Jakarta –
Minum kopi di pagi hari dipercaya dapat memberikan dorongan energi. Namun, pakar tidur justru menyebutkan bahwa kebiasaan itu bisa membahayakan kesehatan.
Banyak orang yang mengalami pagi hari dengan meneguk secangkir kopi. Kandungan kafein pada kopi diyakini dapat memberikan banyak manfaat untuk menjalani aktivitas dalam seharian penuh.
Mulai dari dorongan energi hingga membuat seseorang menjadi lebih fokus. Namun, belakangan seorang pakar tidur mengungkap bahwa kebiasaan minum kopi di pagi hari bisa berbahaya bagi kesehatan.
Dikutip dari News 24 (19/02/24) berikut faktanya!
1. Penjelasan pakar tidur
Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya! Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions |
Pakar tidur di Get Laid Beds bernama Dr Deborah Lee mengatakan bahwa minum kopi di pagi hari bukan ide terbaik. Ia menyebutkan kandungan kafeinnya tidak akan berfungsi.
“Saat kamu bangun, kadar hormon stres kortisol berada di puncaknya. Itu merupakan hormon yang meningkatkan kewaspadaan dan fokus serta mengatur metabolisme,” tutur Dr Deborah Lee.
Lebih lanjut, Dr Deborah juga menjelaskan bahwa hormon tersebut dapat mengatur respon sistem kekebalan tubuh.
2. Berdampak pada sistem kekebalan tubuh
Sementara itu, peningkatan kadar kortisol akibat minum kopi di pagi hari dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi inilah yang berbahaya.
“Jika sudah mencapai puncaknya saat bangun tidur, kemudian langsung minum kopi itu lebih berbahaya dan membuat kamu kebal terhadap kafein dalam jangka waktu lama,” ungkar Dr Deborah.
Lantas, apakah harus menghentikan kebiasaan minum kopi di pagi hari yang sudah menjadi gaya hidup sejak lama? Tentu tidak. Kamu hanya perlu menunggu waktu yang tepat.
Waktu yang tepat untuk minum kopi ada di halaman selanjutnya.
3. Waktu tepat minum kopi di pagi hari
Waktu terbaik minum kopi di pagi hari paling tidak 45 menit setelah bangun tidur. Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions |
Hormon kortisol mengikuti ritme yang spesifik pada siklus tidur. Hormon tersebut mencapai puncaknya dalam waktu setengah jam hingga 45 menit setelah bangun tidur.
Kemudian, perlahan-lahan akan menurun sepanjang hari. Dengan mempertimbangkan ritme kamu sendiri, waktu terbaik untuk mengonsumsi kafein adalah paling cepat, 45 menit setelah bangun tidur.
Waktu tersebut waktu yang tepat karena ritme kortisol akan mulai turun. “Di pagi hari ketika kortisol kamu jauh lebih rendah, dan kamu mulai merasakan penurunan energi,” tuturnya.
(raf/odi)
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
7 Efek dari Minum Kopi Setiap Hari, Baik atau Buruk?
Jakarta – Minum kopi setiap hari sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Dampak rutin minum kopi bisa signifikan bagi kesehatan tubuh. Mulai dari manfaat kesehatan hingga potensi risiko. Tahukah detikers apa saja yang terjadi pada tubuh jika kamu rutin mengonsumsi kopi? Yuk simak ulasan mengenai minuman berkafein ini dalam mempengaruhi tubuh. Efek dari Minum Kopi Setiap Hari1. Mendukung Kesehatan OtakSetelah minum kopi atau kafein apa pun, kita mungkin akan merasa lebih terjaga. Menurut laporan 2015 dalam Practical Neurology, dalam jumlah sedang, kopi bisa membantu fokus dan mencegah rasa kantuk.
Pendiri dan CEO NY Nutrition Group dan penulis The Core 3 Healthy Eating Plan, Lisa Moskovitz, RDN, mengungkapkan bahwa kafein mengikat reseptor di otak untuk memblokir rasa lelah. Selain itu, kopi juga mendukung fungsi kognitif dan memori. Hasil dari meta-analisis Juni 2017 di Clinical Nutrition, menunjukan minum 1-2 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan tingkat yang lebih rendah dari demensia, Alzheimer, serta penurunan gangguan kognitif lainnya. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna memahami cara kafein dan kopi secara khusus bekerja di otak sepenuhnya. 2. Membantu Memberi Perlindungan pada JantungEfek minum kopi setiap hari selanjutnya yaitu mungkin disertai manfaat untuk melindungi jantung. Menurut studi Circulation: Heart Failure Februari 2021, setidaknya minum 1 cangkir kopi berkafein sehari dikaitkan dengan lebih rendahnya insiden gagal jantung. Tapi, ada jenis kopi yang diminum mempengaruhi kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan kalau jenis kopi yang tidak disaring, mungkin tidak bisa melindungi kesehatan jantung. Misal, dalam sebuah studi tahun 2020 di European Journal of Preventive Cardiology, menyebut orang dewasa berusia di atas 60 tahun yang minum kopi tanpa saringan berisiko lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung atau stroke. Hal ini terjadi jika dibandingkan teman-teman mereka yang minum kopi, dengan saringan atau tidak minum kopi sama sekali. 3. Meningkatkan Kadar KolesterolKopi juga memiliki pengaruh pada kadar kolesterol. Diterpen adalah zat berminyak dalam kopi, yang bisa menghambat kemampuan alami tubuh untuk memproses dan menghilangkan kolesterol. “Meskipun penelitian ini sebagian besar masih dalam tahap studi skala kecil, kami melihat lemak dalam biji kopi, utamanya cafestol dan kahweol (senyawa dalam minyak kopi), bisa menyebabkan peningkatan kolesterol, terutama LDL atau kolesterol ‘jahat’,” ungkap Kylene Bogden, RDN, salah satu pendiri FWDfuel. Namun, dosis diterpena tergantung dari seberapa banyak kopi yang diminum dan bagaimana seseorang menyeduhnya. Salah satu penelitian tahun 2018 oleh C Condon, dkk, yang dimuat dalam Heart, menemukan kaitan dengan kolesterol tinggi pada orang yang minum 4 atau lebih porsi kopi sehari. Diterpen lebih banyak ada pada kopi yang tidak disaring, seperti French press jika dibandingkan dengan kopi yang disaring. “Saat kopi melewati penyaring kertas, minyak tidak akan masuk ke cangkir kalian,” ujar Bogden. Bagi kamu yang punya riwayat kolesterol tinggi atau masalah jantung, sebaiknya mungkin menghindari jenis kopi yang tidak disaring (setidaknya membatasi seberapa banyak kamu meminumnya). 4. Meningkatkan Tekanan DarahMenurut Bogden, kafein bisa mempersempit pembuluh darah, sehingga mungkin meningkatkan tekanan darah dalam 30 menit pertama setelah dikonsumsi. Walaupun tidak sepenuhnya dipahami mengapa ini terjadi, menurut satu hipotesis kafein menghalangi hormon yang memperlebar arteri. Ditambah lagi, tampaknya efek ini kurang umum terjadi pada orang yang sering minum kopi. “Jika kamu peminum kopi rutin, kamu mungkin akan mengembangkan toleransi terhadap efek kafein yang bisa meningkatkan tekanan darah,” kata Lisa Moskovitz. Namun, Bogden berpendapat bahwa masih banyak orang lain terutama mereka yang stres kronis, yang mengalami efek sebaliknya. Hal ini terjadi karena kafein dapat memicu pelepasan lebih banyak hormon stres. Memang, kafein bisa mengaktifkan “kelenjar adrenal untuk menghasilkan lebih banyak adrenalin, yang bisa meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah,” ungkap Bogden. Kecintaan terhadap kopi kerap dikaitkan dengan umur panjang dan lebih rendahnya kemungkinan mengalami kesehatan kronis. “Biji kopi adalah sumber antioksidan penting yang dapat melawan penyakit,” kata Moskovitz. menurut Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan, konsumsi kopi dalam jumlah sedang atau 2-5 cangkir per hari telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, depresi, dan kematian dini. Namun, ada sejumlah faktor tambahan signifikan yang berperan dalam persamaan yakni genetika dan kebiasaan gaya hidup. Misalnya, beberapa manfaat kesehatan jangka panjang dari kopi mungkin tidak ada artinya, jika seseorang menambahkan terlalu banyak gula ke dalam kopi. “Meskipun beberapa sendok makan krimer dan beberapa sendok teh gula tidak berbahaya, kalau kamu mengonsumsi beberapa porsi masing-masing setiap hari, jumlahnya bisa bertambah seiring waktu,” kata Moskovitz. Dalam jangka panjang, asupan gula yang berlebihan akan menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan, penambahan berat badan, diabetes, hingga penyakit hati berlemak. Menurut Harvard Health Publishing, semua penyakit tadi berkorelasi dengan risiko lebih besar terkena serangan jantung dan stroke. 6. Mengganggu TidurSalah satu alasan orang suka minum kopi adalah karena kafein dalam kopi bisa membantu melawan rasa lelah (dalam jumlah kecil). Namun menurut Mayo Clinic, kelebihan stimulan atau lebih dari 4 cangkir kafein sehari juga bisa menyebabkan insomnisa, kegelisahan, kegugupan, dan jantung berdebar-debar. “Tidur pasti terganggu akibat asupan kafein, bahkan ketika dikonsumsi di pagi hari,” ungkap Bogden. Alasan pertama yaitu berkaitan dengan genetika, Ini menentukan kemampuan seseorang untuk memetabolisme kafein secara efektif. Faktor kedua adalah usia. Kemampuan seseorang untuk mendetoksifikasi seiring bertambahnya usia menjadi kurang efisien. Hal ini berperan dalam pengaruh kafein terhadap tidur. 7. Mungkin Mengalami Ketergantungan KafeinKafein mirip seperti obat lain termasuk nikotin atau alkohol. Jadi, semakin banyak dikonsumsi, maka semakin banyak pula yang bisa ditoleransi oleh tubuh, semakin banyak pula yang kamu butuhkan untuk mencapai efek yang diinginkan. “Salah satu alasan mengapa kafein begitu menarik adalah karena bagaimana dia membuat kita merasa produktif, energik, waspada, dan termotivasi,” kata Moskovitz. Ia menambahkan, jika kamu tidak nyaman bergantung pada kafein, kamu bisa mengurangi ketergantungannya. “Kamu bisa menurunkan kekebalan tubuh, atau toleransi, dengan menghentikan konsumsi kopi secara perlahan,” saran Moskovitz. (khq/fds) |
![]() |
||||||||||||||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Waspada! Konsumsi 5 Makanan Ini Memicu Migrain dengan Cepat Jakarta – Migrain tidak hanya dipicu oleh kelelahan saja. Ternyata ada beberapa asupan makanan yang wajib dihindari jika tak ingin mengalami migrain yang menyakitkan. Migrain atau sakit pada sebagian kepala seringkali menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Gejala berupa kepala yang terasa berat hingga nyeri pada salah satu sisi membuat aktivitas sulit dilakukan seperti biasa. Biasanya untuk meredakan migrain banyak orang yang langsung minum obat. Faktanya pola makan yang salah juga dapat memicu terjadinya migrain dengan cepat dan lebih parah.
Penderita migrain wajib berhati-hati sebelum melahap makanan yang ada dihadapannya. Pastikan tidak mengonsumsi salah satu dari daftar makanan pemicu migrain yang dianjurkan ahli untuk dihindari. Berikut ini 5 asupan makanan pemicu migrain menurut Huffpost:
1. AlkoholBagi penikmatnya, alkohol dibutuhkan untuk membantu meredakan stres. Misalnya setelah lelah bekerja seharian dan butuh asupan yang membantu merelaksasi tubuh agar lebih tenang. Racikan alkohol seperti cocktail dapat memicu sakit kepala dengan cepat bagi penderita migrain. Beberapa ahli menyebut ada efek dehidrasi yang ditimbulkan dari konsumsi alkohol dapat memicu migrain. “Alkohol itu sendiri, dan metabolisnya, memiliki beberapa faktor yang berpotensi memicu (migrain). Alkohol dapat menyebabkan vasodilatasi atau pembengkakan pembuluh darah,” papar dr. Danielle Wilhour selaku ahli saraf dan spesialis migrain. 2. CokelatDianggap sebagai makanan manis yang sehat, ternyata cokelat memiliki beberapa efek samping. Salah satunya dinilai berbahaya bagi penderita migrain. Cokelat termasuk makanan yang disebut dapat memicu migrain dengan cepat. Para ahli saraf masih berdebat tentang fase cokelat memicu migrain pada tubuh penikmatnya. “Kakao termasuk salah satu yang mempengaruhi pelepasan serotonin, sangat memungkinkan berkontribusi terhadap patogenesis migrain,” lanjut Wilhour. Makanan pemicu migrain lainnya ada di halaman berikutnya.3. KafeinSecara khusus ahli saraf juga mengkhawatirkan asupan berbagai makanan yang mengandung kafein. Seperti kopi, teh, atau bahkan cokelat yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya pada kopi, banyak orang yang selama ini mengonsumsinya untuk mendapatkan efek menahan kantuk. Namun cara kerja kopi yang menghalangi reseptor pada otak justru dapat memicu migrain dengan cepat. Selain itu kafein juga memiliki efek samping dehidrasi yang mirip dengan alkohol. Sehingga bagi penderita migrain asupan kafein justru akan memperparah kondisinya. 4. Keju
Dinilai menyehatkan, keju menjadi asupan makanan yang perlu diperhatikan oleh sebagian orang. Terutama pada penderita migrain hingga migrain parah yang mudah kambuh. Keju melalui proses fermentasi yang kemudian akan menghasilkan tiramin. Semakin lama keju difermentasi, maka semakin banyak juga kandungan tiramin yang harus diwaspadai oleh penderita migrain. Wilhour menyebutkan bahwa tiramin dapat memicu tekanan darah tinggi yang berpengaruh pada pelepasan neurotransmiter dan memicu migrain. Beberapa jenis keju yang harus dihindari adalah cheddar yang diperam, blue cheese, dan keju lain difermentasi lama. 5. Daging olahanDibandingkan dengan daging segar, daging olahan seolah menjadi jawaban untuk asupan makanan yang lebih sederhana. Biasanya daging olahan dipakai sebagai topping atau pelengkap makanan seperti sosis, pepperoni, dan masih banyak jenisnya. Faktanya daging olahan mengandung nitrat dan nitrit. Kedua komponen ini akan dikonversi menjadi nitrat oksida yang mempengaruhi sinyal molekul pada aliran pembuluh darah. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 menyebutkan bahwa penderita migrain memiliki kadar bakteri pemecah nitrat yang tinggi. Ketika jumlah bakteri meningkat seiring peningkatan nitrat di dalam tubuh, maka migrain akan lebih mudah kambuh. (dfl/adr)
5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Jakarta – Kopi memang mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman ini. Selain bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mengantuk, kopi memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh saat dikonsumsi pagi hari. Selain itu daya tarik kopi terletak pada aroma dan cita rasanya yang menggiurkan. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan kafein yang bisa membuat pencintanya ketagihan untuk meminumnya.
Tak heran setiap harinya ada jutaan orang di berbagai negara yang minum kopi di pagi hari. Selama beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian tentang efek minum kopi. Ada yang mengulas tentang manfaat minum kopi hingga mengenai dampak dan efek sampingnya. Salah satunya ada anjuran bagi sekelompok orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak dianjurkan untuk minum kopi. Dilansir dari Eat This (07/01), berikut penjelasannya: 1. Orang dengan Penderita IBS
Ahli gizi diet ternama yang berbasis di Seattle, Washington, AS, Angel Planells menjelaskan, orang yang tidak dianjurkan minum kopi adalah mereka yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS). “Kafein dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan kemungkinan diare, gejala utama sindrom iritasi usus besar (atau IBS),” katanya. Oleh karena itu, pengidap sindrom iritasi usus besar, dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari minuman berkafein 2. Orang yang Memiliki GERD
orang yang tidak disarankan untuk minum kopi berlebih atau harus membatasi asupan kopinya adalah pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kafein dapat melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup antara esofagus dan lambung. Hal ini dapat menyebabkan isi asam lambung masuk ke kerongkongan, sehingga menimbulkan gejala GERD yang tidak nyaman. “Jika Anda mengidap GERD, lihat apakah beralih ke kopi tanpa kafein bisa membantu,” ungkap ahli diet Sue Heikkinen. 3. Orang dengan Glaukoma
Kopi juga tak dianjurkan untuk mengidap glaukoma atau kondisi medis berupa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata. Biasanya, kerusakan saraf mata tersebut terjadi karena adanya tekanan tinggi pada bola mata. “Tekanan intraokular meningkat pada pengidap glaukoma saat mengonsumsi kopi, jadi disarankan untuk membatasi atau menghindari asupannya, namun diperlukan lebih banyak penelitian,” kata Planells. Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai, meminum kafein dalam jumlah besar meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang memiliki kecenderungan peningkatan tekanan mata. 4. Anak-anak
Kafein dapat menimbulkan efek samping yang lebih nyata dan serius pada anak-anak. Asupan berlebih dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, peningkatan perasaan cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit perut. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, terutama pada balita, adalah bahwa kopi dapat menutupi isyarat rasa lapar, sehingga balita mungkin tidak akan merasa lapar. Selain itu, perlu diingat bahwa kopi cukup asam, sehingga dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Menurut beberapa penelitian kopi baru aman dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas tentunya dengan porsi kopi yang berbeda dengan orang dewasa. 5. Wanita Hamil dan Menyusui
American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein hingga 200 miligram (kira-kira setara dengan dua cangkir kopi) setiap hari untuk meminimalkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah. Namun, ulasan pada 2020 yang diterbitkan di British Journal of Medicine menyatakan tidak ada tingkat asupan kafein yang aman selama kehamilan. Wanita hamil harus mendiskusikan asupan kafeinnya dengan dokter. Selain itu, wanita yang sedang menyusui juga disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Ini karena kafein bersifat stimulan dan diuretik. Juga, ibu menyusui dapat berisiko mengalami dehidrasi akibat dari minum kopi. (sob/odi) Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Membuat Orang Panjang Umur Jakarta – Minum kopi di pagi hari disebut bisa membantu orang lebih panjang umur. Klaim ini didukung oleh penelitian yang membahas hal ini. Hidup sehat dan panjang umur adalah impian dari banyak orang. Ada beragam cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari menjaga pola makan, menghindari rokok, rajin berolahraga, dan lain sebagainya. Selain hal-hal tersebut, sebagian orang juga percaya rutin minum kopi dapat memperpanjang umur. Tapi, apakah benar kopi bisa bikin panjang umur?
Faktanya, sejumlah penelitian memang menganalisa kaitan antara kopi dan panjang umur. Dilansir dari Prevention (22/01), minum kopi di waktu tertentu juga disebut bisa membuat orang lebih panjang umur.
Hal ini disebutkan dalam European Heart Journal yang menganalisa 40,725 orang dewasa di U.S National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES), dalam rentang waktu 1999-2018. Peserta yang mengikuti penelitian ini ditanya tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi setiap harinya, termasuk pola mereka minum kopi. Kemudian semua informasi yang dikumpulkan ini dikaitkan dengan data kematian hingga penyebab kematian dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki kemungkinan 16% lebih rendah risikonya untuk meninggal karena penyebab apa pun, dan memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi. Namun, tidak ada penurunan risiko pada orang yang minum kopi sepanjang hari, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi. Peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih rendah. Ini berlaku baik bagi mereka yang minum 2-3 cangkir kopi per hari, maupun yang minum lebih dari 3 cangkir. Sementara itu, orang yang hanya minum satu cangkir atau kurang di pagi hari, efek penurunan risikonya lebih kecil.
“Temuan kami menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah kopi yang diminum, tapi juga waktu meminumnya yang penting,” kata Lu Qi, profesor di Celia Scott Weatherhead School of Public Health and Tropical Medicine di Tulane University. “Biasanya, kami tidak memberikan saran soal waktu dalam panduan diet, tapi mungkin di masa depan, hal ini perlu dipertimbangkan.” lanjutnya. Lalu bagaimana kopi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan? Selain membuat seseorang merasa lebih semangat dan bertenaga, kopi juga mengandung asam fenolat dan flavonoid, antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu ahli spesialis jantung Adedapo Iluyomade, di Baptist Health Miami Cardiac & Vascular Institute menambahkan bahwa ada kaitan jelas antara waktu minum kopi dan panjang umur. Karena jika orang rajin minum kopi di waktu-waktu tertentu, maka bisa mempengaruhi ritme sirkadian tubuh. Misalnya mengonsumsi kopi di sore hari, kandungan kafeinnya ini bisa mengganggu pola tidur dan sekresi melatonin yang bisa mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri. Sementara minum kopi di pagi hari tidak akan terlalu mengganggu ritme tubuh seseorang. (sob/odi) Teh Bisa Jadi Alternatif Kopi, Bantu Fokus Tanpa Bikin Gelisah Jakarta – Meski kopi termasuk minuman yang sehat, tapi sebagian orang justru merasakan efek samping usai mengonsumsinya. Sebagai solusi, kamu bisa beralih ke teh yang punya keunggulan ini. Kopi dan teh termasuk dua minuman yang memberi manfaat sehat. Namun, pada beberapa orang, minum kopi dapat memunculkan efek samping, seperti jantung berdebar atau rasa gelisah. Sebagai solusi, para ahli kesehatan menyebut teh bisa jadi alternatif konsumsi kopi. Teh menghadirkan manfaat serupa kopi, tapi tanpa efek samping yang kerap muncul akibat senyawa unik yang terkandung di dalamnya.
Kandungan Kafein Kopi dan Teh
Mengutip National Geographic (19/12/2024), kandungan kafein pada teh lebih rendah dari kopi. Kafein memang dapat mempertajam fokus seseorang, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak akan membuat orang merasa gelisah, insomnia, bahkan jantung berdebar-debar. “Efek samping kafein benar-benar menjadi alasan utama untuk menjauhi kopi, kata Alexis Supan, seorang ahli gizi asal Ohio, Amerika Serikat. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga telah merekomendasikan asupan kafein harian yang tepat. Batasi hanya sebesar 400 miligram kafein per hari atau setara dengan 3-4 cangkir kopi yang mana 1 cangkir (237 ml) mengandung sekitar 80-100 mg kafein. Sedangkan, kandungan kafein pada 1 cangkir (237 ml) teh hanya sekitar 20-60 mg, tergantung pada jenis tehnya. Teh herbal yang secara alami bebas kafein juga bisa menjadi alternatif yang pas. Mengandung Zat Antioksidan IstimewaBaik kopi maupun teh juga mengandung zat antioksidan yang tinggi. Namun, kandungannya lebih menonjol pada teh, di antaranya ada flavonoid, polifenol, dan katekin. Efek antioksidan ini dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan jenis kanker tertentu yang lebih rendah. Teh hijau misalnya kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG). Antioksidan tersebut mendukung kesehatan sel tubuh dan memperlambat penuaan. Teh hitam juga diketahui mengandung banyak theaflavin, senyawa yang mendukung kesehatan kardiovaskular. Emma Becket, peneliti nutrisi di University of Newcastle, Australia menjelaskan, “Jika tidak suka makan sayur, minum teh adalah cara yang baik untuk mendapatkan senyawa bioaktif.” Penelitian juga menunjukkan bahwa banyak manfaat kesehatan terkait minum teh. “Masuk akal jika kita melihat populasi yang minum teh lebih banyak makan hidup lebih lama (lebih baik),” kata Becket. Zat yang tak ada pada kopi, tapi ada pada teh adalah L-theanine. Kandungan tersebut dapat meningkatkan fokus tanpa memunculkan rasa khawatir. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, efek menenangkan dari L-theanine dapat mengimbangi perasaan gelisah yang terkait dengan kopi. Namun pada akhirnya, pilihan antara kopi dan teh sering kali bergantung pada selera dan gaya hidup seseorang. “Minumlah yang Anda sukai. Jika Anda menyukai keduanya, minumlah keduanya, karena Anda akan mendapatkan manfaat yang sedikit berbeda dari keduanya,” kata ahli gizi Evangeline Mantzioris. “Semuanya tergantung pada pola makan.” Namun, bagi mereka yang mencari kafein yang lebih lembut, antioksidan yang lebih tinggi, dan ritual yang lebih menenangkan, teh mungkin merupakan minuman yang lebih menyehatkan. (yms/adr) Ini Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Dapatkan Manfaatnya Secara Maksimal
Jakarta – Kopi diyakini menawarkan banyak manfaat, antara lain menambah energi, menghindari kantuk, hingga bagus untuk kesehatan jantung. Karena itu, kopi biasa diminum pada pagi dan siang bahkan malam hari. Meski bisa diminum kapan saja, khasiat kopi ternyata dapat diperoleh secara maksimal jika dikonsumsi pada waktu tertentu. Lalu, kapan waktu paling baik untuk minum kopi? Waktu Terbaik Minum KopiMengutip Cleveland Clinic, minum kopi di pagi hari antara jam 09.30-11.00 dianggap akan memperoleh manfaat kopi paling banyak. Dengan syarat, tidak meminumnya segera setelah bangun tidur.
Rekomendasi waktu minum kopi ini dikuatkan oleh temuan studi baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada 8 Januari 2025 lalu. Studi mengungkap minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan dengan peminum kopi sepanjang hari (pagi, siang, malam). Meminumnya saat pagi juga berisiko lebih kecil untuk meninggal dunia karena sebab penyakit apa pun. Sayangnya, penelitian tersebut tidak memberikan penjelasan mengapa minum kopi di pagi hari dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Alasan Pagi Hari Jadi Waktu Terbaik Minum KopiDisarankannya minum kopi pada waktu pagi dan tidak sesaat setelah bangun tidur bisa dikaitkan dengan kadar kortisol, hormon yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus, mengutip Healthline. Sekitar 30-45 menit setelah bangun tidur di pagi hari, hormon kortisol sedang berada pada tingkat puncaknya. Kadar hormon ini akan perlahan menurun dan mencapai lebih rendah antara jam 09.30-11.00. Menunda waktu minum kopi di pagi hari sesaat usai bangun tidur berguna untuk mencegah peningkatan kadar kortisol karena efek kafein. Minum kopi saat kortisol sedang tinggi-tingginya dapat semakin meningkatkan kadar hormon ini. Tingkat kortisol yang tinggi mungkin disenangi oleh sebagian orang karena berpotensi membuat lebih berenergi, sementara yang lain bisa merasa lebih cemas dan gelisah. Namun yang perlu digarisbawahi, kadar kortisol yang terus tinggi dalam jangka waktu lama bisa mengganggu sistem imun tubuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes, masalah jantung, dan gangguan kesehatan lainnya. Hindari Minum Kopi Sebelum TidurStudi sebelumnya juga menyoroti bahwa minum kopi di sore atau malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan melatonin. Kopi akan menekan kadar melatonin yang memicu tidur di otak sehingga gangguan tidur bisa terjadi. Hal itu sejalan dengan beberapa penelitian yang menyarankan untuk menghindari minuman berkafein, seperti kopi, setidaknya 8-9 jam sebelum tidur, dilansir Verywell Health. Kopi yang dikonsumsi pada sore menjelang malam dapat mempengaruhi durasi dan kualitas tidur. Kurang tidur pada ujungnya meningkatkan risiko obesitas dan sindrom metabolik. Meski waktu minum kopi yang direkomendasikan adalah pagi hari, setiap orang memiliki respons berbeda-beda terhadap efek kafein. Hal inilah yang juga perlu menjadi perhatian. Dengan begitu, setiap orang dapat mempertimbangkan kembali kapan waktu terbaik bagi mereka untuk meminum kopi. (azn/fds) Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi? Jakarta – Matcha dan kopi sama-sama minuman populer yang diandalkan untuk memicu energi. Ternyata keduanya memiliki kandungan yang berbeda. Lantas, mana yang lebih ampuh? Matcha tergolong dalam jenis teh yang diandalkan oleh non peminum kopi untuk mendongkrak energi. Begitupula dengan kopi yang dipercaya dapat memberikan dorongan tenaga hingga menahan kantuk. Perdebatan antara khasiat teh dan kopi masih terus bergulir. Sebagian ahli menyebut teh lebih bermanfaat untuk tubuh dan sebagian lainnya mendukung kopi lebih berkhasiat.
Salah satu jenis teh yang populer ialah matcha. Ternyata di dalam kandungan matcha ada kemiripan khasiat dengan kopi yang bantu mendongkrak energi. Lantas mana yang lebih ampuh? Baca juga: Keren! 5 Minimarket Ini Viral Gegara Punya Pemandangan Indah
Melansir akun TikTok @matchamonk_ryo (31/1), Matcha Master asal Tokyo ini menjelaskan perbedaan matcha dan kopi hitam. Keduanya ternyata memiliki kandungan serupa dengan efek yang berbeda ketika diterima tubuh. Matcha dan kopi hitam diungkapkan sama-sama memiliki kandungan kafein di dalamnya. Tetapi kadarnya yang berbeda membuat kedua minuman tersebut tak bisa disamakan. Kopi hitam memiliki kafein sebanyak 95 miligram per cangkir dengan takaran 250 mililiter. Sementara matcha hanya memiliki kandungan kafein 70 miligram saja untuk takaran yang sama. Lebih lanjut Ryo menjelaskan bahwa cara kerja kafein dari kopi dan matcha memiliki alur yang berbeda. Saat meminum kopi, konsumennya hanya akan merasakan efek dorongan energi 1-3 jam saja.
Tetapi ketika mengonsumsi matcha, efek dorongan energinya berlangsung 4-6 jam. Alasannya terdapat pada kandungan L-theanine di dalam matcha yang berfungsi mengikat kafein. Sehingga kafein akan dilepaskan lebih perlahan dan lamban ke dalam aliran darah. L-theanine yang juga terdapat dalam teh hijau tak hanya memberikan efek mirip dengan kafein. Konsumsi teh yang diakui memberikan rasa ketenangan juga berasal dari kandungan L-theaninenya. Kandungan tersebut juga dapat diandalkan guna memperbaiki suasana hati yang efeknya serupa dengan cokelat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa matcha menghasilkan dorongan energi di dalam tubuh dengan cara yang lebih lembut dan perlahan. Matchamonk Ryo menobatkan matcha sebagai pemenang dalam memberikan dorongan energi. (dfl/odi) Pagi Hari Lebih Baik Minum Teh atau Jus? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya
Jakarta – Memulai pagi dengan minuman yang menyegarkan bisa memberikan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tak hanya kopi, dua minuman yang sering diminum di pagi hari adalah teh dan jus. Minuman teh dan jus sama-sama mengandung antioksidan serta vitamin dan mineral. Lebih Baik Teh atau Jus di Pagi Hari?Teh atau jus bisa menjadi minuman yang bermanfaat di pagi hari. Menurut ahli gizi Ekta Singhwal dari Ujala Cygnus Group of Hospitals, pilihan teh atau jus bergantung pada pilihan dan tujuan tiap individu. Jika ingin mengonsumsi teh atau jus, pastikan tahu efek samping dari minuman yang dipilih dan jangan konsumsi berlebihan. Manfaat dan Efek Samping TehTeh menyediakan antioksidan dan sedikit kafein yang membantu kewaspadaan dan metabolisme. Menurut laman Healthshot, teh membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki kesehatan karena kaya antioksidan.
Dikutip dari jurnal Phytomedicine, teh juga dapat membantu menjaga fungsi otak dan suasana hati seperti pada teh hijau. Tak diragukan lagi, teh adalah minuman kaya manfaat yang dapat dikonsumsi pada pagi hari. Meski begitu, ada risiko efek samping jika teh dikonsumsi pagi hari sebelum beraktivitas. Beberapa orang kemungkinan akan mengalami sakit perut atau asam lambung, terutama jika diminum saat belum makan. Asupan kafein yang berlebihan dari teh bisa menyebabkan kegelisahan, insomnia, atau peningkatan detak jantung bagi orang yang sensitif. Teh yang dicampur dengan susu di pagi hari juga bukan kebiasaan yang sehat. Kandungan laktosanya yang tinggi bisa mempengaruhi usus dan menyebabkan gas dan masalah perut lainnya. Manfaat dan Efek Samping JusJus, terutama dari buah segar menawarkan vitamin, mineral, dan hidrasi. Berikut beberapa jus segar yang bisa dinikmati di pagi hari beserta manfaatnya:
Jus buah sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, sehingga tubuh bisa memperoleh manfaat maksimal. Selain itu, buah yang diolah menjadi jus sebaiknya tidak diberi tambahan pemanis untuk menjaga kandungan nutrisi dan mencegah kenaikan kadar gula dalam tubuh. Pemanis tambahan dalam jus bisa berasal dari gula cair, kental manis, coklat, permen, dan bahan lain yang mengandung sukrosa. Selain konsumsi jus buah tanpa pemanis tambahan, kecukupan nutrisi di pagi hari bisa dipenuhi dari sumber nutrisi lain. Misal sayur, roti gandum, kacang-kacangan, dan bahan lain yang kaya zat gizi. (row/row) Ini Waktu Terbaik Minum Kopi Hitam Tanpa Gula yang Bikin Umur Panjang
Jakarta – Kopi jadi minuman favorit banyak orang di seluruh dunia. Ada berbagai variasi minuman kopi, salah satunya kopi hitam tanpa gula. Kopi pahit dianggap lebih sehat karena tanpa kandungan gula dan susu tambahan sehingga rendah kalori dan tetap kaya antioksidan. Benarkah demikian? Lantas, kapan waktu terbaik meminumnya? Waktu Terbaik Minum Kopi Tanpa GulaDilansir Hindustan Times, menurut ahli, waktu terbaik mengkonsumsi kopi hitam tanpa gula adalah antara tengah hingga akhir pagi. Karena saat itu, kadar hormon kortisol berada pada titik terendah.
Misalnya, jika seseorang biasa bangun pukul 06.00 pagi, maka waktu terbaik untuk minum kopi baginya antara pukul 09.00 – 11.00 pagi. Mengutip Healthline, kopi hitam tidak dianjurkan diminum sesaat setelah bangun tidur karena kortisol tengah berapa pada puncaknya. Hormon tersebut mencapai kadar tertingginya pada 30-45 menit usai bangun tidur di pagi hari lalu perlahan akan menurun. Kopi yang dikonsumsi langsung setelah bangun tidur akan semakin menaikkan kadar kortisol. Sebab kafein dalam kopi mampu meningkatkan kadar hormon tersebut. Kortisol yang terus tinggi dalam jangka waktu lama bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh yang mampu menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Rekomendasi waktu minum kopi hitam pada pagi hari dibenarkan oleh penelitian terkini yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada Januari 2025 lalu. Penelitian menemukan konsumsi kopi di pagi hari menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan penyakit apa pun. Bagi pengidap gula darah tinggi dan orang yang sedang stres, dikutip dari Health, sebaiknya juga menunda minum kopi hitam di pagi hari hingga setelah sarapan agar bantu menyeimbangkan kadar gula darah dan kortisol. Nutrisi Kopi Hitam Tanpa GulaSecangkir kopi pahit seukuran 240 ml menyediakan:
Kopi hitam juga mengandung sejumlah kecil vitamin, mineral, dan polifenol lainnya. Salah satunya yaitu asam klorogenat yang menawarkan beberapa manfaat kesehatan seperti melawan peradangan dan menstabilkan kadar gula darah. Kopi dengan tambahan gula dan susu bisa mengandung nutrisi yang berbeda, terutama jumlah kalori, karbohidrat, dan lemaknya. Manfaat Kopi Hitam Tanpa GulaBerikut potensi manfaat yang ditawarkan kopi hitam tanpa gula tambahan: 1. Meningkatkan EnergiKopi mengandung kafein yang dikenal dengan kemampuannya me;awan kelelahan dan meningkatkan energi. Hal ini karena kafein bisa memblokir reseptor neurotransmitter disebut adenosin dan meningkatkan kadar neurotransmitter lain yang mengatur tingkat energi seperti dopamin. 2. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2Kopi pahit dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Menurut studi, kandungan kopi tertentu bisa meningkatkan fungsi sel beta di pankreas yang berperan dalam produksi insulin yang mengelola kadar gula darah. 3. Melindungi Fungsi OtakSeiring bertambahnya usia, otak mengalami penurunan fungsi dan dapat memicu penyakit alzheimer dan demensia. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi kopi hitam. Berdasarkan penelitian, orang yang rutin minum kafein berisiko lebih rendah terserang penyakit demensia dan alzheimer. Kafein di dalamnya juga bisa memperlambat perkembangan penyakit demensia dari waktu ke waktu. Studi mengungkap konsumsi kopi pahit bantu mencegah terserang jenis kanker tertentu, seperti kanker hati, kanker endometrium, dan kanker kolorektal. Namun diperlukan banyak penelitian untuk mengetahui lebih lanjut manfaat kopi satu ini. 5. Bantu Membakar LemakKopi bantu menurunkan berat badan bukan lagi mitos. Menurut studi, minum kopi pahit dapat menurunkan lemak tubuh. Minuman ini juga bisa mengubah penyimpanan lemak dan mendukung kesehatan usus yang bermanfaat dalam mengelola berat badan ideal. Konsumsi kopi hitam tanpa gula bisa mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung menurut beberapa penelitian. Namun, kafein dapat mempengaruhi tekanan darah. Sehingga orang dengan tekanan darah tak stabil perlu membatasi asupan kopi. 7. Bikin Umur PanjangKopi pahit bisa bantu memperpanjang umur menurut beberapa penelitian. Studi terhadap 1.567 orang menunjukkan kopi berkafein dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kanker setelah 12-18 tahun mendatang. Di samping itu, antioksidan dalam kopi dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan kerusakan DNA. Sehingga membuat peminumnya lebih awet muda. (azn/row) |























