Tag: kafe jakarta

  • Kafe Teduh Ini Punya Menu Ceremonial Matcha Asli Kyoto


    Jakarta

    Di tengah gedung tinggi di Jakarta, ada kafe dengan suasana teduh yang dipenuhi pepohonan hijau. Menawarkan menu pakai ceremonial matcha asli Jepang.

    Mengikuti kopi, tren minum teh kini mulai diminati banyak orang. Karenanya banyak kafe yang secara khusus menawarkan seduh teh autentik, salah satunya matcha.

    Tak tanggung-tanggung, bahkan kafe tersebut menggunakan ceremonial matcha asli Jepang yang tak diragukan lagi kualitasnya. Salah satunya, kamu bisa mampir ke kafe bernama Hakon.


    Setelah sukses buka di Depok, Hakon kini membuka cabang keduanya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Di cabang keduanya ini, kafe tersebut mengusung konsep berbeda.

    Detail Informasi Hakon Ethnic
    Nama Tempat Makan Hakon Ethnic
    Alamat Jl. Taman Setia Budi II No.11 5, RT.5/RW.3, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910
    No Telp
    Jam Operasional 08.00
    22.00
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 45.000
    Tipe Kuliner Serba matcha
    Fasilitas
    • Dine in
    • Parkir
    • Galeri keramik

    1. Kolaborasi dengan galeri keramik

    Hakon EthnicHakon Ethnic berkolaborasi dengan galeri keramik milik F Widayanto. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Hakon yang buka di Setiabudi ini dikenal dengan nama Hakon Ethnic. Dinamakan demikian, lantara Hakon berkolaborasi dengan galeri keramik milik F Widayanto.

    Masuk ke kafenya kamu akan disambut dengan karya seni yang apik dan artistik. Tepat di lantai satu ini memang dijadikan sebagai galeri F Widayanto.

    Karena seni mulai dari patung, keramik, pahatan kayu, hingga kain tersedia di sana. Bahkan beberapa di antaranya sekaligus menjadi dekorasi yang memberi kesan etnik.

    2. Suasana teduh di bawah pepohonan

    Hakon EthnicHakon Ethnic memiliki suasana teduh karena banyak pepohonan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Yang menarik lagi, Hakon Ethnic ini juga memiliki suasana yang tenang dan teduh. Secara keseluruhan, kafe ini mengusung konsep ala Jepang dengan bar yang terkesan ‘clean’.

    Kafe ini memiliki area indoor dan outdoor. Di bagian outdoor-nya dipenuhi dengan tanaman hijau dan pepohonan yang menjulang tinggi. Bahkan sampai ke area lantai 3 kafenya.

    Hal inilah yang membuat suasana menjadi teduh dan berbeda dari kebanyakan kafe-kafe di Jakarta. Suasana paling teduh terasa di bagian teras di lantai 3.

    Menu yang ditawarkan di Hakon Ethnic ada di halaman selanjutnya.

    3. Menggunakan Ceremonial Matcha asli Jepang

    Hakon EthnicHakon Ethnic menggunakan Ceremonial Matcha. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Semua menu matcha di sini menggunakan ceremonial Matcha yang didatangkan langsung dari Kyoto, Jepang. Kamu bisa mencicipinya dalam segelas Matcha No 57.

    Untuk menu ini kami pesan seduhan medium seharga Rp 45.000. Matchanya diseduh menggunakan metode cold whisk dengan rasio 4 gram matcha, 60 ml susu cold whisk, dan 60 ml susu.

    Racikan ini menghasilkan karakteristik rasa pahit segar seperti rumput yang khas. Pada pangkal lidah terasa manis, ini karena campuran susu berlemak tinggi. Namun, rasa manis dan pahitnya terasa seimbang dan teksturnya tebal.

    4. Perpaduan Espresso dan Ceremonial Matcha

    Hakon EthnicMenu Smokypresso di Hakon Ethnic Foto: detikcom/Riska Fitria

    Pecinta kopi bisa mencicipi racikan unik dari Espresso dan Ceremonial Matcha dalam segelas Smokypresso seharga Rp 40.000. Untuk racikan ini menggunakan hojicha.

    Diracik dengan rasio 20 ml espresso, 100 ml susu, dan 3 gram hojicha. Perpaduan ketiganya menghasilkan karakteristik rasa yang umami dan teksturnya ringan tapi foamy.

    Rasanya juga terlalu seimbang antara espresso dan hojicha, sehingga tak ada yang lebih dominan. Rasanya menyatu dan bahkan jika kamu tak terlalu suka kopi, masih bisa menikmatinya.

    5. Dessert serba matcha

    Hakon EthnicMenu cheesecake matcha di Hakon Ethnic Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menikmati seduhan matcha kurang lengkap jika tidak dipadukan dengan dessert matcha. Salah satu yang jadi andalan di sini adalah Matcha Cheesecake seharga Rp 50.000.

    Adonan cheesecakenya menggunakan campuran matcha. Kemudian disajikan dengan topping matcha bubuk Ukurannya terbilang besar dengan tekstur yang lembut.

    Hakon EthnicMatcha Terrine di Hakon Ethnic Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk rasanya lebih dominan rasa keju yang gurih asin creamy. Kemudian ada Matcha Terrine seharga Rp 40.00. Desert satu ini juga disajikan dengan topping matcha bubuk.

    Teksturnya seperti matcha custard yang lembut, dan teksturnya ini lebih padat untuk disebut sebagai terrine. Rasanya matchanya kuat, dominan pahit rumput yang khas.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Misua Gaya Hing Hua dan Cake Mochi Nikmat di Kafe Kopitiam


    Jakarta

    Di Meruya, Jakarta Barat ada kafe unik berkonsep kopitiam dengan interior ala Korea. Menunya misua gaya hing hua hingga dessert cake mochi yang sayang dilewatkan.

    Jakarta Barat diklaim sebagai surganya kuliner enak. Mulai dari warung kaki lima, kafe, hingga restoran di sini banyak yang menyajikan makanan berkualitas.

    Rasanya autentik dengan konsep yang unik, seperti yang ditawarkan oleh Gin Gin Bakery Shop. Kafe tersebut berlokasi di compound space ECO 8, Meruya, Jakarta Barat. Tepatnya di Jl Taman Aries No 8, Meruya Utara.


    Kafe ini bisa jadi ide tempat kuliner dengan suasana teduh, karena compound space di sini dibuat berkonsep taman yang banyak pepohonan hijau dan hamparan rumput.

    1. Berkonsep kopitiam

    Gin Gin Bakery ShopGin Gin Bakery Shop berkonsep kopitiam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Meskipun namanya ‘bakery shop’, tetapi kafe ini juga menawarkan kuliner peranakan, yakni perpaduan antara China, Malaysia, dan Singapura.

    Gin Gin Bakery Shop mengusung konsep kopitiam dengan gaya bangunan ala Korea. Untuk pilihan kue-kue dan rotinya sendiri bergaya Western dengan kreasi yang unik.

    “Kalau di Jakarta Barat market kita itu lebih ke Chinese Indonesia, jadi kita nyamannya makanan yang kayak kopitiam, kayak kuliner peranakan, ada Chinesenya dan Melayu,” tutur Hana, salah satu pemilik Gin Gin Bakery Shop.

    2. Milik 4 chef

    Gin Gin Bakery ShopGin Gin Bakery Shop berlokasi di Meruya, Jakarta Barat. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Hana menceritakan bahwa Gin Gin Bakery Shop merupakan milik empat orang partner chef. Selain Hana, mereka adalah Novita, Shandy, dan Ricky.

    Berawal dari sebuah project, mereka bertemu kemudian memutuskan untuk membangun Gin Gin Bakery Shop. Masing-masing dari mereka memiliki peran tersendiri dalam menyajikan menu.

    Gin Gin Bakery ShopMenu Ci Cong Fan Platter di Gin Gin Bakery Shop Foto: detikcom/Riska Fitria

    Hana sendiri sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal dengan liqueur dessert-nya. Kemudian, ia membawa kue-kue tersebut untuk ditawarkan di Gin Gin Bakery Shop.

    “Partner-ku yang Novita itu juga pastry chefnya, dia yang mengatur menu, bikin produknya dan bikin rasanya. Kalau Shandy dan Ricky lebih ke makanan manis. Jadi, kita baginya di situ,” ujar Hana.

    Menu makanan yang ditawarkan ada di halaman selanjutnya.

    3. Ragam kuliner peranakan autentik

    Gin Gin Bakery ShopGin Gin Bakery Shop menawarkan ragam kuliner peranakan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Salah satu menu yang jadi favorit di Gin Gin Bakery Shop adalah misua. Misua atau misoa merupakan sejenis mie yang terbuat dari tepung gandum dan memiliki tekstur tipis.

    Kamu bisa pesan Misua Kuah (Rp 50.000) yang disajikan dengan kondimen telur nitamago, jamur kancing, dan daging ayam rebus. Mie-nya lembut dengan cita rasa gurih dari kuah kaldunya.

    Gin Gin Bakery ShopMenu Misua kuah di Gin Gin Bakery Shop Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak kalah menarik adalah varian Misua Hing Hua (Rp 50.000). Misua ini disajikan nyemek atau sedikit kuah. Kondimennya lebih lengkap ada jamur kancing, wortel, seledri, telur orak-arik, dan daging ayam.

    Makan Misua Hing Hua ini enak dipadukan dengan chili oil, sehingga menambah rasa yang gurih dan sensasi pedas mengigit. Untuk pelengkapnya, ada menu Ci Cong Fan Platter (Rp 45.000).

    4. Dessert cake mochi hingga egg tart

    Gin Gin Bakery ShopGin Gin Bakery Shop menawarkan egg tart. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk dessert-nya juga tak kalah menarik. Kamu bisa cicip Egg Tart yang teksturnya renyah di luar dan creamy di dalam. Rasanya manis dengan rasa vanila yang mendominasi.

    Di dalamnya ditambah dengan biji vanila asli yang juga menambah aroma. Selain itu, ada Mochi Cheesecake (Rp 65.000). Ini merupakan chiffon cake yang dilapisi dengan cream cheese.

    Gin Gin Bakery ShopGin Gin Bakery Shop menawarkan mochi cheesecake. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Lalu, dilapisi dengan kulit mochi yang elastis dan kenyal. Rasa kejunya cukup mendominasi, dengan sentuhan rasa yang dominan manis dan sedikit gurih khas keju.

    5. Berkonsep pet friendly

    Gin Gin Bakery ShopGin Gin Bakery Shop bekonsep pet friendly. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gin Gin Bakery Shop memperbolehkan pengunjung untuk membawa binatang peliharaan, seperti anjing dan kucing. Tentunya dengan syarat menggunakan popok.

    Di bagian mejanya juga diberi pengait khusus untuk menempatkan binatang peliharaan agar berlarian. Selain itu, binatang peliharaan dilarang naik ke atas meja.

    “Kita punya aturan dan syaratnya. Harus pakai popok, gak boleh naik meja, kita juga ada alat makan khusus mereka supaya gak pakai alat makan untuk pengunjung,” tutup Hana.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dessert Tofu hingga Sundae Alpukat Khas Vietnam Kini Hadir di Jakarta


    Jakarta

    Salah satu spot kuliner di Jakarta Barat menghadirkan kafe baru yang menawarkan menu dessert ala Vietnam. Ada sajian tofu flan hingga sundae alpukat nikmat.

    Kuliner khas Vietnam banyak yang populer di Indonesia. Di antaranya pho, banh mi, dan sajian kopinya. Namun, kafe ini mengusung konsep unik dengan menghadirkan ragam varian dessert-nya.

    Kafe itu adalah Banbe yang berlokasi di Eco8, Jalan Taman Aries No. 8, Meruya, Jakarta Barat. Kafenya cukup luas dengan area makan dalam ruangan (indoor) sehingga terasa nyaman.


    Konsep Kafe Gemas dan ‘Colorful’

    Banbe Jakarta tawarkan menu dessert khas VietnamBanbe Jakarta tawarkan menu dessert khas Vietnam Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Seperti kafe dessert pada umumnya, Banbe juga mengusung konsep imut yang menggemaskan dengan interior warna-warni cerah. Dekorasi kafe ini menggunakan furnitur yang warnanya senada.

    Dominasi warna biru dan putih menggambarkan kesan ceria pada Banbe. Pemilihan kursi dan meja makan juga pas dan terasa nyaman. Setidaknya bisa menampung hingga 30 pelanggan.

    Mereka juga memiliki karakter sebagai ikon Banbe, yaitu naga berwarna putih biru yang menggemaskan. Ikon naga ini juga menghiasi dekorasi kafe Banbe dan mereka juga menyediakan merchandise.

    Menawarkan Dessert Khas Vietnam

    Vietnam memang terkenal dengan sajian kopi dan sup dagingnya, tapi pilihan menu dessert juga bisa dicoba. Banbe menghadirkan ragam menu chè, puding, dan lainnya.

    Untuk menu chè berupa sup dengan isian ragam puding dan buah. Disajikan dengan sup bening rasa kelengkeng yang manis lembut. Biasanya disajikan dengan es batu.

    Puding tahu juga tak kalah menarik disajikan oleh Banbe. Pilihannya beragam dan terasa lembut saat dinikmati.

    Banbe juga memiliki sajian hidangan utama Vietnam. Kreasinya ada banh mi, spring roll, hingga nasi dengan lauk khas Vietnam.

    Detail Informasi (Banbe Jakarta)
    Nama Tempat Makan Banbe Jakarta
    Alamat Eco8, Jalan Taman Aries, Meruya Utara, Jakarta Barat
    No Telp 0811-153-633
    Jam Operasional 10.00 – 20.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 35.000 – Rp 65.000
    Tipe Kuliner Dessert
    Fasilitas
    • Area parkir luas
    • Pet friendly
    • Pembayaran non-cash

    Puding Tofu Saus Matcha dan Longan Che yang Manis Lembut

    Banbe Jakarta tawarkan menu dessert khas VietnamBanbe Jakarta tawarkan menu dessert khas Vietnam Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Dua menu yang detikFood pilih adalah Matcha Tofu Flan (Rp 55.000) dan Tricolor Longan Che (Rp 35.000). Keduanya adalah menu favorit di Banbe.

    Matcha Tofu Flan disajikan cantik di atas piring, sekelilingnya dihiasi dango berwarna putih dan hijau muda, serta mutiara tapioka keju. Tambah nikmat karena disiram dengan saus matcha yang kental.

    Sesuai namanya, sajian ini terasa sekali rasa khas tahu. Teksturnya sangat lembut, mirip seperti egg-pudding. Semua paduannya terasa pas ketika dinikmati bersamaan, ada sensasi lembut, kenyal, dan manis.

    Sementara untuk Tricolor Longan Che rasa manisnya lebih hambar. Disajikan bersama puding susu dengan 3 warna berbeda dalam kondisi dingin, jadi terasa menyegarkan saat dinikmati. Kuah supnya terasa sensasi mirip wedang ronde tanpa jahe.

    Sundae Alpukat yang Creamy

    Avo-Coco Sundae merupakan sajian sundae alpukat yang populer juga disajikan oleh Banbe. Terdiri atas jus alpukat yang creamy kental dan dipadukan bersama pasta kacang hijau, daging kelapa panggang, es krim kelapa, dan mutiara tapioka.

    Sensasi creamy-nya begitu terasa dari jus alpukatnya. Ada rasa manis pahit khas alpukat, lalu ditambah tekstur agak berserat dari kacang hijau, juga sentuhan gurih dari es krim kelapanya.

    Sundae ini bisa menjadi pilihan yang pas jika menyukai rasa kompleks. Apalagi juga ada sensasi kenyal dari mutiara tapiokanya.

    Banh Mi Burger Buat Ngemil

    Banbe Jakarta tawarkan menu dessert khas VietnamBanbe Jakarta tawarkan menu dessert khas Vietnam Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Tak hanya menawarkan ragam dessert lezat, tapi Banbe juga memiliki sajian camilan hingga hidangan utama. Salah satunya Banh Mi Burger (Bún Chả Bánh Mì) yang terinspirasi dari sandwich tradisional Vietnam. Harganya Rp 75.000 per porsi.

    Kreasinya mirip sajian banh mi, hanya saja rotinya berbentuk bundar mirip roti bun burger. Untuk tekstur roti tetap mirip banh mi yang agak keras, tapi renyah.

    Isiannya ada beef patty, daun selada, keju cheddar, bawang bombay, saus khas, dan daun ketumbar. Sensasinya seperti menikmati burger, tapi ada aroma harum dari daun ketumbar. Sajian ini juga dilengkapi dengan kentang goreng dan dua kondimen saus.

    Banbe Jakarta

    Eco8, Jalan Taman Aries, Meruya, Jakarta Barat
    Jam operasional: 10.00 – 20.00 WIB
    No. Telp: 0811-153-633
    Instagram @banbe_id

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngopi di Toko Merah, Ngopi di Kafe dengan Nuansa Batavia



    Jakarta

    Toko Merah nan bersejarah di Kota Tua itu kini disulap menjadi kafe Rode Winkel Coffee & Savoury. Sebuah tempat ngopi bernuansa Batavia tempo dulu.

    Bangunan ikonik Toko Merah itu berada di kawasan Kota Tua, tepatnya di Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Toko Merah itu mencolok dengan dinding betul-betul berwarna merah, bukan sekadar namanya.

    Toko Merah yang sudah ada sejak 1730 itu hidup kembali melalui kafe Rode Winkel. detikTravel singgah di kafe itu akhir pekan lalu, Sabtu (25/10/2025).


    Saat melangkah masuk, suasana klasik langsung terasa. Alunan lagu keroncong menyambut pengunjung yang datang, menciptakan nuansa nostalgia di tengah bangunan kolonial. Namun, kesan orisinal bangunan tetap dipertahankan, tangga berkarpet yang tampak kotor dengan debu, dinding putih yang catnya mulai mengelupas, serta ornamen tua yang dibiarkan apa adanya untuk menjaga nilai historis.

    Bagian dalam Toko Merah tidak merah. Bagian dalam Toko Merah berwarna putih yang mulai pudar dimakan waktu. Kontras warna merah di bagian luar dan putih di bagian dalam itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Kedua warna itu seolah memperlihatkan lapisan sejarah yang masih hidup di setiap sudutnya.

    Hampir seluruh interiornya unik, mulai dari lantai kayu tua, tangga melingkar, meja, hingga jendela besar bergaya Belanda. Setiap sudut membawa pengunjung kembali ke masa Batavia lama, saat kawasan Kali Besar menjadi pusat perdagangan penting di Asia.

    Toko Merah dibangun oleh Meneer Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, di atas lahan seluas 2.471 meter persegi. Sejak berdiri, Toko Merah telah melalui berbagai perubahan fungsi, mulai dari rumah pejabat kolonial, asrama maritim, toko milik warga Tionghoa, hingga kantor bank dan gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang.

    Toko Merah di Kota Tua, Jakarta BaratToko Merah di Kota Tua, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Kini, bangunan cagar budaya golongan A yang dimiliki PT Dharma Niaga ini dikelola oleh pemerintah dan disewa sebagian oleh Rode Winkel Café. Area yang difungsikan sebagai kafe berada di lantai 1 bawah dan sebagian lantai 2 bagian depan, sementara area lainnya masih dikosongkan dan belum difungsikan.

    Rode Winkel juga membagi dua jenis ruangan yang berbeda di kafenya, ada ruangan yang non AC dan ber-AC untuk para pengunjung.

    “Awalnya ke sini buat foto-foto, ternyata nggak semua ruangan dibuka, hanya lantai 1 bagian depan dan lantai 2 depan sebagai kafe,” kata Dila, pengunjung asal Bekasi saat ditemui detikTravel.

    Salah satu staf kafe bernama Resti ramah menyambut detikTravel. “Memang gedung ini disewakan untuk kafe kami (Rode Winkel). Kita yang nyewa ke pemerintah, nyewa satu gedung tapi nggak semua ruang dibuka,” ujar Resti.

    Saat itu juga Resti menyodorkan lembaran menu. Di sana terpampang menu minuman dan makanan. Di bagian minuman di antaranya Espresso Based, Baby Sugar, Tea (Blended, manual Brew), Signature (Coffee & Non-Coffee), Juice, smoothies, Lite bites & Main Course. Adapun di bagian makanan ada nasi goreng, sop buntut, sop iga dll.

    Makanan dan minuman itu memiliki kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu.

    Merujuk sejumlah sumber, Toko Merah mengalami revitalisasi adaptif agar tetap hidup tanpa kehilangan nilai sejarahnya. Nah, Rode Winkel menjadi bagian kecil dari upaya menghidupkan kembali Toko Merah sebagai ikon heritage di jantung Kota Tua Jakarta.

    Meski beberapa bagian bangunan masih menunjukkan usia dan belum dipugar sempurna, justru di situlah daya tariknya. Setiap detail di dalam kafe ini seolah mengisahkan perjalanan panjang Toko Merah yang dulu menjadi saksi kejayaan Batavia sebagai kota perdagangan Asia.

    Kini, sambil menyeruput kopi dan mendengarkan alunan keroncong, detikers bisa menikmati nostalgia sejarah di antara dinding-dinding tua yang penuh cerita.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com