Tag: jeruk nipis

  • 9 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit

    Jakarta

    Jeruk nipis dikenal dengan khasiat yang besar untuk kesehatan tubuh. Buah berukuran kecil ini sudah digunakan sejak zaman dahulu sebagai penyedap dan obat alami.

    Selain itu, jeruk nipis juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Jadi, selain mendapat efek segar dari jeruk nipis, ada banyak manfaat yang didapat.

    Manfaat Jeruk Nipis

    Jeruk nipis mengandung berbagai nutrisi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung hingga meningkatkan kesehatan kulit. Berikut penjelasannya.


    1. Memiliki Sifat Detoksifikasi

    Jeruk nipis mempunyai sifat detoksifikasi yang membantu membersihkan tubuh dari racun dan limbah. Menurut buku Jeruk Nipis: Manfaat, Penggunaan dan Resep oleh Tresno Saras, senyawa aktif dalam jeruk nipis bisa merangsang detoksifikasi dalam hati dan menciptakan lingkungan internal yang sehat.

    2. Mengurangi Radikal Bebas

    Senyawa antioksidan dalam jeruk nipis membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas dalam tubuh. Khasiat ini bisa membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker, jantung dan penuaan dini.

    Jeruk nipis bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini berkat kandungan seratnya yang tinggi, sehingga membantu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi keinginan makan berlebihan dan meningkatkan metabolisme. Jeruk ini juga cocok untuk diet rendah kalori.

    4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Vitamin C sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dari penyakit. Menurut WebMd, mengonsumsi jeruk nipi yang tinggi vitamin C secara teratur bahkan bisa membantu mencegah flu biasa.

    5. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    Jeruk nipis dapat berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan kulit. Buah ini kaya akan vitamin C yang diperlukan untuk membuat kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang.

    Mengutip Healthline, sebuah penelitian dilakukan kepada lebih dari 4.000 wanita. Hasilnya menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak vitamin C memiliki risiko lebih rendah memiliki kulit keriput dan kering seiring bertambahnya usia.

    6. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa jeruk nipis bisa mengurangi beberapa faktor risiko penyakit ini .

    Jeruk nipis kaya akan vitamin C yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan tekanan darah tinggi sendiri merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

    7. Mencegah Batu Ginjal

    Batu ginjal merupakan kristal mineral kecil yang sering terasa sakit saat dikeluarkan. Batu ginjal bisa terbentuk ketika urin sangat pekat atau kamu memiliki kadar mineral pembentuk batu yang tinggi, seperti kalsium dalam urin.

    Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang tinggi. Kandungan ini bisa mencegah batu ginjal dengan meningkatkan kadar sitrat dan mengikat mineral pembentuk batu dalam urin.

    8. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

    Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah dan mengangkut oksigen ke tubuh. Kadar zat besi dalam darah yang rendah bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.

    Orang yang menjalani pola makan vegan atau vegetarian memiliki risiko anemia defisiensi besi lebih tinggi. Sebab, produk nabati mengandung zat besi yang tidak bisa diserap dengan baik seperti zat besi yang ada dalam produk hewani. Makanan tinggi vitamin C seperti jeruk nipis bisa membantu mencegah anemia defisiensi besi dengan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati.

    Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak normal. Buah jeruk mengandung senyawa yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu. Flavonoid dalam jeruk nipis bisa membantu menghentikan ekspresi gen yang mendorong perkembangan kanker. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa jeruk bisa menekan pertumbuhan atau penyebaran kanker usus besar, tenggorokan, pankreas, payudara, sumsum tulang, limfoma dan sel kanker lainnya.

    Kandungan Jeruk Nipis

    Kandungan gizi dari jeruk nipis yang bermanfaat bagi kesehatan begitu banyak. Mengutip repository Unimus, berikut kandungan gizi dalam tiap 100 gram buah jeruk nipis.

    • Kalori (37,00 kal)
    • Protein (0,80 g)
    • Lemak (0,10 g)
    • Karbohidrat (12,30 g)
    • Kalsium (40,00 mg)
    • Fosfor (22,00 mg)
    • Zat Besi (0,60 mg)
    • Vitamin B1 (0,04 mg)
    • Vitamin C (27,00 mg)
    • Air (86,00 mg)
    • Hidrat arang (12,4 g).

    Kandungan lainnya dalam jeruk nipis adalah vitamin A, belerang, asam sitrat, glikosida, minyak atsiri (meliputi aldehid, aktilaldehid, linalin asetat, geranil asetat, dan kadinen. Selain itu jeruk nipis juga mengandung senyawa saponin dan flavonoid, yaitu hesperidin (hesperetin 7 rutinoside), tangeritin, naringin, eriocitrin, dan eriocitrocide.

    Itulah berbagai manfaat jeruk nipis, mulai dari mencegah berbagai penyakit dalam hingga menjaga kulit tetap kencang. Konsumsi jeruk nipis harus dibarengi pola hidup sehat, sehingga manfaatnya bisa diperoleh tubuh secara maksimal.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Konsumsi Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis, Rasakan 5 Manfaat Sehat Ini


    Jakarta

    Lemon dan jeruk nipis masuk kategori buah citrus yang umum digunakan. Keduanya memiliki rasa yang asam segar dan manfaat yang sama kalau rutin dikonsumsi.

    Buah citrus banyak ragamnya, dua di antaranya adalah lemon dan jeruk nipis. Kedua buah ini diketahui mengandung vitamin C yang tinggi.

    Dilansir dari USDA, pada 100 gram buah lemon mengandung sekitar 53 miligram vitamin C, sedangkan pada jeruk nipis sekitar 29 miligram. Vitamin C pada lemon dan jeruk nipis membuat cita rasanya asam, tapi bisa bertindak sebagai zat antioksidan.


    Lemon dan jeruk nipis sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang. Biasanya dikonsumsi sebagai minuman atau dicampurkan pada masakan.

    Manfaat lain dari lemon dan jeruk nipis juga bisa dirasakan pada tubuh. Mulai dari memudarkan kerutan wajah, menurunkan darah tinggi, hingga menyehatkan gigi.

    Berikut 5 manfaat lemon dan jeruk nipis untuk menyehatkan tubuh, seperti dilansir dari WebMD (6/12).

    1. Memudarkan kerutan wajah

    Penuaan dini sangat dihindari oleh banyak wanita, karena bisa mempengaruhi penampilan. Selain perawatan dari luar, dorongan dari dalam juga perlu diperhatikan. Caranya dengan mengonsumsi vitamin C yang tepat, seperti lemon dan jeruk nipis.

    Vitamin C ini dapat membantu proses pembentukan kolagen, sehingga kulit menjadi kenyal dan bersinar. Tentunya, kerutan wajah juga memudar secara alami.

    2. Menurunkan darah tinggi

    manfaat lemon dan jeruk nipismanfaat lemon dan jeruk nipis Foto: Getty Images/iStockphoto

    Darah tinggi bisa dipicu karena pola hidup yang tidak sehat. Seperti mengonsumsi makanan tinggi garam atau yang mengalami obesitas.

    Kamu bisa menurunkan darah tinggi ini dengan mengonsumsi lemon dan jeruk nipis secara rutin. Caranya dengan menambahkan jus lemon ke dalam air dan konsumsi langsung.

    Namun, jika kamu mengonsumsi obat tekanan darah atau obat lainnya, harus konsultasi ke d okter. Karena, jeruk dapat menghambat kerja obat.

    3. Meningkatkan kesehatan otak

    Lemon dan jeruk nipis juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan otak. Karena, kedua buah citrus ini memiliki kandungan bahan kimia khusus yang dapat menjaga sel-sel otak aman dari zat beracun.

    Keduanya juga mengandung zat antioksidan tinggi, sehingga dapat melindungi terhadap kerusakan sel dan peradangan secara umum. Lemon dan jeruk nipis juga baik dikonsumsi rutin dalam mengurangi beberapa risiko penyakit otak, seperti parkinson dan alzheimer.

    4. Menjaga kesehatan gusi

    manfaat lemon dan jeruk nipismanfaat lemon dan jeruk nipis Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kesehatan gigi sangat perlu diperhatikan. Permasalahan seperti gusi bengkak, berdarah, hingga gigi goyang kerap dialami oleh banyak orang. Biasanya karena dipicu kekurangan vitamin C. Untuk menjaga kesehatan gusi dan gigi, rutin mengonsumsi lemon dan jeruk nipis dianjurkan.

    Namun, asam sitrat pada lemon dan jeruk nipis juga bisa berdampak buruk pada email gigi. Setidaknya tunggu sekitar 30 menit kalau ingin menggosok gigi setelah makan atau minum lemon dan dan jeruk nipis.

    5. Mengatasi gejala flu

    Musim hujan sedang berlangsung di Indonesia membuat sebagian orang mengalami gejala flu. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang menunrun.

    Untuk menjaga kekebalan atau imunitas tubuh, pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang asupannya harus terjaga.

    Bisa mengonsumsi lemon dan jeruk nipis untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Jika mengonsumsinya saat gejala awal flu, bisa membantu tubuh sembuh lebih cepat.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Sederet Penyebab dan Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Ular yang masuk ke dalam rumah tentu menjadi momok bagi banyak orang. Kehadirannya tak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga bisa berbahaya, terutama jika jenis ular yang masuk tergolong berbisa.

    Mencegah ular datang ke rumah tidak bisa sebatas menutup celah-celah masuk, tetapi juga perlu berbagai upaya lain. Seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari adanya tumpukan barang, hingga memanfaatkan aroma tertentu yang tidak disukai ular.

    Penyebab dan Waktu Ular Kerap Datang ke Rumah

    Dikutip dari laman Northwest, ular lebih sering terlihat saat cuaca berada di suhu berkisar antara 27-32°C. Ular paling aktif pada pagi dan sore hari, sedangkan saat siang terik mereka cenderung bersembunyi.


    Menjelang akhir musim panas, aktivitas ular kembali meningkat sebelum mereka masuk kembali ke masa hibernasi atau brumasi. Sebelum mengetahui cara mencegahnya, pastikan kamu tahu seberapa mudah ular masuk ke rumahmu.

    Beberapa penyebab ular masuk ke rumah di antaranya:

    1. Mencari Habitat

    Habitatnya di alam kemungkinan sudah rusak atau terganggu oleh manusia. Kalau rumah kamu dekat dengan pohon, rerumputan, persawahan, atau area-area yang bisa menjadi tempat persembunyian ular, mungkin ini penyebab utama mudahnya ular masuk rumah.

    2. Mencari Tempat Berteduh

    Ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat saat musim hujan, tapi juga mencari tempat berlindung dari panas. Ular mencari tempat yang teduh untuk berlindung saat musim kemarau.

    3. Musim Berkembang Biak

    Waktu pergantian musim biasanya menjadi musim ular berkembang biak. Jadi baiknya hati-hati dengan keberadaan ular yang lebih sering dari biasanya.

    4. Pakan Melimpah

    Mungkin di sekitar wilayah tersebut, tersedia pakan yang melimpah seperti tikus dan binatang lainnya, sehingga ular memilih tinggal dan berkembang biak di permukiman.

    Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah dan Ogah Datang Lagi

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular dari lingkungan tempat tinggalmu. Salah satu langkah sederhana adalah menutup celah atau lubang di sekitar rumah serta menjaga kebersihan taman.

    Dalam situs Lingkungan dan Warisan Pemerintah NSW, sebetulnya ular memiliki peran penting dalam ekosistem dan sebagian besar tidak berbahaya. Mereka hanya akan menyerang manusia jika merasa terancam atau terluka.

    Sebagian besar kasus gigitan terjadi ketika seseorang mencoba menangkap atau membunuh ular. Jadi, jika kamu menemukan ular di rumah atau taman, sebaiknya tidak bertindak sendiri.

    Menghubungi penangkap ular profesional atau damkar, sesegera mungkin setelah kamu melihat adanya ular, adalah langkah yang paling aman. Berikut cara mencegah ular masuk ke rumah, dikutip dari laman Homes to Love:

    Ular sering mencari tempat yang gelap dan terlindung seperti atap, bawah rumah, atau garasi. Pastikan kamu menutup semua celah dan lubang di area tersebut agar ular tidak memiliki akses untuk bersarang.

    Pemasangan kasa pada pintu dan jendela juga bisa menjadi solusi untuk menjaga aliran udara tanpa memberikan celah bagi ular masuk.

    2. Menjaga Kebersihan Taman

    Taman yang berantakan dengan tumpukan daun atau kayu bisa menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Jaga agar rumput tetap pendek, bersihkan bedengan taman dari sisa tanaman, dan susun kayu dengan rapi agar tidak menjadi tempat berlindung ular maupun hewan pengerat yang menjadi mangsanya.

    Jika rumahmu sering didatangi ular, ubah kondisi kebun agar tidak menarik perhatian mereka. Potong rumput secara teratur, taburi bahan yang sulit dilewati ular seperti kerikil tajam atau kulit telur.

    Jangan lupa, potong ranting pohon yang menjulur ke atap atau jendela, karena mungkin ular merayap ke dalam rumah melalui jalur tersebut.

    Ular sering menggunakan celah pada dinding batu sebagai tempat berjemur, berlindung, atau mencari makanan seperti tikus dan katak. Jika kamu memiliki dinding berbatu atau struktur serupa, pastikan semua rongga tertutup agar tidak menjadi sarang ular.

    4. Jauhkan Kandang Ayam dan Burung

    Ular dapat tertarik pada ayam atau burung peliharaan, baik sebagai mangsa maupun karena sisa makanannya yang mengundang tikus. Gunakan kawat kasa di sekitar kandang ayam dan burung untuk mencegah ular masuk. Menjaga kebersihan kandang juga membantu mengurangi daya tarik bagi ular.

    5. Membuang Sisa Makanan dengan Benar

    Sisa makanan yang dibiarkan terbuka dapat menarik tikus, yang akhirnya dapat mengundang ular ke rumahmu. Pastikan semua sampah makanan dibuang ke tempat sampah tertutup agar tidak menarik hewan-hewan yang menjadi mangsa ular.

    6. Beri Aroma Menyengat sebagai Pengusir Ular

    Salah satunya kamu bisa taburi kamper yang memiliki bau menyengat dan tidak disukai ular. Letakkan di dekat lubang atau celah yang berpotensi menjadi tempat masuk ular.

    Tapi, kamper beracun bagi anak-anak dan hewan peliharaan, jadi gunakan dengan hati-hati. Adapun bahan alami lainnya yakni semprotkan minyak cengkeh dan kayu manis.

    Senyawa asam sulfonat dalam bawang juga dapat mengusir ular, jadi bisa juga gunakan air campuran bawang putih dan bawang merah dengan garam batu. Racikan lainnya bisa dengan tuangkan cuka putih dan potongan cabai di sekeliling area tersebut. Aroma menyengat sangat tidak disukai ular di antaranya adalah cuka dan cabai.

    Ramuan lainnya yakni campurkan jeruk nipis dengan cabai rawit atau minyak pepermin, lalu taburkan di sekitar rumah. Campuran ini mengeluarkan bau yang tidak disukai ular dan juga menyebabkan iritasi pada kulit mereka.

    7. Menanam Tanaman yang Beraroma

    Jenis tanaman juga dapat mempengaruhi keberadaan ular. Semak-semak dan berdaun rimbun bisa menjadi tempat persembunyian ular. Beberapa tanaman dengan aroma kuat diyakini dapat membantu mengusir ular, meskipun penelitian tentang efektivitasnya masih terbatas.

    Salah satunya bunga marigold memiliki warna mencolok seperti kuning dan oranye. Menurut laman Times of India, bunga ini mengeluarkan aroma yang cukup kuat dan tidak disukai oleh ular, sehingga cocok dijadikan tanaman hias sekaligus pencegah ular.

    Adapula sereh yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, juga dikenal ampuh mengusir ular. Tanaman ini memiliki aroma pedas yang kuat, yang membuat ular enggan mendekat ke rumah.

    Selain itu, menanam lavender dalam pot dan meletakkannya di sekitar pintu atau jendela bisa menjadi cara alami untuk mencegah ular masuk. Lidah mertua yang memiliki daun runcing juga tidak disukai ular.

    Adapun tanaman lainnya yakni basil, kaktus, rosemary, hingga menanam bawang merah dan bawang putih bisa jadi tanaman penangkal ular. Jika semua metode alami ini tidak berhasil dan kamu masih sering menemukan ular di sekitar rumah, sebaiknya hubungi ahli pengendalian hama atau penangkap ular profesional.

    Langkah Menghadapi Ular yang Masuk ke Rumah

    Menurut Richie Gilbert dari Sunshine Coast Snake Catchers dalam laman Homes to Love, produk-produk alat kejut untuk mengusir ular tidak terbukti efektif. Hewan peliharaan juga dinilai tidak mampu secara alami mengusir ular.

    Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan agar ular tidak tertarik datang. Selain itu, ada juga klaim bahwa ampas kopi dan garam dapat mengusir ular karena baunya yang kuat. Tetapi, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

    Lalu, apa yang bisa dilakukan saat kita mendapatkan adanya ular di dalam rumah? Dikutip dari laman Satpol PP Sleman, dalam berbagai kasus yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan tidak panik.

    Kalau tidak memiliki pengalaman dalam menangani ular, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau snake rescuer untuk meminta bantuan. Selain itu, amati pergerakan ular dan lokasi persembunyiannya agar petugas lebih mudah menemukannya.

    Jika ingin mencoba menghalau atau menangkap ular sendiri, hindari kontak langsung, terutama pada bagian kepalanya. Gunakan peralatan yang tersedia di rumah sesuai dengan ukuran ular, seperti botol air mineral, toples, ember, atau sapu untuk menangkapnya dengan aman.

    Itulah tadi penyebab dan pencegahan ular datang ke rumah. Semoga bisa membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Alami Bersihkan Noda Karat di Pakaian, Tanpa Pemutih!



    Jakarta

    Noda karat yang membandel pada pakaian memang sulit dihilangkan. Berbagai macam produk seperti pembersih hingga pemutih belum tentu bisa menghilangkannya. Namun, tidak perlu khawatir karena ada bahan alami yang bisa hilangkan noda karat pada pakaian.

    Melansir dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, noda karat pada pakaian bisa hilang dengan pasta yang terbuat dari campuran garam dan ekstrak jeruk nipis.

    Pasta ini terdiri dari 3 bagian bahan kering dicampur 1 bagian air. Bagian kering adalah garam sementara bagian air adalah ekstrak jeruk nipis. Untuk memudahkan proses pembuatan pasta, terlebih dahulu buat ekstrak jeruk nipis dengan cara-cara berikut ini.


    • 4 buah jeruk nipis ukuran sedang dicuci dan dilap kering
    • Iris tipis jeruk nipis beserta kulitnya
    • Rebus dengan air sekitar 700 ml (kira kira seukuran botol sirup)
    • Setelah mendidih, matikan kompor dan tunggu hingga hangat
    • Masukkan ke dalam blender dan blender hingga hancur
    • Saring dengan kain (seperti menyaring santan) dan pastikan tidak ada ampas atau bulir yang keluar
    • Masukkan ekstrak ke dalam botol kaca

    Setelah ekstrak jeruk nipis sudah tersedia, maka ikuti langkah selanjutnya di bawah ini.

    • Buat pasta dengan mencampurkan garam dan ekstrak jeruk nipis dengan perbandingan 3:1.
    • Oleskan pasta yang banyak ke bagian yang terkena noda karat.
    • Keringkan dengan sinar matahari selama 2-3 jam.
    • Setelah kering, cuci pakaian seperti biasa.

    Itulah cara menghilangkan noda karat pada pakaian menggunakan bahan alami. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ular Sering Muncul di Rumah? Coba Taburkan Bahan Dapur Ini, Auto Kabur!


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang apabila merasa terancam dapat menyerang. Ular memiliki bisa yang dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, merusak jaringan, saraf, dan organ sehingga cukup berbahaya.

    Hewan melata ini bisa ditemui di mana saja, tidak harus di hutan. Ular menyukai tempat yang gelap dan tenang. Ia bisa muncul dari semak-semak hingga area perairan. Rumah yang sering kebanjiran harus waspada karena bisa saja ular terseret arus air dari sungai yang meluap.

    Untuk mencegah ular masuk ke rumah di luar kondisi banjir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir Northwest Exterminating, berikut beberapa bahan yang tidak disukai ular dan bisa dijadikan penghalang mereka datang.


    1. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tanaman bawang-bawangan terkenal memiliki efek ketika diiris karena terdapat senyawa sulfur yang terlepas ketika diiris. Selain itu, ada lho kandungan bawang yang tidak disukai oleh ular yakni asam sulfonate. Senyawa ini dapat menghasilkan mengaktifkan allicin yang berfungsi menguarkan aroma khas pada bawang putih.

    Cara memasang perangkapnya dengan mencincang halus bawah putih atau bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

    2. Cuka

    Bahan selanjutnya yang efektif mengusir ular adalah cuka dapur. Cairan ini bisa dituang ke sekitar kolam agar ular tidak berani naik ke permukaan.

    3. Jeruk Nipis

    Campuran jeruk nipis, cabai rawit, dan minyak papermint ternyata bisa membuat ular kabur. Campuran ketiga bahan ini harus dimasukkan ke dalam botol kaca dan disemprotkan ke halaman atau lubang yang bisa menjadi akses ular masuk.

    4. Kapur Barus

    Kapur barus atau kamper merupakan benda yang biasa diletakkan di kamar mandi. Bentuknya kecil dan keras. Bentuk dan warnanya beragam dan mengeluarkan aroma yang sedap.

    Namun, aroma ini tidak disukai oleh ular. Di dalam kapur barus terdapat senyawa naftalena yang dapat membuat ular iritasi.

    5. Sulfur

    Bahan terakhir yang bisa dipakai adalah sulfur. Bahan ini dapat menyebabkan dua efek, yakni bau tak sedap dan iritasi pada kulit ular. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah. Jangan lupa ketika meletakkannya memakai sarung tangan yang aman. Selain itu, jauhkan dari hewan peliharaan dan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cuka Putih Ampuh Bersihkan Kotoran hingga Basmi Noda?


    Jakarta

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang memberikan efek asam pada makanan. Cuka putih sering digunakan sebagai pengganti jeruk nipis.

    Tidak hanya digunakan untuk masakan, cuka putih juga sering dipakai sebagai cairan pembersih alami. Soalnya, cuka putih dinilai efektif untuk membersihkan noda dan kotoran yang membandel.

    Meski ada banyak produk pembersih yang dijual di pasaran, tapi para ahli di bidang kebersihan menyarankan penggunaan cuka putih untuk membersihkan beberapa area di rumah, seperti kamar mandi yang penuh noda kuning dan lumut.


    Apa yang membuat cuka putih begitu populer untuk membersihkan noda dan kotoran?

    Dilansir BBC, salah satu faktor yang membuat cuka putih banyak digunakan untuk cairan pembersih karena mengandung asam asetat. Meski mengandung asam, tapi terbilang masih ringan sehingga tidak langsung merusak kain dan furniture, tapi cukup ampuh untuk mengatasi noda dan kotoran yang membandel.

    Cuka putih yang dijual di pasaran umumnya memiliki pH sekitar 2-3. Kandungan pH tersebut sudah cukup untuk mengatasi noda, terutama yang disebabkan oleh endapan mineral. Sifat asam pada cuka putih dapat meleburkan kotoran sehingga mudah larut dalam air.

    Selain itu, cuka putih memiliki sifat antimikroba yang dinilai efektif untuk membasmi bakteri. Asam pada cuka putih membuat kuman sulit bertahan hidup sehingga perlahan akan mati. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan cuka putih dapat membunuh berbagai patogen, termasuk E. coli.

    Perpaduan Cuka dan Soda Kue yang Lebih Ampuh

    Kombinasi cuka putih dan soda kue juga banyak dipakai untuk mengangkat kotoran dan membersihkan noda. Misalnya, penggunaan soda kue dan cuka putih untuk mengatasi saluran air wastafel yang tersumbat.

    Ketika dicampur dengan cuka putih, soda kue akan bereaksi dan menghasilkan gelembung dan karbon dioksida. Sifat soda kue yang basa akan bereaksi dengan asam pada cuka putih, sehingga mampu mengangkat kotoran dan noda membandel.

    Tidak Semua Benda Bisa Dibersihkan Pakai Cuka

    Meski dinilai efektif untuk mengangkat kotoran dan noda, tetapi tidak semua benda bisa dibersihkan pakai cuka putih. Menuangkan cuka ke barang elektronik justru bisa memicu kerusakan, terutama pada komponen di dalamnya. Hal itu terjadi karena cairan asam pada cuka yang bersifat korosi.

    Selain itu, cuka putih dapat merusak permukaan lantai batu kapur sehingga menimbulkan lubang-lubang kecil. Kondisi ini membuat lantai jadi terlihat jelek dan terasa kasar saat diinjak.

    Meski begitu, bagian luar laptop dan perangkat komputer yang sudah dimatikan masih bisa dibersihkan pakai cuka putih. Caranya dengan memmbuat semprotan cuka yang telah dicampur air, lalu semprot ke bagian luar laptop dan gosok secara perlahan menggunakan kain microfiber.

    Namun, pastikan cairan cuka tidak masuk ke dalam perangkat elektronik. Hal itu yang membuat terjadi kerusakan pada perangkat karena terpapar zat asam dari cuka.

    Itulah alasan mengapa cuka putih banyak digunakan untuk membersihkan kotoran dan noda. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Manfaat Sehat Jika Rutin Konsumsi Lemon dan Jeruk Nipis

    Jakarta

    Dari berbagai jenis keluarga citrus, lemon dan jeruk nipis termasuk buah yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Keduanya kerap dijadikan sebagai minuman, bahan kue, hingga campuran dalam masakan.

    Rasanya yang identik asam segar, sejumlah makanan serta minuman yang menggunakan lemon dan jeruk nipis memiliki cita rasa yang khas.

    Tak hanya dimanfaatkan untuk hidangan, kedua buah citrus tersebut diketahui pula memiliki khasiat bagi kesehatan. Apa saja?


    Kandungan Nutrisi Lemon dan Jeruk Nipis

    Sebelum mengetahui sejumlah manfaat jeruk nipis dan lemon, ketahui lebih dulu nutrisi apa saja yang terkandung dalam kedua citrus itu.

    Menurut data pangan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram lemon mengandung nutrisi, antara lain:

    • Energi: 29 kalori
    • Air: 89 gram (g)
    • Karbohidrat: 9,32 g
    • Protein: 1,1 g
    • Kalsium: 26 miligram (mg)
    • Magnesium: 8 mg
    • Fosfor: 16 mg
    • Potasium: 138 mg
    • Vitamin C: 53 mg
    • Vitamin A: 1 microgram (mcg).

    Lemon juga menyimpan nutrisi lain, seperti zat besi, fiber, mangan, selenium, hingga folat.

    Begitu juga jeruk nipis, buah citrus satu ini memiliki nutrisi yang tak jauh berbeda dengan lemon. Dalam 100 gram jeruk nipis disebutkan mengandung:

    • Energi: 30 kalori
    • Air: 88,3 g
    • Karbohidrat: 10,5 g
    • Protein: 0,7 g
    • Kalsium: 33 mg
    • Magnesium: 6 mg
    • Fosfor: 18 mg
    • Potasium: 102 mg
    • Vitamin C: 29,1 mg
    • Vitamin A: 2 mcg.

    Jeruk nipis juga memiliki nutrisi lain, yaitu fiber, zat besi, seng, mangan, hingga vitamin B-6.

    Manfaat Lemon dan Jeruk Nipis bagi Kesehatan

    Dengan sederet nutrisi yang dikandungnya, berikut manfaat jeruk nipis dan lemon bagi kesehatan yang dikutip dari laman WebMD:

    1. Sebagai Antioksidan

    Vitamin C, flavonoid, dan asam fenolik yang terkandung pada lemon dan jeruk nipis sangatlah berlimpah. Semua nutrisi itu merupakan senyawa yang dikenal dengan antioksidan.

    Antioksidan sendiri berperan dalam melawan radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    2. Memperlambat Penuaan

    Lagi-lagi vitamin C di kedua citrus tersebut memiliki manfaat. Asam askorbat atau vitamin C bisa bantu memproduksi kolagen yang membuat kulit tetap kenyal.

    Meski keriput termasuk tanda penuaan alami, tanpa asupan nutrisi yang cukup maka kulit akan mudah berkerut. Jadi setidaknya, kerutan dapat diperlambat dengan nutrisi yang tepat seperti vitamin C.

    Sayangnya, vitamin C tidak mampu diproduksi oleh tubuh. Karena itu, setiap orang perlu mendapatkannya dari makanan. Di antaranya bisa memperolehnya dari lemon dan jeruk nipis.

    3. Meningkatkan Kesehatan Otak

    Sejumlah nutrisi yang terkandung di lemon dan jeruk nipis bisa menjaga sel-sel otak dari berbagai zat beracun dalam tubuh. Dua buah citrus tersebut juga melindungi dari peradangan secara umum sehingga dapat bantu menurunkan risiko terkena penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer.

    4. Mencegah Batu Ginjal

    Ketika terkena penyakit batu ginjal, materi padat dan keras yang menyerupai bebatuan kecil pada ginjal akan menyumbat saluran urine. Karena itu, rasa nyeri biasanya dapat terasa saat buang air kecil.

    Batu-batu kecil di ginjal ini terbentuk ketika mineral dalam tubuh menggumpal. Senyawa sitrat dalam lemon dan jeruk nipis bisa bantu menghentikan penumpukan ini.

    5. Bantu Mengatasi Flu

    Vitamin C bisa bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Dengan mengkonsumsinya saat gejala awal pilek disebutkan dapat membantu seseorang untuk sembuh lebih cepat dari flu.

    6. Bantu Memompa Jantung

    Flavonoid dalam jeruk nipis dan lemon disebut dapat pula menjaga kadar lemak serta gula dalam darah pada tingkat yang sehat. Karenanya, risiko terkena penyakit jantung kemungkinan akan lebih kecil jika mengkonsumsi nutrisi tersebut.

    Namun, terlalu banyak memakan kedua citrus itu juga tidak diperkenankan. Salah satunya dapat berdampak buruk bagi pembuluh darah.

    7. Menjaga Gusi Tetap Sehat

    Gusi yang bermasalah seperti bengkak dan berdarah dapat diatasi dengan jeruk nipis dan lemon karena terkandung asam sitrat di dalamnya. Namun, senyawa ini dapat merusak enamel gigi. Oleh sebab itu, sikatlah gigi setelah 30 menit mengkonsumsi dua buah citrus tersebut.

    Itu tadi manfaat lemon dan jeruk nipis bagi kesehatan lantaran mengandung sederet nutrisi yang baik.

    (fds/fds)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Cara Memanfaatkan Jeruk Lemon dan Nipis yang Berkhasiat untuk Kesehatan

    Jakarta

    Jeruk lemon dan jeruk nipis adalah dua jenis buah yang kerap kita gunakan sehari-hari untuk olahan masakan. Nyatanya, dua jenis jeruk ini juga punya kandungan nutrisi yang melimpah dan manfaatnya luar biasa untuk kesehatan.

    Kaya akan vitamin C, antioksidan, dan senyawa alami lainnya, kedua buah ini sering menjadi pilihan utama dalam menjaga daya tahan tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, hingga merawat kecantikan kulit. Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara mengolahnya tentu perlu diperhatikan.

    Mengolah jeruk lemon dan jeruk nipis tidak hanya sebatas memerasnya menjadi jus. Ada banyak cara kreatif yang bisa dilakukan, mulai dari mencampurnya dalam minuman, menjadikannya bahan utama dalam makanan, hingga memanfaatkannya untuk perawatan tubuh secara alami.


    Cara Mengolah Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis

    Lemon dan jeruk nipis masuk kategori buah citrus yang umum digunakan. Keduanya memiliki rasa yang asam segar dan tinggi khasiat kalau rutin dikonsumsi.

    Dilansir dari USDA, pada 100 gram buah lemon mengandung sekitar 53 miligram vitamin C, sedangkan pada jeruk nipis sekitar 29 miligram. Vitamin C pada lemon dan jeruk nipis membuat cita rasanya asam, tapi bisa bertindak sebagai zat antioksidan.

    Biasanya lemon dan jeruk nipis dikonsumsi sebagai minuman atau dicampurkan pada masakan. Dalam artikel WebMD yang telah diverifikasi Zilpah Sheikh, MD, dan artikel Medical News Today verifikasi Natalie Butler, R.D., L.D., ada banyak cara sehat memanfaatkan setiap perasan lemon dan jeruk nipis sebagai berikut:

    1. Penambah Cita Rasa

    Lemon biasa digunakan untuk santapan yang lekat dengan olahan ikan dan untuk menguatkan rasa. Sementara jeruk nipis biasa digunakan untuk perasan santapan berkuah, sebagai penyeimbang masakan.

    Saat kamu memeras sari buah ke dalam air atau ke dalam hidangan yang lezat, air dua jenis jeruk yang segar ini memberikan vitamin dan mineral yang sama. Kedua jenis jeruk ini menjadi penyeimbang rasa, tanpa memberi tambahan kadar gula pada masakan.

    2. Menjadi Minuman

    Lemon dan jeruk nipis punya rasa yang kuat dan asam. Keduanya bisa dijadikan minuman yang segar dalam bentuk jus, bahkan juga bisa sebagai potongan irisan buah.

    Lemon dan jeruk nipis adalah tambahan pas untuk banyak minuman, baik yang panas atau dingin. Seperti menambahkan potongan lemon atau jeruk nipis ke dalam air untuk membuat air jeruk, infused water, hingga menggunakan lemon atau jeruk nipis untuk menambah rasa segar pada teh.

    Tapi, kedua buah ini punya rasa pahit pada kulitnya. Jadi saat dijadikan minuman atau campuran jus dengan buah lainnya, kulit buah harus dikupas terlebih dahulu.

    3. Pelengkap Bumbu Masakan

    Selain itu, lemon dan thyme biasanya jadi kombinasi terbaik untuk mengasinkan ayam dan ikan. Sementara itu, jeruk nipis cocok dengan bawang putih, yang bisa ditambah dengan bubuk cabai untuk mengasinkan daging. Saat memasak, kamu tak harus mengupas kulitnya, karena justru rasa pahitnya jadi memberi keunikan.

    4. Aromaterapi

    Kalau sudah beres menggunakan air perasannya, sisa kulit lemon dan jeruk nipis juga bisa jadi wewangian yang menenangkan. Tingkat keasaman yang tinggi, membuat kedua jeruk ini juga efektif dalam membunuh bakteri bahkan mengusir nyamuk. Makanya, kini banyak minyak esensial yang ditambah dengan ekstrak wangi lemon, jeruk nipis, dan buah jeruk lainnya sebagai aromaterapi.

    Manfaat Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis Bagi Tubuh

    Lemon dan jeruk nipis adalah jenis buah jeruk dengan nutrisi dan manfaat kesehatan yang sangat mirip, meski asal keduanya berbeda. Lemon berasal dari pohon cemara kecil yang berasal dari Asia Selatan. Sementara beberapa jenis pohon jeruk menghasilkan jeruk nipis yang berasal dari Asia Tenggara.

    Baik lemon maupun jeruk nipis memiliki fungsi besar dalam pengobatan tradisional. Keduanya mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang memberikan berbagai manfaat kesehatan. Berikut 7 manfaat lemon dan jeruk nipis untuk menyehatkan tubuh:

    1. Memudarkan Kerutan Wajah

    Penuaan dini sangat dihindari oleh banyak wanita, karena bisa mempengaruhi penampilan. Selain perawatan dari luar, dorongan dari dalam juga perlu diperhatikan. Caranya dengan mengonsumsi vitamin C yang tepat, seperti lemon dan jeruk nipis.

    Vitamin C ini dapat membantu proses pembentukan kolagen, sehingga kulit menjadi kenyal dan bersinar. Tentunya, kerutan wajah juga memudar secara alami.

    2. Membantu Penurunan Berat Badan

    Beberapa sumber mengklaim bahwa mengkonsumsi lemon dapat membantu menurunkan berat badan. Bahkan tak jarang kita temui air lemon dan jus lemon segar, menjadi bagian dari tips diet penurunan berat badan.

    Namun, dikatakan saat ini tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa lemon, dapat membantu penurunan berat badan yang signifikan. Lemon bisa menjadi bagian dari diet sehat, tetapi kemungkinan juga tak lepas dari upaya mengurangi asupan kalori, olahraga teratur, dan peningkatan kualitas gaya hidup sehat.

    Darah tinggi bisa dipicu karena pola hidup yang tidak sehat. Seperti mengonsumsi makanan tinggi garam atau yang mengalami obesitas.

    Salah satu cara untuk menguranginya, bisa dengan mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis secara rutin. Caranya dengan menambahkan jus lemon ke dalam air dan konsumsi langsung. Tapi tentu saja dengan pengawasan dokter dan diikuti dengan mengurangi makanan tinggi garam.

    Jika kamu mengonsumsi obat tekanan darah atau obat lainnya, harus konsultasi ke dokter sebab khawatir jeruk dapat menghambat kerja obat. Mengonsumsi air jeruk hanya sebagai selingan, bukan sebagai obat pengurang efek makan makanan banyak garam.

    4. Mencegah Penyakit Kronis

    Lemon dan jeruk nipis mengandung flavonoid, sebuah fitokimia yang memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti penyakit jantung dan gangguan metabolisme. Flavonoid memiliki sifat anti-inflamasi, antidiabetes, melawan kanker, dan neuroprotektif.

    Meski memang, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efeknya pada manusia. Penelitian tentang flavonoid masih dalam tahap awal.

    5. Meningkatkan Kesehatan Otak

    Lemon dan jeruk nipis juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan otak. Sebab, kedua buah citrus ini memiliki kandungan bahan kimia khusus yang dapat menjaga sel-sel otak aman dari zat beracun.

    Keduanya juga mengandung zat antioksidan tinggi, sehingga dapat melindungi terhadap kerusakan sel dan peradangan secara umum. Lemon dan jeruk nipis juga baik dikonsumsi rutin dalam mengurangi beberapa risiko penyakit otak, seperti parkinson dan alzheimer.

    6. Menjaga Kesehatan Gusi

    Kesehatan gigi sangat perlu diperhatikan. Permasalahan seperti gusi bengkak, berdarah, hingga gigi goyang kerap dialami oleh banyak orang. Biasanya karena dipicu kekurangan vitamin C. Untuk menjaga kesehatan gusi dan gigi, rutin mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis dianjurkan.

    Namun, asam sitrat pada lemon dan jeruk nipis juga bisa berdampak buruk pada email gigi. Setidaknya tunggu sekitar 30 menit kalau ingin menggosok gigi setelah makan atau minum lemon dan dan jeruk nipis.

    7. Mengatasi Gejala Flu

    Musim hujan sedang berlangsung di Indonesia membuat sebagian orang mengalami gejala flu. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang menurun.

    Untuk menjaga kekebalan atau imunitas tubuh, pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang asupannya harus terjaga.

    Bisa mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Jika mengkonsumsinya saat gejala awal flu, bisa membantu tubuh sembuh lebih cepat.

    Nah itulah tadi cara mengolah jeruk lemon dan jeruk nipis untuk sehari-hari. Ternyata banyak manfaat baik untuk tubuh, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com