Tag: kafein

  • Lagi Tren Minum Es Americano untuk Turunkan Berat Badan, Ini Kata Dokter


    Jakarta

    Belakangan ini es kopi Americano tengah jadi idaman karena diklaim bisa membantu menurunkan berat badan. Apa benar? Ini kata dokter.

    Klaim bahwa kopi Americano dapat menurunkan berat badan membuat kopi ini menjadi tren di media sosial. Banyak netizen yang sudah membuktikan keberhasilannya diet dengan kopi ini.

    Salah satunya pengguna akun TikTok @NindyaPutri (05/10/24). Dalam videonya ia menceritakan bagaimana es kopi Americano dapat menurunkan berat badan secara signifikan.


    Menurutnya, Americano dapat membantu mengurangi nafsu makan. Dengan begitu akan mempermudah proses penurunan berat badan.

    “Mulai sekarang gak usah pakai pil slimming lagi, cukup minum Americano sehari sekali atau dua kali. Bikin berat badan turun dan ini mengurangi nafsu makan,” tuturnya.

    Lantas, apa itu Americano dan apakah benar manfaatnya dapat menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut faktanya!

    1. Apa itu Americano?

    Americano bisa untuk menurunkan berat badan.Americano adalah espresso yang ditambahkan air. Foto: iStock

    Americano adalah racikan dari espresso yang ditambah air. Racikan kopi ini dibuat dengan rasio antara kopi dan airnya 1:4 sampai 1:6.

    Jika ingin kopi hitam yang lebih kuat, bisa mencampur 30 mililiter espresso dengan 120 mililiter air. Jika ingin kopi yang lebih ringan bisa menyampurkan 30 mililiter espresso dengan 180 mililiter air.

    Americano dapat disajikan hangat atau dingin dengan tambahan es batu. Karena dibuat tanpa pemanis apapun, karenanya Americano disebut sebagai kopi sehat.

    2. Temuan peneliti

    Americano bisa untuk menurunkan berat badan.Americano bisa untuk menurunkan berat badan. Foto: iStock

    Klaim bahwa Americano adalah racikan kopi sehat dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satunya peneliti yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2023.

    Peneliti menemukan bahwa minum kopi tanpa gula dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan. Minum secangkir kopi hitam bisa menurunkan berat badan 0,12 kg, lapor Medical News Today.

    Manfaat tersebut didapatkan karena kopi mengandung senyawa penting, seperti kafein, theobromine, teofilin, dan asam klorogenat. Senyawa itu bisa menurunkan berat badan dengan berbagai cara.

    Manfaat kafein pada biji kopi ada di halaman selanjutnya.

    3. Manfaat kafein untuk memobilisasi lemak

    Americano bisa untuk menurunkan berat badan.Americano dapat meningkatkan asam lemak dari jaringan lemak ke dalam darah. Foto: iStock

    Seperti kandungan kafein misalnya yang berperan menstimulasi sistem saraf untuk mengirimkan sinyal langsung ke sel lemak agar memecah lemak.

    Ini dilakukan dengan meningkatkan kadar hormon epinefrin dalam darah. Hormon tersebut dikenal juga sebagai hormon adrenalin.

    Jika hormon tersebut meningkat, maka kafein dapat meningkatkan pelepasan asam lemak dari jaringan lemak ke dalam darah. Supaya lebih efektif manfaatnya imbangi dengan aktivitas fisik.

    4. Manfaat kafein untuk meningkatkan metabolisme

    Kafein juga dapat meningkatkan sistem metabolisme sebesar 3-11%. Dosis kafein yang lebih besar memiliki efek yang lebih besar pula pada laju metabolisme.

    Semakin besar laju metabolisme dalam tubuh, maka semakin mudah untuk menurunkan berat badan. Meningkatkan metabolisme itu sebagian besar disebabkan oleh pembakaran lemak.

    Namun, efek ini kurang terasa pada orang obesitas. Sebuah studi menunjukkan bahwa kafein meningkatkan pembakaran lemak 29% pada orang kurus dan pada orang gemuk hanya 10%.

    5. Menurut dr Dion Haryadi

    Iced Americano, menu kopi yang muncul saat Perang Dunia ke-2Iced Americano merupakan pilihan kopi sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Melaui video TikToknya, dr Dion Haryadi yang dikenal dengan tips dietnya menanggapi tren minum Americano untuk diet. Menurutnya, tren ini tidak selalu benar.

    “Kalau dilihat dari literatur yang ada, konsumsi kopi yang tinggi itu tidak selalu menghasilkan penurunan berat badan,” ujarnya dalam video TikTok @dionharyadi (27/10/24).

    Ia menjelaskan ada penelitian yang membuktikan bahwa kopi bisa menurunkan berat badan dan ada pula peneliti yang membantah. Jika pun ada, maka harus didalami lagi studinya.

    “Nah yang bilang bisa turunkan berat badan itu harus didalami lagi, apakah itu murni disebabkan oleh kopi atau karena orangnya makan lebih sedikit saja,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tren belakangan soal Americano tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat. Namun, ia membenarkan bahwa Americano merupakan pilihan kopi sehat yang rendah kalori.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Tetap Ngantuk Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kandungan kafein pada kopi konon paling ampuh membuat mata melek. Namun sebagian orang tetap mengantuk setelah mengonsumsinya. Begini penjelasan ilmiahnya.

    Kopi dinikmati banyak orang, selain rasanya yang segar, juga berkat kandungan kafein di dalamnya. Kandungan kafein dalam kopi identik dengan memberi dorongan energi yang singkat.

    Biasanya kopi juga menjadi alternatif ketika seseorang harus terjaga dan melawan rasa kantuknya. Namun sebagian orang mengaku tetap merasa mengantuk walaupun sudah minum banyak kopi.


    Ternyata fenomena tersebut bukanlah suatu hal yang aneh atau tanda adanya kelainan. Melansir Very Well Health, pengamatan kualitas tidur dalam jurnal Prevalence of Healthy Sleep Duration Among Adults menunjukkan 1 dari 3 orang dewasa mendapati waktu tidur yang tak maksimal.

    5 Kesalahan yang Bikin Es Kopi Kamu Kurang EnakPada beberapa orang konsumsi kopi tidak berpengaruh banyak untuk menangkal kantuk. Foto: Mashed/Shutterstock

    Salah satu alasannya ialah konsumsi kafein pada waktu yang tidak tepat dan justru menyebabkan insomnia. Efek samping ini yang membuat banyak ahli melarang konsumsi kopi pada sore hari, sebab pada keesokan harinya efek kafein untuk mencegah kantuk takkan maksimal.

    Jika melihat pengaruh kopi pada reseptor saraf, ahli juga menyebut ada kaitannya dengan gangguan reseptor adenosin. Kandungan kafein pada kopi mencegah rasa kantuk dengan cara memblokade reseptor adenosin pada otak.

    Namun tubuh manusia dengan ajaibnya memiliki masa penyesuaian. Ketika reseptor sudah terbiasa dengan asupan kafein yang tinggi, lambat laun reseptor otak akan mengalami penurunan sensitivitas sehingga reseptor adenosin akan gagal diblokir oleh kafein.

    Kondisi ini banyak dialami oleh penikmat kopi yang mengalami peningkatkan toleransi kafein. Artinya tubuh yang awalnya akan bereaksi terhadap kafein sebagaimana mestinya mulai menolak.

    Barista Tebak Karakter Pelanggan Lewat 5 Menu Kopi PesanannyaAda beberapa alasan yang memengaruhi efek kopi tak maksimal menangkal kantuk. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter

    Alih-alih mendapatkan efek menyegarkan, ketika toleransi kafein meningkat konsumennya tak lagi bisa menahan kantuk hanya dengan minum kopi. Sebuah penelitian di tahun 2020 juga menemukan kaitan resistensi insulin dari kebiasaan konsumsi kopi.

    Kondisi ini dapat dipicu melalui kebiasaan minum kopi pada pagi hari tanpa didahului asupan makanan. Tidur malam yang cukup dan waktu minum kopi di pagi hari yang kurang tepat akan memicu intoleran glukosa.

    Intoleran glukosa artinya kadar glukosa dalam darah akan melonjak jauh lebih tinggi daripada kadar normalnya. Hal menarik lainnya dalam penelitian ini ialah orang yang mengalami gangguan tidur malam tetapi tidak meminum kopi pada keesokan paginya, tak mengalami intoleran glukosa.

    Secara singkat kafein memang akan melonjakkan gula darah tetapi efeknya hanya sebentar dan membuat konsumennya kembali merasa lesu ketika gula darahnya turun dengan tajam. Sehingga cara terbaik untuk mendapatkan rasa segar setelah minum kopi ialah tetap menjaga tidur malam yang berkualitas dengan durasi setidaknya 6 jam.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Kopi tak hanya menyegarkan dan bikin semangat. Tapi juga banyak manfaat kesehatan untuk wanita, salah satunya dalam proses penuaan. Begini hasil penelitiannya.

    Kopi mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Selain membuat tubuh menjadi lebih semangat dan berenergi di pagi hari, ternyata konsumsi kopi juga dikaitkan pada proses penuaan yang lebih sehat pada tubuh wanita.

    Mengutip People (04/06), hal ini dijelaskan dalam presentasi di Nutrition 2025 ole American Society for Nutrition Orlando. Penelitian yang sudah berlangsung selama 30 tahun melibatkan hampir 50.000 peserta perempuan.


    Berikut hasil penelitian yang mengaitkan kopi dengan proses penuaan yang lebih sehat dan alami untuk wanita:

    1. Studi Kopi yang Berlangsung Selama 30 Tahun

    Rutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata AhliRutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata Ahli Foto: Ilustrasi iStock

    Temuan dari studi jangka panjang yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Nutrition 2025 di Orlando, mengungkap bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan penuaan sehat pada perempuan. Penelitian ini menganalisis data dari hampir 50.000 perempuan dalam jurnal Nurses’ Health Study tahun 1984.

    Partisipan atau peserta yang terlibat memiliki rentang usia 45-60 tahun. Setiap partisipan memberikan data rinci mengenai pola makan serta kondisi kesehatan mereka, termasuk rutinitas minum kopi.

    Para peneliti mendefinisikan proses penuaan sehat pada wanita itu melalui beberapa syarat. Salah satunya harapan hidup hingga usia 70 tahun atau lebih, bebas dari 11 penyakit kronis utama, memiliki fungsi fisik yang baik, kesehatan mental yang stabil, tidak mengalami gangguan kognitif, serta tidak pikun.

    2. Hasil Penelitian Kopi

    Rutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata AhliRutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata Ahli Foto: Ilustrasi iStock

    Peneliti menemukan bahwa perempuan yang tergolong “healthy agers” (penuaan sehat) mengonsumsi rata-rata 315 miligram kafein per hari atau setara dengan tiga cangkir kopi.

    Lebih dari 80% asupan kafein berasal dari kopi. Setiap tambahan satu cangkir kopi per hari dikaitkan dengan peningkatan peluang sebesar 2%-5% untuk mencapai usia tua dengan kondisi fisik dan mental yang baik.

    Temuan ini memperkuat bukti bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

    3. Efek Sehat dari Kopi

    Rutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata AhliRutin Minum Kopi Bikin Wanita Menua Lebih Sehat, Ini Kata Ahli Foto: Ilustrasi iStock

    Dr. Sara Mahdavi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health yang memimpin penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara kopi dan penuaan sehat tetap konsisten meskipun variabel gaya hidup lain seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan merokok juga berpengaruh pada proses penuaan setiap wanita.

    Ia juga menekankan bahwa manfaat kesehatan ini muncul dari kafein yang tampaknya spesifik pada kopi, bukan hanya karena kandungan kafeinnya saja.

    Penelitian ini juga menemukan bahwa mereka tidak bisa menemukan adanya manfaat serupa pada kopi tanpa kafein, teh, atau minuman bersoda berkafein. Sehingga temuan ini mengindikasikan bahwa senyawa bioaktif unik dalam kopi berperan penting dalam proses penuaan yang sehat pada wanita.

    Cek di Halaman Selanjutnya!

    4. Perlu Penelitian Lebih Lanjut

    Meskipun hasilnya menjanjikan, Mahdavi mengingatkan bahwa partisipan studi mayoritas adalah perempuan kulit putih, berpendidikan tinggi, dan berprofesi di bidang kesehatan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk populasi yang lebih luas.

    Ia juga menegaskan pentingnya memperhatikan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Konsumsi kopi dalam jumlah sedang (sekitar dua hingga empat cangkir per hari) dapat mendukung penuaan sehat jika disertai kebiasaan lain seperti olahraga rutin, pola makan bergizi, dan menghindari rokok.

    Namun, kebiasaan ini tidak disarankan untuk orang-orang yang tidak terbiasa minum kopi atau seseorang yang sensitif terhadap kafein.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak Optimal


    Jakarta

    Sama-sama memiliki efek yang kuat, obat dan kopi sebaiknya tidak diminum secara bersamaan. Terutama beberapa jenis obat dengan kandungan tertentu.

    Bagi banyak orang, hari belum benar-benar dimulai tanpa minum secangkir kopi. Aroma khas dan rasanya yang enak memberi suntikan energi yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas. Namun di balik kenikmatan itu, kopi yang mengandung kafein bisa menimbulkan masalah jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu.

    Kafein memang memberikan efek menyegarkan, tetapi juga bisa berdampak pada beberapa jenis obat dan bisa memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh. Dilansir dari The Conversation (09/06), dari obat flu hingga antidepresan, inilah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan kopi.


    1. Obat Flu

    Konsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak OptimalKonsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak Optimal Foto: Ilustrasi iStock

    Sebagian besar obat flu mengandung pseudoefedrin, zat dekongestan yang bekerja sebagai stimulan. Sama seperti kafein, zat ini mempercepat kerja sistem saraf pusat. Bila dikonsumsi bersamaan, efek stimulan bisa berlipat ganda dan menimbulkan keluhan seperti gelisah, jantung berdebar, sulit tidur, bahkan sakit kepala.

    Beberapa produk obat flu bahkan sudah mengandung tambahan kafein di dalamnya. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan gula darah dan suhu tubuh, hal yang patut diwaspadai khususnya bagi penderita diabetes.

    Kombinasi serupa juga bisa terjadi jika kafein dikonsumsi bersamaan dengan obat ADHD seperti amfetamin, atau obat asma seperti teofilin. Efeknya dapat berupa gangguan tidur hingga denyut jantung yang lebih cepat dari normal.

    2. Obat Tiroid

    Konsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak OptimalKonsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak Optimal Foto: Ilustrasi iStock

    Obat tiroid yang paling sering diresepkan yaitu levotiroksin, sangat bergantung pada waktu konsumsi agar dapat bekerja dengan baik di tubuh. Jika diminum terlalu dekat dengan waktu minum kopi, kemampuan tubuh dalam menyerap obat ini bisa berkurang hingga 50%.

    Kandungan kafein dalam kopi dapat mempercepat pergerakan makanan di saluran pencernaan, sehingga tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk menyerap obat secara maksimal. Dalam beberapa kasus, kafein juga dapat berikatan langsung dengan zat aktif obat di lambung, yang membuat penyerapannya menjadi lebih sulit.

    Jika penyerapan terganggu, gejala hipotiroid seperti kelelahan, peningkatan berat badan, dan sembelit bisa muncul kembali, meskipun obat telah dikonsumsi secara rutin. Oleh karena itu, sebaiknya kopi dikonsumsi paling tidak 30-60 menit setelah minum levotiroksin.

    Aturan serupa juga berlaku untuk obat osteoporosis dari golongan bifosfonat, seperti alendronat dan risedronat, yang hanya akan terserap dengan baik jika diminum saat perut kosong.

    3. Obat Antidepresan

    Konsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak OptimalKonsumsi Kopi Saat Minum Obat? Hati-hati Efek Obat Jadi Tak Optimal Foto: Ilustrasi iStock

    Kafein dalam kopi bisa memengaruhi cara kerja obat-obatan untuk kesehatan mental. Misalnya obat golongan SSRI seperti sertraline dan citalopram, keduanya kurang efektif bila diminum berdekatan dengan waktu ngopi. Karena kafein menghambat penyerapannya di lambung.

    Untuk antidepresan jenis lama seperti amitriptilin dan imipramin (golongan TCA), masalahnya berbeda. Obat ini dan kafein diproses oleh enzim yang sama di hati yaitu CYP1A2. Jika diminum bersamaan, proses pencernaannya bisa melambat sehingga meningkatkan risiko efek samping seperti jantung berdebar atau gelisah berkepanjangan.

    Begitu juga dengan Clozapine, obat untuk skizofrenia. Menurut sebuah penelitian minum 2-3 cangkir kopi dapat menaikkan kadar obat ini di darah hampir dua kali lipat, yang berisiko menyebabkan kantuk berlebihan, linglung, hingga efek samping serius.

    Cek di Halaman Selanjutnya!

    4. Obat Pereda Nyeri

    Sick young woman suffering from migraine or headache hold glass of water and painkiller medicine considering having pill, unwell millennial girl feel sad pondering taking antidepressant medication Foto: iStock

    Beberapa obat pereda nyeri bebas seperti aspirin atau parasetamol sengaja ditambahkan kafein untuk mempercepat kerja obat. Kafein mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan keasaman, sehingga obat lebih cepat terserap.

    Namun, percepatan ini juga berisiko menimbulkan iritasi lambung atau gangguan pencernaan, apalagi bila disertai konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya. Meski kasus serius jarang terjadi, sebaiknya tetap berhati-hati dan batasi konsumsi kafein saat menggunakan obat ini.

    5. Obat Jantung

    Kafein bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung selama beberapa jam setelah diminum. Bagi orang yang sedang mengonsumsi obat jantung atau tekanan darah tinggi, minum kopi bisa mengganggu efektivitas obat.

    Apakah itu berarti penderita penyakit jantung tidak boleh minum kopi? Tidak juga. Tapi penting untuk memantau efeknya. Jika setelah minum kopi jantung terasa berdebar atau tekanan darah naik, mungkin sudah waktunya mengurangi asupan atau memilih kopi tanpa kafein.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Es Kopi vs Cold Brew, Mana yang Lebih Enak dan Sehat?


    Jakarta

    Es kopi dan cold brew digemari pencinta racikan kopi dingin. Keduanya memiliki karakteristik rasa dan kandungan kafein yang berbeda. Kira-kira mana yang lebih sehat?

    Musim panas sering kali identik dengan segelas kopi dingin untuk memulai hari. Namun saat berbicara tentang minuman berkafein dingin, dua nama yang paling sering muncul adalah es kopi (iced coffee) dan cold brew.

    Sekilas dua jenis kopi ini terlihat serupa, tetapi ternyata keduanya memiliki proses pembuatan, rasa, hingga kadar kafein yang berbeda. Lantas mana yang lebih baik untuk tubuh dan mana yang lebih banyak mengandung kafein?


    Dilansir dari Real Simple (11/07/2025), berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan antara es kopi dan cold brew dari segi rasa sampai kandungan kafeinnya:

    1. Apa Itu Es Kopi?

    Ice coffee in a tall glass. Cold summer drink on a wooden background with copy space.Ilustrasi Es Kopi. Foto: Getty Images/Arta Sermule

    Es kopi adalah racikan kopi populer yang cukup praktis untuk dibuat. Kopi awalnya diseduh dengan air panas, lalu didinginkan dan disajikan dengan es batu.

    “Es kopi merupakan racikan kopi yang diseduh dengan air panas sebelum akhirnya disajikan dalam keadaan dingin,” ujar Cordie Nelson, selaku Market Trainer dari La Colombe untuk wilayah Chicago dan Texas, Amerika. Menurutnya ada beberapa cara untuk membuat es kopi.

    “Salah satu metode klasik adalah menyeduh kopi dengan takaran bubuk yang lebih banyak dari biasanya agar hasilnya lebih pekat, lalu dibiarkan dingin selama beberapa jam,” jelas Nelson.

    Namun cara ini dapat menurunkan kualitas rasa kopi karena proses oksidasi, yakni reaksi kimia ketika terpapar oksigen. Hasilnya rasa kopi bisa menjadi sangat pahit. Karenanya banyak orang menambahkan susu atau gula agar rasanya lebih seimbang.

    2. Apa Itu Cold Brew?

    3 Perbedaan Es Kopi, Cold Brew, dan Kopi Nitro yang Sama SegarCold Brew. Foto: iStock

    Cold brew merupakan minuman kopi dingin yang dibuat tanpa melibatkan proses pemanasan air. Secara umum, ada dua teknik yang paling sering digunakan yaitu merendam bubuk kopi dalam air dingin selama minimal semalaman agar rasanya larut sepenuhnya, atau menggunakan metode tetes perlahan yang dikenal sebagai cold drip gaya Kyoto.

    “Awalnya, metode ini dikenalkan pada abad ke-17 oleh pedagang Belanda kepada mitra dagangnya di Jepang sebagai cara menyeduh kopi tanpa menggunakan api,” ujar Nelson. Seiring waktu, teknik tersebut berkembang menjadi proses yang memakan waktu sekitar 5 hingga 8 jam, di mana air pada suhu ruang atau dingin diteteskan perlahan ke atas bubuk kopi.

    “Proses ini menghasilkan cita rasa kopi yang ringan dan aroma yang khas. Sementara metode rendaman menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih kuat dan tekstur yang lebih halus,” tambahnya.

    3. Mana yang Kafeinnya Lebih Banyak?

    Es Americano Populer di Korea Selatan, Ini 5 Fakta MenariknyaEs Americano Foto: Getty Images/Ratchat

    Secara umum cold brew dikenal memiliki kadar kafein yang lebih tinggi karena waktu ekstraksi antara kopi dan air jauh lebih lama. Namun demikian, kadar kafein dalam secangkir kopi tetap bergantung pada beberapa faktor, seperti jenis biji kopi dan jumlah yang digunakan saat penyeduhan.

    “Cold brew biasanya disiapkan dalam bentuk konsentrat, menggunakan rasio 1:5 antara bubuk kopi dan air. Nantinya konsentrat ini diencerkan kembali dengan air dingin sebelum disajikan,” ujar Nelson.

    Sementara itu, kopi yang dibuat dengan teknik flash-chilling seperti pada es kopi, umumnya menggunakan rasio yang lebih klasik, yaitu 1:17 dengan tingkat kehalusan gilingan yang sedikit lebih padat tergantung jenis bijinya.

    Karena tingkat keasamannya rendah, cold brew cenderung lebih nyaman dinikmati tanpa tambahan gula, sehingga dapat membantu mengurangi risiko lonjakan gula darah ketika efek kafein mulai mereda. Namun bagi penggemar kopi yang senang bereksperimen dengan pemanis tambahan atau bahan lainnya, es kopi bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel untuk dikreasikan sesuai selera.

    4. Mana yang Lebih Menyehatkan?

    4 Tips Meracik Cold Brew ala Starbucks, Mudah Dibuat di Rumah!Cold Brew. Foto: Getty Images/iStockphoto/Suphansa Subruayying

    Dilihat dari sisi nutrisi, es kopi dan cold brew sebenarnya cukup mirip, terutama jika diminum tanpa tambahan pemanis apapun. Jadi pilihan kopi yang lebih sehat sangat bergantung pada kebutuhan setiap orang.

    Jika seseorang memerlukan dorongan energi ekstra, cold brew adalah pilihan yang tepat. Selain itu kadar keasaman yang lebih rendah pada cold brew juga membuatnya lebih ramah bagi sistem pencernaan, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan lambung. Namun jika seseorang lebih sensitif terhadap kafein, es kopi adalah opsi yang lebih bijak karena kandungan kafeinnya umumnya lebih rendah.

    Namun hal yang perlu diperhatikan baik pada es kopi maupun cold brew, usahakan untuk tidak menambahkan terlalu banyak susu, gula, atau sirup berperisa.

    Tambahan-tambahan ini bisa secara signifikan menambah kalori, lemak jenuh, serta gula berlebih yang pada akhirnya bisa mengurangi manfaat kesehatan dari secangkir kopi hitam.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak?


    Jakarta

    Minum kopi di tengah cuaca panas sering kali jadi pilihan cepat untuk menyegarkan diri, apalagi dalam bentuk es kopi. Namun apakah pilihan ini aman?

    Banyak yang bertanya-tanya apakah aman minum kopi saat suhu sedang tinggi? Ternyata jawabannya tak sesederhana kedengarannya. Meski kopi bukan penyebab langsung dehidrasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

    Agar tubuh tetap aman saat ngopi di hari yang panas, kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Kopi tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan disertai dengan konsumsi air putih yang cukup dan berimbang.


    Dilansir dari Very Well Health (12/07/2025), ada beberapa penjelasan yang menjabarkan apakah minum kopi di cuaca terik aman atau tidak untuk tubuh. Berikut empat penjelasannya:

    1. Apakah Minum Kopi di Cuaca Panas Aman?

    Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak?MApakah Minum Kopi di Cuaca Panas Aman? Foto: Getty Images/iStockphoto

    Minum kopi saat cuaca panas sebenarnya tidak berbahaya. Risiko dehidrasi hanya muncul jika kopi dikonsumsi secara berlebihan tanpa disertai asupan cairan pengganti.

    “Selama dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tetap diimbangi dengan asupan cairan lain sepanjang hari, kopi tidak akan menyebabkan dehidrasi bahkan saat cuaca sedang panas,” jelas Rob van Dam, profesor nutrisi dan epidemiologi dari George Washington University.

    Minum air putih memang penting untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi manfaatnya semakin besar saat tubuh banyak kehilangan cairan akibat keringat dan buang air kecil saat cuaca sedang panas.

    2. Apa Kopi Bisa Menyebabkan Dehidrasi?

    Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak?Apa Kopi Bisa Menyebabkan Dehidrasi? Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kekhawatiran utama soal minum kopi di cuaca panas terletak pada kandungan kafein di dalamnya. Kafein merupakan zat diuretik ringan yang dapat merangsang ginjal untuk membuang lebih banyak cairan.

    Meski begitu beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak menyebabkan dehidrasi pada orang dewasa yang sehat, karena kandungan air dalam kopi cukup untuk menyeimbangkan efek diuretik tersebut.

    Van Dam menjelaskan bahwa efek diuretik dari kafein akan lebih terasa pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya. Sementara bagi peminum kopi, tubuh sudah memiliki toleransi sehingga dampaknya terhadap ginjal pun berkurang.

    Karenanya orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein sebaiknya menghindari kopi atau minuman berenergi saat cuaca sedang panas.

    3. Cara Tetap Aman Ngopi di Cuaca Panas

    Supaya tubuh tetap terhidrasi saat cuaca sedang terik tapi tetap ingin ngopi, kuncinya ada pada keseimbangan. Tubuh kehilangan cairan lebih cepat saat panas, jadi penting untuk memastikan asupan air putih tetap cukup, apalagi jika kopi termasuk bagian dari konsumsi harian.

    Setiap orang tentunya punya batas toleransi kafein yang berbeda. Tapi sebagai panduan umum, konsumsi kafein disarankan tak lebih dari 400 miligram per hari. Sebagai gambaran, satu shot espresso mengandung sekitar 64 miligram kafein, sedangkan secangkir kopi ukuran 12 ons bisa mengandung 90 sampai 100 miligram kafein.

    “Kalau tubuh mulai terasa haus terus-menerus atau muncul tanda-tanda dehidrasi, itu sinyal tubuh yang memberi tahu kita untuk mengurangi kafein,” kata Natalie Newell, ahli gizi dari UNC Rex Nutrition Services.

    4. Tips Anti Dehidrasi Meski Tetap Minum Kopi

    Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak? Anti Dehidrasi Meski Tetap Minum Kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Agar tubuh terhindar dari risiko dehidrasi saat menikmati kopi di cuaca panas, penting untuk mengimbanginya dengan cukup minum air putih. Disarankan minum satu hingga dua gelas air untuk setiap gelas kopi yang dikonsumsi. Bila merasa air putih terlalu hambar, tambahkan irisan buah segar atau daun mint untuk memberi rasa yang lebih menarik.

    Menikmati kopi dingin juga bisa membantu tubuh terasa lebih segar. Menambahkan es tidak mengubah kandungan kopi, tapi bisa menurunkan suhu tubuh. Menambahkan susu sapi atau nabati juga bisa menjadi tambahan racikan kopi yang menyehatkan.

    Bila ingin mengurangi asupan kafein, kopi tanpa kafein bisa jadi alternatif. Selain itu teh dingin, air kelapa, jus buah atau minuman elektrolit rendah gula juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tanpa harus bergantung pada kopi saja.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Ngopi Kalau Tak Mau Ada Efek Samping


    Jakarta

    Saat minum kopi penting untuk memerhatikan beberapa hal. Gunanya untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul saat mengonsumsinya. Ahli ungkap 5 hal ini!

    Sebagian orang mungkin menganggap minum kopi adalah hal yang sepele. Namun kenyataannya minum kopi bisa menyebabkan efek samping bagi kesehatan jika caranya salah.

    Dilansir dari Health.com (10/7/2025), kesalahan dalam minum kopi dapat menimbulkan efek buruk. Di antaranya mengganggu tingkat energi, jam tidur, hingga kebugaran tubuh.


    Oleh karena itu, penting memerhatikan beberapa hal saat minum kopi. Para ahli mengungkapkan detail waktu hingga racikan kopi yang baik dikonsumsi.

    Berikut 5 hal yang harus dihindari saat minum kopi:

    1. Minum Kopi 6 Jam Sebelum Tidur

    Kopi diketahui mengandung kafein yang dapat meningkatkan energi pada tubuh. Hal ini membuat banyak orang mengonsumsinya agar tak mudah mengantuk sehingga tetap menimbulkan rasa waspada.

    Sebenarnya baik untuk menjaga konsentrasi, tapi ketika dinikmati mendekati waktu tidur malah menimbulkan masalah. Sebab kopi akan mengganggu waktu tidur. Hindari mengonsumsi kopi 6 jam sebelum tidur.

    Contohnya jika kamu tidur pada pukul 22.00, maka sebaiknya tidak lagi mengonsumsi kopi pada pukul 16.00. Masih aman jika waktu menunjukkan pukul 14.00.

    “Cobalah beralih ke kopi tanpa kafein setelah jam 2 siang atau saat mulai lesu di sore hari,” ungkap Melissa Prest, seorang ahli gizi.

    2. Minum Kopi Tanpa Filter

    Ternyata mengonsumsi kopi tanpa filter dapat berdampak bagi kesehatan tubuh. Jika rutin mengonsumsi kopi Turki ataupun espresso dapat menimbulkan masalah berupa naiknya kadar kolesterol LDL (jahat).

    Hal ini karena kopi tanpa filter mengandung tingkat diterpen yang lebih tinggi, khususnya kahweol dan cafestol. Kadar kolesterol yang buruk juga berkaitan dengan efek kesehatan lain, seperti stroke dan serangan jantung.

    Fakta minum kopi lain ada di halaman selanjutnya…

    3. Terlalu Banyak Pemanis

    Racikan kopi yang manis banyak disukai belakangan, terutama pada wanita. Selain menambahkan gula, banyak orang yang juga menggunakan sirup karamel dan lainnya.

    Pemanis yang ditambahkan ke dalam kopi bisa mengakibatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) yang meningkat. Juga berkaitan dengan penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

    Sebaiknya, konsumsi kopi hitam saja untuk hasil dan manfaat kesehatan yang maksimal. Jika ingin menambahkan pemanis bisa memilih yag alami, seperti madu, sirup kruma, stevia, dan sirup maple.

    4. Minum Kopi Saat Bangun Tidur

    Banyak yang percaya minum kopi di pagi hari bagus untuk kesehatan. Namun hindari mengonsumsinya ketika baru bangun tidur, karena dapat mengganggu adenosin (neurotransmitter yang memengaruhi tubuh).

    Debbie Petitpain, seorang ahli nutrisi dan diet merekomendasikan minum kopi pertama pada 60-90 menit setelah bangun tidur. Buatlah tubuh bergerak sebentar, setelah itu baru mengonsumsinya untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

    5. Kopi Jadi Pengganti Makanan

    Kopi sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Namun jangan mencoba mengganti makanan dengan kopi, karena tidak mengandung cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

    Kopi bisa dikonsumsi setelah makan atau sarapan. Minum kopi setelah makan diketahui baik untuk manfaat metabolik dan mengontrol kadar gula darah.

    Keri Glassman, seorang ahli gizi menerangkan bahwa kopi bisa dijadikan camilan. “Pasangkan dengan segelas air dan mungkin elektrolit. Kombinasi nutrisi dan hidrasi ini akan memberikan efek stimulan yang baik,” terangnya.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kopi vs Matcha, Mana yang Lebih Sehat dan Bikin Fokus Sepanjang Hari?


    Jakarta

    Tren gaya hidup sehat membuat banyak orang mulai memikirkan ulang pilihan minumannya. Dua yang paling sering dibandingkan adalah kopi dan matcha.

    Keduanya sama-sama jadi favorit untuk menambah energi di pagi hari, tapi punya efek berbeda bagi tubuh. Kopi dikenal sebagai penyemangat instan yang bikin fokus meningkat, sementara matcha lebih lembut dengan sensasi tenang dan stabil.


    Di media sosial, perdebatan lebih baik kopi atau matcha, bahkan makin ramai. Buktinya, pencarian topik ini naik hingga 50% di Google.

    Dari kedai kopi modern sampai kafe matcha kekinian, keduanya kini bersaing jadi pilihan utama penikmat kafein.

    Lalu, mana sebenarnya yang lebih menyehatkan? Dilansir dark VOGUE PH (19/10/2025), berikut penjelasannya.

    1. Kopi dan Manfaatnya

    Two mugs of coffee are on the table.Kopi Foto: Getty Images/Berk Ucak

    Persaingan antara kopi dan matcha kembali jadi perbincangan hangat di media sosial. Pencarian ‘coffee vs matcha’ di Google naik 50% dalam setahun terakhir. Banyak orang mulai membandingkan keduanya, terutama soal energi dan manfaat kesehatan.

    Menurut pelatih kebugaran asal Inggris Luke Worthington, dosis kafein yang tepat sekitar 5 miligram per kilogram berat badan bisa meningkatkan fokus dan performa tubuh.

    Sementara ahli gizi Lucy Miller menyebut kopi kaya antioksidan yang bermanfaat menurunkan risiko Alzheimer, diabetes tipe 2, dan penyakit hati. Namun efeknya tak sama bagi semua orang.

    Terlalu banyak minum kopi bisa memicu kecemasan, gangguan tidur, dan sakit kepala. Karena itu, banyak ahli gizi yang menyarankan agar kopi diminum secukupnya. Serta hindari minum kopi di atas jam 3 sore agar tidur malam tetap nyenyak.

    2. Matcha Jadi Saingan Terbaru Kopi

    Japanese Iced Matcha Latte, green tea with milk,Japanese Iced Matcha Latte Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    Matcha kini makin populer di kalangan pencinta minuman sehat. Apalagi munculnya tren minuman kekinian yang membuat popularitas minuman berwarna hijau cerah ini semakin tinggi peminatnya.

    Meski sama-sama mengandung kafein, kadar kafein pada matcha lebih rendah dibanding kopi, hanya sekitar 70 miligram per cangkir. Sementara kisaran kadar kafein pada secangkir kopi (237 ml) berada di angka 95-250 miligram.

    Matcha dibuat dari daun teh hijau utuh yang ditanam di tempat teduh, sehingga kandungan antioksidannya jauh lebih tinggi.

    “Matcha bisa mengandung hingga 100 kali lebih banyak katekin dibanding teh hijau biasa,” kata Lucy Miller. Antioksidan ini membantu tubuh melawan radikal bebas dan menjaga fokus.

    Uniknya matcha juga mengandung L-theanine, asam amino yang membantu menenangkan pikiran. Efeknya tetap memberi energi tanpa membuat jantung berdebar seperti kopi. Tak heran, banyak orang memilih matcha sebagai alternatif minuman pagi yang lebih lembut di tubuh.

    3. Pilih Kopi atau Matcha?

    5 Budaya Unik Minum Kopi Dunia, Ritual Ethiopia hingga Kopi VietnamKopi. Foto: The Indian Express

    Sebenarnya tak harus memilih salah satu. Keduanya punya manfaat berbeda tergantung kebutuhan dan kondisi tubuh seriap orang. Luke Worthington mengatakan ia minum secangkir espresso di pagi hari untuk menambah energi cepat di tubuhnya, lalu ia minum matcha di pertengahan hari agar tetap fokus.

    “Kopi memberi dorongan kuat, tapi matcha membuat saya tenang dan tetap produktif,” ujarnya.

    Lucy Miller sendiri lebih memilih matcha karena tak menyukai rasa kopi, meski tetap menyarankan kopi dalam jumlah wajar bagi yang cocok. Ia juga mengingatkan agar memilih kopi tanpa gula tambahan atau susu nabati tinggi pemanis. Jika ingin pasokan energi cepat, maka minum kopi bisa jadi pilihan. Namun untuk fokus tanpa efek gelisah, matcha lebih disarankan dikonsumsi.

    4. Matcha dan Kopi Sama-sama Unggul

    Minum Matcha Jangan Asal! Ini 5 Tips agar Khasiatnya MaksimalMinum Matcha Khasiatnya Maksimal Foto: Getty Images/Food Photographer

    Baik kopi maupun matcha punya keunggulan masing-masing. Keduanya mengandung kafein dan antioksidan yang bisa membantu tubuh tetap bugar dan fokus.

    Perbedaannya ada pada efek setelah diminum. Kopi memberi energi cepat, cocok untuk diminum di pagi hari atau sebelum berolahraga. Sementara matcha memberikan energi lebih stabil dengan efek menenangkan, sehingga lebih cocok diminum siang hari.

    Bagi yang mudah cemas atau susah tidur, matcha bisa jadi pilihan lebih aman. Namun bagi penggemar aroma dan cita rasa kuat, kopi tetap tak tergantikan. Kunci konsumsi sehat ada pada cara minum dan porsinya.

    Nikmati secukupnya, jangan berlebihan, dan perhatikan waktu minum kopi atau matcha agar tidak mengganggu waktu tidur. Dengan begitu, manfaat kedua minuman ini bakal tetap terasa optimal.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Teh Hijau Vs Kopi, Mana yang Bisa Cegah Otak Tak Cepat Pikun?


    Jakarta

    Dalam kesehatan otak, banyak orang telah mencoba berbagai makanan dan perubahan gaya hidup. Tetapi, satu hal terlintas dalam pikiran adalah minuman antioksidan mana yang paling ampuh untuk otak.

    Kebanyakan orang percaya kopi adalah cara terbaik menyegarkan otak dan tetap fokus pada pekerjaan. Itu membantu pekerjaan tanpa merasa mengantuk sepanjang hari.

    Beberapa orang mengatakan bahwa teh hijau lebih baik karena meningkatkan energi, membuang racun tubuh, dan membantu fungsi kognitif yang lebih baik. Lalu, mana yang lebih efektif?


    Dikutip dari Times of India, ahli saraf Dr Robert Lowe menjelaskan manfaat dari kedua minuman tersebut.

    1. Secangkir Kopi dapat Meningkatkan Kinerja Otak

    Kopi lebih dari sekadar ritual pagi, tetapi bisa bermanfaat untuk otak. Bagi sebagian orang, secangkir kopi segar tanpa tambahan gula mungkin satu-satunya cara untuk memulai pagi.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan penumpukan plak, yang menjadi salah satu indikator utama penuaan dan penyebab penyakit Alzheimer.

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, menyatakan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa bioaktif. Itu termasuk kafein, polifenol, antioksidan, dan trigonelin, yang banyak di antaranya memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektif, anti kanker, dan pelindung jantung.

    Selain itu, kopi dapat mengurangi kemungkinan Alzheimer hingga 65 persen dan Parkinson 29 persen. Tetapi, ada pula kekurangannya yaitu dapat mengganggu penyerapan zat besi, pengobatan osteoporosis, dan beberapa antibiotik.

    2. Teh Hijau Meningkatkan Kognitif yang Lebih Tenang

    Teh hijau memiliki manfaat tersendiri untuk meningkatkan kinerja otak, dan juga memberikan energi yang menenangkan. Sebuah studi yang dipublikasikan dengan judul ‘Studi kohort longitudinal yang menunjukkan efek menguntungkan dari konsumsi teh hijau dan kopi dalam jumlah sedang terhadap pencegahan demensia: Studi Kesehatan Mental JPHC Saku’ menyimpulkan bahwa 2-3 cangkir teh hijau per hari secara signifikan mengurangi risiko penurunan kognitif.

    Namun, hal ini hanya diamati pada individu yang lebih tua. Tidak ada efek signifikan yang ditemukan pada seluruh sampel yang mencakup orang yang lebih muda.

    Ini untuk mengingatkan bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Tetapi, dosis teh hijau yang lebih tinggi (lebih dari 4 cangkir) tidak meningkatkan manfaatnya.

    Menurut Robert Lowe, kopi merupakan peningkatan kognitif, terutama karena kandungan kafein yang membantu meningkatkan fokus, daya ingat, dan rentang perhatian. Kopi juga kaya polifenol, senyawa yang memberi warna gelap pada kopi, yang bermanfaat untuk kesehatan usus, mikroba usus yang terkait dengan fungsi otak.

    Sementara teh hijau, selain membantu menyeimbangkan energi, minuman ini mengandung L-theanine, asam amino yang meningkatkan ketenangan dan relaksasi. Teh hijau juga ramah usus dan mengandung polifenol, seperti kopi yang mendukung kesehatan usus dan pada gilirannya menutrisi otak melalui poros usus-otak.

    Kesimpulannya, kopi maupun teh hijau menawarkan manfaat yang kuat. Tetapi, kopi mungkin sedikit lebih merangsang energi, sementara teh hijau memberikan energi yang lebih halus dan lebih tenang.

    Namun, pada akhirnya semua kembali ke pilihan yang nyaman untuk tubuh masing-masing.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Sederet Kebiasaan yang Bisa Turunkan Kualitas Sperma, Termasuk Sering Ngopi


    Jakarta

    Kualitas sperma yang buruk bisa membuat laki-laki kesulitan untuk mendapatkan momongan. Menurunnya kualitas sperma ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah gaya hidup yang buruk.

    Spesialis obstetri dan ginekologi dr Upik Anggraheni, SpOG, Subsp F E R mengatakan ada beberapa kebiasaan laki-laki yang tanpa disadari bisa menurunkan kualitas spermanya. Salah satunya adalah seringnya minum kopi.

    “Laki-laki yang suka minum kopi, itu harus hati-hati. Kafein itu bisa membuat gangguan pembuluh darah. Kafein tidak hanya di kopi, tapi juga ada di teh, soda, dan coklat,” ujar dr Upik saat ditemui di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).


    “Memang kopi (kafeinnya) paling tinggi. Anjuran dari fertility association itu adalah 100 mg kafein per hari yang boleh dikonsumsi pasangan yang sedang promil,” sambungnya.

    dr Upik melanjutkan, kebiasaan lainnya yang tidak disadari dapat menurunkan kualitas sperma adalah merokok, obesitas, dan pola tidur yang kurang baik atau sering begadang.

    “Merokok. Ada kok perokok tapi istrinya bisa hamil, memang banyak. Tapi nggak sedikit juga yang tidak. Kalau sudah setahun berusaha nggak hamil-hamil dan dia (suami) perokok, sebaiknya langsung periksa,” kata dr Upik.

    “Kedua gemuk. Gemuk ini lebih ke faktor risiko. Sama seperti rokok, obesitas BMI-nya lebih dari 25. Kemudian pola kerjanya, suka begadang, suka minum kopi itu harus hati-hati,” sambungnya.

    Olahraga yang teratur, lanjut dr Upik bisa mulai dilakukan oleh para laki-laki untuk menghindari hal ini. Lalu, pola tidur juga harus diperbaiki, minimal tidur 7 jam dalam sehari. Serta sudah harus tidur di antara pukul 10 hingga 2 pagi.

    Selain kebiasaan, dr Upik menyarankan kepada para laki-laki untuk segera memeriksakan kualitas spermanya ke dokter jika pernah mengalami trauma di daerah kemaluan. Pasalnya, hal ini juga bisa menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas sperma.

    “Ditambah lagi jika dia sebelumnya pernah trauma, kecelakaan dan ada luka atau trauma di daerah kemaluan. Itu juga harus hati-hati atau dia sudah tahu nih kalau testisnya lebih kecil sebelah, nah itu harus periksa,” tutupnya.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy