Tag: kabupaten kuningan

  • Sawah Lope Desa Cikaso, Nikmatnya Lihat Persawahan Sambil Ngebotram


    Kuningan

    Sawah Lope di Desa Cikaso menyuguhkan panorama indah khas perkampungan warga dengan mata pencaharian bertani. Area sawah tampak hijau dan luas dengan latar Gunung Ceremai, lengkap dengan jalan aspal tepat berada di tengah.

    Lukisan alam Sawah Lope di Desa Cikaso persis gambar pemandangan anak SD tahun 90-an. Bedanya, Desa Cikaso menyediakan gazebo di pinggir jalan dan lokasi lain yang memungkinkan pengunjung melihat langsung keindahan Sawah Lope.

    Sawah Lope di Desa Cikaso yang hijau, luas, dengan angin sepoi dan hawa sejuk menjadikan destinasi ini cocok sebagai tempat liburan bareng keluarga. Apalagi sambil makan bekel bersama alias ngebotram di gazebo. Bisa juga makan menu dari restoran pilihan di Desa Cikaso.


    Selain sawah yang menguning jika siap panen dan gazebo, saluran irigasi pertanian di Desa Cikaso ini juga jadi spot wisata. Anak-anak sekitar desa kerep bermain di saluran yang airnya sangat bersih itu. Mereka menggunakan ban bekas dan menjadikannya seperti seluncuran air.

    Kawasan Desa Cikaso dikelilingi 7 sumber air yang bikin wilayah tersebut tak pernah kekeringan. Mata air Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan membantu areal pertanaman selalu subur.

    Area Sawah Lope, Desa Cikaso yang terletak di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat cocok bagi warga Jakarta yang ingin piknik. Tentunya masyarakat sekitar Jakarta bisa juga ke Sawah Lope, Desa Cikaso untuk healing dan piknik di tengah alamnya yang indah.

    Berkat pengelolaan Bumdes Desa Cikaso, Kuningan diganjar penghargaan Desa BRILian Juara 2 tingkat nasional dari Bank BRI.Sawah Lope, Desa Cikaso (Wisma Putra/detikJabar)

    Fakta Unik Desa Cikaso

    Beberapa keistimewaan Desa Cikaso yang memiliki segudang prestasi ini adalah

    1. Terletak di dataran rendah

    Desa Cikaso berlokasi di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan tetap merasa sejuk. Hawa yang selalu bersahabat, rindang, dan lingkungan asri menjadikan Sawah Lope salah satu alternatif lokasi piknik bareng orang-orang terdekat.

    2. Lope bukan plesetan love

    Kata lope adalah kepanjangan dari lokasi persawahan yang menjadi spot wisata utama Desa Cikaso. Data Jadesta Kemenparekraf menyatakan, luas sawah mencapai 11.470 m2 yang masih produktif digarap warga. Selain sawah, ada juga tanaman hortikultura yang diusahakan warga. Misal sayur, buah, rempah, dan komoditas lain.

    3. Bangkit usai COVID-19

    Dampak pandemi dirasakan juga oleh warga Desa Cikaso dengan banyaknya jumlah pasien. Sebanyak 11 orang positif dan satu pasien meninggal akibat COVID-19. Jalan Desa Cikaso digunakan warga untuk berjemur yang ketika itu terkena lockdown.

    Selepas COVID-19, warga Desa Cikaso perlahan menata kembali hidupnya. Jalanan desa sepanjang 1 km itu mulai ramai dengan aktivitas warga dan pedagang. Aktivitas itulah yang menginspirasi masyarakat dan perangkat desa membuat desa wisata dengan semua proses serta pendanaan dikelola bersama.

    4. Sempat viral

    Situs Jadesta Kementerian Pariwisata menyatakan, Desa Cikaso sempat viral sebagai pilihan destinasi wisata Kabupaten Kuningan. Warga Desa Cikaso telah siap sepenuhnya saat kunjungan wisatawan meningkat.

    Berbagai fasilitas mulai dari tiket, penyewaan alat, gazebo, kostum, dan spot selfie bersama melayani kebutuhan turis. Warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Padi semangat membangun layanan wisata sambil terus merawat sawah dan areal pertanaman lainnya.

    5. Dibangun tanpa investasi dari luar

    Menurut Kepala Desa Cikaso di tahun 2024 Hidayat Nur, Sawah Lope dibangun dengan swasembada masyarakat. Semua warga perlahan membangun fasilitas wisata, misal gazebo bisa menjadi 21 dari yang semula hanya lima. Pedagang dan restoran adalah warga sekitar yang membangun layanan sesuai kebutuhan turis.

    Sawah Lope yang tergabung dalam BUMDesa Sangga Emas mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 100 juta per tahun. Desa wisata berhasil setor penghasilan Rp 25 juta per tahun pada BUMDesa. Penghasilan tersebut ditambah dari sektor lain digunakan untuk kemandirian dan pembangunan desa.

    6. Punya keunggulan lain

    Sawah Lope merupakan salah satu keunggulan Desa Cikaso untuk menjadi mandiri. Sektor unggul lainnya adalah pertanian bawang merah, pengolahan menjadi bawang goreng, budidaya jamur tiram, dan pembuatan pupuk hayati. Hasilnya, warga tak pernah kekurangan pupuk untuk tanamannya.

    Tiket masuk Sawah Lope, Desa Cikaso

    Harga tiket

    Biaya sewa

    • Gazebo: Rp 25 ribu untuk kapasitas lebih dari 6.
    • Sewa ban bekas: Rp 5 ribu.
    • Spot selfie: Rp 5 ribu.
    • Sewa kostum: Rp 5 ribu.

    Sawah Lope, Desa Cikaso juga menyediakan homestay yang merupakan rumah warga setempat. Harga sewa bergantung pada kebijakan pemilih rumah.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Sawah Lope, Desa Cikaso, sebaiknya update informasi lebih dulu di medsos atau situs traveling. Info terbaru memungkinkan pengunjung memperoleh layanan yang diinginkan.

    (row/ddn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Makam Gaya Eropa yang Penuh Misteri di Pinggir Jalan Kuningan



    Jakarta

    Makam dengan gaya bangunan gaya Eropa masih menyimpan misteri hingga kini. Lokasinya di pinggir sebuah jalan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Lokasi persisnya di Jalan Raya Cigugur-Palutungan, Kabupaten Kuningan. Konon, banyak yang menyebut bangunan berada di samping markas Koramil 1515 Cigugur itu merupakan makam pembesar Belanda bernama Van Beck.

    Meski demikian, tak banyak warga yang mengetahui silsilah ataupun rekam jejak meneer Belanda yang konon tinggal di daerah Cigugur itu. Hal itu jugalah yang ada di benak Iim Wakim.


    Juru pemelihara situs makam tersebut mengaku hanya mendapat sedikit informasi mengenai sosok Van Beck.

    Makam Van Beck di Kuningan.Makam Van Beck di Kuningan (Foto: Mohamad Taufik/detikJabar)

    “Bangunan ini adalah makam Jenderal Van Beck yang meninggal pada tahun 1912. Tapi tidak ada catatan sejarah ataupun informasi dari warga sini siapa sosok Van Beck tersebut, apakah dia seorang tentara Belanda atau saudagar kaya waktu itu,” ungkap Iim kepada detikJabar, belum lama ini.

    Termasuk makam Van Beck yang mana, Iim tak mengetahui. Sebab, di dalam bangunan berbentuk bulat bak Igloo di Kutub Utara ini terdapat dua makam yang saling berdampingan.

    “Ada dua makam, kondisi satu makam di sebelah Barat sudah terbongkar sedangkan satu lagi di sebelahnya sudah bolong. Tidak ada keterangan makam Van Beck yang mana, dan makam siapa yang satu lagi, apakah istrinya atau siapa saya tidak tahu,” ujarnya.

    Pastinya, kata Iim, di lokasi tersebut dulunya memang area pemakaman yang didominasi warga Belanda yang tinggal di daerah Cigugur. Ini terlihat dari beberapa makam yang tersisa di dekat makam Van Beck mempunyai bentuk makam bergaya Eropa.

    Baca artikel selengkapnya di detikJabar

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • 11 Hotel di Kuningan Jawa Barat yang Dekat dengan Objek Wisata


    Kuningan, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang punya banyak objek wisata alam dan budaya. Traveler tak perlu khawatir, karena di sana juga tersedia penginap dari mulai hotel berbintang hingga penginapan atau homestay.

    Tidak hanya yang nyaman, kamu juga bisa pilih tempat menginap yang dekat dengan berbagai destinasi wisata terkenal seperti Cibulan, Curug, Waduk Darma, hingga Linggarjati. Berikut pilihan hotel di Kuningan, Jawa Barat yang bisa detikes pilih.

    Rekomendasi Hotel di Kuningan Jawa Barat

    Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, berikut adalah beberapa daftar hotel bintang dan non bintang di Kuningan, Jawa Barat:


    1. Prima Resort

    Bintang 2
    Alamat: Jl. Panawuan No.121, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Resort ini lokasinya dekat dengan objek wisata Gedung Perundingan Linggarjati yakni sekitar 3,5 km, dan hanya perlu menempuh 7 menit berjalan kaki dari Wisata Taman Rekreasi Salsabila Kuningan

    Selain itu, sebagai rekreasi resort ini menyediakan area kemah dan lapangan badminton sebagai fasilitas rekreasi. Dilihat dari salah satu situs travel online, harga kamar di sini mulai dari Rp 200 ribuan per malam.

    2. Grand Cordela Hotel As Putra Kuningan

    Bintang 4
    Alamat: Jl. Siliwangi No. 91, Kec. Kuningan, Jawa Barat.

    Setiap kamar di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan dilengkapi AC, TV, hingga peralatan mandi gratis. Harga kamar di sini mulai dari Rp 400 ribuan.

    Beberapa destinasi wisata dekat hotel ini di antaranya, Museum Taman Purbakala Cipari, Hutan Kota Bungkirit, dan pemandian air panas Sangkanhurip.

    3. Hotel Horison Tirta Sanita Kuningan

    Bintang: 3
    Alamat: Jl. Raya Panawuan- Sangkanhurip No. 98, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Horison Tirta Sanita Hotel menawarkan pemandangan Gunung Ciremai. Hotel ini memiliki gaya perpaduan modern dan nilai alam yang mewah, dengan 124 kamar yang tersedia.

    Tersedia berbagai fasilitas seperti kolam renang, lapangan hijau, wedding venue, hingga lapangan tenis. Dikutip dari akun Instagram @horison_tirtasanita, Alamanda restaurant di hotel ini buka selama 24 jam. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 500 ribuan.

    4. Ayong M Linggarjati Hotel & Convention Centre

    Bintang 3
    Alamat: Jalan Linggarjati No. 4 Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

    Fasilitas di hotel ini cukup lengkap, ada area non-smoking, Wifi, LED-TV, resepsionis 24 jam, hingga area parkir yang cukup luas.

    Lokasinya pun cukup strategis, karena dekat dengan objek wisata Linggarjati Indah, Terapi Ikan-Mata Air Lembah Cibacang, Pusat Oleh-Oleh Teh Diah Kuningan, hingga Rumah Makan Laksana. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 150 ribuan.

    5. Grage Sangkan Hurip Resort & Spa

    Bintang 3
    Alamat:

    Selain di manjakan dengan pemandangan Gunung Ciremai, pengunjung juga bisa menikmati terapi di kolam Aquamedic dan waterbom mini dengan air hangat jika menginap di sini. Mengutip situs resminya, harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 500 ribuan.

    Grage Sangkan Hotel & Spa lokasinya dekat dengan Pemandian Air Panas Sangkanurip yakni berjarak 250 meter. Traveler juga bisa berkendara menuju Taman Nasional Gunung Ciremai sekitar 75 menit.

    6. De Jehan’s Boutique Hotel

    Bintang 2
    Alamat: Jalan Raya Sangkanurip No.142, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Dari hotel ini, kita bisa menempuh sekitar 8 menit berjalan kaki untuk ke objek wisata Sangkan Resort Aqua Park. Salah satu yang terkenal dari hotel ini yaitu kolam renang outdoor, yang juga sering dijadikan latar untuk foto prewedding.

    Setiap kamar di sini akan dilengkapi dengan AC, TV layar datar, lemari, hingga fasilitas pembuat kopi/teh. Ada balkon dan area makan terpisah juga di beberapa kamarnya.Selain itu, ada akses WiFi gratis juga di seluruh area. Harga kamar di hotel ini berkisar dari Rp 400 ribuan per malam.

    7. Rahayu Hotel

    Non bintang
    Alamat: Jl. Pemandian Air Panas Alami, Sangkanurip Kec.Cigandamekar, Kab.Kuningan, Jawa Barat.

    Berdasarkan informasi dari Instagram @rahayu.hotel, ada 2 tipe kamar yang tersedia yakni standard dan deluxe. Tipe deluxe akan mendapat fasilitas seperti, AC, wifi, TV LCD, mini bar, shower & buffet, mandi air dingin dan air panas.

    Harga kamar di Rahayu Hotel Kuningan ini berkisar dari Rp 150 ribu untuk yang standar rooms, dan Rp 200 ribu per malam untuk deluxe rooms.

    8. Hotel Shanty Mitra RedDoorz

    Non bintang
    Alamat: Jalan Panawuan-Sangkanhurip, No.121, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Jenis kamar yang ditawarkan ada jenis kamar standard, kamar deluks, dan suite. Wifi, kamar AC, dan parkir juga tersedia di sini. Harga per kamar tiap malamnya mulai dari Rp 100 ribuan.

    9. Sangkan Park Hotel & Resort

    Bintang 3
    Alamat: Jl. Sangkan Park, Bandorasa Wetan, Kec. Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Kamar-kamar di hotel ini dilengkapi dengan AC, TV, sekaligus shower dan peralatan mandi gratis di kamar mandinya.

    Harga kamar mulai dari Rp 300 ribuan per malam. Sementara untuk masuk Sangkan Parknya harga tiketnya dihargai Rp 35 ribu di weekday dan Rp 55 ribu di weekend per tiket.

    Lokasi resort ini juga hanya berjarak sejauh 3 km dari Objek Wisata Cibulan, 1,1 km dari Sangkanurip Hot Spring, dan 4,8 km dari Air Panas Ciniru.

    10. Hotel Purnama Mulia

    Bintang 2
    Alamat: Jl. Raya Cigugur, Kuningan, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

    Hotel ini memiliki 3 tipe kamar, yakni kamar deluxe (20 m²), kamar keluarga (32 m²), dan suite keluarga (32 m²). Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti kolam renang, restoran, resepsionis 24 jam, hingga akses wifi.

    Lokasi hotel ini dekat dengan tempat wisata terkenal seperti Taman Cisantana berjarak sekitar 3,77 km, sN Bukit Panembongan berjarak sekitar 6,44 km.

    11. Hotel Santika Premiere Linggarjati – Kuningan

    Bintang 4
    Alamat: Jl Raya Bojong Linggarjati, Cilimus, Kuningan.

    Hotel ini menyediakan sekitar 192 kamar dengan layanan dan sarana rekreasi seperti kolam renang outdoor hingga area dengan akses internet. Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 600 ribuan. Lokasinya hanya berkisar 10 menit dari Taman Purbakala Cipari.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kebun Raya Kuningan, Permata Hijau di Jantung Rebana Metropolitan



    Kuningan

    Salah satu destinasi wisata yang akan dikembangkan di kawasan Rebana Metropolitan adalah Kebun Raya Kuningan. Dengan luas mencapai 154 hektar, Kebun Raya Kuningan memiliki banyak fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung.

    Tidak jauh dari gerbang pintu masuk, terlihat gazebo yang lokasinya di tengah rindangnya pepohonan. Tidak jauh dari gazebo juga terlihat sebuah danau yang diberi nama Danau Cibutu. Danaunya cukup luas dengan kondisi air danau yang bersih, hampir tidak ada sampah plastik yang terlihat.

    Di sekitar danau terdapat bebatuan yang bisa digunakan untuk tempat duduk sambil memandangi air danau yang indah dan tenang. Selain Danau Cibutu, Kebun Raya Kuningan juga memiliki danau lain, yakni Danau Lurah yang lokasinya di bagian atas Kebun Raya.


    Naik lagi ke atas, terdapat patung banteng dan lapangan dengan rumput berwarna hijau yang cukup luas. Di bagian ujung lapangan terdapat kolam ikan dan menara teropong yang bisa digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan seluruh area Kebun Raya Kuningan.

    Selain patung banteng, ada juga patung kuda yang lokasinya di dekat air mancur Kebun Raya Kuningan. Terdapat juga rumah anggrek, laboratorium, kantin, aula, dan juga toilet. Untuk lahan parkirnya sendiri cukup luas, yakni ada sekitar tiga lahan parkir yang tersebar di Kebun Raya Kuningan. Bagi yang ingin menginap, tersedia juga penginapan sebanyak 10 unit dan juga area untuk berkemah.

    Bagi yang berminat untuk menikmati suasana asri dari Kebun Raya Kuningan, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuknya sebesar Rp 10.000 dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Untuk waktu operasionalnya, dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB. Kebun Raya Kuningan berlokasi di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

    —-

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Baca selengkapnya di sini.

    (sud/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Objek Wisata Alam di Kuningan, Ada Hutan Tengah Kota



    Kuningan

    Kabupaten Kuningan memiliki objek wisata baru Kajene Forest. Tempat ini menjadi hutan kota pertama di jantung kota.

    Forest Kajene berada di Jalan Siliwangi Cigembang, Kelurahan Purwawinangun, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dibangun di lahan seluas 6 hektare, objek wisata hutan kota swasta itu diyakini dapat menjadi magnet bagi wisatawan baik lokal, regional, atau internasional datang ke Kabupaten Kuningan.

    Berbagai fasilitas tersedia di sini, di antaranya Minara Goodies (pusat oleh-oleh), Minara Mart (mini market), Minara Food Park (kuliner) dan Minara House (kafe).


    Arti Nama Kajene dan Minara

    Merujuk arsip detikjabar, nama Kajene diambil dari sejarah Kabupaten Kuningan pada era Kerajaan Pajajaran saat dipimpin oleh seorang adipati yang bijaksana bernama Arya Kamuning. Nama Kajene disematkan oleh Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati saat menjalankan misi menyebarkan Islam ke wilayah ini.

    Kajene berarti kuning atau emas yang juga berarti keagungan, dihormati dan dimuliakan. Nama itu dipilih dengan harapan area itu menjadi ikon Kabupaten Kuningan dan menjadi hutan kota swasta terbaik di Indonesia.

    Adapun Minara yang disematkan pada sejumlah fasilitas wisata di sana mempunyai makna filosofi yang dalam. Nama Minara berasal dari Bahasa Sansakerta yang artinya pencuri hati.

    Kajene Forest memiliki pembeda dengan berada di kawasan hutan yang semula hijau rimbun dan di antara pohon besar. Bahkan menjadi kawasan konservasi yang lebih tertata dan nyaman karena tidak satupun pohon-pohon besar di kawasan ini yang ditebang.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bawa Rp 10 Ribu Bisa Puas-puasin Wisata Edukatif di Kuningan



    Kuningan

    Museum Taman Purbakala Cipari di Kuningan menawarkan wisata sejarah terjangkau. Hanya dengan Rp 10.000, traveler bisa menikmati pengalaman edukatif dan pemandangan indah.

    Dengan hanya membawa uang sebesar Rp 10.000, pengunjung sudah bisa menikmati pengalaman wisata edukatif di tempat yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba.

    Museum Taman Purbakala Cipari terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Museum ini menyajikan kekayaan sejarah berupa benda-benda peninggalan zaman prasejarah yang dipamerkan secara rapi, baik di dalam ruangan museum maupun di taman terbuka yang mengelilinginya.


    Koordinator Museum, Maman Purnaman, menjelaskan bahwa uang Rp 10.000 sudah sangat cukup untuk menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di museum.

    “Bawa uang Rp 10.000 sangat cukup. Tiket masuk Rp 2.000. Kalau mau ada tambahan sama bukunya itu ada harganya Rp 3.000. Nah Rp 5.000 sisanya bisa buat beli air minum,” tutur Maman.

    Tiket masuk ke museum hanya seharga Rp 2.000. Dengan tiket tersebut, pengunjung dapat menjelajahi seluruh area taman yang asri dan tertata bersih, serta melihat langsung berbagai peninggalan sejarah berupa batu-batu besar berusia ribuan tahun yang diduga merupakan bagian dari kebudayaan megalitikum.

    Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai menikmati udara segar sambil duduk di area taman yang rindang. Suasana yang tenang membuat tempat ini cocok sebagai lokasi beristirahat atau sekadar berfoto dengan latar susunan batu-batu purba yang ikonik.

    Bagi yang ingin lebih memahami sejarah museum dan benda-benda yang dipamerkan, pengelola juga menyediakan buku panduan seharga Rp 3.000. Buku ini memuat informasi lengkap mengenai sejarah berdirinya Museum Taman Purbakala Cipari serta penjelasan mengenai koleksi yang ada.

    Sisa uang Rp 5.000 bahkan masih bisa dimanfaatkan untuk membeli sebotol air mineral di warung yang tak jauh dari area museum. Ini membuat pengalaman berwisata di Cipari tak hanya terjangkau, tapi juga nyaman dan menyenangkan.

    Museum Taman Purbakala Cipari buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Lokasinya yang mudah diakses dan suasananya yang tenang menjadikan museum ini sebagai alternatif wisata sejarah yang ramah di kantong sekaligus edukatif. Jika Anda sedang berkunjung ke Kuningan, sempatkanlah mampir dan rasakan sensasi bertualang ke masa lalu hanya dengan Rp 10.000.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (dir/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 13 Wisata Kuningan untuk Healing, Destinasi Terbaik dan Instagramable

    Jakarta
    Kabupaten Kuningan di Jawa Barat bisa jadi alternatif liburan sendiri atau bersama keluarga. Di sini, detikers bisa menemukan wisata alam, sejarah, edukasi dengan hawa sejuk dan punya beragam wahana. Kuningan cocok buat detikers yang nyari tempat liburan untuk healing, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau jalan-jalan bareng teman.

    Wilayah Kuningan punya destinasi gunung hingga telaga yang cocok jadi rekomendasi wisata saat liburan, berikut rekomendasinya

    1. Taman Nasional Gunung Ciremai

    Taman Nasional Gunung Ciremai.
    Taman Nasional Gunung Ciremai (dok. Istimewa)

    Jam buka: setiap hari

    • 07.00-11.00 WIB untuk jam naik
    • 11.00-18.00 WIB untuk jam turun

    Tarif masuk:

    • WNI: Senin-Jumat Rp 10 ribu per orang Sabtu-Minggu dan hari libur nasional Rp 15 ribu per orang
    • WNA: Senin-Minggu, hari libur nasional Rp 150 ribu per orang

    Tarif belum termasuk pungutan jasa pendakian gunung, kemah, pengambilan foto dan video, dan penggunaan drone

    Alamat: Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl menyimpan pesona keanekaragaman flora dan fauna plus hawa yang sejuk. Traveler yang sudah berpengalaman atau dengan guide yang kompeten, bisa mencoba naik ke puncak. Bagi yang tidak muncak nggak perlu khawatir, Gunung Ciremai punya pesona lain yang sayang buat dilewatkan.

    Di Gunung Ciremai ada Telaga Remis yang menawarkan aktivitas memancing dan bermain sepeda air, cocok untuk liburan bareng keluarga. Selain itu ada Desa Wisata Cibuntu yang kental dengan budaya Sunda. Pesona Curug Putri Palutungan dan Curug Sawer dengan air yang bersih, sejuk, dan segar bisa jadi pilihan sambil trekking di Gunung Ciremai.

    2. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem.
    Telaga Biru Cicerem (dok. Bima Bagaskara/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 15 ribu belum termasuk biaya lain

    Alamat: Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan

    Danau berair biru ini adalah tempat wisata yang cukup populer bagi warga Kabupaten Kuningan. Namun dengan pemilihan waktu liburan yang tepat, kamu bisa menikmati suasana tenang telaga biru dengan airnya yang jernih, bersih, dan sejuk. Waktu paling cocok buat main ke telaga adalah pagi hari sebelum matahari bersinar terik selepas liburan sekolah.

    “Sangat menyenangkan Telaga biru Cicarem yang cantik ini terjaga rapi dan bersih. Pengelola di sini menyediakan fasilitas umum yang memadai. Jangan lupa ambil foto dengan gaya paling okey dikelilingi pemandangan alami danau. Tukang foto di sini sigap bantu ngarahin gaya lho,” tulis akun google review Maria Aghnatha.

    3. Kebun Raya Kuningan

    Kebun Raya Kuningan
    Kebun Raya Kuningan (dok. Erick Disy Darmawan/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Dewasa Rp 10 ribu
    • Anak-anak Rp 5 ribu
    • Motor Rp 5 ribu
    • Mobil Rp 10 ribu
    • Bus/truk Rp 15 ribu
    • Sepeda Rp 2.500

    Tarif ini belum termasuk layanan lain yang tersedia di Kebun Raya Kuningan.

    Alamat: Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Taman wisata seluas 154.908 hektare ini tak hanya menyajikan koleksi 23 ribu spesies tanaman milik Nusantara. Tapi juga koleksi batu dari seluruh Indonesia, sehingga Kebun Raya Kuningan memiliki tema berbeda dengan destinasi wisata sejenis lainnya. Lanskap batu dan tanaman ternyata bisa dipadukan menjadi pemandangan indah, yang nyaman dipandang dan bisa memperbaiki mood.

    Pengunjung yang ingin melihat keindahan area Kebun Raya Kuningan lebih luas, bisa mencoba jalur trekking dengan datang lebih pagi saat matahari belum terlalu terik. Bagi pengunjung yang mau piknik, bisa datang ke dua area danau dengan hawa sejuk dan sangat luas. Pengunjung bisa cuci mata, jalan-jalan sekitar area danau, dan tentunya ambil foto. Nah buat yang mau eksplor dan lebih lama menikmati sejuknya kebun daya, bisa nginep di area camping atau guest house.

    4. Woodland

    WoodLand Cibubur menjadi destinasi baru untuk rekreasi dan kuliner keluarga. Ferris Wheel setinggi 31 meter siap jadi daya tarik utamanya.
    Woodland (dok. Hilalia Kani Juliana)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.00
    • Sabtu-Minggu 07.30-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 15 ribu per orang
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 20.000 untuk semua usia kecuali anak-anak usia 2-9 Rp 15 ribu.

    Tarif ini belum termasuk biaya lain selama liburan di Woodland

    Alamat: Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Destinasi wisata ini tidak hanya populer karena harga tiket terjangkau, tapi juga aneka wahana permainan. Didesain sebagai tempat liburan di area terbuka, Woodland juga menyediakan kolam renang bagi pengunjung. Semua wahana yang menguji fisik anak-anak ini tersedia di bawah pohon rindang, sehingga pengunjung tak perlu khawatir kepanasan.

    “Wahana permainan Woodland banyak ngasih tantangan, sehingga bagus untuk ngelatih keberanian dan ketangkasan anak kecil. Pilihan wahana juga lengkap, mulai dari flying fox dan permainan air. Selain itu tempatnya bersih, rapi, sejuk, dan hawanya segar,” kata salah satu pengunjung Resti asal Majalengka dikutip dari detik Jabar.

    5. Curug Putri Palutungan

    Curug Putri Palutungan di Kuningan
    Curug Putri Palutungan (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Berada di kaki Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan cocok buat pengunjung yang mencari hawa sejuk dan adem selama liburan. Curug ini tidak terlalu tinggi dengan tinggi kolam cenderung dangkal, sehingga cocok bagi yang ingin main air bareng keluarga. Di depan area curug ada pancuran alami dengan kolam yang bisa digunakan untuk berendam.

    “Suasana curug segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” ujar pengunjung Ali yang menikmati destinasi wisata alami ini bersama keluarga. Fasilitas pendukung bagi pengunjung di sini juga tersedia lengkap misal kantin, musala, gazebo, dan toilet sehingga pengunjung tak perlu khawatir. Pengunjung juga bisa mencoba motor ATV dan area perkemahan di sekitar curug.

    6. Objek Wisata Cibulan

    Kolam Renang Cibulan di Kuningan.
    Objek Wisata Cibulan (dok. Mohamad Taufik/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Anak-anak Rp 20 ribu
    • Dewasa Rp 22 ribu

    Biaya ini belum termasuk fasilitas dan layanan lain yang digunakan pengunjung

    Alamat: Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Wisata kolam air dingin yang sudah berdiri sejak 1939 ini lekat dengan mitos ikan dewa dan keberkahan 7 sumur. Seiring waktu, pengelola memperbaiki berbagai fasilitas dan layanan sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Kuningan ini tampil modern sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Berenang dalam air yang sejuk bersama keluarga benar-benar menyenangkan. Di sini ada kamar bilas di area bagian depan dan belakang, serta pilihan menggunakan air hangat dengan membayar Rp 10 ribu. Pengunjung yang nggak bawa bekal bisa membelinya dari penjual makanan sekitar,” kata akun google Endang Antarwati.

    7. Sangkan Resort Aqua Park

    Waterparak di Sangkan Resort Aqua Park, Kuningan
    Sangkan Resort Aqua Park (dok. Instagram @sangkapanpark)

    Jam buka: setiap hari 09.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 35 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 45 ribu

    Alamat: Jl. Raya Bandorasa KM. 12, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berlokasi di tempat strategis, Sangkan Resort adalah destinasi wisata air yang cocok untuk liburan keluarga. Selain kolam anak, dewasa, ombak, seluncuran, perosotan, dan berbagai wahana permainan, resort juga menyediakan hotel dan cottage yang bikin tamu bisa segera istirahat capek main air.

    Buat detikers yang mau liburan di Sangkan Resort wajib taat aturan umum di lokasi terkait. Tiket anak berlaku untuk usia 1-12 tahun, sehingga umur 13 tahun sudah wajib membeli tiket dewasa. Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman dari luar Sangkan Resort.

    8. Museum Taman Purbakala Cipari

    Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan
    Museum Taman Purbakala Cipari (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-15.00

    Tarif masuk: Rp 2 ribu

    Biaya belum termasuk harga buku sebesar Rp 3 ribu dan layanan di dalam museum

    Alamat: Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lokasi wisata sejarah ini menyajikan berbagai peninggalan zaman purbakala yang disimpan dengan rapi dan sistematik. Salah satu koleksi paling terkenal adalah menhir yang digunakan untuk memberikan persembahan dan mengajukan permohonan pada lelubur. Selain itu, ada batu altar yang disusun berundak-undak dielilingi pepohonan.

    Museum Taman Purbakala Cipari yang sudah berumur puluhan tahun, dikelilingi taman terbuka dengan hawa yang sangat sejuk. Taman terletak di dataran tinggi sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan aktivitas penduduk di sekitar tempat wisata. Dengan suasana yang tenang dan sejuk, Museum Taman Purbakala Cipari cocok bagi detikers yang ingin healing sambil memperluas wawasan.

    9. Gedung Perundingan Linggarjati

    Suasana Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan
    Gedung Perundingan Linggarjati (dok. Fahmi Labibinajib)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu-Minggu 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 10 ribu

    Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berdiri di lahan seluas 2 hektare, Gedung Linggarjati menyimpan fragmen sejarah Indonesia yang paling penting. Di sini pernah tercapai perjanjian dengan Belanda ketika Indonesia masih menjadi negara serikat bernama Negara Indonesia Serikat (RIS).

    Terlepas dari sejarahnya, Gedung Linggarjati berada di area kaki Gunung Ciremai yang sangat sejuk. Menurut salah satu pengunjung Saputro dikutip dari detik Jabar, suasana Gedung Linggarjati sangat asri dan adem. Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah atau sekadar memperluas pengetahuan bersama keluarga.

    10. Waduk Darma Kuningan

    Waduk Darma.
    Waduk Darma Kuningan (dok. Bima Bagaskara/detikJabar)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.30
    • Sabtu-Minggu 08.00-18.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 17.500
    • Sabtu-Minggu Rp 20 ribu

    Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

    Danau buatan ini adalah salah satu wisata populer bagi warga Kuningan yang nyaris tidak pernah sepi, terutama saat musim libur. Di sini tersedia aneka wahana permainan anak, perahu untuk keliling waduk, serta bisa jadi spot memancing dan main air bagi pengunjung.

    Namun pada 2024, waduk ini jadi sorotan karena banyak eceng gondok yang tumbuh subur. Banyaknya eceng gondok menjadi penanda air yang kurang bersih, sehingga pengunjung tak lagi berenang di waduk tersebut. Pengunjung yang nekat berisiko mengalami gatal-gatal atau gangguan kesehatan kulit.

    11. Lembah Cilengkrang

    Lembah Cilengkrang, Kuningan.
    Lembah Cilengkrang (dok. Fahmi Labibinajib)

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan

    Cilengkrang adalah wisata alam yang cocok buat kamu penyuka trekking atau jalan kaki di alam menikmati angin sejuk, udara segar, dan aneka flora fauna. Wisatawan harus jalan kaki mulai dari area parkir hingga pusat lembah serta naik tangga sejauh 2,3 kilometer.

    Menurut salah satu pengelola tempat wisata Uung dikutip dari detik Jabar, jalan kaki selama kurang lebih 40 menit dijamin tidak bikin bosan dan capek. Sepanjang jalan, wisatawan bisa merasakan rindangnya pohon pinus dan suasana yang sangat adem. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat elang Jawa, monyet, lutung dan surili.

    12. Bukit Seribu Bintang

    Bukit Bintang Brebes
    Bukit Seribu Bintang di perbatasan Brebes dan Kuningan (dok. Imam Suripto/detikcom)

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk: –

    Alamat: perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

    Bukit Seribu Bintang atau Bukit Bintang adalah area di kaki Gunung Ciremai yang cocok buat ngegalau. Sambil ngeliat taburan bintang tepat di atas kepala dan citylight Kuningan, kamu bisa menghabiskan malam sekadar ngobrol, cuci mata, atau menikmati kuliner yang dijual warga sekitar.

    13. Lamping Kidang Kuningan

    Lamping Kidang Kuningan
    Lamping Kidang atau lereng kijang dalam Bahasa Indonesia (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 25 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 30 ribu

    Alamat: Jl. Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lamping Kidang adalah area wisata di alam terbuka yang cocok untuk camping atau refreshing sambil minum kopi. Dengan pemandangan Gunung Ciremai yang langsung tampak di depan mata, pengunjung seperti melihat langsung bioskop keindahan alam. Mulai gerbang tiket hingga area utama, pohon yang tumbuh liar hingga perkebunan sayur milik warga siap menyambut pengunjung.

    Pengunjung juga bisa melihat kehidupan warga di sekitar Lamping Kidang dan pemandangan kota. Buat yang ingin ngecamp di Lamping Kidang, pengunjung bisa sewa tenda Rp 80 ribu. Di sini tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan misal kantin, kamar mandi, dan mushola.

    Halaman 2 dari 14

    Jam buka: setiap hari

    • 07.00-11.00 WIB untuk jam naik
    • 11.00-18.00 WIB untuk jam turun

    Tarif masuk:

    • WNI: Senin-Jumat Rp 10 ribu per orang Sabtu-Minggu dan hari libur nasional Rp 15 ribu per orang
    • WNA: Senin-Minggu, hari libur nasional Rp 150 ribu per orang

    Tarif belum termasuk pungutan jasa pendakian gunung, kemah, pengambilan foto dan video, dan penggunaan drone

    Alamat: Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl menyimpan pesona keanekaragaman flora dan fauna plus hawa yang sejuk. Traveler yang sudah berpengalaman atau dengan guide yang kompeten, bisa mencoba naik ke puncak. Bagi yang tidak muncak nggak perlu khawatir, Gunung Ciremai punya pesona lain yang sayang buat dilewatkan.

    Di Gunung Ciremai ada Telaga Remis yang menawarkan aktivitas memancing dan bermain sepeda air, cocok untuk liburan bareng keluarga. Selain itu ada Desa Wisata Cibuntu yang kental dengan budaya Sunda. Pesona Curug Putri Palutungan dan Curug Sawer dengan air yang bersih, sejuk, dan segar bisa jadi pilihan sambil trekking di Gunung Ciremai.

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 15 ribu belum termasuk biaya lain

    Alamat: Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan

    Danau berair biru ini adalah tempat wisata yang cukup populer bagi warga Kabupaten Kuningan. Namun dengan pemilihan waktu liburan yang tepat, kamu bisa menikmati suasana tenang telaga biru dengan airnya yang jernih, bersih, dan sejuk. Waktu paling cocok buat main ke telaga adalah pagi hari sebelum matahari bersinar terik selepas liburan sekolah.

    “Sangat menyenangkan Telaga biru Cicarem yang cantik ini terjaga rapi dan bersih. Pengelola di sini menyediakan fasilitas umum yang memadai. Jangan lupa ambil foto dengan gaya paling okey dikelilingi pemandangan alami danau. Tukang foto di sini sigap bantu ngarahin gaya lho,” tulis akun google review Maria Aghnatha.

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Dewasa Rp 10 ribu
    • Anak-anak Rp 5 ribu
    • Motor Rp 5 ribu
    • Mobil Rp 10 ribu
    • Bus/truk Rp 15 ribu
    • Sepeda Rp 2.500

    Tarif ini belum termasuk layanan lain yang tersedia di Kebun Raya Kuningan.

    Alamat: Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Taman wisata seluas 154.908 hektare ini tak hanya menyajikan koleksi 23 ribu spesies tanaman milik Nusantara. Tapi juga koleksi batu dari seluruh Indonesia, sehingga Kebun Raya Kuningan memiliki tema berbeda dengan destinasi wisata sejenis lainnya. Lanskap batu dan tanaman ternyata bisa dipadukan menjadi pemandangan indah, yang nyaman dipandang dan bisa memperbaiki mood.

    Pengunjung yang ingin melihat keindahan area Kebun Raya Kuningan lebih luas, bisa mencoba jalur trekking dengan datang lebih pagi saat matahari belum terlalu terik. Bagi pengunjung yang mau piknik, bisa datang ke dua area danau dengan hawa sejuk dan sangat luas. Pengunjung bisa cuci mata, jalan-jalan sekitar area danau, dan tentunya ambil foto. Nah buat yang mau eksplor dan lebih lama menikmati sejuknya kebun daya, bisa nginep di area camping atau guest house.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.00
    • Sabtu-Minggu 07.30-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 15 ribu per orang
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 20.000 untuk semua usia kecuali anak-anak usia 2-9 Rp 15 ribu.

    Tarif ini belum termasuk biaya lain selama liburan di Woodland

    Alamat: Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Destinasi wisata ini tidak hanya populer karena harga tiket terjangkau, tapi juga aneka wahana permainan. Didesain sebagai tempat liburan di area terbuka, Woodland juga menyediakan kolam renang bagi pengunjung. Semua wahana yang menguji fisik anak-anak ini tersedia di bawah pohon rindang, sehingga pengunjung tak perlu khawatir kepanasan.

    “Wahana permainan Woodland banyak ngasih tantangan, sehingga bagus untuk ngelatih keberanian dan ketangkasan anak kecil. Pilihan wahana juga lengkap, mulai dari flying fox dan permainan air. Selain itu tempatnya bersih, rapi, sejuk, dan hawanya segar,” kata salah satu pengunjung Resti asal Majalengka dikutip dari detik Jabar.

    Jam buka: 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Berada di kaki Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan cocok buat pengunjung yang mencari hawa sejuk dan adem selama liburan. Curug ini tidak terlalu tinggi dengan tinggi kolam cenderung dangkal, sehingga cocok bagi yang ingin main air bareng keluarga. Di depan area curug ada pancuran alami dengan kolam yang bisa digunakan untuk berendam.

    “Suasana curug segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” ujar pengunjung Ali yang menikmati destinasi wisata alami ini bersama keluarga. Fasilitas pendukung bagi pengunjung di sini juga tersedia lengkap misal kantin, musala, gazebo, dan toilet sehingga pengunjung tak perlu khawatir. Pengunjung juga bisa mencoba motor ATV dan area perkemahan di sekitar curug.

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Anak-anak Rp 20 ribu
    • Dewasa Rp 22 ribu

    Biaya ini belum termasuk fasilitas dan layanan lain yang digunakan pengunjung

    Alamat: Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Wisata kolam air dingin yang sudah berdiri sejak 1939 ini lekat dengan mitos ikan dewa dan keberkahan 7 sumur. Seiring waktu, pengelola memperbaiki berbagai fasilitas dan layanan sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Kuningan ini tampil modern sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Berenang dalam air yang sejuk bersama keluarga benar-benar menyenangkan. Di sini ada kamar bilas di area bagian depan dan belakang, serta pilihan menggunakan air hangat dengan membayar Rp 10 ribu. Pengunjung yang nggak bawa bekal bisa membelinya dari penjual makanan sekitar,” kata akun google Endang Antarwati.

    Jam buka: setiap hari 09.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 35 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 45 ribu

    Alamat: Jl. Raya Bandorasa KM. 12, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berlokasi di tempat strategis, Sangkan Resort adalah destinasi wisata air yang cocok untuk liburan keluarga. Selain kolam anak, dewasa, ombak, seluncuran, perosotan, dan berbagai wahana permainan, resort juga menyediakan hotel dan cottage yang bikin tamu bisa segera istirahat capek main air.

    Buat detikers yang mau liburan di Sangkan Resort wajib taat aturan umum di lokasi terkait. Tiket anak berlaku untuk usia 1-12 tahun, sehingga umur 13 tahun sudah wajib membeli tiket dewasa. Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman dari luar Sangkan Resort.

    Jam buka: setiap hari 08.00-15.00

    Tarif masuk: Rp 2 ribu

    Biaya belum termasuk harga buku sebesar Rp 3 ribu dan layanan di dalam museum

    Alamat: Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lokasi wisata sejarah ini menyajikan berbagai peninggalan zaman purbakala yang disimpan dengan rapi dan sistematik. Salah satu koleksi paling terkenal adalah menhir yang digunakan untuk memberikan persembahan dan mengajukan permohonan pada lelubur. Selain itu, ada batu altar yang disusun berundak-undak dielilingi pepohonan.

    Museum Taman Purbakala Cipari yang sudah berumur puluhan tahun, dikelilingi taman terbuka dengan hawa yang sangat sejuk. Taman terletak di dataran tinggi sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan aktivitas penduduk di sekitar tempat wisata. Dengan suasana yang tenang dan sejuk, Museum Taman Purbakala Cipari cocok bagi detikers yang ingin healing sambil memperluas wawasan.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu-Minggu 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 10 ribu

    Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berdiri di lahan seluas 2 hektare, Gedung Linggarjati menyimpan fragmen sejarah Indonesia yang paling penting. Di sini pernah tercapai perjanjian dengan Belanda ketika Indonesia masih menjadi negara serikat bernama Negara Indonesia Serikat (RIS).

    Terlepas dari sejarahnya, Gedung Linggarjati berada di area kaki Gunung Ciremai yang sangat sejuk. Menurut salah satu pengunjung Saputro dikutip dari detik Jabar, suasana Gedung Linggarjati sangat asri dan adem. Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah atau sekadar memperluas pengetahuan bersama keluarga.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.30
    • Sabtu-Minggu 08.00-18.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 17.500
    • Sabtu-Minggu Rp 20 ribu

    Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

    Danau buatan ini adalah salah satu wisata populer bagi warga Kuningan yang nyaris tidak pernah sepi, terutama saat musim libur. Di sini tersedia aneka wahana permainan anak, perahu untuk keliling waduk, serta bisa jadi spot memancing dan main air bagi pengunjung.

    Namun pada 2024, waduk ini jadi sorotan karena banyak eceng gondok yang tumbuh subur. Banyaknya eceng gondok menjadi penanda air yang kurang bersih, sehingga pengunjung tak lagi berenang di waduk tersebut. Pengunjung yang nekat berisiko mengalami gatal-gatal atau gangguan kesehatan kulit.

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan

    Cilengkrang adalah wisata alam yang cocok buat kamu penyuka trekking atau jalan kaki di alam menikmati angin sejuk, udara segar, dan aneka flora fauna. Wisatawan harus jalan kaki mulai dari area parkir hingga pusat lembah serta naik tangga sejauh 2,3 kilometer.

    Menurut salah satu pengelola tempat wisata Uung dikutip dari detik Jabar, jalan kaki selama kurang lebih 40 menit dijamin tidak bikin bosan dan capek. Sepanjang jalan, wisatawan bisa merasakan rindangnya pohon pinus dan suasana yang sangat adem. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat elang Jawa, monyet, lutung dan surili.

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk: –

    Alamat: perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

    Bukit Seribu Bintang atau Bukit Bintang adalah area di kaki Gunung Ciremai yang cocok buat ngegalau. Sambil ngeliat taburan bintang tepat di atas kepala dan citylight Kuningan, kamu bisa menghabiskan malam sekadar ngobrol, cuci mata, atau menikmati kuliner yang dijual warga sekitar.

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 25 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 30 ribu

    Alamat: Jl. Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lamping Kidang adalah area wisata di alam terbuka yang cocok untuk camping atau refreshing sambil minum kopi. Dengan pemandangan Gunung Ciremai yang langsung tampak di depan mata, pengunjung seperti melihat langsung bioskop keindahan alam. Mulai gerbang tiket hingga area utama, pohon yang tumbuh liar hingga perkebunan sayur milik warga siap menyambut pengunjung.

    Pengunjung juga bisa melihat kehidupan warga di sekitar Lamping Kidang dan pemandangan kota. Buat yang ingin ngecamp di Lamping Kidang, pengunjung bisa sewa tenda Rp 80 ribu. Di sini tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan misal kantin, kamar mandi, dan mushola.

    (row/fem)

    Simak Video “Video: Pria di Sumedang Tewas dengan Pisau Tertancap, Adik Ipar Jadi Tersangka
    [Gambas:Video 20detik]








    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Mistis dan Keindahan Alam yang Memukau



    Kuningan

    Gunung Ciremai bukan hanya gunung tertinggi di Jawa Barat, gunung itu adalah perpaduan lengkap dari keindahan alam, sejarah, dan mitos lokal.

    Dijuluki sebagai atapnya Jawa Barat, Gunung Ciremai ini memiliki ketinggian 3.078 di atas permukaan laut. Gunung Ciremai sendiri terletak di antara Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan sedikit di wilayah Cirebon.

    Gunung ini menjadi gunung favorit para pendaki jika ingin menikmati keindahan alam Jawa Barat dari ketinggian. Melansir laman resmi Taman Nasional Gunung Ciremai, bahkan sejak zaman kolonial Gunung Ciremai sudah mendapatkan perhatian penting.


    Di tahun 1930-an wilayah tersebut telah ditetapkan menjadi hutan lindung oleh Pemerintah Hindia-Belanda, kemudian di tahun 1978 menjadi hutan produksi. Dan di tahun 2004 ditetapkan menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), kawasan tersebut kini dikelola langsung oleh Balai TNGC dengan luas sekitar 15.500 hektar.

    Pesona Alam dan Lokal

    Bagi pendaki yang ingin mencoba mengelan Gunung Ciremai lebih dalam, terdapat tiga jalur pendakian: Palutungan, Apuy, dan Linggarjati. Untuk jalur Palutungan dan Apuy punya medan yang cocok untuk pendaki pemula.

    Beda dengan jalur Linggarjati yang lebih menantang, tapi justru jalur ini yang jadi andalan para pendaki, karena menyimpan banyak cerita yang bisa jadi selingan pendaki saat berada dalam jalur pendakian.

    Di puncak Ciremai, traveler yang ke sini akan disuguhkan oleh dua kawah yang indah. Selain itu dari puncak gunungnya, akan terlihat indah city view yang megah nan mempesona.

    Taman Nasional Gunung Ciremai.Taman Nasional Gunung Ciremai. (Istimewa)

    Bukan hanya menyuguhkan pesona alam yang menakjubkan, Gunung Ciremai, khususnya masyarakat di sana juga masih melestarikan budaya lokal. Sehingga budaya ini menjadi daya tarik lain para pendaki yang hendak menuju ke puncak Gunung Ciremai.

    Seren Taun atau sebuah tradisi pasca panen sebagai wujud rasa syukur masyarakat Sunda terhadap hasil bumi yang diperoleh yang dilakukan secara tahunan. Dalam kegiatan tersebut biasanya akan ada arak-arakan dan keseruan lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Mitos dan Mistis

    Tentunya di setiap daerah maupun setiap gunung punya mitos dan cerita mistis yang melekat, tak terkecuali di Gunung Ciremai ini. Konon katanya mitos di Gunung Ciremai ini tidak boleh membuang air seni ke tanah.

    Nantinya jika seseorang melakukan tersebut, maka musibah buruk akan menimpa kepada pelakunya. Oleh karenya di jalur pendakian kerap dijumpai plastik-plastik atau botol plastik berisikan air seni digantung di ranting pepohonan.

    Mitos lainnya yang ada di Gunung Ciremai ini adalah menghentakkan kaki sebanyak tiga kali. Cara tersebut diyakini dapat melindungi pendaki dari gangguan makhluk tak kasat mata dan juga melindungi selama pendakian.

    Gunung Ciremai.Gunung Ciremai. (Fathnur Rohman/detikJabar)

    Kemudian, ada juga mitos tentang harimau bermata satu, konon harimau bermata satu ini tinggal di antara gundukan ranting kering berbentuk gua di Gunung Ciremai.

    Nah dari cerita yang terus bergulir itu, harimau bermata tersebut merupakan binatang yang dimiliki oleh Nini Pelet. Nama tersebut adalah merupakan sosok yang memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa.

    Dalam ceritanya Gunung Ciremai ini merupakan singgasana kerajaan Nini Pelet, sehingga gunung ini juga dianggap sakral dan punya magnet mistis yang kuat.

    Bukan hanya cerita tentang Nini Pelet, masih banyak lainnya, salah satunya cerita suara lantunan gamelan. Konon ketika pendaki mendengar suara gamelan itu, akan penasaran dari mana sumber suara tersebut, dan dari beberapa kejadian juga ada yang tersesat karena mencari keberadaan suara itu.

    Di luar cerita mitos dan mistis yang ada di Gunung Ciremai, atapnya Provinsi Jawa Barat ini secara lanskap alamnya begitu menakjubkan dan indah untuk dinikmati. Ia adalah saksi bisu dari perjalanan sejarah, wadah kekayaan alam, cermin budaya masyarakat, dan ruang spiritual yang dihormati.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Warga Kuningan Sukses Ubah Pembuangan Sampah Liar Jadi Tempat Wisata



    Kuningan

    Wisata Alam Bantar Delan di Kuningan, dulunya tempat pembuangan sampah, kini jadi objek wisata. Tempat ini mendukung ekonomi lokal dan lingkungan.

    Wisata alam yang terletak di Desa Karangtawang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan ini berlokasi di pinggir jurang sungai Hawangan Landeuh.

    Pengelola objek wisata Alam Bantar Delan, Uni (48) memaparkan, bahwa sebelum jadi tempat wisata, Alam Bantar Delan merupakan tempat pembuangan sampah liar. Sampah-sampah tersebut dibuang langsung ke area lembah hingga aliran sungai.


    “Sudah puluhan tahun ini jadi tempat buang sampah, masyarakat pada buang sampah di sini, malah sampai longsor sampahnya. Karena resah, terus kakak saya Ehon, yang punya lahan, punya ide bagaimana kalau ubah jadi tempat wisata saja. Kebetulan saya pelaksana lapangannya, asli orang sini. Akhirnya sejak tahun 2022 itu dibersihkan. Untungnya setelah ini dibuat tempat wisata ada TPA khusus buat buang sampah,” tutur Uni.

    Uni memaparkan, karena belum terbiasa, awal-awal memang cukup sulit untuk merubah kebiasaan masyarakat agar tidak membuang sampah di bantaran sungai. Bahkan, pembangunan wisata pun sempat mengalami penolakan karena dikhawatirkan bisa menyebabkan longsor.

    Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, setelah sampah mulai dibersihkan, masyarakat pun mendukung pembangunan objek wisata Alam Bantar Delan. Untuk pembangunan awalnya sendiri adalah dengan membangun area tempat bermain anak-anak seperti ayunan, trampolin, toilet, gazebo, perosotan hingga kantin.

    “Tadinya ada yang bilang nggak bisa dijadikan ini, takut longsor. Padahal, kalau sudah bersihkan enak karena yang penting sampahnya hilang aja dulu. Dan orang yang mau buang sampah di sini nggak enak, karena sudah jadi tempat wisata. Alhamdulillah setelah dua tahun berjalan, respon masyarakat bagus, malah pada mendukung,” tutur Uni.

    Ke depan, Objek wisata Bantar Delan akan terus dikembangkan dengan menambah beberapa fasilitas baru seperti area kemah dan tempat parkir. Rencananya, dua area tersebut akan bisa digunakan di tahun depan.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar, baca selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jemaah Kloter Terakhir Pulang ke Tanah Air: Terima Kasih Petugas Haji



    Madinah

    Jemaah kelompok terbang (kloter) 30 Embarkasi Kertajati (KJT-30) menjadi kloter penutup fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air. Sebanyak 319 jemaah diberangkatkan menggunakan 8 bus menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah kemarin.

    Salah seorang jemaah, Hamzah (53) asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mengaku merasa senang dan bersyukur telah menuntaskan ibadah haji. Meski begitu, Hamzah tak menampik kesedihan dan rasa berat hati karena harus meninggalkan Tanah Suci.

    “Berat sebetulnya meninggalkan Masjid Nabawi, seandainya bisa saya inginnya terus di sini gitu,” ujar Hamzah kepada detikHikmah di Madinah, Minggu (21/7/2024).


    Hamzah mengatakan, selama berada di Tanah Suci, dirinya mendapat pengalaman spiritual yang sangat berharga. Dia pun mengucapkan terima kasih terkait pelayanan yang selama ini diberikan oleh para petugas haji baik di Makkah maupun di Madinah.

    “Alhamdulillah seluruh rangkaian ibadah lancar. Petugas haji baik petugas kloter maupun PPIH di Madinah saya ucapkan terima kasih pelayanan bagi kami lancar semua dan tidak ada kendala,” ujar Hamzah.

    Jemaah haji kloter KJT-30 bersiap bertolak ke Tanah Air, Minggu (21/7/2024).Jemaah haji kloter KJT-30 bersiap bertolak ke Tanah Air, Minggu (21/7/2024). Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom

    Untuk diketahui, Hamzah tergabung sebagai jemaah haji kloter 30 Embarkasi Kertajati (KJT-30). Kloter asal Kabupaten Kuningan dan Majalengka ini merupakan kloter penutup fase pemulangan seluruh jemaah haji RI ke Tanah Air.

    Rencananya, Kloter KJT-30 akan diterbangkan dengan Saudi Airlines dari Bandara AMAA Madinah, Senin (22/7) dini hari.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com