Tag: jogja

  • Rindu Film Bumi Manusia, Cek Harga Tiket dan Daya Tarik Studio Alam Gamplong



    Jakarta

    Sering penasaran dengan lokasi syuting di film-film? Di Jogja ada satu kawasan unik yang khusus diperuntukkan sebagai setting film, loh. Namanya Studio Alam Gamplong milik sutradara ternama Hanung Bramantyo. Cek harga tiket masuk dan jam operasionalnya.

    Jika Traveler pernah menonton Film Bumi Manusia, pasti tidak akan asing dengan wisata satu ini. Setting tempat rumah Annelies ternyata lokasinya ada di sini. Tanah seluas 2,3 hektar itu disulap menjadi kawasan fungsional untuk industri kreatif sekaligus pariwisata di Tanah Gamplong.

    Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, simak daya tariknya berikut ini :

    Daya Tarik Wahana

    1. Kereta St. Soerabaja-Gambir

    Merasakan vibes kembali ke masa lalu bak abad ke 16 traveler akan puas menaiki gerbong kereta ini. Bentuk keretanya unik, dengan panorama view terbuka yang bisa melihat sekelilingnya.


    Dengan muatan maksimal 10 orang, kereta ini akan berjalan sekitar 300 meter menuju kawasan kota buatan di Studio Alam Gamplong. Interior di dalamnya full kayu menambah kesan vintagenya yang kental. Kalau kesini, wajib banget cobain naik keretanya.

    2. Hasri Ainun Habibie

    Rumah dengan gaya klasik nan hangat di Film Habibie Ainun itu dapat ditemukan di sini. Persis di dalamnya tersaji lengkap perabot rumah yang seolah menyeret traveler kembali ke masa lalu. Terdapat pula papan catur yang bisa dimainkan oleh traveler yang berkunjung ke rumah ini.

    Di lantai dua, ada ruang kerja milik Ainun beserta kerangka tengkorak yang menjadi subjek penelitiannya sebagai seorang dokter. Dari lantai dua itu, travaler bisa melihat ke luar jendela pemandangan Studio Alam Gamplong yang luas membentang.

    3. Galeri Antiques

    Di samping rumah Habibie Ainun, ada Galeri Antiques. Untuk masuk ke dalamnya perlu melewati ruangan penuh rongsokan yang ditata unik. Kemudian menyusuri jalan untuk naik ke lantai dua nya. Dari lantai dua itu, terdapat satu ruangan dengan mikrofon berdiri di tengahnya. Dari situ traveler juga bisa lebih jelas melihat seluas mata memandang Studio Alam Gamplong.

    Bergeser sebentar melewati jembatan layang, kemudian menuruni tangga, traveler akan melihat ruangan dengan konsep basement di sana. Bak ruang rahasia para komplotan di film film, ada banyak hal menarik di ruangan ini. Dengan cahaya remang-remangnya tersaji mulai dari piano klasik, meja billiard, panel tv, hingga ruangan semi penjara. Kira-kira film genre aksi mungkin akan cocok syuting di lokasi ini.

    4. Rumah Annelies

    Bumi Manusia lah gerbang pembuka kesuksesan Studio Alam Gamplong sebagai lokasi wisata. Rumah dua lantai berwarna hijau ini menjadi lokasi ikonik di film tersebut. Dengan sentuhan interior klasik khas Belanda, di dalamnya traveler seolah diseret masuk menyusul Minke dan Annelies yang sedang memperjuangkan cintanya.

    Ada perpustakaan dengan tumpukan buku jaman dulu yang tersusun rapi di rak ruangan lantai dua. Terdapat pula meja makan besar, kamar, hingga balkon yang bisa dinikmati sambil duduk santai.

    5. Komplek Horor

    Buat traveler pecinta adu nyali, jangan lewatkan kawasan satu ini. Jika menyukai film Trinil, pasti tidak asing dengan setting tempat di dalamnya. Rumah hantu ini menawarkan sensasi rumah horor bak masuk ke dalam film-film. Bahkan ada satu film horor berjudul Kiblat yang syuting di sini dan belum tayang, loh.

    Juga pemakaman yang menampilkan manusia gantung diri di ruangan terbuka. Tak sampai disitu, traveler harus melewati gua buatan mistis yang bikin bulu kuduk merinding. Masuk ke lokasi ini wajib rombongan ya, agar vibes menegangkannya lebih terasa.

    6. Bangunan Tua

    Jika kelima kawasan di atas perlu tiket terusan untuk masuk ke dalamnya, traveler juga masih bisa menikmati Studio Alam Gamplong secara gratis, loh. Di sini terdapat banyak bangunan tua dengan konsep kota jaman dulu. Ada warung kopi, hotel tua, toko buku, bioskop, bahkan kampung kumuh. Setiap jengkal dari kota ini sangat artistik dan sayang jika tidak berfoto-foto ria.

    Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

    Studio Alam Gamplong buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Lokasinya ada di Desa Wisata Gamplong, Dukuh Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Jaraknya cukup jauh dari pusat kota, butuh waktu sekitar 30 menit ke arah barat dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Letaknya yang ada di kawasan pedesaan, perlu memperhatikan dengan teliti arahan google maps dan penunjuk arah di jalan agar tidak tersesat.

    Sebetulnya, memasuki kawasan Studio Alam Gamplong hanya dikenai biaya sukarela untuk perawatan dan parkir. Namun, jika traveler ingin memasuki wahana di dalamnya, ada tiket terusan yang harus dibeli dengan harga sebagai berikut :

    Trem atau Kereta : Rp 10.000
    Bumi Manusia (Rumah Annelies) : Rp 10.000
    Habibie Ainun : Rp 10.000
    Gallery Antiques : Rp 10.000
    Kompleks Horor : Rp 10.000
    Wahana All Access : Rp 45.000
    Wahana Jeep : Weekdays Rp 150.000/ 4 orang, Peak Season Rp 200.000/ 4 orang

    Mengingat fungsinya sebagai lokasi syuting, ada banyak hak cipta yang harus dilindungi di dalamnya. Traveler yang membawa kamera profesional harus membayar permid card sebesar Rp 10.000 dan penggunaan kamera drone seharga Rp 200.000

    Bagi Traveler yang ingin berkegiatan khusus seperti prewedding, pemotretan yearbook, atau bahkan event wajib menghubungi admin terlebih dahulu.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mampir Ke Obelix Village, Cek Harga Tiket Terbaru dan Lokasinya


    Yogyakarta

    Merasakan segarnya hawa pedesaan dipadu dengan fasilitas bersantai yang nyaman dapat traveler temukan di Obelix Village. Cek harga tiket dan jam operasional, serta lokasinya.

    Obelix Village adalah salah satu destinasi wisata di Sleman yang menggabungkan unsur alam dan buatan. Lokasinya ada di tengah desa sehingga jauh dari bising kota.

    Selain itu, keunggulan utama dari Obelix Village adalah tidak adanya tiket tambahan atau terusan jika traveler memasuki wisata ini. Cukup bayar sekali di awal masuk, dan traveler dapat menikmati semua fasilitasnya.


    Obelix Villages masih bersaudara dengan Obelix Sea View yang ada di Gunung Kidul, namun lokasinya amat berjauhan. Di sini menonjolkan tempat wisata keluarga yang edukatif namun tetap menarik.

    Yuk, simak informasi harga tiket dan jam operasional Obelix Village:

    Daya Tarik

    1. Mini Farm dan Taman Bunga

    Terhampar luas taman bunga cantik yang cocok sekali sebagai tempat berfoto. Setiap bunga ditata dengan indah dan pengunjung bisa bebas melewatinya dengan menyusuri jalan setapak di taman ini.

    Tidak hanya bunga, terdapat pula hamparan kebun mini yang cocok untuk edukasi si kecil. Anak-anak hingga dewasa dapat menikmatinya sambil belajar mengenal jenis-jenis sayur di area tersebut.

    2. Mini Zoo

    Jika ada flora, tak lengkap bila tidak ada fauna. Di Obelix Villages menyediakan kebun binatang mini dengan berbagai jenis hewan di dalamnya. Mulai dari unggas, reptil, burung, sapi, kelinci, ikan, domba, hingga kuda.

    Hewan-hewan tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya dan ditata rapi sehingga pengunjung bisa bebas berinteraksi dengan hewan yang diinginkan. Traveler bisa mencoba menunggangi kuda di sini loh, tapi maksimal berat badan 30 kg.

    3. Secret River Deck

    Ada sungai juga di dalam Obelix Villages. Di atasnya dibangun deck lengkap dengan meja dan jaring di sekitarnya. Cocok untuk traveler yang ingin bersantai sembari mendengarkan gemericik suara sungai mengalir. Bisa sambil makan, membaca buku, atau mengobrol dengan orang tersayang.

    4. Kafe dan Restoran

    Puas berkeliling, jangan lupa isi energi dengan makan di cafe dan restoran yang ada di dalamnya. Ada dua jenis di dalamnya, yakni Resto Pulen Kopi Ponti dan Petit Paris Boulangerie.

    Jika ingin makan menu prasmanan, traveler bisa mengunjungi Resto Pulen Kopi Panti. Sedangkan Petit Paris Boulangerie cocok untuk traveler yang menginginkan hidangan penutup atau dessert dan es krim. Keduanya memiliki nuansa yang unik dan interior menarik sehingga sayang jika tidak diabadikan dengan kamera

    Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

    Lokasinya berada di Jalan Kenangan, Krandon, Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Stasiun Tugu butuh waktu sekitar 45 menit agar bisa sampai di lokasi.

    Menyusuri jalan Ring Road Utara kemudian masuk ke area pedesaan sisi timur. Aksesnya mudah dan tidak sulit untuk ditemukan karena banyak penanda arah di sepanjang jalan menuju lokasi.

    Harga tiketnya untuk satu orang dikenai biaya Rp 25.000 saat hari biasa dan Rp 30.000 untuk hari libur. Traveler tidak akan dikenai biaya tambahan ketika ingin menikmati spot yang ada di dalam Obelix Villages.

    Obelix Villages buka setiap hari. Senin sampai Jumat buka pukul 08.00-21.00 WIB. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu buka lebih awal pukul 07.00-22.00 WIB.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bukan Kopi, Tempat Nongkrong Ini Suguhkan Minuman Rempah



    Yogyakarta

    Saat berada ke Jogja jangan lupa mampir ke Wiratea Spices Bar. Kedai minuman ini menyuguhkan racikan rempah dengan sensasi intimate bar, cocok untuk bernostalgia sekaligus berjejaring.

    Datang ke sini jangan berharap bisa menemui musik kencang atau pekerja ber-WFC layaknya kafe atau tempat nongkron lain di Jogja. Wiratea memilih untuk menjadi kedai minuman yang kehadirannya dekat dengan pelanggan dan bisa menjadi rumah untuk berelasi.

    Tidak ada Wifi, bahkan tidak ada colokan, meja pun didesain memang untuk pengunjung datang mengobrol. Tak lupa sapaan hangat barista yang sudah menjadi SOP-nya.


    “Permisi kak, apakah ada kritik dan saran?” ujar Manda, sang barista.

    Kalimat itu menjadi kalimat magis awal pembuka rentetan obrolan panjang. Jika antusias, barista akan melanjutkan. Jika seperlunya, barista akan memberi ruang.

    “Karena memang tujuan kita di sini itu, kenapa gaada wifi, gaada colokan kabel, biar temen-temen disini fokusnya untuk ngobrol. Buat berjejaring. Kita dari barista juga berusaha buat semisal ada pengunjung sendiri, kita ajak buat ngobrol bareng, sampai akhirnya terbentuk komunitas maupun circle yang baik,” kata Manda.

    Wiratea Spices Bar di YogyakartaWiratea Spices Bar di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

    Lokasinya tidak terlalu luas, dengan konsep outdoor di bawah remang lampu balon kekuningan. Tidak banyak kursi yang tersedia, maksimum kapasitasnya sekitar 25 orang. Jika hujan menerpa, seluruh pelanggan harus bermigrasi ke resto sampingnya yang sudah bekerja sama.

    Uniknya, tanpa self claim apapun, pengunjung menautkan Wiratea sebagai bagian dari kafe bertemakan Ghibli. Padahal, Wiratea mengaku tidak terpikir ke arah sana sama sekali. Konsep yang mereka usung sejak awal adalah gaya humanis dan natural layaknya rempah yang berasal dari alam.

    “Nah, itu tercetus setelah gambar-gambar muncul. Banyak yang bilang ghibli trus aku liat, oh iya juga,” kata Manda.

    Buka hanya dari pukul 16.00 hingga 22.00 malam, Wiratea memang cocok dikunjungi untuk ngobrol santai bersama orang tersayang. Apalagi ditemani dengan minuman rempah yang menghangatkan badan.

    Mayoritas menu di sini berupa minuman rempah. Kopi, susu, dan jus buah yang diracik bersama kunyit, jahe, atau kayu manis. Wiratea memberi jaminan garansi pada customer yang tidak menyukai rasa minuman rempah tersebut.

    “Kalau kita memang 95% fokus dan main menunya di rempah. dicampur dengan kopi, susu, jus buah. ada beberapa menu yang enggak ada rempahnya tapi itu jadi opsi terakhir. Kita coba buat teman-teman yang nggak suka itu pelan-pelan aja gitu. karena kan ga yang terlalu strong,” kata Manda.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Kampung Mati yang Terkubur Erupsi Dahsyat Gunung Merapi



    Sleman

    Di Sleman, ada satu kampung mati yang ditinggalkan penghuninya akibat dihajar erupsi dahsyat gunung Merapi. Ini kisah dusun Bakalan yang perlu kamu tahu.

    Dusun Bakalan di Argomulyo, Cangkringan, Sleman menyimpan cerita dahsyatnya erupsi gunung Merapi. Erupsi tersebut mengubur dusun yang kini sebagian wilayahnya akan menjadi Museum Terbuka Bakalan itu.

    Di kawasan museum itu, hanya tersisa tembok rumah yang jadi saksi erupsi yang terjadi 14 tahun silam. Tiga bangunan masih berdiri. Dua di antaranya hanya tersisa tembok, sementara satu bangunan lagi masih utuh.


    Sedangkan satu bangunan rumah lainnya sudah setengah terkubur material vulkanik dan hanya tampak bagian atas rumah.

    Di luar kawasan museum, juga masih ada rumah. Setidaknya ada tiga rumah yang masih berdiri. Namun, semuanya kosong dan ditinggalkan sehingga ditumbuhi alang-alang.

    “Total rumah yang ada tujuh. Dulu ada 88 KK di Dusun Bakalan ini,” kata Partono, salah satu pengelola museum sekaligus warga asli Bakalan, Selasa (30/7).

    Dia mengutarakan tak ada lagi warga yang tinggal di wilayah itu. Semua terpaksa pindah karena material vulkanik mengubur seluruh kampung.

    “Ya sekarang pindah ke namanya huntap Kuwang. 4,5 kilometer dari sini,” ujarnya.

    Partono bercerita 5 November 2010 menjadi sejarah kelam untuk kampung itu. Partono bilang, tak semua warga selamat.

    “Ada yang meninggal, tiga orang kena dampak langsung,” ucapnya.

    Ketiga orang itu sebenarnya sudah diajak turun untuk mengungsi. Hanya saja, di malam nahas itu dua orang yang sudah di barak pengungsian justru memutuskan kembali.

    “Mereka jam 9 malam izin pulang mengunci rumah. Tapi kami cari tidak ada. Paginya kami kembali ke sini (Bakalan) dan ketemu itu,” katanya.

    Kala itu, material Merapi meluap dari Kali Gendol yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari kampung. Partono menceritakan, material panas setebal hampir puluhan meter yang mengubur habis kampung.

    “Itu di aliran piroklastik ada tiga rumah, satu rumah terkubur dari bawah sampai atas. Satu masih kelihatan, satunya tinggal itu pintu,” ujarnya.

    Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

    Pascaerupsi Merapi, mereka harus mengungsi selama dua bulan. Lepas itu mereka dibangunkan hunian sementara. Hanya seluas 6×6 meter per KK.

    “Itu rumahnya temboknya dari bambu. Dua tahun kami menempati,” ujarnya.

    Mereka kemudian kembali mengungsi karena lokasi hunian sementara dibersihkan untuk dibangun hunian tetap yang ditempati hingga saat ini.

    “Baru 2012 kami bisa tinggal di huntap,” ucapnya.

    Dusun Bakalan Bakal Jadi Museum Terbuka

    Dusun Bakalan yang sudah terkubur material memaksa warga pindah. Endapan material Merapi oleh pemerintah kemudian dikeruk. Normalisasi sungai, sebutannya.

    Akan tetapi, dari sekian banyak material yang diambil, oleh warga kemudian ada yang diselamatkan dan dijadikan tempat wisata. Kini di lokasi Museum Terbuka Bakalan, terdapat sisa aliran piroklastik yang oleh pemerintah kabupaten Sleman akan diajukan jadi situs warisan geologi.

    “Ini ada beberapa timbunan erupsi termuda material erupsi Merapi 2010 ini ada dua rumah yang terpendam di sini (menunjuk sisa aliran piroklastik), yang satu kelihatan atasnya sedikit, yang satu terpendam tidak kelihatan,” ucap Partono.

    Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

    Dia menjelaskan bangunan museum ini sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah. Warga, lanjutnya, yang kemudian mengelola menjadi wisata.

    “Tiga bulan ini banyak dari mahasiswa terutama di Jogja sering ke sini untuk kunjungan situs geologi. Dari Australia juga pernah beberapa kali ke sini,” katanya.

    Selain situs geologi, di museum itu juga terdapat satu rumah yang benar-benar masih utuh. Hanya sebagian kecil saja yang terbakar.

    Di dalam rumah berbentuk joglo itu, sisa abu Merapi masih menempel di dinding maupun tiang rumah. Ada juga dua tiang utama di dalam rumah yang gosong terbakar. Sisanya, seperti tak terjadi apa-apa.

    “Ada satu rumah di tahun 2010 itu masih utuh, yang lain kanan kiri depan belakang hancur namun itu masih utuh terus di dalamnya ada beberapa benda peninggalan untuk sisa erupsi 2010,” ucapnya.

    Partono melanjutkan, meski masih ada beberapa sisa rumah yang berdiri, tak ada satupun warga yang kembali ke dusun itu.

    “Tinggal sisa rumah, yang di sini tinggal tidak ada karena warga kami kebetulan menurut, karena sini KRB jadi tidak boleh untuk tempat tinggal. Kalau usaha silakan,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jejak Manusia Purba di Gua Braholo, Dipercaya Peradaban Tertua



    Gunungkidul

    Gua Braholo menyimpan jejak prasejarah yang cukup penting. Goa ini dipercaya menjadi bukti peradaban tertua di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Gua Braholo terletak di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Lokasinya berada di atas sebuah bukit karst di seberang jalan dekat dengan pemukiman warga.

    Untuk menuju ke sini, traveler harus melewati puluhan undakan tangga dari jalan masuk. Setelah menaiki puluhan anak tangga, kita akan disambut dengan bagian depan Gua Braholo seluas kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 15 meter.


    Pemandangan puluhan stalaktit meruncing ke bawah di dinding atas gua pun terpampang jelas. Di permukaan gua tampak setidaknya empat lubang bekas ekskavasi dengan ukuran bervariatif.

    Tanah di permukaan gua tersebut terasa gembur. Terdapat kotoran kelelawar tercecer di atas tanah. Gua Braholo tidak begitu dalam, hanya sekitar 20 meter.

    Dari muka gua pun tampak tembok alami berupa bebatuan karst berwarna putih. Sebagian lainnya sudah dipenuhi lumut sehingga tampak menghitam.

    Juru pelihara Gua Braholo, Marsono mengungkapkan, gua itu sudah diteliti sejak 1995. Dia mengatakan masyarakat sekitar sudah mengetahui keberadaan goa tersebut sejak lama dan dulunya sering digunakan untuk bertapa.

    “Penelitian pertama (Goa Braholo) di (tahun) 95,” jelas Marsono saat ditemui di rumahnya seberang Gua Braholo.

    Marsono menjelaskan GUa Braholo menjadi tempat persinggahan karena luas dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Selain itu, goa tersebut memiliki penerangan yang mumpuni.

    “Dari Balai Pelestari Cagar Budaya menganalisa bisa menjadi tempat tinggal karena Goa Braholo luas, sirkulasi udaranya bagus,” katanya.

    Proses ekskavasi di Goa Braholo dilakukan hampir setiap tahun hingga pandemi COVID-19 merebak pada tahun 2020 dan masih belum dilanjutkan hingga kini. Saat dilakukan ekskavasi pertama, pada penggalian beberapa meter ditemukan tulang hewan sisa makanan manusia prasejarah.

    “Dari beberapa meter ditemukan tulang (hewan) sisa makanan (manusia prasejarah),” sebutnya.

    Lebih lanjut, Marsono mengatakan kerangka manusia ditemukan pada penggalian selanjutnya. Sayangnya, Marsono tidak paham betul kerangka manusia yang ditemukan itu dari zaman apa. Dia hanya menjelaskan kerangka yang ditemukan merupakan sisa manusia yang hidup di zaman prasejarah.

    “Semacam alat dan semuanya terbuat dari batu dan tulang,” sebutnya.

    Pada ekskavasi terakhir sebelum pandemi COVDI-19, lanjut Marsono, ditemukan sisa kerang dan tulang makanan manusia prasejarah. Dia mengatakan letak ditemukannya sisa makanan itu terpisah dengan tulang manusia.

    “Sisa makanan itu ditemukan di tengah. Kalau tulang manusia ditemukan di pinggir,” terangnya.

    Disebut Peradaban Tertua

    Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Gunungkidul, Andi Riana, menerangkan Goa Braholo merupakan tempat persinggahan manusia masa prasejarah. Dia mengatakan manusia di goa tersebut belum mengenal konsep penguburan. Andi menyebutkan goa Braholo peradaban tertua di DIY.

    “Itu memang tertua untuk wilayah se-DIY,” katanya.

    Lebih lanjut, Andi menerangkan jenis goa yang bisa dihuni secara temporal merupakan tempat yang terbuka seperti Goa Braholo. Goa tersebut merupakan jenis goa yang tidak menjorok ke dalam, hanya di permukaan.

    “Kalau di goa-goa bisa dihuni tentunya goanya terbuka di muka,” jelasnya.

    Adapun alasan lain goa Braholo dijadikan tempat persinggahan karena bisa untuk berlindung. Selain itu Goa Braholo yang terbuka itu dimungkinkan untuk mendapatkan pencahayaan matahari yang cukup.

    “Yang utama fungsinya itu untuk berlindung,” tuturnya.

    Temuan di Goa Braholo berlapis-lapis dari permukaan tanah hingga beberapa kedalaman. Dia mengungkapkan temuan di goa tersebut merupakan sampah atau sisa dari masa prasejarah.

    “Temuan itu merupakan sampah atau buangan dari kehidupan masa itu. Jadi berlapis-lapis temuannya dan kebetulan banyak sekali di setiap lapisan tanah,” ungkapnya.

    Andi menjelaskan temuan spesifik di Goa Braholo adalah jarum dari tulang masa prasejarah. Selain itu ditemukan pula kapak, sudip dan lain sebagainya. Selain dari tulang, dia mengungkapkan alat manusia prasejarah berbahan batu.

    Adapun ukuran alat yang ditemukan tidak lebih besar dari telapak tangan manusia dewasa. Andi menerangkan peralatan tersebut tajam. Tujuannya untuk menguliti hewan.

    “Peralatan mereka amat sangat sederhana, yang penting tajam bisa untuk menguliti binatang untuk bekal makan mereka,” jelasnya.

    Andi mengatakan pihak yang pernah meneliti goa Braholo yakni Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) kini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Arkeologi Jogja, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja. Dia mengatakan Prof Truman Simanjuntak merupakan orang Puslit Arkenas yang mengekskavasi goa Braholo pertama kalinya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Aktivitas Menarik di Puncak Pinus Becici Jogja, Bisa Lihat City Light


    Jakarta

    Puncak Becici adalah salah satu wisata yang menyuguhkan keindahan alam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kawasan Bantul Puncak Becici terkenal dengan hutan pinus dan pemandangan yang memukau dari ketinggian.

    Tak heran jika Puncak Becici menjadi tujuan bagi banyak wisatawan. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di destinasi ini.

    Aktivitas Menarik Puncak Becici

    Puncak Becici bisa menjadi tempat healing untuk sejenak menghilangkan penat. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Puncak Becici.


    1. Menikmati Suasana yang Asri

    Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

    Puncak becici memiliki kawasan hutan pinus yang begitu asri dan sejuk. Berdasarkan pengalaman detikTravel, di antara pepohonan, terdapat tempat duduk di mana wisatawan bisa bersantai dan beristirahat sambil menikmati suasana.

    2. Main Flying Fox

    Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

    Setelah menikmati keindahan hutan pinusnya, traveler yang suka memacu adrenalin bisa naik flying fox. Traveler akan merasakan terbang di antara pohon-pohon pinus yang tinggi.

    3. Melihat Keindahan Sunset dan City Light

    Senja di Puncak Becici.Senja di Puncak Becici. Foto: Instagram @puncakbecici

    Berada di ketinggian, Puncak Becici memiliki spot yang menyuguhkan keindahan alam Yogyakarta. Saat sore, traveler dapat melihat sunset yang cantik, sementara pada malam hari, terlihat gemerlap city light yang indah dari atas sini.

    4. Kemping di Tengah Hutan Pinus

    Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

    Kawasan Puncak Becici menyediakan camping ground. Jadi, traveler bisa berkemah di tengah pepohonan pinus.

    5. Hunting Foto

    Puncak Becici di YogyaPuncak Becici di Yogya Foto: (Indri Astuti/d’Traveler)

    Dengan banyaknya spot foto yang menyuguhkan keindahan alam, traveler bisa hunting foto di destinasi ini. Apalagi saat sunset, tentunya kamu tidak boleh melewati kesempatan ini.

    6. Naik Jeep Wisata

    Puncak Pinus Becici, lokasi persewaan jeepPuncak Pinus Becici, lokasi persewaan jeep Foto: detik

    Tak hanya berjalan-jalan mengelilingi hutan pinus, traveler juga bisa naik jeep wisata. Menurut laman Jadesta Kemenparekraf, jeep wisata ini akan membawa traveler keliling perkampungan hingga susur sungai.

    Lokasi Puncak Becici

    Puncak Becici berlokasi di Gunung Cilik, RT.07/RW.02, Gunung Cilik, Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengutip salah satu laman agen travel, jarak tempuh ke Puncak Becici dari pusat kota Yogyakarta sekitar 30 km atau membutuhkan waktu selama satu jam.

    Harga Tiket dan Jam Operasional Puncak Becici

    Keindahan Puncak Becici dapat dinikmati dengan membayar tiket masuk dengan harga berikut:

    Harga Tiket Puncak Becici

    Harga tiket masuk: Rp 5.000

    Jam Operasional Puncak Becici

    Puncak Becici buka setiap hari mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

    Itulah informasi mengenai Puncak Becici di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tertarik untuk berlibur ke sini? Jangan lupa update info terbarunya seperti harga tiket masuk dan jam operasional sebelum datang ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok Buat Anak dan Keluarga


    Jakarta

    Candi Prambanan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Meski secara administrasi berada di Sleman, Yogyakarta, lokasi Prambanan berada juga berbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Klaten.

    Candi ini tak kalah terkenal dari Candi Borobudur. Legenda tentang Candi Prambanan juga sudah dikenal sebagai cerita rakyat Nusantara, yakni dongeng Roro Jonggrang dan seribu candi.

    Selain jalan-jalan di Candi Prambanan, ada banyak tempat wisata menarik yang lokasinya tak begitu jauh. Simak artikel ini untuk mengenal daya tarik Candi Prambanan dan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga.


    Sejarah Wisata Candi Prambanan

    Dikutip dari situs Pemkab Sleman, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan awalnya digunakan sebagai tempat persembahan tiga dewa Hindu (Trimurti) yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

    Candi dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya. Hal ini dilakukan untuk menandingi Candi Borobudur dan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha.

    Sekitar tahun 930-an, candi ini ditinggalkan karena pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur. Candi menjadi rusak karena tak terawat, dan runtuh diduga karena faktor alam seperti erupsi Gunung Merapi hingga gempa bumi hebat pada abad ke-16.

    Penduduk sekitar meskipun tahu keberadaan candi ini, tetapi tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Maka muncul cerita rakyat tentang Roro Jonggrang, bahwa pembuatan candi tersebut dilakukan oleh makhluk halus.

    Di masa penjajahan, sekitar 1700-an, candi ini ditemukan dan mulai dilakukan penelitian. Namun justru marak penyalahgunaan batu-batu ini yang dipakai hiasan rumah orang Belanda atau menjadi fondasi rumah warga lokal.

    Pemugaran baru dimulai pada 1918 dan dirampungkan pada era Sukarno tahun 1953. Sejak 1991, Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Di dalam kompleks prambanan terdapat berbagai candi, antara lain Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wishnu, Candi Nandi, Candi Garuda (Candi A), Candi Angsa (Candi B), Cand Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut.

    Lokasi dan Harga Tiket

    Lokasi Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika traveler melewati Jalan Jogja-Solo pasti akan melihat kemegahan Candi Prambanan dari kejauhan.

    Dikutip dari akun Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, harga tiketnya adalah sebagai berikut:

    • Tiket WNI atau warga dengan KITAS
      Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 50 ribu per orang
      Anak-anak (3-10 tahun): Rp 25 ribu per anak
    • Tiket WNA
      Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 400 ribu per orang
      Anak-anak (3-10 tahun): Rp 240 ribu per anak

    Wisata Sekitar Candi Prambanan

    Traveler mungkin tak cuma ingin berwisata di satu lokasi. Dari Candi Prambanan, kalian bisa berkunjung ke 10 tempat wisata lainnya, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

    Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga:

    1. Sendratari Ramayana

    Pertunjukan Sendratari Ramayana BalletPertunjukan Sendratari Ramayana Ballet (Niken Pratiwi)

    Lokasi: Jalan Taman Prambanan Kulon, Klurak, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY (sisi selatan kompleks Candi Prambanan).
    Jam buka: 19.30 WIB
    Harga tiket masuk: Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

    Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).

    Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam.

    2. Candi Ratu Boko

    Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)

    Lokasi: Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.
    Harga tiket masuk:

    • Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
    • Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
    • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
    • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

    Dilansir dari situs borobudurpark.com, Candi Ratu Boko tidak berwujud seperti Prambanan atau Borobudur. Ratu Boko adalah reruntuhan sebuah kerajaan, maka juga sering disebut sebagai Kraton Ratu Boko.

    Situs Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

    Dari sini, detikers bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

    3. Candi Sewu

    Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)

    Lokasi: Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
    Jam buka: 06.00-17.00 WIB
    Harga tiket masuk: sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan

    Satu lagi wisata sejarah di sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi, yaitu Candi Sewu yang berada di utara Prambanan. Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

    4. Tebing Breksi

    Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. (Kemenparekraf)

    Lokasi: Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
    Jam buka: 08.00-21.00 WIB
    Harga tiket masuk: Rp 10.000

    Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

    Selain menyaksikan pemandangan menarik dari ketinggian, detikers juga bisa merasakan sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

    5. Kids Fun Park

    Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.
    Jam buka: 10.00-17.00 WIB
    Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000

    Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini, anak-anak bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

    6. Waterboom Jogja

    Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogja. (Instagram @waterboomjogja)

    Lokasi: Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    Jam operasional: 09.00-16.00 WIB
    Harga tiket masuk: mulai Rp 45 ribu

    Masih di Kabupaten Sleman, traveler juga bisa seru-seruan bermain di Waterboom Jogja. Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

    7. Obelix Hills

    Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)

    Lokasi: Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
    Jam buka: 07.00-21.00 WIB
    Harga tiket masuk: Rp 30 ribu.

    Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

    Dari ketinggian, detikers juga bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta sambil menikmati makanan.

    8. HeHa Skyview

    Objek wisata di Gunungkidul.HeHa Skyview Foto: (Instagram)

    Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    Jam buka: 08.00-21.00 WIB
    Harga tiket masuk: Rp 35 ribu.

    HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini.

    Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

    9. Bukit Bintang

    Lokasi: Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul.
    Jam buka: 24 jam
    Harga tiket masuk: gratis

    Bukit Bintang menjadi salah satu tempat favorit untuk nongkrong di malam hari. Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang.

    Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

    10. Gembira Loka Zoo

    Gembira Loka ZooGembira Loka Zoo Foto: dok Humas GL Zoo

    Lokasi: Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    Jam buka: 08.00-16.00 WIB
    Harga tiket masuk: mulai Rp 60 ribu.

    Gembira Loka Zoo adalah kebun binatang di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini cocok untuk mengedukasi anak tentang jenis-jenis hewan.

    Tempatnya sangat luas, tetapi ada kereta yang berkeliling sehingga detikers tidak perlu capek-capek. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

    Nah, itulah tadi informasi mengenai Candi Prambanan, lengkap dengan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita di Balik Nama Unik Dusun Anjir di Kulon Progo



    Kulon Progo

    Nama Dusun Anjir di Kulon Progo memang unik. Kira-kira, apa cerita di balik dusun yang namanya identik dengan umpatan ala anak gaul Jaksel ini?

    Anjir menjadi nama sebuah dusun di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Nama yang unik ini ternyata bermula dari adanya pohon ikonik yang pernah tumbuh di dusun tersebut. Kepala Dusun Anjir, Saifudin, menceritakan awal mula dusun ini diberi nama Anjir.


    Saifudin mengatakan pemilihan nama Anjir bermula dari adanya pohon di pekarangan milik mantan pemangku dusun setempat yang bernama Bardi Wirodimejo.

    Pohon tersebut menarik perhatian masyarakat karena memiliki tinggi yang menjulang dan wujudnya mirip tongkat raksasa.

    “Kenapa Anjir gitu kan ya, lha ini dulu awalnya dari dukuh pertama bernama Mbah Bardi Wirodimejo, orangnya tinggi besar, kebetulan saya masih menangi beliau. Nah di depan rumah Mbah Bardi ini dulunya ada pohon, kita tidak tau namanya, pohon ini tinggi kaya semacam cagak antena gitu, karena tidak ada daunnya efek kemarau,” ucap Saifudin saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

    Saifudin mengatakan pohon tersebut mengingatkan warga dengan patok penyangga tanaman atau biasa disebut Ajir. Sebagai tambahan informasi, Ajir adalah alat yang terbuat dari batang bambu atau tongkat bilahan bambu yang berfungsi sebagai penyangga batang, tempat bersandar pohon atau merambatnya tanaman perdu.

    “Jadi Ajir itu cagak tanaman. Biasanya dipakai untuk tanaman seperti kacang panjang gitu,” terangnya.

    “Nah dari sinilah kemudian menjadi nama dusun ini. Semula penyebutannya masih Ajir, tapi karena lidah Jawa jadinya Anjir. Kemudian sekarang lebih dikenal Nganjir jadi ada tambahan ng, tapi untuk penulisan resminya tetap Anjir,” terangnya.

    Terkait siapa yang pertama kali mencetuskan nama tersebut, Saifudin mengaku kurang mengetahuinya. Dia menduga ini merupakan ide dari tokoh masyarakat di masa itu.

    “Kemungkinan pencetus nama itu dukuh pertama tadi, atau bisa juga tokoh-tokoh lain di masa itu,” ujarnya.

    Saifudin mengatakan belum ada arsip sejarah yang secara terang benderang menjelaskan kapan nama Anjir ini digunakan jadi nama dusun tersebut.

    Namun, dia memperkirakan nama dusun Anjir ini mulai ada pasca-pemekaran Kalurahan Hargorejo pada medio tahun 1947 silam.

    “Jadi dulu Hargorejo itu terdiri dari empat kelurahan, yaitu Penggung, Kriyan, Kokap Lama, dan Selo. Penggabungan empat Kalurahan jadi Hargorejo ini tahun 22 April 1947. Kemudian dulu itu ada Kalurahan Penggung, yang mencakup wilayah Anjir saat ini. Karena terjadi penggabungan tadi, sini masih tetep Penggung. Nah terus tahunya berapa saya belum ketemu itu terjadi pemekaran, dan Anjir berdirinya tanggal berapa tahun berapa belum ketemu, namun dimungkinkan berdirinya itu tahun 75-80 an,” ujarnya.

    Cara Menuju ke Dusun Anjir

    Dusun Anjir terletak di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. Dari pusat Kota Jogja jarak menuju ke dusun ini berkisar 40 km atau 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

    Anjir sendiri memiliki luas 150 hektar dan menjadi tempat tinggal bagi 690 warga. Mayoritas warga di sini bekerja sebagai pekebun dan petani.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 50 Lebih Destinasi Wisata yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun


    Jakarta

    Menjelang akhir tahun, banyak masyarakat yang sudah menyiapkan waktu untuk liburan bareng keluarga, teman, ataupun pasangan. Beberapa memilih berlibur ke luar negeri, tapi ada juga yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Tanah Air.

    Adapun sejumlah kota yang menjadi destinasi wisata favorit saat liburan, mulai dari Bogor, Bandung, Yogyakarta, Semarang, hingga Bali. Soalnya, ada banyak tempat wisata seru dan menarik di kota-kota tersebut.

    Liburan akhir tahun enaknya ke mana ya, travelers? Jika masih bingung, simak beberapa rekomendasi tempat wisata di Tanah Air yang cocok untuk menghabiskan liburan akhir tahun dalam artikel ini.


    Rekomendasi Tempat Wisata yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

    Ada banyak destinasi wisata di Tanah Air yang patut dikunjungi saat liburan akhir tahun. Beberapa objek wisata tersebut umumnya tersebar di daerah Bandung, Yogyakarta, hingga Semarang.

    Jika masih bingung menghabiskan waktu liburan ke mana, simak rekomendasi tempat wisata untuk liburan akhir tahun yang dirangkum detikTravel:

    A. Jakarta

    Suasana Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Jumat (1/9/2023).(Weka Kanaka/detikcom)

    Apabila detikers hanya menghabiskan waktu liburan akhir tahun di Jakarta, berikut rekomendasi tempat wisata yang bisa dikunjungi saat liburan akhir tahun:

    1. Kebun Binatang Ragunan
    2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
    3. Trans Studio Cibubur
    4. Wisata Pulau Seribu
    5. Jakarta Aquarium
    6. Dunia Fantasi (Dufan)
    7. Tebet Eco Park
    8. Taman Ismail Marzuki
    9. Monumen Nasional (Monas)
    10. Kota Tua
    11. Kawasan Blok M.

    B. Bandung

    Wahana baru di Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(Whisnu Pradana/detikJabar)

    Bandung menjadi salah satu destinasi favorit warga Jakarta yang ingin liburan. Selain jaraknya tidak terlalu jauh, ada banyak objek wisata menarik di Kota Kembang.

    Berikut sejumlah destinasi wisata di Bandung yang wajib dikunjungi saat liburan akhir tahun:

    1. Terminal Wisata Grafika Cikole
    2. Noah’s Park
    3. Dusun Bambu
    4. Orchid Forest Cikole
    5. Floating Market Lembang
    6. Ranca Upas
    7. Kawah Putih Ciwidey
    8. Trans Studio Bandung
    9. Taman Hutan Raya Ir H. Djuanda
    10. Lembang Park & Zoo
    11. The Great Asia Afrika
    12. Jalan Braga.

    C. Bogor dan Puncak

    Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor(Pradita Utama/detikcom)

    Bogor dan Kawasan Puncak juga menjadi tujuan favorit warga Jakarta yang ingin menghabiskan waktu liburan akhir tahun. Ada banyak destinasi wisata menarik di Bogor dan Puncak yang wajib dikunjungi, yaitu:

    1. Puncak Pass Farm Petik Stroberi
    2. Kebun Raya Bogor
    3. Curug Cibaliung
    4. Agrowisata Gunung Mas
    5. Gunung Leuwi Lieuk
    6. Wisata Agro Inkarla
    7. Situ Gede
    8. Taman Safari
    9. Dairyland Farm Theme Park
    10. Dairyland Riverside
    11. The Ranch Puncak Bogor
    12. Nicole’s River Park
    13. MiniMania
    14. Kuntum Farmfield.

    D. Yogyakarta

    Petugas berjaga saat penutupan Candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah, Senin (11/3/2024). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko melakukan penutupan Candi Prambanan selama 24 jam sebagai penghormatan kepada seluruh umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.(Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

    Kota yang satu ini juga menjadi tujuan favorit banyak wisatawan, baik turis lokal maupun mancanegara. Ada sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta yang wajib dikunjungi saat liburan, di antaranya:

    1. Keraton Yogyakarta
    2. Jalan Malioboro
    3. Museum Benteng Vredeburg
    4. Kampung Wisata Yogyakarta
    5. Tebing Breksi
    6. Candi Ratu Boko
    7. Candi Prambanan
    8. Wisata Alam Pinus Pengger
    9. Pantai Krakal
    10. Pantai Parangtritis
    11. Obelix Hills
    12. Taman Nasional Gunung Merapi
    13. Jogja Bay Waterpark.

    E. Semarang

    Warga menyaksikan pertunjukan tarian naga pada perayaan Festival Arak-arakan Cheng Ho 2024 di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/8/2024). Kirab yang merupakan agenda tahunan Kota Semarang tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah itu yang dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong untuk perayaan menyambut kedatangan Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho ke-619. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa.(Makna Zaezar/Antara)

    Semarang memiliki sejumlah destinasi wisata yang populer. Jika tertarik menghabiskan liburan akhir tahun di Semarang, berikut beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi:

    1. Lawang Sewu
    2. Sam Poo Kong
    3. Kota Lama
    4. Klenteng Tay Kak Sie
    5. Dusun Semilir
    6. Masjid Agung Jawa Tengah
    7. Desa Wisata Kandri
    8. Kawasan Simpang Lima
    9. Taman Budaya Raden Saleh
    10. Museum Kota Lama Semarang
    11. Pura Giri Natha.

    F. Bali

    Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi patung tertinggi ke-4 di dunia. Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali itu.(Ni Made Nami Krisnayanti)

    Bagi travelers yang ingin menghabiskan waktu liburan akhir tahun di Bali, ada banyak sekali destinasi wisata yang patut dikunjungi. Agar tidak bingung, simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. Pantai Sanur
    2. Pura Tanah Lot
    3. Pantai Seminyak
    4. Pura Uluwatu
    5. Peninsula Island
    6. Sunset Point Amed
    7. Ubud Art Market
    8. Garuda Wisnu Kencana (GWK)
    9. Pantai Kuta
    10. Monkey Forest Ubud
    11. Desa Penglipuran
    12. Pantai Lovina
    13. Bali Bird Park
    14. Bali Safari and Marine Park
    15. Pura Ulun Danu Beratan.

    G. Surabaya

    Kawasang Hutan Mangrove Wonorejo(Bappedalitbang Surabaya)

    Surabaya juga memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi saat liburan akhir tahun. Simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. Kebun Binatang Surabaya
    2. Trans Snow Surabaya
    3. Atlantis Land Kenjeran
    4. Wonorejo Mangrove Ecotourism
    5. Museum Sepuluh Nopember
    6. Monumen Tugu Pahlawan
    7. Alun-alun Surabaya
    8. Surabaya North Quay
    9. Masjid Muhammad Cheng Hoo
    10. Kampung Peneleh
    11. Jembatan Suramadu View Point.

    H. Malang

    Malang Skyland(M Bagus Ibrahim/detikJatim)

    Ada sejumlah objek wisata di Malang yang patut dikunjungi saat liburan akhir tahun. Penasaran? Simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. Hawai Waterpark
    2. Flora Wisata San Terra
    3. Malang Skyland
    4. Malang Dreamland
    5. Malang Night Paradise
    6. Kebun Teh Wonosari
    7. Air Terjun Coban Rondo
    8. Araya Arcade Garden
    9. Taman Kemesraan
    10. Alun-alun Malang
    11. Malang Night Paradise
    12. Umbulan Tanaka.

    Demikian rekomendasi tempat wisata yang cocok untuk liburan akhir tahun dari berbagai kota di Indonesia. Jadi, ingin berkunjung ke mana, travelers?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pantai Ngetun yang Tersembunyi di Gunungkidul, Traveler Pernah Mampir?



    Gunungkidul

    Kawasan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang dikenal memiliki berbagai pantai. Ada yang sudah terkenal, ada pula yang tersembunyi misalnya Pantai Ngetun.

    Buat traveler yang suka mencari tempat wisata tersembunyi dan belum banyak dijamah orang, mungkin Pantai Ngetun adalah pilihan yang tepat. Namun sebelum ke sana, simak dulu nih apa saja daya tarik, harga tiket masuk (HTM), serta lokasinya.

    Daya Tarik Pantai Ngetun

    Dikutip dari situs Pemprov DIY, Pantai Ngetun berlokasi di antara dua tebing, sehingga membuatnya menjadi teluk kecil di selatan Jogja. Berikut beberapa daya tariknya:


    1. Masih Sepi

    Meski sudah cukup lama dikembangkan dan sudah dikenal, Pantai Ngetun terbilang masih sepi pengunjung. Hal ini lantaran lokasinya yang cukup jauh dari kota dan aksesnya tidak mudah.

    Tapi buat yang suka tantangan, tentu tak masalah dengan hal ini. Pantai Ngetun sangat cocok buat traveler yang tidak suka keramaian, sehingga bisa menjadikan pantai ini sebagai tempat healing yang nyaman.

    2. Pantai Pasir Putih

    Pantai Ngetun termasuk pantai berpasir putih. Airnya yang jernih kebiruan menjadi paduan yang indah untuk dinikmati. Ditambah lagi banyak pepohonan hijau yang membuat pemandangan menjadi lebih segar.

    3. Karang dan Tebing-tebing Tinggi

    Pantai ini juga memiliki karang-karang, tetapi masih nyaman jika traveler mau berenang di tepinya. Selain itu, Pantai Ngetun dikelilingi tebing tinggi yang membuat pemandangan semakin menarik. Traveler juga bisa menikmati pantai dari atas tebing untuk melihat pemandangan berbeda.

    4. Bisa Buat Camping

    Hal menarik lainnya adalah Pantai Ngetun bisa digunakan sebagai tempat camping. Namun hati-hati, jangan mendirikan tenda terlalu dekat dengan bibir pantai. Jaga jarak untuk menghindari air pasang di malam hari.

    5. Melihat Sunset

    Pantai Ngetun memiliki pemandangan laut ke arah barat, sehingga cocok untuk melihat sunset. Sebaiknya berkemah jika ingin melihat sunset, sebab perjalanan pulang di malam hari membutuhkan kewaspadaan tinggi.

    6. Fasilitas

    Sebagai pantai yang masih sepi, fasilitas dasar Pantai Ngetun bisa dibilang sudah memadai, yakni seperti mushola, warung, dan toilet. Tempat ini juga menyediakan persewaan alat camping bagi traveler yang tidak membawa peralatan sendiri.

    Harga Tiket Masuk

    Berdasarkan informasi di Google Maps, harga tiket masuk ke Pantai Ngetun dihargai Rp 5 ribu per orang. Selain itu, detikers juga dikenai tarif parkir Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.

    Sementara terkait harga makanan, beberapa ulasan menyebut harganya murah. Pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas kamar mandi dikenakan biaya Rp 2 ribu dan Rp 3 ribu untuk mandi.

    Lokasi Pantai Ngetun

    Lokasi Pantai Ngetun adalah di Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pantai ini terletak di sebelah barat Pantai Timang.

    Jaraknya dari pusat Kabupaten Gunungkidul adalah 32 km atau sekitar satu jam perjalanan. Apabila berkendara dari pusat Kota Yogyakarta, maka jaraknya sekitar 70 km atau bisa ditempuh selama sekitar 2 jam.

    Akses jalan menuju Pantai Ngetun cukup susah, karena kecil, berbatu, dan naik turun. Pastikan kendaraan yang dipakai detikers dalam kondisi prima. Sebelum berkunjung jangan lupa update informasi tiket, ketersediaan layanan, dan jalur menuju destinasi wisata.

    __________________

    Artikel ini telah tayang di detikJogja

    (wkn/wkn)



    Sumber : travel.detik.com