Tag: kaki

  • Ingin 5K di Bawah 30 Menit? Coba 7 Tips Lari Cepat Ini!

    Jakarta

    Lari 5K atau lari dengan jarak 5 kilometer merupakan salah satu kategori kompetisi lari yang cukup digemari pelari di seluruh dunia.

    Kategori ini dinilai menantang, khususnya bagi pelari profesional yang sudah berpengalaman. Namun tidak menutup kemungkinan dapat dicapai oleh pelari pemula dengan latihan rutin.

    Lari 5k pada umumnya memiliki rata-rata waktu tempuh 20-30 menit. Untuk mencapai waktu tempuh di bawah 30 menit, diperlukan latihan bertahap dan konsisten.


    Nah, pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum beberapa tips bagi detikers yang ingin mencapai lari 5k di bawah 30 menit. Yuk, disimak sampai selesai!

    7 Tips Lari Cepat agar Mencapai Waktu di Bawah 30 Menit

    Jika detikers ingin memperbaiki catatan waktu 5k, dapat menyimak beberapa tips berikut ini.

    1. Latihan lari dengan intensitas tinggi

    Salah satu cara yang dapat dilakukan agar 5k mencapai waktu di bawah 30 menit yaitu dengan latihan interval. Detikers dapat berlatih dalam waktu singkat, contohnya lari cepat selama 1 menit lalu dilanjutkan dengan lari ringan selama 2 menit.

    Latihan ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebelum memulai lari dengan jarak yang lebih jauh.

    2. Latihan angkat beban

    Selain latihan lari, detikers juga dapat melakukan angkat beban untuk memperkuat otot kaki agar tetap stabil saat berlari.

    Kegiatan berlariKegiatan berlari. Foto: Thinkstock

    3. Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan tepat

    Selain latihan rutin, pemenuhan nutrisi yang tepat juga menjadi aspek penting sebelum mulai mengejar target lari 5k di bawah 30 menit.

    detikers perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terutama yang mengandung banyak karbohidrat dan protein sebagai sumber energi utama dalam berolahraga.

    4. Memahami teknik lari yang benar

    Selain meningkatkan kecepatan, teknik lari yang benar juga dibutuhkan saat lari 5k. detikers perlu memperhatikan postur tubuh ketika berlari. Selain itu, pernapasan yang teratur juga diperlukan agar daya tahan tubuh tetap stabil.

    5. Menentukan waktu istirahat yang tepat

    Istirahat yang cukup dibutuhkan selama sesi latihan. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah saat berlari, seperti cedera dan cepat lelah.

    Dengan memperhatikan waktu istirahat, detikers dapat meningkatkan kecepatan dan performa lari.

    6. Mengatur kecepatan lari dengan teknik pacing

    Teknik pacing mengacu pada metode yang digunakan untuk mempertahankan kecepatan yang konsisten selama berlari.

    Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

    • Pace per kilometer, teknik dimana pelari membagi jarak dengan waktu target dan berlari pada kecepatan yang sama setiap kilometer.
    • Pace per zona detak jantung, pada teknik ini, pelari memantau detak jantung agar tetap sesuai dengan target kecepatan.
    • Pace intuitif, yaitu teknik dimana pelari dapat berlari pada kecepatan yang terasa nyaman, namun tetap berkelanjutan.
      Saat latihan, kecepatan lari menjadi salah satu aspek yang penting. Sebaiknya, detikers jangan terlalu sering berlari dengan kecepatan tinggi agar daya tahan tetap stabil sehingga dapat menambah waktu latihan.

    7. Memperhatikan Rasa Lelah dan Cedera

    Selama latihan, detikers dapat meningkatkan jarak latihan. Namun, peningkatan ini juga dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman. Jika sudah mulai merasa lelah atau sakit, detikers perlu beristirahat untuk mencegah cedera.

    Demikian beberapa tips yang bisa detikers terapkan selama latihan untuk memperbaiki catatan waktu lari 5k. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Cara Mulai Olahraga Lari untuk Pemula, Konsistensi Jadi Kunci

    Jakarta

    detikers punya rencana menggeluti hobi olahraga lari tapi masih ragu-ragu memulai? Yuk simak bagaimana caranya. Yang pasti, konsistensi jadi kunci!

    Lari relatif menjadi olahraga yang praktis untuk dilakukan. Kian menarik karena banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga yang satu ini, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik.

    Sebagai awalan, untuk memulai, yang dibutuhkan adalah keinginan untuk bisa berolahraga lari secara konsisten. Artinya, bukan cuma ikut-ikutan atau kena FOMO di tengah merebaknya tren lari.


    Nah, itu mengapa konsistensi menjadi kunci cara mulai olahraga lari untuk pemula. Butuh konsistensi untuk bikin olahraga lari menjadi sesuatu yang detikers lakukan sebagai kebutuhan, alias dilakukan dengan rutin.

    Sehubungan dengan itu, bagaimana sih caranya agar bisa menumbuhkan konsistensi itu? Tenang, ini ada beberapa hal yang bisa detikers lakukan!

    Tips Lari agar Konsisten bagi Pemula

    1. Buat goals/target

    Sebelum melakukan olahraga lagi, ada baiknya detikers menyusun terlebih dulu goals atau target yang hendak dicapai. Bisa diawali dengan beberapa hari ke depan, lalu beberapa pekan ke depan, sampai beberapa bulan ke depan.

    Untuk pemula, goals ini bisa dibuat dengan simpel dulu. Misalkan, diawali dengan target sederhana “aku ingin berlari rutin setiap hari selama satu minggu ke depan!”.

    Jika konsistensi sudah mulai tertanam, dari situ detikers bisa membuat goals berikutnya semisal akan berlari sejauh 2 kilometer bulan depan, lalu 4 kilometer di bulan berikutnya, dan seterusnya.

    2. Susun sendiri jadwalmu

    Perkara waktu acapkali juga menjadi kendala dalam urusan konsistensi. Di tengah kesibukan, terkadang tidak mudah mencari waktu luang untuk bisa konsisten berlari.

    Untuk itu, detikers bisa mencoba buat jadwal lari yang sesuai dengan aktivitas keseharian. Di awal-awal, bisa saja dibuat sebanyak dua kali dalam seminggu dengan jarak/target tertentu.

    Nah, jika sudah terbiasa, detikers perlahan-lahan bisa membuat penyesuaian lebih lanjut dalam jadwal itu demi menciptakan konsistensi.

    3. Jalan santai dulu

    Bagi detikers yang terbilang jarang beraktivitas fisik, memulai olahraga lari untuk pemula berpotensi bikin tubuh “kaget”. Untuk itu terkadang diperlukan fase penyesuaian/transisi terlebih dulu.

    Hal itu bisa detikers lakukan dengan mencoba berjalan santai dulu. Cara ini dapat “menyiapkan” fisik, terutama tubuh bagian bawah, untuk lebih siap menempuh jarak yang lebih jauh.

    Apalagi bisa dibilang aktivitas jalan santai ini termasuk ke dalam pemanasan sebagai peregangan kaki. Jika tubuh dirasa sudah siap, detikers bisa menambah kecepatan secara perlahan.

    4. Cari teman

    Bagi pemula, konsistensi menjalani olahraga lari juga bisa tumbuh manakala ada “teman barengan”. Bisa saja teman yang sama-sama ingin memulai olahraga lari, atau yang sudah punya jam terbang lebih banyak.

    Berteman dengan orang yang sudah sering berlari bukan cuma bisa tempat menggali motivasi. detikers juga jadi bisa bertanya-tanya tentang saran lari yang aman dan nyaman.

    Seiring waktu, detikers juga bergabung dengan komunitas lari yang banyak ditemukan di kota-kota besar.

    5. Niat kuat, jangan cari Alasan

    Dalam memulai olahraga lari untuk pemula, detikers harus terlebih dulu punya niat agar bisa konsisten. Untuk itu, cobalah hindari memunculkan alasan-alasan yang membuat detikers batal berlari.

    Memang, sih, mendapat waktu luang di tengah kesibukan terkadang bikin mager alias malas gerak. Tapi detikers harus punya niat kuat untuk menepikan pikiran-pikiran semacam, “rebahan dulu deh, larinya bisa nanti…”.

    Ingat, jika kamu sudah memiliki goals yang ingin dicapai maka konsistensi adalah kuncinya. Lawan rasa malas dan alasan-alasan yang membuatmu mengurungkan niat untuk lari.

    (krs/nds)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Baru Mau Mulai Lari? Ini Cara Tepat agar Nggak Cepat Lelah dan Cedera!

    Jakarta

    Bagi pemula, cedera dan kelelahan masih sering dirasakan, bahkan pada beberapa menit pertama lari. Napas terengah-engah hingga nyeri otot seringkali mengganggu aktivitas lari.

    Nah, bagi detikers yang baru mulai menekuni olahraga lari, berikut beberapa cara mulai olahraga lari untuk pemula terutama agar tidak mudah lelah dan cedera. Yuk, disimak sampai selesai!

    5 Cara Berlari agar Tidak Cepat Lelah dan Cedera

    Terdapat beberapa cara yang bisa detikers lakukan untuk terhindar dari cedera dan lelah yang terlalu cepat pada saat melakukan aktivitas lari. Berikut uraiannya.


    1. Memeriksa Kondisi Kesehatan Sebelum Berlari

    Persiapan sebelum berlari menjadi aspek terpenting agar manfaat yang dirasakan lebih optimal. Salah satu persiapan yang harus detikers lakukan yaitu memeriksa kondisi kesehatan terlebih dahulu.

    Dalam hal ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli seperti tenaga medis ataupun dokter, terutama bagi detikers yang sudah berusia di atas 40 tahun dan memiliki riwayat penyakit bawaan.

    Dengan mengetahui kondisi medis, detikers dapat mengatur durasi, intensitas lari, hingga elevasi medan lari menyesuaikan dengan kesehatan.

    2. Pemanasan Sebelum Berlari

    Pemanasan sangat penting dilakukan sebelum memulai berbagai aktivitas olahraga, termasuk lari. Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan otot sebelum melakukan kegiatan yang cukup berat. Otot akan terasa lebih kaku dan mudah untuk terkena cedera jika detikers tidak memulai lari dengan pemanasan.

    Sebelum mulai berlari, pemanasan dapat dilakukan dengan lari-lari kecil dengan kisaran waktu 10-15 menit. Selanjutnya, detikers dapat melakukan peregangan dinamis pada kaki.

    3. Mendapatkan Nutrisi yang Memadai

    Nutrisi diperlukan bagi tubuh untuk melaksanakan berbagai proses metabolisme untuk menghasilkan energi. Salah satu energi yang digunakan dalam berlari yaitu glikogen, bentuk sederhana dari karbohidrat.

    Jika kekurangan glikogen, detikers akan cepat merasa lelah meskipun kesehatan dalam kondisi baik. Oleh karenanya, dibutuhkan sumber energi dari makanan yang kaya akan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, dan mineral.

    Sebelum berlari, pastikan perut dalam keadaan terisi agar kadar gula darah tetap stabil dan tidak menimbulkan kelelahan yang cepat.

    woman runner hold her injured leg on roadAwas cedera saat berolahraga lagi! Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf

    4. Memantau Intensitas Lari

    Ketika berlari, detikers perlu memantau intensitas lari dan menentukan detak jantung dengan menggunakan skala RPE dan MHR.

    Rate of Perceived Exertion atau Skala RPE merupakan skala yang digunakan untuk mengukur seberapa keras kamu berlari. Sementara MHR (Max Heart Rate) adalah jumlah detak jantung selama berlari.

    Pengukuran ini diperlukan untuk menjaga daya tahan dan mengatur kecepatan detikers saat berlari.

    5. Mengatur Pernapasan Saat Berlari

    Mengatur pernapasan saat berlari dapat menjaga daya tahan detikers. Dengan begitu, seiring meningkatnya daya tahan, durasi berlari juga bisa dibuat lebih lama tanpa takut merasa lelah dengan cepat.

    Salah satu metode pernapasan yang dapat diikuti yaitu dengan menggunakan pola 1:2. Di setiap dua langkah, detikers dapat langsung mengambil satu tarikan napas. Namun pola ini dapat disesuaikan dengan ritme dan kemampuan detikers.

    Itulah beberapa cara atau tips cara mulai olahraga lari untuk pemula yang bisa detikers lakukan, khususnya untuk menghindari cedera dan mudah lelah saat mulai melakukan aktivitas tersebut. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Indahnya Air Terjun Tumpak Sewu di Kaki Gunung Semeru



    Lumajang

    Lumajang memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dieksplorasi. Salah satu yang patut didatangi adalah Wisata Air Terjun Tumpak Sewu yang berada di kaki Gunung Semeru.

    Air terjun itu berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Bertepatan dengan dibukanya pendakian ke Semeru, mungkin mampir sejenak ke air terjun itu dapat menjadi pengalaman menyenangkan.

    Wisata air terjun itu memiliki formasi yang indah karena mempunyai sumber mata air yang melebar seperti tirai. Air Terjun Tumpak Sewu memiliki ketinggian 120 meter.


    Nama Air Terjun Tumpak Sewu berasal dari bahasa Jawa, yakni sewu artinya seribu karena memiliki banyak sumber mata air. Air Terjun Tumpak Sewu bisa didatangi menggunakan roda dua maupun roda empat.

    “Nama air terjun ini dari bahasa Sanksekerta “tumpak” itu Sabtu, karena diawali hari Sabtu, dan “sewu” itu dari banyaknya mata air,” ujar pengelola air terjun Abdul Karim kepada detikjatim, Sabtu (28/12/2024).

    Tak heran, wisata alam di lereng Gunung Semeru ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi untuk menghabiskan waktu liburan. Apalagi saat ini bertepatan musim liburan Nataru.

    “Di sini, tempatnya keren, meskipun jauh, tapi air terjunnya keren, karena air terjunnya banyak, ke sini dalam rangka liburan,” ujar salah satu wisatawan bernama Gunawan.

    Untuk masuk ke Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan cukup membayar tiket sebesar Rp 10.000, untuk dapat menikmati keindahannya alam, dan swafoto berlatar belakang keindahan air terjun di kaki Gunung Semeru.

    Bagi wisatawan yang belum memiliki destinasi wisata untuk mengisi liburan Nataru, wisata Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang bisa menjadi alternatif.

    ________________

    Artikel ini telah tayang di detikJatim

    (wkn/wkn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mobil Matic Jangan Pakai Gigi ‘N’ pada Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!



    Jakarta

    Tuas transmisi di mobil matic memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya saat tuas transmisi berada di posisi ‘N’ atau Netral, sebaiknya tidak dilakukan pada kondisi berikut.

    Ada beragam huruf di tuas transmisi mobil matic. Ada P, ada N, ada D, ada L, ada juga R. Masing-masing punya fungsinya tersendiri. Misalnya tuas transmisi P, digunakan untuk mobil dalam posisi parkir. Selanjutnya ada R, digunakan saat mobil hendak mundur. Untuk menjalankan mobil, posisi tuas transmisi ada di D alias Drive. Pada posisi D, transmisi akan secara otomatis dan terus menerus mengubah rasio gigi tergantung pada kondisi jalan dan pengemudian.


    Selanjutnya ada ‘N’ atau Netral. Pada posisi ini, transmisi dibebaskan sama seperti posisi netral pada mobil bertransmisi manual. Dikutip dalam laman buku panduan manual Mitsubishi Xpander, gigi N ini hanya digunakan saat kendaraan diam dalam waktu yang lama selama mengemudi, contohnya saat jalanan macet.

    Perlu dicatat, di kondisi tertentu, sebaiknya tuas transmisi mobil tak diposisikan pada Netral. Misalnya saat sedang berkendara, jangan pindahkan tuas transmisi ke N.

    “Kecelakaan serius dapat terjadi karena Anda dapat secara tidak sengaja menggerakkan tuas selektor ke posisi ‘P’ atau ‘R’ atau Anda akan kehilangan pengereman mesin,” demikian dicuplik dari buku panduan manual tersebut.

    Begitu juga pada jalan miring, tuas transmisi sebisa mungkin ada di posisi ‘P’ jangan di posisi N.

    “Pada jalan miring, mesin sebaiknya dihidupkan pada posisi ‘P’ jangan pada posisi “N’. Pastikan menahan kaki Anda pedal rem ketika kendaraan di posisi ‘N’ atau ketika memindahkan ke atau dari posisi ‘N’” begitu penjelasannya.

    Selain itu diingatkan juga untuk mencegah kerusakan transmisi, jangan pernah memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘D’ dari posisi ‘R’ ketika kendaraan masih berjalan.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 13 Wisata Kuningan untuk Healing, Destinasi Terbaik dan Instagramable

    Jakarta
    Kabupaten Kuningan di Jawa Barat bisa jadi alternatif liburan sendiri atau bersama keluarga. Di sini, detikers bisa menemukan wisata alam, sejarah, edukasi dengan hawa sejuk dan punya beragam wahana. Kuningan cocok buat detikers yang nyari tempat liburan untuk healing, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau jalan-jalan bareng teman.

    Wilayah Kuningan punya destinasi gunung hingga telaga yang cocok jadi rekomendasi wisata saat liburan, berikut rekomendasinya

    1. Taman Nasional Gunung Ciremai

    Taman Nasional Gunung Ciremai.
    Taman Nasional Gunung Ciremai (dok. Istimewa)

    Jam buka: setiap hari

    • 07.00-11.00 WIB untuk jam naik
    • 11.00-18.00 WIB untuk jam turun

    Tarif masuk:

    • WNI: Senin-Jumat Rp 10 ribu per orang Sabtu-Minggu dan hari libur nasional Rp 15 ribu per orang
    • WNA: Senin-Minggu, hari libur nasional Rp 150 ribu per orang

    Tarif belum termasuk pungutan jasa pendakian gunung, kemah, pengambilan foto dan video, dan penggunaan drone

    Alamat: Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl menyimpan pesona keanekaragaman flora dan fauna plus hawa yang sejuk. Traveler yang sudah berpengalaman atau dengan guide yang kompeten, bisa mencoba naik ke puncak. Bagi yang tidak muncak nggak perlu khawatir, Gunung Ciremai punya pesona lain yang sayang buat dilewatkan.

    Di Gunung Ciremai ada Telaga Remis yang menawarkan aktivitas memancing dan bermain sepeda air, cocok untuk liburan bareng keluarga. Selain itu ada Desa Wisata Cibuntu yang kental dengan budaya Sunda. Pesona Curug Putri Palutungan dan Curug Sawer dengan air yang bersih, sejuk, dan segar bisa jadi pilihan sambil trekking di Gunung Ciremai.

    2. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem.
    Telaga Biru Cicerem (dok. Bima Bagaskara/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 15 ribu belum termasuk biaya lain

    Alamat: Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan

    Danau berair biru ini adalah tempat wisata yang cukup populer bagi warga Kabupaten Kuningan. Namun dengan pemilihan waktu liburan yang tepat, kamu bisa menikmati suasana tenang telaga biru dengan airnya yang jernih, bersih, dan sejuk. Waktu paling cocok buat main ke telaga adalah pagi hari sebelum matahari bersinar terik selepas liburan sekolah.

    “Sangat menyenangkan Telaga biru Cicarem yang cantik ini terjaga rapi dan bersih. Pengelola di sini menyediakan fasilitas umum yang memadai. Jangan lupa ambil foto dengan gaya paling okey dikelilingi pemandangan alami danau. Tukang foto di sini sigap bantu ngarahin gaya lho,” tulis akun google review Maria Aghnatha.

    3. Kebun Raya Kuningan

    Kebun Raya Kuningan
    Kebun Raya Kuningan (dok. Erick Disy Darmawan/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Dewasa Rp 10 ribu
    • Anak-anak Rp 5 ribu
    • Motor Rp 5 ribu
    • Mobil Rp 10 ribu
    • Bus/truk Rp 15 ribu
    • Sepeda Rp 2.500

    Tarif ini belum termasuk layanan lain yang tersedia di Kebun Raya Kuningan.

    Alamat: Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Taman wisata seluas 154.908 hektare ini tak hanya menyajikan koleksi 23 ribu spesies tanaman milik Nusantara. Tapi juga koleksi batu dari seluruh Indonesia, sehingga Kebun Raya Kuningan memiliki tema berbeda dengan destinasi wisata sejenis lainnya. Lanskap batu dan tanaman ternyata bisa dipadukan menjadi pemandangan indah, yang nyaman dipandang dan bisa memperbaiki mood.

    Pengunjung yang ingin melihat keindahan area Kebun Raya Kuningan lebih luas, bisa mencoba jalur trekking dengan datang lebih pagi saat matahari belum terlalu terik. Bagi pengunjung yang mau piknik, bisa datang ke dua area danau dengan hawa sejuk dan sangat luas. Pengunjung bisa cuci mata, jalan-jalan sekitar area danau, dan tentunya ambil foto. Nah buat yang mau eksplor dan lebih lama menikmati sejuknya kebun daya, bisa nginep di area camping atau guest house.

    4. Woodland

    WoodLand Cibubur menjadi destinasi baru untuk rekreasi dan kuliner keluarga. Ferris Wheel setinggi 31 meter siap jadi daya tarik utamanya.
    Woodland (dok. Hilalia Kani Juliana)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.00
    • Sabtu-Minggu 07.30-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 15 ribu per orang
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 20.000 untuk semua usia kecuali anak-anak usia 2-9 Rp 15 ribu.

    Tarif ini belum termasuk biaya lain selama liburan di Woodland

    Alamat: Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Destinasi wisata ini tidak hanya populer karena harga tiket terjangkau, tapi juga aneka wahana permainan. Didesain sebagai tempat liburan di area terbuka, Woodland juga menyediakan kolam renang bagi pengunjung. Semua wahana yang menguji fisik anak-anak ini tersedia di bawah pohon rindang, sehingga pengunjung tak perlu khawatir kepanasan.

    “Wahana permainan Woodland banyak ngasih tantangan, sehingga bagus untuk ngelatih keberanian dan ketangkasan anak kecil. Pilihan wahana juga lengkap, mulai dari flying fox dan permainan air. Selain itu tempatnya bersih, rapi, sejuk, dan hawanya segar,” kata salah satu pengunjung Resti asal Majalengka dikutip dari detik Jabar.

    5. Curug Putri Palutungan

    Curug Putri Palutungan di Kuningan
    Curug Putri Palutungan (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Berada di kaki Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan cocok buat pengunjung yang mencari hawa sejuk dan adem selama liburan. Curug ini tidak terlalu tinggi dengan tinggi kolam cenderung dangkal, sehingga cocok bagi yang ingin main air bareng keluarga. Di depan area curug ada pancuran alami dengan kolam yang bisa digunakan untuk berendam.

    “Suasana curug segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” ujar pengunjung Ali yang menikmati destinasi wisata alami ini bersama keluarga. Fasilitas pendukung bagi pengunjung di sini juga tersedia lengkap misal kantin, musala, gazebo, dan toilet sehingga pengunjung tak perlu khawatir. Pengunjung juga bisa mencoba motor ATV dan area perkemahan di sekitar curug.

    6. Objek Wisata Cibulan

    Kolam Renang Cibulan di Kuningan.
    Objek Wisata Cibulan (dok. Mohamad Taufik/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Anak-anak Rp 20 ribu
    • Dewasa Rp 22 ribu

    Biaya ini belum termasuk fasilitas dan layanan lain yang digunakan pengunjung

    Alamat: Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Wisata kolam air dingin yang sudah berdiri sejak 1939 ini lekat dengan mitos ikan dewa dan keberkahan 7 sumur. Seiring waktu, pengelola memperbaiki berbagai fasilitas dan layanan sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Kuningan ini tampil modern sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Berenang dalam air yang sejuk bersama keluarga benar-benar menyenangkan. Di sini ada kamar bilas di area bagian depan dan belakang, serta pilihan menggunakan air hangat dengan membayar Rp 10 ribu. Pengunjung yang nggak bawa bekal bisa membelinya dari penjual makanan sekitar,” kata akun google Endang Antarwati.

    7. Sangkan Resort Aqua Park

    Waterparak di Sangkan Resort Aqua Park, Kuningan
    Sangkan Resort Aqua Park (dok. Instagram @sangkapanpark)

    Jam buka: setiap hari 09.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 35 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 45 ribu

    Alamat: Jl. Raya Bandorasa KM. 12, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berlokasi di tempat strategis, Sangkan Resort adalah destinasi wisata air yang cocok untuk liburan keluarga. Selain kolam anak, dewasa, ombak, seluncuran, perosotan, dan berbagai wahana permainan, resort juga menyediakan hotel dan cottage yang bikin tamu bisa segera istirahat capek main air.

    Buat detikers yang mau liburan di Sangkan Resort wajib taat aturan umum di lokasi terkait. Tiket anak berlaku untuk usia 1-12 tahun, sehingga umur 13 tahun sudah wajib membeli tiket dewasa. Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman dari luar Sangkan Resort.

    8. Museum Taman Purbakala Cipari

    Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan
    Museum Taman Purbakala Cipari (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: setiap hari 08.00-15.00

    Tarif masuk: Rp 2 ribu

    Biaya belum termasuk harga buku sebesar Rp 3 ribu dan layanan di dalam museum

    Alamat: Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lokasi wisata sejarah ini menyajikan berbagai peninggalan zaman purbakala yang disimpan dengan rapi dan sistematik. Salah satu koleksi paling terkenal adalah menhir yang digunakan untuk memberikan persembahan dan mengajukan permohonan pada lelubur. Selain itu, ada batu altar yang disusun berundak-undak dielilingi pepohonan.

    Museum Taman Purbakala Cipari yang sudah berumur puluhan tahun, dikelilingi taman terbuka dengan hawa yang sangat sejuk. Taman terletak di dataran tinggi sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan aktivitas penduduk di sekitar tempat wisata. Dengan suasana yang tenang dan sejuk, Museum Taman Purbakala Cipari cocok bagi detikers yang ingin healing sambil memperluas wawasan.

    9. Gedung Perundingan Linggarjati

    Suasana Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan
    Gedung Perundingan Linggarjati (dok. Fahmi Labibinajib)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu-Minggu 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 10 ribu

    Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berdiri di lahan seluas 2 hektare, Gedung Linggarjati menyimpan fragmen sejarah Indonesia yang paling penting. Di sini pernah tercapai perjanjian dengan Belanda ketika Indonesia masih menjadi negara serikat bernama Negara Indonesia Serikat (RIS).

    Terlepas dari sejarahnya, Gedung Linggarjati berada di area kaki Gunung Ciremai yang sangat sejuk. Menurut salah satu pengunjung Saputro dikutip dari detik Jabar, suasana Gedung Linggarjati sangat asri dan adem. Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah atau sekadar memperluas pengetahuan bersama keluarga.

    10. Waduk Darma Kuningan

    Waduk Darma.
    Waduk Darma Kuningan (dok. Bima Bagaskara/detikJabar)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.30
    • Sabtu-Minggu 08.00-18.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 17.500
    • Sabtu-Minggu Rp 20 ribu

    Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

    Danau buatan ini adalah salah satu wisata populer bagi warga Kuningan yang nyaris tidak pernah sepi, terutama saat musim libur. Di sini tersedia aneka wahana permainan anak, perahu untuk keliling waduk, serta bisa jadi spot memancing dan main air bagi pengunjung.

    Namun pada 2024, waduk ini jadi sorotan karena banyak eceng gondok yang tumbuh subur. Banyaknya eceng gondok menjadi penanda air yang kurang bersih, sehingga pengunjung tak lagi berenang di waduk tersebut. Pengunjung yang nekat berisiko mengalami gatal-gatal atau gangguan kesehatan kulit.

    11. Lembah Cilengkrang

    Lembah Cilengkrang, Kuningan.
    Lembah Cilengkrang (dok. Fahmi Labibinajib)

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan

    Cilengkrang adalah wisata alam yang cocok buat kamu penyuka trekking atau jalan kaki di alam menikmati angin sejuk, udara segar, dan aneka flora fauna. Wisatawan harus jalan kaki mulai dari area parkir hingga pusat lembah serta naik tangga sejauh 2,3 kilometer.

    Menurut salah satu pengelola tempat wisata Uung dikutip dari detik Jabar, jalan kaki selama kurang lebih 40 menit dijamin tidak bikin bosan dan capek. Sepanjang jalan, wisatawan bisa merasakan rindangnya pohon pinus dan suasana yang sangat adem. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat elang Jawa, monyet, lutung dan surili.

    12. Bukit Seribu Bintang

    Bukit Bintang Brebes
    Bukit Seribu Bintang di perbatasan Brebes dan Kuningan (dok. Imam Suripto/detikcom)

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk: –

    Alamat: perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

    Bukit Seribu Bintang atau Bukit Bintang adalah area di kaki Gunung Ciremai yang cocok buat ngegalau. Sambil ngeliat taburan bintang tepat di atas kepala dan citylight Kuningan, kamu bisa menghabiskan malam sekadar ngobrol, cuci mata, atau menikmati kuliner yang dijual warga sekitar.

    13. Lamping Kidang Kuningan

    Lamping Kidang Kuningan
    Lamping Kidang atau lereng kijang dalam Bahasa Indonesia (dok. Fahmi Labibinajib/detikJabar)

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 25 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 30 ribu

    Alamat: Jl. Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lamping Kidang adalah area wisata di alam terbuka yang cocok untuk camping atau refreshing sambil minum kopi. Dengan pemandangan Gunung Ciremai yang langsung tampak di depan mata, pengunjung seperti melihat langsung bioskop keindahan alam. Mulai gerbang tiket hingga area utama, pohon yang tumbuh liar hingga perkebunan sayur milik warga siap menyambut pengunjung.

    Pengunjung juga bisa melihat kehidupan warga di sekitar Lamping Kidang dan pemandangan kota. Buat yang ingin ngecamp di Lamping Kidang, pengunjung bisa sewa tenda Rp 80 ribu. Di sini tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan misal kantin, kamar mandi, dan mushola.

    Halaman 2 dari 14

    Jam buka: setiap hari

    • 07.00-11.00 WIB untuk jam naik
    • 11.00-18.00 WIB untuk jam turun

    Tarif masuk:

    • WNI: Senin-Jumat Rp 10 ribu per orang Sabtu-Minggu dan hari libur nasional Rp 15 ribu per orang
    • WNA: Senin-Minggu, hari libur nasional Rp 150 ribu per orang

    Tarif belum termasuk pungutan jasa pendakian gunung, kemah, pengambilan foto dan video, dan penggunaan drone

    Alamat: Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl menyimpan pesona keanekaragaman flora dan fauna plus hawa yang sejuk. Traveler yang sudah berpengalaman atau dengan guide yang kompeten, bisa mencoba naik ke puncak. Bagi yang tidak muncak nggak perlu khawatir, Gunung Ciremai punya pesona lain yang sayang buat dilewatkan.

    Di Gunung Ciremai ada Telaga Remis yang menawarkan aktivitas memancing dan bermain sepeda air, cocok untuk liburan bareng keluarga. Selain itu ada Desa Wisata Cibuntu yang kental dengan budaya Sunda. Pesona Curug Putri Palutungan dan Curug Sawer dengan air yang bersih, sejuk, dan segar bisa jadi pilihan sambil trekking di Gunung Ciremai.

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 15 ribu belum termasuk biaya lain

    Alamat: Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan

    Danau berair biru ini adalah tempat wisata yang cukup populer bagi warga Kabupaten Kuningan. Namun dengan pemilihan waktu liburan yang tepat, kamu bisa menikmati suasana tenang telaga biru dengan airnya yang jernih, bersih, dan sejuk. Waktu paling cocok buat main ke telaga adalah pagi hari sebelum matahari bersinar terik selepas liburan sekolah.

    “Sangat menyenangkan Telaga biru Cicarem yang cantik ini terjaga rapi dan bersih. Pengelola di sini menyediakan fasilitas umum yang memadai. Jangan lupa ambil foto dengan gaya paling okey dikelilingi pemandangan alami danau. Tukang foto di sini sigap bantu ngarahin gaya lho,” tulis akun google review Maria Aghnatha.

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Dewasa Rp 10 ribu
    • Anak-anak Rp 5 ribu
    • Motor Rp 5 ribu
    • Mobil Rp 10 ribu
    • Bus/truk Rp 15 ribu
    • Sepeda Rp 2.500

    Tarif ini belum termasuk layanan lain yang tersedia di Kebun Raya Kuningan.

    Alamat: Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Taman wisata seluas 154.908 hektare ini tak hanya menyajikan koleksi 23 ribu spesies tanaman milik Nusantara. Tapi juga koleksi batu dari seluruh Indonesia, sehingga Kebun Raya Kuningan memiliki tema berbeda dengan destinasi wisata sejenis lainnya. Lanskap batu dan tanaman ternyata bisa dipadukan menjadi pemandangan indah, yang nyaman dipandang dan bisa memperbaiki mood.

    Pengunjung yang ingin melihat keindahan area Kebun Raya Kuningan lebih luas, bisa mencoba jalur trekking dengan datang lebih pagi saat matahari belum terlalu terik. Bagi pengunjung yang mau piknik, bisa datang ke dua area danau dengan hawa sejuk dan sangat luas. Pengunjung bisa cuci mata, jalan-jalan sekitar area danau, dan tentunya ambil foto. Nah buat yang mau eksplor dan lebih lama menikmati sejuknya kebun daya, bisa nginep di area camping atau guest house.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.00
    • Sabtu-Minggu 07.30-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 15 ribu per orang
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 20.000 untuk semua usia kecuali anak-anak usia 2-9 Rp 15 ribu.

    Tarif ini belum termasuk biaya lain selama liburan di Woodland

    Alamat: Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Destinasi wisata ini tidak hanya populer karena harga tiket terjangkau, tapi juga aneka wahana permainan. Didesain sebagai tempat liburan di area terbuka, Woodland juga menyediakan kolam renang bagi pengunjung. Semua wahana yang menguji fisik anak-anak ini tersedia di bawah pohon rindang, sehingga pengunjung tak perlu khawatir kepanasan.

    “Wahana permainan Woodland banyak ngasih tantangan, sehingga bagus untuk ngelatih keberanian dan ketangkasan anak kecil. Pilihan wahana juga lengkap, mulai dari flying fox dan permainan air. Selain itu tempatnya bersih, rapi, sejuk, dan hawanya segar,” kata salah satu pengunjung Resti asal Majalengka dikutip dari detik Jabar.

    Jam buka: 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Berada di kaki Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan cocok buat pengunjung yang mencari hawa sejuk dan adem selama liburan. Curug ini tidak terlalu tinggi dengan tinggi kolam cenderung dangkal, sehingga cocok bagi yang ingin main air bareng keluarga. Di depan area curug ada pancuran alami dengan kolam yang bisa digunakan untuk berendam.

    “Suasana curug segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” ujar pengunjung Ali yang menikmati destinasi wisata alami ini bersama keluarga. Fasilitas pendukung bagi pengunjung di sini juga tersedia lengkap misal kantin, musala, gazebo, dan toilet sehingga pengunjung tak perlu khawatir. Pengunjung juga bisa mencoba motor ATV dan area perkemahan di sekitar curug.

    Jam buka: setiap hari 08.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Anak-anak Rp 20 ribu
    • Dewasa Rp 22 ribu

    Biaya ini belum termasuk fasilitas dan layanan lain yang digunakan pengunjung

    Alamat: Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Wisata kolam air dingin yang sudah berdiri sejak 1939 ini lekat dengan mitos ikan dewa dan keberkahan 7 sumur. Seiring waktu, pengelola memperbaiki berbagai fasilitas dan layanan sehingga salah satu destinasi wisata terbaik Kuningan ini tampil modern sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Berenang dalam air yang sejuk bersama keluarga benar-benar menyenangkan. Di sini ada kamar bilas di area bagian depan dan belakang, serta pilihan menggunakan air hangat dengan membayar Rp 10 ribu. Pengunjung yang nggak bawa bekal bisa membelinya dari penjual makanan sekitar,” kata akun google Endang Antarwati.

    Jam buka: setiap hari 09.00-17.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 35 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 45 ribu

    Alamat: Jl. Raya Bandorasa KM. 12, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berlokasi di tempat strategis, Sangkan Resort adalah destinasi wisata air yang cocok untuk liburan keluarga. Selain kolam anak, dewasa, ombak, seluncuran, perosotan, dan berbagai wahana permainan, resort juga menyediakan hotel dan cottage yang bikin tamu bisa segera istirahat capek main air.

    Buat detikers yang mau liburan di Sangkan Resort wajib taat aturan umum di lokasi terkait. Tiket anak berlaku untuk usia 1-12 tahun, sehingga umur 13 tahun sudah wajib membeli tiket dewasa. Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman dari luar Sangkan Resort.

    Jam buka: setiap hari 08.00-15.00

    Tarif masuk: Rp 2 ribu

    Biaya belum termasuk harga buku sebesar Rp 3 ribu dan layanan di dalam museum

    Alamat: Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lokasi wisata sejarah ini menyajikan berbagai peninggalan zaman purbakala yang disimpan dengan rapi dan sistematik. Salah satu koleksi paling terkenal adalah menhir yang digunakan untuk memberikan persembahan dan mengajukan permohonan pada lelubur. Selain itu, ada batu altar yang disusun berundak-undak dielilingi pepohonan.

    Museum Taman Purbakala Cipari yang sudah berumur puluhan tahun, dikelilingi taman terbuka dengan hawa yang sangat sejuk. Taman terletak di dataran tinggi sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan aktivitas penduduk di sekitar tempat wisata. Dengan suasana yang tenang dan sejuk, Museum Taman Purbakala Cipari cocok bagi detikers yang ingin healing sambil memperluas wawasan.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu-Minggu 08.00-17.00

    Tarif masuk: Rp 10 ribu

    Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Berdiri di lahan seluas 2 hektare, Gedung Linggarjati menyimpan fragmen sejarah Indonesia yang paling penting. Di sini pernah tercapai perjanjian dengan Belanda ketika Indonesia masih menjadi negara serikat bernama Negara Indonesia Serikat (RIS).

    Terlepas dari sejarahnya, Gedung Linggarjati berada di area kaki Gunung Ciremai yang sangat sejuk. Menurut salah satu pengunjung Saputro dikutip dari detik Jabar, suasana Gedung Linggarjati sangat asri dan adem. Suasana ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar sejarah atau sekadar memperluas pengetahuan bersama keluarga.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat 08.00-17.30
    • Sabtu-Minggu 08.00-18.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 17.500
    • Sabtu-Minggu Rp 20 ribu

    Alamat: Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

    Danau buatan ini adalah salah satu wisata populer bagi warga Kuningan yang nyaris tidak pernah sepi, terutama saat musim libur. Di sini tersedia aneka wahana permainan anak, perahu untuk keliling waduk, serta bisa jadi spot memancing dan main air bagi pengunjung.

    Namun pada 2024, waduk ini jadi sorotan karena banyak eceng gondok yang tumbuh subur. Banyaknya eceng gondok menjadi penanda air yang kurang bersih, sehingga pengunjung tak lagi berenang di waduk tersebut. Pengunjung yang nekat berisiko mengalami gatal-gatal atau gangguan kesehatan kulit.

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 20 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 25 ribu

    Alamat: Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan

    Cilengkrang adalah wisata alam yang cocok buat kamu penyuka trekking atau jalan kaki di alam menikmati angin sejuk, udara segar, dan aneka flora fauna. Wisatawan harus jalan kaki mulai dari area parkir hingga pusat lembah serta naik tangga sejauh 2,3 kilometer.

    Menurut salah satu pengelola tempat wisata Uung dikutip dari detik Jabar, jalan kaki selama kurang lebih 40 menit dijamin tidak bikin bosan dan capek. Sepanjang jalan, wisatawan bisa merasakan rindangnya pohon pinus dan suasana yang sangat adem. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat elang Jawa, monyet, lutung dan surili.

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk: –

    Alamat: perbatasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

    Bukit Seribu Bintang atau Bukit Bintang adalah area di kaki Gunung Ciremai yang cocok buat ngegalau. Sambil ngeliat taburan bintang tepat di atas kepala dan citylight Kuningan, kamu bisa menghabiskan malam sekadar ngobrol, cuci mata, atau menikmati kuliner yang dijual warga sekitar.

    Jam buka: 24 jam

    Tarif masuk:

    • Senin-Jumat Rp 25 ribu
    • Sabtu, Minggu, hari libur Rp 30 ribu

    Alamat: Jl. Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Lamping Kidang adalah area wisata di alam terbuka yang cocok untuk camping atau refreshing sambil minum kopi. Dengan pemandangan Gunung Ciremai yang langsung tampak di depan mata, pengunjung seperti melihat langsung bioskop keindahan alam. Mulai gerbang tiket hingga area utama, pohon yang tumbuh liar hingga perkebunan sayur milik warga siap menyambut pengunjung.

    Pengunjung juga bisa melihat kehidupan warga di sekitar Lamping Kidang dan pemandangan kota. Buat yang ingin ngecamp di Lamping Kidang, pengunjung bisa sewa tenda Rp 80 ribu. Di sini tersedia berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan misal kantin, kamar mandi, dan mushola.

    (row/fem)

    Simak Video “Video: Pria di Sumedang Tewas dengan Pisau Tertancap, Adik Ipar Jadi Tersangka
    [Gambas:Video 20detik]








    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Transjakarta ke Tempat Elite Paling Keren Sedunia, Kemang Raya


    Jakarta

    Buat detikers yang ingin menjelajahi kawasan hits Kemang tanpa repot bawa kendaraan pribadi, busway Transjakarta bisa jadi pilihan yang nyaman dan praktis. Ada beberapa rute yang melintasi kawasan ini dan berhenti di titik-titik strategis di sepanjang Jalan Kemang Raya.

    Rute Busway dari dan ke Kemang, Jaksel

    detikTravel sempat menelusuri jalan-jalan di Kemang, Jaksel pada Kamis (16/10/2025). Berikut rute Tranjakarta di salah satu kawasan paling keren di dunia tahun 2025 ini


    1. Koridor 6N (Blok M-Ragunan via Kemang)

    Rute ini jadi salah satu yang paling mudah diakses jika detikers berangkat dari arah Blok M. Bus 6N akan melewati sejumlah titik penting di kawasan Kemang, di antaranya:

    • Taman Kemang Raya
    • Jalan Kemang II
    • Jalan Kemang III
    • Jalan Kemang Selatan I
    • Jalan Kemang Selatan VIII
    • Plaza Kemang 88
    • Simpang Kemang Selatan II.

    Sementara jika detikers datang dari arah Ragunan, bus 6N juga berhenti di beberapa titik berbeda, yaitu:

    • Simpang Kemang Selatan I
    • Plaza Kemang 88
    • Kemang 8
    • Kemang Raya 40
    • Kemang 4
    • Simpang Kemang I
    • Jalan Kemang I
    • Jalan Taman Kemang.

    2. Koridor 5N (Tanah Abang-Kemang Utara)

    Alternatif lainnya adalah rute 5N. Bus ini melewati sisi utara Kemang dengan beberapa titik pemberhentian, seperti:

    • Simpang Kemang Utara IX
    • Simpang Kemang Timur Utara
    • Jalan Kemang Timur Utara XI
    • Jalan Kemang Timur XVII
    • Kemang Utara I.

    3. Koridor 6W (Duren Tiga-Blok M via Bangka Raya)

    Kalau detikers berangkat dari Duren Tiga atau Imigrasi, rute 6W bisa jadi pilihan yang pas.

    Busway koridor 6W dari arah Blok M akan berhenti di:

    • Jalan Kemang II
    • Jalan Kemang Utara IA
    • Jalan Kemang Utara I
    • Jalan Kemang Utara V
    • Simpang Kemang Utara IX.

    Pemberhentian yang dilalui dari arah Imigrasi adalah:

    • Simpang Kemang Utara
    • Jalan Kemang Utara V
    • Jalan Kemang Utara I
    • Jalan Kemang I
    • Jalan Kemang Raya.

    Dengan banyaknya pilihan rute ini, detikers bisa turun di titik mana pun sesuai tempat tujuan, mulai dari deretan kafe estetik, restoran Korea, sampai pusat kuliner kaki lima yang tersebar di sepanjang Kemang Raya.

    Jadi, tak perlu khawatir soal transportasi. Naik TransJakarta, kamu bisa menjelajah kawasan Kemang yang hype dan berkelas dengan cara yang praktis, nyaman, dan terjangkau.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Begini Cara Diet Pria yang Turun 26 Kg, Termasuk Rutin Jalan Kaki 10 Ribu Langkah


    Jakarta

    Pria di Singapura bernama Raeza Ibrahim menceritakan pengalamannya setelah divonis dengan berbagai kondisi kesehatan parah. Ia didiagnosis mengidap kolesterol tinggi, perlemakan hati, risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit hati.

    Mengetahui itu, Raeza bertekad untuk menurunkan berat badannya yang saat itu mencapai 100 kg. Pada Maret 2024, ia mulai mendaftar di pusat kebugaran Singapura dibantu personal trainer atau PT, Haziq bin Elvis.

    Di hari pertama, ukuran tubuhnya dicatat. Setelah melihat banyak foto di pusat kebugaran, ia semakin termotivasi untuk mengubah hidupnya.


    Mulai Rutin Olahraga

    Bin Elvis memulai dengan menyuruh Raeza melakukan split squat sambil memegang dumbel seberat 2 kg di masing-masing tangan. Hampir setahun kemudian, ia melakukan beberapa set split squat dengan beban 26 kg.

    Rencana latihan Bin Elvis mengharuskan Ibrahim berjalan 10.000 langkah setiap hari, mengikuti diet 1.800 kalori per hari, lebih sedikit kalori daripada yang ia bakar dan melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu.

    “Kami berusaha membuat Raeza kuat dengan gerakan dasar gabungan seperti split squat, incline chest press, pull up, dan berbagai gerakan dead lift” dan berusaha menargetkan kelompok otot yang lebih kecil seperti trisep dan bahu, kata bin Elvis yang dikutip dari South China Morning Post.

    Setelahnya, Raeza mulai berjalan kaki kemana-mana. Di kantor dan pusat perbelanjaan, ia mulai sering naik tangga. Ia juga mulai berlatih Muay Thai dan hiking di akhir pekan.

    Mengubah Pola Makan

    Ia juga mengubah pola makannya, mulai dari memasak sendiri dan makan secara teratur.

    “Makan dulunya adalah cara untuk mengatasi stres. Saya makan untuk menghilangkan perasaan buruk saya. Makanan adalah pelepas lelah dan kesenangan yang cepat,” jelas Raeza.

    Untuk sarapan, di jam 8 pagi Raeza biasa makan roti sourdough dengan telur atau buah. Sebelum makan siang, ia juga minum protein shake.

    Raeza biasa makan siang pukul 1 dengan salad dan protein. Ia juga mengkonsumsi semangkuk buah pada jam 5 sore untuk membuatnya kenyang sampai waktu makan malam.

    Malam harinya pukul 8, Raeza makan daging tanpa lemak atau ikan dengan sayuran dan ubi jalar.

    Tidur Lebih Awal

    Dia juga mulai tidur lebih awal pukul 11 malam, dengan waktu tidur selama 6-8 jam per hari. Pria 38 tahun itu juga rutin minum empat hingga tujuh liter air setiap hari.

    “Jika Anda merasa lapar, kemungkinan besar Anda sebenarnya haus,” tutur Ibrahim.

    Menurutnya, hal yang tersulit dalam hidupnya untuk hidup lebih sehat adalah datang untuk sesi latihan.

    “Rasa takut kehilangan nyawa mendorong saya untuk datang latihan. Haziq menghubungi saya secara teratur untuk mengetahui perasaan saya. Ketika saya harus makan di luar, dia akan membantu mencari menu restoran dan menyarankan pilihan yang paling sehat. Dia berusaha keras, dan saya merasa bertanggung jawab kepadanya,” terang Raeza.

    “Harus mengisi detail seperti kalori yang dikonsumsi, tidur, dan tingkat hidrasi pada aplikasi setiap hari membantu saya tetap pada jalur yang benar,” sambungnya.

    Namun, perubahan di hidupnya membuatnya puas. Ia merasa lebih bersemangat, percaya diri, dan lebih produktif dan tidak bekerja selama berjam-jam lagi.

    “Saya merasa bisa melakukan apa pun yang saya inginkan. Itu memungkinkan saya menjadi teman, saudara, dan pemimpin tim yang lebih baik, dan membuat saya disiplin dalam bidang lain dalam hidup saya,” tuturnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Sederet Kebiasaan yang Bikin Diet Gagal, Salah Satunya Jarang Jalan Kaki

    Jakarta

    Diet memang bukan hal yang mudah untuk dijalani. Terkadang, diet yang sudah dimulai dengan susah payah bisa berujung gagal.

    Ada banyak cara atau metode diet yang populer di masyarakat. Namun, jika tidak konsisten, hasilnya akan sulit untuk didapatkan. Salah satu penyebabnya adalah beberapa kebiasaan yang bikin diet gagal.

    Berikut beberapa kegiatan yang tidak berhubungan dengan berat badan tetapi bisa membuat diet gagal:


    1. Jarang terpapar sinar matahari

    Penelitian menunjukkan terpapar sinar matahari langsung saat pagi dapat menurunkan risiko kenaikan berat badan, terlepas dari makanan yang dikonsumsi.

    Para peneliti berteori bahwa sinar matahari pagi membantu menyinkronkan metabolisme, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih efisien.

    2. Langsung minum kopi saat bangun tidur

    Beberapa orang menjadikan kopi sebagai minuman pertama saat pagi. Padahal, yang dibutuhkan tubuh di pagi hari untuk membantu menurunkan berat badan adalah air putih.

    Setelah itu, baru dianjurkan minum kopi. Dengan begitu, seseorang bisa merasa lebih kenyang dan tidak akan mengkonsumsi kalori yang berlebih saat sarapan.

    3. Skip makan protein

    Jika sedang berusaha menurunkan berat badan, mengkonsumsi protein di setiap waktu makan adalah suatu keharusan. Nutrisi sangat mengenyangkan, sehingga dapat menghindari ngemil di sela waktu makan.

    Selain itu, protein juga terbukti dapat meningkatkan massa otot yang meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran kalori setelah makan hingga 35 persen.

    4. Menghindari konsumsi susu

    Kalsium pada susu berperan penting dalam mengatur cara tubuh memetabolisme makanan. Selain itu, diet yang kaya kalsium juga dapat membantu membakar lemak lebih banyak.

    5. Jarang jalan kaki

    Rata-rata manusia menghabiskan waktu 67 jam dalam seminggu untuk duduk. Sementara itu, manusia hanya menghabiskan tujuh jam dari setiap 24 jam untuk bergerak.

    Ditambah dengan pekerjaan yang sangat tidak banyak bergerak, membakar 100 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan 50 tahun yang lalu. Untuk membantu menurunkan berat badan, cobalah rutin untuk berjalan kaki.

    Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Society of Nephrology, berjalan kaki selama dua menit setiap jam dapat mengimbangi efek dari terlalu banyak duduk.

    6. Tidak tidur cukup awal

    Menurut sebuah studi, tidur selama delapan setengah jam setiap malam dapat mengurangi keinginan untuk makan junk food hingga 62 persen. Bahkan cara ini dapat mengurangi nafsu makan secara keseluruhan hingga 14 persen.

    Peneliti Mayo Clinic mencatat temuan serupa. Dalam studi tersebut, orang dewasa yang tidur 1 jam 20 menit lebih awal dapat mengontrol konsumsi kalori per harinya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Pria Ini Sukses Pangkas 25 Kg dalam 90 Hari, Transformasinya Bikin Pangling

    Jakarta

    Seorang pria di Belanda berhasil menurunkan berat badannya secara drastis dalam waktu 90 hari. Joachim Scheffer, yang dikenal di media sosial sebagai ‘ThatFatFreeRunner’, itu berjuang untuk menurunkan berat badan dengan berbagai program diet jangka pendek dan tidak ada hasilnya.

    Namun, pada 2024 memulai tantangan baru untuk mengubah rutinitas latihannya, gaya hidup sehari-hari, dan kebiasaan makannya hanya dalam waktu tiga bulan.

    Scheffer mengalami obesitas dengan berat sekitar 114 kg. Di bawah program intensif yang ditetapkan oleh pelatihnya, Stan Browney, ia berhasil menurunkan berat badannya hingga 25,5 kg.


    Selama berprogram penurunan berat badan, Scheffer menggabungkan latihan angka beban dan latihan dengan alat gym.

    Pola Makan Diatur

    Pola makan Scheffer juga diperhatikan dan diatur. Dia tidak lagi boleh mengonsumsi pizza dan beralih ke makanan yang rendah kalori serta tinggi protein.

    Pada minggu pertama, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 3 kg hanya dengan mengikuti rutinitas latihan pembakar lemak di tempat gym secara konsisten.

    Namun, perjalanan diet Scheffer tidak mulus. Ia sempat berada pada titik jenuh pada hari ke-10 dan berat badannya tidak turun.

    “Berat badannya tidak turun, saya tidak tahu persis mengapa,” kata Browney, dikutip dari Daily Mail.

    Penurunan Berat Badan yang Drastis

    Browney merinci rutinitas olahraga yang dijalani Scheffer selama program dietnya. Ia lari bebas dan berjalan kaki hingga berhasil membawanya untuk kembali produktif menurunkan berat badan.

    Bahkan, Browney meminta Scheffer menggunakan pelacak di ponselnya untuk memastikan ia berhasil mencapai 10.000 langkah per hari.

    “Saya tidak terlalu suka berjalan ke mana pun, jadi saya membuatnya lebih menyenangkan dengan mendengarkan musik,” kata Scheffer .

    “Namun, dengan berjalan kaki dapat membakar lebih banyak kalori,” sambungnya.

    Pada hari ke-11, berat badannya turun dari 114 menjadi 109 kg.

    “Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali saya masuk dalam kategori di bawah 110 kg, itu gila. Begitu banyak kemajuan saat saya bercermin,” tuturnya.

    Setelah 30 hari, ia melakukan pemeriksaan penurunan berat badan lengkap pertamanya. Scheffer mengukur lingkar dada dan pinggangnya, yang masing-masing turun 13 cm dan 15 cm.

    Berat badannya juga turun menjadi 103 kg, yang menandakan beratnya turun sebanyak 11 kg.

    Pada hari ke-50, berat badannya mencapai 98 kg dan pada hari ke-60, 93,6 kg yang menandai penurunan 18 kg dari awal tantangan ini dilakukan.

    Dengan hanya 10 hari tersisa di hari ke-80, berat badannya terus turun menjadi 90 kg. Penurunan berat badan yang mengejutkan sebesar 23 kg.

    “Gaya hidup saya telah berubah, saya melihat begitu banyak hal baik, manfaat yang baik,” beber Scheffer .

    Pada penimbangan terakhir di hari ke-90 lingkar pinggangnya turun menjadi 86 cm, turun 25 cm. Sementara lingkar perutnya turun sekitar 27 cm, menjadi perutnya hanya 94 cm.

    Berat akhir keseluruhannya tercatat sebesar 88,5 kg, 25,5 kg lebih rendah daripada saat ia memulai tantangan tersebut.

    “Anda tampak seperti orang yang sama sekali berbeda, saya tidak mengenali Anda, kawan,” ujar Browney.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied