Tag: joe biden

  • Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dikabarkan sedang mempertimbangkan perintah eksekutif untuk agen federal yang mengharuskan mereka mempelajari industri kripto dan membuat rekomendasi tentang pengawasan cryptocurrency.

    Tidak mengherankan bahwa pemerintah AS sekarang memberikan perhatian khusus terhadap kripto. Sikap terhadap mata uang digital seperti Bitcoin di seluruh dunia sangat bervariasi, mulai dari kecurigaan langsung, larangan penambangan kripto di China, hingga negara seperti El Salvador yang menambahkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. 

    Meskipun El Salvador masih menggunakan dolar AS, Bitcoin juga digunakan di sana. Bahkan, El Salvador sedang merencanakan cara untuk menambang Bitcoin menggunakan energi dari sumber vulkanik.

    Perintah eksekutif dari Presiden Biden itu nantinya akan mencakup Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, Lembaga Sains dan Badan Keamanan Nasional. Selain itu juga meminta agensi untuk mempelajari berbagai macam aspek industri dan memperjelas tanggung jawab yang dimiliki berkaitan dengan industri kripto dan blockchain

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Nasib Tether Usai Didenda 41 Juta Dolar AS oleh CFTC

    Potensi kripto di Amerika Serikat

    Untuk Amerika Serikat, cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, dan mata uang kripto lainnya berpotensi untuk penggunaan ilegal, dan memperdagangkan untuk menghindari kewajiban pajak. Pada tahun 2020, Departemen Keuangan AS mengusulkan aturan baru untuk transaksi kripto, bahwa transfer senilai lebih dari $10.000 wajib hukumnya untuk dilaporkan ke IRS.

    Departemen Keuangan AS juga mengatakan bahwa cryptocurrency sudah menimbulkan masalah yang signifikan dengan kemungkinan aktivitas ilegal yang semakin meluas, termasuk penghindaran pajak. Hal ini terjadi karena keuntungan dalam koin seperti Bitcoin akan secara efektif dihitung sebagai pendapatan dan harus dilaporkan pada pengembalian pajak individu atau perusahaan.

    Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (OCC), Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dan Federal Reserve, tiga regulator bank federal telah membentuk “ Sprint Team ” untuk mengoordinasikan gugus tugas mereka terkait kripto pada awal tahun ini.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Bank Spanyol Tertarik Tawarkan Aset Kripto ke Nasabahnya

    Gugus tugas yang bekerja untuk Presiden AS Biden juga akan mempertimbangkan laporan yang merekomendasikan Kongres memberlakukan undang-undang dalam membuat peraturan khusus untuk penerbit stablecoin, agar memperlakukan entitas ini sama seperti bank. Federal Reserve dan Bank Sentral AS juga akan merilis laporan tentang stablecoin dan token aset digital yang nilainya dipatok ke aset lain, seperti dolar AS dan mata uang digital bank sentral (CBDC).

    Sementara itu, Bank Sentral Eropa mengkonfirmasi awal tahun ini bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan mata uang euro digital sendiri. Mata uang virtual lintas batas yang didasarkan pada klaim langsung terhadap bank sentral itu sendiri. European Central Bank (ECB) menekankan, dengan tujuan meyakinkan pengguna bahwa dana tersebut tidak akan keluar dari pasar.

    Penambangan Bitcoin yang Semakin Masif

    Saat ini Amerika Serikat menjadi negara penambang Bitcoin terbesar di dunia setelah China melakukan pelarangan terhadap penggunaan Kripto di negaranya. 

    Pada akhir Agustus 2021, Amerika Serikat sudah menyumbang 35,4 persen tingkat hash global, ukuran kekuatan komputasi yang digunakan untuk menambang mata uang kripto. Menurut sebuah studi oleh Cambridge Center for Alternative Finance hasil tersebut lebih dari dua kali lipat aktivitas yang tercatat sejak bulan April 2021.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Mengenal Cryzen, Platform Trading Kripto yang Bawa Cuan

    Lonjakan pangsa kripto di Amerika Serikat telah didorong oleh langkah China yang melakukan pengetatan aturan cryptocurrency guna mengendalikan risiko keuangan. Pada awal Bitcoin diluncurkan tahun 2009, negara Asia adalah basis utama bagi para penambang terbesar yang memanfaatkan listrik murah dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan air.

    Ada kemungkinan besar bahwa penambangan Bitcoin rahasia masih dilakukan di China, tetapi dialihkan melalui jaringan pribadi virtual yang membuat komputer seolah-olah beroperasi di negara lain. Peningkatan terbaru dalam tingkat hash di Irlandia dan Jerman kemungkinan merupakan hasil dari penambang yang menggunakan VPN atau server proxy. 

    Di Kazakhstan, tingkat hash sudah mencapai 18,1% pada Agustus 2021, naik dari 8,2% sejak April 2021, sementara di Negara Rusia tumbuh menjadi 11%, dari 6,8% pada periode yang sama.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Joe Biden dan Persediaan Bitcoin: 5 Analisis Bitcoin Minggu Ini

    Presiden Amerika Terpilih, Joe Biden, hingga persedia Bitcoin di pasaran mempengaruhi harga Bitcoin beberapa waktu ini.

    Analisis dari faktor-faktor tersebut mengindikasikan aksi harga BTC yang akan terjadi selama beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Hasil Pemilu AS

    Perhatian pasar tertuju pada hasil pemilihan umum presiden di Amerika Serikat. Analis memperkirakan sentimen pasar akan terlihat ketika pembukaan Wall Street pada Senin ini.

    Pada pembukaan pasar, Jepang memimpin kenaikan pada pasar saham yang mencapai level tertinggi selama 29 tahun terakhir. Peristiwan ini kemudian dinamakan sebagai “bouncing Biden”, lantaran pengaruh terpilihnya presiden Amerika Serikat Joe Biden terhadap pasar dunia.

    Di sisi lain, Bitcoin sempat berada di nilai tertingginya pada kisaran Rp229 Juta, sebelum turun beberapa persen sebelum akhirnya pulih kembali ke kisaran Rp217 Juta.

    joe biden dan bitcoinHasil pemilihan umum ini sebenarnya belum usia, pasalnya presiden pertahana Donald Trump mengklaim akan menantang perhitungan suara. Hal ini menyebabkan beberapa kebingungan, ditambah belum matangnya sentimen pasar yang ada.Jika melihat prospek jangka panjang, para analis merasa Bitcoin dan emas akan menjadi aset “safe havens” terlepas dari kandidat mana yang akan memimpin AS ke depannya. Sebab, inflasi sudah menjadi bagian dari permasalahan ekonomi AS.

    Baca Juga: Analis Optimis Nilai Ether (ETH) Dapat Berlipat Ganda di Masa Depan!

    Dikutip dari Cointelegraph, Jerome Powell, ketua Federal Reserve, mengindikasikan adanya stimulus keungan lebih lanjut, dengan efek meningkatkan jumlah utang yanga dan menurunkan nilai dolar.

    Melihat hal tersebut, Michael Saylor selaku CEO MicroStrategy berpendapat pada cuitan pribadinya di Twitter,

    “Bitcoin adalah jaringan kripto yang dominan, diciptakan untuk menjadi aset safe havenyang ideal dan menjaga energi moneter dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan daya. Itu membuat #BTC menjadi solusi dari masalah lindung nilai bagi setiap investor. Hanya sedikit orang yang baru mengerti hal ini.”

    Pandemi Corona di Eropa

    Lambatnya pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi di dunia, membuat Bitcoin sempat menginjakan kakinya di level terendah di kisaran Rp58 Juta per BTC.

    Namun, lantaran sifatnya yang online, Bitcoin berhasil pulih dan bahkan melonjak lebih dari 70% dari nilai terendahnya tersebut. Beberapa analis dan tokoh besar seperti CEo Real Vision Raoul Pal dan salah satu pendiri Gemini, Tyler Winklevoss meramalkan ini baru menjadi permulaan untuk Bitcoin dan memprediksi Bitcoin akan lebih tinggi lagi di Q1 tahun 2021.

    Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed) Capai Nilai Tertinggi

    Indeks ini bisanya digunakan untuk melihat sentimen pasar, terutama investor. Menurut indeks ini, koreksi harga di atas Rp200 Juta sudah lebih melambat.

    Jika melihat nilainya, indeks ini menandai nilai tertinggi sejak Juni 2019 pada Senin lalu ketika Bitcoin melonjak menuju level tertingginya di kisaran Rp205 Juta. Padahal dua minggu lalu indeks ini masih berada di posisi netral.

    Para analis menganggap semakin dekat nilainya dengan angka 100, akan ada kemungkinan koreksi pasar yang cukup kuat yang akan terjadi.

    joe biden dan bitcoinMemperhatikan indeks pada hari Jumat lalu, analis pasar dari Cointelegraph, Michaël van de Poppe mengatakan nilai terendah saat ini ada pada kisaran Rp167 Juta, sebelum bisa mencapai Rp235 Juta.Ada beberapa level yang menurutnya harus diperhatikan berdasarkan nilai USD

    “Level yang harus diperhatikan; $13.700-14.100, $12.800-$13.200, dan $11,500-12.000 jika pasar memulai untuk koreksi.”

    Perusahaan Institusional Tetap Simpan Bitcoin dalam Jangka Panjang

    Volatilitas Bitcoin sangat tinggi dalam seminggu terakhir, apalagi jika dilihat dari pasar berjangka Bitcoin.

    Terdapat “kesenjangan” yang muncul ketika perdangan berjangka, mengingat ada semacam gap yang muncul antara pasar spot dan juga futures Bitcoin.

    Sementara itu, dilihat dari CME Bitcoin berdasarkan Grup, terdapat rekor minat terbuka dalam beberapa hari terakhir mencapai $934 Juta pada hari Jumat dengan volume perdagangan harian $764 juta.

    Dilihat dari laporan Commitments of Traders (COT) pada Jumat lalu, menunjukan ada dana lindung nilai pada harga Bitcoin saat ini.

    Di saat yang sama, investor institusional tetap menyimpan Bitcoin untuk waktu jangka panjang dengan nilai bullishnya saat ini.

    Kurangnya Pasokan Bitcoin, Tingkatkan Prospek Nilai Bitcoin

    Persedian Bitcoin yang kian menipis, dengan permintaan yang kian tinggi setiap harinya membuat prospek nilai Bitcoin menjadi semakin diuntungkan.

    Setelah gelombang banyaknya institusi besar yang menjadikan Bitcoin sebagai aset, adopsi Bitcoin semakin dekat.

    Tekanan ini diprediksi akan menaikan nilai Bitcoin terhadap USD ke depan. Seperti yang ditulis oleh Saifedean Ammous di buku berjudul “The Bitcoin Standard”,

    “Ada dua cara mengatasi kekurangan uang: 1- Bank Sentral menyediakan likuiditas; 2. Harga Makin Naik. Tidak ada cara yang benar atau salah; Selalu akan ada kosenkuensinya!”

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar dari Joe Biden Soal Kripto: Langkah Besar ke Arah yang Benar

    Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akhirnya mengeluarkan perintah eksekutif tentang aset kripto yang telah lama ditunggu-tunggu. Seketika surat perintah eksekutif itu dirilis, market aset kripto bersuka cita dan masuk zona hijau dalam 24 jam terakhir pada Kamis (10/3).

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, menganggap surat perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Joe Biden ini tak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS, tapi bisa berdampak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    “Saya sangat optimis tentang perkembangan aset kripto. Sikap Joe Biden ini merupakan arahan yang telah lama ditunggu yang telah membuat industri kripto gelisah secara berlarut-larut. Ini adalah pengakuan bahwa kripto adalah ruang yang berkembang dan penting. Pada akhirnya, kita berada pada titik di mana kegunaan aset kripto dan blockchain di belakangnya telah terbukti sangat jelas,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

    Ubah Cara Pandang Aset kripto

    Lebih lanjut, Manda mengungkap sikap pemerintah Amerika Serikat dalam melihat perkembangan aset kripto bisa dijadikan referensi dan pembelajaran banyak pihak. Perintah eksekutif ini mengubah cara pandang sebuah pemerintah mendekati sektor aset kripto dan akan membantu menciptakan jalan menuju kejelasan peraturan yang diperlukan untuk adopsi institusional massal bagi Bitcoin dan aset digital lainnya.

    “Pesan yang saya ambil dari perintah eksekutif ini adalah bahwa pemerintah AS melihat aset kripto sebagai bagian yang sah, serius, dan penting bagi ekonomi dan masyarakat. Saya pikir ini sebuah langkah ke arah yang benar dan sikap ini baik untuk diikuti oleh institusi maupun pemerintah negara lain untuk serius melihat aset kripto dari berbagai perspektif dengan pandangan terbuka,” ungkapnya.

    Lindungi Investor dan Penggiat Aset Kripto

    Pemerintah AS telah mengambil pendekatan yang lebih terukur dan umumnya terbuka untuk aset digital sebagai landasan untuk sistem keuangan masa depan. Ini sangat bertentangan dengan pandangan naif, bahwa kripto hanya sesuatu yang digunakan untuk tindakan kejahatan dan mengancam stabilitas keuangan nasional.

    illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: NanoByte Listing di Tokocrypto, Ikuti Kompetisi Trading Hadiah Rp 1 Miliar

    Langkah ini juga membuka diskrusus yang mendalam untuk mempelajari aset kripto dan menemukan ide-ide tentang cara untuk melindungi investor dan masyarakat dari risiko keuangan dibanding jenis aset lainnya.

    Dalam membangun industri aset kripto di Indoneisa, Aspakrindo pun selalu menyambut diskusi dengan semua stakeholder dan akan terus berkontribusi untuk membangun pemahaman yang lebih dalam dengan berbagai perspektif lebih luas.

    “Bersamaan dengan itu, upaya edukasi terus dilakukan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat industri aset kripto yang sehat,” jelas Manda.

    Data Investor Aset Kripto di Indonesia

    Saat ini sudah ada lebh dari 11 juta investor aset kripto sampai akhir tahun 2021. Persentase kenaikan 180% YoY dari tahun 2020 yang hanya 4 juta. Sementara, jumlah investor pasar modal pada akhir tahun 2021, sebesar 7,48 juta menurut data Single Investor Identification (SID) Kustodian Sentral Efek Indonesia.

    Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 telah mencapai Rp 859,4 triliun atau rata-rata Rp 2,35 triliun per hari. Adapun, rata-rata pertumbuhan nilai transaksi mencapai sebesar 16,2% per bulannya.

    Baca juga: Perdagangan NFT Naik 21.000% Capai Rp 242,8 Triliun di Tahun 2021



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

    Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

    Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3), bahkan Bitcoin mengalami kenaikan hingga 10%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui adanya sentimen positif di market kripto, pasca kebijakan baru dari Joe Biden. Market sempat pull back dengan rata-rata kenaikan sejumlah aset kripto mulai dari 8-10%.

    “Dalam jangka pendek, langkah pemerintah AS dapat menciptakan “kebisingan” dan volatilitas di pasar kripto. Investor bisa diuntungkan oleh situasi ini. Namun, saran bagi investor tidak langsung membuat perubahan pada strategi investasi jangka panjang mereka. Investor harus lihat lagi sentimen lainnya yang bisa menggerakan market,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Market Aset Kripto Bisa Tertahan

    Afid menjelaskan sudah sewajarnya market aset kripto dipengaruhi oleh sentimen dari pemberitaan global. Jika, ada pemberitaan bagus, market akan langsung cenderung reli. Begitu, pula sebaliknya saat terjadi pemberitaan yang merugikan kripto, market akan langsung anjlok.

    kebijakan baru dari Joe Biden bisa menyebabkan sedikit bull run, namun tertahan seiring kabar yang kurang baik dari sisi makroekonomi. Investor saat ini, sepertinya bereaksi keras dengan sikap bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pertemuan Kamis (10/2/) yang akan melakukan tapering total pada September mendatang.

    “Melonjaknya inflasi menempatkan ECB di bawah tekanan untuk mengikuti bank-bank sentral AS dan Inggris mengakhiri stimulus ekonominya dan segera menaikkan suku bunga. Pasalnya, jika semakin banyak bank sentral bersikap hawkish, maka investor tentu akan memilih keluar di pasar aset spekulatif. Akibatnya, aksi jual berjamaah di pasar kripto akan susah dibendung,” ungkap Afid.

    Investor juga dalam waktu dekat juga masih tampak ragu-ragu menggairahkan pasar kripto, seiring resolusi damai Ukraina dan Rusia yang menemui jalan buntu, karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata.

    “Investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap risiko selama masa tekanan pasar. Akhirnya, mereka pun memilih menyalurkan dana di pasar aset yang terbilang safe heaven,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden AS, Joe Biden Rilis Aturan Baru Aset Kripto Disambut Suka Cita

    Market kripto bersuka cita, pasca Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengumumkan perintah eksekutif yang sangat dinanti pada aset digital dan akhirnya mengambil sikap mendukung terhadap industri tersebut.

    Di dalam siaran pers bertanggal 9 Maret 2021, Joe Biden menyatakan dukungannya terhadap inovasi aset digital kripto yang bertanggung jawab. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga akan bekerja sama dengan otoritas lainnya untuk menentukan masa depan uang fiat dan sistem pembayaran.

    Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3) pagi pukul 08.00 WIB, bahkan Bitcoin alami kenaikan hingga 8%.

    Ilustrasi aset kripto.

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Maret 2022: Pasar Perlahan Bangkit, tapi…

    Dukung Manfaat Aset Kripto

    Presiden AS, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Ini merupakan arahan yang telah lama ditunggu-tunggu yang telah membuat industri kripto gelisah.

    Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

    Para kritikus mengatakan kurangnya kejelasan peraturan dapat menahan laju AS, ketika kripto sudah diterima oleh seluruh dunia. Kurangnya kejelasan peraturan juga sering disebut sebagai penghalang untuk adopsi institusional yang lebih besar di pasar crypto.

    “Sangat mudah untuk melupakan seberapa banyak landasan yang telah dicakup oleh ekosistem ini dalam dua tahun terakhir, dalam hal legitimasi dan pendirian dari pemerintah AS. Tetapi perintah eksekutif ini menjelaskan bahwa pemerintah AS tidak melarang crypto, melainkan merangkulnya,” kata Travis Kling, CEO Ikigai Asset Management dilansir CNBC.

    Ilustrasi aset kripto.

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: 5 Crypto dengan Kabar Potensial Pekan Ini: LUNA, KAVA, IOTX, FIL, POSI

    Melindungi Konsumen Aset Kripto

    Dalam perintah eksekutif yang ditanda tangani oleh Joe Biden, setidaknya ada enam hal yang jadi fokus utama. Tujuannya memastikan pengawasan dan perlindungan yang memadai terhadap risiko keuangan sistemik yang ditimbulkan oleh aset digital.

    Keenam fokus utama tersebut adalah:

    1. Perlindungan konsumen dan investor.
    2. Stabilitas keuangan.
    3. Membasmi aktivitas ilegal di ruang kripto.
    4. Tingkat Daya saing AS di panggung global.
    5. Ciptakan Inklusi keuangan.
    6. Inovasi yang bertanggung jawab.

    Dalam instruksinya, Biden mengatakan bahwa AS harus tetap mempertahankan kepemimpinannya di bidang teknologi di tengah pertumbuhan yang pesat.

    “Membangun kerangka kerja untuk mendorong daya saing dan kepemimpinan AS, dan memanfaatkan teknologi aset digital,” tegasnya.

    Baca juga: Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bergejolak Setelah Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden

    Harga Bitcoin mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden AS, Joe Biden mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan kembali sebagai presiden. Bitcoin ini mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan, mencerminkan respon pasar terhadap keputusan yang mengejutkan banyak pihak.

    Pada hari Senin (22/7), Bitcoin pulih dari kerugian sebelumnya dan mencapai kisaran US$68.300 pada pukul 8:42 WIB. Para trader kini mengevaluasi implikasi dari kemungkinan pertarungan antara Donald Trump, yang pro-kripto, dan Kamala Harris, kandidat dari Partai Demokrat yang belum menunjukkan pandangan jelas terhadap kripto.

    Tony Sycamore, analis pasar di IG Australia Pty, menyatakan bahwa pergerakan harga Bitcoin mencerminkan pandangan pasar bahwa Kamala Harris tidak akan mampu menyalip Trump dalam perebutan Gedung Putih. “Fajar baru sedang muncul untuk Bitcoin di bawah presiden yang pro-kripto,” katanya.

    Benjamin Celermajer, salah satu kepala bagian investasi di Magnet Capital, mengungkapkan optimisme serupa. “Kami berharap pasar akan menjadi jauh lebih menarik untuk diinvestasikan di bawah pemerintahan Trump,” katanya kepada Bloomberg News. Celermajer menyebutkan bahwa token dengan “penggerak nilai riil” seperti yang terkait dengan protokol Maker, Aave, dan Lido, akan berkinerja baik.

    Dukungan ke Bitcoin

    Donald Trump, yang telah menunjukkan sikap pro-kripto selama beberapa bulan terakhir, dijadwalkan berbicara di konferensi Bitcoin besar di Nashville pada 27 Juli. Selain itu, Trump juga akan mengadakan acara penggalangan dana dengan sumbangan sebesar US$844.600 per kursi.

    Di sisi lain, pandangan Kamala Harris terhadap kripto masih belum jelas. Caroline Bowler, CEO BTC Markets, mengatakan bahwa kripto bisa menjadi topik pemilihan yang menentukan bagi salah satu kandidat. “Kita bisa melihat lebih banyak wawasan tentang pandangan Harris dalam beberapa minggu mendatang,” ujarnya.

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Sinyal Harian: Potensi Pergerakan Kripto pada 22 Juli 2024

    Di platform media sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, berbagai akun kripto populer merayakan reli harga Bitcoin yang sedang berkembang pesat. Musk bahkan memamerkan avatar dengan mata laser, yang sering dianggap sebagai penanda antusiasme terhadap Bitcoin.

    Teong Hng, kepala eksekutif di perusahaan investasi kripto Satori Research, menyatakan bahwa aktivitas di pasar opsi over-the-counter menunjukkan kemungkinan Bitcoin akan segera mencapai titik tertingginya lagi. “Meningkatnya minat pada panggilan Desember 2024 dengan harga kesepakatan US$100.000 menunjukkan investor institusional menjadi lebih optimis,” kata Hng.

    Performa Bitcoin

    Performa Bitcoin yang kuat selama seminggu terakhir, seiring meningkatnya seruan agar Biden mundur, menyimpang dari pelemahan saham. Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group, menulis dalam sebuah catatan bahwa arus masuk baru-baru ini ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung Bitcoin menunjukkan potensi kenaikan lain hingga US$70.000.

    Peluang Trump untuk memenangkan pemilu yang semakin meningkat juga meningkatkan kemungkinan pengunduran diri Gary Gensler, ketua SEC, yang dikenal bersikap negatif terhadap industri aset virtual. 10X Research, sebuah perusahaan analisis pasar aset virtual, menyatakan bahwa pengunduran diri Biden meningkatkan kemungkinan Gensler akan mengundurkan diri dari Januari hingga Februari 2025.

    Dengan mundurnya Biden, kemungkinan pemerintahan yang pro-aset virtual memasuki Gedung Putih setelah pemilihan November meningkat. 10X Research menyebut bahwa Gensler dapat mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir pada Juni 2026.

    Perubahan avatar Elon Musk menjadi “Laser Eye” setelah pengumuman pengunduran diri Biden juga menarik perhatian investor dalam aset virtual. Dalam industri ini, “mata laser” melambangkan penganut Bitcoin. Namun, mata laser Musk berbeda karena berwarna biru, bukan merah.

    Ada spekulasi bahwa Musk, yang secara terbuka mendukung Trump, dapat berpartisipasi dalam “Konferensi Bitcoin 2024” yang dijadwalkan akhir bulan ini, di mana Trump akan menyampaikan pidato utama.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Tiket Konferensi Kripto Tembus Rp 13 M Gara-gara Donald Trump


    Jakarta

    Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjadi bintang dalam acara penggalangan dana kampanye di Nashville, Tennessee. Acara ini digelar di sela-sela acara Bitcoin 2024, dengan harga tiket tertinggi US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar per orang (kurs Rp 16.200).

    Bitcoin 2024 merupakan sebuah konferensi tahunan yang dianggap sebagai tempat pertemuan penggemar kripto terbesar di AS. Acara ini akan digelar pada 27 Juli 2024.

    Melansir CNBC Internasional, Senin (22/7/2024), tiket kelas atas, termasuk kursi di meja bundar dengan Trump, diberi Harga senilai US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar.


    Harga tersebut dipatok sesuai dengan jumlah donasi maksimum bagi individu untuk diberikan kepada Trump dan komite penggalangan dana gabungan terbesar Partai Republik, yang dikenal sebagai Komite Trump 47.

    Sedangkan kelas di bawahnya, dipatok seharga US$ 60.000 atau sebesar Rp 972 juta per orang, sedangkan untuk paket pasangan senilai US$ 100.000 atau Rp 1,62 miliar per pasangan. Besaran tersebut sudah termasuk foto dengan mantan presiden AS itu.

    Disebutkan, Trump telah menandatangani kontrak untuk menjadi headline pertemuan Music City Center sesaat sebelum dia selamat dari percobaan pembunuhan pada 13 Juli lalu.

    Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir Trump telah memposisikan dirinya sebagai kandidat presiden yang pro-crypto, kebalikan dari pendiriannya sebelumnya selama berada di Gedung Putih.

    Pada April lalu, Trump meluncurkan koleksi token non-fungible (NFT) terbarunya di blockchain Solana. Sejak saat itu, ia semakin banyak membuat komentar bullish terhadap kripto.

    Tim kampanye Trump bahkan menerima sumbangan mata uang digital, dan dia secara pribadi berjanji untuk membela hak-hak mereka yang memilih untuk menyimpan sendiri koin mereka. Hal ini berarti, mereka tidak bergantung pada entitas terpusat seperti Coinbase untuk menyimpan token mereka.

    Sementara itu, setelah pertemuan di klub Mar-a-Lago di Florida dengan sekitar selusin eksekutif penambangan bitcoin yang menjanjikan uang tunai dan suara kepadanya, Trump menyatakan bahwa semua bitcoin di masa depan akan dicetak di AS, jika ia kembali ke Gedung Putih.

    Pada hari Senin lalu, calon presiden dari Partai Republik ini telah menunjuk Senator Ohio JD Vance sebagai pasangannya. Langkah ini dipandang oleh banyak orang sebagai kemenangan bersih untuk sektor kripto. Vance telah menganjurkan regulasi kripto yang lebih longgar.

    Hal ini sangat kontras dengan Gedung Putih Biden, yang secara konsisten mengambil pendekatan skeptis terhadap regulasi kripto. Di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, Komisi Sekuritas dan Bursa telah melakukan tindakan terhadap sektor ini.

    (shc/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trump Mau Bikin Kripto Berjaya, Janji Bakal Longgarkan Aturan


    Jakarta

    Donald Trump ingin membuat popularitas aset kripto naik, Presiden Terpilih Amerika Serikat itu dikabarkan akan melonggarkan aturan untuk perusahaan kripto di negaranya.

    Sejak kampanye untuk kembali menjadi presiden, Trump memang aktif mempromosikan mata uang kripto. Melansir Reuters, Minggu (19/1/2025), kini dia berencana untuk menggunakan kekuasaannya untuk mengurangi regulasi yang dihadapi oleh perusahaan aset kripto. Bahkan, Trump disebut ingin mempromosikan adopsi aset digital dalam beberapa hari pertamanya menjabat.

    Kabar soal rencana melonggarkan aturan untuk kripto pertama kali berembus pada hari Kamis kemarin. Bloomberg News melaporkan rencana kelonggaran aturan ini muncul setelah Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang membentuk dewan kripto. Dewan yang akan beranggotakan 20 orang ahli itu akan membantunya memberi nasihat kepada pemerintah tentang kebijakan yang ramah terhadap kripto.


    Penasihat Trump juga telah membahas penggunaan perintah eksekutif untuk mengarahkan Komisi Sekuritas dan Bursa untuk mencabut pedoman akuntansi tahun 2022 yang dikenal sebagai SAB 121.

    SAB 121 dinilai terlalu mahal bagi beberapa perusahaan, khususnya bank, untuk menyimpan mata uang kripto atas nama pihak ketiga. Trump juga diperkirakan akan memerintahkan diakhirinya Operation Choke Point 2.0, operasi ini menurut para eksekutif kripto merupakan upaya bersama oleh regulator bank untuk mencekik perusahaan kripto keluar dari sistem keuangan tradisional.

    Operasi itu memerintahkan bank untuk menolak memberikan layanan kepada pengguna kripto. Regulator bank membantah adanya upaya semacam itu, namun selama ini operasi itu diyakini sudah berjalan dengan masif.

    Belum jelas apakah Trump akan mengarahkan perubahan regulasi kripto melalui satu atau beberapa perintah eksekutif, tetapi sumber informasi yang ada mengatakan tujuannya adalah untuk segera mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintahan baru secara luas mendukung adopsi aset digital.

    Kebijakan Trump berpotensi mendorong mata uang kripto ke arus utama. Hal itu sangat kontras dengan kebijakan Presiden Joe Biden yang kurang mendukung aset kripto.

    Biden berupaya untuk melindungi warga Amerika dari penipuan dan pencucian uang, menindak tegas perusahaan kripto, menggugat bursa Coinbase, Binance, Kraken, dan puluhan lainnya di pengadilan federal.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trump Beri Perintah Rombak Kebijakan Demi Industri Kripto


    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembentukan kelompok kerja mata uang kripto tak lama setelah dirinya dilantik. Kelompok itu bertugas mengusulkan peraturan aset digital baru serta menjajaki pembuatan stok kripto nasional.

    Hal tersebut sesuai dengan janji kampanyenya terkait perombakan kebijakan kripto di AS. Dalam perintahnya, Trump melarang pembuatan mata uang digital bank sentral di AS yang dapat menyaingi mata uang kripto yang ada.

    Perintah Trump juga meminta layanan perbankan agar perusahaan kripto dilindungi. Hal itu mengacu pada klaim industri kripto yang menuding regulator AS mempersulit industri mereka mendapatkan pendanaan dari perbankan.


    Dikutip dari Reuters, Jumat (24/1/2025), semasa kampanye Trump berjanji menjadi ‘presiden kripto’ dan mempromosikan aset digital itu. Langkah Trump kontras dengan regulasi di masa pemerintahan Presiden Joe Biden yang cenderung mengawasi ketat industri tersebut.

    Hal itu dilakukan Biden dalam upayanya melindungi masyarakat dari ancaman penipuan hingga potensi pencucian uang. Sejumlah perusahaan kripto seperti Coinbase, Binance, dan lusinan platform lainnya diseret ke ranah hukum karena dituding melanggar undang-undang AS.

    Adapun keputusan Trump disambut baik oleh industri kripto. Perintah Trump terbaru dinilai bakal mendorong perubahan besar dalam kebijakan aset digital AS.

    “Perintah eksekutif kripto hari ini menandai perubahan besar dalam kebijakan aset digital AS,” kata Nathan McCauley, CEO dan salah satu pendiri perusahaan kripto Anchorage Digital.

    Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru US$ 109,071 pada hari Senin di tengah kegembiraan investor atas pemerintahan baru yang ramah kripto. Meskipun nilainya sempat turun menjadi sekitar US$ 103,000 pada Kamis sore.

    “Hanya beberapa hari dalam masa pemerintahannya, Presiden Trump memenuhi janjinya untuk menjaga Amerika Serikat menjadi pemimpin dalam inovasi aset digital,” ujar Senator Tim Scott, ketua Komite Perbankan Senat dari Partai Republik

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trump Umumkan 5 Mata Uang Kripto Jadi Cadangan Strategis AS


    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan lima mata uang kripto yang akan masuk dalam cadangan strategis negara. Menurutnya aset kripto akan menambah persediaan mata uang berbentuk kripto.

    Dalam media sosialnya, awalnya Trump menyebutkan 3 mata uang kripto yang akan masuk Cadangan Strategis Kripto AS, yakni Ripple (XRP), Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Usai pengumuman, nilai mata uang itu pun melonjak hingga 62% dalam perdagangan pada hari Minggu.

    “Kelompok Kerja Presiden untuk bergerak maju pada Cadangan Strategis Kripto yang mencakup XRP, SOL, dan ADA. Saya akan memastikan AS adalah Ibu Kota Kripto Dunia,” kata Trump dikutip dari CNN yang melansir dari Reuters, Senin (3/3/2025).


    Satu jam kemudian, Trump menambahkan mata uang kripto lain yang akan masuk cadangan strategis AS yakni Bitcoin dan Ethereum.

    “Dan, jelas, BTC dan ETH, seperti mata uang Kripto berharga lainnya, akan menjadi inti dari Cadangan,” tambahnya.

    Untuk diketahui, Donald Trump selama masa kampanye pemilihan Presiden AS telah memperoleh dukungan dari industri kripto. Trump pun dengan cepat bergerak untuk mendukung prioritas kebijakan mereka.

    Ini berbalik dari kebijakan yang dilakukan oleh Presiden AS di bawah pemerintahan Joe Biden. Sebelumnya pemerintahan Joe Biden menindak industri kripto dalam upaya untuk melindungi warga Amerika dari penipuan dan pencucian uang.

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com