikers?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Kuliah di Jerman? Nih, Ada Beasiswa Khusus Muslim Plus Review Tinggal di Sana


    Jakarta

    Detikers tertarik kuliah di Jerman? Sekarang ini tengah dibuka Beasiswa Avicenna Studienwerk khusus untuk muslim.

    Beasiswa ini dibuka untuk jenjang magister dan doktoral. Selain itu, penerima beasiswa diperbolehkan membawa keluarga.

    Salah satu diaspora Indonesia di Jerman, Boy Tri Rizky mengatakan saat ini memang sangat banyak beasiswa untuk S2 dan S3. Ia mengatakan Avicenna Studienwerk sendiri merupakan lembaga beasiswa termuda yang diakui Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman (BMBF).


    “Di Jerman saat ini banyak banget beasiswa untuk S-2 dan S-3, dan ini sangat terbuka untuk semua agama, nggak cuma muslim, tetapi untuk semua agama,” kata laki-laki yang disapa Mas Boy itu kepada detikEdu (20/2/2025), dikutip Jumat (21/2/2025).

    “Tetapi ada beasiswa juga dari organisasi muslim, namanya Avicenna Studienwerk, ini adalah lembaga beasiswa di Jerman yang bertujuan untuk mendukung mahasiswa dan kandidat doktor Muslim yang berprestasi dan aktif secara sosial di semua bidang studi,” lanjutnya.

    Nah, bagi kalian yang mungkin tertarik dengan beasiswa ini, yuk simak apa kata Mas Boy soal menjadi muslim dan studi kajian Islam di sana!

    Budaya Kampus di Bulan Puasa

    Mas Boy menyebut sayangnya puasa Ramadan dan Lebaran belum diakui di Jerman. Sehingga tidak ada fasilitas khusus untuk mahasiswa muslim selama bulan Ramadan.

    “Jadi nggak ada apa-apa, mahasiswa juga harus ikut kuliah dan nggak ada istirahat atau pulang lebih cepat. Ya intinya nggak ada keistimewaan. Bahkan waktu itu pernah pas Lebaran juga masih ada kuliah,” jelasnya.

    Meski begitu, ia mengatakan ada banyak komunitas muslim di Jerman. Sehingga kalau ingin buka bersama atau ikut kegiatan keagamaan, bisa bersama komunitas-komunitas tersebut.

    Menariknya Jadi Muslim di Jerman

    Pengajar bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di KBRI Berlin ini mengatakan, menariknya jadi muslim di Jerman adalah merasakan menjadi minoritas. Berbeda dari di Indonesia yang serba mudah sebagai muslim.

    “Di Jerman agak sulit, terutama kalau mau sholat. Jarang banget gedung yang menyediakan musala, jadi kalau mau sholat ya harus di tangga darurat,” ujarnya.

    Menurut Mas Boy, di Jerman sebenarnya banyak makanan halal. Namun, jika memang ingin ke restoran yang tidak memiliki sertifikat halal, bisa pesan menu vegetarian saja.

    Meski menjadi minoritas di Jerman, alumnus LPDP ini mengaku tidak pernah memperoleh diskriminasi. Ia merasa aman dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

    “Sistemnya di Jerman sih selama kita tidak mengganggu orang, orang tidak akan mengganggu kita,” terangnya.

    Kampus yang Membuka Peminatan Budaya/Keilmuan Islam

    Mas Boy mengatakan kampus-kampus ternama di Jerman memiliki kajian Islam. Meski tidak tahu pasti jumlahnya, ia memperkirakan ada lebih dari 10 universitas yang membuka studi-studi berkaitan dengan Islam.

    “Muslim itu sudah menjadi bagian dari Jerman, banyak pendatang dari Turki, Suriah, dan negara-negara muslim di sini,” katanya.

    Sekilas soal Avicenna Studienwerk

    Komponen Beasiswa

    Dikutip dari situs resmi, beasiswa Avicenna Studienwerk mencakup dukungan finansial yang terdiri dari hibah bulanan dan sejumlah biaya tetap untuk biaya studi atau penelitian. Dukungan finansial tersebut juga dapat mencakup semester di luar negeri, konferensi, magang, dan kursus bahasa di luar negeri.

    Bagi mahasiswa magister, ini komponen beasiswa yang didapatkan:

    • Dana beasiswa per bulan sebesar 844 Euro (sekitar Rp 14,4 juta)
    • Asuransi kesehatan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)
    • Dana perjalanan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)

    Sementara, bagi mahasiswa doktoral, ini komponen beasiswanya:

    • Dana beasiswa per bulan sebesar 1.190 Euro (sekitar Rp 20,3 juta)
    • Asuransi kesehatan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)
    • Dana perjalanan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)

    Selain itu, beberapa tambahan fasilitas berikut dapat diberikan dalam kondisi tertentu dan dalam batas ketersediaan dana:

    • Dana dukungan untuk keluarga per bulan sebesar 276 Euro (sekitar Rp 4,7 juta)
    • Bantuan awal satu kali/tunjangan buku sebesar 100 atau 50 Euro (sekitar Rp 1,7 juta atau Rp 853,6 ribu)
    • Dana mencetak (print) dokumen untuk doktoral sebesar 2.050 Euro (sekitar Rp 35 juta)

    Syarat Beasiswa

    Beasiswa ini memperbolehkan pendaftar untuk melamar program studi apa pun. Seperti ini syaratnya:

    • Potensi prestasi akademik/penelitian di atas rata-rata
    • Keterlibatan sosial, budaya atau politik;
    • Pendaftaran (atau setidaknya diterima) untuk gelar master atau doktor di universitas di Jerman di bidang studi apa pun.
    • Dokumen syarat yang harus diserahkan (hanya dalam bahasa Jerman atau Inggris):

    – Surat motivasi informal maksimal 2 halaman

    – CV dalam bentuk tabel maksimal 2 halaman

    – Sertifikat kualifikasi masuk pendidikan tinggi (Abitur, A-Level, dll.)

    – Sertifikat universitas dan jika ada referensi pekerjaan

    – Sertifikat pendaftaran terkini

    – Bukti keterlibatan sosial

    – Dua surat rekomendasi akademik

    – Salinan paspor

    – Transkrip nilai terkini.

    • Selain itu untuk kandidat doktor ada syarat lain yakni:

    – Sinopsis singkat proyek disertasi makimal 3 halaman dengan informasi tentang topik proyek, pembimbing, pertanyaan penelitian, status terkini, hasil yang diharapkan.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP ‘Hanya’ Efisiensi Operasional, Semua Beasiswa Tetap Gas Pol Rem Blong!


    Depok

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ‘hanya’ kena efisiensi operasional. Semua program beasiswa tetap gas pol rem blong!

    “LPDP tidak kena efisiensi, layanan kita tetap. Yang kita melakukan efisiensi ini adalah operasional kita. Ya, operasional itu efisiensi selalu kita lakukan. Tahun ini juga kita lakukan,” tutur Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso saat ditanya detikEdu.

    Hal ini dikatakan Dwi Larso usai penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’ di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/3/2025).


    Dwi mencontohkan efisiensi operasional itu seperti sosialisasi beasiswa LPDP. Tadinya sosialisasi beasiswa LPDP di berbagai daerah diadakan secara luar jaringan (luring). Namun kini digelar melalui webinar atau zoom online.

    “Sehingga itu sangat efisien. Dan efisiensi itu kita pakai untuk tentunya menambah layanan kita ya untuk memberikan tambahan beasiswa dan segala macam,” jelas Dwi.

    Program Prioritas Beasiswa LPDP di 2025

    Untuk 2025 ini, LPDP fokus ke area yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Salah satunya beasiswa S3 bagi para dosen.

    “Tentunya program S3 selalu menjadi yang utama karena dia orang itu biasanya bisa mendidik karena dia dosen kan. Itu fokus,” imbuh Dwi.

    Kemudian, LPDP makin melirik diferensiasi negara tujuan beasiswa yang tak terfokus pada satu-dua negara saja.

    “Kemudian juga kita juga menyebar ke negara-negara yang lebih banyak. Artinya kan Indonesia pantas untuk mengirim ke berbagai negara, tidak hanya ke satu, dua, tiga negara saja. Itu juga kita support ya negara-negara baru yang maju-maju itu juga kita dukung,” imbuhnya.

    Negara-negara maju baru itu seperti China, India, Uni Emirat Arab (UEA), Turki selain negara-negara yang sudah maju seperti Singapura, Amerika Serikat (AS), Belanda, Australia, Jerman hingga Jepang. Prioritas LPDP juga menyusun skema pendanaan co-funding atau bersama mitra negara tujuan studi agar makin banyak mahasiswa yang bisa dibiayai.

    “Prioritas itu co-founding, di mana rupiah Indonesia digabungkan dengan dukungan dari sponsor negara lain, otoritas lain. Artinya satu rupiah Indonesia, atau harusnya buat satu orang, bisa menjadi dua orang, tiga orang kalau kita kerja sama dengan negara lain, itu yang ada di prioritas,” jelas Dwi.

    Program beasiswa afirmasi, targeted dan umum juga tetap jalan.

    Pelamar Beasiswa LPDP Tahap 1 2025 Capai 38 Ribu

    Dwi juga mengungkapkan jumlah pelamar beasiswa LPDP tahap 1 tahun 2025 yang hasil seleksi administrasinya baru diumumkan 7 Maret 2025 lalu. Menurut Dwi, pelamar beasiswa tahun ini berpotensi lebih tinggi atau tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Masih seleksi, belum diterima, pendaftarnya untuk tahap 1, 38 ribu, ini paling tinggi. Tahun lalu 2 tahap, pendaftarnya 52 ribu. Kalau tahap 1 tahun ini 38 ribu, setahun ini bisa 76 ribu kalau sudah dua tahap,” imbuhnya.

    Faktor-faktor yang membuat pendaftar beasiswa LPDP ini membludak, menurut Dwi, karena LPDP makin populer hasil sosialisasi yang makin bagus. Kemudian di sisi lain juga dipercaya publik bahwa LPDP bisa diandalkan untuk memilih putra putri terbaik.

    “Jadi kita betul-betul pada proses seleksi kita, baik seleksi administrasi, kemudian yang belum punya LOA ada seleksi akademik, kemudian seleksi substansi dan semuanya sangat merit system. Semuanya pada sistem yang sudah mapan, semuanya dilakukan oleh para ahli dan skornya langsung keluar gitu kalau tes bakat skolastik sehingga basisnya pada ukuran-ukuran objektif,” urainya.

    Gas Pol Rem Blong Kejar Target

    Dalam sambutan penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’, Dwi menuturkan LPDP sedang gas pol rem blong untuk program beasiswa.

    “Kalau bisa membiayai sebanyak-banyaknya putra-putri terbaik bangsa, gaspol tapi rem blong, gak perlu direm, kejar ketertinggalan,” tegas Dwi.

    Alasannya, Dwi membandingkan kondisi Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Malaysia. Di Indonesia, bila diambil 200 orang acak, hanya 1 orang bergelar S2-S3. Di Malaysia, dari 200 orang random ada 5 orang bergelar S2-S3. Di negara-negara maju, bisa 10 orang dari 200 orang random.

    Proporsi penerima beasiswa LPDP, Dwi merinci:

    • 45% guru/pendidik/dosen
    • 23% PNS-TNI-Polri
    • 30% sisanya ada 5-8% wirausaha

    “Wirausaha ini sangat dibutuhkan apalagi kalau banyak pengangguran,” imbuhnya.

    “Sudah menyebar LPDP itu apa, usaha kita gaspol remblong,” tegasnya.

    “Semua yang ada dana untuk LPDP, dana beasiswa kita pakai semaksimal mungkin untuk memberikan, tidak ada yang tersisa untuk kita simpan, untuk bagi hasilnya,” jelas Dwi kepada detikEdu.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersiap, Penerima Beasiswa Patriot Bisa Double Degree di Luar Negeri



    Jakarta

    Kementerian Transmigrasi RI sedang menyiapkan skema agar penerima Beasiswa Patriot bisa double degree dengan universitas luar negeri. Adapun kuota beasiswa akan disiapkan untuk 1.000 mahasiswa.

    Hal itu dikatakan Menteri Transmigrasi, Muhammad IftitahSulaimanSuryanagara. Ia mengatakan, program beasiswa ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.


    “Akan ada insyaallah tahun depan Beasiswa Patriot ya di mana SDM-SDM unggul lulusan-lulusan sarjana top universitas di seluruh Indonesia itu bisa melakukan pembangunan kawasan transmigrasi secara menyeluruh dan bermartabat,” kata Iftitah dalam detikJateng, Sabtu (1/11/2025).

    Skema Double Degree Beasiswa Patriot

    Skema double degree ini akan berlangsung melalui kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip). Rektor Undip, Suharnomo mengatakan, kampusnya siap mendukung penuh program tersebut.

    Ia menyebut Undip telah menyiapkan 14 program studi yang akan terlibat, termasuk kerja sama double degree dengan Technical University of Munich (TUM), Jerman.

    “Untuk beasiswa, Undip sudah menyiapkan di 14 prodi. Salah satunya sudah ready dengan TUM. Pak profesornya juga datang ke sini dan sudah meninjau di beberapa wilayah transmigrasi dengan Pak Menteri dan dari tim dari Undip,” ujarnya.

    “Saya rasa itu bukti nyata bahwa kita memang serius ingin support pada transformasi yang ada di transmigrasi,” lanjutnya.

    Tentang Beasiswa Patriot

    Beasiswa Patriot adalah beasiswa besutan Kementerian Transmigrasi yang akan menempatkan penerima beasiswa di kawasan transmigrasi. Terdapat 154 kawasan transmigrasi dengan kawasan prioritas termasuk Barelang di Batam, Salore di Merauke, dan antara Sulawesi Tengah atau Sulawesi Barat.

    Selain menyiapkan beasiswa reguler, pemerintah juga berencana mengalokasikan 30-60 persen kuota bagi anggota Komponen Cadangan (Komcad) untuk memperkuat semangat bela negara.

    Menurut laman resminya, para penerima beasiswa akan mendapatkan:

    Beasiswa Pendidikan
    Pendidikan di universitas terbaik dengan kurikulum khusus.

    Komponen Cadangan
    Pengembangan karakter dan ketahanan sebagai Tentara Komponen Cadangan.

    Penempatan Strategis
    Setelah lulus, penerima beasiswa akan ditempatkan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi dalam rangka pembangunan.

    Penerima Beasiswa Patriot akan mengikuti ikatan dinas selama periode tertentu untuk mencapai misi swasembada nasional, mendorong pembangunan ekonomi dan menjaga persatuan Indonesia.

    Adapun pendaftaran terbuka untuk sarjana terbaik dari berbagai disiplin ilmu. Prioritas untuk jurusan teknik, pertanian, dan kesehatan. Proses seleksi meliputi tes akademik, psikologi, kesehatan, dan wawancara untuk mendapatkan kandidat terbaik.

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Pertukaran ke Jerman Buka Pendaftaran, Uang Saku Rp 12,5 Juta


    Jakarta

    Institut für Auslandsbeziehungen (IFA) Jerman membuka pendaftaran fellowship CrossCultural Programme (CCP) bagi profesional dan sukarelawan dari 40 negara, termasuk Indonesia. Pendaftaran sedang dibuka akhir tahun ini sampai 10 Desember 2025.

    Program pertukaran ini memungkinkan para fellow untuk mengasah keahlian, berjejaring, dan mengembangkan keterampilan lintas budaya bersama organisasi-organisasi tuan rumah selama 2-3 bulan di Jerman. Simak syarat dan komponen pendanaannya di bawah ini, seperti dikutip dari laman IFA.


    Beasiswa Pertukaran ke Jerman CCP Fellowship

    German Federal Foreign Office membiayai beasiswa pertukaran berikut:

    • Tunjangan bulanan 650 euro (sekitar Rp12,5 juta)
    • Penerbangan pergi-pulang
    • Akomodasi
    • Tiket transportasi publik bulanan di kota residensi
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya penggantian biaya-biaya visa
    • Sebagai catatan, program ini tidak menyediakan dana dukungan bagi tanggungan seperti pasangan atau anak peserta pertukaran.

    CCP Fellowship juga meliputi manfaat berikut:

    • Kolaborasi dengan organisasi tuan rumah dari jejaring CCP
    • Mentoring selama durasi fellowship
    • Kesempatan pengembangan profesional secara daring dan luring di bidang kerja masing-masing
    • Lokakarya lintas budaya 3-4 hari
    • Berjejaring dengan peserta dan alumni CCP fellowship

    Syarat Beasiswa Pertukaran CCP ke Jerman

    • Usia minimal 23 tahun
    • Memiliki pengalaman profesional atau kerja sukarela di organisasi masyarakat sipil di negara asal minimal 2 tahun yang dapat dibuktikan
    • Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik
    • Sehat dan mampu tinggal dalam jangka panjang di luar negeri
    • Tidak sedang berstatus sebagai pelajar
    • Diutamakan yang memiliki:
      • Komitmen sosial dan komunitas jangka panjang
      • Memiliki atau akan memiliki kolaboasi dengan organisasi di negara tuan rumah
      • Memiliki keterampilan bahasa tambahan, khususnya bahasa Jerman
    • Diutamakan bagi orang-orang yang bekerja di subjek dan bidang profesional berikut:
      • Kebijakan dan masyarakat
      • Media dan budaya
      • Hak asasi manusia dan kebudayaan
      • Pembangunan berkelanjutan dan keadilan iklim
      • Budaya mengingat sejarah (mulai 2026)
      • Ketahanan demokrasi (mulai 2026)

    Jadwal Seleksi Pertukaran CCP ke Jerman

    • Pendaftaran: hingga 10 Desember 2025
    • Seleksi pendaftar: Januari-April 2026
    • Penugasan dan pengenalan awal dengan organisasi tuan rumah: Mulai April 2026
    • Implementasi beasiswa CCP: Mei-November 2026 (dalam 2-3 bulan)

    Berminat mendaftar, detikers? Cek informasi lebiih lanjut di https://www.ifa.de atau klik https://www.ifa.de/en/funding/ccp-fellowships/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Singapura hingga Jerman, Ratusan Pelari Ramaikan Ijen Trail Run 2025


    Jakarta

    Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025 sukses digelar pada 6-7 September dengan menghadirkan 378 pelari dari dalam dan luar negeri. Ajang yang masuk kalender Asia Trail Master ini menyuguhkan kombinasi tantangan fisik dan panorama Geopark Gunung Ijen.

    Selain Indonesia, ajang ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Singapura, Jepang, China, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Mesir, Prancis, Belanda, hingga Jerman yang terbagi dalam empat kategori, yakni 8 km, 14 km, 25 km, dan 50 km.

    Salah satu peserta, Thimo Kilberth (51) asal Jerman, berhasil menjadi juara pertama kategori master men 25 km. Ia mengaku terpesona dengan jalur lari yang ditawarkan Banyuwangi.


    “Lintasannya berat, tapi sangat indah. Apalagi saat naik ke kawah Ijen. Semuanya luar biasa,” terang Thimo dalam keterangan tertulis, Minggu (7/9/2025).

    Menurutnya, pengalaman berlari di Banyuwangi sangat berbeda dibandingkan event serupa di negara lain. Fenomena Blue Fire Kawah Ijen serta jalur Gunung Ranti menjadi daya tarik unik yang sulit ditemui di tempat lain. Kesan positif juga datang dari Akhmad Nizar, pelari asal Jember yang keluar sebagai juara umum kategori 50 km men.

    “Treknya sangat menantang, komplit lewat Gunung Ranti dan Ijen. Wisatanya juga makin bagus dan ramai,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir langsung untuk menyerahkan hadiah menilai ajang ini tak sekadar olahraga, tapi juga bagian dari promosi sport tourism.

    “Jalur yang dilewati masuk dalam site Geopark Ijen. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus menguatkan branding Banyuwangi yang menekankan kekuatan alam, budaya, dan keberlanjutan,” ujarnya.

    Berikut daftar juara Ijen Green Trail Run 2025:

    • Kategori 50 KM (Men): 1. Akhmad Nizar (Jember), 2. Enjelius Barung (Flores), 3. Nobou Mori (Jepang)
    • Kategori 50 KM (Women): 1. Dian Pradina (Bali), 2. Wong Yin Hong (Singapura), 3. Fauziah (Palu)
    • Kategori 25 KM (Umum Men): 1. Wildan Yusuf (Banyuwangi), 2. Ikmal Manggala (Malang), 3. I Rahmad Faisal (Blitar)
    • Kategori 25 KM (Umum Women): 1. Nur Anisa (Banyuwangi), 2. Citra Aprilia (Bali)
    • Kategori 25 KM (Master Men): 1. Thimo Kilberth (Jerman), 2. Laurent Roeykens (Belgia), 3. I Rifki (Surabaya)
    • Kategori 25 KM (Master Women): 1. Eni Mardijanti (Sleman), 2. Liesdawati (Makassar), 3. Liga Wiratama (Surabaya)
    • Kategori 14 KM (Men): 1. Mohammad Ikhwan (Banyuwangi), 2. Wawang Aruanda (Banyuwangi), 3. Muhammad Diov (Samarinda)
    • Kategori 14 KM (Women): 1. Bintan Pratiwi (Malang), 2. Andinna Martadinova (Depok), 3. Yuka Kanai (Jepang)
    • Kategori 8 KM (Men): 1. Muhamad Ardy (Blitar), 2. Akhmad Nizar (Bontang), 3. Muhammad Rifky (Surabaya)
    • Kategori 8 KM (Women): 1. Isaura Nur Saidah (Banyuwangi), 2. Fidyan Magfirotunnisa (Jombang), 3. Valencia Ichwandi (Bondowoso).

    (akn/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Craftofe, dari Grogol Melanglang Buana ke Dunia



    Jakarta

    Tempat nongkrong dengan konsep unik menjamur di Jakarta. Tapi yang satu ini beda banget, bukan cuma jualan kopi tapi juga produk ramah lingkungan yang nyen.

    Selasa (4/2) siang, saya mampir ke sebuah kedai kopi yang populer di bilangan Grogol, tepatnya di di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang. Dahan pepohonan menyeruak dari balik pagar, langit yang mendung menambah suasana semakin teduh.

    Craftote, itulah nama dari kedai kopi yang sekaligus jadi galeri. Thio Siujinata dan Rika Chistina mendirikan kriya ini pada tahun 2021 dengan bantuan dari Rumah BUMN (RB) Jakarta yang adalah program CSR dari BRI.


    Lulusan dari jurusan seni rupa IKJ, Thio (50) mengembangkan produk dari abaka, eceng gondok, pelepah pisang, mendong dan bambu. Memakai jasa dari perajin-perajin desa, ia menyulap bahan-bahan itu menjadi produk rumah tangga yang ramah lingkungan.

    CraftoteCraftote Foto: (Bonauli/detikcom)

    Dalam perjalanannya, tentu saja tidak semua berjalan mulus. Thio mengaku pernah kedatangan warga Jepang, yang adalah desainer, di kedai kopinya. Selagi ngopi mencari inspirasi, ia bertanya pada Thio apakah bisa memesan lampu dengan desain yang ia gambar.

    Pesanan itu diterima dan dikirim ke Jepang, totalnya sekitar 10 unit. Tak berapa lama, orang Jepang itu komplain karena barang yang dikirim rusak dan dikembalikan kepadanya.

    “Saya mencoba mencari perajin bambu, ternyata ada yang salah dari proses pengerjaan,” ungkapnya.

    Setelah mendapatkan ilmu baru, ia mempertanggungjawabkan kesalahannya dan mengirimkan barang baru. Berkat dedikasinya, pelanggan itu menjadi langganannya meski beda negara.

    CraftoteCraftote Foto: (bonauli/detikcom)

    Sejak masuk RB, Thio rajin ikut serta dalam kegiatan pameran. Dari sana banyak ekspatriat yang melirik hasil karyanya dan memesan dalam jumlah yang tidak sedikit. Kini produknya diekspor ke Kanada, Eropa dan Asia.

    Setelah perjuangan panjang, Craftote mendapat kesempatan untuk berpartisipasi di Inacraft 2024, sebuah pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara yang dihadiri oleh Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC).

    Rika Chistina, istri Thio, menceritakan dengan sumringah bagaimana bahagia itu tumpah saat Jokowi mampir ke boothnya. Secepat kilat ia menyambar kesempatan itu agar dapat berfoto dengan Jokowi.

    “Seneng banget rasanya,” ucap Rika tak henti sembari berterima kasih pada BRI yang terus-menerus mendukung usahanya.

    “Terima kasih banget kepada BRI, terima kasih,” ujarnya.

    CraftoteIbu Sandra dan kawan-kawan nongkrong di Craftote Foto: (bonauli/detikcom)

    Ibu Sandra dan teman-temannya menjadi salah satu langganan di Craftote. Ia mengaku suka nongkrong karena suasana kedai yang nyeni. Apalagi bisa sambil belanja.

    “Setahun lalu beli tudung saji di sini banyak buat Imlek,” ucapnya.

    Ia berkata harga dan kualitas dari produk Craftote patut diacungi jempol. Setiap kali ia suka dengan produk Craftote, ia tak segan-segan untuk langsung memborongnya.

    Harga produk-produk di Craftote mulai dari Rp 300 ribuan. Produknya berupa tas tangan dari bahan eceng gondok, kursi, lampion, hingga home decor.

    Thio berharap agar ke depannya, ia dapat membuka Po-Up store di Jerman dalam pameran crafting dunia. Ia yakin, mimpi itu akan segera jadi nyata.

    Peran Rumah BUMN

    Sejak menjadi anggota di RB, Thio tak hanya ikut dalam kelas pelatihan yang disediakan. Thio juga kerap diundang sebagai pembicara agar dapat membakar semangat UMKM lainnya.

    Aktivitas di Rumah BUMN JakartaFasilitator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana Foto: Melissa Bonauli/detikcom

    “Iya, Craftote jadi salah satu UMKM paling unik ya karena produknya ramah lingkungan dan tahan lama,” ungkap Jajang Rohmana (23), fasilitator dari RB Jakarta.

    Jajang berharap UMKM-UMKM lainnya dapat mengikuti langkah Thio yang tak menyerah dalam menjemput bola.

    (bnl/bnl)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Aktivitas Seru Berakhir Pekan di M Bloc Space



    Jakarta

    M Bloc Space bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.

    Tempat nongkrong kekinian di bilangan Jakarta Selatan memang sudah terhitung, tapi M Bloc Space bisa jadi satu dari pilihan tersebut. Ya, kawasan ini di akhir pekan akan jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat segala umur, utamanya muda-mudi.

    Sedari siang hingga menjelang sore kawasan ini sudah mulai didatangi pengunjung. Tak hanya dari Jakarta saja, bahkan warga sekitaran Jakarta pun memilih destinasi akhir pekannya ke sini.


    detikTravel menemui salah satu warga Bekasi yang hendak berkunjung ke M Bloc Space, Radian. Dia mengatakan tujuannya ke kawasan ini memang sebagai labuan tempat nongkrongnya. Ini bukan kali pertamanya datang ke sini, terkadang bersama teman-temannya dan kali ini dirinya datang bersama pasangannya.

    “Iya datang ke sini biasanya di weekend karena suka banyak acara juga dan ya udah beberapa kali juga ke sini. Biasanya kalau sama temen ke sini ya pas ada acara musik, tapi sekarang karena sama pacar jadi nyari tempat nongkrong aja,” katanya saat ditemui detikTravel di depan M Bloc Space, Sabtu (20/7/2024).

    Selain memang banyak tenant-tenant makanan, di area ini juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan seru yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Tak sedikit pula pengunjung yang datang sebagai pemburu konten, suasana yang instagramable membuat M Bloc Space jadi magnet bagi para content creator.

    1. Galeri Museum Peruri

    Saat memasuki area dalam M Bloc Space pengunjung akan melihat satu ruangan yang menyimpan beberapa mesin yang dipakai oleh Peruri kala mencetak uang. M Bloc Space dulunya merupakan Perum Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia).

    Dan di ruang ini terdapat mesin pencetak uang, mesin potong, mesin hand press, mesin penghitung uang logam, dan timbangan jadul. Rata-rata umur mesin tersebut sudah lebih dari puluhan tahun. Contohnya mesin pemotong uang itu dipakai saat percetakan Oeang Republik Indonesia daerah Banten – Serang yang digunakan di tahun 1948 hingga 1949. Ataupun mesin penghitung logam buatan Jerman tahun 1937.

    2. Acara Kreatif

    Saat detikTravel berada di M Bloc Space tengah dihelat salah satu kegiatan yakni CraftopiArt, acara ini merupakan kampus yang diselenggarakan oleh Politeknik Nasional Jakarta jurusan MICE.

    “Kegiatan ini dua hari, hari ini sama besok. Sebenarnya minggu ini tuh sesi pre event dari (main) event minggu depan bakal ada exhibition dari CraftopiArt,” kata Aryo salah satu penjual kerajinan di acara tersebut.

    Kerajinan tangan yang dijajakan oleh Aryo adalah pernik manik dan rajut, produk manik-manik di booth-nya pun beragam mulai dari gelang hingga gantungan. Dan untuk produk rajutnya ada boneka-boneka, harga yang ia banderol pun beragam mulai Rp 15.000 hingga ratusan ribu.

    3. Berburu Kuliner

    Ya, tentu rasanya kurang afdol ketika nongkrong di suatu tempat tanpa menikmati kuliner. Di area luar M Bloc Space berderet berbagai kafe-kafe yang menyuguhkan berbagai hidangan makanan dan minuman.

    Ada yang autentik Indonesia seperti Suwe Ora Jamu yang tentunya menjajakan jejamuan tradisional khas Indonesia. Kemudian jika ingin ngopi-ngopi santai pun ada cafe Titik Temu yang berada di samping pintu masuk M Bloc Space

    4. Spot Foto Istagramble

    Bagi muda-mudi yang datang ke sini pastinya akan mengabadikan diri mereka di beberapa spot di M Bloc Space, hampir semua spot di kawasan ini cakep untuk diabadikan. Mulai dari ruangan museum, lorong pintu masuk, di dalam M Bloc Market hingga pinggiran jalan raya.

    5. Berbelanja

    Di sini juga beragam produk yang bisa kamu bawa pulang, ada pakaian, souvenir hingga kebutuhan sehari-hari juga tersedia di sini. Deretan toko di area luar M Bloc Space terdapat beberapanya seperti Unionwell, Matalokal, Connectoon dan jika ingin membeli kebutuhan sehari-hari plus kudapan sehat bisa jajal di M Bloc Market yang berada di area dalam.

    “Untuk M Bloc Space kalau weekend Jumat sampai Minggu bukanya dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB, kalau weekday bukanya dari jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB. Terus itu kalau untuk F&B (area luar M Bloc Space) itu sampai jam 24.00 WIB,” ujar petugas keamanan M Bloc Space, Diki.

    Jadi buat kamu yang biasa nongkrong di M Bloc Space apa saja sih kegiatan serunya?

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker