Tag: kabupaten tangerang

  • Segar dan Menenangkan, Air Terjun Serbaraja Toll Park, Hidden Gem di BSD


    Jakarta

    Tangerang mempunyai destinasi ruang terbuka hijau dengan view air terjun kecil. Air terjun itu berada di Serbaraja Toll Park yang cocok untuk jogging pagi, me time sore, dan healing.

    Lokasi taman ada di dalam BSD area Kabupaten Tangerang. Dari sini, traveler bisa memandang Sungai Cisadane dengan air terjun mininya. Soal akses, kawasan ini mudah dijangkau dan terbuka untuk masyarakat umum.

    Serbaraja Toll Park The Breeze BSD TangerangAir terjun viral Serbaraja Toll Park The Breeze BSD Tangerang (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Air Terjun dan Keunikan Serbaraja Toll Park

    Serbaraja Toll Park ini unik karena lokasinya berada di bawah kolong jalan tol Serbaraja, tidak jauh dari pusat perbelanjaan The Breeze. Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan tiga air terjun kecil dari aliran Sungai Cisadane.


    Saat detikTravel berkunjung sore hari, taman itu relatif ramai. Menurut informasi, taman itu memang paling ramai pada pagi dan sore hari, serta sepanjang waktu saat akhir pekan. Taman itu memang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan dibuka untuk umum 24 jam.

    “Biasanya ramai saat weekend atau tanggal merah. Jam 05.00 WIB sudah ada yang lari di sini,” kata Suhadi, petugas keamanan setempat kepada detikTravel pada Rabu (29/10/2025).

    Menariknya lagi, taman itu juga kerap digunakan sebagai spot pemotretan wisuda. Namun, pengunjung wajib melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola agar tidak dikenakan biaya tambahan.

    “Taman ini bisa buat foto wisuda, tapi jangan dadakan ramai-ramai bawa kamera tanpa izin. Nanti kami petugas keamanan yang kena tegur. Yang ingin foto bisa minta izin ke pihak pengelola. Di sini ada CCTV, jadi kelihatan kalau ada keramaian,” ujar Suhadi.

    Menurut Suhadi, saat ini Serbaraja Toll Park masih dikelola pihak swasta sebagai developer utama. Pengelolaan ini meliputi perawatan, perizinan, dan penyiraman taman yang dilakukan dengan teratur.

    Vibe Serbaraja Toll Park

    Saat memasuki area taman, pengunjung akan disambut deretan tanaman hijau yang rindang dan asri dirawat setiap hari oleh petugas. Di dalamnya terdapat joging track yang bisa digunakan untuk berlari, berjalan santai, hingga bersantai menikmati udara segar.

    “Aku lagi jogging di sini. Jogging tracknya mulus, nggak berlubang, dan banyak tanaman hijaunya yang bikin pikiran fresh,” kata Mira, salah satu pengunjung.

    Di sepanjang jogging track, pengunjung juga disuguhi elemen estetis seperti batu-batuan kecil, jembatan, hingga lorong yang adem dan fotogenik. Menariknya, terdapat tiga pertigaan jembatan di area taman.

    Jika detikers berjalan lurus, jalur akan berlanjut ke track jogging berikutnya. Sementara itu, jika belok kiri, detikers akan keluar dari area taman. Selama berlari atau berjalan santai, pengunjung ditemani pemandangan sungai dengan suara gemericik air yang menenangkan.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung, disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan suasana yang teduh, adem, dan lebih ramai. Perpaduan suasana hijau, aliran sungai, dan jalur yang mulus membuat pengalaman jogging di taman ini terasa berbeda.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menag Sebut Agama Seperti Nuklir, Apa Maksudnya?



    Jakarta

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pandangan menarik tentang peran agama dalam kehidupan berbangsa. Dalam pidatonya, ia mengibaratkan agama layaknya energi nuklir. Apa maksudnya?

    Energi nuklir menurut Nasaruddin Umar punya dua sisi. Bisa membawa manfaat luar biasa bagi kemanusiaan, atau sebaliknya, menjadi kekuatan yang menghancurkan.

    “Agama itu seperti nuklir. Nuklir itu bisa memberikan jasa yang luar biasa,” ujar Nasaruddin Umar dalam acara Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan 2025 di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/8/2025).


    Ia mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, dan Jerman yang tarif listriknya murah karena memaksimalkan penggunaan energi nuklir. Namun, Nasaruddin juga mengingatkan bahwa energi nuklir dapat disalahgunakan menjadi bom yang memusnahkan peradaban.

    “Jadi tergantung, nuklir itu nanti kita mau pakai untuk jasa kemanusiaan atau juga pemusnahan kemanusiaan,” ujarnya.

    Menariknya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa agama seharusnya menjadi faktor sentripetal, yaitu kekuatan yang menyatukan. Bukan sentrifugal yang mencerai-beraikan umat dari satu titik. Dengan kata lain, agama harus menjadi perekat yang mengintegrasikan berbagai perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh.

    Ia yakin bahwa jika setiap umat beragama mendalami ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh, mereka tidak akan mempertajam perbedaan, melainkan akan menemukan titik temu. Hal ini menjadi landasan penting bagi kerukunan umat.

    Nasaruddin juga menyoroti bahwa pemahaman agama yang benar tidak hanya sebatas simbol atau atribut, tetapi tercermin dari perilaku sehari-hari seperti tutur kata, bahasa tubuh, kearifan, dan kebajikan. Ia pun menyerukan pentingnya membangun kurikulum cinta yang tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi juga di masjid, rumah ibadah, hingga lingkungan rumah tangga.

    “Kurikulum cinta ini bukan hanya untuk di sebuah ruang yang namanya sekolah, kurikulum cinta itu juga berlaku di masjid, di rumah-rumah ibadah yang lain, berlaku di lingkungan RT, di lingkungan rumah tangga,” pungkasnya.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Menag Prihatin Guru Madrasah Dibayar Rp 100 Ribu Sebulan, Bahkan Tak Digaji



    Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan fakta memilukan tentang nasib guru madrasah di Indonesia. Menurutnya, masih banyak guru yang hanya mendapatkan upah Rp 100 ribu per bulan, bahkan tak sedikit yang mengajar tanpa digaji sama sekali.

    Hal ini disampaikan Nasaruddin usai menghadiri acara Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan 2025 di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/8/2025).

    “Iya, bahkan banyak yang nggak digaji,” kata Nasaruddin Umar kepada wartawan.


    Namun, guru-guru tersebut masih tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut Nasaruddin Umar, mereka ikhlas mengajar kerena Allah SWT.

    “Tetap jalan karena lillahi ta’ala,” tuturnya.

    Maka dari itu, pemerintah hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut. Nasaruddin Umar mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan rakyat.

    Menurutnya, kepedulian tersebut terlihat dari berbagai program yang diluncurkan. Seperti sekolah rakyat, makanan gratis, koperasi merah putih, perumahan rakyat, dan cek kesehatan gratis.

    Nah, inilah tugasnya pemerintah. Kita bersyukur, berterima kasih. Pak Prabowo sangat aktif membaca sesuatu yang hidup dalam masyarakat kita,” ujarnya.

    “Hasil pembacaan beliau maka lahirlah sekolah rakyat, makanan gratis, koperasi merah putih, lahirlah perumahan rakyat, lahirlah cek kesehatan gratis. Luar biasa, itu sangat memihak kepada rakyat,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Nasaruddin berharap, program-program tersebut dapat terus berlanjut dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Terutama para guru madrasah yang selama ini berjuang tanpa imbalan yang layak.

    “Kita doakan ya, semoga program-program ini berlanjut dan menyentuh semua lapis bawah,” pungkasnya.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com