Tag: jualan

  • Dorong Perluasan Adopsi QRIS, GoPay Gratiskan Biaya Transaksi untuk UMKM


    Jakarta

    GoTo Financial, unit bisnis financial technology GoTo, secara berkelanjutan turut mendukung perluasan adopsi QRIS. Sejalan dengan ini, GoTo Financial menghadirkan program bebas biaya transaksi Quick Response Code Indonesia Standard atau yang dikenal dengan QRIS untuk UMKM.

    Program ini dapat langsung dimanfaatkan oleh UMKM yang mengunduh dan mendaftarkan usahanya di aplikasi GoPay Merchant mulai September 2024. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen GoTo Financial untuk mendukung perkembangan bisnis para pelaku UMKM.

    “QRIS dapat mendukung operasional dan kemajuan usaha pelaku UMKM. Selain membuat pembayaran digital menjadi lebih mudah dan cepat, QRIS juga memperluas akses pasar bagi UMKM,” ujar Group Head of Merchant Services GoTo Financial Haryanto Tanjo, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/9/2024).


    “Saat ini, banyak UMKM yang masih ragu untuk menggunakan QRIS karena khawatir proses pendaftaran yang kompleks dan memakan waktu serta adanya potongan biaya transaksi. Untuk itu, GoTo menghadirkan aplikasi GoPay Merchant dimana pendaftaran QRIS dapat dilakukan dengan cepat sehingga merchant langsung mendapatkan kode QRIS untuk bertransaksi,” sambungnya.

    Haryanto menambahkan dengan adanya aplikasi GoPay Merchant dan juga program gratis biaya transaksi, kami berharap adopsi QRIS di Indonesia menjadi semakin luas dan lebih banyak UMKM Indonesia yang go digital,

    Selain gratis biaya transaksi QRIS, beragam keunggulan yang bisa dinikmati UMKM dengan menggunakan Aplikasi GoPay merchant antara lain:

    1. Proses Pendaftaran QRIS yang Mudah dan Cepat

    Setelah pendaftaran lengkap, pelaku usaha bisa mendapatkan QRIS dan langsung digunakan untuk menerima pembayaran.

    2. Pencairan Hasil Penjualan dapat Dilakukan Kapan Saja

    Fitur pengaturan pencairan fleksibel sebagai solusi perputaran uang yang cepat untuk menjaga kelangsungan usaha. Selain bisa mencairkan uang kapan saja, merchant juga dapat menjadwalkan pencairan hasil jualan pada akhir jam operasional toko setiap harinya.

    3. Opsi Berlangganan Perangkat GoPay Spiker

    GoPay Spiker mempermudah merchant dalam memverifikasi transaksi dan mencegah adanya transaksi yang tidak sesuai nominal maupun palsu. Merchant cukup mendengar notifikasi suara dari perangkat GoPay Spiker yang mengeluarkan notifikasi berupa suara untuk tiap nominal transaksi QRIS yang dilakukan pelanggan.

    Program gratis biaya transaksi QRIS dari GoPay berlaku untuk para UMKM yang memiliki skala usaha Mikro untuk transaksi yang bernilai di bawah Rp 100.000 sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Aplikasi GoPay Merchant dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.

    Informasi lebih lanjut mengenai aplikasi GoPay Merchant dan program gratis biaya transaksi QRIS, dapat diakses melalui tautan ini.

    Simak Video: Fitur Baru Qris : Bisa Transfer, Tarik Tunai dan Setor

    [Gambas:Video 20detik]

    (ncm/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • 6 Cara Jual Rumah biar Cepat Laku



    Jakarta

    Menjual rumah memang susah-susah gampang dan harus penuh kesabaran. Ada yang harus menunggu hingga berbulan-bulan bahkan hingga tahunan sampai rumah laku.

    Meski begitu, bukan berarti tak ada usaha yang perlu dilakukan agar rumah benar-benar laku. Setidaknya, ada cara-cara yang bisa ditempuh agar rumah laku.

    Dikutip dari Lifepal, berikut tips jual rumah biar cepat laku:


    1. Renovasi dulu baru pasang iklan

    Beberapa kondisi rumah seperti tembok yang lumutan atau atap bocor bisa menurunkan nilai jual rumah tersebut. Ngnggak mau rumahmu dihargai dengan harga yang ngnggak wajar karena kan? Kalau kondisi sudah seperti ini, jangan lupa lakukan renovasi di beberapa bagian yang rusak.

    Siapa sih yang tergiur sama kondisi rumah yang baik dan bagus? Itulah pentingnya renovasi rumah sebelum dipasarkan. Jadi, setidaknya saat ditanya pembeli kamu bisa jawab kalau kondisi rumahnya baik-baik saja.

    2. Cek harga tanah di sekitar wilayah rumahmu

    Untuk menentukan harga rumah yang dijual, jangan lupa untuk mengecek harga tanah di sekitar rumah kamu. Sebab, dengan mengetahui harga tanah pasaran di sekitarmu, kamu bisa mematok harga yang wajar ketika menjualnya.

    Cara untuk mengetahui harga tanah di sekitar rumah kamu adalah dengan melakukan riset melalui situs-situs pencarian properti di Indonesia. Selanjutnya, hitunglah perkiraan harga luas bangunan di rumah yang dijual untuk menemukan berapa harga tanah dan bangunan tersebut. Hasil dari penjumlahan harga itu nantinya akan menjadi valuasi harga rumahmu saat ini.

    Selain itu, periksalah Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP di kawasan sekitar rumahmu di dalam Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang setiap tahun diterima. Di sana tertera informasi mengenai NJOP, baik tanah maupun bangunan.

    Umumnya rumah dijual seharga dua atau tiga kali lipat di atas NJOP. Beda lagi kalau letak rumah yang dijual termasuk strategis, harganya bisa berkali kali lipat. Cara di atas bisa kamu lakukan untuk menghindari kerugian.

    3. Manfaatkan situs jual beli

    Nggak afdol kalau kamu nggak memanfaatkan internet untuk pasang iklan situs jual beli.

    Trik agar jualan kamu laku adalah dengan menampilkan foto yang representatif dan memanfaatkan fitur advertise agar iklan rumahmu muncul di halaman pertama. Kamu harus membayar kalau mau pakai fitur ini.

    Disarankan untuk tetap pasang iklan dan lihat bagaimana reaksi dan antusias calon pembeli. Sediakan waktu kalau ada calon pembeli yang bertanya dan mau melakukan cek fisik.

    4. Pasang iklan di media sosial

    Media sosial, khususnya Instagram, terbilang efektif untuk memasang iklan jual rumah. Unggahlah foto-foto rumah yang kamu jual beserta informasinya. Jangan lupa untuk di-boost dan targetkan siapa yang bakal melihat unggahan ini.

    Untuk bisa melakukan ini, profil akun kamu diubah terlebih dahulu ke profil bisnis. Dengan demikian, otomatis kamu nggak lagi bisa mennggaktifkan mode private di Instagram di mana semua bisa menstalking akun kamu tanpa harus melakukan request.

    Nggak usah takut kalau memang akun kamu bakal sering dikepoin. Siapa tahu malah mereka mau beli. Selain Instagram, ada juga YouTube. Caranya dengan membuat video slideshow rumah yang akan dijual.

    5. Ketahui waktu yang tepat ketika mennggaktifkan fitur advertise

    nggak ada salahnya kalau kamu sudah memasang iklan di situs jual beli dan media sosial, yang penting jangan terlalu cepat mennggaktifkan fitur advertise. Sebaiknya telusuri dulu apakah ini memang waktu yang tepat atau tidak, bagaimana caranya?

    Pahamilah kalau transaksi rumah itu padat. Kalau Suku Bunga BI naik, maka harga rumah pun ikut naik. Intinya ketika perekonomian bergairan, transaksi beli rumah pun bakal lumayan ramai.

    6. Manfaatkan agen properti untuk jual rumah

    Pakai jasa agen properti juga bisa dijadikan alternatif menjual rumah agar cepat laku. Cara ini biasanya dilakukan bagi mereka yang nggak sempat dan nggak punya waktu untuk jual rumahnya sendiri. Jangan sembarangan ya pilih agen properti. Pilihlah yang sudah punya riwayat bagus dan no tipu tipu. Kalau sudah terjual, berikan komisi untuk si agen tadi.

    Berapa komisi yang diberikan? Biasanya mereka mendapatkan 2,5 persen dari total harga jual rumah. Disarankan bernegosiasi dengan di broker untuk menentukan besaran komisinya. Komisi 2,5 sudah termasuk cukup dan adil. Jangan sampai kekecilan dan kegedean.

    Jual rumah memang bukan perkara mudah. Calon pembeli nggak bisa diprediksi kapan datangnya. Kamu harus sabar karena kadang calon pembeli baru muncul setelah sekian lama kamu jual rumah.

    Usut punya usut, menjual rumah juga harus dilihat kapan waktunya. Bukan tanpa alasan, ada waktu di mana minat pembeli sepi, jadi susah deh buat masarin rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Buat Pengusaha Fashion yang Mau Buka Toko Saat Marak Belanja Online

    Jakarta

    Setiap pelaku bisnis fashion tentu ingin membuka gerai fisik agar bisa menampilkan koleksi secara langsung ke pelanggan. Di tengah gempuran jualan online, bagaimana kelangsungan gerai fisik?

    Menjawab keresahan tersebut dalam sesi talkshow Jakarta Modest Summit 2025, bersama Istafiana Candarini (Founder KAMI.), Intan Fazria (Founder Mayoutfit), dan Fauzan Shahab (CEO Lifetime Design), membahas tentang keberlangsungan gerai fisik modest fashion saat ini.

    Brand ready-to-wear Kami. memiliki gerai fisik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Menurut Istafiana Candarini sebagai founder Kami. saat ini brandnya sudah memiliki 26 gerai fisik.


    Jakarta Modest Summit 2025 kembali digelar di The Ballroom at Djakarta Theater, Sarinah Jakarta Pusat (5/12/2024).Jakarta Modest Summit 2025 kembali digelar di The Ballroom at Djakarta Theater, Sarinah Jakarta Pusat (5/12/2024). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Tahun 2012 bikin situs dan E-Commerce jualannya nyaman tapi semakin ke sini ternyata kita ada touch point dengan pelanggan yang sudah support Kami., akhirnya kita putuskan brandingnya Kami. adalah toko,” kata wanita yang akrab disapa Irin tersebut.

    Intan Fazria sebagai Founder Mayoutfit, brand lokal asal Bandung, Jawa Barat yang identik dengan baju untuk remaja wanita juga ikut berbicara soal pembukaan gerai fisik. Menuju jumlah 10 gerai fisik, Intan mengatakan awal mula Mayoutfit mulai berkembang.

    “Kalau Mayoutfit dulu mulai 2013 sampai 2015 itu banyak permintaan pelanggan mau melihat langsung dan waktu 2013 online belum terlalu menjamur dan banyak yang masih ragu. Suka ada COD karena pasar Mayoutfit ke anak kuliahan. Secara budget buat belanja lebih hati-hati dan akhirnya kita coba buka offline store dulu pertama kali di Geger Kalong dekat kampus,” jelas Intan.

    Jakarta Modest Summit 2025 kembali digelar di The Ballroom at Djakarta Theater, Sarinah Jakarta Pusat (5/12/2024).Jakarta Modest Summit 2025 kembali digelar di The Ballroom at Djakarta Theater, Sarinah Jakarta Pusat (5/12/2024). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Pertimbangan untuk membuka gerai fisik, Irin melanjutkan penting untuk membuat rencana akhir tahun, perbanyak stok dan analisa data.

    “Untuk mencapai growth sekian bagaimana dan dari situ kita punya modal. Baru bikin planning tokonya di mana, penjualan online Kami. itu paling banyak di mana, lalu survei dan menghitung butuh modalnya. Proyeksi penjualannya seperti apa,” tambahnya.

    Menurut Intan membuka toko membutuhkan model pada awal dibangun. Gerai fisik sebaiknya memiliki desain yang unik dan nyaman, sehingga bisa menambah daya tarik pengunjung.

    Fauzan Shahab selaku CEO Lifetime Design menjelaskan membuka toko sebaiknya memperhatikan berbagai hal. Karena pelanggan akan merasakan langsung melihat produk yang ada di toko.

    “Sebenarnya tugas desainer mencocokan keinginan dan kemauan brand. Padahal ketika tidak ada perencanaan yang baik malah akan membutuhkan budget yang besar. Bukan hanya dilihat produk di toko, harus perhatikan lightingnya dan detail bukan hanya indah saja,” ujar Fauzan.

    Agar bisa menarik minat pembeli, selain kualitas produk penting juga memperhatikan hal yang tak kalah penting yaitu ruangan pas atau fitting room. Pada ruangan ini pembeli bisa mencoba langsung produk.

    “Sebenarnya kuncinya ada di tempat fitting dengan lightingnya flat menunjukkan warna sesungguhnya. Lampu itu punya coloring tone tertentu yang warnanya bisa bagus. Bagaimana putar badan dan mundur penentuan pembelian suatu produk ada di tempat fitting,” tutur Fauzan.

    Kemudian ketika ingin membuka gerai fisik, pemilihan lokasi juga perlu dipertimbangkan. Intan menegaskan penting untuk memperhatikan target pasar.

    “Dari awal konsepnya di ruko, kita cari tahu pelanggan kita kebanyakan dimana dan dekat dengan target market kita. Disesuaikan dengan pelanggan seperti apa. Kalau middle di ruko saja jangan sampai di tempat kita terlalu prestige kalau market kita middle,” jelasnya.

    Irin menuturkan pemilihan lokasi gerai fisik perlu diperhatikan dengan seksama sesuai dengan karakter wilayah dan kebutuhan pelanggan.

    “Tahun masuk pertama itu 2020, setelah Pondok Indah mulai melihat satu-satu lagi dan yang di Kemang pindah ke Mall Kota Kasablanka dan yang masih pegang adalah Bekasi. Ada sekolah dan tempat lainnya. Kalau beberapa daerah itu nggak harus di mall, misalnya Kami. di Palembang. Masing-masing kota kepengen punya karakter,” tuturnya.

    Selanjutnya, Intan membocorkan dana awal ketika ingin membuka gerai fisik. “Modal awal kita di breakdown kalau ruko kan ada biaya sewa. Harga sewa setiap kota berbeda-beda sekitar Rp 300 Juta per tahun sekitar 400 meter. Ketika kita ambil area yang cukup besar, lihat dulu area penjualan,” lanjut Intan.

    Tugas sebagai desainer gerai fisik, Fauzan mengucapkan masing-masing gerai mempunyai karakter yang berbeda dan sesuai dengan budget. Ketika belum mempunyai budget yang besar, sinergi antara desainer dan brand bisa bergandengan.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Hijabers Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Daster, Awalnya Jual Pulsa

    Jakarta

    Devi Septrianingsih, seorang hijabers inspiratif, membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian untuk mencoba bisa membawa kesuksesan. Berawal dari berbagai usaha kecil-kecilan seperti menjual cupcake dan pulsa, kini ia berhasil membangun bisnis busana rumahan-daster dan piyama print-yang laris manis di pasaran.

    Wanita kelahiran 28 september 1991 ini mengaku memulai semuanya dari nol, tanpa gengsi mencoba berbagai jenis usaha. Latar belakang keluarga yang sederhana membuatnya terbiasa berjuang sendiri sejak muda. Ia percaya bahwa asal dijalani dengan niat dan usaha sungguh-sungguh, setiap peluang bisa mendatangkan hasil. Kini, produk-produknya tidak hanya dikenal karena motif yang menarik, tapi juga karena kualitas yang terus ia jaga.

    “Pertama banget jualan itu cupcake, pulsa, jualan apa saja yang bisa dijual. Karena aku berasal dari orang yang berada, jadi kita lakukan sebisa mungkin jualan yang bisa menghasilkan uang,” ungkap Devi Septrianingsih saat ditemui Wolipop di acara Srawungayu Koncoturu di Rise n Roll Cake, Jakarta Timur, Minggu (10/8/2025).


    .

    Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu.Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Kemudian, Devi beralih menjual tanktop dan baju lengan pendek. Saat mulai hijrah dan berhijab, Devi Septrianingsih menjual hijab.

    “Awalnya dari pre order (produk) dari Tanah Abang. Jualan hijab itu oke ya sudah punya market. Jualan awal aku di Twitter, pertama di Blackberry dan langsung ke Instagram. Aku terus bangun Deav Hijab, awalnya juga bukan Deav namanya lalu re-branding,” tuturnya.

    Setelah Deav Hijab mulai berjalan, ia berpikir untuk membuat koleksi baju tidur dengan target market yang berbeda dengan Deav Hijab. Ia lalu membuat brand baru dengan nama Koncoturu.

    Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025).Foto Devi Septrianingsih. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    “Masya Allah ternyata banyak banget yang butuh piyama dan daster sekitar tahun 2021 pas pandemi. Dulu sistemnya pre order, kalau sekarang sudah ready stock terus. Alhamdulillah malah semakin meningkat,” jelasnya haru.

    Modal awal, Devi mengaku mendapatkan subsidi dari brand sebelumnya Deav Hijab. Pada awal merintis brand Koncoturu, Devi membuka pemesanan setiap awal bulan.

    “Biasanya stok 100 piece untuk awal dan habis semua dalam waktu beberapa menit. Range harga bukan yang murah-murah gitu Rp 75 Ribu awalnya piyama Rp 150 Ribu dan busui friendly. Ada bukaan di samping dada kanan dan kiri. Kita marketnya itu untuk wanita yang sudah menikah dan ibu menyusui,” kisah Devi.

    Devi Septrianingsih yang membangun brand daster wanira yang berkualitas. Suasana produksi brand Koncoturu.Devi Septrianingsih yang membangun brand daster wanira yang berkualitas. Suasana produksi brand Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    “Pertama banget aku mencoba dua size, sampai akhirnya sudah roll-rollan. Daster aja dulu awal tiga pieces per motif. Aku beli meteran yang penting motifnya aku suka dan tambahin lace. Kita jual dengan model yang ada dan tidak pakai model, flatlay biasa aja, tanpa perlu dipakai model,” lanjutnya lagi.

    Menciptakan baju daster, Devi tidak mengeluarkan koleksi setiap saat. Ia hanya membuat produk yang seriesnya laris manis di pasaran.

    “Kita hanya punya 6-7 produk sampai saat ini. Dari awal terbentuk. Alhamdulillah best seller banget, karena kita fokus untuk busui,” saut Devi.

    Bahan yang ia gunakan dari berbagai pusat kain lokal yang berada di Pasar Cipadu, Tanah Abang dan Bandung. “Aku tidak mencari motif dan pilih-pilih motif juga. Di Koncoturu motifnya tidak ada yang norak. Sudah terfilter motifnya,” jelasnya.

    Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu.Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Berawal dari dua orang saat membentuk Koncoturu, kini Devi memiliki enam orang karyawan yang bekerja di kantor dan sembilan penjahit. Ada juga freelance lainnya. Koleksi daster Koncoturu dijual dengan harga mulai dari Rp 95 Ribu dan piyama Rp 195 Ribu.

    “Terakhir omzetnya Rp 250 Juta per bulan. Kalau Deav beda seasonnya, dia naik di Ramadan dan Lebaran. Alhamdulillah ada Koncoturu jadi bisa subsidi,” ucap Devi.

    Di pasaran beredar koleksi daster wanita dengan harga yang murah meria, Devi mengaku tak takut dengan persaingan harga. Dia meyakini memiliki produk daster yang berkualitas.

    “Kalau kita selalu selipin lace, ada piyama baru juga lacenya. Kita itu identik dengan baju busui, ada resleting yang berkualitas,” tutur Devi.

    Intimate Event untuk Pelanggan Setia

    Foto Devi Septrianingsih pemilik brand Deav Hijab dan Koncoturu.Foto suasana acara intimate event bertajuk Srawungayu Koncoturu. Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Alumnus Universitas Gunadarma, Fakultas Teknik Industri, Jurusan Teknik Informatika ini mengucapkan rasa terima kasih dengan cara membuat intimate event Koncoturu yang bertajuk Srawungayu Koncoturu pada Minggu (10/8/2025). Ia mengundang pelanggan setia Koncoturu, Influencer, sesama pemilik usaha hijab dan modest.

    “Acara perdana Koncoturu bahkan Deav Hijab belum pernah bikin acara. Aku mau bikin daster dan bisa keren juga lho. Aku ingin membuktikan itu dan memperkenalkan brand Koncoturu,” jelas Devi.

    Acara tersebut memperkenalkan beragam koleksi Koncoturu yang laris manis di pasaran. Seluruh tamu undangan yang hadir menggunakan koleksi Koncoturu.

    Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025).Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025). Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    Ada juga kegiatan pottery clas bersama Titik Semesta yang membuat suasana semakin hangat. Devi menuturkan acara seperti ini akan ia adakan kembali secara berkala tiga bulan hingga enam bulan ke depan.

    “Harapannya yang datang bisa lebih kenal dengan Koncoturu. Aku ingin brand ini tidak dipandang daster kok mahal banget? Semua tidak hanya harga, daster ini kan kualitasnya bagus dan ingin mendongkrak stigma jika daster itu murah lewat kualitas,” pungkasnya.

    Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025).Foto koleksi Koncoturu saat acara Srawungayu Koncoturu berlangsung di Rise & Roll Cake, Jakarta Timur (10/8/2025). Foto: Dok. pribadi Devi Septrianingsih.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Pasar Cimol Gedebage Bandung, Tempat Thrifting dengan Harga Miring


    Jakarta

    Bagi warga Bandung dan sekitarnya, tentu sudah tak asing dengan Pasar Cimol Gedebage. Tempat itu merupakan salah satu pusat thrifting terbesar di Kota Kembang.

    Membeli baju second layak pakai alias thrifting sedang tren di kalangan anak muda. Selain karena harganya murah, beberapa di antaranya merupakan pakaian branded yang harganya cukup mahal jika dibeli dalam kondisi baru.

    Sedikit informasi, Cibadak Mal atau biasa disebut Cimol berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Pada awalnya, Pasar Cimol terletak di Jalan Cibadak.


    Namun, pada 2004 Pasar Cimol akhirnya dipindahkan ke Gedebage oleh Wali Kota Bandung saat itu, Dada Rosada. Semula, para pedagang mendirikan tenda dan menjual dagangannya di tanah kosong. Lalu pada 2010, seluruh pedagang akhirnya dipindahkan ke dalam gedung pasar.

    Nah, apa saja sih aktivitas seru yang bisa dilakukan selama di Pasar Cimol Gedebage? Simak dalam artikel ini.

    Aktivitas Seru di Pasar Cimol Gedebage

    Daya tarik utama Pasar Cimol Gedebage adalah sebagai tempat jualan barang second terbesar di Bandung. Maka dari itu, tempat ini selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin thrifting dengan harga miring.

    Selama di pasar ini, kamu bisa berkeliling mencari pakaian mulai dari kaus, kemeja, jaket, sepatu, rok, celana, tas, topi, dan berbagai aksesoris lainnya. Merek pakaiannya juga bermacam-macam, mulai dari barang branded hingga merek yang asing di telinga juga dijual di Pasar Cimol Gedebage.

    Dalam catatan detikJabar, untuk harga pakaian yang dijual juga bermacam-macam, tergantung jenis, kondisi, hingga mereknya. Ada salah satu pedagang yang menjual kemeja dan kaus kerah mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000.

    Pasar Cimol Gedebage di Kota Bandung.(Kevin Alfarizky/detikJabar)

    Selain itu, ada juga lapak pedagang yang menjual pakaian khusus perempuan. Adapun sejumlah pakaian yang dijual, mulai dari blazer, baju panjang, hingga baju vintage dengan harga mulai dari Rp 35.000 saja.

    Salah satu kelebihan berbelanja pakaian second adalah masih bisa ditawar. Jika kamu menemukan kemeja, celana, atau kaus dengan harga yang dirasa terlalu mahal, cobalah untuk menawar harga dengan pedagang hingga menemukan harga yang pas.

    Kalau perut sudah lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak pedagang makanan di dalam Pasar Cimol Gedebage, mulai dari bakso, siomay, batagor, mie ayam, dan lain sebagainya. Setelah perut kembali terisi, saatnya detikers kembali thrifting untuk mencari baju yang cocok.

    Tips Thrifting di Pasar Cimol Gedebage

    Bagi detikers yang ingin thrifting di Pasar Cimol Gedebage, sebaiknya ketahui dulu tips-tipsnya sebelum membeli pakaian second. Jadi, kamu tidak akan menyesal atau rugi setelah thrifting seharian. Daripada penasaran, berikut tipsnya:

    1. Siapkan Uang Tunai

    Sebelum berbelanja, sebaiknya siapkan uang tunai terlebih dahulu. Kamu bisa mengambil uang di ATM sesuai budget untuk berbelanja.

    Sebab, Pasar Cimol Gedebage merupakan pasar tradisional. Jadi, lebih mudah dan cepat bertransaksi jika menggunakan uang tunai.

    2. Datang Sejak Pagi Hari

    Pasar Cimol Gedebage selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin thrifting. Agar lebih leluasa mencari pakaian yang diinginkan, sebaiknya datang sejak pagi hari.

    3. Bawa Tas Belanja Sendiri

    Kalau detikers berniat ingin membeli barang dalam jumlah banyak, sebaiknya siapkan tas belanja sendiri dari rumah. Cara ini dapat memudahkan kamu saat berkeliling sehingga tidak kerepotan membawa banyak kantong plastik berisi baju.

    4. Cek Kondisi Pakaian

    Sebelum membeli, cobalah cek kondisi pakaiannya terlebih dahulu. Pastikan barang yang kamu beli masih dalam kondisi layak pakai dan tidak ada noda. Jika ditemukan kerusakan atau bekas noda yang sulit hilang, sebaiknya kamu mencari pakaian yang lain.

    5. Pintar Menawar Harga

    Agar bisa mendapatkan pakaian dengan harga miring, detikers harus pandai menawar. Pada umumnya, pedagang mematok suatu barang dengan harga cukup tinggi agar bisa meraup keuntungan besar.

    Jadi, cobalah untuk menawar harga dengan santai. Jika tidak menemukan harga yang cocok, cobalah mencarinya ke toko lain. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.

    Itu tadi pembahasan mengenai Pasar Cimol Gedebage yang menjadi pusat thrifting di Bandung. Apakah detikers pernah berkunjung ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tips & Trik Bangun Bisnis dari Nol Ala Wali Kota Medan


    Jakarta

    Memulai usaha dari nol merupakan langkah besar yang membutuhkan perencanaan matang dan keputusan strategis. Sehingga fondasi yang kuat menjadi sangat penting untuk memastikan kesuksesan dan keberlangsungan usaha jangka panjang.

    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan hal paling pertama yang harus disiapkan dengan matang untuk membuka usaha adalah rencana bisnis.

    Dalam perencanaan bisnis ini, pengusaha baru harus menyiapkan lebih dulu peta jalan atau arah yang akan digunakan dalam mengembangkan usaha.


    Dalam hal ini, business plan juga sudah mencakup riset pasar untuk produk atau layanan yang ingin ditawarkan. Ini juga memungkinkan pengusaha baru untuk memahami siapa saja pesaing dan apa yang membedakan bisnisnya dari mereka.

    “Satu, marketnya dulu. Marketnya seperti apa? Ya itu melalui business plan tadi ya. business plan-nya bagaimana disiapkan, marketnya apa,” kata Rico dalam LPS Financial Festival 2025 Hari Kedua di Medan, Kamis (21/8/2025).

    Lebih lanjut, ia menyarankan untuk memulai usaha dari produk atau layanan yang sudah dikuasai atau dikenal betul. Cara memulai bisnis dari hal yang paling dikuasai wajar untuk dilakukan agar memudahkan dalam menghadirkan kualitas produk atau jasa yang terbaik.

    “Kalau saya tipsnya adalah pilih produk yang kamu kenal betul, benar-benar dekat dengan kita. Jadi kita tahu talenta kita apa, apa yang mau dijual itu benar-benar kita kenal betul,” ucapnya.

    Selain itu dengan menentukan jenis usaha berdasarkan hal yang dikuasai, pengusaha juga bisa lebih mudah dalam menghadirkan inovasi ke depannya karena sudah memiliki pondasi yang kuat atau lebih dulu dipahami. Hal ini juga bertujuan untuk memperkecil risiko usaha gagal ke depan.

    “Tapi kalau pun belum kenal betul, ya diriset dulu, panjang waktunya. Dicobain dulu, dirasakan. Jangan kamu nggak punya talenta mau jualan makanan, tiba-tiba ngambil potensi makanan. Itu hati-hati,” jelas Rico.

    “Jadi harus bisa diresapi dulu, dirasakan dulu seperti apa yang mau dicoba. Kan ketakutannya adalah mungkin dalam 5 tahun, 6 tahun fall, jatuh. Bahkan kita pernah mengenal namanya UMKM ini bisa buka seribu tutup seribu, kenapa? Karena sistem keuangannya tidak sehat, karena tidak mantap usaha yang ingin dilakukan,” sambungnya.

    Lebih lanjut, Rico menegaskan kepada para pengusaha untuk tidak terjebak dengan ‘zona’ nyaman dalam berusaha. Untuk itu dirinya menyarankan untuk terus berinovasi baik dari sisi produk maupun layanan.

    “Harus bisa menciptakan inovasi, inovasi, inovasi. Karena orang itu kalau misalnya produk, nggak mungkin produk pertama itu bisa sustain sampai mendatang. Kecuali dia betul-betul sudah dikenal luas, sangat luar biasa, dia bisa jual one product saja sudah cukup,” paparnya.

    Menurutnya pengembangan inovasi usaha ini dapat dilakukan dengan melihat perkembangan tren ke depan. Sehingga bisnis atau usahanya akan terus relevan dan dibutuhkan masyarakat ke depan.

    “Nah ini bisa dilihat dari mana? Belajar juga, ada yang namanya economic forecasting, melihat bagaimana tren ekonomi. Tahun lalu yang hits apa? Tahun sekarang yang hits apa? Ini bisa diikut sertakan. Jadi kita tahu apa produk baru yang harus kita buat,” terang Rico.

    Tak lupa ia juga menyarankan kepada para pengusaha untuk terus mempromosikan bisnisnya melalui berbagai platform media sosial dan alternatif lainnya. Dengan begitu usahanya akan semakin di kenal, yang secara langsung dapat membuka peluang pasar baru.

    “Sekarang sosial medianya sudah TikTok, sudah lain macam. Jadi banyak yang bisa harus dilakukan supaya membuat perusahaan tersebut menjadi sustain,” jelas Rico.

    Simak juga Video: Wali Kota Rico Dorong Anak Medan Jadi Pengusaha

    (igo/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • 6 Strategi Jualan di Bulan Ramadan agar Sukses dan Untung

    Jakarta

    Selama Ramadan, banyak masyarakat yang mulai berjualan untuk menambah penghasilan. Sebelum memulai usaha, penting untuk mengetahui strategi jualan di bulan Ramadan.

    Usaha yang muncul saat Ramadan tidak jauh dari makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya takjil, hampers, kue kering, hingga baju muslim untuk Lebaran. Harganya pun juga beragam, mulai dari yang murah hingga mahal sekalipun.

    Sayangnya, tidak semua orang mengetahui strategi berjualan yang tepat saat Ramadan. Bukannya meraup untung besar, justru malah buntung karena dagangan sepi dan tidak laku.


    Untuk mencegah hal itu terjadi, simak sejumlah strategi jualan di bulan Ramadan secara lengkap dalam artikel ini.

    Strategi Jualan di Bulan Ramadan Agar Cuan

    Penting untuk mengetahui strategi jualan selama Ramadan agar detikers bisa meraup cuan. Mengutip catatan detikFinance, berikut sejumlah strateginya:

    1. Mengetahui Calon Pembeli

    Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari mengatakan, penting untuk mengetahui target pembeli dari usaha yang akan dijalankan. Hal itu nantinya akan berpengaruh pada beberapa aspek bisnis, seperti menentukan harga jual.

    “Kenali calon pembeli kita, baik yang sudah membeli selama ini. Maupun orang-orang yang akan menjadi target pangsa pasar kita,” kata Tejasari kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Setelah mengenali calon pembeli, penentuan harga jual dapat disesuaikan dengan target pembeli kota.

    “Penentuan harga jual juga bandingkan dengan harga jual pesaing,” ujarnya.

    2. Menjual Produk yang Berbeda

    Sementara itu, Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, sebisa mungkin produk yang akan dijual memiliki perbedaan dengan produk pesaingnya. Misalnya, dari segi rasa, kualitas, hingga kemasannya.

    “Sebisa mungkin membuat hal yang berbeda dibandingkan dengan kompetitor. Misal dari kualitas, rasa, tampilan kemasan,” jelasnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Senada dengan Andy, Tejasari mengungkapkan produk yang berbeda dengan para pesaing dapat memiliki keunikan tersendiri, sehingga dapat bersaing dengan harga yang baik.

    3. Promosi

    Lebih lanjut, Tejasari mengatakan perlu mempersiapkan rencana promosi sebagian dari strategi jualan. Hal ini penting agar semakin banyak orang yang mengenali produk kita.

    Promosi bisa dilakukan lewat berbagai cara, mulai dari memasang iklan, berjualan di tempat-tempat strategis, atau melalui media sosial. Selain itu, pelaku usaha juga perlu menjelaskan keunggulan produk dan memberikan kualitas terbaik agar para pembeli semakin tertarik.

    4. Stok Produk yang Cukup

    Strategi berikutnya adalah dengan menyediakan stok produk yang cukup untuk dijual. Alhasil, ketika permintaan mengalami peningkatan, maka produknya sudah siap untuk dijual.

    5. Menawarkan Promo Khusus

    Mengutip laman CIMB Niaga, para pelaku usaha biasanya juga menawarkan berbagai promo menarik selama bulan Ramadan. Apalagi saat menjelang Lebaran, promo yang ditawarkan semakin menggiurkan.

    Kamu bisa menerapkan strategi khusus selama Ramadan. Selain menawarkan diskon menarik, kamu juga bisa menerapkan strategi promosi lainnya, seperti bundling takjil untuk buka puasa atau beli 2 gratis 1.

    6. Manfaatkan Platform Online

    Agar penjualan semakin maksimal, cobalah memanfaatkan platform online untuk berjualan. Kamu bisa membuka toko online di berbagai e-commerce agar bisa melayani pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

    Jika kamu fokus berjualan makanan, minuman, atau camilan, daftarkan tempat usahamu ke aplikasi ojek online agar bisa dipesan secara daring. Hal ini dapat membantu meningkatkan penjualan karena pembeli bisa datang dari berbagai wilayah di kota mu.

    Tonton juga Video Warga Berburu Takjil di Pasar Benhil

    (ilf/fds)



    Sumber : finance.detik.com