Tag: jogja

  • 20 Hotel Dekat Malioboro yang Terbaik, Rp 200 Ribuan hingga 1 Jutaan



    Jakarta

    Jika ingin menginap di pusat Kota Yogyakarta dengan nuansa kota yang khas, detikers bisa menginap di kawasan Jalan Malioboro. Ada banyak hotel di sana dengan kelas yang berbeda-beda.

    Jika detikers masih bingung memilih hotel dekat Malioboro, simak dulu rekomendasi 20 hotel terbaik sekitar Malioboro berikut ini. Harganya bervariasi mulai dari Rp 200 ribuan hingga Rp 1 jutaan per malam.

    Rekomendasi 20 Hotel Dekat Malioboro

    Dirangkum dari sejumlah situs booking hotel dan Google Maps, berikut ini rekomendasi 20 hotel dekat Malioboro, lengkap dengan lokasi dan harganya:


    1. Liberta Malioboro

    Hotel Liberta Malioboro Yogyakarta.Hotel Liberta Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @libertamalioboro)
    • Lokasi: Jalan Pringgokusuman No 17, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
    • Harga: mulai Rp 280 ribu

    Hotel dekat Malioboro yang pertama adalah Liberta Malioboro yang jaraknya sekitar 700 meter dari Jalan Malioboro. Berdesain modern, hotel bintang dua ini ini memiliki fasilitas kolam renang cukup luas. Tempat ini juga dilengkapi kafe yang nyaman.

    2. Top Hotel Malioboro Jogja

    Top Hotel Malioboro Yogyakarta.Top Hotel Malioboro Yogyakarta. (dok Top Hotel Malioboro)
    • Lokasi: Jalan HOS Cokroaminoto No 145, Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 320 ribu

    Top Hotel Malioboro Jogja adalah hotel bintang dua yang cukup terjangkau. Jaraknya cukup dekat dengan kawasan Malioboro, yakni hanya 6 menit naik motor.

    Ada beberapa pilihan kamar, seperti superior, bisnis, dan deluxe. Kamar superiornya memiliki luas 21 meter persegi dengan fasilitas AC, pembuat kopi dan teh, dan TV.

    3. Taman Yuwono Heritage Malioboro

    Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro Yogyakarta.Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro Yogyakarta. (dok Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro)
    • Lokasi: Komplek Taman Yuwono, Jalan Dagen No.11, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
    • Harga: mulai Rp 390 ribu

    Taman Yuwono Heritage Malioboro termasuk hotel yang jaraknya sangat dekat, yakni sekitar 300 meter dari Jalan Malioboro atau 350 meter jalan kaki dari pintu Stasiun Yogyakarta.

    Hotel ini berkonsep minimalis dan terasa seperti rumah lama. Terdapat joglo yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang bersama.

    4. D’Senopati Malioboro

    Hotel D'Senopati Malioboro dekat Malioboro.Hotel D’Senopati Malioboro dekat Malioboro. (dok D’Senopati Malioboro).
    • Lokasi: Jalan Panembahan Senopati No 40, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 430 ribu

    D’Senopati Malioboro berlokasi tak jauh dari ujung selatan Jalan Malioboro. Hotel ini berada di tepi jalan raya, dan bangunannya cukup megah sehingga mudah ditemukan.

    Terdapat beberapa jenis kamar, yakni standar, superior dan deluxe. Luas kamarnya 22 meter persegi. Ada kolam luas yang bisa detikers pakai untuk berenang.

    5. Whiz Hotel Malioboro Yogyakarta

    Whiz Hotel Malioboro.Whiz Hotel Malioboro. (dok Whiz Hotel Malioboro).
    • Lokasi: Jalan Dagen No 8, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 380 ribu

    Whiz Hotel sangat dekat dengan Malioboro karena hanya berjarak 100 meter dari Jalan Malioboro. Tempatnya juga berdekatan dengan tempat makan gudeg populer, sehingga cocok buat kalian yang ingin mencicipi kuliner khas Jogja ini.

    Kalian bisa memilih standard room dan superior room, atau deluxe room. Fasilitasnya antara lain brankas, TV, kulkas mini, pembuat teh dan kopi, dan lain sebagainya.

    6. Prima In Hotel Malioboro

    Prima In Hotel dekat Malioboro.Prima In Hotel dekat Malioboro. (dok Prima In Hotel Yogyakarta).
    • Lokasi: Jalan Gandekan Lor No 47, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 470 ribu

    Prima In Hotel Malioboro merupakan hotel bintang tiga yang cukup mudah ditemukan. Jaraknya hanya 400 meter dari pintu Stasiun Yogyakarta.

    Hotel ini menawarkan beberapa jenis kamar, mulai dari superior, cabanas, deluxe, executive, dan suite untuk keluarga. Pada jenis superior, luas kamarnya 24 meter persegi dengan fasilitas AC, meja kerja, LED TV, pembuat teh dan kopi, minibar dengan camilan gratis, dan balkon.

    7. Grand Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Dagen No 85, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 730 ribu

    Berada di kawasan Wisata Dagen, hotel ini juga dekat dengan Malioboro. Traveler bisa memilih kamar superior, double, dan executive. Kamar superiornya memiliki luas 19 meter persegi dengan fasilitas AC, pembuat kopi dan teh, hingga TV LCD.

    8. Amaris Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Pajeksan No 10, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 430 ribu

    Amaris Hotel Malioboro berada sangat dekat dengan Jalan Malioboro, terutama dengan Rumah Hantu Malioboro dan Pasar Beringharjo. Hotel ini memiliki bangunan berdesain Belanda yang unik. Traveler bisa memilih jenis kamar smart room hollywood maupun smart room twin yang dilengkapi dengan TV LCD dan wifi gratis.

    9. Ayaartta Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan KH. Ahmad Dahlan No 123, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 390 ribu

    Ayaartta Hotel Malioboro merupakan hotel bintang 3 dengan kamar-kamar bergaya artistik. Ada pilihan jenis kamar, seperti kamar superior, deluxe premiere, deluxe premier balcony, family room, junior suite, dan premier suite. Kamar superiornya mempunyai 2 bed berukuran cukup besar.

    10. Khas Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Gadean No 3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 580 ribu

    Khas Hotel Malioboro juga sangat dekat dengan Pasar Beringharjo, meskipun agak masuk ke dalam gang. Bangunannya tampak megah dengan warna putih. Fasilitasnya ramah untuk umat Islam, karena dilengkapi mukena, sajadah, dan Al-Qur’an.

    11. Ibis Styles Yogyakarta

    Hotel Ibis Styles Yogyakarta dekat Malioboro.Hotel Ibis Styles Yogyakarta dekat Malioboro. (dok Ibis Style Yogyakarta).
    • Lokasi: Jalan Dagen No 109, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 620 ribu

    Ibis Style Yogyakarta hanya berjarak lima menit jalan kaki menuju Jalan Malioboro. Dalam situs resminya, kamar superior dilengkapi satu queen size bed dengan luas 23 meter persegi, dengan fasilitas TV, pengering rambut, mini bar, brankas, hingga pembuat teh dan kopi.

    Fasilitas lainnya antara lain kolam renang di atas, gym, bar, restoran, hingga area bermain anak. Pengunjung dapat berenang menikmati pemandangan Jogja dari atas hotel.

    12. Emersia Hotel Malioboro

    • Lokasi: Jalan Gowongan Kidul No 34, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 650 ribu

    Emersia Hotel Malioboro berada di sisi utara Stasiun Yogyakarta, sehingga hanya membutuhkan waktu 8 menit menuju Jalan Malioboro. Dari sisi bangunan, hotel bintang 3 ini berdesain gabungan antara modern dan tradisional.

    Pilihan kamarnya ada superior dan deluxe. Kamar superiornya memiliki dua jenis, yaitu berada di lantai dasar dengan pemandangan taman dan balkon, atau di lantai dua yang dilengkapi kolam ikan.

    13. The Malioboro Hotel & Conference

    • Lokasi: Jalan Gandekan Lor No 21, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 630 ribu

    The Malioboro Hotel & Conference merupakan hotel baru yang berada di dekat Malioboro. Hotel bintang empat ini memiliki fasilitas lengkap, meskipun kolam renangnya tidak terlalu besar. Interior hotel ini Jogja banget karena menggunakan desain batik dan wayang.

    14. Patra Malioboro

    Hotel Patra Malioboro.Hotel Patra Malioboro. (dok Hotel Patra Malioboro).
    • Lokasi: Jalan Sosrowijayan No 35, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 650 ribu

    Patra Malioboro berjarak 200 meter ke Jalan Malioboro. Keluar dari gang, traveler bisa langsung menemukan Teras Malioboro yang merupakan tempat berbelanja oleh-oleh khas Jogja. Hotel ini menawarkan gaya klasik modern dengan fasilitas antara lain kolam renang dan teras kota yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan.

    15. Malyabhara Hotel

    Hotel Malyabhara dekat Malioboro.Hotel Malyabhara dekat Malioboro. (dok Hotel Malyabhara).
    • Lokasi: Jalan Malioboro No 52-58, Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 710 ribu

    Malyabhara letaknya sangat strategis karena berada di sisi utara Plaza Malioboro dan Mall Malioboro. Hotel ini memiliki fasilitas kolam renang di atap. Kalian juga bisa menikmati pemandangan Jalan Malioboro dari atas. Beberapa pilihan kamarnya adalah superior twin, superior king, deluxe twin, deluxe king, dan executive.

    16. Neo Hotel

    Neo Hotel dekat Malioboro.Neo Hotel dekat Malioboro. (dok Neo Hotel Yogyakarta)
    • Lokasi: Jalan Pasar Kembang No 21, Sosromenduran, Yogyakarta, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 590 ribu

    Lokasi Neo Hotel Malioboro sangat strategis karena berada di depan Stasiun Yogyakarta. Tinggal jalan kaki 3 menit sudah sampai ke Jalan Malioboro. Hotel ini dilengkapi Lounge di rooftop yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk melihat pemandangan dari atas.

    17. Jambuluwuk Malioboro Yogyakarta

    Jambuluwuk Hotel dekat Malioboro.Jambuluwuk Hotel dekat Malioboro. (dok Jambuluwuk Hotel)
    • Lokasi: Jalan Gajah Mada No 67, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 630 ribu

    Jambuluwuk Malioboro berada sekitar 900 meter dari Jalan Malioboro. Beberapa pilihan kamarnya ada superior dan deluxe. Fasilitas yang ditawarkan seperti karaoke, tropical pool, playground dan toko suvenir.

    18. el Hotel Yogyakarta Malioboro

    el Hotel Yogyakarta dekat Malioboro.el Hotel Yogyakarta dekat Malioboro. (dok el Hotel Yogyakarta)
    • Lokasi: Jalan Dagen No 6, Sosromenduran, Malioboro, Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 840 ribu

    el Hotel Malioboro adalah hotel bintang empat yang jaraknya hanya 20 meter ke Jalan Malioboro. Beberapa pilihan kamar yang ditawarkan seperti superior room, deluxe room, deluxe premier room, suite room, dan executive suite room. Fasilitasnya antara lain TV LED, kulkas, pembuat teh dan kopi, pengering rambut, hingga playground untuk anak-anak.

    19. Royal Malioboro by Aston

    Hotel Royal Malioboro Yogyakarta.Hotel Royal Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @royalmalioboro)
    • Lokasi: Jalan Pasar Kembang No 29, Sosromenduran, Yogyakarta, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 890 ribu

    Hotel Royal Malioboro berada di depan Stasiun Yogyakarta dan bersebelahan dengan Neo Hotel. Cukup berjalan kaki 3 menit, traveler akan sampai ke Jalan Malioboro.

    Selain mendapatkan kamar yang luas dan nyaman, traveler juga memperoleh beberapa fasilitas seperti gym, restoran, dan kolam renang di atap dengan pemandangan kota Jogja.

    20. Novotel Suites Yogyakarta

    Novotel Suites Malioboro YogyakartaNovotel Suites Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @novotelsuitesmalioboro)
    • Lokasi: Jalan Malioboro No 52-58, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta.
    • Harga: mulai Rp 1,2 juta

    Hotel ini bersebelahan dengan Malyabhara Hotel atau di utara Plaza Malioboro dan Mall Malioboro, sehingga sangat strategis. Kamar superiornya terdapat dua pilihan, yakni dengan satu bed ukuran king atau dua single bed. Fasilitasnya antara lain kamar seluas 32 meter persegi, pemandangan kota, mini bar, microwave, hair dryer, wifi, dan televisi.

    Itulah tadi 20 hotel dekat Malioboro yang bisa menjadi pilihan traveler saat berwisata ke Jogja. Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga selalu cek kembali harga terbaru di situs booking hotel atau situs resmi hotelnya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 11 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Spot Berenang-Lihat City Light


    Jakarta

    Candi Prambanan termasuk objek wisata yang kerap dikunjungi bukan hanya oleh wisatawan lokal tetapi juga turis mancanegara. Lokasinya berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbatasan dengan Klaten di Jawa Tengah.

    Prambanan menjadi candi bercorak Hindu terbesar di Tanah Air dan diyakini dibangun sekitar abad ke-9. Meski termasuk wisata sejarah, berbagai pertunjukan seni dan acara seperti Sendratari Ramayana, konser musik, hingga event olahraga lari sering diadakan di kompleks Candi Prambanan.

    Selain itu, di sekitar Prambanan juga terdapat banyak destinasi wisata menarik yang sayang dilewati saat berkunjung ke sana. Apalagi kalau traveler berasal dari luar kota. Jadi, apa saja wisata yang ada di sekitar Candi Prambanan?


    Daftar Wisata Sekitar Candi Prambanan

    Merangkum dari Google Review, berikut deretan objek wisata di sekeliling Candi Prambanan yang patut didatangi:

    1. Keraton Ratu Boko

    Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Piyungan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-85.000

    Keraton Ratu Boko kerap disebut Candi Ratu Boko, padahal situs ini merupakan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut riwayat, situs ini adalah istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Keraton Ratu Boko diperkirakan dibangun pada abad ke-8.

    Di sana terdapat kompleks Ratu Boko mencakup gerbang ikonik, teras, dan sisa-sisa bangunan istana. Selain itu terhampar taman luas yang memiliki panorama cantik.

    Kompleks Ratu Boko berada sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Solo-Yogya ke arah timur. Di persimpangan Pasar Prambanan ambil Jalan Prambanan-Piyungan, sekitar 3 km dari sana akan ada penunjuk jalan ke Ratu Boko yang terletak di bukit sebelah kiri.

    2. Tebing Breksi

    Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi (Kemenparekraf)
    • Lokasi: Jl. Desa Lengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000

    Tebing Breksi dulunya merupakan bekas pertambangan batu. Susunan batuan di sana telah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Selain dikembangkan menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi laboratorium alam untuk kepentingan pendidikan.

    Pagelaran seni hingga event musik kerap diselenggarakan di Tebing Breksi. Selain itu, traveler dapat menyaksikan pemandangan elok dari ketinggian seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko di arah utara serta Kota Jogja dan landasan pacu Bandara Adisucipto di arah barat.

    Dari Candi Prambanan, Tebing Breksi berjarak kisaran 6-7 km dengan waktu tempuh 15 menit.

    3. Waterpark Galuh Tirtonirmolo

    • Lokasi: Jl. Manisrenggo, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

    Di Waterpark Galuh Tirtonirmolo terdapat 12 kolam, mulai kolam renang dewasa dan anak hingga kolam kuda laut. Ada juga banyak papan seluncur dan air mancur. Selain itu, traveler dapat menemukan berbagai wahana seperti flying fox, bombom car, sampai kereta gantung.

    Lokasinya berjarak 1,5 km dari Candi Prambanan sehingga cukup dicapai dalam 5 menit menggunakan kendaraan.

    4. Candi Sewu

    Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)
    • Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta, Bugisan, Prambanan, Klaten, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-40.000

    Kata ‘sewu’ dalam bahasa Jawa berarti seribu. Candi ini dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Yang mana Bandung Bondowoso diminta membuat 1.000 candi dalam waktu semalam jika hendak menjadikan Roro Jonggrang sebagai istri.

    Meski begitu, traveler hanya akan menemukan sekitar 249 candi di kompleks candi bercorak Buddha yang telah ada sejak abad ke-8 ini. Kompleks Candi Sewu terletak sekitar 800 meter di utara Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu hanya beberapa menit.

    5. Bukit Bintang

    Bukit Bintang di YogyakartaView dari Bukit Bintang Yogyakarta (ivan satriyadi pratama/d’traveler)
    • Lokasi: Jl. Jogja-Wonosari, Patuk, Gunung Kidul, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 24 jam
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Bukit Bintang termasuk spot nongkrong di Jogja yang terkenal dengan panoramanya. Dari ketinggian, traveler dapat menyaksikan citylight Yogyakarta yang cantik di malam hari. Di sekitar sini terdapat banyak kafe dan warung yang menjual aneka jajanan.

    • Pemandangan hijau dari atas di pagi hari juga tidak kalah cantik kok. Bahkan bisa melihat panorama Gunung Merapi dan Merbabu serta aktivitas pesawat di Bandara Adisucipto.Bukit Bintang berada 14 km dari Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu 23-25 menit.

    6. Blue Lagoon Jogja

    Pemandian dengan Air Berwarna Hijau Kebiruan di Blue Lagoon Jogja.Kolam alami Blue Lagoon Jogja dengan air jernih berwarna hijau kebiruan (Fida Afra’ Effendi/detikcom)
    • Lokasi: Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 06.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 15.000

    Kalau ingin berenang juga bisa ke Blue Lagoon Jogja. Kolam di sini bersumber dari mata air alami sehingga airnya segar dan jernih plus bersih. Meski berada di dekat permukiman warga, lokasinya masih asri dan adem dengan dikelilingi pepohonan dan bebatuan.

    Dari Candi Prambanan, Blue Lagoon Jogja berjarak 11 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

    7. Obelix Hills

    Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)
    • Lokasi: Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000-30.000

    Sejumlah spot foto Instagramable dapat ditemukan di Obelix Hills, muulai ayunan langit, Eagle Nest, Sky Deck, hingga Pottery Cave. Lokasinya berada di ketinggian juga menawarkan pemandangan cantik Kota Jogja sekaligus sunsetnya.

    Ada resto outdoor dengan berbagai menu lezat di sini. Yang paling epic, panggung live musicnya membelakangi panorama sehingga traveler bisa menonton performance with the view. Obelix Hills berjarak kisaran 10 km dari Candi Prambanan dan dapat dicapai dalam waktu 25 menit.

    8. Candi Plaosan Lor

    Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KlatenCandi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
    • Jam Buka: Setiap Hari, 07.30 – 16.30 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-10.000

    Situs candi ini terdiri dari dari Candi Plaosan Lor di utara dan Candi Plaosan Kidul di selatan serta mandapa atau bangunan yang digunakan untuk ritual. Jarak antar kedua candinya sekitar 200 meter dan di sekelilingnya terdapat 58 candi pendamping serta 194 stupa.

    Candi bercorak Buddha ini dibangun pada awal abad ke-9 dan berlokasi kurang lebih 3 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh 5 menit.

    9. Waterboom Jogja

    Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogjga. (Instagram @waterboomjogja)
    • Lokasi: Jl. Jenengan Raya, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 09.00 – 16.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 85.000-90.000

    Traveler bisa pula berenang di Waterboom Jogja. Tempatnya luas dan dilengkapi 19 wahana seru yang dapat dijajal traveler. Tidak hanya kolam renang, terdapat taman dipenuhi pepohonan hijau dan thematic park di sini. Ada juga museum air “Water for Life” yang menyediakan informasi tentang air hingga manfaatnya.

    Dari Candi Prambanan, lokasinya berada sekitar 12-15 km dengan waktu tempuh kurang lebih 23-25 menit.

    10. Gerbang Banyu Langit

    • Lokasi: Jl. Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DIY
    • Jam Buka: 08.00 – 18.30 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Gerbang Banyu Langit menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dikelilingi pepohonan dan arsitektur bambu. Di sini terdapat taman, food court, kolam renang, hingga penyewaan kano.

    Ada banyak spot foto ‘ndeso’ di sini, yang paling ikonik adalah gerbang bambunya yang menjulang tinggi. Dari Candi Prambanan, lokasinya berjarak 14 km dengan waktu tempuh 25 menit.

    11. HeHa SkyView

    Pemandangan dari Heha Skyview YogyakartaPemandangan dari Heha Skyview Yogyakarta (Pradikta Kusuma/d’traveler)
    • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Bukit, Patuk, Gunung Kidul, DIY
    • Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000

    Di HeHa SkyView, traveler juga dapat menyaksikan panorama Kota Jogja dari ketinggian. Kecantikan sunset dan city light Jogja dari sini tidak boleh dilewatkan. Dapat ditemukan pula spot foto Sky Glass dan Sky Balloon. Untuk anak-anak terdapat area panjang tebing aman yang bisa dicoba.

    Lokasi HeHa Skyview berada sekitar 15 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh kisaran 30 menit.. Dari Tugu Jogja, letaknya sekitar 21 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Sisi Lain Jogja dari Ketinggian HeHa Sky View



    Yogyakarta

    Libur long weekend Isra Miraj dan Imlek, traveler bisa menikmati sisi lain keindahan Jogja dari ketinggian di destinasi wisata HeHa Sky View. Simak ulasannya berikut ini:

    HeHa Sky View adalah tempat wisata yang tidak boleh kamu lewatkan jika liburan di Jogja. Destinasi ini hanya berjarak 40 menit dari pusat kota Yogyakarta, dan 30 menit dari gerbang tol Prambanan.

    Dari atas ketinggian bukit, traveler bisa menikmati keindahan Jogja yang tidak ada di tempat lainnya. Bagi pecinta sunset, kamu bisa datang ke tempat ini pada sore hari. Kamu akan disuguhkan pemandangan langit kuning keemasan disertai landskap Gunung Merapi yang mempesona.


    Selain itu, kamu juga bisa menikmati citylight Kota Yogya yang menawan pada malam hari. Kamu bisa menikmati citylight sambil merebahkan diri di bean bag dan menyeruput segelas minuman hangat rasanya asyik juga.

    Traveler juga bisa foto-foto di beberapa spot kece seperti Sky Glass, Sky Balloon, Sky Swing, HeHa Aeroplane, dan Macrame. Di setiap spot foto sudah ada fotografer yang menawarkan jasa dengan tarif Rp 5.000. Kamu bisa langsung minta file copy foto yang diambil fotografer.

    Lokasi dan Rute Menuju HeHa Sky View

    HeHa Sky View berlokasi di Jalan Dlingo-Patuk Nomor 2, Bukit Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Dari Tugu Yogya, kamu hanya perlu berkendara ke arah timur (arah Solo). Sesampainya pada lampu merah kedua (perempatan Gramedia), belok kiri, lalu berjalan lurus sampai ke Bundaran UGM.

    Dari Bundaran UGM, kamu bisa belok kanan (menuju arah timur), lalu berjalan lurus sampai ujung jalan dan menemukan pertigaan lampu merah. Dari situ, kamu bisa berbelok ke kanan sampai lampu merah berikutnya. Setelah itu, belok kiri dengan menyusuri jalan Solo ke arah timur.

    Harga Tiket & Jam Buka HeHa Sky View

    Di akun Instagram HeHa Sky View, tercantum harga tiket terbaru yang berlaku mulai 2 Januari 2025. Setiap pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang.

    Untuk jam operasionalnya, HeHa Sky View buka mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB untuk weekdays. Sedangkan untuk weekend Sabtu-Minggu, jam bukanya mulai 08.00 hingga 21.00 WIB.

    Aneka Acara Seru di HeHa Sky View

    Untuk merayakan kemeriahan Imlek, acara bertajuk Bertabur Cahaya di Atas Awan #TamanLangitnyaJogja akan digelar di HeHa Sky View pada 26 dan 29 Januari 2025.

    Libur panjang akhir pekan traveler akan dimeriahkan dengan pertunjukan atraktif mulai dari musik perkusi, tari kreasi, fire dance, dan barongsai.

    Wisatawan menikmati pemandangan alam yang disajikan di tempat wisata Heha Sky View, Dlingo, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (18/9/2021). Geliat tempat wisata mulai terlihat setelah penurunan level PPKM.Wisatawan menikmati pemandangan alam yang disajikan di tempat wisata Heha Sky View, Dlingo, Gunung Kidul Foto: PIUS ERLANGGA

    Setelah perayaan Imlek usai, kemeriahan di HeHa Sky View akan berlanjut dengan acara Pasar Raya Durian Gunungkidul di bulan Februari 2025 dan Kampung Ramadan, festival kuliner seru selama bulan suci di bulan Maret 2025.

    Di bulan April, ada acara HeHa Run, fun run dengan track perbukitan Patuk di Gunungkidul yang punya pemandangan memukau. Berlanjut di bulan Mei 2025, ada acara Festival Bintang, sebuah konser musik di ketinggian dengan view hamparan bintang di langit.

    Memeriahkan bulan Juni 2025, akan digelar Festival Sate, sebuah acara pasar kuliner aneka sate yang dimeriahkan juga dengan lomba masak. Sedangkan di bulan Juli ada Nikah Massal 24 Jam, acara ini merupakan wujud wedding tourism, yaitu pagelaran nikah bareng secara nasional dengan peserta dari berbagai daerah.

    Di bulan Agustus, HeHa akan menggelar Paws Wonder Sky The Ultimate Pet Show, sebuah pameran hewan peliharaan terlengkap untuk para komunitas pecinta anjing dan kucing di Yogyakarta dan sekitarnya.

    Memeriahkan bulan September, ada acara melukis di Taman Langit, lomba lukis dan berbagai lomba untuk anak-anak dalam bulan ulang tahun HeHa Sky View. Sedangkan di bulan Oktober ada HeHaunted, petualangan horor seru ala Halloween di wahana Gua Hantu HeHa Sky View.

    Bulan Desember akan ditutup dengan HeHa Hore, event tahunan spektakuler berupa pertunjukan kembang api dengan rangkaian acara seru untuk menyambut malam tahun baru. Traveler bisa juga mengikuti Instagram @hehaskyview untuk mendapat informasi terbaru dari destinasi ini.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Tempat Ngabuburit Asyik di Jogja, Catat Biar Tidak Lupa



    Yogyakarta

    Mengisi waktu untuk mengunggu berbuka puasa, traveler bisa ngabuburit asyik di 7 destinasi wisata di Yogyakarta ini. Apa saja? Catat dulu biar tidak lupa.

    Ngabuburit menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berburu takjil, maupun menikmati suasana khas Ramadan. Di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, tradisi ini semakin meriah dengan beragam pilihan tempat yang bisa dikunjungi.

    Bagi traveler yang sedang mencari tempat ngabuburit yang seru di Yogyakarta, ada beberapa lokasi yang bisa menjadi pilihan.


    Dikutip dari Antara, Selasa (4/3/2025), berikut 7 rekomendasi tempat ngabuburit di Yogyakarta:

    1. Jalan Malioboro

    Pertama tentu saja Malioboro. Jalan Malioboro merupakan ikon Yogyakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sambil menunggu waktu berbuka, Anda dapat berjalan-jalan menikmati suasana khas.

    Traveler bisa mencuci mata dengan melihat deretan toko, pedagang kaki lima, dan seniman jalanan yang sedang beraksi. Selain itu, terdapat banyak penjual makanan tradisional yang dapat dijadikan pilihan untuk takjil berbuka puasa.

    2. Titik Nol Kilometer

    Titik Nol Kilometer adalah pusat kota yang dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar dan Benteng Vredeburg. Tempat ini sering dijadikan lokasi berkumpulnya komunitas dan pertunjukan seni jalanan, sehingga cocok untuk ngabuburit sambil menikmati suasana kota.

    3. Garrya Bianti

    Bagi yang ingin menghabiskan bulan Puasa di Jogja, Garrya Bianti Yogyakarta siap menyambut para tamu dengan pengalaman yang nyaman, tenang, dan penuh makna. Punya konsep slow living yang menenangkan, destinasi ini menghadirkan berbagai pengalaman istimewa selama musim liburan.

    Traveler dapat menikmati kuliner khas Nusantara dan Thailand di Refresh All-Day Dining, mengikuti sesi wellness seperti sound healing di tengah alam, water sound healing, kelas eco-pounding, membuat jamu, atau bersantai dengan pemandangan taman tropis yang asri.

    Wisatawan bisa juga berkeliling desa di Sleman Utara sambil mengendarai mobil klasik dan berkunjung ke kebun jamur. Tentunya ini akan jadi pengalaman yang berbeda bagi keluarga.

    “Kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman dan penuh kehangatan bagi para tamu yang merayakan bulan Puasa bersama keluarga, maupun mencari ketenangan setelah perjalanan panjang,” ujar Ridwan Heriyadi, General Manager Garrya BiantiYogyakarta.

    4. Kampung Ramadan Jogokariyan

    Setiap bulan Ramadan, Kampung Jogokariyan mengadakan pasar sore yang menjajakan berbagai kuliner khas untuk berbuka puasa. Suasana religius dan kekeluargaan sangat terasa di sini, menjadikannya tempat yang tepat untuk ngabuburit sambil berburu takjil.

    5. Lembah UGM

    Kawasan Lembah Universitas Gadjah Mada menjadi ramai saat Ramadan dengan adanya pasar takjil yang menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka. Lokasinya yang strategis dan dekat dengan masjid memudahkan pengunjung untuk melaksanakan ibadah setelah berbuka.

    6. Pantai Parangtritis

    Bagi yang ingin menikmati suasana pantai, Pantai Parangtritis bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Menjelang senja, pemandangan matahari terbenam di pantai ini sangat memukau. Anda juga dapat menyewa ATV atau delman untuk berkeliling pantai sambil menunggu waktu berbuka.

    7. Obelix Hills

    Obelix Hills menawarkan pemandangan alam dari ketinggian yang menawan. Tempat ini cocok untuk ngabuburit sambil menikmati panorama matahari terbenam dan berfoto di spot-spot yang disediakan. Selain itu, terdapat kafe yang menyajikan berbagai menu untuk berbuka puasa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Tebing Breksi, Lengkap dengan Fasilitas dan Harga Tiket Masuknya


    Jakarta

    Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Yogyakarta. Seperti namanya, tempat ini adalah kawasan perbukitan batuan breksi.

    Uniknya, tebing-tebing di sini memiliki pola alami yang menarik dan estetik, menjadikannya daya tarik utama bagi para wisatawan. Simak berikut sejarahnya, lengkap dengan informasi terkait daya tarik, fasilitas, dan harga tiket terkininya.

    Sejarah Tebing Breksi

    Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Titry Frilyani/d’traveler

    Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di bagian selatan Candi Prambanan, dan cukup dekat dengan Candi Ijo serta kompleks Keraton Ratu Boko. Tempat ini terletak tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.


    Dirangkum dari laman Kapanewon Kecamatan Prambanan dan Geopark Jogja, tempat ini dulunya adalah kawasan pertambangan batu breksi. Tebing Breksi mulanya merupakan area tambang batuan yang menjadi mata pencaharian warga sekitar.

    Batuan breksi di lokasi ini terbentuk dari material letusan Gunung Api Nglanggeran yang mengendap selama jutaan tahun. Akhirnya pada tahun 2014, aktivitas tambang dihentikan karena batuan di area ini termasuk batu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran yang perlu dilindungi.

    Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh tim gabungan dari ITB dan UPN mengungkap bahwa batuan di sini termasuk jenis tufan yang langka, sehingga kegiatan penambangan dihentikan.

    Lokasi ini kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata, yang pada 30 Mei 2015 secara resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tebing Breksi kini telah berkembang menjadi destinasi unggulan dari Desa Wisata Dewi Sambi dan ditetapkan sebagai salah satu situs geoheritage di Yogyakarta.

    Bahkan dalam laman Portal Informasi Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke-13, Sandiaga Uno pernah mengatakan Tebing Breksi masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik. Keunikan utama Tebing Breksi terletak pada dinding-dinding tebingnya yang kini dihiasi relief dan pahatan karya seniman lokal.

    Mulai dari tokoh pewayangan seperti Arjuna dan Buto Cakil, hingga naga berkepala mahkota, semua memberi sentuhan budaya yang khas. Bekas guratan aktivitas tambang juga menciptakan motif alami di batuan, menjadikan tebing ini tampak artistik.

    Daya Tarik Wisata Tebing Breksi

    Tebing BreksiTebing Breksi. Foto: Titry Frilyani/d’traveler

    Tebing Breksi menyuguhkan pemandangan unik berupa tebing-tebing tinggi dengan tekstur dan pola alami yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Sisa-sisa pahatan bekas tambang kerap dijadikan latar foto yang menarik, termasuk untuk sesi prewedding.

    Untuk naik ke puncak tebing, pengunjung tak perlu bersusah payah memanjat karena telah tersedia tangga yang dipahat langsung di batu. Dari atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian.

    Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat panorama indah seperti Candi Prambanan, Gunung Merapi, hingga pesawat yang melintas di langit Jogja. Momen matahari terbenam juga jadi favorit wisatawan.

    Selain itu, berkunjung ke Tebing Breksi bisa sekalian mampir ke beberapa tempat menarik di sekitarnya. Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Tebing Breksi berada tak jauh dari ikon-ikon wisata seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, dan kompleks Keraton Boko.

    Akses ke lokasi pun cukup mudah, hanya sekitar 1 km sebelum Candi Ijo, lewat jalur utama Prambanan-Piyungan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 17 km atau 30 menit perjalanan darat. Meskipun jalannya agak menanjak, kendaraan mulai dari motor hingga bus wisata tetap bisa mencapai area ini dengan lancar.

    Fasilitas dan dan Harga Tiket Wisata Tebing Breksi

    Selain bisa berfoto di lokasi wisata, kamu juga dapat melihat suguhan budaya seperti tari-tarian, jathilan, gamelan tembang Jawa, wayang, dan ketoprak. Sebab di Tebing Breksi juga terdapat Tlatar Seneng, sebuah panggung pertunjukan berbentuk melingkar dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Bentuknya sekilas menyerupai Colosseum mini.

    Tak cuma itu, kalau kamu suka berkemah, ada area Watu Tapak yang disediakan sebagai tempat perkemahan. Nah kalau mau pengalaman yang lebih seru, bisa coba naik jeep wisata dengan berbagai pilihan rute dan paket.

    Rute singkat membawa pengunjung menjelajahi Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung, dan Obelix Hills. Sedangkan rute panjang mencakup lebih banyak titik seperti Bukit Teletubbies, Desa Wisata Pereng, dan berakhir di Rumah Domes.

    Wisatawan juga dimanjakan dengan kemudahan teknologi seperti tiket online dan akses wifi di area tertentu, termasuk tempat makan. Soal operasional dan harga tiketnya, dilansir dari akun instagram resmi Tebing Breksi buka setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB dengan harga tiket weekdays Rp 10 ribu dan hari libur Rp 15 ribu.

    Jadi, kamu tertarik berlibur ke Tebing Breksi? Semoga informasi ini membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • View-nya Bikin Takjub! Khofifah Ajak Wisatawan Coba Jembatan Kaca di Bromo



    Probolinggo

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Jembatan Kaca Seruni Point yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo.

    Khofifah mengaku takjub atas keindahan Gunung Bromo yang disuguhkan dari sisi Jembatan Kaca Seruni Point. Ia optimis bahwa ikon wisata yang menawarkan sensasi berbeda ini akan menjadi magnet bagi pariwisata di kawasan TNBTS Probolinggo.

    Khofifah melanjutkan, keberadaan Jembatan Kaca ini diharapkan bisa memaksimalkan waktu kunjungan wisatawan, utamanya wisatawan mancanegara yang datang dengan kapal Cruise.


    “Kalau di daerah Jawa Tengah bisa dua hari untuk mengunjungi Borobudur dan Prambanan yang ditambah wisata budaya di Jogja, kemudian dilanjutkan ke Jawa Timur harapan kami juga bisa dua hari di Bromo dan sekitarnya,” kata Khofifah, Minggu (4/5/2025).

    Rencana tersebut disebutnya sangat mungkin, ketika nantinya pentas budaya dan tenant-tenant di sekitar Jembatan Kaca bisa diperkuat. Sehingga ada tambahan titik di Bromo yang bisa dinikmati keindahannya oleh wisatawan di siang maupun sore hari.

    Keindahan Bromo sendiri disebutnya juga sudah mendapat pengakuan dari berbagai pihak baik lokal maupun internasional. Terutama di media sosial, banyak exposure atau promosi terhadap keindahan Bromo.

    “Dan berbagai lembaga juga memberikan review yang luar biasa. Tentu ini jadi benefit yang baik bagi Bromo, Probolinggo, Jawa Timur dan Indonesia,” ucapnya.

    Untuk itu, melalui Jembatan Kaca Seruni Point ini, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk bisa berkunjung dan menikmati eksotisnya Gunung Bromo dari sisi lain.

    “Sekarang kita berdiri di atas jembatan kaca Bromo, dan bisa disampaikan pada dunia bahwa sisi sisi eksotis Bromo juga bisa dilihat dari titik ini selain di kawah Bromo, pasir berbisik, Seruni Point,” tuturnya.

    Khofifah menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas dalam pengoperasian Jembatan Kaca tersebut. Akan ada pembatasan di saat wisatawan baik dalam dan luar melewati jembatan Kaca Seruni Point.

    “Saya rasa ini jadi area dimana kita bisa punya peluang lebih luas menikmati keindahan yang Allah anugerahkan di bumi Probolinggo,” kata Khofifah.

    “Mudah mudahan hadirnya jembatan kaca ini bisa menguatkan gravitasi seluruh wisatawan untuk masuk area wisata Bromo yang luar biasa ini,” katanya.

    Artikel ini sudah naik di detikJatim. Simak selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi 5 Desa Wisata Terbaik di Bantul



    Bantul

    Liburan ke Jogja jangan hanya di pusat kotanya saja. Melipir ke Bantul, ada 5 desa wisata yang layak untuk traveler kunjungi. Apa saja?

    Desa wisata saat ini jadi salah satu opsi destinasi yang bisa traveler kunjungi saat liburan. Jika bosan dengan suasana kota, menyambangi 5 desa wisata di Bantul ini asyik juga.

    Masing-masing desa wisata ini punya keunggulan atraksi dan budayanya sendiri. Berikut uraiannya:


    1. Desa Wisata Krebet, Bantul

    Desa Wisata KrebetDesa Wisata Krebet Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

    Pertama, ada desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul yang terkenal dengan sentra kerajinan batik kayu yang unik dan langka. Teknik batik yang biasa diaplikasikan di kain, kali ini diterapkan pada media kayu.

    Hasilnya berupa produk seperti topeng, wayang, dan souvenir yang cocok untuk oleh-oleh khas Jogja. Tidak hanya menyaksikan hasilnya, pengunjung bisa ikut workshop dan belajar langsung dari para perajin.

    Anak-anak pun bisa diajak ikut melukis batik kayu sambil mengenal budaya Jawa. Kombinasi wisata seni dan budaya ini menjadikan Krebet sangat cocok untuk liburan keluarga yang penuh pengalaman baru.

    Selain batik, desa ini juga memiliki wisata alam seperti Air Terjun Jurang Pulosari dan Sendang Tirta Waluya. Ada juga jeep wisata untuk menjelajah desa dan kawasan sekitarnya. Homestay dan fasilitas umum tersedia lengkap, menjadikan pengalaman wisata nyaman dan menyenangkan.

    2. Desa Wisata Srimulyo, Bantul

    Desa Wisata Srimulyo atau Dewi Mulia terletak di Piyungan, Bantul. Dikelilingi Sungai Opak dan Sungai Gawe serta berada di ketinggian 110 meter, desa ini menyuguhkan suasana sejuk dengan udara segar yang cocok untuk wisata keluarga.

    Sejak tahun 2018, desa wisata Srimulyo berkembang jadi desa wisata berbasis komunitas dengan lebih dari 10 destinasi. Wisata unggulannya antara lain Bukit Bintang, Watu Amben, Pasar Kebon Empring, hingga Gerbang Banyu Langit yang sangat Instagramable. Di sini juga atraksi budaya seperti Jathilan, Kupatan Jolosutro, dan Gejog Lesung memberi pengalaman unik bagi pengunjung.

    Fasilitas pendukungnya juga cukup lengkap, mulai dari taman keluarga, area kuliner, hingga mushola dan toilet bersih. Desa Wisata Srimulyo juga dikenal sebagai Smart Village dan Desa Cantik berkat inovasi dan pengelolaan datanya.

    3. Desa Wisata Kasongan, Bantul

    Kasongan terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah atau keramik. Gerabah khas kasongan tidak hanya diminati di dalam negeri, tapi juga laku di pasar Asia dan Eropa.Kasongan terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah atau keramik. Foto: Rifkianto Nugroho

    Rekomendasi desa wisata selanjutnya adalah Desa Wisata Kasongan yang berada di Desa Bangunjiwo, Kasihan. Desa ini dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah terbesar di Jogja. Letaknya hanya sekitar 7 km dari pusat Kota Jogja dan mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum.

    Saat tiba di desa wisata ini, wisatawan akan disambut deretan showroom yang menjual berbagai produk gerabah seperti guci, vas, pot bunga, patung Buddha, hingga hiasan rumah dari tanah liat.

    Selain berbelanja, pengalaman menarik di Kasongan adalah mengunjungi workshop para perajin. Di sini, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan gerabah dari awal, mulai dari tanah liat mentah hingga menjadi karya seni yang siap dijual.

    Aktivitas ini cocok dilakukan untuk anak-anak dan keluarga yang ingin mencoba membentuk gerabah sendiri. Kasongan juga sarat nilai sejarah.

    Legenda tentang tanah warga yang diserahkan karena ketakutan pada Belanda menjadi bagian penting identitas desa ini. Kini, warga yang dulu tak punya tanah justru bangkit lewat kreativitas tangan mereka.

    Suasana desa wisata Kasongan yang tenang, ramah, dan penuh karya seni menjadikan desa ini sebagai destinasi menarik untuk wisata keluarga yang ingin nuansa budaya sekaligus edukatif.

    4. Desa Wisata Kebonagung, Bantul

    Berlokasi di Imogiri, Bantul, Desa Wisata Kebonagung menyuguhkan pemandangan sawah yang luas dengan udara sejuk khas pedesaan. Desa ini berfokus pada wisata pertanian dan budaya, memanfaatkan potensi masyarakatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak.

    Suasana yang alami menjadikan tempat ini ideal untuk keluarga yang ingin liburan sambil menyatu dengan alam. Aktivitas wisata di Kebonagung sangat edukatif dan banyak pilihannya.

    Wisatawan bisa ikut menanam padi, membajak sawah, menggembala itik, bahkan belajar membuat tempe dan emping secara tradisional. Tidak hanya itu, tersedia juga pelatihan seni budaya seperti jathilan, karawitan, macapat, hingga praktik sholat dan kenduri.

    Anak-anak akan menemukan banyak hal baru yang tak mereka jumpai di kota. Kebonagung juga memiliki Museum Pertanian dan sejumlah kegiatan kreatif lain seperti membatik di atas kayu atau keramik.

    Wisatawan bisa menyusuri Sungai Opak dengan perahu naga, menjadikan kunjungan semakin berkesan. Kombinasi wisata alam, budaya, edukasi, dan kesenian membuat Kebonagung jadi tempat liburan keluarga yang lengkap dan bermakna.

    5. Desa Wisata Wukirsari

    Perajin batik tulis di Wukirsari, Imogiri, Bantul.Perajin batik tulis di Wukirsari, Imogiri, Bantul. Foto: Dok Pemkab Bantul

    Desa Wisata Wukirsari di Imogiri, Bantul juga tak kalah menarik buat dikunjungi. Desa ini terpilih menjadi 55 Best Tourism Village 2024 atau Desa Wisata Terbaik Dunia oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO).

    Prestasi itu berhasil dicapai karena desa wisata Wukirsari memiliki dua warisan budaya tak benda dunia berupa wayang dan batik serta berhasil melestarikannya.

    Para perajin wayang dan batik di desa wisata Wukirsari masih terjaga keberadaannya. Terdapat 640 perajin batik dan 300 perajin wayang yang mendapat dukungan sarana dan prasarana dari pemerintahan setempat.

    Masyarakat Wukirsari juga masih menjaga betul adat istiadat hingga kelestarian alam. Sehingga masyarakat benar-benar menjadi pelaku wisata di tempat tinggalnya. Tak heran jika hal itulah yang menjadikan Wukirsari masuk dalam daftar desa wisata terbaik dunia 2024.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 7 Kota di Pulau Jawa yang Bisa Dijelajahi Tanpa Menginap


    Jakarta

    Buat detikers yang butuh me time satu hari penuh tanpa diganggu berbagai urusan, beberapa kota berikut bisa jadi pertimbangan. Kota ini menyediakan banyak pilihan wisata misal kuliner, belanja, budaya, alam, dan sejarah.

    Selain itu, kota ini menyediakan kemudahan transportasi sehingga detikers tidak menghabiskan banyak waktu di perjalanan. Akses jalan juga memungkinkan detikers menikmati berbagai wisata dalam satu hari dan segera pulang.

    7 Kota di Jawa yang Bisa Dijelajahi Tanpa Menginap

    Berikut adalah beberapa kota yang direkomendasikan untuk quick gate away dikutip dari arsip tulisan detiktravel dan situs traveling


    1. Bogor

    Kota dan Kabupaten Bogor yang dekat Jakarta adalah pilihan pertama warga Jabodetabek yang butuh healing tipis-tipis. Detikers bisa memilih liburan sejenak di tengah hawa sejuk, dekat dengan alam, dan makan kuliner enak.

    Trasportasi

    • KRL Jabodetabek
    • transportasi online

    Wisata

    • Kawasan Puncak
    • Kawasan Sentul
    • Area pusat Kota Bogor.

    2. Bandung

    Dikenal sebagai Paris van Java, Bandung sejak dulu punya pesona indah yang cocok sebagai tempat relaksasi. Hal ini ditunjang dengan kemudahan mengakses Bandung dan berbagai transportasi di dalam wilayah, sehingga wisatawan bisa berkunjung ke berbagai spot wisata di Bandung tanpa harus menginap

    Transportasi

    • KA Cikuray Rp 45 ribu
    • KA Papandayan Rp 87 ribu

    Wisata

    • Kawasan Braga
    • Kawasan Kawah Putih Ciwidey
    • Kawasan Lembang.

    3. Cirebon

    Kota pesisir di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) ini memiliki sejarah kebudayaan yang sangat panjang. Bukti sejarah masih dipertahankan hingga kini dan bisa dikunjungi masyarakat umum. Cirebon yang berjuluk kota udang ini juga dikenal punya hidangan dengan rasa gurih nikmat

    Transportasi

    • Ka Airlangga Rp 49 ribu
    • KA Bengawan Rp 70 ribu

    Wisata

    • Keraton Kasepuhan
    • Tman Sari Gua Sunyaragi
    • Taman Air Ade Irma Suryani.

    4. Purwokerto

    Wilayah di Kabupaten Banyumas ini belakangan naik daun sebagai lokasi healing-healing tipis. Purwokerto dikenal mirip Jogja namun lebih sunyi, sejuk, dan harga akomodasi sangat terjangkau. Transportasi Purwokerto juga dikenal mudah dam mudah diakses.

    Transportasi

    • KA Bengawan Rp 70 ribu
    • KA Serayu Rp 67 ribu

    Wisata

    • Kawasan Batu Raden
    • Hutan Pinus Limpakuwus
    • Curug Telu.

    5. Jogja

    Wilayah Jogja sudah lama dikenal sebagai quick gate away bagi siapa saja yang butuh liburan. Selain menyediakan banyak tempat healing dengan akomodasi sangat terjangkau. Jogja juga mudah diakses dengan kereta serta kendaraan umum untuk transportasi dalam kota.

    Transportasi

    • KA Bengawan Rp 74 ribu
    • KA Progo Rp 189 ribu

    Wisata

    • Kawasan Malioboro
    • Kawasan Kaliurang
    • Kawasan Kotagede.

    6. Solo

    Kota Solo dengan pesona budaya, kuliner, dan alam adalah pilihan yang pas untuk healing super cepat serta efektif. Pengunjung bisa secepatnya liburan, relaksasi, dan kembali tanpa perlu menginap. Tentunya, wisata Solo tersedia dalam kisaran anggaran murah.

    Transportasi

    • KA Bengawan Rp 74 ribu
    • KA Matarmaja Rp 189 ribu

    Wisata

    • Kemuning Sky Hills
    • Keraton Surakarta Hadiningrat
    • Pura Mangkunegaran.

    7. Malang

    Kota Malang identik dengan hawa sejuk sehingga pas sebagai tempat healing tipis di tengah hustle hour kehidupan setiap hari. Selain itu, Malang juga punya pilihan kuliner yang pastinya enak dan sedap.

    Transportasi

    • KA Matarmaja Rp 189 ribu
    • KA Majapahit Rp 245 ribu

    Wisata

    • Jatim Park 1 dan 2
    • Air Terjun Tumpak Sewu
    • Kebun Teh Wonosari.

    Tips Liburan Tanpa Nginep

    Buat detikers yang ingin merancang itinerary liburan tanpa harus nginep, berikut beberapa tipsnya:

    • Pilih kota dengan akses transportasi mudah dan murah
    • Pilih spot wisata yang mudah dijangkau
    • Sebaiknya sewa kendaraan agar waktu tidak habis di jalan
    • Tentukan rute pulang pergi dan selama liburan
    • Bawa cukup bekal dan uang cash agar tetap ekonomis.

    Tips ini juga bisa diterapkan jika ingin liburan tanpa nginep dengan tujuan kota selain di Jawa.

    (row/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Itinerary 3 Hari 2 Malam ke Jogja untuk Budget Rp 1 Jutaan


    Jakarta

    Liburan ke Jogja dengan budget Rp 1 jutaan untuk 3 hari 2 malam ternyata memungkinkan. Tentunya traveler harus melakukan perencanaan dengan baik dan disiplin menerapkannya saat liburan. Komitmen traveler mencegah liburan justru bikin kantong bocor dan sangat boros.

    Sebelum berangkat ke Jogja, traveler bisa cek lebih dulu itinerary yang diperlukan saat liburan. Selanjutnya, menghitung kisaran biaya yang diperlukan agar liburan jadi murah dan menyenangkan. Termasuk menyediakan uang lebih sebagai antisipasi jika ada kebutuhan lain.

    Rincian Biaya Itinerary Jogja 3 Hari 2 Malam

    Dikutip dari situs travel dan arsip berita detikTravel, itinerary liburan di Jogja terdiri dari:


    Biaya transportasi

    • Cek promo dan hindari momen liburan serta jam sibuk agar harga tiket tidak melambung
    • Jangan lupa sertakan biaya transportasi lokal atau sewa kendaraan untuk memudahkan mobilitas traveler.

    Biaya menginap

    • Saat ini banyak hotel dan homestay menawarkan harga murah yang bisa dimanfaatkan traveler
    • Sebelum memesan, pastikan tempat menginap tersebut ada lengkap dengan layanannya supaya traveler tidak kena scam.

    Biaya makan

    • Pos budget ini termasuk makan besar, jajan snack, dan ngopi
    • Porsi makan harus cukup sesuai kebutuhan traveler sehari-hari.

    Aktivitas

    • Traveler bisa memilik destinasi pariwisata yang gratis namun ikonik misal Alun-alun Kidul, Titik 0 Km Jogja, dan Jalan Malioboro
    • Alternatif lain adalah memilih tempat wisata dengan harga tiket murah misal museum, candi, dan pantai
    • Traveler sebaiknya bawa bekal makan dan minum agar tidak jajan sembarangan.

    Perkiraan Biaya Liburan Jogja Budget Rp 1 Jutaan

    Rancangan anggaran itinerary di Jogja selama liburan 3 hari 2 malam dengan budget Rp 1 jutaan kurang lebih sebagai berikut

    Tiket pulang pergi Rp 200-400 ribu

    • KA Bengawan Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 74 ribu.
    • KA Progo Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 189 ribu.

    Penginapan dua malam Rp 200 ribu

    • Budget Room At Homestay Cahaya Transport 2 Rp 99.999 per malam.
    • Home stay Rp 58.265 per malam.
    • Gita Benara Rp 94.770 per malam.

    Makan, ngemil, ngopi Rp 200-270 ribu

    • Makan besar 3 kali sehari dengan 1 kali makan Rp 30 ribu.
    • Jika ingin ngemil atau ngopi maka harus ada penyesuaian pada budget makan besar.

    Oleh-oleh Rp 200 ribu

    • Pilih oleh-oleh yang harganya miring.
    • Beli oleh-oleh di tempat yang memang menyediakan harga kompetitif..

    Piknik dan transport lokal Rp 200-300 ribu

    • Pastikan tempat yang akan dikunjungi serta rutenya telah diketahui, sehingga traveler tidak boncos.

    Dengan perencanaan ini, budget liburan Jogja 3 hari 2 malam sekitar Rp 1-1,4 juta. Sebagai pengingat, rancangan anggaran ini adalah gambaran umum kebutuhan dasar liburan di Jogja dan tarifnya. Besaran biaya bisa berubah seiring kebijakan pengelola transportasi, kuliner, tempat wisata, dan pihak terkait

    Tips Hemat Budget Liburan Jogja Rp 1 Jutaan

    Berikut adalah tips lain yang akan melindungi keuangan traveler saat liburan, agar benar-benar cukup tanpa mengurangi esensi liburan untuk healing dan relaksasi:

    • Pesan tiket jauh-jauh hari sebelum liburan
    • Traveler sebaiknya bawa perlengkapan pribadi dan obat-obatan sendiri
    • Pilih tempat makan dengan harga terjangkau dan pastinya berkualitas
    • Traveler bisa menggunakan transportasi publik jika memungkinkan
    • Bawa uang cash secukupnya dalam pecahan kecil
    • Jangan terpancing dengan spot viral jika memang tidak masuk budget liburan.

    Liburan ke Jogja dengan budget terbatas ternyata bisa diterapkan. Tips dan perancangan anggaran ini bisa dilakukan di rencana liburan traveler lainnya. Happy traveling, detikers.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Tempat Healing di Sekitar Jogja yang Lebih Sepi dari Kaliurang



    Jogja

    Jogja punya banyak tempat menarik untuk kamu yang ingin menepi sejenak dari keramaian. Mulai dari museum, pantai hingga bukit dengan pemandangan memukau.

    detikTravel telah merangkum pada Senin (7/7/2025), 6 tempat healing sekitar Jogja untuk liburan kamu nanti. Berikut 6 pilihannya:

    1. Pantai Kesirat


    Pantai Kesirat, Gunung KidulPantai Kesirat, Gunung Kidul Foto: Ignatius Damario Susanto/d’Traveler

    Pantai Kesirat berada di Dusun Karang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini jaraknya sekitar 45 km dari pusat kota Yogyakarta, dan bisa diakses melalui Jalan Imogiri Barat, Jalan Imogiri Siluk, Jalan Siluk Panggang, atau melalui rute dari Solo.

    Yang membuat pantai ini unik karena tak memiliki hamparan pantai berpasir, namun berupa tebing karang yang curam dengan vegetasi hijau.

    Pantai ini salah satu tempat cantik untuk menikmati sunset dan juga spot memancing. Di sini kamu juga bisa kemping di hamparan vegetasi hijaunya dan menikmati sunrise cantik keesokan harinya.

    Harga tiket menikmati keindahan pantai ini mulai Rp 5.000 saja.

    2. Hutan Pinus Pengger

    Di kawasan Bantul terdapat hutan pinus yang Instagramable bernama Pinus Pengger. Untuk mencapai tempat wisata yang berlokasi di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 23 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta ke Desa Mangunan, Dlingo.

    Selain menawarkan pemandangan alam, di sini (Pinus Pengger) ada 7 spot foto dengan beragam bentuk telapak tangan, jempol, jembatan setengah lingkaran. Tiket masuknya murah kok, mulai Rp 5.000 saja.

    3. Bukit Paralayang Watugupit

    Spot cantik lainnya untuk menikmati sunset di Jogja adalah Bukit Paralayang Watugupit yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Parangtritis. Dari sini kamu juga bisa melihat keindahan Pantai Parangtritis dan Samudra Hindia dari ketinggian.

    Nah traveler yang ingin memacu adrenalin, bisa juga mencoba wahana paralayang yang ditawarkan dengan harga Rp 500 ribu untuk sekali terbang. Tapi pertimbangkan juga kondisi cuaca ya.

    4. Plunyon Kalikuning

    Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan destinasi di lereng Gunung Merapi. Jembatan ini makin populer setelah muncul sebagai latar ikonik di film KKN Desa Penari.Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan destinasi di lereng Gunung Merapi. Jembatan ini makin populer setelah muncul sebagai latar ikonik di film KKN Desa Penari. Foto: Arawinda Dea Alisia

    Destinasi ini menjadi terkenal jembatan Plunyon Kalikuning, Cangkringan, Sleman menjadi salah satu lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Plunyon merupakan destinasi wisata alam di lereng Gunung Merapi.

    Di sini mata akan dimanjakan oleh hamparan hijau nan sejuk dan asri. Bila hari cerah, kamu bisa menikmati megahnya Gunung Merapi dari sini lho. Dan jangan lewatkan juga kesegaran dari mata air bernama Umbul Wadon.

    5. Pantai Pandansari

    Walau tidak sepopuler Parangtritis, Pandansari menjadi satu-satunya pantai di Jogja yang mempunyai mercusuar. Menara suar ini berdiri menjulang setinggi 160 m dari bibir Pantai Pandansari. Tertulis jelas bangunan itu disebut Mercusuar Kala Jivam Asti.

    Lokasinya ada di Pantai Pandansari yang beralamat di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dari pusat Kota Jogja.

    Akses menuju lokasi sangat mudah dengan plakat penunjuk arah yang jelas. Cukup melewati Jalur Lintas Selatan Bantul kemudian belok sedikit ke arah selatan traveler akan dengan mudah menemukannya. Terlebih, tinggi mercusuar laksana menopang langit terlihat jelas meski dari kejauhan.

    Puncak mercusuar ini bisa didaki atas seizin petugas dengan membayar Rp 5.000 per orang. Lebih dari 100 anak tangga berbentuk spiral melingkar yang harus ditaklukkan. Namun bila sampai di atas, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan daratan Bantul.

    6. Museum Ullen Sentalu

    Relief keprihatinanRelief keprihatinan di Museum Ullen Sentalu Foto: Ria Rahmawati/d’Traveler

    Traveler yang ingin mengenal budaya jawa lebih dalam lagi, datan saja ke Museum Ullen Sentalu. Museum yang berada di Jl Boyong Kaliurang, Sleman buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 08.30-16.00 WIB.

    Harga tiket masuk museum museum ini mulai Rp 10 ribu. Di sini terdapat beberapa tur yang bisa kamu ikuti, yaitu tur Adiluhung Mataram Rp 50 ribu, tur Skriptorium Rp 60 ribu dan tur Vorstenlanden Rp 100 ribu.

    Museum Ullen Sentalu berisi peninggalan dari kebudayaan masa Kerajaan yang ada di Indonesia. Juga berisi koleksi narasi berupa mahakarya lukisan, foto-foto tokoh sejarah budaya Mataram Islam, kain batik vorstenlanden, arca dari kebudayaan Hindu Buddha, koleksi etnografi era Mataram Islam, hingga patung bercorak agama Hindu dan Budha.

    Beberapa koleksi patung dan kolam juga ada di berbagai sudut museum ini. Selain itu, Karya-karya museum juga banyak diwakili oleh para tokoh wanita Jawa, para permaisuri, hingga putri dari Dinasti Mataram.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com