Tag: kabupaten semarang

  • Dari Desa Gendong Sampai Kayuwangi


    Jakarta

    Indonesia makin serius dalam mendukung geliat olahraga lari lintas alam atau trail run. Terbukti, GTR ULTRA kembali hadir di tahun ketiganya dengan skala yang lebih besar dan jalur yang semakin menantang.

    Event ini bukan sekadar lomba lari biasa, GTR ULTRA 2025 telah resmi masuk dalam kalender race ITRA National League 2025 dan UTMB Index 2025, menjadikannya pilihan ideal untuk kamu yang ingin naik level sebagai trail runner sejati.

    Berlokasi di Lapangan Kayuwangi, Gedong, Banyubiru, Kabupaten Semarang, GTR ULTRA 2025 menjanjikan pengalaman lari yang tak terlupakan. Jalur lintasan menyusuri keindahan sisi utara Gunung Merbabu, dengan elevasi yang menantang adrenalin.


    Selain menyajikan pemandangan pegunungan yang memesona, setiap finisher di kategori 30K dan 52K juga akan memperoleh Point ITRA dan UTMB Index yang bisa digunakan sebagai syarat mengikuti ajang-ajang lari internasional bergengsi di masa depan.

    Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli hingga 13 September 2025. Tapi perlu dicatat, untuk kamu yang ingin ikut kategori 30K dan 52K, wajib lolos proses kualifikasi terlebih dahulu.

    GTR ULTRA 2025 hadir dengan empat kategori yang bisa kamu pilih sesuai kemampuan: 7K untuk pemula dengan elevasi ringan, 12K dengan tantangan elevasi lebih tinggi dan sudah masuk UTMB Index 20, serta 30K dan 52K yang cocok untuk pelari berpengalaman yang ingin mengumpulkan Point ITRA dan UTMB Index.

    Kategori 30K memberikan 2 Point ITRA dan UTMB Index 20, sedangkan kategori 52K memberikan 3 Point ITRA dan UTMB Index 50. Keduanya membutuhkan proses kualifikasi terlebih dahulu yang bisa kamu akses di sini. Untuk kategori 7K, 12K, dan pelari yang sudah lolos kualifikasi, tiket bisa langsung dibeli melalui detikevent!

    Dengan ikut serta di GTR ULTRA 2025, kamu bukan hanya menyelesaikan race, tapi juga membangun reputasi dan portofolio sebagai pelari trail yang profesional. Untuk kamu punya mimpi ikut ajang besar seperti UTMB tingkat Internasional, event ini adalah langkah awal yang tepat.

    Yuk, siapkan dirimu, melatih endurance dan teknik lintas alam, dan segera daftar melalui detikevent! GTR ULTRA 2025 siap menguji batasmu dan membuka pintu menuju panggung trail running dunia!

    (aff/aff)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Lari dengan Pemandangan Telomoyo, Merbabu, Rawa Pening


    Jakarta

    Industri sport tourism di Indonesia semakin menggeliat, terutama melalui event-event yang mampu menggabungkan pesona wisata alam dengan aktivitas fisik yang menantang.

    Salah satu yang patut kamu lirik adalah Gajah Trail Run (GTR) Ultra 2025, sebuah lomba lari lintas alam berskala nasional hingga internasional yang siap digelar pada 4-5 Oktober 2025 mendatang di kawasan Telomoyo, Jawa Tengah.

    Diselenggarakan sebagai bagian dari Festival Telomoyo ke-9, GTR Ultra 2025 akan menjadi edisi ke-3 dari ajang ini. Lokasi start dan finis akan berpusat di Lapangan Kayuwangi, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.


    Jalurnya? Nggak main-main, para peserta akan diajak menyusuri jalur penuh keindahan mulai dari Gunung Gajah Telomoyo, Pagergedog, Sepakung, hingga Gumuk Reco. Sepanjang lintasan, kamu akan disuguhi panorama tiga gunung sekaligus,Telomoyo, Merbabu, dan Ungaran, plus view eksotis Danau Rawa Pening dari ketinggian.

    Ajang ini menawarkan empat kategori lomba berdasarkan jarak dan tingkat elevasi:

    • 7 Km (elevation gain 400 m)
    • 12 Km (elevation gain 800 m)
    • 30 Km (elevation gain 1.200 m)
    • 52 Km (elevation gain 2.500 m)

    Gajah Trail Run Ultra bukan sekadar lomba, tapi juga menjadi simbol sinergi antara olahraga dan pemberdayaan masyarakat. Lewat jalur yang melewati desa-desa wisata, sawah, dan pegunungan, kamu akan merasakan langsung interaksi dengan kearifan lokal masyarakat sekitar. Selain itu, event ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendatangkan hingga 1.000 pelari dari dalam dan luar negeri.

    Bukan hanya pelari profesional yang boleh ikut, kamu yang ingin menantang diri sendiri juga bisa ambil bagian. Apalagi sejak 2023, ajang ini telah terdaftar dalam kalender ITRA (International Trail Running Association) dan UTMB (Ultra Trail Mont Blanc), yang berarti setiap pelari bisa mengumpulkan poin dan indeks untuk keikutsertaan di lomba-lomba kelas dunia.

    Untuk kamu yang ingin ikut atau sekadar menyaksikan atmosfer luar biasa dari ajang ini, pantau terus informasi resminya di akun Instagram @gtrultra.

    Beli tiketnya sekarang juga sebelum ketinggalan melalui detikevent!

    (krs/cas)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Audisi Online Emeron Hijab Hunt, Ada Bakat Cipta Lagu Sendiri hingga Ukulele

    Jakarta

    20 peserta akan tampil secara acak dengan pengundian nomor urut menggunakan fish ball. Para peserta akan unjuk bakat selama lima menit di depan juri.

    Kamu bisa menyaksikan live streamingnya di www.hijabhunt.com dan www.wolipop.com, siang ini pukul 13.00 WIB. 20 peserta audisi hari ini (14/8/2024) menunjukkan bakatnya di depan juri aktris @intan_nuraini23, penyanyi berbakat sekaligus alumni Hijab Hunt 2017 @ayuenstar dan Redaktur Pelaksana Wolipop @enymuhidin.

    Redaktur Pelaksana Wolipop Eny Muhidin mengungkapkan peserta audisi online memiliki beragam bakat dari berbagai provinsi yang berada di Indonesia.


    “Bakatnya beragam dari berbagai kota dan mengirim videonya bagus,” kata Eny Muhidin.

    Intan Nuraini membuka audisi dengan menyanyikan lagu Tanah Air, membuat seluruh peserta juga ikut bernyanyi bersama. Kemudian Ayu juga memberikan pantun yang membuat suasana audisi semakin mencair.

    “Funfactnya kak Intan ini kan kreatif banget ya, kalau aku singkat saja ini audisi bukan sembarang audisi, ini audisi emeron hijab hunt. Muslimahnya bukan sembarang muslimah,” jelas Ayuestar.

    Elwina Wilianto sebagai pemenang juara ketiga Emeron Hijab Hunt 2023 memandu audisi Emeron Hijab Hunt 2024. Peserta mulai unjuk bakat satu persatu, seperti apa bakatnya?

    1. Salsabil Muti Alifah Yusuf

    Penampilan  Salsabil Muti Alifah Yusuf yang mengikuti audisi onlineEmeron Hijab Hunt 2024.Penampilan Salsabil Muti Alifah Yusuf yang mengikuti audisi onlineEmeron Hijab Hunt 2024. Foto: Dok. Hijab Hunt.

    Salsabil Muti Alifah Yusuf membuka audisi online Emeron Hijab Hunt 2924. Ia mengatakan bakatnya suka menulis. Ia menampilkan bakatnya dalam menyiarkan program radio sambil bernyanyi. Muti membawakan lagu ciptaannya sendiri.

    “Awal mulanya menulis puiasi dan beberapa kali ikut lomba. Aku ingin mengkombinasi bakat aku bernyanyi laguku sendiri,” ucap Muti.

    Ayuenstar memberikan komentarnya karena kamera sinyalnya terputus-putus, sehingga ia tidak bisa melihat ekspresi Muti yang sedang bernyanyi dan unjuk bakatnya.

    Intan juga memuji suara Muti yang mempunyai paket lengkap dan vibrasi yang baik. Begitu juga Eny Muhidin yang menuturkan ingin melihat kembali aksi Muti. Eny menutu

    2. Sri Wulan Estriyani

    Penampilan Sri Wulan Estriyani yang mengikuti audisi onlineEmeron Hijab Hunt 2024.Penampilan Sri Wulan Estriyani yang mengikuti audisi onlineEmeron Hijab Hunt 2024. Foto: Dok. Hijab Hunt.

    Peserta kedua yang tampil bernama Sri Wulan Estriyani. Ia juga aktif sebagai kreator konten TikTok. Wulan menampilkan suara merdunya.

    Wulan menyanyikan lagu Gala Bunga Matahari milik Sal Priyadi. Intan Nuraini mengucapkan ketika sedang audisi sebaiknya Wulan memakai kostum yang lebih ekstra.

    “Ini kan audisi kamu bisa memakai aksesori juga. Aku suka banget cara nyanyinya dan lagu ini kan emosional, aku mau dengar kamu bernyanyi lagu yang lebih ekspresif ya boleh ya,” ucap Intan.

    Wulan kemudian menyanyikan lagi Nidji berjudul Hapus Aku. “Menurut aku cara bernyanyi sudah bagus. Mungkin next kamu nyanyinya jangan duduk dan lebih ekspresif lagi. Agak kurang di situnya, tapi untuk nyanyinya sudah oke,” tambahnya.

    Wulan mengungkapkan sengaja memakai baju serba hitam dan putih karena agar mendukung penampilannya membawakan lagu Bunga Matahari. Eny Muhidin melanjutkan kontak mata tidak banyak ke kamera.

    “Padahal ada di saat-saat tertentu kamu melihat kamera tapi sayang banget kamu kurang ada kontak mata, malah menghadap ke samping. Tapi suara kamu sudah bagus,” tambahnya.

    Ayu menambahkan agar Wulan lebih effort jika mengikuti audisi online karena berbeda dengan audisi offline. Ia juga memuji suara merdu Wulan.

    3. Mia Dewi Lestari

    Penampilan Mia Dewi Lestari yang mengikuti audisi onlineEmeron Hijab Hunt 2024.Penampilan Mia Dewi Lestari yang mengikuti audisi onlineEmeron Hijab Hunt 2024. Foto: Dok. Hijab Hunt.

    Penampilan selanjutnya ada Mia Dewi Lestari yang berusia 27 tahun yang unjuk bakat bermain ukulele. Ia juga menampilkan bakat nge-rap sambil dance.

    “Kalau bernyanyi sambil ukulele, makanya aku juga sambil nge-rap. Aku kan suka rap dan mencoba tampilkan. Biar tidak bosan,” kata Mia.

    Eny mengatakan sebaiknya Mia memilih lagu yang sesuai dengan agar bisa menampilkan bakat nge-rap. Begitu juga komentar Ayuenstar yang mempunyai bakat nge-rap mempunyai suara yang unik.

    “Mungkin buat Mia kalau mau menunjukkan bakat lebih persiapan lagi karena bakatnya sudah luar biasa, diasah lagi talentnya sukses,” lanjut Ayuenstar.

    4. Maudy Salma Andria

    Maudy Salma Andria sebelumnya mengikuti audisi di Jabodetabek. Ia mengungkapkan rasa syukur karena bisa mengikuti kembali audisi. Ia juga menunjukkan bakatnya dalam melukis pasir.

    Maudy melukis tentang kesedihan ketika ditinggal kekasih hati. “Aku sudah mempersiapkan materi yang baru dan menuangkan isi hati saya. Ini saya persembahkan untuk Emeron Hijab Hunt,” jelas Maudy.

    Eny Muhidin menjelaskan aksi Maudy sempat terhalang karena aksen baju Maudy yang menjuntai sehingga menutupi pasir yang ia lukis. Intan memuji penampilan Maudy yang cerah serba pink.

    “Bakat seperti Maudy jarang ada di Indonesia. Kemarin aksinya bagus banget, kamu pintar memilih tema dan lagu yang sedang naik. Gambarnya juga aku bisa lihat dan menikmati alurnya. Kurangnya koneksinya itu terputus-putus jadi kurang maksimal semoga kamu sukses terus ke depannya,” tambah Maudy.

    5. Indah Putri Widyastuti

    Ada Indah Putri Widyastuti dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia juga sebelumnya pernah ikut audisi di Solo dengan menampilkan bakatnya mendalang tapi belum masuk menjadi finalis.

    Kali ini, Indah Putri Widyastuti unjuk bakat menari dengan memakai properti kipas dan selendang. Indah mengatakan tema tentang kematian.

    Intan Nuraini mengucapkan Indah Putri merupakan salah satu peserta jagoannya di Solo.”Sayang banget kamu gak makeup karena tidak melihat langsung karena pencahayaan kurang. Mungkin nextnya lebih bold lagi warna lipsticknya, eye shadow dan makeup untuk menunjang. Kamu kenapa tidak dalang seperti kemarin? Kita menghargai usaha kamu aku juga menunggu kamu tidak sinden,” ungkap Intan yang memuji kemampuan Indah dalam sinden dan mendalang.

    Penasaran dengan aksi peserta lainnya? Simak artikel Wolipop selanjutnya!

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Wisata Perantunan, Ini Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya



    Jakarta

    Ada banyak destinasi menarik yang dapat dijelajahi di lereng Gunung Ungaran. Salah satunya adalah Perantunan yaitu wisata alam, camping ground, dan pos pendakian di Gunung Ungaran.

    Perantunan berada di ketinggian 1.290 mdpl. Sementara, Gunung Ungaran berada di atas ketinggian 2.050 mdpl.Sunrise di Perantunan tak kalah cantik dari pemadangan sunrise lainnya di puncak-puncak gunung. Panorama alamnya begitu indah dan udaranya sejuk!

    Daya Tarik Wisata Alam Perantunan

    Wisata Perantunan di SemarangWisata Perantunan di Semarang (Meilind Faizah/d’traveler)

    Traveler bisa sekedar berjalan-jalan, menginap atau melakukan pendakian di Perantunan. Berikut beberapa daya tariknya mengutip laman Pemprov Jateng dan Instagram Perantunan.


    1. Rumah Liliput

    Wisatawan bisa merasakan sensasi menginap di rumah liliput dengan view sunrise yang begitu indah. Penginapan ini sudah termasuk kasur, selimut hangat, kamar mandi pribadi, dan penerangan. Rumah-rumah yang unik ini juga bisa dijadikan spot foto yang menarik.

    2. Rumah Kayu

    Selain rumah liliput, ada rumah kayu yang bisa jadi pilihan untuk bermalam. Penginapan ini memiliki fasilitas yang sama dengan rumah liliput denga tambahan pemanas air. Sama seperti rumah liliput, bentuk rumah kayu juga cukup unik dengan pemandangan sunrise yang cantik.

    3. Camping Ground

    Camping Ground atau area perkemahan bisa dipilih untuk kamu yang ingin merasakan sensasi menginap di alam terbuka. Banyak wisatawan yang sengaja bermalam di sini untuk menikmati suasana pegunungan yang dingin, melihat pohon yang memanjakan mata, dan melihat golden sunrise di pagi hari.

    Wisatawan bisa langsung melihat keindahan sunrise dari tenda. Adapun fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari mushola, toilet, warung dan penyewaaan peralatan kemah.

    4. Spot Foto Aesthetic

    Spot foto unik di Peranturan tak hanya pada rumah kayu dan rumah liliput. Pepohonan yang rindang dan asri, serta panorama bukit-bukit di sekitarnya juga menarik untuk menjadi latar foto.

    5. Pendakian dengan 3 Puncak

    Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mendaki sampai Gunung Ungaran dari Perantunan adalah 3 jam. Wisatawan akan melewati tiga puncak, yaitu Bondolan, Botak, dan Banteng Rider.

    Lokasi Wisata Alam Perantunan

    Basecamp Perantunan berada di Gintungan, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jarak tempuh menuju Perantunan dari Alun-alun Perantunan adalah sekitar 20 km, membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

    Traveler disarankan menggunakan motor. Sebab, jalanannya sempit dan menanjak.

    Harga Tiket Wisata Alam Perantunan

    Harga tiket masuk wisata alam Perantunan adalah Rp 15.000.

    Itulah informasi mengenai daya tarik wisata Penaturan, lokasi, dan harga tiket masuknya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Alam Semarang yang Terkenal, Enak untuk Liburan!


    Semarang menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang memukau Ibukota Jawa Tengah, ini memiliki daya tarik yang beragam, mulai dari pegunungan, curug, hingga pantai.

    Dengan udara yang segar dan pemandangan yang memukau, wisata alam di Semarang memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

    Wisata Alam Semarang

    1. Curug Gending Asmoro

    Curug Gending Asmoro, air terjun yang lagi ngehits di SemarangCurug Gending Asmoro, air terjun yang lagi ngehits di Semarang (Eko Susanto/detikTravel)

    Curug Gending Asmoro berlokasi di Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.


    Untuk bisa menuju wisata alam Semarang, wisatawan perlu melewati rimbunan pohon bambu, sengon dan lainnya. Tak perlu khawatir, karena akses jalan di sana sudah dibeton jadi lumayan aman untuk dilewati.

    2. Rawa Pening

    Jalan Lingkar AmbarawaJalan Lingkar Ambarawa. (Aji Kusuma Admaja/detikTravel)

    Katanya Rawa berlokasi di tengah antara Semarang dan Yogyakarta dan di cekungan antara Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran.

    Ketika memasuki kawasan ini, kita disuguhkan dengan pemandangan padi dan danau yang membentang luas. Rawa Pening adalah danau alami seluas 2.670 hektar, yang hampir setengahnya dipenuhi dengan tumbuhan enceng gondhok.

    Dilansir laman Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, rawa ini menempati 4 kecamatan di Kabupaten Semarang, yakni Bawen, Ambarawa, Tuntang, dan Banyubiru.

    Selain melihat keindahan alam dengan perahu, di tempat ini kita juga bisa menikmati tempat makan apung dengan sajian seafood.

    Masuk ke Rawa Pening dikenakan biaya Rp 30.000. Dengan biaya segitu, pengunjung akan dibawa mengelilingi Rawa Pening selama 40 menit.

    3. Brown Canyon

    Brown Canyon di SemarangBrown Canyon di Semarang. (Aisa Marisa/d’Traveler)

    Brown Canyon adalah wisata alam Semarang menarik yang kerap disebut mirip Grand Canyon di Amerika Serikat. Ini adalah bekas kawasan pertambangan, yang menghasilkan batuan dan pasir bekas material bangunan.

    Brown Canyon beralamat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

    4. Curug 7 Bidadari

    Salah satu destinasi wisata alam yang menakjubkan di Semarang selanjutnya ada Curug 7 Bidadari. Curug ini ada di kaki Gunung Ungaran, di Desa Keseneng, Semarang.

    Air terjun menawarkan aliran air yang memukau dan segar. Dikelilingi oleh hutan yang hijau dan alami, memberikan suasana yang sejuk dan damai bagi para pengunjung.

    5. Pantai Marina

    Pantai Marina Semarang.Pantai Marina Semarang. (dok. situs kemenparekraf.go.id)

    Pantai Marina berlokasi di Tawangsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dilansir dari situs Kemenparekraf, ombak di Pantai Marina sangatlah tenang. Pas banget, buat healing dan nongkrong sambil memandang laut.

    Selain menikmati pantai, ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini. Mulai dari naik perahu menikmati pemandangan hutan bakau, bermain jetski, joging di jalur, paving tepi pantai, melihat sunset hingga sunrise.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indahnya Curug Lawe Ungaran, Air Terjun Bak Benang Putih yang Menjuntai


    Jakarta

    Curug Lawe merupakan air terjun yang jernih dengan pemandangan asri yang memukau di sekitarnya. Destinasi ini dikelola oleh Pemerintah Desa Kalisidi dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bela Pesona sebagai mitra dari Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara.

    Pada area yang sama dengan Curug Lawe, terdapat Curug Benowo yang juga menyuguhkan keindahan air terjun yang indah. Yuk, ketahui apa saja daya tarik, fasilitas, harga tiket, beserta lokasi Curug Lawe.

    Daya Tarik Curug Lawe

    Curug Lawe mempunyai air terjun bak benang putih yang turun dari tebing. Namun, sebelum menyaksikan keindahannya, traveler perlu melewati jalur trekking yang menantang terlebih dahulu. Berikut daya tarik Curug Lawe lengkapnya:


    1. Air Terjunnya seperti Benang Putih

    Air terjun ini disebut dengan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat seperti benang putih yang menjuntai. Dalam bahasa Jawa, benang putih yang menjuntai disebut lawe.

    2. Jalur Trekking yang Menantang

    Sebelum sampai ke Curug Lawe, traveler harus menempuh jalur trekking yang cukup menantang. Jalan setapak yang dilalui hanya selebar 40 cm.

    Menurut e-paper Universitas Diponogoro, jaraknya sekitar 2,5 km dari area parkir kendaraan. Selama perjalanan, traveler bisa menikmati keindahan alam dan mengambil gambar di beberapa spot foto.

    3. Jembatan Romantis

    Mengutip salah satu laman agen travel, pada jalur trekking, traveler akan menemukan beragam jembatan yang melintang di atas sungai kecil atau jalur irigasi. Salah satunya adalah Jembatan Romantis yang berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

    4. Curug Benowo

    Dalam satu kawasan Curug Lawe, di sisi timur terdapat Curug Benowo yang berjarak dekat.Curug ini berada di lereng yang lebih terbuka.

    Untuk sampai di Curug Benowo, traveler perlu menempuh jarak 2,5 km. Di area Curug Benowo dapat dijadikan lokasi berkemah.

    Fasilitas Curug Lawe

    Fasilitas yang dimiliki Curug Lawe cukup lengkap. Berikut di antaranya:

    • Tempat parkir
    • Toilet
    • Musholla
    • Tempat duduk di beberapa titik area
    • Warung makan yang menjual snack, makanan berat, dan minuman
    • Pos peristirahatan
    • Ranger, jika memerlukan
    • Porter, jika memerlukan.

    Lokasi Curug Lawe

    Curug Lawe berada di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Jaraknya dari kota Semarang sekitar 12 km, sementara dari kota Ungaran sekitar 7 km.

    Jika berangkat dari Ungaran, ambil arah ke Mapagan melalui jalan tembus ke Boja. Ambil belokan ke kiri di desa Sumur Gunung. Dari pertigaan Sumur Gunung terus ke arah selatan sampai perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 km.

    Harga Tiket dan Jam Operasional Curug Lawe

    Sebelum mengunjungi Curug Lawe, ketahui dulu harga tiket dan jam operasional destinasi ini. Berikut informasinya.

    Harga Tiket Curug Lawe

    • Harga tiket masuk: Rp 8.000
    • Parkir motor Rp 3.000
    • Parkir mobil: Rp 5.000

    Jam Operasional Curug Lawe

    Setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB

    Itulah informasi mengenai Curug Lawe. Sebelum mengunjungi destinasi ini jangan lupa untuk mengetahui harga tiket atau jam operasional terbarunya ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Spot Wisata Ramah Anak dan Keluarga di Semarang, Cocok untuk Nataru!



    Semarang

    Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tiba. Bagi traveler yang memutuskan berlibur ke Semarang, bisa singgah ke beberapa destinasi yang ramah anak dan keluarga lho.

    Semarang dikenal sebagai salah satu tujuan yang menjadi idaman saat libur panjang tiba. Mudahnya akses hingga banyaknya destinasi menjadi pertimbangan menarik.

    Berkunjung ke Semarang, traveler dapat berkunjung ke berbagai spot wisata yang menawarkan suasana alam hingga taman bermain. Namun, jika traveler mencari yang ramah keluarga, berikut ini daftarnya.


    6 Tempat Wisata di Semarang yang Ramah Anak dan Keluarga:

    1. Silayur Park

    Silayur Park adalah tempat yang ideal untuk liburan bersama anak dan keluarga karena menawarkan beragam aktivitas menyenangkan bagi semua kalangan. Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas seperti kolam renang yang dikelilingi pepohonan, serta area permainan yang cocok untuk anak-anak.

    Dilihat dari akun Instagram @silayurpark, tempat wisata ini memiliki berbagai wahana seru, seperti arena outbound dengan tantangan seperti high rope. Bagi pengunjung yang suka basah-basahan, ada juga kolam renang yang menyegarkan.

    Jika ingin beristirahat sejenak, Silayur Park menyediakan kafe dan restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat. Pengunjung bisa menikmati camilan seperti tempe kemul dan tahu krispi, atau makanan berat seperti nasi ayam bakar, magelangan, dan nasi nila bakar.

    Untuk anak-anak, terdapat kebun binatang mini yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan berbagai hewan jinak, serta area permainan yang lengkap dengan rumah-rumahan kayu, jungkat-jungkit, dan ayunan. Selain itu, tempat ini juga menawarkan suasana yang nyaman dan sejuk berkat banyaknya pepohonan rindang yang tumbuh di sekitar area.

    Akses menuju Silayur Park juga sangat mudah dijangkau, menjadikannya pilihan ideal untuk liburan keluarga yang menyenangkan. Dengan fasilitas lengkap dan suasana yang asri, Silayur Park merupakan tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati waktu bersama orang terdekat.

    Lokasi: Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Semarang Barat

    Harga tiket: Gratis

    Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00-16.00 WIB

    2. Taman Bunga New Celosia

    Suasana Taman Bunga New Celosia di Kabupaten Semarang, Kamis (29/6/2023).Suasana Taman Bunga New Celosia di Kabupaten Semarang, Kamis (29/6/2023). (Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

    Dikutip dari laman resminya, Taman Bunga Celosia terletak di lereng Gunung Ungaran, kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang. Dengan suasana pegunungan yang khas dan udara yang sejuk, tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.

    Destinasi ini pertama kali didirikan pada tahun 2017 oleh seorang pelopor muda di bidang pertanian. Konsepnya menggabungkan taman bunga modern, spot foto menarik, wahana permainan, dan cafe garden untuk pengalaman wisata yang lengkap.

    Taman Bunga Celosia cocok dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga keluarga. Tempat ini juga menawarkan ratusan jenis bunga hias yang menambah pesona taman dan melayani penjualan bunga dalam pot di area sekitar.

    Fasilitas di Taman Bunga Celosia sangat memadai, termasuk area parkir luas yang mampu menampung banyak kendaraan. Lokasi ini menyediakan berbagai spot foto unik, seperti Little Italia, Little Korea, Dermaga Putih, hingga taman bunga yang memanjakan mata.

    Selain itu, terdapat Cafe Garden Celosia yang menawarkan suasana santai untuk menikmati makanan dan minuman. Pengunjung dapat bersantai sambil memandang panorama pegunungan yang memukau dari sudut taman.

    Dengan luas lebih dari 8 hektare, Taman Bunga Celosia menjadi pilihan wisata yang lengkap dan menyenangkan. Tempat ini menawarkan pengalaman berlibur yang tak hanya indah tetapi juga menyegarkan bagi siapa saja yang datang.

    Lokasi: Jalan Ke Candi Gedong Songo, Beroken, Banyukuning, Bandungan, Kabupaten Semarang

    Harga tiket:

    • Rp 30 ribu pada Senin-Jumat
    • Rp 35 ribu pada Sabtu-Minggu

    Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00-17.00 WIB

    3. Little Ranch Sidomukti

    Dikutip dari laman resminya, Little Ranch yang berada di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti merupakan destinasi wisata edukasi yang mengusung konsep peternakan ala Selandia Baru dengan suasana khas pegunungan. Tempat ini menghadirkan pengalaman unik yang memadukan keindahan alam dan udara segar yang menyejukkan.

    Sesuai dengan temanya, Little Ranch menghadirkan berbagai hewan ternak seperti domba texel, ayam arab, kelinci, kuda, dan kambing. Suasana peternakan semakin lengkap dengan keberadaan padang rumput dan kandang-kandang yang dirancang menyerupai peternakan di luar negeri.

    Bangunan kandang di Little Ranch didesain menyerupai Red Barn, sebuah gaya khas peternakan di negara-negara seperti Selandia Baru, Swiss, dan Inggris. Pemandangan pegunungan yang indah, kabut tipis, serta perkebunan sekitar menambah kesan alami dan menyerupai peternakan di Eropa.

    Di tempat ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan ternak, seperti memberi makan atau menunggangi kuda. Selain itu, tersedia berbagai aktivitas seru seperti mengendarai skuter listrik, ATV, atau sekadar bersantai menikmati suasana di cafe yang ada di area peternakan.

    Untuk menikmati keindahan keseluruhan area, pengunjung bisa menggunakan jembatan tinggi atau menara yang juga cocok untuk berfoto. Spot-spot tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan pemandangan yang tak terlupakan.

    Selain berbagai aktivitas utama, Little Ranch juga menyediakan wahana permainan anak seperti trampolin, memanah, dan mewarnai. Konsep ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung dari segala usia.

    Lokasi: Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

    Harga tiket: Rp 20 ribu

    Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00-18.00 WIB

    4. Saloka Theme Park

    Saloka Theme Park Semarang.Saloka Theme Park Semarang. (Dok Saloka)

    Dikutip dari situs resminya, Saloka Theme Park merupakan salah satu destinasi wisata Pesona Indonesia yang menghadirkan taman rekreasi tematik untuk keluarga. Tempat ini mengusung konsep kearifan lokal dan terletak di titik strategis yang menghubungkan Semarang, Salatiga, Surakarta, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Taman rekreasi ini dibangun di atas lahan seluas 12 hektare dan dilengkapi dengan 25 wahana modern. Semua wahana dirancang dan dibuat oleh tenaga ahli berpengalaman dengan standar internasional untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

    Nama Saloka terinspirasi dari legenda Rawa Pening, sebuah kawasan yang berada tak jauh dari lokasi taman ini. Cerita rakyat tersebut berkisah tentang pasangan Ki Hajar Salokantara dan Nyi Endang Sawitri yang memiliki anak bernama Baru Klinting, seekor naga yang mampu berbicara seperti manusia.

    Baru Klinthing dikenal sebagai sosok naga yang baik hati dan suka membantu orang lain. Dari legenda inilah, Saloka mengadopsi filosofi keceriaan yang diwujudkan melalui maskotnya, seekor naga bernama Loka.

    Dengan membawa semangat dari cerita rakyat, Saloka berupaya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh pengunjungnya. Konsep unik ini membuat Saloka tak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai lokal yang kaya.

    Saloka Theme Park menawarkan lima zona seru yang bisa dijelajahi. Saat pertama kali masuk, detikers akan disambut oleh zona Pesisir, di mana dekorasi, interior, dan bentuk bangunannya dirancang menyerupai suasana pantai. Jadi, jangan lupa siapkan kacamata hitam untuk merasakan nuansa pantai yang menyenangkan!

    Setelah menikmati suasana pantai, detikers dapat melanjutkan ke zona Balalantara yang menghadirkan tema hutan belantara. Di zona ini, tersedia berbagai wahana dan atraksi yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

    Bagi anak-anak, zona Kamayayi adalah tempat yang sempurna! Zona ini dirancang khusus untuk si kecil dengan berbagai wahana yang menyenangkan sekaligus edukatif. Tak ketinggalan, tersedia juga berbagai food stall dan kedai es krim yang siap memanjakan selera.

    Jika detikers mencari sensasi mendebarkan, zona Ararya adalah pilihan yang tepat! Zona ini dirancang untuk pengunjung yang menyukai tantangan dan wahana dengan sensasi ekstrem.

    Untuk yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner, zona Segara Prada menjadi pilihan yang pas. Mengusung tema pertambangan, zona ini memungkinkan detikers menikmati waktu bersama keluarga dengan pengalaman yang santai namun tetap seru.

    Lokasi: Jalan Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang

    Harga tiket: Rp 150 ribu

    Jam buka:

    • Sabtu-Kamis, pukul 10.00-20.00 WIB
    • Jumat, pukul 12.00-20.00 WIB

    5. Watu Gajah

    Watu Gajah Park, Semarang.Watu Gajah Park, Semarang. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

    Dikutip dari akun Instagramnya, @watugajahpark, tempat wisata ini menawarkan suasana alam yang cocok untuk berlibur bersama anak dan keluarga. Keindahan taman yang asri di Watu Gajah Park dengan ornamen penuh warna menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin menikmati liburan yang menyegarkan.

    Tempat wisata yang berada di daerah pegunungan ini membuat pengunjung dapat menikmati kesejukan alami sambil bersantai di berbagai spot foto yang cocok untuk diunggah ke media sosial. Dengan latar belakang alam yang indah, Watu Gajah Park menyediakan banyak area yang cocok untuk berfoto dan menikmati pemandangan.

    Salah satu daya tarik unik di Watu Gajah Park adalah kebun binatang mini yang menawarkan pengalaman edukatif dengan berbagai hewan. Di sini, detikers dapat melihat berbagai jenis burung, termasuk burung love bird yang tinggal di kandang terbesar dan paling menakjubkan, di mana mereka bisa terbang bebas.

    Selain kebun binatang mini, Watu Gajah Park juga menawarkan banyak wahana permainan yang menyenangkan. Ada dua kolam renang lengkap dengan seluncuran, area skate park, jogging track, flying fox, sepeda angkasa, dan kolam pemancingan yang cocok untuk seluruh keluarga.

    Tidak hanya wahana, Watu Gajah Park juga memiliki taman bunga vertikal yang indah. Bunga-bunga tersebut tumbuh secara vertikal, memberikan kesan berbeda dengan taman bunga pada umumnya. Selain itu, ada juga Lorong Cinta yang terkenal dengan atap besi berbentuk hati, sering dikunjungi pasangan muda yang ingin menikmati suasana romantis.

    Fasilitas yang tersedia di Watu Gajah Park cukup lengkap, mulai dari mushola, kamar mandi, gazebo, hingga area parkir yang luas. Di sekitar lokasi wisata, detikers juga dapat menemukan banyak warung makan yang menyajikan masakan khas Semarang yang lezat.

    Lokasi: Jalan Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang

    Harga tiket:

    • Rp 25 ribu pada Senin-Jumat
    • Rp 30 ribu pada Sabtu dan Minggu

    Jam buka: Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

    6. Pinusia Park

    Pinusia Park Ungaran yang terletak di pusat Kabupaten Semarang, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang seru bagi anak dan keluarga. Dikutip dari laman resmi Visit Jawa Tengah, tempat ini dikenal dengan keindahan hutan pinusnya yang menakjubkan, menjadikannya lokasi ideal untuk melepas lelah dari rutinitas sehari-hari.

    _________________

    Baca artikel selengkapnya di detikJateng

    (wkn/wkn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Wisata Pegunungan yang Bisa Ditempuh dengan Motor



    Semarang

    Traveler bisa kok menikmati keindahan ketinggian tanpa harus capek mendaki. Beberapa gunung ini bisa dituju dengan sepeda motor lho.

    detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) wisata pegunungan yang bisa ditempuh dengan sepeda motor. Apa saja? Berikut ulasannya:

    1. Gunung Telomoyo

    Gunung Telomoyo, Magelang, Minggu (4/9/2022).Gunung Telomoyo, Magelang Foto: Eko Susanto/detikJateng

    Gunung Telomoyo terletak di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Gunung ini kerap dijadikan sebagai destinasi Sunday morning riding (Sunmori) oleh para pesepeda motor. Di atas puncaknya, kita bisa menyaksikan pemandangan lautan awan.


    Selain itu, kita juga bisa menyaksikan gagahnya gunung-gunung lain.

    Harga tiket masuk untuk menuju puncak Gunung Telomoyo via Ardat Dalangan adalah Rp15.000 per orang. Selain itu, pengelola juga menyediakan persewaan sepeda motor dengan harga per unitnya sebesar Rp 70.000 hingga Rp 100.000 (khusus sunrise).

    Jika ingin merasakan sensasi yang berbeda ketika berkendara menuju puncak Gunung Telomoyo, detikers juga bisa memilih untuk menyewa Jeep. Harga sewa per unitnya adalah Rp400.000 yang bisa membawa lima orang penumpang.

    2. Dieng Plateau

    Traveler bisa menikmati suasana pegunungan di Dieng dan menjangkaunya dengan sepeda motor. Diantaranya yaitu Bukit Sikunir, Telaga Warna dan Telaga Pengilon, Kawah Sikidang, Candi Arjuna Compelx dan Dieng Plateau Theater.

    Namun perlu diperhatikan juga cuaca dan kabut yang menghalangi visibilitas di tengah jalan yang curam, menanjak dan licin.

    3. Gunung Ungaran

    Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini cocok bagi pendaki pemula yang mulai menggeluti hobi mendaki.

    Tak hanya wisata alam, daya tarik Gunung Ungaran juga terdapat situs bersejarah yakni Candi Gedong Songo yang merupakan peninggalan Kerajaan Medang abad ke-9. Selain itu, sederet puncak Gunung Ungaran begitu mengesankan. Gunung ini memiliki tiga puncak yakni Botak, Gendol, dan Ungaran. Puncak Ungaran merupakan puncak tertinggi di gunung tersebut.

    Untuk mencapai puncak, pendaki bisa melalui jalur Medini serta Promasan atau Gedongsongo. Bila ingin cepat sampai ke puncak, kamu bisa motoran ke Basecamp Promasan dari Pasar Boja, Kendal.

    4. Kawah Putih Ciwidey

    Kawah Putih berada di Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat bisa juga dijangkau dengan sepeda motor kok. Kamu harus membayar tiket masuk dan restribusi motor.

    5. Puncak, Bogor

    Kawasan Puncak, Bogor sering menjadi destinasi liburan singkat warga Jabodetabek, salah satunya karena kemudahan bepergian ke sana. Puncak bisa dinikmati dengan sepeda motor.

    Banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan dari ketinggian dengan suasana yang sejuk. Serta jalannya yang berkelok dan menanjak menjadi tantangan tersendiri bagi pemotor.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Unik! Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Mengalir saat Kemarau



    Semarang

    Kali Odo merupakan salah satu destinasi wisata air yang menawarkan pengalaman unik dan menyegarkan, yang ada di Semarang. Sungai ini mengalirkan air jernih langsung dari mata air alami, memberikan nuansa alami yang khas dan menenangkan.

    Letaknya di Desa Gedangan, Kabupaten Semarang, Kali Odo dikenal bukan hanya sebagai tempat wisata. Tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat.

    Keunikan Aliran Air Kali Odo

    Mengutip informasi dari situs resmi Desa Gedangan, aliran air di Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah. Menariknya, aliran sungai tersebut justru muncul di musim kemarau, sementara saat musim hujan airnya menghilang.


    Fenomena itu menjadikan Kali Odo berbeda dari kebanyakan sungai lainnya. Air dari mata air ini tidak hanya dimanfaatkan untuk wisata, tetapi juga menjadi sumber air bersih yang sangat vital bagi warga.

    Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, air Kali Odo juga mengairi lahan pertanian dan sawah di beberapa desa, termasuk Gedangan, Sraten, dan Rowosari. Totalnya, lebih dari 50 hektare lahan pertanian bergantung pada aliran air ini.

    Nilai Sejarah dan Budaya yang Melekat

    Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata yang memiliki dua jenis lahan pertanian, yaitu area perkebunan dan sawah. Di wilayah barat desa, terdapat beberapa sumber mata air lain yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi.

    Hal itu dibuktikan dengan adanya susunan batu bata kuno yang ditemukan di sekitar sumber tersebut, meski hingga kini belum dilakukan penggalian lebih lanjut untuk menelusuri peninggalan tersebut.

    Selain kekayaan alam dan sejarahnya, Kali Odo juga menyimpan nilai budaya yang tinggi. Salah satu tradisi masyarakat yang masih lestari hingga kini adalah ritual sadranan. Dalam tradisi ini, warga berkumpul di sekitar sungai untuk melakukan kegiatan keceh atau mandi bersama di aliran air.

    Acara tersebut disertai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan air yang menghidupi mereka. Setiap kali musim kemarau tiba dan air dari mata air mulai mengalir, masyarakat mengadakan selamatan dengan menyajikan puluhan nasi tumpeng.

    Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap alam dan bentuk kebersamaan warga dalam menjaga warisan leluhur.

    Lokasi

    Kali Odo ini lokasinya berada di Desa Gedangan, Kecamata Tuntang, Kabupaten Semarang.

    Harga Tiket Masuk

    Untuk tiket masuknya, traveler dikenakan biaya Rp 5 ribu per orang. Dan jika ingin menyewa pelampung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5 ribu.

    Jam Operasional

    Wisata Kali Odo ini dibuka setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai 18.00 WIB

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com