Tag: kafe korea

  • Rela Antre Demi Cicip Salt Bread Korea di Blok M yang Viral


    Jakarta

    Roti salt bread khas Korea Selatan sedang naik daun. Di Jakarta sudah bisa mencicipi salt bread yang ditawarkan kafe baru di Blok M, bernama Little Salt Bread.

    Inovasi roti atau pastry seperti tidak ada habisnya. Usai cromboloni kali ini jenis roti salt bread Korea Selatan muncul dan berhasil membuat banyak orang penasaran.

    Selama beberapa tahun terakhir, salt bread telah menarik perhatian masyarakat Korea Selatan. Sesuai namanya ‘salt bread’ atau sogeum ppang dalam bahasa Korea, roti ini berupa adonan roti dengan taburan garam kasar di atasnya.


    Bentuk roti ini digulung seperti croissant. Bentuknya mirip croissant, tetapi adonannya berupa roti gurih. Jika dipotong akan terlihat gulungan adonan berbentuk relungan.

    Adonan salt bread dilapisi mentega gurih. Ketika dipanggang, mentega lumer dan rasa gurihnya semakin menyebar ke seluruh lapisan adonan roti.

    Pada dasarnya roti salt bread bisa dimakan polosan saja. Namun, beberapa bakery menawarkan variasi berbeda, dengan tambahan topping keju hingga jamur truffle.

    Jika penasaran dengan roti viral di Korea Selatan ini, kamu bisa mencobanya di kafe baru berlokasi di Melawai, Blok M, namanya Little Salt Bread.

    Little Salt Bread menawarkan banyak varian salt bread yang dibuat fresh setiap harinya. Tidak hanya menikmati roti, di sini kamu bisa sekaligus menyeruput kopi hingga milk tea.

    Meskipun belum lama buka, tampaknya Little Salt Bread sudah menjadi salah satu bakery hits di Jakarta Selatan. Kalau ke sini kamu harus siap-siap antre panjang.

    DetikFood sempat menyambangi Little Salt Bread untuk mencicipi langsung roti, sekaligus menikmati suasana kafenya. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Little Salt Bread
    Alamat Jl. Melawai III No. 10, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    Instagram @little.saltbread
    Jam Operasional Senin – Minggu 14.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 17.000 – Rp 28.000
    Tipe Kuliner Roti ala Korea
    Fasilitas
    • Meja dan tempat duduk
    • Ruangan indoor dan outdoor
    • Bisa dine in dan takeaway

    1. Perlu antre 30 menit

    Little Salt BreadButuh waktu kurang lebih 30 menit bagi detikFood untuk antre dan pesan salt bread di Little Salt Bread. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat menyambangi Little Salt Bread (03/01/24), kafenya baru buka pukul 15.00. Kami memang tidak langsung datang pas kafe buka, tetapi baru sampai pukul 16.20.

    Kafenya sudah ramai dipadati pengunjung. Meja dan kursi di bagian indoor maupun outdoor pun penuh. Antreannya juga cukup panjang, sampai ke bagian luar kafe.

    Saat tiba di lokasi kami langsung baris di antrean. Meskipun panjang, antreannya tidak lama. Kurang lebih hanya menghabiskan waktu 30 menit untuk antre.

    Sampai di kasir bisa langsung memesan variasi salt bread yang diinginkan. Namun, tidak semua variasi tersedia saat itu juga. Lebih baik sebelum antre memastikan dulu variasi apa yang stoknya masih banyak.

    Sistemnya di sini, pelanggan hanya bisa membeli salt bread dengan variasi yang tersedia. Jika ingin variasi lain, perlu menunggu, antre, dan pesan ulang.

    2. Konsep kafe yang industrial

    Little Salt BreadBegini konsep kafe Little Salt Bread di Blok M. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bangunan Little Salt Bread memang tidak begitu besar, tetapi cukup banyak kursi dan meja. Konsep kafenya pun dibuat seperti industrial modern dengan sentuhan furnitur kayu klasik.

    Selain meja biasa, mereka juga punya area meja bar. Pengunjung bisa duduk di area tersebut sambil melihat para barista menyajikan kopi atau pesanan minuman lain.

    Little Salt BreadKonsep dapur di Little Salt Bread juga open kitchen seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dapurnya juga mengusung konsep open kitchen, sehingga pembeli bisa melihat langsung proses pembuatan roti. Tentu saja setiap saat aroma wangi roti yang dipanggang menguar ke udara.

    Konsep open kitchen ini juga memudahkan pelanggan mengetahui stok roti yang sedang dibuat. Membuat pelanggan bisa menentukan variasi salt bread yang akan dipesan.

    3. 5 variasi salt bread dijual 400 buah setiap hari

    Little Salt BreadTerdapat 5 variasi rasa yang ditawarkan oleh kafe bakery Little Salt Bread ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kafe ini memang buka lebih sore dibandingkan kafe lainnya. Namun, mereka selalu memastikan semua roti dibuat fresh setiap hari.

    Little Salt Bread menawarkan 5 variasi salt bread; Salt Bread Plain, Cheese, Truffle Egg, Miso Nori, dan Bread Garlic. Harganya mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 28.000 per pieces.

    Kepada detikFood (03/01) salah satu pegawai mengungkap, “Kita bukanya jam 15.00, tapi udah mulai bikin roti dan panggang roti tuh dari jam 13.00,”

    Dari pukul 13.00 siang sampai tutup pukul 22.00 malam, Little Salt Bread terus membuat stok roti mereka. Menurut salah satu pegawai, pemanggangan terakhir biasanya dilakukan pukul 19.00 malam.

    Little Salt Bread pun telah menyiapkan stok kurang lebih 400 buah roti setiap harinya. Namun, tidak menutup kemungkinan sebelum kafe tutup, stok habis terjual.

    Cita rasa variasi salt bread bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Salt bread plain dan cheese yang jadi favorit

    Little Salt BreadSalah satu menu andalan di Little Salt Bread adalah salt bread plainnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami antre, variasi yang tersedia hanya salt bread plain dan cheese. Tidak ada batas maksimal pembelian salt bread per transaksi. Namun, jika dilihat dari update terbaru Instagram mereka, kini satu orang hanya boleh pesan maksimal 8 buah.

    Dari segi tampilan, Salt Bread Plain (Rp 12 ribu) memang tampak seperti croissant versi mini dengan sedikit taburan garam dan lada di atasnya.

    Tekstur rotinya renyah di luar tetapi lembut dan lembap seperti roti biasa. Rasa gurih asin mentega tercecap kuat. Mentega yang lumer pun membuat salt bread ini menjadi cukup berminyak.

    Adonan rotinya sangat ringan di mulut. Saat dimakan tidak terlalu kering sehingga dimakan berkali-kali tak perlu khawatir tenggorokan serat.

    Untuk variasi rasa yang lebih kompleks, Salt Bread Cheese (Rp 17.000) bisa jadi pilihan. Basis adonan rotinya sama, hanya dilengkapi dengan topping keju natural.

    Little Salt BreadVariasi keju yang ditawarkan Little Salt Bread tidak kalah menarik loh. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dilihat dari prosesnya, parutan keju natural kasar yang sudah dilumuri saus dipanggang secara terpisah dengan roti. Setelah itu, barulah ditaruh di atas adonan salt bread yang sudah matang.

    Keju panggangnya tak sekedar gurih asin, tetapi ada rasa manis dan sedikit asam karena memang kejunya diberi saus sweet mayo. Tekstur kejunya pun garing, dengan sedikit rasa smoky karamel.

    5. Antre ulang demi cicip varian truffle egg

    Little Salt BreadKami pun perlu antre ulang di Little Salt Bread, untuk membeli salt bread egg truffle yang baru saja matang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Setelah kami selesai antre yang pertama, tiba-tiba variasi Truffle Egg baru saja diangkat dari oven. Kami akhirnya antre ulang untuk membeli Salt Bread Truffle Egg (Rp 25.000).

    Dari segi tampilan cukup berbeda karena, salt bread disayat lalu diisi dengan topping truffle egg. Terdiri dari telur rebus yang sudah dihaluskan, dicampur dengan saus egg mayo dan sedikit minyak jamur truffle.

    Ketika digigit, potongan putih telurnya masih terasa kenyal. Rasa egg trufflenya secara keseluruhan manis gurih mirip seperti saus mustard. Ditambah dengan aroma dan rasa truffle yang tidak begitu kuat.

    Sensasi makan variasi ini cukup berbeda karena, isiannya padat dan teksturnya creamy. Makan sedikit saja sudah mengenyangkan.

    Little Salt Bread juga punya variasi minuman unik yang cocok dipadukan dengan salt breadnya. Jika suka kopi bisa pesan Sweet Japanese Iced coffe (Rp 35.000).

    Es kopi yang diseduh dengan teknik Jepang ini semakin enak ditambah dengan cream (Rp 3 ribu). Sebelum diseruput, jangan lupa aduk terlebih dahulu.

    Little Salt BreadMakan salt bread bisa ditemani dengan minuman es kopi Jepang dan honey milk tea yang manis segar ini! Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Teksturnya memang tidak creamy sepenuhnya, karena bagian bawah gelas masih cair. Namun, jika diseruput perlahan dari atas, terasa es kopi dengan sentuhan rasa pahit yang cukup kuat. Tetapi diimbangi rasa manis dan tekstur creamy yang pas.

    Jika tidak suka kopi, kamu bisa pesan Honey Milk Tea (Rp 35.000). Aroma tehnya cukup kuat dipadukan rasa manis dari campuran susu dan madu. Ada tekstur renyah legit dari topping honeycomb.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cicip Latte Strawberry Nol Kalori Racikan Sabrina Chairunnisa


    Jakarta

    Sabrina Chairunnisa membuka kafe bergaya Korea. Kafenya menawarkan kopi hingga matcha dengan racikan nol kalori dan nol gula. Seperti apa rasanya?

    Industri kopi menjadi daya tarik di setiap kalangan. Penikmat kopi pun terus bertambah, sehingga memunculkan banyak kafe dan menciptakan tren kopi yang unik.

    Biasanya kopi-kopi dan minuman non kopi yang ada di kafe diracik dengan banyak gula. Namun, Sabrina Chairunnisa menawarkan menu kopi tanpa gula tetapi tetap enak dinikmati.


    Kamu bisa menikmatinya di kafe milik Sabrina Chairunnisa bernama Yeppo Coffee. Lokasinya ada di Jalan Teuku Cik Ditiro 20 25, Menteng, Jakarta Pusat.

    1. Kafe bergaya Korea

    Yeppo CoffeeYeppo Coffee bergaya Korea. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Yeppo Coffee baru buka di bulan November 2024. Nama ‘Yeppo’ diambil dari bahasa Korea ‘Yeppeo’ yang artinya cantik. Jadi, Yeppo Coffe maksudnya adalah ngopi cantik.

    Kafe ini memiliki interior bergaya Korea. Kafenya mungil dengan dominasi warna coklat dan krem yang memberikan kesan klasik. Suasananya nyaman, cocok untuk WFC.

    Untuk spot duduknya terbilang terbatas. Namun, pengunjung tetap bisa memilih di area indoor atau outdoor. Kafenya ini menyatu dengan bangunan salon dan spa.

    2. Jadi pilihan kafe sehat

    Yeppo CoffeeYeppo Coffee menjadi pilihan kafe sehat. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Melalui Instagramnya @sabrinachairunnisa_, istri Deddy Corbuzier tersebut mengatakan bahwa selain kafenya berkonsep ala Korea, juga berkonsep kafe sehat.

    Pasalnya ada beberapa menu yang diracik dengan nol kalori dan nol gula. Baik kopi maupun minuman non kopi lainnya diracik dengan stevia dan sukralosa.

    Selain itu, kafe ini juga menyediakan pilihan susu free lactose untuk racikan kopinya. Sebab menurut Sabrina, kopi yang diracik dengan oatmilk bukan pilihan yang menyehatkan.

    Menu andalan di Yeppo Coffee ada di halaman selanjutnya.

    3. Uniknya racikan latte dan selai strawberry

    Yeppo CoffeeYeppo Coffee menawarkan menu matcha, Korean peach tea, dan Berrypo. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu kopi Berrypo! menjadi salah satu yang menarik untuk dicoba. Menu kopi seharga Rp 35.000 ini merupakan racikan kopi latte dengan selai strawberry.

    Ada rasa asam kopi yang tipis dan dominan rasa segar dari selai strawberrynya. Untuk kopinya sendiri menggunakan perpaduan 50:50 robusta dan Arabika.

    Kopi Robusta menggunakan houseblend dari Lampung, sementara Arabikanya menggunakan housblend dari Garut. Selai strawberrynya disajikan royal dan masih ada tekstur kasar dari buah strawberry utuhnya.

    Selain itu, teksturnya creamy dan terasa milky karena kopi ini diracik dengan tambahan fresh milk. Menikmati kopi ini cocok dipadukan dengan Pain Suisse seharga Rp 29.000 yang renyah dengan isian cokelat dan keju.

    4. Menu Matcha Ceremonial hingga Korean Peach Tea

    Yeppo CoffeeMinuman di Yeppo Coffee cocok dipadukan dengan aneka pastry. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain menu kopi di sini juga ada menu non kopinya. Untuk pecinta matcha jangan lewatkan menu Ice Matcha Ceremonial seharga Rp 35.000. Minuman ini menggunakan pure matcha premium grade. Menu ini bisa pesan tambah pemanis stevia atau tidak.

    Kami memilih tanpa gula agar kami bisa merasakan rasa originalnya. Teksturnya ringan, rasa sedikit pahit dengan aroma ‘rumput’ terasa kuat dan harum.

    Matcha ceremonial ini enak dipadukan dengan Peach Crumble seharga Rp 35.000 yang renyah dan asam segar pada isiannya. Ada buah peach utuh yang disajikan dengan cream.

    5. Korean Peach Tea yang asam manis

    Yeppo CoffeeYeppo Coffee punya menu pastry dengan topping peach. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak kalah unik, ada menu Korean Peach Ade seharga Rp 35.000. Menu ini merupakan teh yang diracik dengan buah peach. Racikannya menghasilkan cita rasa yang unik.

    Untuk menu satu ini, kami menambahkan pemanis sukralosa. Ada sensasi rasa sparkling, peachy asam, dan manis. Rasa manisnya pun tidak berlebihan dan terasa lembut.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Serunya Makan Omurice Ditemani Anjing Bichon di Kafe Korea


    Jakarta

    Kafe bichon pertama ala Korea Selatan di Indonesia tawarkan pengalaman santap lezat bersama anjing bichon. Menunya mulai dari omurice hingga milkshake segar.

    Seiring berkembangnya zaman, popularitas kafe kini tak hanya sekadar menjadi tempat makan. Tetapi semakin unik pengalaman yang dihadirkan semakin menarik para pelanggan.

    Salah satunya seperti kafe yang menghadirkan sensasi bersantap sambil bermain dengan anjing bichon. Ada ruangan khusus yang sengaja dipersiapkan untuk anjing-anjing tersebut bebas bermain.


    Tak hanya itu, tentu berbagai hidangan yang ditawarkan juga enak-enak. Didominasi makanan yang terinspirasi dari Korea Selatan, ada omurice, jjajangmyeon, hingga milkshake menyegarkan di sini.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Gangnom
    Alamat Ruko Aniva Grande, Gading Serpong, Pagedangan, Tangerang
    Instagram
    @gangnom.id
    Jam Operasional Setiap hari, 09.30 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 70.000
    Tipe Kuliner Makanan Korea
    Fasilitas
    • Area khusus anjing bichon
    • Makan di tempat
    • Toilet bersih
    • Area parkir
    • dll
    Gangnom: Serunya Makan Omurice Ditemani Anjing Bichon di Kafe KoreaAdalah sosok Vincentius, selebriti yang juga pemilik kafe Gangnom. Foto: Instagram/gangnom.id

    Bisnis Milik Selebriti

    Hadirkan dengan kafe yang menawarkan pengalaman berbeda, Gangnom terinspirasi dari bichon kafe di Korea Selatan. Kafe ini dimiliki oleh Vincentius Jordan yang juga aktif di dunia entertain tanah air.

    Jika menilik konten di Instagram @gangnom.id, beberapa unggahan menunjukkan sosok baritas yang tampan dan kekar menjadi salah satu daya tariknya. Namun unggaan tersebut nyatanya bukan sekadar gimmick belaka.

    Jordan mengaku dirinya tak hanya memiliki kafe tersebut tetapi juga aktif sebagai barista. Ia tak jarang mengajak beberapa teman lainnya dengan perawakan kekar sengaja untuk menghibur pelanggan yang datang.

    Pengalaman Bermain dengan Bichon

    Keunggulan yang ditonjolkan oleh kafe ini ialah adanya anjing-anjing bichon yang dihadirkan untuk menemani pelanggan. Anjing bichon merupakan ras anjing kecil berbulu putih halus yang berasal dari PUlau Malta, Spanyol.

    Ada ruangan khusus pada lantai dua kafe yang dilindungi kaca untuk anjing-anjing bichonnya bermain. Ada sekitar enam anjing bichon yang semuanya merupakan peliharaan pribadi Jordan.

    Ketika tim detikfood menyambangi Gangnom, kami melihat sendiri bagaimana Jordan dengan telaten merawat anjing-anjingnya dengan memotong bulu-bulu yang sudah terlalu panjang. Namun kafe ini hanya mempersilakan bichon milik Jordan masuk dan tidak memberikan fasilitas untuk hewan peliharaan pelanggan yang hendak diajak masuk.

    Menu makanannya yang enak dan menyegarkan ada di halaman berikutnya.

    Gangnom: Serunya Makan Omurice Ditemani Anjing Bichon di Kafe KoreaMenu-menunya terinspirasi dari makanan Korea Selatan seperti jjajangmyeon. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Hidangan Korea Selatan yang Enak

    Diakui oleh Jordan bahwa hidangan yang disajikan di Gangnom hanya terinspirasi dari menu-menu kafe di Korea Selatan. Namun kepemilikannya ialah milik dirinya pribadi tanpa ada campur tangan orang lain atau cabang dari Korea Selatan.

    Ada dua menu utama yang sempat kami cicipi di sini. Pertama ialah Jjangmyeon seharga Rp 65.000 per porsi serta Korean Chicken Curry Omurice yang dibanderol Rp 60.000 per porsi,

    Jjangmyeonnya sendiri disajikan dengan saus kedelai hitam, mie kuning yang diameternya cukup besar, taburan wijen, serta irisan timun segar. Cara menikmatinya yaitu dengan menyampur saus kedelai hitam hingga merata dengan mienya.

    Pada suapan pertama menu Jjangmyeon di sini memiliki sentuhan rasa manis, berbeda dengan jjajangmyeon asli Korea Selatan yang biasanya pekat asin dan sedikit asam yang datang dari fermentasi kedelai. Hal ini dibenarkan oleh Jordan karena ia telah melakukan penyesuaian rasa untuk selera lidah lokal.

    Begitupula dengan Korean Chicken Curry Rice yang porsinya lumayan banyak dan mengenyangkan. Dalam seporsi hidangan ini terdiri dari nasi putih, telur dadar, kuah kari yang melimpah, serta chicken katsu di bagian atasnya.

    Karinya tidak seperti kari Jepang yang asin gurih atau kari Timur Tengan yang pekat berempah. Rasanya gurih, lembut, serta creamy yang akan lebih nyaman disantap oleh selera lidah lokal.

    Gangnom: Serunya Makan Omurice Ditemani Anjing Bichon di Kafe KoreaBingsoo yang dingin menyegarkan tak boleh luput dipesan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Dessert Dingin dan Legit

    Bertema kafe ala Korea Selatan tentunya tak boleh melewatkan menu penutup yang tak kalah menyegarkan. Ada Bingsoo yang terbuat dari tumpukan susu strawberry yang dibekukan kemudian ditambah topping es krim vanila dan sereal cokelat.

    Seporsi Bingsoo Strawberrynya dibanderol Rp 50.000 per porsi. Uniknya, Jordan memiliki trik sendiri untuk menyajikan hidangan penutup yang ramah untuk kesehatan.

    Seluruh menu makanan dan minuman manis yang disajikan di Gangnom sudah rendah gula. Pantas saja kami merasa bingsoo ala Gangnom tak terlalu menusuk manisnya dan lembut di tenggorokan.

    Gangnom: Serunya Makan Omurice Ditemani Anjing Bichon di Kafe KoreaRacikan milkshakenya menggunakan stevia untuk menjaga agar kadar kalorinya tetap rendah. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Minuman Segar Rendah Kalori

    Layaknya datang ke kafe-kafe lain, rasanya tak lengkap tanpa memesan racikan minuman khasnya. Ada Nutella Milkshake yang diakui menjadi salah satu menu paling populer.

    Segelas Nutella Milkshake dibanderol Rp 48.000 dengan campuran susu, selai nutella, whipped krim, hingga taburan cokelat bubuk di atasnya. Awalnya kami menduga rasanya akan sangat manis, apalagi ketika melihat penampilan sajiannya sejak diantar ke meja.

    Tetapi walaupun terkesan menggunakan bahan-bahan yang berat rasanya tetap manis ringan. Pada racikan ini Jordan memilih menggunakan pemanis berupa stevia yang rendah kalori serta manisnya lebih ringan.

    Sehingga Nutella Milkshake akan ramah untuk kesehatan, baik dikonsumsi orang tua maupun anak-anak. Menu tersebut paling enak diseruput ketika siang hari di tengah teriknya matahari di Gading Serpong.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Yeppeo! 5 Kafe Korea di Jakarta Barat yang Estetik dan Punya Dessert Enak


    Jakarta

    Semakin banyak kafe berkonsep estetik minimalis ala Korea di Jakarta. Selain konsep menarik, kafe-kafe ini juga punya pilihan roti hingga dessert yang sayang dilewatkan.

    Kafe di Jakarta kini punya konsep yang semakin beragam. Beberapa bahkan punya konsep minimalis dan estetik ala kafe-kafe di Korea Selatan.

    Kafe bergaya Korea biasanya didominasi warna lembut (soft), seperti putih, cream, beige, atau warna pastel lainnya yang memberi kesan hangat dan menenangkan. Penggunaan furnitur sederhana berbahan kayu alami membuat suasananya juga lebih santai dan tenang.


    Selain konsep, kafe ala Korea juga digemari karena menawarkan roti dan dessert dengan pilihan menarik. Mulai dari salt bread, pie, aneka cake, sampai tiramisu bisa ditemukan di kafe Korea ini.

    Di Jakarta, khususnya bagian Barat, banyak kafe ala Korea yang bisa disambangi. Berikut rekomendasinya!

    1. Chulos Bakehouse

    Chulos BakehouseChulos Bakehouse menawarkan pastry dan kue ala Korea yang autentik. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakery Korea ini dimiliki oleh orang Korea asli yang sudah tinggal di Indonesia selama 34 tahun. Lokasinya memang nyempil, karena terletak di pojok jalanan.

    Mereka menawarkan berbagai produk patisserie, mulai dari salt bread, financier, Korean Cake, Macaroon, sampai cream pudding.

    Salah satu yang jadi andalan yaitu salt breadnya. Variannya beragam, ada plain, coffee butter, garlic, sampai coconut. Salt bread dibuat dengan teknik khusus sehingga menciptakan tekstur roti yang renyah di luar tetapi lembut dan kenyal di dalam.

    Harga roti dan cakenya dibanderol mulai dari Rp 17.000. Sayangnya saat ini mereka hanya menerima pembelian untuk dibawa pulang.

    Lokasinya bisa ditemukan di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

    2. Westloop Coffee and Kitchen

    Kafe ala Korea di Jakarta BaratWestloop menawarkan pastry dan aneka makanan yang menarik dicoba. Foto: instagram @westloop.id

    Korean cafe ini juga sedang viral karena punya konsep estetik dengan ornamen batu bata berwarna terakota. Cocok menjadi tempat untuk foto-foto.

    Kafe ini menawarkan menu variatif yang menggugah selera. Kalau mau sarapan di sini bisa pesan Kaya Toast atau French Toastnya yang juara. Tersedia juga pilihan menu gurih, seperti Bihun Bebek, Nasi Lemak, hingga Mie Ayam.

    Namun kalau hanya mau nongkrong santai, bisa pesan kue mereka. Pilihannya mulai dari Matcha Berry cake, Tiramisu, sampai Brownies.

    Menu minumannya juga beragam, ada kopi dan non-kopi. Harga menu-menunya dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan.

    Kafe ini bisa ditemukan di Jl. Pesanggrahan no 18, Jakarta Barat.

    3. Apron Signature

    Kafe ala Korea di Jakarta BaratApron Siganture punya nuansa minimalis ala Korea dengan pilihan dessert menarik. Foto: instagram @apron.signature

    Kalau sedang berada di Green Lake, Jakarta Barat, coba mampir ke kafe Korea ini. Namanya Apron Signature.

    Kafenya punya konsep modern minimalis ala Korea dengan nuansa berwarna putih yang hangat dan nyaman.

    Berbagai macam dessert bisa dicoba di sini, mulai dari Tiramisu Cake, Strawberry Mango Cake, Peach Ricotta Tart, sampai Cookie and Cream Scone.

    Selain menjadi tempat nongkrong, kafe ini juga sering mengadakan workshop pembuatan cake lucu yang bisa diikuti oleh umum.

    Lokasinya bisa ditemukan di Ruko Great Wall, Blok C No. 1, Green Lake City, Jl. Green Lake City Boulevard, Cengkareng, Jakarta Barat.

    4. Coffee Dia

    Kafe ala Korea di Jakarta BaratDi kafe ala Korea ini bisa menikmati dessert pie segar manis. Foto: instagram @coffee.dia

    Kafe ini punya konsep yang cukup unik karena kamu bisa merasakan sensasi piknik seru di halaman.

    Sebagai teman piknik, kamu bisa sambil mencicipi aneka cake dan pastry andalan mereka. Pilihannya beragam, tetapi Sliced Tart menjadi salah satu yang banyak dipesan. Sliced Tartnya tersedia dalam berbagai variasi rasa, ada mangga, krim coklat, matcha berry, sampai tiramisu.

    Kafe ini juga punya menu bento cake dengan pilihan rasa strawberry, sampai earl grey.

    Harga menunya dibanderol mulai dari Rp 20.000 an. Coffee Dia bisa ditemukan di Jalan Tanjung Duren Utara V Nomor 246, Jakarta Barat.

    5. Layers Bakehouse

    Di daerah Tomang juga ada kafe bergaya Korea yang lucu dan estetik. Nuansa-nya homey, menjadi tempat yang pas untuk nongkrong sambil ngobrol dengan teman atau jadi tempat WFC (work from cafe).

    Kalau ke sini, kamu bisa mencoba berbagai pilihan pastry dan cake. Mulai dari Einspanner Salted Caramel Chocolate, Tom and Jerry Cheesecake, sampai Smoke Beef & Cheese Croissant.

    Tiramisu di sini juga menjadi andalan. Harganya Rp 41.000 disajikan dengan krim bercita rasa kopi yang khas.

    Lokasi Layer Bakehouse bisa ditemukan di Jl. Gelong Baru No.11 F, RT.10/RW.1, Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia 11440.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com