Tag: kaca film

  • Hati-hati! 6 Benda Ini Mudah Rusak Jika Terkena Sinar Matahari Langsung


    Jakarta

    Konon elemen yang disebut berisiko merusak barang-barang di rumah adalah air. Sebab, air dapat mempengaruhi kualitas bahan dan membuat lembap sehingga banyak benda-benda di rumah diminta untuk diletakkan di tempat yang kering.

    Namun, ada lagi lho ancaman lain yang juga harus dijauhkan dari benda-benda di rumah, yakni sinar matahari. Hal berbahaya dari adanya sinar matahari adalah sinar UV. Sinar satu ini tidak terlihat secara kasat mata tetapi keberadaannya baru disadari setelah benda-benda di rumah banyak yang rusak.

    Dilansir Library of Congress, sinar UV dapat membuat warna pada beberapa benda memudar. Selain itu, radiasinya dapat merusak serat pakaian dan ikatan kimia pada bahan benda tersebut.


    Bahaya dari sinar UV ini membuat banyak produsen berlomba untuk membuat produk dengan bahan yang tahan terhadap sinar UV. Namun sayangnya, pasokannya tidak sebanyak dengan barang-barang yang memakai kualitas tambahan tersebut.

    Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

    1. Furniture Kayu

    Banyak yang mengatakan kekurangan dari bahan kayu adalah mudah lapuk dan keropos karena rayap. Namun, jarang yang mengatakan sinar matahari dapat menjadi salah satu ancaman tersebut.

    Sinar UV dapat menyebabkan perubahan warna dan pemudaran pada kayu keras dan pelapis kayu. Bahkan kayu dapat melengkung dan retak jika kondisinya sudah parah.

    Cara untuk melindungi furniture kayu dari sinar UV adalah tidak meletakkan barang dari kayu di area yang terbuka. Untuk melindungi furniture kayu yang berada di dalam rumah, bisa dengan memasang tirai atau kaca film yang dapat menghalau paparan sinar matahari langsung. Akan tetapi hal itu berisiko membuat bagian dalam rumah memang akan terasa lebih gelap.

    Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memindahkan furniture kayu ke area yang lebih dalam dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

    2. Bahan Tekstil

    Kepala Elaine Santos Design Elaine Santos memperingati agar bahan-bahan tekstil sebaiknya jauh dari paparan sinar matahari. Material ini paling rentan dan paling cepat rusak jika terkena sinar UV.

    Sinar UV dapat mempengaruhi warna dan daya tahan serat pada tekstil. Tekstil di sini bukan hanya pakaian, melainkan perabotan yang bahannya lembut dari kain, termasuk gorden jendela yang fungsinya untuk menghalau sinar matahari. Elaine menyarankan agar gorden juga dipasang yang memiliki daya tahan untuk menangkis sinar UV.

    3. Karpet

    Banyak karpet terbuat dari bahan kain atau tekstil. Letaknya yang berada di bawah, mudah sekali terpapar sinar matahari langsung. Hal ini dapat menyebabkan karpet berubah warna dan kualitasnya menurun. Cara untuk menjaga karpet dapat tahan lama dengan memakainya saat dibutuhkan saja dan simpan rapi saat tidak dipakai.

    4. Sarung Bantal dan Selimut

    Jenis tekstil lainnya yang juga harus dijauhkan dari sinar matahari langsung adalah kasur di rumah terutama yang memakai sarung bantal dan selimut dari bahan kain. Sarung bantal yang sering terpapar sinar matahari akan lebih pudar warnanya daripada sisi lainnya.

    5. Foto Cetak dan Lukisan

    Barang yang rentan rusak karena sinar UV adalah foto cetak dan lukisan. Menurut Presiden dan Direktur Kreatif Keita Turner Design, Keita Turner, kedua barang tersebut rentan pudar dan mengalami perubahan warna jika terkena sinar matahari langsung.

    “Sebaiknya simpan benda-benda berharga ini di tempat yang teduh agar tetap berkilau dan utuh selama bertahun-tahun mendatang. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan kaca pelindung UV atau akrilik saat membingkainya,” saran Turner seperti yang dikutip, Kamis (10/7/2025).

    6. Perabotan Kulit

    Bukan hanya tekstil dan perabotan kayu, barang-barang dari rumah yang berbahan kulit asli juga sebaiknya dijauhkan dari sinar matahari langsung. Paparan sinar UV yang terlalu lama dapat memudarkan dan mengeringkan kulit, serta yang paling parah adalah membuat permukaannya kaku dan retak.

    Cara mencegahnya dengan membuat penghalang agar sinar matahari tidak menyorot langsung ke barang-barang berbahan kulit. Bisa juga dengan memasang penutup pada perabotan tersebut.

    Itulah beberapa benda yang sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum? Kaca Film Ternyata Ada yang Mengandung Emas



    Jakarta

    Kaca film biasa digunakan pada kendaraan untuk kenyamanan. Kaca film biasanya dipasang untuk menangkal panas masuk ke kabin. Tapi, kaca film ternyata bukan sembarangan lapisan. Bahkan, ada lapisan emas pada kaca film terkini.

    Menurut Vice President Director PT V-KOOL Indo Lestari, Linda Widjaja, di beberapa kaca film terdapat lapisan emas. Bukan buat pamer, lapisan emas ini berfungsi untuk memantulkan panas.

    “VK Series dari V-KOOL menggunakan kaca film multi-layer sputtered metal yang diperkuat dengan emas yang sangat baik dalam memantulkan panas,” kata Linda dikutip Rabu (17/1/2024).


    Menurut Linda, performa kaca film paling baik menolak panas adalah kaca film multi-layer sputtered metal (kaca film dengan beberapa lapisan metal penolak panas). Lapisan emas pada kaca film berfungsi untuk memantulkan panas.

    Linda menjelaskan, kaca filmnya menggunakan bahan tembus pandang super hingga 10 lapisan atom Indium Oxide and Silver yang selanjutnya diperkaya dengan emas. Proses kompleks ini memberi kaca film tersebut performa penolakan panas yang lebih baik tanpa terlihat reflektif atau gelap. Teknologi spectrally selective didasarkan pada teknik penolakan panas.

    “Teknologi Spectrally Selective secara pintar akan meneruskan cahaya tampak (Visible Light Transmission) dan menolak sinar inframerah dan ultraviolet lebih dari 99%. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan visibilitas berkendara di malam hari. Namun, yang terpenting teknologi ini bisa melindungi interior mobil dari pemudaran warna dan juga melindungi pengemudi serta penumpang dari bahaya sinar ultraviolet,” sebut Linda.

    Dijelaskan, ada beberapa jenis kaca film. Ada yang menggunakan metal biasa, ada juga yang pakai non-metal. Untuk kaca film metal biasa, sebagian besar terbuat dari logam biasa seperti aluminium, nikel dan perunggu. Logam-logam ini memiliki beberapa fungsi penolak panas, namun datang dengan tampilan reflektif yang mengganggu dan tidak banyak meneruskan cahaya sehingga membuat mengemudi malam hari menjadi lebih sulit.

    “Metal biasa juga memiliki kelemahan mudah mengalami demetalisasi dan logam yang ditambahkan pada film lebih tidak merata. Logam biasa dan teknologi manufakturnya juga berpengaruh pada harga film. Konsumen harus waspada pada kaca film jenis ini bila dijual lebih tinggi daripada nilai yang seharusnya,” jelas Linda.

    Sedangkan kaca non-metal bisa dibuat dari material seperti oksida dan nitrat. Manfaat dari kaca film jenis ini adalah tidak memiliki permukaan seperti cermin.

    “Tapi performa mereka dalam penolakan panas umumnya rendah. Mereka bekerja seperti ‘spons’, menyerap panas bukannya memantulkan panas. Jadi secara alami mereka diklasifikasikan sebagai penyerap panas. Film non-metal yang sangat murah seperti film yang dicelup bahkan bisa pudar warnanya di bawah paparan sinar matahari. Film non-metal seperti nitrat lebih baik karena memiliki beberapa sifat penolakan panas tetapi biasanya lebih gelap, lebih mudah menyerap panas dan permukaan film rentan retak,” katanya.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Catat! Kaca Film Bisa Mencegah Penuaan Dini Lho…



    Jakarta

    Pemilihan kaca film menjadi hal penting saat detikers memiliki kendaraan, jika salah memilih kaca film bisa dipastikan bisa merugikan kita sebagai pengendara. Sebut saja seperti bakal lebih boros penggunaan bahan bakar, akibat penggunaan AC berlebih. Bahkan kaca film yang salah juga bisa menyebabkan kanker kulit, karena selalu terparpar sinar matahari.

    Nah untuk itu pemilihan kaca film terbaik wajib hukumnya, sebagai salah satu referensi pilihlah kaca film yang dirancang dengan elastisitas tinggi untuk menutup lekukan ekstrem secara sempurna, yang mampu self-healing, dilengkapi teknologi HydroGard™, dan lain-lain.

    “Melalui riset mendalam bersama tim berpengalaman dan penerapan standar produk berkelas dunia, kami menghadirkan solusi yang mampu memenuhi kebutuhan para penggemar otomotif. Berbagai produk tersebut kami rancang untuk memberikan perlindungan maksimal pada kendaraan sekaligus menjaga estetika tampilannya agar tetap sempurna. Dengan begitu, kendaraan tidak hanya terlihat menawan tetapi juga terlindungi secara optimal,” ungkap National Sales & Marketing Manager PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND) distributor LLumar Window Film, LLumar Paint Protection Film, CPF1 Window Film & Duratect Paint Protection Film (PPF), Herrys Winata.


    Herrys menambahkan layaknya LLumar Window Film, kaca film buatan Amerika Serikat ini diklaim menjadi produk inovatif yang mampu memberikan perlindungan optimal dari sinar ultraviolet matahari dan telah direkomendasikan oleh Skin Cancer Foundation & British Cancer Foundation sebagai produk yang dapat mencegah penuaan dini dan kanker kulit.

    Dalam gelaran GJAW 2024, JKIND ikut memperkenalkan CPF1 Black Security yang menawarkan fungsi ganda. Kaca film ini tidak hanya mampu menolak panas secara maksimal, tetapi juga memberikan perlindungan ekstra bagi pengemudi dan penumpang dengan mencegah semburan serta serpihan pecahan kaca jika terjadi kecelakaan. CPF1 Black Security memiliki ketebalan hingga empat kali lipat dibandingkan kaca film penolak panas pada umumnya, menjadikannya pilihan yang tangguh untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

    Booth Kaca Film CPF1 di GJAW 2024Booth Kaca Film CPF1 di GJAW 2024 Foto: dok. LLumar

    Produk unggulan lainnya yang dibawa adalah Duratect, brand Paint Protection Film (PPF) dengan teknologi mutakhir yang menawarkan solusi pelindung untuk permukaan kendaraan dari berbagai goresan, kotoran, dan korosi. Duratect memberikan lapisan perlindungan yang efektif sekaligus menjaga penampilan kendaraan tetap seperti baru.

    “Partisipasi JKIND dalam GJAW 2024 menjadi langkah konkret perusahaan dalam mendukung perkembangan industri otomotif di Indonesia. GJAW 2024 menjadi platform strategis untuk memperkenalkan produk inovatif berkualitas tinggi sekaligus mendorong penjualan langsung di penghujung tahun 2024,” kata Herrys.

    Sebagai catatan, JKIND ikut berpartisipasi GJAW 2024 yang berlangsung pada 22 November-1 Desember 2024, berlokasi di Hall 10 nomor 10D serta booth satelit di pre-function Hall 5. Pengunjung yang hadir bisa mendapatkan wawasan produk otomotif terkini serta berbagai promo menarik sepanjang pameran berlangsung.

    (lth/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Rekomendasi Kegelapan Kaca Film Mobil



    Jakarta

    Penggunaan kaca film biasanya digunakan untuk kenyamanan, keamanan, maupun privasi pengemudi dan penumpang. Tetapi, memilih tingkat kegelapan kaca film tidak boleh dilakukan sembarangan.

    Linda Widjaja, Vice President PT V-Kool Indo Lestari menyebutkan beberapa rekomendasi tingkat kegelapan kaca film. Tingkat kegelapan kaca mengacu pada standar visible light transmission (VLT).

    Pertama untuk kaca depan, Linda menyebut tidak boleh lebih dari 40 persen.


    “Tentu untuk kaca depan baiknya tidak terlalu gelap, 30 sampai 40 persen masih oke,” kata dia di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2025).

    Jika kaca depan terlalu gelap bisa mengganggu visibilitas pengemudi, terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk.

    “Sekali lagi tergantung daripada selera masing-masing. Di beberapa daerah itu mereka suka memakai kaca yang gelap-gelap, biar pun kaca depan. Tapi kita sangat kita tidak sarankan, karena saat hujan itu akan mengganggu,” jelas dia.

    Dia melanjutkan kaca samping dan belakang tidak boleh lebih gelap dari 80 persen. Artinya minimal 20 persen harus ada cahaya yang masuk.

    “Kaca samping dan belakang maksimum 80 persen,” kata dia.

    V-Kool di GIIAS 2025

    Pada gelaran GIIAS 2025, PT V-Kool Indo Lestari selaku agen pemegang merek kaca film V-Kool di Indonesia, menampilkan beragam inovasi terkini yang menggabungkan performa teknis unggulan dan sentuhan estetika modern di area seluas 104 meter persegi di Pre Function Hall 9.

    V-Kool memperkenalkan dua produk andalan. Yang pertama adalah V-KOOL Ultimate Solitaire Series, sebuah kaca film canggih dengan teknologi XIR yang memberikan tingkat penolakan panas tertinggi di kelasnya. Teknologi ini mampu menghadirkan kenyamanan maksimal bagi pengendara tanpa mengorbankan tampilan visual kendaraan.

    Lanjut kedua adalah V-Kool Paint Protection Film (PPF), solusi perlindungan cat mobil dari goresan dan cuaca ekstrem tanpa mengurangi estetika mobil.

    Selama GIIAS 2025, V-kool memberikan potongan harga hingga 30% untuk setiap pembelian kaca film full body, mencakup kaca depan, samping, dan belakang. Sebagai bonus tambahan, setiap pembelian kaca film minimal Rp 5 juta, konsumen akan mendapatkan topi original New Era.

    Untuk pembelian V-Kool PPF Full Wrap bisa mendapatkan potongan tambahan Rp 3juta atau gratis kaca film depan saja,- kaca film ini bisa dipasang di mobil lain jika diinginkan.

    Selanjutnya Free Coating Premium sebelum pemasangan PPF, Free Screen Protector PPF, serta Free Asuransi 1 Tahun. Promo ini sangat terbatas selama pameran.

    Selama pameran GIIAS 2025, setiap pembelian produk V-KOOL memberi kesempatan untuk memenangkan satu dari tiga pasang sepatu Nike custom edisi spesial.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com