Tag: jihad

  • 30 Ucapan Selamat Hari Santri Nasional Penuh Doa dan Makna


    Jakarta

    Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional. Hari yang penuh makna ini bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan momentum untuk mengenang jasa dan pengabdian para santri dalam perjalanan sejarah bangsa.

    Santri dikenal sebagai generasi yang menuntut ilmu, menebar kebaikan, dan menjaga akhlak masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


    Peringatan ini lahir dari keputusan Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, untuk menghormati perjuangan para santri yang tercermin dalam Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Resolusi ini menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah, menegaskan bahwa mempertahankan tanah air adalah bagian dari kewajiban agama.

    Hari Santri Nasional menjadi saat yang tepat untuk menebar semangat, motivasi, dan doa kepada seluruh santri di tanah air. Melalui ucapan dan doa, kita tidak hanya menghargai perjuangan mereka, tetapi juga mendoakan agar para santri terus istiqamah menuntut ilmu, berakhlak mulia, dan memberi manfaat bagi bangsa dan agama.

    Ucapan Hari Santri Nasional

    1. “Selamat Hari Santri Nasional! Semoga semangat juang para santri selalu menginspirasi kita untuk berakhlak mulia dan cinta tanah air.”
    2. “Hari Santri Nasional mengingatkan kita bahwa ilmu, iman, dan perjuangan adalah kunci kejayaan bangsa. Semoga Allah memberkahi setiap langkah santri.”
    3. “Selamat Hari Santri! Semoga para santri terus menjadi penerang bangsa dan penebar keberkahan di masyarakat.”
    4. “Di Hari Santri Nasional ini, mari kita doakan agar santri Indonesia selalu istiqamah dalam ilmu dan amal.”
    5. “Selamat Hari Santri! Semoga Allah SWT selalu melindungi santri dan menjadikan mereka generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.”
    6. “Hari Santri Nasional adalah momentum untuk meneladani semangat jihad santri. Semoga kita semua diberi keberanian, ilmu, dan keberkahan.”
    7. “Selamat Hari Santri! Semoga semua santri diberikan kesehatan, keteguhan hati, dan keberhasilan dalam menuntut ilmu.”
    8. “Di Hari Santri Nasional ini, mari kita doakan agar setiap santri menjadi cahaya ilmu dan teladan akhlak bagi masyarakat.”
    9. “Selamat Hari Santri! Semoga Allah menjadikan santri sebagai penerang bangsa dan pembawa rahmat bagi sesama.”
    10. “Hari Santri Nasional mengingatkan kita untuk terus belajar, berjuang, dan beramal. Semoga Allah memberkahi setiap usaha santri.”
    11. “Selamat Hari Santri! Semoga semangat perjuangan santri tetap hidup di hati generasi muda Indonesia.”
    12. “Di Hari Santri Nasional ini, mari kita doakan agar ilmu santri menjadi amal yang membawa keberkahan dunia dan akhirat.”
    13. “Selamat Hari Santri! Semoga para santri selalu dilindungi Allah dan dijadikan pemimpin yang amanah di masa depan.”
    14. “Hari Santri Nasional adalah pengingat bahwa jihad dengan ilmu dan akhlak lebih mulia daripada kekuatan fisik. Semoga kita selalu istiqamah.”
    15. “Selamat Hari Santri! Semoga semangat para santri menginspirasi kita untuk terus belajar dan berbuat baik bagi bangsa.”
    16. “Di Hari Santri Nasional, mari kita doakan agar santri Indonesia menjadi generasi yang cerdas, shalih, dan berakhlak mulia.”
    17. “Selamat Hari Santri! Semoga santri selalu diberikan keberanian dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.”
    18. “Hari Santri Nasional mengajarkan kita nilai kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. Semoga Allah memberkahi setiap amal santri.”
    19. “Selamat Hari Santri! Semoga Allah menuntun langkah para santri dan menjadikan mereka penebar ilmu yang bermanfaat.”
    20. “Di Hari Santri Nasional ini, mari kita hargai perjuangan santri terdahulu dan terus meneladani semangat juang mereka.”
    21. “Selamat Hari Santri! Semoga semua santri selalu istiqamah, berakhlak mulia, dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.”
    22. “Hari Santri Nasional adalah momentum refleksi. Semoga semangat santri menular ke seluruh generasi muda Indonesia.”
    23. “Selamat Hari Santri! Semoga Allah memberikan kemudahan dalam belajar dan keberkahan dalam setiap usaha santri.”
    24. “Di Hari Santri Nasional ini, mari kita doakan agar santri selalu dijaga dari godaan dan cobaan, serta sukses dunia akhirat.”
    25. “Selamat Hari Santri! Semoga para santri menjadi pribadi yang sabar, cerdas, dan berdedikasi untuk bangsa dan agama.”
    26. “Hari Santri Nasional mengingatkan kita bahwa ilmu dan akhlak adalah senjata terkuat. Semoga Allah memberkahi setiap langkah santri.”
    27. “Selamat Hari Santri! Semoga semangat juang santri menumbuhkan generasi yang cinta ilmu, iman, dan tanah air.”
    28. “Di Hari Santri Nasional, mari kita panjatkan doa agar santri selalu diberkahi, dilindungi, dan menjadi penerang masyarakat.”
    29. “Selamat Hari Santri! Semoga para santri mampu menebar kebaikan, menegakkan keadilan, dan membawa perubahan positif bagi bangsa.”
    30. “Hari Santri Nasional adalah pengingat bagi kita semua bahwa santri adalah cahaya bangsa. Semoga Allah selalu menyertai langkah mereka.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagu Hari Santri, Bisa Dinyanyikan pada 22 Oktober 2025


    Jakarta

    Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya selalu dirayakan dengan penuh khidmat. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, sebagai bentuk penghormatan atas peran besar santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa.

    Salah satu elemen penting yang tak pernah absen dalam perayaan ini adalah lagu Hari Santri yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag). Lagu ini menjadi simbol kebanggaan, semangat juang, dan pengabdian santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Penasaran dengan lirik lengkap lagu yang penuh pesan patriotisme dan spiritualitas ini? Simak di bawah ini dan nyanyikan bersama untuk merayakan Hari Santri 2025!


    Lirik Lagu Hari Santri

    Lagu Hari Santri memiliki makna mendalam, menggambarkan semangat juang yang berakar dari Resolusi Jihad. Berikut adalah lirik lengkap yang bisa Anda nyanyikan:

    22 Oktober 45
    Resolusi jihad panggilan jiwa
    Santri dan ulama tetap setia
    Berkorban pertahankan Indonesia

    Saat ini kita telah merdeka
    Mari teruskan perjuangan ulama
    Berperan aktif dengan dasar Pancasila
    Nusantara tanggung jawab kita

    Hari santri hari santri hari santri
    Hari santri bukti cinta pada negeri
    Ridho dan rahmat dari ilahi
    NKRI harga mati

    Ayo santri ayo santri ayo santri
    Ayo ngaji dan patuh pada kyai
    Jayalah bangsa, jaya Negara
    Jayalah pesantren kita

    Mari bersiap kita berangkat
    Ke pesantren dengan penuh semangat
    Raih cita-cita luruskan niat
    Mengabdi tuk kemaslahatan umat

    Hari santri hari santri hari santri
    Hari santri bukti cinta pada negeri
    Ridho dan rahmat dari ilahi
    NKRI harga mati

    Ayo santri ayo santri ayo santri
    Ayo ngaji dan patuh pada kyai
    Jayalah bangsa, jaya Negara
    Jayalah pesantren kita

    Jayalah bangsa Negara
    Jayalah Indonesia
    Jayalah Indonesia

    Selain lirik, video lagu Hari Santri juga menjadi sarana penting untuk memeriahkan perayaan ini. Video memberikan panduan visual dan musik pengiring yang memudahkan Anda dalam menyanyikan lagu dengan benar.

    Anda bisa mengakses video resmi lagu Hari Santri 22 Oktober 45 di channel resmi Kementerian Agama RI untuk merasakan semangatnya secara utuh. Atau klik link di SINI untuk akses videonya sekarang.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan 22 Oktober Dipilih Jadi Hari Santri, Begini Sejarahnya


    Jakarta

    Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Penetapan tanggal ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keppres ini diteken Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 15 Oktober 2015.

    Tanggal ini dipilih karena sejumlah alasan, di antaranya terkait gagasan ulama dan peristiwa heroik yang menunjukkan peran santri dalam perjuangan bangsa. Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

    Alasan Dipilih Tanggal 22 Oktober

    Berdasarkan pertimbangan dalam Keppres Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, alasan 22 Oktober dipilih sebagai Hari Santri karena merujuk pada seruan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 oleh santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai wilayah. Resolusi Jihad itu mewajibkan umat Islam membela Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


    Ulama dan santri dipandang berperan besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengisi kemerdekaan. Untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan itu, presiden merasa perlu menetapkan Hari Santri pada 22 Oktober.

    Sumber lain menyebut ide resmi penetapan Hari Santri pertama kali diajukan oleh KH Thoriq Darwis, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam di Malang, Jawa Timur. Saat Jokowi berkunjung ke pesantren tersebut, KH Thoriq menyarankan agar 1 Muharram dijadikan Hari Santri. Namun akhirnya, tanggal 22 Oktober dipilih karena berkaitan dengan Resolusi Jihad.

    Hal senada dijelaskan dalam Majalah Risalah NU edisi ke-118, dalam artikel “Jangan Ragukan Peran KH. Hasyim Asy’ari” bahwa pemilihan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari.

    Pada 21-22 Oktober 1945, para ulama NU dari berbagai daerah mengadakan pertemuan di Surabaya dan menetapkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah. Seruan ini memicu semangat santri, pemuda, dan masyarakat untuk melawan penjajah. Pertempuran besar pun meletus di Surabaya, yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.

    Mengapa Hari Santri Nasional Perlu Diperingati?

    Penetapan Hari Santri tidak hanya sebagai simbol. Di dalam buku Detik-detik Penetapan Hari Santri disebutkan bahwa dicanangkannya peringatan Hari Santri memiliki beberapa alasan penting yang mencakup aspek sejarah, sosial-politik, dan identitas nasional.

    Dilansir situs Kemenag, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag periode 2014-2020, Kamaruddin Amin, pernah menjelaskan tujuan utama Hari Santri adalah agar masyarakat lebih menyadari kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa, baik di bidang pendidikan maupun kegiatan sosial. Ada lima alasan utama penetapan Hari Santri, yaitu:

    1. Pengakuan Sejarah

    Untuk mengingat perjuangan santri, termasuk tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan.

    2. Kekuatan Relasi Islam dan Negara

    Untuk menegaskan hubungan antara Islam dan negara serta posisi santri dalam konteks sosial-politik Indonesia.

    3. Persatuan Umat Islam

    Memperkuat persatuan umat Islam dari berbagai latar ormas agar tetap bersatu.

    4. Pemberdayaan Santri

    Menjadikan santri lebih diperhatikan di tengah arus globalisasi agar tidak terpinggirkan.

    5. Sebagai Identitas Religius Demokratis

    Mengukuhkan Indonesia sebagai negara religius, demokratis, toleran, moderat, dan inklusif, sekaligus menolak ideologi radikal.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Shalatnya Makmum yang Mendahului Imam


    Jakarta

    Shalat berjamaah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Ash-Shaff ayat 4,

    اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

    Arab latin: Innallāha yuḥibbul-lażīna yuqātilūna fī sabīlihī ṣaffan ka’annahum bun-yānum marṣūṣ(un).


    Artinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh.

    Menurut penjelasan dalam Tafsir Tahlili, ayat ini tidak hanya berkaitan dengan jihad, tetapi juga menjadi landasan pentingnya keteraturan dalam shalat berjamaah. Barisan shalat harus rapat, tanpa celah, karena celah akan diisi oleh setan.

    Salah satu wujud keteraturan itu adalah mengikuti imam dengan tertib. Namun, dalam praktiknya, masih sering terjadi makmum mendahului imam, baik dalam gerakan maupun bacaan. Lalu, bagaimana hukum shalat makmum yang mendahului imam? Apakah sah atau justru batal?

    Apa Hukum Makmum yang Mendahului Imam?

    Dalam syariat Islam, imam ditetapkan sebagai pemimpin shalat berjamaah yang harus diikuti oleh makmum. Segala bentuk gerakan shalat seperti rukuk, sujud, dan salam, seharusnya dilakukan makmum setelah imam melakukannya. Jika makmum mendahului imam, maka ada ketentuan hukum yang perlu diperhatikan.

    Dalam kitab Syarhul Muqaddimah Al-Hadramiyyah, Syekh Sa’id bin Muhammad menyatakan bahwa jika seorang makmum yakin telah mendahului imam dalam posisi shalat, maka shalatnya tidak sah. Namun, beliau memberikan pengecualian apabila terjadi kondisi darurat, seperti perasaan takut atau ancaman yang membahayakan. Dalam situasi seperti ini, mendahului imam dibolehkan karena adanya udzur syar’i.

    Pernyataan ini memperjelas bahwa mendahului imam bukanlah hal sepele. Bahkan, jika dilakukan tanpa alasan yang sah, bisa berakibat fatal bagi keabsahan shalat berjamaah seseorang.

    Penjelasan Buya Yahya tentang Makmum Mendahului Imam

    Penjelasan lebih rinci disampaikan oleh Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon. Dalam salah satu kajian yang disiarkan melalui kanal Youtube Al-Bahjah TV, beliau menjelaskan,

    “Imam belum salam, Anda salam duluan, batal ya. Jelas ini orang buru-buru,” ujar Buya Yahya. detikHikmah telah mendapatkan izin dari Tim Al Bahjah TV untuk mengutip ceramah Buya Yahya.

    Namun, beliau memberikan pengecualian jika makmum memiliki kebutuhan mendesak yang membuatnya harus menyelesaikan shalat lebih cepat dan berniat mufaraqah (memisahkan diri dari jamaah). Buya Yahya memberi contoh kondisi seperti sakit perut yang bisa menyebabkan gangguan saat menunggu imam menyelesaikan shalat. Dalam kondisi seperti itu, makmum diperbolehkan mempercepat shalatnya dan mendahului imam, asalkan diniatkan mufaraqah.

    “Kalau Anda mempercepat, memutus, niat memisahkan diri dari imam karena ada hajat mendesak pada diri Anda… tidak ada masalah,” lanjut Buya Yahya.

    Buya Yahya juga menekankan bahwa rukun fi’li seperti rukuk, i’tidal, dan sujud tidak boleh dilakukan lebih dulu dari imam, dan ada ukuran dalam hal ini. Jika makmum mendahului dua rukun fi’li secara sempurna tanpa niat mufaraqah, maka shalatnya menjadi tidak sah. Tapi bila yang didahului hanya satu rukun, meskipun hukumnya haram, shalatnya tetap sah selama tidak berlebihan.

    (inf/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Ulama Dunia Sebut Darah Gaza adalah Beban Hati Nurani Umat Islam



    Jakarta

    Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina belum berakhir dan masih terus menjadi sorotan dunia. Komite Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional atau International Union of Muslim Scholars (IUMS) untuk kesekian kalinya mengeluarkan pernyataan sikap.

    Terbaru pada 18 Juli 2025 di Doha, organisasi cendekiawan muslim independen tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan resmi yang menyerukan pesan kepada umat Islam di seluruh dunia, termasuk penceramah, pemimpin dunia, hingga organisasi internasional PBB untuk segera bertindak mengakhiri konflik di Gaza.

    “Kami menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional dan semua hati nurani yang hidup untuk bertindak segera demi menyelamatkan nyawa dan martabat yang tersisa di Gaza. Ini adalah kewajiban umat Islam sebelum kewajiban siapa pun,” bunyi kesimpulan dari empat poin pernyataan sikap yang dirilis.


    Lebih lanjut, Presiden IUMS Prof. Dr. Ali Mohieddin Al-Qaradaghi menambahkan, darah warga Gaza yang tewas akibat krisis di wilayah tersebut menjadi beban moral setiap umat Islam di seluruh dunia.

    “Ya, darah anak-anak, perempuan, dan lansia di Gaza membebani hati nurani umat kita,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi IUMS.

    Ia juga menyerukan jihad dalam berbagai bentuk untuk membela warga Gaza yang mengalami kezaliman.

    “Jihad, dalam segala bentuknya, untuk menyelamatkan mereka adalah kewajiban bagi bangsa kita. Hentikan kelaparan di Gaza… Hentikan genosida sekarang juga!” imbuhnya.

    Dalam pernyataannya, ulama sekaligus profesor hukum di Fakultas Syariah dan Studi Islam di Universitas Qatar di Doha tersebut juga menyampaikan seruan kepada pemimpin negara-negara Islam dan umat Islam yang kompeten di seluruh dunia untuk turut terlibat dalam perjuangan menyelamatkan warga Gaza.

    “Saya menyerukan kepada pemerintah umat Islam, dan setiap individu yang cakap di antara rakyatnya, untuk terlibat dalam jihad komprehensif-dengan harta, nyawa, suara, dan pendirian, untuk menyelamatkan sisa-sisa nyawa tak berdosa di bawah pengepungan brutal dan genosida sistematis di Gaza,” imbaunya.

    Lebih lanjut, ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 97 yang berbunyi:

    …اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya…”

    dan ayat ke 24 surah Ash-Shaffat yang berbunyi:

    وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَۙ

    Artinya: “Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).”

    Kedua penggalan ayat tersebut ia kutip untuk memperingatkan masyarakat bahwa siapa pun yang tidak mendukung orang-orang tertindas padahal ia mempunyai kemampuan, maka ia telah mengkhianati ikatan persaudaraan dan prinsip keimanan, dan mendapat peringatan dari Allah SWT.

    Pernyataan tersebut menyikapi semakin banyaknya korban jiwa yang berjatuhan di Gaza akibat krisis kelaparan, menyusul blokade bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh Zionis Israel selama hampir lima bulan terhadap makanan, bahan bakar, air, dan pasokan kemanusiaan lainnya yang memasuki Gaza.

    Dilansir Aljazeera, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat setidaknya 15 kematian akibat kelaparan dan kekurangan gizi terjadi setiap harinya, termasuk empat di antaranya anak-anak. Per Selasa (22/7) tercatat total korban kematian sebanyak 101 orang termasuk 80 di antaranya anak-anak.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Poin Fatwa Ulama Dunia, Serukan Aksi Global Hentikan Kelaparan di Gaza


    Jakarta

    Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk. Blokade yang dilakukan oleh penjajah Israel selama hampir lima bulan menyebabkan kelangkaan makanan, air, bahan bakar, serta pasokan medis dan kemanusiaan lainnya. Situasi ini memicu krisis kelaparan yang semakin mencekam.

    Mengutip laporan Aljazeera, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 15 kematian akibat kelaparan dan kekurangan gizi setiap harinya, termasuk empat anak-anak. Per Sabtu (26/7), otoritas Kesehatan Gaza menyebut jumlah korban tewas akibat kekurangan gizi di wilayah tersebut telah mencapai 127 orang.

    Terkait kondisi tersebut, Persatuan Ulama Muslim Dunia (International Union of Muslim Scholars/IUMS) mengeluarkan fatwa pada 22 Juli 2025 yang dimuat di laman iumsonline.org. Seruan ini ditujukan kepada umat Islam, pemimpin negara, serta lembaga-lembaga internasional untuk tidak tinggal diam atas kekejaman yang terjadi di Gaza.


    Sebelumnya, pada 18 Juli 2025, Komite IUMS juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang diunggah melalui laman iumsonline.org. Pernyataan tersebut menyoroti penderitaan rakyat Palestina dan menyerukan tindakan global.

    Presiden IUMS, Prof. Dr. Ali Mohieddin Al-Qaradaghi, dalam kesempatan itu menegaskan, “Jihad, dalam segala bentuknya, untuk menyelamatkan mereka adalah kewajiban bagi bangsa kita. Hentikan kelaparan di Gaza… Hentikan genosida sekarang juga!” serunya, mengajak seluruh umat Islam untuk bertindak nyata dalam membela warga Gaza.

    Isi Fatwa Ulama Muslim Sedunia

    Fatwa ini berisi sembilan poin seruan utama yaitu sebagai berikut:

    Pertama: Kewajiban Negara-negara Muslim Menolong Gaza

    Merupakan kewajiban syariat bagi negara-negara Islam dan pemerintahnya untuk bertindak cepat menyelamatkan saudara-saudari mereka yang terkepung, mengirimkan makanan dan obat-obatan, membuka perlintasan, dan memanfaatkan segala cara diplomatik, politik, hukum, dan ekonomi.

    Setiap negara atau penguasa yang gagal bertindak harus bertanggung jawab di hadapan Allah, ikut serta dalam dosa membunuh setiap jiwa di Gaza, dan menanggung beban ketidakadilan yang besar di hadapan Tuhan mereka.

    Kewajiban syariat ini ditunjukkan oleh nash-nash Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, serta prinsip dan dasar syariat dan tujuannya. Kewajiban ini didasarkan pada pemenuhan hak baiat kepada orang-orang beriman dan kewajiban untuk melakukannya, mendukung yang tertindas, membantu yang tertindas, dan menyelamatkan yang lemah. Ini adalah bagian dari jihad yang diperintahkan oleh nash-nash syariat.

    Kedua: Seruan kepada Rakyat Mesir

    Komite menyerukan kepada bangsa Mesir yang bersaudara, dengan sejarahnya yang agung dan sikap-sikapnya yang terhormat, untuk segera membantu saudara-saudara mereka, menyelamatkan mereka, membuka penyeberangan, dan mengirimkan makanan kepada mereka, mengingat pengaruh lokal, regional, dan internasionalnya.

    Hal ini merupakan salah satu kewajiban agama yang diperintahkan oleh Islam dan salah satu hak tetangga atas tetangganya.

    Ketiga: Seruan kepada Imam Besar Al-Azhar

    Komite menyerukan kepada Imam Besar Al-Azhar, dengan kedudukan dan sikapnya yang terkenal dalam mendukung umat, dan menyerukan kepadanya untuk memobilisasi pengaruh dan lembaganya guna melaksanakan apa yang diperintahkan oleh kewajiban agamanya kepada saudara-saudaranya dalam menghadapi bencana permusuhan, penindasan, dan kerusakan di muka bumi ini.

    Keempat: Mengingatkan Ulama dan Lembaga Keilmuan

    Salah satu kewajiban agama para ulama adalah menjelaskan kebenaran kepada manusia, sebagaimana firman Allah SWT: “Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang diberi Kitab Suci, (firman-Nya), ‘Kamu harus menjelaskannya kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya.’” [Ali Imran: 187]

    Oleh karena itu, Komite mengingatkan semua lembaga keilmuan dan semua ulama agar memikul tanggung jawab besar ini untuk menunaikan kewajiban agama mereka dan mengambil tindakan dengan menggunakan semua cara yang sah dan mungkin, memobilisasi umat dan rakyatnya, dan menekan para pemimpin dan penguasanya untuk mengambil tindakan guna mencabut pengepungan dan mengirimkan makanan kepada rakyat Gaza.

    Kelima: Keterlibatan Umat dan Organisasi Sipil

    Komite juga mengeluarkan fatwa kepada umat, rakyatnya, dan organisasi-organisasinya mengenai kewajiban agama mereka untuk mendukung dan menyelamatkan saudara-saudari mereka, dan untuk melancarkan kampanye, demonstrasi, dan aksi bertahan di depan kedutaan besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, dan Rusia untuk mendesak negara mereka agar mencabut blokade terhadap perempuan, lansia, dan anak-anak Gaza serta membuka penyeberangan. Ini adalah kejahatan kemanusiaan, yang ditolak oleh negara mereka dan semua konvensi kemanusiaan internasional.

    Keenam: Seruan kepada Suku dan Klan Arab-Muslim

    Komite juga mengeluarkan fatwa kepada suku-suku Arab dan Muslim di seluruh negara mereka untuk memenuhi kewajiban agama mereka di masing-masing negara dan mendesak negara mereka dengan menggunakan cara-cara yang tersedia untuk mematahkan blokade yang jahat dan tidak adil ini serta mengirimkan makanan, air, dan obat-obatan. Kami mengimbau mereka untuk menjunjung tinggi kesatriaan suku, darah, dan persaudaraan Islam.

    Para syekh suku dan klan di negara-negara tetangga memiliki tanggung jawab agama untuk menyelamatkan saudara-saudari mereka dari genosida dan kelaparan serta untuk mengirimkan makanan dan bantuan medis kepada mereka.

    Ketujuh: Imbauan kepada Lembaga Kemanusiaan Internasional

    Komite menyerukan kepada organisasi-organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional untuk terlibat dalam advokasi hukum dan kemanusiaan melawan entitas tersebut dan tindakan-tindakannya, khususnya kelaparan genosida yang saat ini dilancarkannya terhadap lebih dari dua juta anak-anak, perempuan, lansia, dan masyarakat rentan.

    Kedelapan: Peran Tokoh Publik dan Media Sosial

    Telah diketahui secara luas bahwa kewajiban agama untuk menyelamatkan rakyat kita di Gaza dari kelaparan berlaku bagi setiap individu atau organisasi yang cakap. Kami secara khusus menyampaikan kepada semua pendakwah, profesional media, penulis, pemikir, dan influencer media sosial.

    Mereka memiliki kewajiban agama untuk terus-menerus melakukan kampanye media hingga makanan terkirim kepada rakyat Gaza dan mereka diselamatkan dari genosida kriminal yang dilakukan oleh entitas sesat tersebut.

    Kesembilan: Pembentukan Konvoi Bantuan Kemanusiaan

    Komite menyatakan bahwa di antara cara wajib bagi Umat Islam dan masyarakat-individu, suku, dan lembaganya adalah pembentukan konvoi bantuan untuk mematahkan pengepungan yang tidak adil terhadap rakyat Gaza melalui darat dan laut.

    Para ulama sepakat bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk memfasilitasi apa pun yang dibutuhkan guna memenuhi pembentukan konvoi bantuan tersebut, termasuk memberlakukan hukum dan perjanjian internasional yang menjamin pemenuhan hak asasi manusia.

    (inf/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Negara Arab dan Islam Kecam Menteri Israel Berdoa di Al-Aqsa



    Jakarta

    Negara-negara Arab dan Islam mengecam aksi Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan berdoa di sana. Aksi provokatif itu memicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan yang tengah berlangsung.

    Dilansir Arab News dan Saudi Gazette, Senin (4/8/2025), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya mengatakan “praktik provokatif” yang dilakukan Ben-Gvir memicu konflik di wilayah tersebut.

    “Arab Saudi mengecam keras praktik provokatif berulang yang dilakukan oleh pejabat pemerintah pendudukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan menekankan praktik ini memicu konflik di kawasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya di X pada Minggu (3/8/2025), menyusul aksi yang dilakukan Ben-Gvir di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.


    “Kerajaan Arab Saudi terus menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghentikan praktik-praktik pejabat pendudukan Israel, yang melanggar hukum dan norma internasional serta melemahkan upaya perdamaian di wilayah tersebut,” tambah pernyataan itu.

    Selain Arab Saudi, Yordania turut mengecam keras aksi Ben-Gvir. Kementerian Luar Negeri Yordania dalam pernyataannya mengatakan tindakan itu sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, provokasi yang tidak dapat diterima dan eskalasi yang dikutuk.”

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Sufian Qudah juga menegaskan kembali penolakan Yordania atas serangan provokatif berulang yang dilakukan menteri ekstremis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.

    “Tindakan-tindakan seperti itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap status quo masjid tersebut dan merupakan upaya memecah belah masjid tersebut secara temporal dan spasial, serta penodaan terhadap kesuciannya,” tegas Qudah.

    Yordania sendiri memegang tanggung jawab atas urusan administratif di kompleks Masjid Al-Aqsa lewat Badan Waqf Yerusalem.

    Kementerian Luar Negeri Palestina, seperti dilansir Anadolu Agency, menyebut serangan yang dipimpin Ben-Gvir ke Al-Aqsa “bukan insiden yang terisolasi”. Palestina menyebut penyerbuan berulang oleh pejabat Israel menegaskan kebijakan kolonial dan rasis untuk menghilangkan keberadaan Palestina di Yerusalem.

    Kelompok jihad Palestina, Hamas, menyebut apa yang dilakukan Ben-Gvir sebagai “tindakan kriminal” yang mengancam perdamaian dan keamanan regional dan internasional.

    Sejumlah organisasi negara-negara Islam seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab mengeluarkan pernyataan terpisah yang menyebut aksi Ben-Gvir bersama ribuan pemukim Israel adalah “provokasi serius terhadap sentimen muslim”.

    Sebelumnya diberitakan, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Minggu (3/8/2025) pagi. Dilansir Reuters, Ben-Gvir mengaku berdoa di situs suci tersebut.

    Dalam sebuah video yang dirilis organisasi Yahudi bernama Temple Mount Administration, terlihat Ben-Gvir memimpin sekelompok orang berjalan di kompleks tersebut. Video lain memperlihatkan Ben-Gvir sedang berdoa.

    Laporan Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, ada 1.251 pemukim yang ikut serta dalam penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka melakukan ritual Talmud, menari, dan berteriak hingga mengganggu kesucian masjid.

    Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem adalah situs suci ketiga bagi umat Islam. Ini juga menjadi tempat bersejarah umat Kristen dan disucikan oleh umat Yahudi. Aturan yang berlaku di tempat tersebut hanya mengizinkan umat Islam beribadah di sana.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata, Israel Masih Bungkam



    Jakarta

    Hamas menyetujui proposal baru dari para mediator internasional terkait gencatan senjata di Gaza, wilayah yang hancur akibat perang lebih dari 22 bulan dengan Israel.

    “Hamas telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator, mengonfirmasi bahwa Hamas dan faksi-faksi menyetujui proposal gencatan senjata baru tanpa meminta perubahan apa pun,” ujar seorang sumber Hamas kepada AFP, Senin (19/8). Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan.


    Seorang sumber Palestina yang memahami jalannya perundingan menyebut para mediator Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat diperkirakan akan segera mengumumkan tercapainya kesepakatan sekaligus menetapkan jadwal dimulainya kembali negosiasi. Mereka juga memberikan jaminan kepada Hamas dan faksi-faksi Palestina terkait implementasi perjanjian, serta komitmen untuk melanjutkan perundingan menuju solusi permanen.

    Meski demikian, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel mengenai perkembangan tersebut. Upaya mediator sebelumnya berkali-kali gagal menghasilkan gencatan senjata jangka panjang, sementara perang yang telah memasuki bulan ke-23 terus memicu krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Dilansir Arab News, Senin (18/8), menurut pejabat Palestina lain, proposal terbaru mencakup gencatan senjata awal selama 60 hari, disertai pembebasan sandera dalam dua tahap. Informasi serupa juga disampaikan sumber dari Islamic Jihad, faksi militan yang turut berperang di Gaza.

    Rencana itu disebut akan dimulai dengan pembebasan 10 sandera Israel dalam kondisi hidup, serta sejumlah jenazah, selama periode 60 hari gencatan senjata. Pada tahap kedua, tawanan lain akan dibebaskan, dengan negosiasi lanjutan untuk kesepakatan lebih luas yang bertujuan mengakhiri perang secara permanen dengan dukungan jaminan internasional.

    Hingga kini, 49 dari dari 251 sandera dalam serangan sejak 7 Oktober 2023 masih ditahan di Gaza. Militer Israel menyebut 27 di antaranya telah tewas. Serangan tersebut menewaskan 1.219 orang, mayoritas warga sipil.

    Sementara itu, serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai sumber terpercaya.

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bentuk Sedekah Terbaik bagi Orang yang Sudah Meninggal?


    Jakarta

    Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjadi manusia bermanfaat adalah dengan gemar bersedekah dan memberi kepada orang lain. Namun, bagaimana jika dirinya sudah meninggal? Apakah bentuk sedekah yang paling baik untuk orang yang sudah meninggal?

    Sedekah diambil dari kata dalam bahasa Arab “صَدَقَةٌ” atau “صَدَقَةُ التَّطَوُّع” yang berarti sedekah sunnah. Dikutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah V oleh Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib, apabila hanya disebut sedekah saja ditakutkan sama dengan sedekah wajib, yaitu zakat.

    Sementara menurut istilah, sedekah adalah memberikan sesuatu, bisa berupa bantuan, pertolongan, atau harta, kepada orang lain yang berhak menerimanya dan semata-mata hanya mengharap rida dari Allah SWT.


    Ada salah satu sedekah yang pahalanya lebih besar dan lebih kekal. Sedekah ini bisa berupa harta atau sesuatu yang tahan lama dan bisa selalu memberikan manfaat bagi orang banyak. Bahkan selama barang tersebut bermanfaat, walaupun si pemilik sedekah sudah meninggal, ia tetap akan mendapatkan pahalanya.

    Bentuk Sedekah Paling Baik untuk Orang Meninggal

    Sedekah paling baik untuk orang yang sudah meninggal adalah sedekah jariyah yang pernah ia keluarkan sebelum dirinya sudah menghadap Allah SWT. Hal ini disandarkan dari hadits Rasulullah SAW yang bersabda,

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إسْمَعِيلُ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaiba, yaitu Ibnu Said dan Ibnu Hujr mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Ismail, yaitu Ibnu Jafar dari Al-‘Ala dari ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya, dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”

    Dilansir dari Manshur Abdul Hakim dalam bukunya yang berjudul Buku Saku Terapi Bersedekah, sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir setelah orang yang memberikannya meninggal. Sedekah ini disebut jenis sedekah yang paling baik untuk orang yang sudah meninggal karena pahalanya tidak akan terputus selama sedekah yang dikeluarkan tersebut masih membawa manfaat atau dipakai oleh orang banyak.

    Cara Sedekah Jariyah

    Ada empat media yang bisa dijadikan sarana untuk menanam sedekah jariyah, di antaranya adalah:

    1. Mengalirkan Air untuk Orang Banyak

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menggali sumur kemudian airnya diminum oleh makhluk yang kepanasan, baik itu jin, manusia, atau pun burung, maka Allah akan memberinya balasan pada hari kiamat. Orang yang membuat masjid meskipun hanya sebesar sangkar burung atau bahkan lebih kecil lagi, maka Allah akan membuatkannya rumah di surga.” (HR Al-Mundziri)

    2. Memberi Makan Orang Lain

    Suatu saat sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan dalam Islam, lalu beliau menjawab, “Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan tidak kau kenal.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)

    3. Mendirikan Masjid

    Membangun masjid merupakan salah satu kegiatan sedekah jariyah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang membangun masjid demi mengharap rida Allah, maka Allah akan membuatkan rumah di surga untuknya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    4. Mengeluarkan Harta untuk Jihad

    Jihad di jalan Allah SWT yang merupakan sedekah jariyah bisa dilakukan dengan cara membiayai pengembangan ilmu pengetahuan, menerbitkan buku, membangun asrama bagi anak yatim, gelandangan, dan lain sebagainya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalan yang Paling Disukai Allah Menurut Hadits


    Jakarta

    Mengerjakan amal kebaikan sudah semestinya menjadi keseharian seorang muslim. Dari sekian banyak amal yang bisa dilakukan, ada amalan yang paling disukai Allah SWT.

    Allah SWT menjanjikan kehidupan yang baik bagi hamba-Nya yang gemar berbuat amal kebajikan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 97.

    مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ


    Artinya: “Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.”

    Amalan yang Paling Disukai Allah SWT

    Salat Tepat Waktu, Berbakti pada Orang Tua, dan Jihad di Jalan Allah

    Menukil kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Abu Aulia dan Abu Syauqina, amalan yang paling disukai Allah SWT ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud RA. Ia berkata,

    “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Apakah amalan yang paling dicintai Allah? Rasulullah SAW bersabda, ‘Salat tepat pada waktunya.’ Aku bertanya, ‘Lalu apa lagi?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Berbakti kepada orang tua, jihad di jalan Allah’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Mengutip buku Seni Merawat Cinta bagi Istri karya Riza Risma, mengenai salat tepat waktu, Rasulullah SAW juga bersabda,

    “Barang siapa membaguskan wudhu dan salatnya sesuai dengan waktunya, serta menyempurnakan ruku’ dan kekhusyukannya, maka ia berhak mendapat janji dari Allah bahwa Dia akan mengampuninya, dan barang siapa tidak melakukannya maka ia tidak memiliki janji atas Allah. Apabila Allah berkehendak, Dia akan mengampuninya dan jika berkehendak, Dia akan mengazabnya.” (HR Abu Dawud)

    Adapun perintah berbakti kepada orang tua dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya surah Luqman ayat 14.

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

    Artinya: “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.”

    Perintah jihad juga terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya surah Al-Hajj ayat 78.

    …وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ

    Artinya: “Berjuanglah kamu pada (jalan) Allah dengan sebenar-benarnya….”

    Menyenangkan Saudara Muslim

    Amalan lain yang paling disukai Allah SWT adalah menyenangkan saudara muslim, sebagaimana dijelaskan Muclas Al Farbi dalam buku Hadirkan Rahmat Allah dengan Amalan-amalan Ini yang menukil sebuah riwayat yang disampaikan Ibnul Qayyim. Rasulullah SAW bersabda,

    “Amal yang paling disukai Allah ialah kegembiraan yang engkau masukkan dalam hati seorang muslim, menghilangkan kesusahannya, melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku untuk suatu hajat lebih aku sukai daripada beriktikaf di masjid ini selama sebulan.”

    Amalan yang Dilakukan Terus-menerus

    Dalam Al-Qaul Al-Mubin: Fi Ma’rifati Maa Yahummu al-Mushalliin karya Syaikh Abdul Azin bin Nashir al-Musainid yang diterjemahkan Saefuddin Zuhri terdapat hadits yang menyebut Allah SWT menyukai amalan yang dilakukan terus-menerus. Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah RA.

    Aisyah RA bercerita Rasulullah SAW memiliki selembar tikar yang biasa beliau jadikan bilik pada malam hari. Rasulullah SAW mengerjakan salat padanya. Orang-orang pun mengikuti salat beliau.

    Suatu malam, ketika orang-orang kembali untuk mengerjakan salat, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, hendaklah kalian mengerjakan amal yang kalian sanggup kerjakan, karena Allah itu tidak pernah bosan sampai kalian yang bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah itu adalah amalan yang rutin dikerjakan sekalipun sedikit dan kebiasaan keluarga Muhammad apabila mengerjakan suatu amalan mereka mengekalkannya (terus-menerus mengerjakannya).” (HR Muslim)

    Ahli hadits Imam An-Nawawi menggarisbawahi ungkapan “Karena sesungguhnya Allah SWT itu tidak akan bosan sampai kalian yang bosan.” Dia berkata, “Para muhaqiq mengatakan, artinya, tidak memperlakukan kamu seperti perlakuan yang bosan sehingga akan memutuskan kalian dari pahala, ganjaran, karunia, dan rahmat-Nya, sampai kalian sendiri menghentikan amal kalian.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com